Anda di halaman 1dari 26

EKTIMA

Lyndia Effendy Lab./ SMF. Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin RSU Haji / FK UHT Surabaya

Pendahuluan
Kulit: Koloni bakteri non patogen Koloni bakteri patogen yi. Staphylococcus aureus dan Streptococcus pyogenes

Ektima
Adalah pyoderma ulseratif yang disebabkan oleh streptococcus betahemolytic group A Disebut juga ulcerative pyoderma, cutaneus pyoderma, deep impetigo

Epidemiologi
Tersering pada anak (sering trauma) dan orang tua (dengan beberapa penyakit) Sama pada semua jenis kelamin dan ras

Patogenesis
Rusaknya kulit akibat garukan, gigitan serangga, dermatitis, keadaan imun rendah, malnutrisi, kebersihan yang kurang. Invasi kuman patogen pada epidermis oleh Streptococcus group A. Kerusakan sampai dermis

Gejala Klinis
Anamnesa: Gatal pada tungkai bawah Penderita anak, penderita diabetes, orang tua. Kebiasaan suka menggaruk Bisa disertai nyeri pada regional limfe

Gejala Klinis 2
Morfologi: Punched out ulcer sampai ke dermis Vesikopustulosa Krusta kuning tebal sukar dilepas dari dasarnya Ukuran 0,5 - 3cm Distribusi: Ekstremitas bawah (lutut dan kaki)

Diagnosa
Gejala klinis Pemeriksaan DL: leukositosis Pewarnaan Gram

Diagnosa Banding
Impetigo krustosa berlokasi di muka dan dasarnya berupa erosi

Diagnosa Banding 2
Ektima gangrenosum penyebabnya adalah pseudomonas aeruginosa

Penatalaksanaan
I. Non medikamentosa: Memperbaiki hygiene Potong kuku Mandi dengan sabun antiseptik Mengganti dan mencuci sarung bantal, handuk dan baju

Penatalaksanaan 2
II. Medikamentosa: Kompres terbuka dengan larutan permanganas kalikus 1/5000 atau yodium povidon 7,5% yang dilarutkan 10 kali dengan larutan PZ Obat topikal: basitrasin, neomycin. Obat oral bisa erythromycin, cephalexin, clindamycin, dicloxacillin

Penatalaksanaan 3
III. Edukasi pencegahan menggunakan pembunuh serangga untuk menurunkan kejadian infeksi.

Prognosis
Prognosis terhadap pemberian antibiotik beberapa minggu memberikan respons yang baik meskipun penyembuhan lesinya lambat.

Tinjauan Kasus
I. Identitas Nama : Nn VB Umur : 14 tahun Jenis Kelamin : perempuan Pendidikan : lulus SMP Suku bangsa : Jawa Alamat : Semampir AWS I/33, Surabaya Tanggal pemeriksaan: 24 Mei 2010

Anamnesa
Keluhan utama : gatal di betis kanan Keluhan tambahan: kulit betis lecet, lepuh dan bernanah RPS: Sejak 1 bulan y.l.di betis kanan pdrt timbul bintil merah akibat gigitan nyamuk dan gatal. Diberi minyak tawon, masih gatal, digaruk. Bintil makin besar. Kulit menjadi lecet dan lepuh. Pergi ke dokter umum, nama obat minum dan salep lupa. Membaik

Anamnesa 2
Kemudian di betis kanan tersebut timbul bintil2 merah lagi, gatal dan tambah besar dan bernanah, coba salep garamisin 1 minggu, tidak membaik, sekarang dibawa ke RSU Haji poli kulkel. Tidak meriang, demam, tidak sakit di lipatan paha. Penderita ganti celana panjang setiap 2 hari sekali.

Anamnesa 3
RPD : penderita cenderung korengan setelah digigit nyamuk sejak usia kecil Riwayat alergi: ikan laut Riwayat DM : disangkal RPK : Ayah penderita cenderung korengan Ayah penderita alergi ikan laut Riwayat DM disangkal Riwayat sosial : Penderita suka menggaruk Kebiasaan mandi 2x sehari dengan air PDAM Kebersihan baju baik Makan dan gizi baik

Pemeriksaan Fisik
1. Status Generalis Keadaan umum : baik Nadi Tensi T ax Kesadaran Status gizi Kepala Leher Thorax anterior Thorax posterior Abdomen Extremitas superior Extremitas inferior : 82 X/menit : 110/80mmHg : 36,2C : compos mentis : baik : A/I/C/D -/-/-/: dBN : dBN : dBN : dBN : dBN : lihat status dermatologis

Status Dermatologis
Pada regio cruris posterior dextra terdapat beberapa ulcus yang ditutupi krusta tebal berwarna kuning dan hitam, yang sukar dilepas terdapat ekskoriasi. Berukuran 35cm, berbentuk variasi dari nummular sampai garis ekskoriasi yang berbatas tegas. Ulcus pertama sudah mengering. Sakit pada perabaan ulcus.

Resume
Seorang anak perempuan 14 tahun Gatal, luka bernanah pada betis kanan sejak 1 bulan yang lalu. Penderita suka menggaruk betis kanannya saat gatal dari gigitan nyamuk. Riwayat pemakaian garamisin 1 minggu Penderita tidak mengeluh demam, ataupun sakit di lipatan paha

Status dermatologis
Pada regio cruris posterior dextra terdapat beberapa ulcus yang ditutupi krusta tebal berwarna kuning dan hitam, yang sukar dilepas terdapat ekskoriasi. Berukuran 3-5cm, berbentuk variasi dari nummular sampai garis ekskoriasi yang berbatas tegas. Ulcus pertama sudah mengering. Sakit pada perabaan ulcus.

Diagnosis
Ektima regio cruris posterior dextra Diagnosa Banding: Impetigo

Planning
Diagnosa : pemeriksaan hapusan dengan pengecatan Gram Terapi : sistemik : erythromycin 3 x 250mg sesudah makan 3 x 1/hari selama 5 hari Terapi topikal : kompres luka dengan PZ selama 5 hari, neomycin krim setelah luka kering Edukasi : penderita dianjurkan lebih menjaga higienitas dan kebersihan. Hindari lesi dan garukan Meningkatkan asupan makanan bergizi

Prognosa
Baik, jika pengobatan adekuat, teratur dan menjaga higienitas serta kebersihan diri.

Terima kasih