Anda di halaman 1dari 5

Pengertian Manajemen Badan Usaha, Fungsi, Peranan, Pengelolaan, Perekonomian Nasional, Unsur-unsur, Bidang-Bidang, BUMN, BUMD, Koperasi

Pengertian Manajemen Badan Usaha, Fungsi, Peranan, Pengelolaan, Perekonomian Nasional, Unsur-unsur, Bidang-Bidang, BUMN, BUMD, Koperasi - Anda tentunya pernah mengikuti suatu organisasi di sekolah atau di masyarakat. Sebuah organisasi harus dikelola dengan baik. Dengan adanya pengelolaan dalam sebuah organisasi, setiap tujuan organisasi yang diharapkan dapat tercapai. Sementara itu, untuk mengelola sebuah organisasi, diperlukan adanya manajemen. Apa yang Anda ketahui tentang manajemen? Pada bab ini Anda akan memperoleh materi manajemen. Selain itu, Anda akan mendapatkan materi manajemen badan usaha dan peran badan usaha dalam perekonomian nasional.

A. Unsur-Unsur

Manajemen

Pengetahuan manajemen menurut F. W. Taylor, yaitu sebagai suatu disiplin ilmu pengetahuan yang dapat dipelajari dan menjadi ilmu terapan (applied sciences) atau lebih dikenal dengan manajemen keilmuan (scientific management). Ia mengatakan bahwa manajemen keilmuan adalah hasil usaha penelitian secara teratur daripada semua fakta dan unsur yang berhubungan dengan pengurusan orang-orang dalam pekerjaannya. (Sumber: Manajemen, 1999)

Seperti halnya ilmu ekonomi, manajemen juga mengalami perkembangan dari waktu ke waktu sesuai dengan keadaan zaman. Catatan dan ide yang berhubungan dengan manajemen sudah ada sejak zaman kuno. Misalnya, interpretasi atau penafsiran terhadap tulisan peninggalan di Mesir pada 1300 sebelum Masehi, menunjukkan pengakuan betapa pentingnya organisasi dan administrasi di dalam pemerintahan. Akan

tetapi, manajemen modern seperti yang dikenal saat ini baru muncul pada 1800-an. Dari sinilah teori manajemen akhirnya terus berevolusi mengikuti perubahan zaman.

Manajemen bukanlah persoalan baru bagi manusia, karena umurnya sejalan dengan mulainya manusia hidup berkelompok dan berusaha mewujudkan cita-cita bekerja sama untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Bagi setiap orang yang ingin belajar ilmu manajemen, perlu mengetahui sejarah perkembangan pemikiran manajemen yang akan membantu menemukan kembali ide-ide dasar yang telah diletakkan oleh para pendahulu. Menurut literatur/ kepustakaan bahwa manajemen berkembang dari dua aliran yaitu sebagai berikut. 1. Aliran Continental atau yang berasal dari Eropa barat yaitu Belanda. Aliran ini berpendapat, manajemen adalah bagian dari rumpun ilmu ekonomi perusahaan dan tidak merupakan ilmu yang berdiri sendiri. 2. Aliran Anglo Saxon yang bersumber di Amerika. Aliran ini berpendapat, manajemen merupakan suatu ilmu yang dalam perkembangannya sedang mendewasakan diri sebagai suatu disiplin ilmu yang betul-betul dapat berdiri sendiri. 1.1. Pengertian Manajemen

Konsep manajemen muncul sebagai konsekuensi logis dari tidak seimbangnya pengembangan teknis dengan kemampuan sosial. Istilah manajemen dikemukakan oleh berbagai ahli dari sudut pandang yang berbeda, sesuai dengan latar belakang yang dimiliki. Beberapa definisi yang digunakan oleh para ahli, antara lain sebagai berikut. 1. James A. F. Stoner, dkk. (1996), mendefinisikan manajemen adalah proses merencanakan, mengorganisasikan, memimpin, dan mengendalikan pekerjaan anggota organisasi serta menggunakan semua sumber daya untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. 2. Paul Hersey dan Kenneth Blanchard, mendefinisikan manajemen adalah suatu usaha yang di lakukan dengan dan bersama individu atau kelompok untuk mencapai tujuan organisasi. 3. Siswanto (2005), memberi batasan manajemen adalah seni dan ilmu dalam perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pemotivasian, dan pengendalian terhadap orang serta mekanisme kerja untuk mencapai tujuan.

Berdasarkan beberapa definisi yang telah dikemukakan oleh para ahli tersebut, dapat disimpulkan bahwa pengertian manajemen adalah suatu keahlian atau teknik untuk merencanakan, mengorganisasikan, mengarahkan, dan mengawasi penggunaan sumber daya secara efektif dan efisien dalam rangka mencapai tujuan.

Efektif, artinya harus melaksanakan sesuatu dengan tepat (doing the right thing) atau menyelesaikan aktivitasnya untuk mencapai tujuan dari manajemen organisasi itu sendiri. Efisien, artinya melakukan sesuatu dengan tepat atau (doing thing right) atau memfokuskan pekerjaannya pada upaya untuk meminimalisasikan biaya sumber daya yang digunakan dengan penuh tanggung jawab.

Manajemen diperlukan oleh setiap organisasi, tujuan antara lain: 1. menjaga keseimbangan kepentingan-kepentingan yang saling bersinggungan dalam perusahaan; 2. mencapai efisiensi dan efektivitas organisasi. Dari beberapa pengertian tersebut, dapat disimpulkan bahwa manajemen merupakan seni dan ilmu.

a. Manajemen sebagai Seni

Manajemen sebagai seni diartikan sebagai keahlian, kemahiran, kemampuan, serta keterampilan dalam menerapkan prinsip, metode, dan teknik dalam meng gunakan sumber daya secara efektif dan efisien. Jadi, manajemen sebagai seni secara tidak langsung menunjukkan bahwa mana jemen sangat bergantung pada keahlian dan sikap atau pelaksana di dalam mencapai tujuan organisasi.

b. Manajemen sebagai Ilmu

Manajemen dikatakan sebagai ilmu karena manajemen dapat dipelajari dan tersusun atas bagian-bagian yang sistematis dalam rangka mencapai tujuan organisasi. Jadi,

manajemen sebagai ilmu merupakan akumulasi pengetahuan yang tersusun secara sistematis dan terorganisasi.

1.2. Unsur-Unsur Manajemen

Unsur-unsur manajemen, terdiri atas manusia, mekanisme kerja, dan tujuan.

a. Manusia (Orang)

Manusia adalah mereka yang telah memenuhi syarat tertentu dan telah menjadi unsur yang tidak terpisahkan dari organisasi atau badan usaha tempat ia bekerja.

b. Mekanisme Kerja

Mekanisme kerja adalah tata cara dan tahapan yang harus dilalui orang yang mengadakan kegiatan bersama untuk mencapai tujuan.

c. Tujuan Manajemen

Tujuan utama manajemen, yaitu memberi kemudahan kepada pencapaian produktivitas organisasi dengan cara mengurangi ketidakpastian dalam mewujudkan berbagai aktivitas organisasi (badan usaha) yang berbeda. Hal tersebut akan dicapai dengan cara membuat rencana bagi setiap kegiatan. Produktivitas organisasi berarti tingkatan dari nilai-nilai yang dibuat oleh suatu organisasi. Misalnya, sejumlah produk mobil yang diproduksi, sesuai dengan kualitas standar yang telah ditentukan. Tujuan manajemen mengandung hal-hal seperti sasaran, maksud, misi, batas waktu, standar, dan target.

Hasil riset yang telah dilakukan oleh Prof. Georgew England dalam majalah terkenal Academy of Management Journal bahwa tujuan manajemen mencakup efisiensi

organisatoris, pertumbuhan organisasi, pertimbangan dalam bidang kesejahteraan pegawai, serta kepentingan-kepentingan sosial dan masyarakat. (Sumber: Manajemen Perusahaan, 1996)

Sumber : http://perpustakaancyber.blogspot.com/2013/05/pengertian-manajemenbadan-usaha-fungsi.html#ixzz2XxD5jCa7