Anda di halaman 1dari 30

ILMU KESEHATAN ANAK

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS AL-ZAYTUN

TOPIK KULIAH ILMU KESEHATAN ANAK I


Infeksi. Hepatologi. Gastroenterologi. Perinatologi. Pulmonologi.

INFEKSI VIRUS
Commond cold. Penyakit sistemik inklusi sitomegali. Dengue. Encephalitis. Morbili. Meningitis virus. Parotitis epidemika. Poliomyelitis. Varicella Variola.

COMMOND COLD

Infeksi primer di nasofaring dan hidung yang sering dijumpai pada bayi dan anak. Etilogi : virus. Faktor predisposisi : - Kelelahan. - Gizi buruk. - Anemia. - Kedinginan.

GEJALA KLINIS
Gejala nasofaringitis pilek, batuk, bersin.
Hidung keluar sekret (CORYZA) Sumbatan hidung (kongesti) bernafas melalui mulut, gelisah. Tenggorokan kering, nyeri.

DIAGNOSA BANDING
Rhinitis alergika. Difteri nasal. Benda asing. Ulkus. Sifilis kongenita.

KOMLPIKASI
Sinusitis paranasalis.
Otitis media akut (OMA). Radang saluran bagian bawah (laringitis, trakeitis, bronkitis, bronkopneumonia).

PENGOBATAN
Simptomatik : Expectoran batuk. Sedative. Antipiretik. Infeksi sekunder antibiotik. Kontra indikasi antitusif. Anak besar efedrin tetes hidung.

PENYAKIT SISTEMIK SITOMEGALI

Suatu penyakit sistemik yang ditandai adanya badan inklusi intranukleus dan intrasitoplasmik dalam sel-sel yang besar dari alat tubuh visceral.

Etiologi : virus herpes simpleks.


Epidemiologi : pasca natal, pranatal, perinatal.

MANIFESTASI KLINIS
Bayi dengan berat badan lahir rendah. Sistem hematopoietik, hepar, SSP.

Hepatomegali, splenomegali, ikterus, anemia, trombositopenia, purpura, kalsifikasi cerebrum.


Menonjol : pneumonitis/enterokolitis.

DIAGNOSIS berdasarkan: - Biakan jaringan. - Kenaikan titer antibodi. - Pemeriksaan darah arteri umbilikalis. DIAGNOSIS BANDING
Eritroblastosis foetalis, sepsis, toksoplasmosis, sifilis kongenital, herpes simpleks generalisata, anemia hemolitik kongenital, leukemia kongenital.

DENGUE

Suatu infeksi Arbovirus (arthropod-borne virus) akut, ditularkan oleh nyamuk spesies Aedes. Etiologi : Virus dengue (arbovirus B). Vektor : Aedes aegypti, Aedes albopictus. Epidemiologi : silent dengue infection. PATOGENESA
Hipothesis infeksi heterolog sekunder. Renjatan/shock: terbentuk kompleks virus antibodi dalam sirkulasi aktivasi komplemen melepaskan histamin meningkatkan permeabilitas dinding pembuluh darah plasma keluar.

Disseminated intravascular coagulation (DIC) perdarahan hebat gastrointestinal.


MANIFESTASI KLINIK

Dengue fever. Dengue haemorrhagic fever. Dengue shock sydrome.

Dengue fever
5-8 hari. Gejala prodromal : nyeri kepala, nyeri berbagai bagian tubuh, anoreksia, menggigil dan malaise. Sindrom trias : - Demam tinggi. - Nyeri anggota badan. - Ruam.

Dengue Haemorrhagic Fever


Manifestasi klinis (WHO): - Demam tinggi. - Perdarahan kulit. - Hepatomegali. - Circulatory failure (kegagalan peredaran darah).

Laboratorium : Trombositopenia (< 100.000), Hemokonsentrasi (PCV > 20 %).

Diagnosa : - Ditemukan 2 atau 3 patokan klinis. - Disertai trombositopenia dan hemokonsentrasi.

Dengue Shock Syndrome


Penderita DHF yang disertai renjatan. Setelah demam berlangsung beberapa hari. Keadaan umum penderita tiba-tiba memburuk. Klinis : kegagalan peredaran darah, tekanan nadi < 20 mmHg, tekanan sistolik < 80 mmHg.

Derajat penyakit DHF (WHO)


Derajat I : Demam disertai gejala tidak khas, RL/uji tornikuet (+). Derajat II : Derajat I disertai perdarahan spontan di kulit/lainnya. Derajat III : Kegagalan sirkulasi. Derajat IV : Renjatan berat --- nadi tak teraba, tekanan darah tak terukur.

DIAGNOSA BANDING
Chikungunya haemorrhagic fever. Sepsis. Meningitis meningococcus. ITP (idiopathic thrombocytopenic purpura). Leukemia stadium lanjut. Anemia aplastik.

THERAPI DHF tanpa renjatan : - Minum banyak (air gula, susu,oralit). - Antipiretik dan surface cooling. - Antikonvulsan (> 1 tahun --- luminal 75 mg, < 1 tahun --- luminal 50 mg).
IVFD (intravenous fluid drip) p muntah terusmenerus, nilai hematokrit >>.

DENGUE SYOK SYNDROME (DSS) : Penggantian volume (Ringer Laktat diguyur). Keadaan tidak berat : 20 ml/kgbb/jam. Tranfusi darah : perdarahan gastrointestinal hebat.

ASPEK SEROLOGIS
Infeksi virus dengue antibodi (neutralizing antibody) hemagglutination inhibition antibody complemen fixing antibody.

Pemeriksaan : Neutralizing test, Complemen fixation test/haemagglutination inhibition test.

PENCEGAHAN DAN PEMBERANTASAN


Pemutusan rantai penularan : virus, Aedes aegypti dan manusia. 1. Perlindungan perorangan. 2. Pemberantasan vektor jangka panjang. 3. Bahan kimia : abate, fogging.

ENSEFALITIS

Infeksi jaringan otak oleh berbagai macam mikro organisme. Etiologi : bakteri, protozoa, cacing, jamur,spirochaeta, dan virus.
GEJALA KLINIS Suhu mendadak naik/hiperpireksia. Kesadaran cepat menurun (nyeri kepala). Muntah. Kejang umum, fokal, twiching. Gejala cerebrum parese/paralise, afasia. LCS N/sedikit peninggian jumlah sel, kadar protein atau glukosa. EEG : aktifitas listrik merendah.

DIAGNOSIS Gejala klinis. Etiologi : biakan, serologis, patologi anatomi.

PENGOBATAN Antikonvulsif (IM atau IV) --- valium, luminal. Pemasangan IVFD. Surface cooling. Hibernasi --- largactil 2 mg/kgbb/hari dan phenergan 4 mg/kgbb/hari secara IV/IM, asetosal/parasetamol. Glukose 20 %, 10 ml intravena.

PROGNOSIS DAN KOMPLIKASI


Angka kematian : 35-50 %. Komplikasi : 20-40 % paresis/paralisis. pergerakan koreotetoid. gangguan penglihatan. gejala neurologis lain. retardasi mental, masalah tingkah laku, epilepsi.