Anda di halaman 1dari 2

BAB I PENDAHULUAN

1. 1. Latar Belakang Meningitis adalah suatu peradangan pada selaput otak dengan penigkatan sel polimorfonuklear dalam cairan serebrospinal dan terbukti adanya bakteri penyebab infeksi dalam cairan serebrospinal12. Penyebab utama meningitis bakterialis adalah Haemophillus Influenza tipe B, Neisseria Meningitis dan Streptococcus Pneumonia7. Komplikasi yang dapat ditimbulkan oleh meningitis antaralain adalah peningkatan tekanan intrakranial, nekrosis atau infark jaringan otak, dan gangguan nervus kranialis, sedangkan skuele yang dapat ditimbulkan adalah antaralain gangguan mental, pendengaran dan penglihatan, gangguan tingkah laku, dan hemiparesis2. Meningitis ditransmisikan melalui droplet sekret traktus respiratorius dari orang ke orang dengan masa inkubasi 2 sampai 10 hari2. Gejala meningitis berupa demam, sakit kepala, muntah, kejang, kaku kuduk, dan penurunan kesadaran3. Penegakan diagnosis sedini mungkin dan pemberian terapi yang adekuat dapat memberikan prognosis yang baik dengan resiko kematian antara 5% sampai 10%2. Secara epidemiologi meningitis masih merupakan masalah kesehatan global khususnya di daerah subafrica, atau yang disebut dengan sabuk meningitis, sebab tinggi angka kejadian meningitis. Dalam 10 tahun terakhir dari 3 juta jiwa, 700.000 diantaranya menderita meningitis dengan 10% kematian7. Di Indonesia kasus tersangka meningitis bakterialis adalah 158/100.000 pertahun dengan etiologi Hib 16/100.000 dan bakteri lain 67/100.000 angka yang tinggi apabila dibandingkan dengan negara maju. Meningitis lebih sering terjadi pada anak usia 6 - < 18 bulan, sedangkan jenis kelamin antara laki-laki dan perempuan tidak ada perbedaan1.

Mengingat kembali mudahnya penularan meningitis, komplikasi yang terjadi dan prognosis yang bergantung dari penegakan diagnosis sedini mungkin serta terapi yang adekuat, dibutuhkan pemahaman mengenai

meningitis yang dimuat dalam refrat ini.

1. 2. Tujuan Untuk menambah pengetahuan mengenai meningitis

1. 3. Manfaat Diharapkan menambah pemahaman mengenai meningitis bakterialis sehingga dapat melakukan prenvesi, dan diagnosis sedini mungkin serta penanganan meningitis bakterialis dalam mengurangi angka kejadian dan meminimalkan komplikasi yang ditimbulkan.