Anda di halaman 1dari 10

Tumor kelenjar saliva minor pada rongga mulut : Nilai diagnostik dari dynamic contrast-enhanced MRI

NAMA : WIDYA AYU LESTARI NIM : J 111 09 259 PEMBIMBING : DRG. IRFAN SUGIANTO,

MMedEd

PENDAHULUAN
Tumor kelenjar saliva muncul dari kelenjar saliva mayor dan minor, dan paling umum dari daerah kemunculan tumor kelenjar saliva minor merupakan rongga mulut. Tumor kelenjar saliva muncul dalam banyak tipe histopatologis, beberapa merupakan jinak sedangkan yang lain adalah ganas. Tumor kelenjar saliva minor jinak yang paling umum adalah pleomorphic adenoma, dan paling umum dari tumor ganas adalah mucoepidermoid carcinoma dan adenoid cystic carcinoma.

Gambar diagnosis memiliki peranan penting dalam membedakan antara tumor kelenjar saliva minor. Pada penelitian ini menggunakan DCE-MRI. Namun untuk melihat gambaran tumor ada beberapa teknik lain yang bisa digunakan seperti MRI. MRI adalah teknik pencitraan yang menggabungkan prinsip magnetic dan resonansi (gelombang frekuensi) untuk menghasilkan gambaran potongan tubuh/organ manusia

Prinsip dasar MRI adalah inti atom yang bergetar dalam medan magnet sedangkan prinsip dasar DCEMRI adalah injeksi intravena

MATERIAL DAN METODE


39 pasien yang menjalani yang didiagnosa dengan tumor

kelenjar saliva minor antara Maret 1999 dan Mei 2011. 7 pasien dikeluarkan dari penelitian karena pemeriksaan MR dilakukan dengan MR lain
Penelitian ini melibatkan 32 pasien ( 16 Laki-laki dan 16

Perempuan). Dari hasil diagnosa pasien ditemukan 17 tumor jinak dan 15 tumor ganas. Lokasi tumor adalah : 24 lesi pada palatal, 3 di lidah, 2 di mukosa bukal, 2 di gingiva dan 1 pada bibir
Pemeriksaan MR dilakukan menggunakan unit 1,5 T

Rangkaian pertama dari DCE-MRI disusun dari 21 scan secara berurutan (14 scan berurutan untuk 15 kasus) dilakukan pada interval waktu 1-dtk (tambahan waktu untuk setiap scan adalah 14 detik), total waktu dari setiap rangkaian berkisar dari 210 hingga 315 detik. Sebelum scan kedua, 0,2 ml/kg medium kontras diberikan secara intravena selama 6 detik pada tingkat sekitar 2,0 ml/s melalui injeksi manual. Tipe medium kontras yang digunakan ada 2 yaitu Magnevist dan Omniscan

Rangkaian kedua dan ketiga dari DCE-MRI didapatkan pada sekitar 600-800 detik dan 900-120 detik setelah pemberian medium kontras. Dua scan berurutan dilakukan untuk rangkaian kedua dan ketiga dari DCE-MRI, menghasilkan total waktu scan adalah 30 detik Diantara tipe histopatologis tumor dilakukan perbandingan berdasarkan parameter tumor jinak dan ganas : Cimax, Tmax, dan Tpeak dalam semua kasus.

HASIL

Pada Cimax tidak terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik dari tumor jinak dan ganas. Pada Tmax(P=0,004) dan Tpeak(P=0,002) terdapat perbedaan yang signifikan. Untuk WR300 dan WR600 tidak terdapat perbedaan signifikan antara tumor jinak dan ganas atau diantara perbedaan tipe tumor histopatologis lain, sebaliknya perbedaan signifikan dideteksi diantara pleomorphic adenomas dan mucoepidermoid carcinomas

DISKUSI

Pada penelitian ini, terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik dalam Tmax dan Tpeak diantara tumor jinak dan ganas. Perbedaan signifikan tersebut antara pleomorphic adenomas dan mucoepidermoid carcinomas. Dilain pihak tidak terdapat perbedaan signifikan antara adenoid cystic carcinoma dan lesi lain, yaitu pleomorphic adenomas dan mucoepidermoid carcinomas. Karena kesamaan nilai Tpeak dan Tmax dari pleomorphic adenomas dan mucoepidermoid carcinomas maka digunakan nilai yang paling akurat, yaitu dengan menghitung washout ratio (WR300 dan WR600).

Hasil washout ratio terdapat perbedaan yang signifikan antara pleomorphic adenomas dan mucoepidermoid carcinomas sehingga mudah memisahkan antara pleomorphic adenomas dan mucoepidermoid carcinomas, Kebalikan dengan hasil washout ratio dari adenoid cystic carcinomas yang menampilkan distribusi yang luas, sebagaimana kasus untuk Tmax dan Tpeak yang sulit untuk memisahkan adenoid cystic carcinoma dari tumor lain.

Tumor kelenjar saliva minor sering terjadi pada daerah yang dapat dilihat dan diraba dan mudah untuk diketahui pasien sementara ukurannya masih kecil. tumor kelenjar saliva minor pada regio rongga mulut muncul dari kelenjar saliva minor yang berdekatan terhadap permukaan mukosa mulut. Sebaliknya, kelenjar saliva mayor cenderung untuk berkemabang didalam bagian yang lebih dalam dari jaringan dibandingkan kelenjar saliva minor dan dikelilingi oleh lebih banyak jaringan dan pembuluh darah yang lebih tebal.
Parameter DCE-MRI dari tumor kelenjar saliva minor sedikit berperan terhadap diferensial diagnosis dibandingkan dengan tumor kelenjar saliva mayor. Pada diagnosis tumor kelenjar saliva minor, Tmax mungkin berguna sebagai kriteria untuk membedakan antara tumor jinak dan ganas, tetapi terdapat juga tumor yang hampir tidak dapat dibedakan, yaitu membedakan adenoid cystic carcinomas dan carcinoma ex pleomorphic adenomas, dari pleomorphic adenoma

Terima Kasih