Anda di halaman 1dari 22

Case Report Session

PARKINSON DISEASE

OLEH:
KAVIVARMA RAJ 06120059

PRESEPTOR:
dr, Syarif Indra, Sp. S

BAGIAN ILMU PENYAKIT SARAF


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ANDALAS
RSUD DR M DJAMIL
PADANG
2010
Case Report Sesion Kelompok I

DEFINISI
Penyakit Parkinson merupakan suatu penyakit/sindroma karena gangguan pada ganglia
basalis akibat penurunan atau tidak adanya pengiriman dopamine dari substansia nigra ke
globus palidus/ neostriatum ( stiatal dopamine deficiency).

EPIDEMIOLOGI
Penyakit parkinson merupakan penyakit neurologis yang mengenai sekitar 1% dari
kelompok usia di atas 50 tahun dan sekitar 2% dari mereka yang berusia lebih dari 70 tahun.
Penyakit lebih sering pada usia di antara 50-59 tahun dan jarang bermula sebelum 30 tahun
atau setelah usia 80 tahun.

ETIOLOGI DAN FAKTOR RESIKO


Penyebab penyakit parkinson belum diketahui,terdapat berbagai dugaan diantaranya
infeksi virus yang non konvensional ( belum diketahui ) dan reaksi abnormal terhadap virus
yang sudah umum. namun dari penelitian eksperimental faktor lingkungan memiliki peranan
penting terjadinya penyakit parkinson. Resiko parkinson meningkat pada pemaparan pestisida
( paraquat, organoklorin, karbamat ), pemaparan pada logam ( timbal dengan besi, besi dengan
tembaga ).
Pada penelitian meta-analisi terhadap 44 penelitian kasus kontrol dan 4 penelitian
kohort, herman dkk, 2002, mengemukakan didaptkan bukti yang kuat bahwa perokok
mempunyai resiko yang lebih rendah untuk mendapatkan penyakit parkinson. Resiko meraka
mantan peroko yaitu 0,80% dan yang masih merokok 0,39% dibanding mereka yang bukan
perokok. Minum kopi juga memberikan lindungan terhadap penyakit parkinson dibanding
mereka yang bukan peminum kopi yaitu 0,69%.
Hipotesis radikal bebas
Diduga bahwa oksidasi enzimatik dari dopamin dapat merusak neuron nigrostriatal,
karena proses ini menghasilkan hidrogen peroksid dan radikal-oksi lainnya. Walaupun ada
mekanisme pelindung untuk mencegah kerusakan dari stres oksidatif, namun pada usia lanjut
mungkin mekanisme ini gagal.
Hipotesis neurotoksin

Parkinsons Disease Kavivarma Raj R. (06120059)


Case Report Sesion Kelompok I

Diduga bahwa satu atau lebih macam zat neurotoksin berperan dalam proses
neurodegenerasi pada parkinson. Sebagai contoh dikemukakan kemampuan zat MPTP ( I-
methyl-4phenyl-1,2,3,6-tetrahydroperidine ) atau toksin sejenis MPTP yang secara selektif
toksik terhadap substansia nigra dan lokus seruleus dan mencetus sindrom yang serupa sengan
parkinson pada manusia.

KLASIFIKASI
Parkinson dapat dibagi atas 3 bagian besar :
1. Primer atau paralisis agitans
Bentuk sindrom parkinson yang kronis yang paling sering dijumpaiyang disebut juga paralisi
agitans. Kira-kira 7-8 kasus parkinson termasuk jenis ini
2. Sekunder atau simptomatis
Penyababnya belum diketahui. Beragam kelainan atau penyakit dapat menyebabkan sindrom
parkinson adiantaranya arteriosklerosis, anoksia, obat-obatan, zat toksik, penyakit infeksi
diotak.
3. Parkinson plus
Gejala parkinson hanya merupakan sebagian dari gambaran penyakit keseluruhan.

PATOFISIOLOGI
Gejala utama sindrom parkinson ialah bradikinesia, rigiditas, dan tremor yang
sebagian disebabkan oleh tidak seimbangnya aktivitas sistem motor alfa dengan motor
gamma. Didapatkan depresi aktivitas gamma dan peningkatan aktivitas alfa.. saat ini belum
dapat diungkapkan dengan baik bagaimana berkurangnya dopamin di striatium dapat
menyebabkan tremor, rigiditas, dan akinesia.
Ganglia basal berfungsi untuk menyusun rencana neurofisiologi yang dibutuhkan
dalam melakukan gerakan dan bagian yang diperankan oleh serebelum ialah mengevaluasi
informasi yang didapat sebagai umpan balik mengenai pelaksanaan gerakan.
Tugas primer dari ganglia basal adalah mengumpulkan program untuk gerakan,
sedangkan serebelum memonitor dan melakukan pembetulan kesalahan yang terjadi sewaktu
program gerakan di implementasikan. Salah satu gambaran dari gangguan ekstrapiramidal
ialah gerakan involuntar.

Parkinsons Disease Kavivarma Raj R. (06120059)


Case Report Sesion Kelompok I

Dasar patologinya mencakup lesi di ganglia basal ( kaudatus, putamaen, palidum,


nukleus subtalamus ) dan batang otak ( substansia nigra, nukleus rubra, lokus seruleus ).
Secara sederhana penyakit atau kelainan sistem motorik dapat dibagi sebagai berikut :

1. Piramidal : kelumpuhan disertai reflek tendon yang meningkat dan reflek superfisial yang
abnormal
2. Ekstrapiramidal : didominasi oleh adanya gerakan-gerakan involuntar
3. Serebelar : adanya ataksia, walaupun sensasi propioseptif normal, sering disertai nigtasmus.
4. Neuromuskular : kelumpuhan, sering disertai atrofi otot dan reflek tendon yang menurun.

Parkinsons Disease Kavivarma Raj R. (06120059)


Case Report Sesion Kelompok I

GAMBARAN KLINIK
Gejala yang didapatkan pada sindrom parkinson :
1. Tremor
Biasanya merupakan gejala pertama pada paralisis agitans. Tremor biasanya bermula pada
satu ekstremitas atas dan kemudaian melibatkan ekstremitas bawah pada sisi yang sama.
Beberapa waktu kemudian sisi lainnya juga terlibat dengan urutan yang serupa. Kepala, bibir,
lidah sering tidak terlibat atau terlibat pada stadium penyakit yang lanjut. Frekuensi tremor
parkinson berkisar antara 4-7 gerakan permenit. Tremor terutama timbul bila penderita dalam
keaadan istirahat dan dapat ditekan untuk sementara bila ekstremitas digerakkan. Tremor
menjadi bertambah hebat dalam keadaan emosi dan menghilang bila tidur.
2. Rigiditas
Pada stadium dini, rigiditas otot terbatas pada satu ekstremitas atas, dan hanya terdeteksi pada
gerakan pasif. Biasanya lebih jelas bila peradangan di fleksi dan ekstensi secara pasif dan
pronasi supinasi lengan bawah secara pasif. Pada stadium lanjut, rigiditas menjadi
menyekuruh dan berat sehingga memberikan tahanan bila persendian-persendian digerakkan
secara pasif. Rigiditas merupakan peningkatan jawaban terhadap regangan otot pada otot
antagonis dan agonis. Salah satu gejala dini dari rigiditas adalah hilangnya gerak asosiasi
lengan bila berjalan. Meningkatnya tonus otot pada sindroma parkinson disebabkan oleh
meningkatnya aktivitas neuron motorik alfa.
3. Bradikinesia
Pada bradikinesia, gerakan voluntar manjadi lamban dan memulai suatu gerakan yang sulit.
Didapatkan berkurangnya gerak asosiatif bila berjalan. Sulit untuk bangun dari kursi, sulit
memulai berjalan, lamban mengenakan pakaian, lambat mengambil suatu objek. Ekspresi atau
mimik muka berkurang (seolah muka topeng ). Bila berbicara gerakan lidah dan bibir menjadi
lambat. Gerak halus sewaktu menulis atau mengerjakan benda-benda berukuran kecil menjadi
sulit dan menghilang. Bradikinesia merupakan hasil akhir dari ganguan integrasi pada impuls
optik, propiosptik, dan impuls sensorik lainnya di ganglia basal. Ini mengakibatkan
berubahnya aktivitas refleks yang mempengaruhi neuron motorik gamma dan beta.
4. Wajah parkinson
Bradikinesia menyababkan ekspresi serta mimik muka berkurang. Muka menjadi seperti
topeng. Kedipan mata berkurang. Disamping itu, muka seperti berminyak dan ludah sukar
keluar dari mulut karena berkurangnya gerak menelan ludah.

Parkinsons Disease Kavivarma Raj R. (06120059)


Case Report Sesion Kelompok I

5. Mikrografia
Bila tangan yang dominan yang terlibat, maka tulisan tangan secara gradual menjadi kecil dan
rapat. Pada beberapa kasus. Hal ini merupakan gejala dini.
6. Sikap parkinson
Bradikinesia mengakibatkan langkah menjadi kecil yang khas pada penyakit parkinson. Pada
stadium yang lebih lanjut, sikap penderitadalam fleksi, kepala difleksi ke dada, bahu
membengkok kedepan, dan lengan tidak melengkung ketika berjalan.
7. Bicara
Rigiditas dan bradikinesia otot pernapasan, pita suara, otot faring, lidah dan bibir
mengakibatkan bicara tatu pengucapan kata-kata yang monoton dengan volume kecil. Pada
beberapa kasus suara mengurangsampai berbentuk suara bisikan yang dalam.
8. Disfungsi autonom
Dapat terjadi karena berkurangnya secara progresif sel-sel neuron di ganglia simpatis. Ini
mengakibatkan keringat berlebihan, air ludah berlebihan, ganguan spingter terutama
inkontinensia dan hipotensi ortostatik.
9. Demensia
Penderita penyakit parkinson idiopati banyak menunjukkan perubahan status mental selama
perjalanan penyakitnya. Disfungsi visuospasial merupakan defisit kognitif yang sering
dilaporkan pada penyakit parkinson. Degenerasi jalur dopaminergik, termasuk nigrostriatal,
mesokortikal, dan mesolimbik berpengaruh terhadap gangguan intelektual. Degenerrasiq dari

Parkinsons Disease Kavivarma Raj R. (06120059)


Case Report Sesion Kelompok I

neuron transmitter lainnya mungkin pula mempunyai peranan dalam kemunduran intelektual
pada penyakit parkinson. Ganguan mental ini dapat pula disertai gangguan visual atau
auditoar dan waham.

DIAGNOSIS
Dengan melakukan anamnesis dan pemeriksaan yang seksama umumnya diagnosis
sindrom parkinson sudah dapat ditegakkan. Hanya sedikit saja pemeriksaan penunjang lain
dibutuhkan setelah evaluasi klinik yang lengkap.
Pada tiap kunjungan perlu diperoleh :
1. Tekanan darah yang di ukur dalam keadaan berbaring dan berdiri untuk mendeteksi hipotensi
ortostatik, yang dapat pula diperberat oleh medikasi
2. Menilai respon terhadap stres
Penderita tampaknya dapat berespon baik terhadap pengobatan sampai ia mengalami stres
ringan. Pendderita disuruh melakukan tugas sederhana, seperti dengan tangan
diekstensikandan disuruh dengan cepat membuka dan menutup jari-jari disatu sisi dan pada
waktu yang bersamaan disuruh menghitung surut dimulai dari angka seratus. Stres ringan ini
biasanya telah cukup menimbulkan peningkatan tremor dan rigiditas pada ekstremitas lainnya
bila penderita belumb berespon baik terhadap medikasi.
3. Mencatat dan mengikuti kemampuan fungsional
Penderita disuruh menulis nama dan tanggal di atas kertas dan menulis kalimat sederhana dan
mengambarkan lingkaran-lingkaran konsentris dengan tangan kiri dan kanan. Kertas ini i
simpan untuk perbandingan waktu follow up berikutnya.
4. Pemeriksaan penunjang
Pemeriksaan EEG dapat menunjukkan perlambatan yang progresif dengan memburuknya
penyakit. CT-scan otak menunjukkan atrofi kortikal difus dengan melebarnya sulsi dan
hidrosefalus eks vakuo pada kasus lanjut.

Parkinsons Disease Kavivarma Raj R. (06120059)


Case Report Sesion Kelompok I

TERAPI

1. Medika mentosa
a. Levodopa
Banyak dokter yang menunda pengobatan simptomatis dengan levodopa sampai memang
dibutuhkan. Bila gejala masih ringan, tidak menganggu sebaiknya levodopa jangan dimulai.
Hal ini mengingat bahwa efektifitas berkaitan dengan lama waktu pemakaiannnya. Bila sudah
beberapa bulan atau tahun sering timbul komplikasi misalnya gejala 0n-off. Mendadak
penderita beberapa saat immobil, gerakan seolah membeku, jadi berhenti. Disamping itu,
didapatkan juga berbagai komplikasi lain apakah gejala sudah mengganggu kegiatan sehari-
hari, kehidupan dirumah, dikantor dan efek psikologis. Levodopa melintasi sawar darah otak
dan memasuki SSP. Di sini ia mengalami perubahan enzimatis menjadi dopamin. Dopamin
mengambat aktivitas neuron ganglia basal. Neuron ini juga dipengaruhi oleh aktivitas eksitasi
dan sistem kolinergik. Jadi berkurangnya inhibisi sistem dopaminergik pada nigrostrtial dapat
diatasi oleh meningkatnya jumlah dopamin dan keseimbangan antara inhibisi dopaminergik
dan eksitasi kolinergik dipulihkan.
Efek samping : nausea, muntah, distres abdominal, hipotensi postural, aritmia jantung,
diskinesia, abnormalitas laboratorium.

Parkinsons Disease Kavivarma Raj R. (06120059)


Case Report Sesion Kelompok I

b. Inhibitor dopa dekarboksilasi dan levodopa


Untuk mencegah agar levodopa tidak diubah menjadi dopamin diluar otak, maka levodopa
dikombinasikan dengan inhibitor enzim dopa dekarboksilase ( benzerazide ) yaitu enzim yang
mengkonversi levodopa menjadi dopamin.
c. Bromokriptin
Adalah agonis dopamin, obat yang langsung menstimulasi reseptor dopamin, diciptakan untuk
mengatasi beberapa kekurangan levodapa. Sementara itu, efek samping bromokriptin sama
dengan efek samping levodopa.
Obat ini diindikasikan bila terapi dengan levodopa atau karbidopa/levodopa tidak atau kurang
berhasil atau bila terdapat diskinesia atau fenomen on-off. Dosis bromokroptin ialah dimulai
dengan 2,5 mg sehari, ditingkatkan menjadi 2x2,5 mg dan kemudian dapat ditingkatkan
sampai 40-45 sehari bergantung respon. Dosis sampai 200mg sehari pernah digunakan.
d. Obat antikolinergik
Obat antikolinergik menghambat sistem kolinergik di ganglia basal. Sistem kolinergik secara
normal diinhibisi mengakibatkan aktivitas yang berlebihan pada sistem kolinergik. Pada
penderita penyakit parkinson yang ringan dengan gangguan ringan obat antikolinergik paling
efektif.
Obat antikolinergik triheksifenidil, benztropin dan biperiden. Mulut kering, konstipasi dan
retensio urin merupakan komplikasi yang sering dijumpai pada pengguna obat antikolinergik.
e. Anti histamin
Kerjanya antihistamin pada terapi penyakit parkinson belum terungkap. Sebagian besar obat
antihistamin mempunyai sifat antikolinergik ringan, yang mungkin mendasari khasiatnya pada
parkinson. Obat ini dapat digunakan tunggal bila penyakit ini sudah lanjut obat ini dapat
digunakan sebagai tambahan pada levodopa dan bromokriptin.
Difenhidramin ( benadryl ) merupakan preparat yang bermanfaat. Dosis dapat 3-4 x 50 mg
sehari. Efek samping ialah mengantuk dan toleransi timbul cepat.
f. Amantadin ( symmetrel )
Mantadin berfungsi membebaskan sisa dopamin dari simpanan presinaptik di jalur nigrostrial.
Obat ini adjuvan yang berguna yang dapat memberikan perbaikan lebih lanjut pada penderita
yang tidak dapat mentoleransi dosis levodopa atau bromokriptin yang tinggi. Obat ini dalam
bentuk kapsul 100mg. Dosisnya ialah 2x100mg.

Parkinsons Disease Kavivarma Raj R. (06120059)


Case Report Sesion Kelompok I

Efek samping di ekstremitas bawah, insomnia, mimpi buruk, jarang dijumpai hipotensi
postural, retensio urin, gagal jantung.
g. Selegiline ( suatu inhibitor MAO jenis B )
Inhibitor MAO diduga berguna pada penyakit parkinson karena neurotransminsi dopamin
dapat ditingkatkan dengan mencegah perusakannya. Baik dikombinasikan dngan levodopa.
Dosisnya 10 mg sehari.

2. Terapi fisik
Sebagian besar penderita parkinson akan merasakan efek positif dari terapi fisik. Terapi ini
dapat dilakukan dirumah dengan diberikan petunjuk dan latihan contoh diklinik terapi fisik.
Program terapi fisik pada penyakit parkinson merupakan program jangka panjang dan jenis
terapi disesuaikan dengan perkembangan atau perburukan penyakit. Misalnya perubahan pada
rigiditas, tremor dan hambatan lainnya.

Parkinsons Disease Kavivarma Raj R. (06120059)


Case Report Sesion Kelompok I

UNIFIED PARKINSON'S DISEASE RATING SCALE (UPDRS)


I. MENTATION, BEHAVIOR AND MOOD
1. Intellectual Impairment
0 = None.
1 = Mild. Consistent forgetfulness with partial recollection of events and no other difficulties.
2 = Moderate memory loss, with disorientation and moderate difficulty handling complex
problems.
Mild but definite impairment of function at home with need of occasional prompting.
3 = Severe memory loss with disorientation for time and often to place.
Severe impairment in handling problems.
4 = Severe memory loss with orientation preserved to person only. Unable to make
judgements
or solve problems. Requires much help with personal care. Cannot be left alone at all.
2. Thought Disorder (Due to dementia or drug intoxication)
0 = None.
1 = Vivid dreaming.
2 = "Benign" hallucinations with insight retained.
3 = Occasional to frequent hallucinations or delusions; without insight;
could interfere with daily activities.
4 = Persistent hallucinations, delusions, or florrid psychosis. Not able to care for self.
3. Depression
0 = None.
1 = Periods of sadness or guilt greater than normal, never sustained for days or weeks.
2 = Sustained depression (1 week or more).
3 = Sustained depression with vegetative symptoms (insomnia, anorexia, weight loss, loss of
interest).
4 = Sustained depression with vegetative symptoms and suicidal thoughts or intent.
4. Motivation/Initiative
0 = Normal.
1 = Less assertive than usual; more passive.
2 = Loss of initiative or disinterest in elective (nonroutine) activities.
3 = Loss of initiative or disinterest in day to day (routine) activities.
4 = Withdrawn, complete loss of motivation.

II. ACTIVITIES OF DAILY LIVING (for both "on" and "off")


5. Speech
0 = Normal.
1 = Mildly affected. No difficulty being understood.
2 = Moderately affected. Sometimes asked to repeat statements.
3 = Severely affected. Frequently asked to repeat statements.
4 = Unintelligible most of the time.
6. Salivation
0 = Normal.
1 = Slight but definite excess of saliva in mouth; may have nighttime drooling.
2 = Moderately excessive saliva; may have minimal drooling.
3 = Marked excess of saliva with some drooling.
4 = Marked drooling, requires constant tissue or handkerchief.

Parkinsons Disease Kavivarma Raj R. (06120059)


Case Report Sesion Kelompok I

7. Swallowing
0 = Normal.
1 = Rare choking.
2 = Occasional choking.
3 = Requires soft food.
4 = Requires NG tube or gastrotomy feeding.
8. Handwriting
0 = Normal.
1 = Slightly slow or small.
2 = Moderately slow or small; all words are legible.
3 = Severely affected; not all words are legible.
4 = The majority of words are not legible.
9. Cutting food and handling utensils
0 = Normal.
1 = Somewhat slow and clumsy, but no help needed.
2 = Can cut most foods, although clumsy and slow; some help needed.
3 = Food must be cut by someone, but can still feed slowly.
4 = Needs to be fed.
10. Dressing
0 = Normal.
1 = Somewhat slow, but no help needed.
2 = Occasional assistance with buttoning, getting arms in sleeves.
3 = Considerable help required, but can do some things alone.
4 = Helpless.
11. Hygiene
0 = Normal.
1 = Somewhat slow, but no help needed.
2 = Needs help to shower or bathe; or very slow in hygienic care.
3 = Requires assistance for washing, brushing teeth, combing hair, going to bathroom.
4 = Foley catheter or other mechanical aids.
12. Turning in bed and adjusting bed clothes
0 = Normal.
1 = Somewhat slow and clumsy, but no help needed.
2 = Can turn alone or adjust sheets, but with great difficulty.
3 = Can initiate, but not turn or adjust sheets alone.
4 = Helpless.
13. Falling (unrelated to freezing)
0 = None.
1 = Rare falling.
2 = Occasionally falls, less than once per day.
3 = Falls an average of once daily.
4 = Falls more than once daily.
14. Freezing when walking
0 = None.
1 = Rare freezing when walking; may have starthesitation.
2 = Occasional freezing when walking.
3 = Frequent freezing. Occasionally falls from freezing.

Parkinsons Disease Kavivarma Raj R. (06120059)


Case Report Sesion Kelompok I

4 = Frequent falls from freezing.


15. Walking
0 = Normal.
1 = Mild difficulty. May not swing arms or may tend to drag leg.
2 = Moderate difficulty, but requires little or no assistance.
3 = Severe disturbance of walking, requiring assistance.
4 = Cannot walk at all, even with assistance.
16. Tremor (Symptomatic complaint of tremor in any part of body.)
0 = Absent.
1 = Slight and infrequently present.
2 = Moderate; bothersome to patient.
3 = Severe; interferes with many activities.
4 = Marked; interferes with most activities.
17. Sensory complaints related to parkinsonism
0 = None.
1 = Occasionally has numbness, tingling, or mild aching.
2 = Frequently has numbness, tingling, or aching; not distressing.
3 = Frequent painful sensations.
4 = Excruciating pain.

III. MOTOR EXAMINATION


18. Speech
0 = Normal.
1 = Slight loss of expression, diction and/or volume.
2 = Monotone, slurred but understandable; moderately impaired.
3 = Marked impairment, difficult to understand.
4 = Unintelligible.
19. Facial Expression
0 = Normal.
1 = Minimal hypomimia, could be normal "Poker Face".
2 = Slight but definitely abnormal diminution of facial expression.
3 = Moderate hypomimia; lips parted some of the time.
4 = Masked or fixed facies with severe or complete loss of facial expression;
lips parted 1/4 inch or more.
20. Tremor at rest (head, upper and lower extremities)
0 = Absent.
1 = Slight and infrequently present.
2 = Mild in amplitude and persistent. Or moderate in amplitude, but only intermittently
present.
3 = Moderate in amplitude and present most of the time.
4 = Marked in amplitude and present most of the time.
21. Action or Postural Tremor of hands
0 = Absent.
1 = Slight; present with action.
2 = Moderate in amplitude, present with action.
3 = Moderate in amplitude with posture holding as well as action.
4 = Marked in amplitude; interferes with feeding.

Parkinsons Disease Kavivarma Raj R. (06120059)


Case Report Sesion Kelompok I

22. Rigidity (Judged on passive movement of major joints with patient relaxed in sitting
position.
Cogwheeling to be ignored.)
0 = Absent.
1 = Slight or detectable only when activated by mirror or other movements.
2 = Mild to moderate.
3 = Marked, but full range of motion easily achieved.
4 = Severe, range of motion achieved with difficulty.
23. Finger Taps (Patient taps thumb with index finger in rapid succession.)
0 = Normal.
1 = Mild slowing and/or reduction in amplitude.
2 = Moderately impaired. Definite and early fatiguing. May have occasional arrests in
movement.
3 = Severely impaired. Frequent hesitation in initiating movements or arrests in ongoing
movement.
4 = Can barely perform the task.
24. Hand Movements (Patient opens and closes hands in rapid succesion.)
0 = Normal.
1 = Mild slowing and/or reduction in amplitude.
2 = Moderately impaired. Definite and early fatiguing. May have occasional arrests in
movement.
3 = Severely impaired. Frequent hesitation in initiating movements or arrests in ongoing
movement.
4 = Can barely perform the task.
25. Rapid Alternating Movements of Hands (Pronation-supination movements of hands,
vertically and
horizontally, with as large an amplitude as possible, both hands simultaneously.)
0 = Normal.
1 = Mild slowing and/or reduction in amplitude.
2 = Moderately impaired. Definite and early fatiguing. May have occasional arrests in
movement.
3 = Severely impaired. Frequent hesitation in initiating movements or arrests in ongoing
movement.
4 = Can barely perform the task.
26. Leg Agility (Patient taps heel on the ground in rapid succession picking up entire leg.
Amplitude
should be at least 3 inches.)
0 = Normal.
1 = Mild slowing and/or reduction in amplitude.
2 = Moderately impaired. Definite and early fatiguing. May have occasional arrests in
movement.
3 = Severely impaired. Frequent hesitation in initiating movements or arrests in ongoing
movement.
4 = Can barely perform the task.
27. Arising from Chair
(Patient attempts to rise from a straightbacked chair, with arms folded across chest.)
0 = Normal.

Parkinsons Disease Kavivarma Raj R. (06120059)


Case Report Sesion Kelompok I

1 = Slow; or may need more than one attempt.


2 = Pushes self up from arms of seat.
3 = Tends to fall back and may have to try more than one time, but can get up without help.
4 = Unable to arise without help.
28. Posture
0 = Normal erect.
1 = Not quite erect, slightly stooped posture; could be normal for older person.
2 = Moderately stooped posture, definitely abnormal; can be slightly leaning to one side.
3 = Severely stooped posture with kyphosis; can be moderately leaning to one side.
4 = Marked flexion with extreme abnormality of posture.
29. Gait
0 = Normal.
1 = Walks slowly, may shuffle with short steps, but no festination (hastening steps) or
propulsion.
2 = Walks with difficulty, but requires little or no assistance; may have some festination, short
steps,
or propulsion.
3 = Severe disturbance of gait, requiring assistance.
4 = Cannot walk at all, even with assistance.
30. Postural Stability (Response to sudden, strong posterior displacement produced by pull
on shoulders
while patient erect with eyes open and feet slightly apart. Patient is prepared.)
0 = Normal.
1 = Retropulsion, but recovers unaided.
2 = Absence of postural response; would fall if not caught by examiner.
3 = Very unstable, tends to lose balance spontaneously.
4 = Unable to stand without assistance.
31. Body Bradykinesia and Hypokinesia (Combining slowness, hesitancy, decreased
armswing, small
amplitude, and poverty of movement in general.)
0 = None.
1 = Minimal slowness, giving movement a deliberate character; could be normal for some
persons.
Possibly reduced amplitude.
2 = Mild degree of slowness and poverty of movement which is definitely abnormal.
Alternatively, some reduced amplitude.
3 = Moderate slowness, poverty or small amplitude of movement.
4 = Marked slowness, poverty or small amplitude of movement.

IV. COMPLICATIONS OF THERAPY (In the past week)


A. DYSKINESIAS
32. Duration: What proportion of the waking day are dyskinesias present?
(Historical information.)
0 = None
1 = 1-25% of day.
2 = 26-50% of day.
3 = 51-75% of day.

Parkinsons Disease Kavivarma Raj R. (06120059)


Case Report Sesion Kelompok I

4 = 76-100% of day.
33. Disability: How disabling are the dyskinesias?
(Historical information; may be modified by office examination.)
0 = Not disabling.
1 = Mildly disabling.
2 = Moderately disabling.
3 = Severely disabling.
4 = Completely disabled.
34. Painful Dyskinesias: How painful are the dyskinesias?
0 = No painful dyskinesias.
1 = Slight.
2 = Moderate.
3 = Severe.
4 = Marked.
35. Presence of Early Morning Dystonia (Historical information.)
0 = No
1 = Yes
B. CLINICAL FLUCTUATIONS
36. Are "off" periods predictable?
0 = No
1 = Yes
37. Are "off" periods unpredictable?
0 = No
1 = Yes
38. Do "off" periods come on suddenly, within a few seconds?
0 = No
1 = Yes
39. What proportion of the waking day is the patient "off" on average?
0 = None
1 = 1-25% of day.
2 = 26-50% of day.
3 = 51-75% of day.
4 = 76-100% of day.
C. OTHER COMPLICATIONS
40. Does the patient have anorexia, nausea, or vomiting?
0 = No
1 = Yes
41. Any sleep disturbances, such as insomnia or hypersomnolence?
0 = No
1 = Yes
42. Does the patient have symptomatic orthostasis?
(Record the patient's blood pressure, height and weight on the scoring form)
0 = No
1 = Yes

Parkinsons Disease Kavivarma Raj R. (06120059)


Case Report Sesion Kelompok I

V. MODIFIED HOEHN AND YAHR STAGING


STAGE 0 = No signs of disease.
STAGE 1 = Unilateral disease.
STAGE 2 = Bilateral disease, without impairment of balance.
STAGE 3 = Mild to moderate bilateral disease; some postural instability; physically
independent.
STAGE 4 = Severe disability; still able to walk or stand unassisted.
STAGE 5 = Wheelchair bound or bedridden unless aided.

VI. SCHWAB AND ENGLAND ACTIVITIES OF DAILY LIVING SCALE


100% = Completely independent. Able to do all chores without slowness, difficulty or
impairment.
Essentially normal. Unaware of any difficulty.
90% = Completely independent. Able to do all chores with some degree of slowness,
difficulty and
impairment. Might take twice as long. Beginning to be aware of difficulty.
80% = Completely independent in most chores. Takes twice as long. Conscious of difficulty
and
slowness.
70% = Not completely independent. More difficulty with some chores. Three to four times as
long in
some. Must spend a large part of the day with chores.
60% = Some dependency. Can do most chores, but exceedingly slowly and with much effort.
Errors; some impossible.
50% = More dependent. Help with half, slower, etc. Difficulty with everything.
40% = Very dependent. Can assist with all chores, but few alone.
30% = With effort, now and then does a few chores alone or begins alone. Much help needed.
20% = Nothing alone. Can be a slight help with some chores. Severe invalid.
10% = Totally dependent, helpless. Complete invalid.
0% = Vegetative functions such as swallowing, bladder and bowel functions are not
functioning.
Bedridden.

ILUSTRASI KASUS

IDENTITAS PASIEN
Nama : Zuwirda

Parkinsons Disease Kavivarma Raj R. (06120059)


Case Report Sesion Kelompok I

Umur : 57 Tahun
Pekerjaan : Ibu rumah tangga
Alamat : Lubuk Basung, Agam
No MR : 40.90.92
Seorang pasien perempuan berumur 57 tahun datang ke Poli Saraf RSUP DR.M
Djamil Padang pada tanggal 19 April 2011 dengan :

ANAMNESIS
Keluhan Utama :
Gemetar pada tangan kanan .
Riwayat Penyakit Sekarang :
Gemetar pada tangan kanan yang meningkat sejak 7 hari yang lalu. Awalnya
pasien merasakan gemetar pada tangan kiri sejak 3 tahun yang lalu. Kemudian tangan
kanannya mulai gemetar sejak 11 bulan yang lalu. Sejak 1 minggu ini gemetar di tangan
kanan dirasakan pasien bertambah hebat dan pasien sulit untuk melakukan aktivitas
hariannya. Gemetar bertambah ketika pasien istirahat dan berkurang ketika pasien
beraktivitas.
Pasien mengeluhkan langkah kaki ketika berjalan menjadi kecil sejak 7 bulan
ini. Pasien sering tersenggol perabot-perabot di rumah ketika berjalan dan merasakan
susah untuk memulai dan menghentikan langkahnya. Setiap kali berdiri dirasakan
tubuhnya seperti membongkok ke depan.
Malah untuk mengenakan kancing baju juga menjadi sulit sejak 5 bulan ini.
Tulisan pasien menjadi kecil dan sulit dibaca.
Anak pasien menyatakan wajah pasien seperti tidak menunjukkan perasaan
walaupun sewaktu tersenyum melihat aksi cucunya. Bicara pasien juga sudah menjadi
perlahan dan tidak jelas lagi.

Riwayat Penyakit Dahulu :

Parkinsons Disease Kavivarma Raj R. (06120059)


Case Report Sesion Kelompok I

Riwayat trauma/ kecelakaan/ jatuh terduduk sebelumnya tidak ada.


Tidak pernah menderita sakit seperti ini sebelumnya.
Riwayat pemakaian obat-obatan tidak ada.
Riwayat Penyakit Keluarga :
Tidak ada anggota keluarga yang sakit seperti ini
Riwayat Pekerjaan, Sosial Ekonomi dan Kebiasaan :
Pasien seorang ibu rumah tangga dengan aktivitas cukup.
Lingkungan rumah dengan pencemaran pestisida atau rumah yang terletak
berhampiran pabrik kimia tidak ada.

PEMERIKSAAN FISIK
Status Generalis :
Keadaan umum : tampak sakit sedang
Kesadaran : komposmentis kooperatif
Tekanan darah : 120/80 mmHg
Nadi : 76x /menit
Nafas : 20x /menit
Suhu : 36,8oC
Status Internus :
KGB : Leher, aksila dan inguinal tidak membesar
Leher : JVP 5-2 CmH20
Thorak : Paru : Inspeksi : simetris kiri dan kanan
Palpasi : fremitus normal kiri sama dengan kanan
Perkusi : sonor
Auskultasi : vesikuler, ronchi (-), wheezing (-)
Jantung : Inspeksi : iktus tidak terlihat
Palpasi : iktus teraba 1 jari medial LMCS RIC V
Perkusi : batas-batas jantung dalam batas normal
Auskultasi : irama teratur, bising (-)
Abdomen : Inspeksi : Tidak tampak membuncit

Parkinsons Disease Kavivarma Raj R. (06120059)


Case Report Sesion Kelompok I

Palpasi : Hepar dan lien tidak teraba, ballotement (-)


Perkusi : Timpani
Auskultasi : Bising usus (+) Normal
Corpus Vertebrae :
Inspeksi : Deformitas (-), Gibbus (-), Tanda radang (-)
Palpasi : Nyeri tekan (-)

Status Neurologis :

1. GCS 15 : E4 M6 V5
2. Tanda rangsangan meningeal :
- Kaku kuduk (-) - Brudzinsky II (-)
- Brudzinsky I (-) - Kernig (-)

3. Tanda peningkatan tekanan intrakranial : tidak ada

4. Nn Kranialis :
-NI : penciuman baik
- N II : visus normal, lapangan pandang sama dengan pemeriksa
- N III, IV, VI : gerakan bola mata bebas ke segala arah, ptosis (-), bentuk pupil bulat
diameter 3mm kiri dan kanan, refleks akomodasi (+)
-NV : Refleks kornea (+), membuka mulut spontan, menggerakkan rahang ke kiri
dan ke kanan (+), tonus otot masseter kiri = kanan, jaw reflex (-)
- N VII : mengerutkan dahi (+), mengangkat alis (+) simetris kiri dan kanan,
plikanasolabialis simetris kiri dan kanan, rasa 2/3 bagian lidah depan baik.
- N VIII : tes Rinne: (+), tes Weber: tidak didapatkan lateralisasi, tes Swabach: sama
dengan pemeriksa, tes kalori: nystagmus (-)
- N IX, X : arcus faring simetris, uvula di tengah, refleks muntah (+)
- N XI : mengangkat bahu (+), menoleh ke kiri dan kanan (+)
- N XII : lidah simetris, atrofi (-), fasikulasi (-)

5. Motorik : 5 5 5 5 5 5

Parkinsons Disease Kavivarma Raj R. (06120059)


Case Report Sesion Kelompok I

555 555
- tonus: hipertonus - trofi: eutrofi
- resting tremor (+), rigiditas (+), akinesia (+)

6. Sensorik : sensibilitas normal.


Proprioseptif : rasa getar dan posisi sendi baik
7. Fungsi otonom : BAK dan BAB normal

8. Fungsi luhur : kesadaran baik, intelektual baik, reaksi emosi baik, bicara menjadi
perlahan

9. Tanda demensia : tidak ada

10. Reflek fisiologis : Reflek biceps ++/++, Reflek triceps ++/++, Reflek KPR +/+,
Reflek APR +/+

11. Reflek patologis : Reflek Hoffman Trommer -/-, Reflek Babinsky Group -/-

12. Tanda- tanda parkinson : wajah parkinson (+), langkah menjadi kecil (+)

Diagnosis Kerja :
Diagnosis Klinis : Parkinson disease stage III
Diagnosis Topik : Substansia nigra Pars Konpacta
Diagnosis Etiologi : Idiopatik
Diagnosis Sekunder : -

Terapi :
Selegine 1 X 10 mg selepas makan
Levodopa 1 x 300 mg dengan makanan

DISKUSI

Parkinsons Disease Kavivarma Raj R. (06120059)


Case Report Sesion Kelompok I

Telah diperiksa seorang pasien perempuan berumur 57 tahun datang ke Poli Saraf RSUP
DR.M Djamil Padang pada tanggal 19 April 2011 dengan diagnosis Parkinsons Disease.
Diagnosis ditegakkan berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik.
Dari anamnesis didapatkan gemetar pada tangan kanan yang meningkat sejak 7 hari
yang lalu. Awalnya pasien merasakan gemetar pada tangan kiri sejak 3 tahun yang lalu.
Kemudian tangan kanannya mulai gemetar sejak 11 bulan yang lalu. Sejak 1 minggu ini
gemetar di tangan kanan dirasakan pasien bertambah hebat dan pasien sulit untuk melakukan
aktivitas hariannya. Gemetar bertambah ketika pasien istirahat dan berkurang ketika pasien
bergerak. Ini menunjukkan telah terjadi gangguan pergerakan bilateral pada pasien tersebut.
Pasien mengeluhkan langkah kaki ketika berjalan menjadi kecil sejak 7 bulan ini. Pasien
sering tersenggol perabot-perabot di rumah ketika berjalan dan merasakan susah untuk
memulai dan menghentikan langkahnya. Poin ini menggambarkan tingkat keparahan penyakit
yaitu terjadinya rigiditas dan bradikinesia. Malah untuk mengenakan kancing baju juga
menjadi sulit sejak 5 bulan ini. Tulisan pasien menjadi kecil dan sulit dibaca. Keluhan ini
menunjukkan adanya penurunan fungsi motorik halus seperti mikrografia. Anak pasien
menyatakan wajah pasien seperti tidak menunjukkan perasaan walaupun sewaktu tersenyum
melihat aksi cucunya (muka topeng). Bicara pasien juga sudah menjadi perlahan dan tidak
jelas lagi (disfonia). Dari poin-poin di atas bisa kita menduga suatu anamnesis kearah penyakit
Parkinson dengan adanya tremor, rigiditas, bradikinesia, wajah Parkinson, disfonia dan
micrografia.
Dari pemeriksaan fisik didapatkan otot-otot hipertonus dengan Cog-Wheel fenomena
(+), resting tremor (+), rigiditas (+), akinesia (+); fungsi luhur bicara menjadi perlahan; tanda-
tanda parkinson yaitu resting tremor (+), wajah parkinson (+), langkah menjadi kecil (+),
bradikiesia, . Dengan ini disimpulkan kesahihan diagnosa kerja.
Penatalaksanaan pada pasien ini adalah dengan pemberian Selegiline ( suatu inhibitor
MAO jenis B ) diduga berguna pada penyakit parkinson karena neurotransminsi dopamin
dapat ditingkatkan dengan mencegah perusakannya. Selain itu Levodopa digunakan karena
kemampuannya untuk melewati sawar darah-otak (dopamin tidak bisa melewati sawar darah-
otak) dan bisa meningkatkan konsentrasi dopamin dalam substansia nigra pars kontakta.

Parkinsons Disease Kavivarma Raj R. (06120059)