Anda di halaman 1dari 11

Metode Penelitian

p3

1. Pendahuluan
Penelitian adalah suatu proses mencari sesuatu secara sistematik dalam waktu yang lama dengan menggunakan metode ilmiah dan aturan- aturan yang berlaku. Untuk menerapkan metode ilmiah dalam sebuah penelitian, diperlukan suatu disain penelitian, yang sesuai dengan kondisi, seimbang dengan dalam dangkalnya penelitian. Disain penelitian harus mengikuti metode penelitian.

Definisi
Disain penelitian adalah semua proses yang diperlukan dalam perencanaan dan pelaksanaan penelitian (Schuman, 1967). Dalam pengertian yang lebih sempit, disain penelitian hanya menyangkut pengumpulan dan analisa data saja.

Metode Penelitian

p3

Definisi (lanjutan)
Dalam pengertian yang lebih luas, disain penelitian mencakup prosesproses berikut: a. Identifikasi dan pemilihan masalah penelitian b. Pemilihan kerangka konseptual untuk masalah penelitian serta hubungannya dengan penelitian sebelumnya c. Memformulasikan masalah penelitian termasuk membuat spesifikasi dari tujuan, batasan (scope ) dan hipotesa untuk diuji d. Membangun penyelidikan atau percobaan e. Memilih serta memberi definisi thd pengukuran variabel-variabel f. Memilih prosedur dan teknik sampling yang digunakan g. Menyusun alat serta teknik untuk mengumpulkan data h. Membuat coding serta mengadakan editing dan proses data i. Menganalisa data serta memilih prosedur statistik untuk mengadakan generalisasi serta inferensi statistik j. Pelaporan hasil penelitian, termasuk proses penelitian, diskusi serta interpretasi data, generalisasi, kelemahan/kekurangan serta saran penelitian akan datang.

Metode Penelitian

p3

Beberapa ciri disain penelitian: Disain yang tepat sekali tidak pernah ada. Hipotesa dirumuskan bisa dalam bentuk alternatif sehingga disain juga dapat berbentuk alternatif. Disain yang dipilih biasanya merupakan kompromi yang ditentukan oleh pertimbangan-pertimbangan praktis.

2. Disain dalam Merencanakan Penelitian Dalam merencanakan penelitian, disain dimulai dengan mengadakan penyelidikan dan evaluasi thd penelitian yang sudah dikerjakan & diketahui dlm memecahkan masalah. Pemilihan disain biasanya dimulai ketika seorang peneliti sudah mulai merumuskan hipotesa-hipotesanya. Peneliti biasanya dihadapkan pada pilihan metode yang akan dipakai dalam penelitian.

Metode Penelitian

p3

2. Disain dalam Merencanakan Penelitian (lanjut) Apakah akan menggunakan metode survey, eksperimen, atau metode kualitatif tak berstruktur. Pertimbangan lain: - Biaya penelitian, - waktu pelaksanaan penelitian, - jumlah dan kemampuan anggota/asisten peneliti.

Metode Penelitian

p3

Disain rencana penelitian yang baik akan dapat menterjemahkan modelmodel ilmiah ke dalam operasional penelitian secara praktis. Tiap langkah memerlukan pengambilan keputusan yang tepat!

Metode Penelitian

p3

3. Disain Pelaksanaan Penelitian

Membuat Percobaan atau Pengamatan

Memilih PengukuranPengukuran Variabel


Memilih Prosedur dan Teknik Sampling

Membuat Coding (Sistem kode)

Alat-Alat Pengumpulan Data

Membuat sistem editing

Data Processing

Sebuah Proses

Metode Penelitian

p3

Suchuman (1967): Disain Pelaksanaan Penelitian terbagi atas: 1. 2. 3. 4. Disain sampel Disain alat (instrumen) Disain administrasi, dan Disain analisa

1. Disain sampling
Mendefinisikan populasi sampel Menentukan besarnya sampel dan Menentukan sampel yang representatif (mewakili)

Jika penelitian yang dipilih adalah penelitian eksperimental, maka disain sampel lebih ditekankan pada pemilihan disain percobaan yang cocok.

Metode Penelitian

p3

2. Disain instrumen atau alat Yang dimaksud dengan alat adalah alat untuk mengumpulkan data. Masalah disain alat disini sangat menentukan dalam pengujian hipotesa. Alat tersebut dapat berupa alat berstruktur Check List dari questionaire atau schedule; kurang berstruktur interview guide atau outline biasa. Alat untuk penelitian eksak dan keteknikan biasanya berupa instrumen keras (hardware) dan piranti lunak (software) yang dikombinasikan bersama untuk mencapai tujuan penelitian. Suatu alat bisa saja untuk satu kegunaan dan menjadi tidak valid untuk tujuan lain.

Metode Penelitian

p3

3. Disain analisa Idealnya, disain analisa sudah dikerjakan lebih dahulu sebelum pengumpulan data dimulai. Jika disain dalam formulasi hipotesa baik disain analisa secara paralel dapat dikembangkan dari disain rumusan hipotesa tersebut. Suatu hipotesa dianggap baik jika ia konsisten dengan analisa yang akan dibuat. Dalam disain hipotesa, sudah harus diuraikan hubungan-hubungan dasar yang akan dianalisa. Hipotesa merupakan titik tolak sebuah analisa. Dalam analisa, si peneliti akan mencocokkan hipotesa dengan data, menambah yang kurang, mengurangi yang lebih. Tetapi lukisan akhir dari hasil analisa harus menyerupai gambaran yang dilukiskan oleh hipotesa. (Akan tetapi, penelitian dewasa ini hasil tidak mutlak harus mengikuti hipotesa)

Metode Penelitian

p3

4. Jenis-Jenis Disain Penelitian Saat ini, jenis disain penelitian masih dikelompokkan berdasarkan kondisi ilmu dan ilmuwan peneliti. Mc Grath (1970) membagi disain atas 5: 1. Percobaan dengan kontrol 2. Studi 3. Survey 4. Investigasi 5. Penelitian tindakan Barnes (1964) membagi disain penelitian atas: 1. Studi Sebelum-Sesudah dengan kelompok kontrol 2. Studi Sesudah Saja dengan kelompok kontrol 3. Studi Sebelum-Sesudah dengan satu kelompok 4. Studi Sesudah Saja tanpa kontrol dan 5. Percobaan ex post facto

Metode Penelitian

p3

Selltiz dkk, (1964) membagi disain penelitian atas tiga : 1. Disain untuk studi eksploratif dan formulatif 2. Disain untuk studi deskriptif 3. Disain untuk suatu studi menguji hipotesa kausal Shah (1972) membagi disain penelitian menjadi 6 jenis: 1. Disain untuk penelitian yang ada kontrol 2. Disain untuk studi deskriptif dan analitis 3. Disain untuk studi lapangan 4. Disain untuk studi dengan dimensi waktu 5. Disain untuk studi evaluatif dan non-evaluatif 6. Disain dengan menggunakan data primer dan atau sumber data sekunder.