Anda di halaman 1dari 6

SUZUKI SMASH 02-05: MULAI BUTUH PERAWATAN?

Hemm tak terasa Smash (FD 110 XC) hadir dipasaran sudah menjajaki masa 7 tahun. Kental banget kalau motor ini yang menjadi perputaran laba pabrikan Suzuki, sekaligus dijadikan predator di kelas bebek. Sebab, pelan tapi pasti, bebek yang memiliki tag line si gesit irit ini mengalami perubahan skala minor change dan face lift hingga dress up. Dengan demikian segmeen pasar yang ditempati Smash lebih luas, umur 15 tahun hingga 40 tahun pun pas dengan Smash. Coba ikuti perkembangannya, di 2003 awal di produksi masih menggunakan rangka model mono frame yang dikenal ringan, dengan bagasi minim 3,1 liter serta karbu Mikuni 17 mm. Dan model demikian ini dipertahankan hingga 2004. Dan di 2005, knalpot mengalami perkembangan model mega phone semi sport. Desain knalpot ini diyakini milik Suzuki Best 125 (Shogun 125 versi Thailand), seperti yang terpampang di buku catalog service Suzuki Shogun 125 pertama kali muncul di 03. Baru di 06, mulai diluncurkan New Smash (FK 110) dengan desain bodi lebih futuristik dan lebih ramping. Sektor penerangan juga berubah, dengan keberadaan sein di tengah front cover, terpisah dengan head lamp. Begitu juga dengan speedometernya, memiliki fitur mewah. Rangka mengalami rombakan frontal, kombinasi main frame dan double frame, mirip dengan Shogun 125 sehingga lebih kokoh dan stabil. Dan bagasi menjadi 8,0 liter. Doping tenaganya juga baru, berganti Mikuni 18 mm, dilengkapi Transient Enrichment System (TES). Dan evolusi New Smash ini masih menetap hingga sekarang. Dan di 2010 ini rumornya Smash akan mengalami evolusi lagi dengan julukan Smash Titan atau Smash Revo. Dengan ilustrasi evolusi Smash, minimal pemilik Smash awal di 03 bisa memiliki inspirasi untuk meremajakan tampilan Smash menjadi New Smash. Terlepas dari tampilan bodi, apa saja yang perlu diperhatikan kala sudah menginjak 7 tahun ? ikuti saja penuturan Ari Sumarsono koordinator service Suzuki PT. IJMG, Surabaya dan Houce tuner yang biasa menangani Smash, di kawasan Manyar Sambongan, Surabaya. Main jet-pilot jet Selisih 1 mm, karbu Smash lama 17 mm (diameter skep-throtle valve) dan New Smash 18 mm. Ada yang perlu ditinjau ulang, yakni sektor daleman karbu nya. Smash lama main jet 92,5 bisa diganti main jet New Smash menjadi 95. Begitu juga dengan pilot jet dari 12,5 menjadi 15. Cara ini diyakini paling praktis untuk meningkatkan performa Smash lama, agar lebih bertenaga di top speed dan serasa seperti menunggang New Smash agar kembali betah memacunya.

Dan komposisi daleman karbu ini diyakini mampu menstabilkan suhu mesin, bagi penyuka touring. Sebab, komposisi main jet dan pilot jet nya kategori setingan basah. Noken as & Rocker Arm Dalam 7 tahun dipastikan perangkat ini sudah mengalami penyimpangan dalam tinggi puncak noken as. Biasa yang terjadi gesekan yang tak rata disertai baret kedalaman 0,5 mm pada permukaan noken as. Ada yang menarik pada spesifikasi antara Smash dan New Smash. Lifter noken as Smash lama (5,9 mm in dan 5,7 ex) dan lifter noken as New Smash (6,1 mm in dan 5,8 mm- ex). Disini makin memperjelas perolehan tenaga New Smash di gasingan menengah hingga top speed pasti lebih bagus. So, buat pemilik Smash lama bisa mengaplikasikan noken as New Smash. Dalam penggantian noken as, sertai dengan penggantian pegas katup yang baru. Mengingat, makin tingginya lifter noken as dipastikan membutuhkan tegangan pegas katup yang lebih kenyal pula. Periksa juga permukaan tapak temlarnya, khususnya saat mulai menginjak 60 ribu Km atau 5 tahun. Sebab, dibagian itu acap timbul coakan bekas gesekan dengan noken as. Ujung tangkai katup penyok Masih di seputaran silinder cop, awas kalau sampai terlalu lama atau lebih 4 tahun tak membongkar silinder cop untuk keperluan bersih-bersih kerak dan skir katup . Sebab, ujung tangkai katup yang biasa ditekan baut stelan katup (tapet) acap mengalami penyok lalu melebar seperti paku. Kemudian waktu pembongkaran katup jadi susah dikeluarkan dari rumahnya (bushing). Tak ada trik lain kecuali mengikir sekeliling ujung tangkai katup untuk mengeluarkannya. Penyebabnya, terlalu lamanya clearance stelan katup dibiarkan kendor. Sehingga frekwensi pukulan baut stelan katup ke ujung tangkai katup makin sering terjadi. Mangkuk kopling ganda Sisi bagian dalam nya aus beralur mengikuti bekas tapak kampas sentrifugal, wajar terjadi pada bebek. Sebab, perangkat ini yang selalu aktif dalam mekanis bebek bersintrifugal non kopling manual. Dengan demikian, bawaan saat awal start membutuhkan bukaan handgrip lebih lebar. Kondisi seperti ini bukaan skep karbu jadi lebar, sehingga sedikit debit gas segar yang mubazir tak dimanfaatkan buat jalan. Dan hal ini yang menyebabkan jadi boros. Kalau merasa pada Smash anda seperti ini, lakukan pemeriksaan pada mangkuk sentrifugalnya. Kalau benar sudah aus, lakukan penggantian. Biasa terjadi disetiap 60 ribu Km atau usia 5 tahun keatas. Decit lengan ayun Suara citcit..ini biasa timbul ketika motor didorong dinaiki kondisi mesin mati, seperti saat melewati pos atau masuk gang. Hal ini akibat dari minimnya

perawatan, apalagi sektor ini tak masuk dalam menu tune up. Sehingga makin jarang pula bagian ini terjamah oleh vet. Penting bagi pemilik Smash yang belum 7 tahun, untuk memasukkan item ini saat service tune up. Agar, bushing lengan ayun tetap tak bersuara. Selain itu juga untuk memperpanjang umur bushing lengan ayun agar tetap stabil dalam pemakaiannya. Bracket stop lamp putus Biasa terjadi pada Smash lama ketika terlalu sering mengalami kejutan di jalan yang berlubang. Dan kejadian ini tak pandang umur. Sebab, bracket stop lamp langsung nyambung dengan bodi. Alhasil, dudukan stop lamp jadi kurang ajeg. Kalau sudah putus tak perlu ganti baru, mending ditrik saja biar lebih awet. Caranya sediakan plat berukuran 15 cm x 7 cm dengan ketebalan 2 mm, kemudian lekuk sampai berbentuk L. Kemudian lubangi 10 mm sebanyak 4 bagian di setiap pojok plat, sesuai dengan lebar posisi baut pada stop lamp. Dua lubang ini nantinya manfaatkan sebagai dudukan stop lamp dan dua lubang lain jadikan pengait pada sub frame belakang. Kabel speedometer terkelupas Nah biasa terjadi pada kabel speedometer yang dekat dengan ujung rumah gir speedometer. Problem ini bukannya disebabkan dari kerusakan, tapi lebih dikarenakan umur menjelang 5 tahun. Meskipun sudah diberi pelumas rutin, tapi tetap saja usia kabel pelindungnya tak bisa tahan. Sebab kabel speedometer Smash terlalu panjang dan pada titik itu rawan tertekuk berulang-ulang. Sehingga di bagian ini rawan terkelupas dan mengundang debu masuk ke dalam kabel. Murah penggantiannya, cuman Rp. 13 ribu. Cek daleman sok depan Masih di seputaran kaki depan, dalam usia 7 tahun lakukan pemeriksaan daleman sok depan. Terkait dengan masalah mekanis hidrolisnya. Langkah awal, kuras oli sok depan dan lanjutkan dengan pemeriksaan plunger, serta pegas spiral dalemannya. Untuk mengembalikan fungsi sok depan lebih bagus, ganti spiral, plunger. Untuk oli sok pakai rekomendasi pabrik, setiap tabungnya isikan 60 cc 65 cc. Harga bekas Suzuki Smash 110 cc 2003 : Rp. 5,5 juta 2004 : Rp. 6 juta 2005 : Rp. 6,5 juta 2006-2007: Rp. 7,2 juta Harga Spare Part Suzuki Smash Kampas rem depan Rp. 25.000 Kampas rem belakang Rp. 20.000

Kampas kopling Rp. 47.700/biji Piston assy Rp. 89.400 Gir assy Rp. 115.800 Kabel gas Rp. 20.000 Kabel speedometer Rp. 13.000 Bearing roda depan Rp. 15.000 Bearing roda belakang Rp. 14.000 Harga spare part New Suzuki Smash baru Head lamp Rp. 165.000 Cover head depan Rp. 69.700 Cover head belakang Rp. 14.000 Stang kemudi Rp. 88.200 Speedometer Rp. 634.900 Front cover Rp. 77.300 Sein depan assy Rp. 59.800 per biji Sayap depan Rp. 84.300 Spakbor depan Rp. 110.100 Behel Rp. 75.400 Lengan ayun Rp. 166.600

5 LANGKAH MUDAH SERVIS MOTOR SENDIRI OTOMOTIFNET - Musim liburan kenapa enggak meluangkan waktu untuk digunakan menservis motor sendiri di rumah. Tenang... gak usah khawatir bakal ribet. Karena dengan mengikuti 5 langkah praktis di bawah ini, dijamin enggak bakal merepotkan. Apalagi tunggangan akan selalu sehat. Itung-itung, sekalian belajar nyerpis motor sendiri kan. Yuk, kita praktekkan! 1. FILTER UDARA Karena fungsinya menyaring udara yang masuk ke karburator, dalam jangka waktu tertentu perangkat ini bisa kotor tertutup debu. Bila itu sudah terjadi, untuk filter yang model sponge atau kertas bisa langsung dibersihkan. Namun filter jenis viscos element (Honda Vario, Beat dan Yamaha Mio), harus diganti. Membersihkannya tergantung dari bahan. Bila busa, tinggal celup dalam bensin lalu dikeringkan dengan cara memerasnya. Lakukan beberapa kali sampai dirasa benar-benar bersih. "Jangan dipelintir ya, soalnya bisa gampang rusak dan jadi melar. Setelah diperas, permukaan busa dilumuri oli SAE 10W-40 secukupnya. Pastikan pakainya oli baru," saran Hasan Basri, mekanik Hasan Motor di Kelapa Dua, Jakbar. Filter udara Karburator Ruang bakar Busi 2. KARBURATOR Dari tangki, bensin kemudian disalurkan ke karburator. Dari perangkat ini, kemudian uap bensin terisap masuk ke ruang bakar. Nah agar suplai bahan bakar ke ruang bakar enggak tersendat, maka karburator harus dibersihkan secara berkala. Untuk bersihin-nya, gak musti bongkar karburator. Bersih-bersihnya bisa dilakukan dengan cara menyemprokan cairan pembersih karburator melalui lubang venturi yang menempel pada boks filter udara. "Semprotkan beberapa kali, dengan mesin dalam keadaan hidup. Saat cairan disemprotkan dalam karburator, jangan lupa gas dimainkan," kata Hasan 3. RUANG BAKAR Akibat dari proses pembakaran, biasanya ruang bakar akan ada penumpukan kerak. Terutama pada kubah kepala silinder. Dulu, untuk membersihkannya, harus membongkarnya.

Tapi sekarang dapat dilakukan sendiri oleh pengguna motor pemula sekalipun. Caranya menyemprotkan cairan engine conditioner ke dalam ruang bakar. "Melalui lubang busi. Lalu baru pasang lagi busi dan nyalakan mesin. Hasilnya kalau memang ruang bakar dalam kondisi kotor, maka asap hitam akan keluar dari knalpot. Lakukan beberapa kali, sampai asap item hilang," tutur Asep, mekanik bengkel Padepokan Motor Sport, di Depok. Rantai 4. BUSI Sama dengan ruang bakar, karena proses pembakaran terjadi kerak yang menempel pada kepala busi. Bila ini dibiarkan, maka proses pembakaran terganggu, akibat dari minimnya letikan api dari busi untuk membakar uap bensin. Agar hal itu gak terjadi, kepala busi mesti dibersihkan dari kerak yang menempel. Caranya bersihkan bagian tersebut (elektrode bagian samping dan tengah) dengan ampelas atau bisa juga dengan sikat kawat. 5. RANTAI Kendor, kering dan berdebu, membuat kinerja perangkat penghubung gerak roda belakang ini akan kurang maksimal. Nah untuk membuatnya kembali tokcer, perlu disetel lagi dengan jarak main 2,5-3 cm. Jika rantai kering, bisa dilumasi dengan pelumas. Pastikan oli yang digunakan masih baru. "Cara yang lebih praktis lagi, dengan menyemprotkan chain lube. Selain jadi enggak kering, rantai juga bebas debu," terang Hasan