STUDI KASUS 3.

3
HIPERTENSI DALAM KEHAMILAN

STUDI KASUS • Ibu C umur 23 tahun. Suaminya membawa dia ke UGD RSS Kabupaten hari ini karena ibu C merasakan adanya nyeri kepala yang hebat dan pandangan kabur pagi hari. hamil 37 minggu telah mengunjungi antenatal sebanyak 4 kali. Ibu C sudah mendapatkan konseling tentang tanda bahaya pada kehamilan dan apa yang dikerjakan bila menghadapi masalah tersebut. Selama kunjungan ini tidak didapatkan kelainan dan kunjungan terakhir adalah 1 minggu yang lalu. .

frekuensi napas. nadi.Yang perlu diperiksa: • Anamnesis: • Keluhan Utama: nyeri kepala yg hebat sejak 3 jam lalu dan pandangan kabur 2 jam lalu setelah merasakan nyeri kepala. suhu Konjungtiva anemis (-/-) . • Pemeriksaan Fisik: – – – – – – – Keadaan umum Kesadaran Vital sign: TD: 160/110mmHg. sklera ikterik (-/-) Thoraks : paru dan jantung dlm batas normal Refleks normal TB dan BB .

ketuban (+). TFU: sesuai usia kehamilan.• Pemeriksaan Obstetrik: • Abdomen: inspeksi. periksa dalam: pembukaan. His. Hodge . TBJ • Genitalia: inspeksi. palpasi. DJJ: normal.

• Pemeriksaan penunjang: – Darah rutin. . waktu perdarahan – Urin: protein positif 3 (pemeriksaan protein uria dipstik -> tes skrining) / protein urin tampung 24 jam atau rasio protein banding kreatinin.

Diagnosis • G1P0A0 hamil 37 minggu + belum inpartu + PEB .

pandangan kabur. penurunan kesadaran).Penegakkan Diagnosis Preeklampsia Berat • Bila ditemukan hipertensi berat (TD ≥ 160/110) dg proteinuria berat ≥ 5 g/hr atau tes urin dipstik ≥ 2 • Keterlibatan organ lain: tanda disfungsi organ. – – – – – – – Kejang Edem paru Oliguria Trombositopenia Peningkatan enzim hati Nteri perut epigastrik Gejala serebral menetap (sakit kepala. penurunan visus. .

Kriteria Diagnosis Preeklampsia Kriteria minimal preeklampsia: • TD ≥ 140/90 mmHg setelah kehamilan 20 minggu • Ekskresi protein dalam urin ≥ 300 mg/24jam atau ≥ +1 dipstik. oligohidramnion o Paru: edema paru dan/atau gagal jantung kongestif o Ginjal: Oliguria (≤ 500ml/24 jam). hemolisis mikroangiopati o Hepar: peningkatan SGOT an SGPT. ratio protein: kreatinin ≥ 30 mg/mmol Kriteria peeklampsia berat: (minimal satu gejala dibawah ini) • TD ≥ 160/110 mmHg • Proteinuria ≥ 5 g/ 24 jam atau ≥ 2 dipstik • Ada keterlibatan organ lain: o Hematologi: Trombositopenia (<100. kreatinin ≥ 1. skotoma penglihatan o Janin: pertumbuhan janin terhambat. nyeri epigastrik atau kuadaran kanan atas o Neurologis: sakkit kepala persisten.2 mg/dL .000/ul).

produksi urin tiap 2 jam. nadi. Awasi: kesadaran.Perencanaan dan intervensi • • • • • Total Bed rest Berikan oksigen: 4-6 liter/menit Pasang infus: RL atau Glukosa 5% Diet rendah garam Pemberian 4 g MgSO4 (10ml) larutan 40% IV secara perlahan selama 5 menit. lakukan pengukuran urin setiap 4 jam • • • • . Periksa refleks patella setiap jam Pasang kateter. nafas (setiap 30 mnt). Lanjutkan dg 6 g MgSO4 40% (15ml) dlm RL selama 6 jam. DJJ tiap 30 mnt. tensi.

produksi urin mengalami penurunan menjadi 20 ml dalam 2 jam terakhir. DJJ: 120-140 kali/menit. Pemeriksaan faal pembekuan darah normal. namun beberapa jam terakhir. namun masih pusing. .Evaluasi • Dua jam setelah pengobatan awal TD diastoliknya menjadi 100 mmHg. tidak mengalami kekejangan.

Rencana tidak lanjut • Observasi • Awasi: kesadaran. tensi. – Produksi urin tiap 2 jam – DJJ tiap 30 menit . nafas tiap 30 menit. nadi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful