EDISI 7 JANUARI 2010

BAN-PT

PEDOMAN EVALUASI-DIRI
UNTUK AKREDITASI PROGRAM STUDI DAN INSTITUSI PERGURUAN TINGGI

BADAN AKREDITASI NASIONAL PERGURUAN TINGGI
JAKARTA 2009

PENGANTAR Evaluasi adalah awal suatu proses pengembangan dan penjaminan mutu (quality assurance). Evaluasi-diri merupakan suatu kegiatan yang sangat penting sehingga disebut sebagai salah satu kegiatan utama dalam sektor pendidikan tinggi seperti dikemukakan dalam Undang-undang No. 25/2000 tentang Program Pembangunan Nasional. Pedoman Evaluasi-diri Program Studi dan Perguruan Tinggi ini disiapkan untuk membantu para pejabat di perguruan tinggi dalam mempersiapkan, melaksanakan, menyusun laporan, dan memanfaatkan hasil evaluasi-diri pada program studi/ perguruan tinggi. Keseluruhan Pedoman ini berisi penjelasan mengenai hal-hal berikut. I. II. III. IV. V. VI. Pendahuluan Makna dan tujuan evaluasi-diri Komponen evaluasi-diri Prosedur evaluasi-diri Analisis data evaluasi-diri Laporan hasil evaluasi-diri

Pedoman ini disampaikan dengan maksud agar para pengasuh program studi pada semua tingkat program, dan semua perguruan tinggi yang melakukan kegiatan evaluasi-diri dapat melaksanakannya dengan lancar, sesuai dengan ketentuan-ketentuan dan prosedur yang diharapkan sebagai awal dari keseluruhan daur penjaminan mutu/akreditasi. Di samping itu, diharapkan pula agar para pengasuh program studi dan para pejabat perguruan tinggi dapat menggunakan hasil evaluasi-diri tersebut sebagai bahan untuk mengisi borang atau menyusun portofolio akreditasi secara baik, kemudian menyajikannya sebagai salah satu bukti kebenaran isi borang atau portofolio pada saat asesmen lapang yang dilakukan oleh BAN-PT. Semoga Pedoman ini dapat bermanfaat bagi semua pihak yang berkepentingan.

Jakarta, 10 Oktober 2009

Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi, Ketua,

Prof. Dr. Kamanto Sunarto

BAN-PT, Pedoman Evaluasi-diri Program Studi dan Perguruan Tinggi, 2008.

ii

............ 2008.. 6 Komponen B............................... Tujuan dan Sasaran...... dan Kerjasama ............................................................................... iii I.. ....DAFTAR ISI halaman PENGANTAR ................... 7 Komponen D............... 8 Komponen F............................................... dan Suasana Akademik ................................................... 3 B........................................................................................................................................................ MAKNA DAN TUJUAN EVALUASI-DIRI . 13 B..................................................... Sistem Pengelolaan dan Penjaminan Mutu .......... Format Laporan Hasil Evaluasi-diri ........................... Pelayanan/Pengabdian kepada Masyarakat........... serta Strategi Pencapaian .......... Manfaat Evaluasi-diri ............................................................. 11 IV......... 1 B....................................................................................................................... Evaluasi-diri dalam Daur Penjaminan Mutu/Akreditasi ................... 3 D.......... Kurikulum........................................... 20 BAN-PT.......................... 3 A............................ Pembiayaan.............................................................................................. Identifikasi Komponen Evaluasi-diri .......... 19 DAFTAR RUJUKAN.......................... 8 Komponen E. 7 Komponen C............................ Perwajahan Laporan... Makna Evaluasi dan Evaluasi-diri ......................................................................................................................................................... Sumberdaya Manusia.................................................. Tujuan Evaluasi-diri ................. Visi......... Pembelajaran................ Penataan organisasi kerja ....................... 4 E............... 13 A............................................... Pelaksanaan evaluasi-diri ................. 1 A........................................................................ 14 E........................... iii ............ Rasionel....................................................... Sarana dan Prasarana....................................... Misi................................ 14 VI.............................. Pemanfaatan pakar sejawat ............................. Persiapan dan perencanaan ....... 18 C........................................... Kepemimpinan........................................................... Penelitian...................................... Makna Laporan Hasil Evaluasi-diri ............................................ KOMPONEN EVALUASI-DIRI .............. 14 V.................................................................................................... 5 A............. 3 C................. Pedoman Evaluasi-diri Program Studi dan Perguruan Tinggi.................................................. Ciri Evaluasi-diri yang Baik .................................... 18 B............................................... 14 Langkah-langkah Pelaksanaan Analisis SWOT ..... 5 Komponen A.......... 4 III................................. Penentuan komponen evaluasi-diri dikaitkan dengan kebijakan mutakhir..... PENDAHULUAN .. 13 C................................. dan Sistem Informasi ............................ 18 A........ Tatapamong.................................................... 10 Komponen G........................ ii DAFTAR ISI ....................... LAPORAN HASIL EVALUASI-DIRI ................ Peranan Evaluasi-diri dalam Pengembangan dan Penyelenggaraan Program Pendidikan .................................. Mahasiswa dan Lulusan .......... Tindak lanjut .. 11 B............................. PROSEDUR EVALUASI-DIRI ............. ANALISIS DATA EVALUASI-DIRI .......... 2 II............... 14 D....................

Perguruan tinggi yang telah biasa melakukan evaluasi-diri. serta dapat digunakan sebagai bahan yang disediakan pada saat dilakukan asesmen lapang oleh BAN-PT di tempat program studi/perguruan tinggi. prosedur dan isi evaluasi-diri itu ditata oleh BAN-PT. Bagi beberapa program studi/perguruan tinggi. evaluasi-diri telah menjadi agenda berkelanjutan. adalah langkah pertama yang hasilnya dapat digunakan untuk berbagai maksud. dan untuk mempersiapkan evaluasi eksternal atau akreditasi. yaitu sebagai suatu langkah yang mendahului pemberian informasi dan data akreditasi dari program studi atau perguruan tinggi kepada BAN-PT. sehingga hasil evaluasi-diri itu dapat merupakan bahan untuk mengisi borang akreditasi atau menyusun portofolio akreditasi. terutama untuk menilai dan memberikan jaminan mutu program dan satuan pendidikan tinggi (quality assessment and assurance). Sistem dan prosedur evaluasi-diri yang telah dilaksanakan itu kadang-kadang berbeda satu dengan yang lainnya. PENDAHULUAN A. belum pernah dilaksanakan. banyak program studi/perguruan tinggi yang telah pernah bahkan sering melakukan evaluasi-diri untuk berbagai maksud. 1 . evaluasi-diri yang merupakan evaluasi internal pada program dan satuan pendidikan tinggi (program studi dan perguruan tinggi). Perbedaan itu mungkin karena isi atau karena prosedur yang dianut oleh perguruan tinggi atau yang dituntut oleh pihak yang berkepentingan. Pedoman Evaluasi-diri Program Studi dan Perguruan Tinggi. Naskah ini merupakan Pedoman BAN-PT. perencanaan. Namun demikian. dan telah menjadi “budaya” dalam kehidupan akademiknya. Rasionel Dalam rangka akreditasi program studi/perguruan tinggi yang bertujuan. 2008. Sementara itu. penjaminan mutu internal program studi/perguruan tinggi.I. evaluasi-diri merupakan sesuatu yang baru. BAN-PT menempatkan evaluasi-diri itu sebagai salah satu aspek dalam keseluruhan daur akreditasi. Ini tidak berarti bahwa evaluasi-diri yang diminta oleh BAN-PT dilakukan tersendiri di luar evaluasi-diri yang telah biasa dilakukan program studi/perguruan tinggi. Hasil evaluasi-diri dapat digunakan untuk memutakhirkan pangkalan data program studi/perguruan tinggi dalam bentuk profil yang komprehensif. Hasil evaluasi-diri yang telah biasa dilakukan program studi/perguruan tinggi itu dapat digunakan untuk menyusun laporan evaluasi-diri yang diminta oleh BAN-PT. bahkan belum difahami. pada umumnya memiliki panduan evaluasi-diri sendiri. bergantung kepada keperluan yang dirasakan sendiri oleh perguruan tinggi. Bagi beberapa program studi/perguruan tinggi. atau kepada hal-hal yang dipersyaratkan oleh masing-masing pihak yang meminta laporan evaluasi-diri program studi atau perguruan tinggi. strategi pengembangan dan perbaikan program studi/perguruan tinggi secara berkelanjutan. sepanjang berkaitan dengan akreditasi program studi dan perguruan tinggi yang dilakukan oleh BAN-PT. dan menempatkannya dalam posisi yang sangat penting.

Peranan Evaluasi-diri dalam Pengembangan dan Penyelenggaraan Program Pendidikan Sesungguhnya. Apabila evaluasi-diri telah menjadi “budaya”. 2008. 2 . dan untuk melengkapi serta memutakhirkan pangkalan data setiap program studi/perguruan tinggi. misalnya dalam rangka menghadapi akreditasi oleh BAN-PT. maka program studi/perguruan tinggi akan selalu siap dengan data dan informasi yang selalu dimutakhirkan (updated). BAN-PT. perbaikan program secara berkelanjutan. melainkan seyogianya menjadi suatu aspek dalam daur pengembangan program studi/perguruan tinggi. B. evaluasi-diri bagi program studi dan perguruan tinggi bukan hanya suatu proses yang harus dilakukan pada saat-saat khusus tertentu. apabila diminta atau dituntut oleh pihak-pihak yang membutuhkannya. atau untuk mengajukan proposal suatu proyek tertentu.Evaluasi-diri Program Studi dan Perguruan Tinggi yang terkait dengan akreditasi yang dilakukan oleh BAN-PT. Pedoman Evaluasi-diri Program Studi dan Perguruan Tinggi. penjaminan mutu internal. Oleh karena itu evaluasi-diri seyogianya dilakukan secara berkala untuk memperbaharui/memutakhirkan pangkalan data dan informasi secara berkelanjutan.

Tujuan Evaluasi-diri Evaluasi-diri dimaksudkan untuk hal-hal berikut: 1. Persiapan evaluasi eksternal (akreditasi). 3. B. 5. Perencanaan dan perbaikan-diri secara berkelanjutan. Memperkuat jiwa korsa dalam lembaga. Menemukan kader baru bagi lembaga. 2. 2. Penyusunan profil lembaga yang komprehensif dengan data mutakhir. Memperkuat budaya evaluasi kelembagaan (institusional evaluation) dan analisis-diri. Pemberian informasi mengenai program studi/perguruan tinggi kepada masyarakat dan pihak tertentu yang memerlukannya (stakeholders). C. MAKNA DAN TUJUAN EVALUASI-DIRI A. Manfaat Evaluasi-diri Hasil evaluasi-diri dapat digunakan oleh program studi/perguruan tinggi untuk hal-hal berikut. bahkan ancaman. 6. tantangan. 7. 5. pengelolaan dan pengembangan program studi/perguruan tinggi. Penjaminan mutu internal program studi/lembaga perguruan tinggi. sehingga evaluasi-diri dapat dilaksanakan secara objektif. Membantu dalam identifikasi masalah. Makna Evaluasi dan Evaluasi-diri Evaluasi. penilaian program dan pencapaian sasaran. Pedoman Evaluasi-diri Program Studi dan Perguruan Tinggi. 3. 4. memperkecil kesenjangan antara tujuan pribadi dan tujuan lembaga dan mendorong keterbukaan. 4. Mendorong program studi/perguruan tinggi untuk meninjau kembali kebijakan yang telah usang. Memperkenalkan staf baru kepada keseluruhan program studi/ perguruan tinggi. secara umum merupakan suatu proses pengumpulan serta pemrosesan data dan informasi yang akan digunakan sebagai dasar pengambilkan keputusan. 3 . peluang. BAN-PT. Pengkajian dan analisis itu dapat dilaksanakan dengan memanfaatkan pakar sejawat dari luar program studi/perguruan tinggi. kelemahan. kendala. Memberi informasi tentang status program studi/perguruan tinggi dibandingkan dengan program studi/perguruan tinggi lain. 1. Evaluasi-diri merupakan upaya program studi/perguruan tinggi untuk mengetahui gambaran mengenai kinerja dan keadaan dirinya melalui pengkajian dan analisis yang dilakukan oleh program studi/perguruan tinggi sendiri berkenaan dengan kekuatan. 2008.II.

2. 10. serta perbaikan dan pengembanan program secara berkelanjutan (continuous program improvement and development). Daur Penjaminan Mutu dalam Rangka Akreditasi 4 BAN-PT. 2008. E. dan peluang serta ancaman yang ada di lingkungan program studi/perguruan tinggi. 11. Direncanakan sesuai denan keperluan lembaga. Evaluasi-diri dalam Daur Penjaminan Mutu/Akreditasi Seperti dikemukakan terdahulu. 3. Pedoman Evaluasi-diri Program Studi dan Perguruan Tinggi. jujur. Hasilnya berupa perbaikan proses evaluasi kelembagaan dan analisisdiri. 9. Hasil evaluasi-diri dimanfaatkan untuk menyusun strategi dan rencana pengembangan dan perbaikan program secara berkelanjutan. Mendeskripsikan dan menganalisis kekuatan dan kelemahan yang dimiliki program studi/perguruan tinggi. 12. 5. evaluasi-diri merupakan salah satu aspek penting dalam keseluruhan daur akreditasi dengan berbagai peran dan kegunaannya. 1. Semua pihak dalam lembaga mendukung. Ciri Evaluasi-diri yang Baik Evaluasi-diri yang baik memiliki ciri-ciri sebagai berikut. 6. Proses evaluasi-diri dilaksanakan dan dipimpin dengan baik. Keseluruhan daur penjaminan mutu dalam rangka akreditasi program studi/perguruan tinggi itu dilukiskan dalam Bagan 1. Berbagai permasalahan diteliti dan dicarikan alternatif pemecahannya. 4. Pimpinan mendukung penuh. Laporan disusun dengan baik. 8. Dimaksudkan untuk menilai kembali tujuan lembaga. EVALUASI-DIRI dan seterusnya… PERBAIKAN INTERNAL DAN PEMBINAAN PERBAIKAN INTERNAL KEPUTUSAN AKREDITASI EVALUASI EKSTERNAL/ AKREDITASI Bagan 1. objektif. termasuk penjaminan mutu (quality assurance).D. 7. bertanggung jawab dan akuntabel. Evaluasi-diri dilaksanakan secara terbuka/transparan. . Dilakukan dengan motivasi intrinsik.

informasi dan bukti-bukti lainnya yang berkenaan dengan komponenkomponen sistemik dari seluruh penyelenggaraan program studi/perguruan tinggi. and impact) berdasarkan data. 5 . 5. menelaah dan menganalisis keseluruhan sistem program studi/perguruan tinggi. hasil. mencakup: 1. Mahasiswa. 2. keluaran. Identifikasi Komponen Evaluasi-diri Dalam akreditasi yang dilakukan oleh BAN-PT.III. BAN-PT. Pedoman Evaluasi-diri Program Studi dan Perguruan Tinggi. MASUKAN LINGKUNGAN PENINGKATAN DAN KENDALI MUTU VISI DAN MISI PROSES SASARAN DAN TUJUAN BALIKAN SISTEM INFORMASI UPAYA PERBAIKAN TATA PAMONG (GOVERNANCE) MASUKAN MAHASISWA KEPEMIMPINAN KELUARAN LULUSAN DAN KELUARAN LAIN PENGELOLAAN PROGRAM PROSES PEMBELAJARAN SUASANA AKADEMIK PENELITIAN & PkM. Sarana dan prasarana. 2008. dijabarkan dimensi penilaian yang digunakan dalam evaluasi program studi/perguruan tinggi yang secara garis besar terdiri atas komponen-komponen berikut. 3. proses. DOSEN DAN TENAGA PENDUKUNG SARANA DAN PRASARANA KURIKULUM BIAYA DAN SUMBER DANA MASUKAN INSTRUMENTAL Bagan 2. evaluasi-diri dilaksanakan dengan menilai.  Masukan. 6. Analisis Sistemik mengenai Komponen Evaluasi-diri Berdasarkan analisis tersebut. Visi dan misi program studi. Tujuan dan sasaran. 7. Sumberdaya manusia. Analisis komponen sistemik penyelenggaraan program studi itu digambarkan dalam Gambar 2. output. dan dampak (input. Pembiayaan. yang mencakup masukan. Kurikulum. process. KOMPONEN EVALUASI-DIRI A. 4. autcome.

5. Rumusan misi program studi yang diturunkan dari misi lembaga.  Keluaran/Hasil. Tujuan dan Sasaran. Kurikulum. Tatapamong. Penelitian. Pembelajaran. peraturan perundang-undangan terkait. Misi. Suasana Akademik. Penelitian dan pelayanan/pengabdian kepada masyarakat. Tatapamong (governance). Tujuan dan Sasaran. 5. perangkat lunak. dan sasaran program studi Sumber informasi. mencakup: 1. Komponen D. Rumusan sasaran program studi yang relevan dengan misinya. BAN-PT. 2008. rancang bangun. Kepemimpinan. Proses pembelajaran. serta Strategi Pencapaian 1. direktori program studi. mencakup: 1. dan Suasana Akademik.  Dampak. Analisis keterkaitan antara visi. 3. Komponen A. Visi. Komponen F. Komponen G. Komponen-komponen hasil analisis sistemik itu kemudian dihimpun dan dikelompokkan menjadi komponen evaluasi-diri sebagai berikut. 2. Pelayanan/Pengabdian kepada Masyarakat. Sistem Pengelolaan. Rumusan visi program studi yang konsisten dengan visi lembaga. Kepemimpinan. 2. Pedoman Evaluasi-diri Program Studi dan Perguruan Tinggi. Komponen A. Sumberdaya Manusia. Komponen E. 4. Selanjutnya setiap komponen itu dirinci sebagai berikut. tujuan. Pendanaan. Komponen C. serta Sistem Informasi. 6 . 4. 2. mencakup: 1. misi. Sarana. Visi. dan Penjaminan Mutu Mahasiswa dan Lulusan. Lulusan. Pengelolaan program. Sistem peningkatan dan penjaminan mutu. kurikulum. Sistem informasi. 2. 6. Misi. Rumusan tujuan program studi yang merujuk tujuan lembaga dan merupakan turunan dari misinya. 3. Keluran lainnya: publikasi hasil penelitian dan atau produk penelitian dalam bentuk patent. Komponen B. prototip. antara lain: Statuta. Renstra. dsb. dan Prasarana. Proses. serta Strategi Pencapaian. dan Kerjasama.

Sumber informasi.Komponen B. serta pengelolaan dan koordinasi pelaksanaan program. peraturan perundang-undangan terkait. 6. pribadi (termasuk kemandirian dan kreativitas). sasaran dan tujuan program. laporan tahunan. 5. 7. 7 . risalah rapat pimpinan. 4. Metodologi baku mutu (benchmarking). Kegiatan ekstra-kurikuler. 13. 17. Hubungan dengan penjaminan mutu pada tingkat lembaga. 2. Keterlibatan mahasiswa dalam berbagai komisi yang relevan. 16. 6. Sistem rekrutmen dan seleksi calon mahasiswa. monitoring dan mekanisme balikan bagi mahasiswa. 11. dosen dan penguji eksternal). pengamatan pemanfaatan sistem informasi. Partisipasi civitas academica dalam pengembangan kebijakan. 12. Perencanaan dan pengembangan program. Pelayanan untuk mahasiswa: BAN-PT. hasil evaluasi internal. 2008. Renstra. rencana pengembangan program. dengan memanfaatkan hasil evaluasi internal dan eksternal. antara lain: Statuta. Pemanfaatan hasil evaluasi internal dan eksternal/akreditasi dalam perbaikan dan pengembangan program. Dampak proses penjaminan mutu terhadap pengalaman dan mutu hasil belajar mahasiswa. Perencanaan program jangka panjang (Renstra) dan monitoring pelaksanaannya sesuai dengan visi. Pedoman Evaluasi-diri Program Studi dan Perguruan Tinggi. pedoman pelaksanaan penjaminan mutu internal. 4. Sistem Pengelolaan dan Penjaminan Mutu 1. Kerjasama dan kemitraan instansi terkait dalam pengendalian mutu. 8. hasil studi pelacakan. 9. Kepemimpinan. hasil akreditasi. Pengembangan dan penilaian pranata kelembagaan. misi. Evaluasi internal yang berkelanjutan. Personil beserta fungsi dan tugas pokoknya. sosio-ekonomi. Kerjasama dan kemitraan. dan pengalihan (deputizing) serta akuntabilitas pelaksanaan tugas. Sistem kepemimpinan. Profil mahasiswa: akademik. 14. Komponen C. 3. 2. 3. Tatapamong. laporan khusus unit pelayanan informasi. Efisiensi dan efektivitas kepemimpinan. Pengelolaan mutu secara internal pada tingkat program studi (misalnya kajian kurikulum. 5. 15. Keberlanjutan penerimaan mahasiswa (minat calon mahasiswa dan kebutuhan akan lulusan program studi). Mahasiswa dan Lulusan 1. Evaluasi program dan pelacakan lulusan. 10. Dampak hasil evaluasi program terhadap pengalaman dan mutu pembelajaran mahasiswa.

antara lain: Statuta. pedoman layanan mahasiswa. hasil studi pelacakan. antara lain: Statuta. b. pengalaman. peraturan perundang-undangan yang terkait. Pengembangan staf. BAN-PT. laporan wisuda tahunan/tengah tahunan. 10. sasaran. Kepuasan lulusan. peraturan perundang-undangan terkait. Sumberdaya Manusia 1. Karya akademik dosen (hasil penelitian. 2. direktori program studi. keberhasilan. penataan/ organisasi). Pembelajaran. misi. 2. c. Sumber informasi. Data tentang kemajuan. 3. Produk program studi berupa model-model. Keberlanjutan pengadaan dan pemanfaatannya. hak paten. koherensi. hasil studi pelacakan. Sistem rekrutmen dan seleksi dosen dan tenaga pendukung. Peraturan kerja dan kode etik. dan rasio dosen-mahasiswa). kedalaman. Kompetensi dan etika lulusan yang diharapkan. program pengembangan staf. Struktur dan isi kurikulum (keluasan. Konseling pribadi dan sosial. dan tujuan. Hasil pembelajaran: a. 7. 7. Kurikulum. buku pedoman rekrutmen dan seleksi calon mahasiswa.buku pedoman rekrutmen dan seleksi calon dosen dan tenaga pendukung. Derajat integrasi materi pembelajaran (intra dan antar disiplin ilmu). 9. dan kurun waktu penyelesaian studi mahasiswa (termasuk IPK dan yudisium lulusan). 3. Kesesuaian kompetensi yang dicapai dengan tuntutan dan kebutuhan pemanfaat lulusan.a. Bantuan tutorial yang bersifat akademik. Renstra. Informasi dan bimbingan karir. Komponen E. d. kualifikasi. transkrip hasil belajar para lulusan. kesesuaian. Kepuasan pemanfaat lulusan dan keberlanjutan penyerapan lulusan. c. 8 . Pedoman Evaluasi-diri Program Studi dan Perguruan Tinggi. Kesesuaian dengan visi. dan Suasana Akademik 1. produk fisik sebagai hasil penelitian. 2008. 4. direktori lulusan program studi. Sumber informasi. b. laporan tahunan. laporan tahunan pimpinan perguruan tinggi/program studi. Komponen D. laporan tahunan. hasil pengembangan prosedur kerja. 5. Profil dosen dan tenaga pendukung: mutu. karya inovatif. Renstra. 6. ketersediaan (kecukupan. 4. Kompetensi yang dicapai dibandingkan dengan yang diharapkan. Relevansi dengan tuntutan dan kebutuhan stakeholders. 8. karya lainnya). Pengelolaan dosen dan tenaga pendukung.

b. 6. Rancangan menyeluruh untuk mengembangkan suasana akademik yang kondusif untuk pembelajaran. d. 13. mengembangkan pribadi. motivasi dan sikap. memperoleh pengetahuan dan pemahaman materi khusus sesuai dengan bidang studinya. simposium. 14. Penelaahan mengenai kepuasan mahasiswa. Penentuan yudisium (pernyataan kualitatif dari hasil belajar seorang mahasiswa pada akhir jenjang pendidikan) . 11. terorientasikan ke arah karir. mahasiswa dan civitas academica lainnya. Pengembangan kepribadian ilmiah. dan pengabdian kepada masyarakat. 3) pemahaman dan pemanfaatan kemampuannya sendiri. c. Kurikulum lokal yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat terdekat dan kepentingan internal lembaga. 2008. dan untuk menciptakan iklim yang mendorong perkembangan dan kegiatan akademik/profesional. Keterlibatan mahasiswa. Struktur dan rentang kegiatan mengajar. Strategi dan metode penilaian kemajuan dan keberhasilan mahasiswa. 12. Efisiensi internal dan eksternal. Penilaian kemajuan dan keberhasilan belajar: a. Sarana yang tersedia untuk memelihara interaksi dosen –mahasiswa. Kesesuaian materi pembelajaran dengan tujuan mata kuliah. baik di dalam maupun di luar kampus. penelitian. Peluang bagi mahasiswa untuk mengembangkan diri: melanjutkan studi. Mata kuliah pilihan yang merujuk pada harapan/kebutuhan mahasiswa secara individual/kelompok mahasiswa tertentu.5. 2) keterampilan umum dan yang dapat dialihkan (transferable). Keikutsertaan civitas academica dalam kegiatan akademik (seminar. Belajar: a. e. b. Bimbingan tesis. c. 5) nilai. 8. diskusi. 16. 9 . c. Kesesuaian strategi dan metode dengan tujuan. 4) kemampuan belajar mandiri. b. 15. eksibisi) di kampus. BAN-PT. Mengajar: a. Peluang bagi mahasiswa untuk mengembangkan: 1) pengetahuan dan pemahaman materi khusus sesuai bidangnya. mengembangkan keterampilan yang dapat dialihkan (transferable skills). Peraturan mengenai penilaian kemajuan dan penyelesaian studi mahasiswa. dan pemerolehan pekerjaan. d. Penggunaan teknologi informasi. b. 7. 10. 9. Pengembangan/pelatihan kompetensi yang diharapkan. Misi pembelajaran a. Pedoman Evaluasi-diri Program Studi dan Perguruan Tinggi. Mutu dan kuantitas interaksi kegiatan akademik dosen. Efisiensi dan produktivitas.

Renstra. laporan tahunan. 6. Renstra. direktori lulusan program studi. 11. Kesesuaian kompetensi yang dicapai dengan tuntutan dan kebutuhan pemanfaat lulusan. Kepuasan lulusan. hak paten. Data tentang kemajuan. Sarana dan Prasarana. d. pedoman pembelajaran. Kompetensi yang dicapai dibandingkan dengan yang diharapkan. 18. buku pedoman pengembangan kurikulum. peraturan perundang-undangan terkait. BAN-PT. statuta. antara lain: Statuta. 10. pedoman evaluasi hasil pembelajaran. laboratorium. Keberlanjutan pengadaan dan pemanfaatannya. Keberlanjutan pengadaan. Sumber informasi. hasil pengamatan. 9. Kecukupan dan kesesuaian sumber daya. laporan keuangan tahunan. perpustakaan. 10 . Komponen F. Keberadaan dan pemanfaatan global connectivity devices (internet). 19. laporan tahunan. kebijakan-kebijakan mengenai pembelajaran. 5. 2. Pengelolaan dan akuntabilitas penggunaan dana. Produk program studi berupa model-model. kebijakan pimpinan. pemanfaatan. peraturan akademik yang berlaku. Rancangan pengembangan sistem informasi. Fasilitas komputer dan pendukung pembelajaran dan penelitian. Sumber informasi. hasil studi pelacakan. Efisiensi dan efektivitas pemanfaatan sistem informasi 12. keberhasilan. Renstra. b. 7. dan pemeliharaan sarana dan prasarana. Sistem alokasi dana. sarana dan prasarana pendukung untuk pemberdayaan sistem informasi. Ketersediaan dan kualitas gedung. c. Keberadaan dan pemanfaatan on-campus connectivity devices (intranet). 8. 2008. Kepuasan pemanfaat lulusan dan keberlanjutan penyerapan lulusan. laporan wisuda tahunan/tengah tahunan. ruang kuliah. Kesesuaian dan kecukupan sarana dan prasarana. hasil studi pelacakan. laporan tahunan. karya inovatif. 3. dan kurun waktu penyelesaian studi mahasiswa (termasuk IPK dan yudisium lulusan).17. 4. pemeliharaan dan pemanfaatannya. rencana pengembangan lembaga. hasil pengembangan prosedur kerja. dan Sistem Informasi 1. 13. transkrip hasil belajar para lulusan. produk fisik sebagai hasil penelitian. antara lain: Statuta. dll. Hasil pembelajaran: a. Pedoman Evaluasi-diri Program Studi dan Perguruan Tinggi. peraturan perundangundangan yang terkait. Pengelolaan. Pembiayaan.

dan Kerjasama 1. penelitian dan pelayanan/pengabdian kepada masyarakat. standar pengelolaan. 2. 13. Pedoman Evaluasi-diri Program Studi dan Perguruan Tinggi. dan efisiensi pemanfaatan dana penelitian dan pelayanan/pengabdian kepada masyarakat. standar proses. produktivitas. dan rangkuman tesis. khususnya Bab II. 12. Kepuasan fihak-fihak yang bekerjasama Sumber informasi. Hubungan kerjasama dan kemitraan penelitian dengan lembaga dalam dan luar negeri. 4. 9. 2008. b. BAN-PT. Kegiatan penelitian dan pelayanan/pengabdian kepada masyarakat bersama dosen dan mahasiswa. dan PP 19/2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. standar penilaian pendidikan. Renstra. Agenda. relevansi sasaran. 11. antara lain: Statuta. d. Kebijakan yang secara langsung mempengaruhi sistem evaluasi-diri adalah PP No. c. 6. naskah MoU kerjasama. Kerjasama dengan instansi yang relevan. standar sarana dan prasarana. 7. standar kompetensi lulusan. Publikasi hasil penelitian. Monitoring dan evaluasi pelaksanaan kerjasama. B. Penentuan komponen evaluasi-diri dikaitkan dengan kebijakan mutakhir. Kualitas dan kurun waktu penyelesaian tesis (termasuk proses penulisan tesis dan pembimbingannya). 10. daftar tesis. keberlanjutan. g. Pada tahun 2005 telah diberlakukan beberapa peraturan perundangundangan yang secara langsung atau tidak langsung terkait dengan rincian komponen evaluasi-diri itu. Pasal 2 yang berbunyi sebagai berikut (1) Lingkup Standar Nasional Pendidikan meliputi: a. Hasil kerjasama yang saling menguntungkan. standar pembiayaan. e. rancangan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Penelitian. peraturan perundangundangan terkait. 19/2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Pelayanan/Pengabdian kepada Masyarakat. 11 . Hubungan antara pengajaran.Komponen G. Kualitas. Banyak dan kualitas kegiatan penelitian dan publikasi dosen. 5. yaitu Undang-undang No. standar isi. 3. Banyak dan kualitas kegiatan penelitian dan pelayanan/pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh mahasiswa. karya inovatif. 14/2005 tentang Guru dan Dosen. diseminasi hasil penelitian dan pelayanan/ pengabdian kepada masyarakat. daftar tugas pembimbingan mahasiswa. catatan mengenai penyelesaian tesis. standar pendidik dan tenaga kependidikan. f. dan h. 8.

STANDAR PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN 5. dapat disimpulkan bahwa komponen evaluasi-diri yang dihasilkan dari analisis secara sistemik itu merupakan rincian dari standar nasional pendidikan. STANDAR SARANA DAN PRASARANA 6. PELAYANAN/PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT.(2) Untuk penjaminan dan pengendalian mutu pendidikan sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan dilakukan evaluasi. SERTA SISTEM INFORMASI G. VISI. MISI. Pedoman Evaluasi-diri Program Studi dan Perguruan Tinggi. nasional. TATAPAMONG. terarah. SUMBER DAYA MANUSIA E. BAN-PT. STANDAR PENILAIAN PENDIDIKAN Dengan demikian. SISTEM PENGELOLAAN. MAHASISWA & LULUSAN D. dan global. KURIKULUM. (3) Standar Nasional Pendidikan disempurnakan secara terencana. DAN KERJASAMA 8. PEMBIAYAAN. STANDAR PROSES 3. PEMBELAJARAN . STANDAR PEMBIAYAAN Analisis Sistemik Komponen Pendidikan A. Jika hasil analisis sistemik tentang komponen-komponen evaluasi-diri diamati dari segi Pasal 2. ayat 1 dari PP No. PENELITIAN. SERTA STRATEGI PENCAPAIANNYA B. DAN SUASANA AKADEMIK F. STANDAR ISI 2. SARANA DAN PRASARANA. KOMPONEN-KOMPONEN EVALUASI-DIRI Kaitannya dengan Standar Nasional Pendidikan [PP 19/20-05] Standar Nasional Pandidikan 1. DAN PENJAMINAN MUTU C. maka dapat diperhadapan kedua analisis itu seperti berikut. yaitu sebagai berikut. dan sertifikasi. akreditasi. KEPEMIMPINAN. TUJUAN DAN SASARAN. 2008. PENGELOLAAN 7. 12 . STANDAR KOMPETENSI LULUSAN 4. 19/2005 di atas. dan berkelanjutan sesuai dengan tuntutan perubahan kehidupan lokal.

SASARAN. dan tindak lanjut. d.KOMPONEN-KOMPONEN EVALUASI-DIRI Rincian Standar Nasional Pendidikan [PP 19/2005] Standar Nasional Pandidikan Analisis Sistemik Komponen Pendidikan KURIKULUM TATAPAMONG (Governance) SISTEM PEMBELAJARAN SUASANA AKADEMIK MAHASISWA DAN LULUSAN SUMBER DAYA MANUSIA SARANA DAN PRASARANA VISI. Pembentukan tim inti. dan penataan koordinasi dan komunikasi BAN-PT. e. Pembagian tugas tim inti. Pedoman Evaluasi-diri Program Studi dan Perguruan Tinggi. penataan organisasi. c. pembentukan tim kerja. PELAYANAN/PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT. Motivasi staf. Penataan organisasi kerja Tahap ini mencakup penentuan tugas dan peran setiap pihak yang terlibat. Persiapan dan perencanaan Tahap ini mencakup kegiatan: a. pelaksanaan. PROSEDUR EVALUASI-DIRI Evaluasi-diri dilakukan melalui prosedur yang ditata dalam tahap-tahap berikut: persiapan dan perencanaan. B. pemanfaatan pakar sejawat. A. 2008. g. Penentuan pihak-pihak yang akan dilibatkan. b. Penataan sumber-sumber data dan informasi yang digunakan. Penentuan jadwal kegiatan. Setiap tahap itu dirinci sebagai berikut. pemilihan dan pelatihan tenaga pelaksana. DAN KERJASAMA STANDAR ISI STANDAR PROSES STANDAR KOMPETENSI LULUSAN STANDAR PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN STANDAR SARANA DAN PRASARANA STANDAR PENGELOLAAN STANDAR PEMBIAYAAN STANDAR PENILAIAN PENDIDIKAN 2 IV. h. MISI. Penentuan fokus dan sasaran sesuai dengan agenda dan masalah yang dihadapi lembaga. f. tgermasuk perumusan deskripsi tugas. Penentuan luas dan kedalaman evaluasi. DAN TUJUAN SISTEM PENGELOLAAN SISTEM INFORMASI SISTEM PENJAMINAN MUTU PEMBIAYAAN PENELITIAN. 13 .

Pemanfaatan hasil evaluasi-diri untuk perbaikan dan peningkatan mutu. organisasi profesi. Langkah 3: Masukkan butir-butir hasil identifikasi (Langkah 1 dan Langkah 2) ke dalam Pola Analisis SWOT seperti berikut. Pemanfaatan kunjungan tim dari luar untuk mendorong perubahan. E. BAN-PT. Pendekatan yang digunakan dalam evaluasi-diri untuk akreditasi program studi/perguruan tinggi yang dilaksanakan oleh BAN-PT adalah Analisis Kekuatan.).C. D. e. Nama pakar sejawat dicantumkan dalam laporan evaluasi-diri. Langkah-langkah Pelaksanaan Analisis SWOT Analisis SWOT dilakuman melalui langkah-langkah seperti berikut. Kelemahan. tetapi bukan untuk menyusun laporan. dsb. serta pengembangan dan atau perbaikan mutu program studi/perguruan tinggi secara berkelanjutan. Langkah 2: Identifikasi kekuatan dan peluang yang diperkirakan cocok untuk mengatasi kelemahan dan ancaman yang telah diidentifikasi lebih dahulu pada Langkah 1. 14 . Pengkajian baku mutu eksternal (BAN-PT. g. program. Untuk maksud itu. 2008. Pemanfaatan pakar sejawat Jika perlu. c. Penelaahan masukan. program studi/perguruan tinggi dapat memanfaatkan pakar sejawat sebagai penasehat/pengkaji dari luar untuk penilaian. Penyusunan dan penyebarluasan laporan kepada pihak terkait. dan Ancaman (SWOT analysis). perencanaan dan pengembangan program. ANALISIS DATA EVALUASI-DIRI Data dan informasi yang diperoleh dalam rangka evaluasi-diri perlu diolah dan dianalisis. yaitu analisis antarkomponen dengan memanfaatkan deskripsi SWOT setiap komponen. V. Pemanfaatan kerjasama dengan badan-badan eksternal. Pemetaan sasaran evaluasi. Pelaksanaan evaluasi-diri Tahap ini mencakup: a. f. Peluang. Pembahasan hasil evaluasi-diri dengan berbagai pihak terkait. Langkah 1: Identifikasi kelemahan dan ancaman yang paling mendesak untuk diatasi secara umum pada semua komponen. Pedoman Evaluasi-diri Program Studi dan Perguruan Tinggi. Pengumpulan fakta dan opini. proses dan keluaran. d. untuk merumuskan strategi pemecahan masalah. lingkungan. persiapan evaluasi eksternal (akreditasi). dan penjaminan mutu internal. b. yang dapat dilakukan melalui berbagai pendekatan. Tindak lanjut Tahap ini mencakup pemanfaatan hasil evaluasi-diri sebagai rujukan perencanaan. program studi/perguruan tinggi harus memperbanyak evaluasi kelembagaan (institusional evaluation).

Pedoman Evaluasi-diri Program Studi dan Perguruan Tinggi. sasaran. proses pembelajaran. . industri. lulusan SLTA. Analisis untuk pengembangan strategi pem. perbaikan. stakeholder internal dan eksternal. model-model. Masukan termasuk mahasiswa. program studi/perguruan tinggi yang bersangkutan. dan kerjasama. kepemimpinan. termasuk pemecahan masalah. dan keluaran. penjaminan mutu. 2008. sumberdaya manusia. pengelolaan program. dapat dipilah menjadi analisis SWOT untuk komponen masukan. Langkah 4: Rumuskan strategi atau strategi-strategi yang direkomendasikan untuk menangani kelemahan dan ancaman. penelitian dan pelayanan/ pengabdian kepada masyarakat. dan pesaing Langkah ini dapat dilakukan secara keseluruhan. kelemahan. sarana dan prasarana. Pola/Template Analisis SWOT Pada waktu mengidentifikasikan kekuatan. kurikulum. misi. pasar kerja. program studi/perguruan tinggi yang bersangkutan. sedangkan peluang dan ancaman merupakan faktor eksternal yang harus diidentifikasikan dalam lingkungan eksternal organisasi. masyarakat luas. dan pengembangan program secara berkelanjutan. pembiayaan. dan tujuan dijadikan masukan lingkungan). Proses termasuk tatapamong. Keluaran termasuk lulusan dan keluaran lainnya yang mencakup skripsi. peluang dan ancaman dalam program studi/perguruan tinggi perlu diingat bahwa kekuatan dan kelemahan merupakan faktor internal yang perlu diidentifikasikan di dalam organisasi. publikasi. hasil pelayanan/ pengabdian kepada masyarakat.ecahan masalah dan perbaikan/pengembangan program itu digambarkan pada Gambar 4. sistem informasi. suasana akademik. 15 BAN-PT. Lingkungan eksternal suatu program studi dapat berupa: pemerintah. proses. (Kalau perlu visi. atau jika terlalu banyak.DESKRIPSI KKPA [SWOT] KEKUATAN (S) KELEMAHAN (W) PELUANG (O) ANCAMAN (T) Gambar 3.

serta pengembangan dan atau perbaikan mutu program secara berkelanjutan. dan susunkah suatu rencana tindakan untuk melaksanakan program penanganan. dan peluang lebih kecil dari ancaman.Internal Kekuatan (S) Eksternal Kelemahan (W) Kelemahan/Peluang Memanfaatkan peluang Kekuatan/Peluang Memilih keuntungan Peluang (O) Strategi Pemecahan Masalah. 2008. dan mereduksi kelemahan di dalam dan ancaman dari luar. Analisis SWOT untuk Pengembangan Strategi Langkah 5: Tentukan prioritas penanganan kelemahan dan ancaman itu. dan peluang lebih baik dari ancaman. 16 . Analisis itu dapat digambarkan sebagai berikut. Hasil analisis SWOT dimanfaatkan untuk menyusunan strategi pemecahan masalah. BAN-PT. Pedoman Evaluasi-diri Program Studi dan Perguruan Tinggi. Jika kekuatan lebih besar dari kelemahan. maka strategi pengembangan sebaiknya diarahkan kepada perluasan/pengembangan program. maka seyogianya strategi pengembangan lebih ditekankan kepada upaya konsolidasi ke dalam. melakukan penataan organisasi secara internal dengan memanfaatkan kekuatan dan peluang yang ada. Perbaikan & Pengembangan Ancaman (T) Mengerahkan kekuatan Kekuatan/Ancaman Mengendalikan ancaman Kelemahan/Ancaman Gambar 4. sedangkan jika kekuatan lebih kecil dari kelemahan.

17 . 2008. Pedoman Evaluasi-diri Program Studi dan Perguruan Tinggi.ANALISIS KKPA [SWOT] Faktor Internal Faktor Eksternal Kekuatan [S] Strategi SO -------------------------Gunakan “S” untuk memanfaatkan “O” Kelemahan [W] Strategi WO ---------------------------Menghilangkan “W” dan memanfaatkan “O” Peluang [O] Perluasan Konsolidasi Strategi ST -----------------------Gunakan “S” untuk Menghindarkan “T” Strategi WT -------------------------Minimalkan “W” untuk Menghindarkan “T” Ancaman [T] Gambar 5. Analisis SWOT dan Prioritas Strategi Pengembangan BAN-PT.

dan refleksi mengenai keadaan. tidak ada format baku mengenai laporan hasil evaluasi-diri itu. Format Laporan Hasil Evaluasi-diri Sebenarnya. Laporan evaluasi-diri diawali oleh suatu rangkuman eksekutif. 18 . Namun demikian. Laporan itu disusun secara komprehensif. yang merupakan singkatan isi laporan lengkap evaluasi-diri. Memperhatikan penggunaan laporan evaluasi-diri seperti itu. dan perangkat pendidikan suatu program studi/perguruan tinggi. kinerja dan perangkat pendidikan program studi/perguruan tinggi yang bersangkutan. B. tanpa membaca keseluruhan laporan lengkap. dan dimaksudkan untuk memberikan gambaran menyeluruh. dan untuk mempersiapkan evaluasi eksternal atau akreditasi. sehingga siapa pun yang membaca. Pedoman Evaluasi-diri Program Studi dan Perguruan Tinggi. dan mudah difahami. maka laporan hasil evaluasi-diri itu disiapkan oleh program studi/perguruan tinggi pada saat asesmen lapang atau kunjungan pakar sejawat di tempat program studi/perguruan tinggi. lengkap. jelas dan singkat. kinerja. LAPORAN HASIL EVALUASI-DIRI A. analisis. terutama oleh program studi/perguruan tinggi yang bersangkutan untuk berbagai maksud seperti dikemukakan pada awal naskah ini.VI. sistematis. antara lain untuk memutakhirkan pangkalan data program studi/perguruan tinggi dalam bentuk profil yang komprehensif. maka dianjurkan bahwa laporan hasil evaluasi-diri itu disusun dengan format dan sistematika yang mencakup materi sebagai berikut. perencanaan dan perbaikan program studi secara sinambung. BAN-PT. Untuk kelengkapan rujukan bagi borang atau portofolio yang disampaikan kepada BAN-PT. 2008. untuk memudahkan pengkajian dan asesmen trerhadap laporan evaluasi-diri dalam rangka akreditasi oleh BAN-PT. Laporan itu digunakan. sehingga pembaca laporan dapat menangkap apa yang dilaporkan. penjaminan mutu internal program studi/perguruan tinggi. mengkaji dan memanfaatkan laporan itu dapat memahami seperti apa yang dimaksudkan oleh penyusunnya. Makna Laporan Hasil Evaluasi-diri Laporan hasil evaluasi-diri adalah deskripsi. sebagai hasil kajian dan asesmen yang mendalam dan bersifat internal. yang digunakan sebagai bahan rujukan utama dalam mengkaji keadaan. maka isi laporan hasil evaluasi-diri mungkin lebih luas dan lebih lengkap dibandingkan dengan informasi yang dikemas dalam borang dan atau portofolio akreditasi.

Analisis antarkomponen 2. 6. Tatapamong. C. seperti halnya dengan format laporan. E. dan ditulis secara jelas bagi pembaca. Sistem Pengelolaan. Tujuan. dan Prasarana G. Penjaminan Mutu. C. Dokumen lain yang dirasa perlu dilampirkan. dan Suasana Akademik. Kopi dokumen yang perlu dicantumkan dalam laporan. dan Kerjasama. Kurikulum. Kepemimpinan. Yang penting dalam hal ini bahwa perwajahan itu konsisten merujuk pada sistem yang digunakan. Sumber Daya Manusia. Namun demikian. dan Sistem Informasi. 1. sepanjang berkaitan dengan BAN-PT. 3. F. Strategi dan pengembangan REFERENSI: Sumber-sumber utama yang digunakan dalam proses dan pelaporan evaluasi-diri LAMPIRAN: Format-format yang berisi rangkuman data pendukung. 7. 1. DESKRIPSI SWOT SETIAP KOMPONEN: A. D. Pembelajaran. 4. Pedoman Evaluasi-diri Program Studi dan Perguruan Tinggi. 2008. 2. Kertas A-4 Spasi: 1. merujuk kepada deskripsi SWOT setiap komponen. II. Perwajahan Laporan Perwajahan atau layout laporan. Pelayanan/Pengabdian kepada Masyarakat. ANALISIS SWOT program studi secara keseluruhan. maka perwajahan laporan itu mengikuti ketentuan sebagai berikut. Sarana. dan Sasaran. Penelitian. Mahasiswa dan Lulusan.5 Bentuk huruf (Font): Times new Roman atau Arial Ukuran huruf: 12 Sistematis Perwajahan dan tata tulis konsisten Bahasa Indonesia yang baik & benar BAN-PT. Misi. B. tidak ada yang baku. Pembiayaan.JUDUL LAPORAN KATA PENGANTAR DAFTAR ISI RANGKUMAN EKSEKUTIF SUSUNAN TIM PENYUSUN DAN DESKRIPSI TUGASNYA I. 5. Visi. 19 .

sedapat mungkin mencakup: o Keadaan sekarang. o Data pendukung.Catatan:  Uraian mengenai masing-masing komponen dalam laporan. Dalam menyajikan data dan informasi hasil evaluasi-diri dapat digunakan format-format yang telah disediakan oleh BAN-PT. kelemahan.    BAN-PT. dan pelengkapan data dan informasi yang telah disajikan dalam borang dan atau portofolio yang telah disampaikan kepada BAN-PT. 20 . kelemahan. dan ancaman. Pedoman Evaluasi-diri Program Studi dan Perguruan Tinggi. Data dan informasi yang dihasilkan dalam evaluasi-diri disiapkan pula oleh program studi/perguruan tinggi sebagai bukti-bukti yang disajikan pada saat asesmen lapang BAN-PT di tempat program studi/perguruan tinggi dalam rangka verifikasi. peluang dan ancaman adalah pernyataan singkat dan jelas mengenai keadaan yang sebenarnya berkenaan dengan setiap komponen evaluasi-diri program studi/perguruan tinggi. o Deskripsi kekuatan. Deskripsi kekuatan. 2008. peluang. validasi. dapat juga digunakan format-format yang telah biasa digunakan oleh program studi/perguruan tinggi sendiri.

. 2001. D. & Davis. Quality Assurance in UK Higher Education: A brief guide. BAN-PT. Handbook of Accreditation. Standards. S. M. Guidelines for Internal Quality Assessment of Higher Education. Sistem Akreditasi Program Studi S1. Jakarta: BAN-PT.K.DAFTAR RUJUKAN Accreditation Commission for Senior Colleges and Universities. BAN-PT.ac. McKinnon. Training and Youth Affairs. http:/www.. Jakarta: BAN-PT. K. Jakarta: BAN-PT. Quality Assurance Agency for Higher Education. 1998. 20 . 2001.. National Council for Accreditation of Teacher Education. 2001. BAN-PT. BAN-PT. Sistem Akreditasi Program Studi S2. Jakarta: BAN-PT. Ministry of National Education. Jakarta: BAN-PT. BAN-PT.H. 2000.qaa. Canberra: Department of Education. Gloucester: QAA. Pedoman Evaluasi-diri Program Studi dan Perguruan Tinggi. BAN-PT. Guidelines for External Accreditation of Higher Education . Higher Education Division. DC: NCATE. Jakarta: BAN-PT. 2001. Asesmen Institusi untuk Penentuan Kelayakan Perolehan Status Lembaga yang Mengakreditasi Diri bagi Perguruan Tinggi: Dari Akreditasi Program Studi ke Audit Lembaga Perguruan Tinggi. Pedoman Evaluasi-diri Program Studi. 2001. CA: Western Association of Schools and Colleges. Tadjudin. Technological and Professional Skills Development Sector Project. Washington. 2005. Jakarta: Directorate General of Higher Education. 2000. Sistem Akreditasi Program Doktor. Benchmarking: A Manual for Australian Universities. 1997. Sistem Akreditasi Program Studi D-III. Pedoman Evaluasi-diri Program Studi. BAN-PT. and Policies for the Accreditation of Professional Education Units. Guidelines for Self-evaluation Report Submission. 2000. 2002. Jakarta: BAN-PT. BAN-PT. 2008. 2001. Alameda. Walker. 2001.uk. Procedures. Batch II . Jakarta: BAN-PT. BAN-PT.R. Jakarta: BAN-PT.