Anda di halaman 1dari 42
Pembimbing Dr. Hastari, Sp.S SHANTI HANDAYANI 030.08.224 FK TRISAKTI

Pembimbing Dr. Hastari, Sp.S

SHANTI HANDAYANI

030.08.224

FK TRISAKTI

 Nama : Ny. S  Jenis kelamin : Perempuan  Usia : 56 tahun 
  • Nama

: Ny. S

  • Jenis kelamin

: Perempuan

  • Usia

: 56 tahun

  • Pekerjaan

: Ibu rumah tangga

  • Agama

: Islam

  • Status pernikahan

: Menikah

  • Alamat

: Depok

  • Suku

: Jawa

  • Datang ke poli saraf

: 09 April 2013

 Keluhan utama Nyeri punggung bawah yang menjalar ke belakang paha kanan kiri, betis hingga telapak
  • Keluhan utama

Nyeri punggung bawah yang menjalar ke belakang paha kanan kiri, betis hingga telapak kaki kanan kiri sejak 3 hari SMRS.

  • Keluhan tambahan

Kesemutan pada tungkai kanan dan kiri, gemetar pada kedua lengan dan kedua tungkai

 Nyeri punggung bawah yang menjalar ke belakang paha kanan kiri, betis hingga telapak kaki kanan
  • Nyeri punggung bawah yang menjalar ke belakang paha kanan kiri, betis hingga telapak kaki kanan kiri sejak 3 hari.

  • Nyeri dirasakan terus menerus, seperti ditarik.

  • Nyeri timbul terutama saat akan berdiri dari posisi duduk dalam waktu lama dan saat membungkuk.

  • Nyeri bertambah jika pasien batuk atau mengejan.

  • Nyeri pada punggung bagian bawah ini dirasakan hilang timbul sudah 20 tahun yang lalu

  • Pasien juga mengeluh adanya kesemutan pada kedua tungkai.

  • gemetar pada kedua lengan dan kedua tungkai sejak 7 tahun yang lalu, dan mengeluh sering kaku saat berjalan.

  • Pasien merupakan IRT yang mana suka mengangkat beban berat

 Pasien memiliki riwayat nyeri punggung bagian bawah sejak 20 tahun yang lalu  gemetar pada
  • Pasien memiliki riwayat nyeri punggung bagian bawah sejak 20 tahun yang lalu

  • gemetar pada kedua lengan dan kedua tungkai sejak 7 tahun yang lalu.

  • Hipertensi (-), diabetes mellitus (-), penyakit

jantung (-), riwayat stroke (-), maag (-) dan riwayat

alergi obat (-)

 Hipertensi (-)  DM (-)  Riwayat stroke (-)  Riwayat penyakit saraf terjepit (-)
  • Hipertensi (-)

  • DM (-)

  • Riwayat stroke (-)

  • Riwayat penyakit saraf terjepit (-)

 Kesadaran : Compos mentis , GCS E M V  Sikap = 15 : Duduk

Kesadaran

: Compos mentis, GCS E 4 M 6 V 5

Sikap

= 15 : Duduk dan berbaring

Kooperasi

: Kooperatif

Keadaan gizi

: Gizi cukup

Tekanan darah

: kanan

: 120/80 mmHg

: kiri : 120/80 mmHg

Nadi

: 74 kali / menit

Suhu

: 36,5 0 C

Pernapasan

: 18 kali / menit

 Columna vertebralis : Lurus di tengah, luka (-), massa atau benjolan (-), kemerahan (-), nyeri
  • Columna vertebralis : Lurus di tengah, luka (-), massa atau benjolan (-), kemerahan (-), nyeri tekan (+) pada area L4-L5, nyeri ketok (+) pada area L4-L5

Pemeriksaan Kanan Kiri Kaku kuduk - Laseque <70 < 70 Laseque - - menyilang Kernig >

Pemeriksaan

Kanan

Kiri

Kaku kuduk

-

Laseque

<70 0

< 70 0

Laseque

-

-

menyilang

Kernig

> 135 0

> 135 0

Brudzinski I

-

-

Brudzinski II

-

-

• N.I (olfaktorius) • N.II (optikus) • Acies visus (terbatas ruangan) • Visus campus • Lihat

N.I (olfaktorius) N.II (optikus) Acies visus (terbatas ruangan) Visus campus Lihat warna Funduskopi

: baik

: kanan dan kiri 3/60

: baik/baik : baik/baik : tidak dilakukan

N. III, IV, VI (Okulomotoris, Troklearis, Abdusen)

 

Kedudukan bola mata

Ortoposisi

Pergerakan bola mata

Baik

Baik

Ke nasal

Baik

Baik

Ke temporal

Baik

Baik

Ke nasal atas

Baik

Baik

Ke temporal atas

Baik

Baik

Ke nasal bawah

Baik

Baik

Ke temporal bawah

-

-

Eksoftalmus

-

-

Nistagmus

Bulat, isokor, Ø 3 mm

Bulat, Ø 3 mm

Pupil

+

+

Bentuk

+

+

Refleks cahaya langsung

Baik

Baik

Refleks cahaya konsensual

Baik

Baik

Reaksi akomodasi

Reaksi konvergensi

N. V (Trigeminus)

Cabang motorik

Baik

Baik

Cabang sensorik Oftalmikus

Baik

Baik

Maksilaris

Baik

Baik

Mandibularis

Baik

Baik

N. VII (Fasialis)

Motorik orbitofrontal

Baik

Baik

Motorik orbikularis

Baik

Baik

Pengecap lidah

Baik

Baik

N. VIII (Vestibulokoklear)

Vestibular

-

-

Vertigo

-

-

Nistagmus

+

+

Koklear

Tidak ada lateralisasi

Tidak ada lateralisasi

Rinne

Sama dengan pemeriksa

Sama dengan pemeriksa

Weber

Swabach

N. IX X (Glossofaringeus,

 

Vagus)

Motorik

Uvula di tengah, deviasi arkus faring (-)

Sensorik

Baik

N. XI (Asesorius)

   

Mengangkat bahu Menoleh

Baik

 

Baik

Baik

Baik

N. XII (Hipoglosus)

 

Pergerakan lidah

 

Deviasi (-)

 

Atrofi

-

Fasikulasi

-

Tremor

-

Pemeriksaan

Kanan

Kiri

Ekstremitas atas

  • 5555 5555

 

proksimal-distal

Ekstremitas bawah proksimal-distal

  • 5555 5555

 
Gerakan involunter  Tremor : (+)  Chorea : (-)  Athetose : (-)  Miokloni

Gerakan involunter

  • Tremor

: (+)

  • Chorea

: (-)

  • Athetose

: (-)

  • Miokloni

: (-)

Pemeriksaan Kanan Kiri Pattrick + + Kontra Pattrick + + Gaenslen - - Valsava - -

Pemeriksaan

Kanan

Kiri

Pattrick

+

+

Kontra Pattrick

+

+

Gaenslen

-

-

Valsava

-

-

Naffziger

-

-

 EMG : Lesi fungsional partial plexus brachialis yang mengenai Upper dan Lower trunc pada crus
  • EMG : Lesi fungsional partial plexus brachialis yang mengenai Upper dan Lower trunc pada crus posterior dan crus medial. Disertai CTS grade II

 Diagnosis klinis  Diagnosis etiologi  Diagnosis topik : Ischialgia, parkinson : Susp. HNP :
  • Diagnosis klinis

  • Diagnosis etiologi

  • Diagnosis topik

: Ischialgia, parkinson : Susp. HNP : Radiks L4-L5

 Foto polos vertebrae lumbosakral  MRI
  • Foto polos vertebrae lumbosakral

  • MRI

 Medikamentosa  Diklofenak 3 x 50 mg  Sifrol 1 x 0, 375  THP
  • Medikamentosa

  • Diklofenak 3 x 50 mg

  • Sifrol 1 x 0, 375

  • THP 1 x 1

  • Meloxicam 1 x 15 mg

  • Eperison HCL 3 x 50 mg

    • Non-medikamentosa

    • Tirah baring pada alas yang datar dan keras

    • Informasi dan edukasi kebiasaan hidup

    • Pemakaian korset lumbosakral

 Ad vitam  Ad fungtionam  Ad sanationam : bonam : dubia ad bonam :
  • Ad vitam

  • Ad fungtionam

  • Ad sanationam

: bonam : dubia ad bonam : dubia

Hampir dari 80 % penduduk pernah mengalami LBP dalam siklus kehidupannya Lebih dari 50% penderita nyeri

Hampir dari 80 % penduduk pernah mengalami LBP dalam siklus

kehidupannya

Lebih dari 50% penderita nyeri pinggang membaik dalam 1minggu, sementara lebih dari 90% merasa lebih baik dalam 8

minggu. Sisanya sekitar 7%-10%

mengalami keluhan yang berlanjut sampai lebih dari 6 bulan.

Hampir dari 80 % penduduk pernah mengalami LBP dalam siklus kehidupannya Lebih dari 50% penderita nyeri
 Serabut saraf yang berasal dari medulla spinalis  Setiap segmen medula spinalis mempunyai:  Radiks
  • Serabut saraf yang berasal dari medulla spinalis

  • Setiap segmen medula spinalis mempunyai:

    • Radiks ventralis (serabut eferen)

    • Radiks dorsalis (serabut aferen)

  • Kedua serabut bergabung dalam satu berkas saraf spinal

  • Hubungan yang dibentuk oleh saraf spinal pleksus

  • Pleksus terdiri dari:

    • Pleksus brakialis Terdapat pada tingkat serviko-torakal, mempersarafi lengan

    • Pleksus lumbosakralis

  • Terdapat pada tingkat lumbo-sakral, mempersarafi tungkai

     faktor risiko  pekerjaan dan kejiwaan; ▪ misalnya mengangkat barang di luar batas kesanggupan atau
    • faktor risiko

      • pekerjaan dan kejiwaan;

    misalnya mengangkat barang di luar batas kesanggupan atau pada posisi yang tidak baik.

    kondisi psikologis seperti neurosis, histeria dan reaksi konversi. Depresi lebih jarang menyebabkan nyeri pinggang akut, tetapi sering timbul sebagai komplikasi nyeri pinggang kronik.

    • Obesitas dan merokok

     Suatu keadaan dimana terjadi penonjolan diskus intervertebralis ke arah posterior dan/atau lateral dalam kanalis vertebralis
    • Suatu keadaan dimana terjadi penonjolan diskus intervertebralis ke arah posterior dan/atau lateral dalam kanalis vertebralis yang dapat menimbulkan penekanan/penyempitan radiks saraf-saraf dan penekanan medula spinalis dengan berakibat timbulnya gejala-gejala neurologis.

     Klasifikasi  Hernia lumbosakralis  Hernia servikalis  Hernia thorakalis
    • Klasifikasi

      • Hernia lumbosakralis

      • Hernia servikalis

      • Hernia thorakalis

     Menurut gradasinya, HNP dibagi atas:  Protrusi diskus intervertebralis Nukleus terlihat menonjol ke satu arah
    • Menurut gradasinya, HNP dibagi atas:

      • Protrusi diskus intervertebralis Nukleus terlihat menonjol ke satu arah tanpa kerusakan anulus fibrosus

      • Prolaps diskus intervertebralis Nukleus

    berpindah,

    anulus fibrosus

    tetapi

    masih

    dalam

    lingkaran

    • Ekstrusi diskus intervertebralis Nukleus keluar dari anulus fibrosus dan berada di bawah ligamentum longitudinalis posterior

    • Sequestrasi diskus intervertebralis Nukleus

    telah

    posterior

    menembus

    ligamentum

    longitudinal

     Manifestasi klinik  Nyeri di pinggang bagian bawah, dapat menyebar sampai bokong dan paha 
    • Manifestasi klinik

      • Nyeri di

    pinggang

    bagian

    bawah,

    dapat

    menyebar sampai bokong dan paha

    • Nyeri di bagian pinggang dan pinggul disebut lumbago

    • Nyeri sampai ke bokong disebut ischias

    • Rasa nyeri dapat seperti tertikam

    • Batuk ataupun bersin dapat menambah rasa

    nyeri, demikian juga dengan perubahan sikap dari duduk ke berdiri

     Nyeri radikular yang menjalar sepanjang perjalanan n. ischiadicus dan selanjutnya ke perifer yang dirasakan sepanjang

    Nyeri

    radikular

    yang

    menjalar

    sepanjang

    perjalanan n. ischiadicus dan selanjutnya ke

    perifer yang dirasakan sepanjang tungkai.

     Nyeri radikular yang menjalar sepanjang perjalanan n. ischiadicus dan selanjutnya ke perifer yang dirasakan sepanjang
     Lesi iritatif dapat berupa nukleus pulposus yang menonjol ke dalam kanalis vertebralis (HNP), osteofit pada
    • Lesi iritatif dapat berupa nukleus pulposus yang menonjol ke dalam kanalis vertebralis (HNP), osteofit pada spondilosis servikal, herpes zoster ganglion spinale L4 atau L5 maupun S1, tumor dalam kanalis vertebralis

    a. Tes lasegue b. Tes lasegue menyilang c. Tes naffziger d. Tes Patrick e. Tes Kontra
    • a. Tes lasegue

    b. Tes lasegue menyilang

    • c. Tes naffziger

    • d. Tes Patrick

    • e. Tes Kontra Patrick

    • f. Tes Gaenslen

    • g. Tes Valsava