Anda di halaman 1dari 38

TIFUS ABDOMINALIS

ILMU KESEHATAN ANAK 1

Definisi
Penyakit

infeksi akut yang biasanya terdapat pada saluran pencernaan dengan gejala demam yang lebih dari satu minggu, gangguan pada saluran pencernaan dan gangguan kesadaran.

Etiologi
Salmonella Basil

typhosa.

gram negatif, bergerak dengan rambut getar, tidak berspora. 3 macan antigen : O, H, Vi.

Mempunyai

Epidemiologi
Di 80

Indonesia --- endemik.

% yang dirawat di IKA FKUI-RSCM : di atas 5 tahun.

Patogenesa

Infeksi pada saluran pencernaan.

Basil diserap di usus halus. Melalui pembuluh limfe - peredaran darah - hepar, lien (basil bisa berkembang biak --- membesar diserati nyeri pada perabaan). Basil masuk kembali ke pembuluh darah (bakteriemia) --- menyebar ke seluruh tubuh tu ke kelenjar limfoid usus halus -- tukak --- perdarahan dan perforasi usus.

Gejala demam ok endotoksin.

Gejala klinis

Pada anak biasanya lebih ringan.

Masa inkubasi : 10-20 hari.


Selama masa inkubasi ditemukan gejala prodromal : perasaan tidak enak, badan lesu, nyeri kepala, pusing dan tidak bersemangat. Gejala klinis yang biasa ditemukan : demam, gangguan pada saluran pencernaan, gangguan kesadaran.

Demam

Berlangsung 3 minggu.

Sifat : remitten, suhu tidak seberapa tinggi.


Minggu I : suhu tubuh berangsur-angsur meningkat setiap hari, biasanya menurun pada pagi hari dan meningkat lagi pada sore dan malam hari.

Minggu II : p terus berada dalam keadaan demam.


Minggu III : suhu badan berangsur turun dan normal kembali pada akhir minggu ketiga.

Gangguan pada saluran pencernaan Mulut : nafas bau tidak sedap.

Bibir kering dan pecah-pecah (ragaden).


Lidah ditutupi selaput putih kotor (coated tongue), ujung dan tepi kemerahan, jarang disertai tremor. Abdomen : perut kembung/meteorismus. Hepar dan lien >> disertai nyeri pada perabaan.

Biasanya didapatkan konstipasi, kadang N bahkan dapat juga diare.

Gangguan Kesadaran Umumnya kesadaran menurun : apatis somnolen. Jarang terjadi sopor, koma atau gelisah.
Gejala lain: Punggung dan anggota gerak ditemukan roseola (bintik kemerahan karena emboli basil dalam kapiler kulit) - minggu I demam Kadang bradikardia. Epistaksis.

Relaps

Yaitu keadaan berulangnya gejala penyakit tifus abdominalis, berangsung lebih ringan dan lebih singkat. Terjadi dalam minggu ke II setelah suhu badan normal kembali. Karena terdapat nya basil dalam organ-organ yang tidak dapat dimusnahkan baik oleh obat maupun oleh zat anti. Mungkin pula terjadi pada waktu penyembuhan tukak, terjadi invasi basil bersamaan dengan pembentukan jaringan fibroblast.

Komplikasi

Usus halus : - Perdarahan usus. - Perforasi usus. - Peritonitis. Di luar usus : - Sepsis -- kolesistitis, ensefalopati. - Infeksi sekunder bronkopneumonia. - Dehidrasi dan asidosis.

Diagnosa
Anamnesa. Pemeriksaan Dasar

jasmani.

diagnosa Observasi tifus abdominalis.

Laboratorium yang menyokong diagnosa

Pemeriksaan darah tepi : leukopenia, limfositosis relatif dan aneosinofilia pada permulaan sakit. Mungkin terdapat anemia dan trombositopenia ringan. Pemeriksaan sumsum tulang : hiperaktif RES dengan adanya sel makrofag, sistem eritropoiesis, granulopoesis dan trombopoesis berkurang.

Laboratorium untuk buat dx


Biakan

empedu : basil Salmonella typhosa ditemukan dalam darah pada minggu I. Selanjutnya dalam urine dan faeces.

Pemeriksaan

widal : untuk membuat diagnosa yang diperlukan adalah titer zat anti terhadap antigen O --- 1/200 dan atau menunjukkan kenaikan yang progresif.

Diagnosa banding
Paratifoid Influenza. Malaria. Tuberkulosis. Dengue. Pneumonia

A, B, C.

lobaris.

Therapi

Isolasi penderita dan disinfektan pakaian dan ekskreta. Perawatan yang baik.

Istirahat selama demam 2 minggu normal kembali. Diet : makanan mengandung sukup cairan, kalori dan tinggi protein.

Obat pilihan : Kloramfenikol do 100 mg/kgbb/hari 4 kali sehari po/IM/IV. Jika ada komplikasi --- therapi.

SALMONELOSIS
Segolongan

peyakit infeksi yang disebabkan oleh sejumlah besar spesies yang tergolong dalam genus Salmonella.
saluran pencernaan.

Mengenai Etiologi

: Basil Salmonella.

Epidemiologi
Host

: berbagai jenis binatang.

Dapat

tahan hidup untuk waktu yang lama, berkembang biak dalam makanan, bahan makanan.

Patogenesa
Perubahan

pada jaringan yang terkena serupa dengan tifus abdominalis, hanya lebih ringan. pada saluran pencernaan : nekrosis pada mukosa usus gastroenteritis dalam jarang.

Perubahan

Ulserasi

Bakteriemia

--- peradangan organ lain.

Gejala klinis

Beraneka ragam.
Karena peradangan pada usus, paru atau sepsis. Terdapat 2 gambarn klinis : - Mirip dengan tifus abdominalis. - Mirip dengan keracunan obat.

Salmonella tifus abdominalis


Masa

inkubasi : 12 hari.

Gejala

prodromal : nyeri kepala, tidak enak badan, lesu, tidak bersemangat, sakit perut.

Selanjutnya

gejala klinis serupa dengan tifus abdominalis.

Salmonella - gastroenteritis

Masa tunas singkat : beberapa jam.

Gejala : gangguan pada pencernaan -- mual, muntah dan diare. Tinja encer, frekwensinya sering dengan lendir, kadang disertai darah.
Komplikasi : dehidrasi dan asidosis. Diagnosa pasti : pemeriksaan bakteriologis - Basil Salmonella (+). Therapi : serupa dengan gastroenteritis.

SIFILIS KOGENITAL

SIFILIS KONGENITAL

Penyakit menular yang disebabkan oleh Treponema pallidum. Ditularkan oleh ibu kepada fetus yang dikandungnya.

Patogenesa

Terjadi sesudah bulan ke4 atau ke5. Jaringan yang terkena : tulang, sumsum tulang, paru, hepar, lien.

Gejala kulit dan selaput lendir --nyata beberapa minggu/bulan setelah bayi dilahirkan, tetapi kadang terdapat pada waktu bayi dilahirkan.

Pembagian klinis

Jenis dini (early congenital syphilis). Jenis lanjut (sifilis tarda, late congenital syphilis, juvenile congenital syphilis)

Early congenital syphilis

Rhinitis yang khas --- sekret muko purulen, kadang berdarah, bibir atas terkupas, kadang ulcerasi pada tulang rawan hidung --- sadle nose. Kalainan kulit dan mukosa : - Makulopapula. - Pemfigus. - Desquamasi kulit. - Ragaden. - Kondilomata.

Hepatosplenomegali, sering disertai ikterus. Pneumonia alba. Tulang dan persendian : periostitis, osteokondritis, tanda Weinberger, daktilitis, caput kuadratum. Susunan syaraf pusat : kejang, hidrosefalus, buta, tuli. Anemia mikrositik dan hipokromik,

Sifilis tarda/late congenital syphilis

Panjang dan berat badan kurang dari biasa. Keratitis interstitialis. Kelainan meningo-vaskulus. Periostitis. Trias Hutchinson. Ragaden. Penebalan diafise --- sabre tibia. Hepatosplenomegali. Nefritis sifilitik.

Diagnosa

Anamnesa. Pemeriksaan fisik. Pemeriksaan radiologi tulang. Pemeriksaan serologi.

Therapi

Kurang dari 2 tahun : penisilin prokain 15.000 U/kgbb/hari selama 10 hari atau penisilin benzatin 50.000 U/kgbb/minggu selama 3 minggu. Lebih dari 2 tahun : penisilin prokain 20.000 U/kgbb/hari selama 10 hari atau penisilin benzatin 100.000 U/kgbb/minggu selama 3 minggu. Bila alergi terhadap penisilin dapat diberikan tetrasiklin HCl sebanyak 60 mg/kgbb/hari selama 12-15 hari atau eritromisin sebanyak 15 mg/kgbb/hari selama 12-15 hari.

Pencegahan

Membasmi sifilis dalam masyarakat. Pemeriksaan secara teratur. Bila perlu therapi pada wanita yang sedang hamil.

LEPTOSPIROSIS

Penyakit infeksi yang disebabkan oleh Leptospira, suatu jenis bakteri golongan Spirochaeta. Etiologi : Leptospira icterohaemprrhagica, Leptospira batavia, Leptospira canicola dan Leptospira javanica.

Hospes : tikus atau anjing.

Patogenesa
Infeksi pada manusia terjadi karena makan makanan atau minum air yag terkontaminasi oleh urine tikus atau anjing yang menderita leptospirosis atau kontak langsung melalui luka di kulit.
Permulaan sakit, leptospira terdapat dalam darah --- ke otot, hepar, ginjal, mata da selaput otak.

Gejala klinis
Masa inkubasi : 1-2 minggu. Dapat ringan sampai berat. Gejala khas : panas mendadak, kadang menggigil, diikuti panas remitten, nyeri otot, nyeri kepala, untah, sakit mata. Hari ke 3-5 ikterus dan perdarahan, kesadaran menurun, disorientasi dan koma. Lamanya sakit dapat berlangsung sampai 2 bulan. Pada bentuk meningeal : nyeri kepala mendadak, fotofobia, injeksi konjunctiva dan nyeri otot, kaku kuduk sedikit. Gejala meningitis kadang tidak ada.

Laboratorium
Diuresis berkurang (oliguria). Pemeriksaan urin : albumin, silinder, eritrosit (+). Retensi nitrogen dalam darah, terdapat kelainan fungsi ginjal. Pemeriksaan darah tepi : leukositosis dengan pergeseran kekiri.

Pungsi lumbal : kelainan LCS yang menyerupai meningitis serosa. Isolasi Spirochaeta dari darah, urin, LCS. Antibodi spesifik dalam darah.

Pengobatan
Penicillin.
Tetrasiklin.