Anda di halaman 1dari 62

MEMBACA DIAGRAM ALIR

HELMI ARISMAN, M.Pd. LILY ANGRAINI, S.Pd.

KEGIATAN PEMBELAJARAN 2

Air baku Koagulasi, Flokulasi dan Pengendapan Penyaringan Disenfeksi Pengendalian Aus / Korosi

Keruh, mikroorganisma, TSS dan warna tidak menarik

Pengendalian Rasa dan bau Pelunakan dan pengurangan mineral

Air Bersih

Kimia proses

Koagulasi &Flokulasi Sedimentasi

Filtrasi

Penampungan

Koagulasi, Flokulasi dan Pengendapan


Benda-benda tersusepensi di dalam air dapat mengendap secara alamiah dengan bantuan bahan penggumpal
Kumpulan benda-benda yang besar dalam air dihilangkan dengan penyaringan Penggumpal utama yang digunakan dalam penjernihan air adalah alum (Al2(SO4)314H2O, copperas (FeSO47H2O), Ferricsulfat (Fe2(SO4)3), Ferric-cloride (FeCl3), Coperas berchloride (menhasilkan Ferric-sulfat dan Ferric-cloride dan silika yang diaktifkan.

Al2(SO4)3 + 6 H2O 3 H2SO4 + 3 Ca(HCO3)2 6H2CO3 Keseluruhan

2Al(OH3) + 3 H2SO4 3CaSO4 + 6H2CO3

6 CO2 + 6 H2O

Al2(SO4)3 + 3 Ca(HCO3)2

2Al(OH3) + 3 CaSO4 + 6 CO2

Disenfeksi
Pencucihamaan dapat dilakukan dengan klorin (Chlorin), ozon atau sinar ultaviolet. Sasaran klorinasi adalah mematikan bakteri melalui daya germisidal. Klorinasi dengan dosis 0.8 mg klorin /Liter diperlukan untuk menghasilkan 0.2 mg klorin bebas / Liter sedangkan untuk menghasilkan 0,2 mg klorin terkombinasi diperlukan 0.53 mg klorin/Liter. Di dalam air klorin menghasilkan hydrochlorid (HCl) dan asam Hipoclorid (HOCL). HOCl yang tak terdisosiasi merupakan disinfektan yang lebih efektif dari pada ion OCl oleh karena pencucihamaan lebih efektif pada air asam.

Pengendalian Aus/ Korosi


Korosi disebkan karena logam yang terkena reaksi kimia oleh air yang mengandung logam. Kecepatan pelarutan logam berbanding terbalik dengan kebasaan, kesadahan, dan nilai pH air dan berbanding lurus dengan kadar Oksigen, karbondioksida, suhu dan kecepatan arus air Cara yang praktis untuk mengurangi korosi adalah memberikan lapisan pelindung kalsium karbonat pada permukaan pipa selain dilakukan klorinasi air yang digunakan untuk proses.

Fe + 2 H+ Fe2+ + 2H2O Fe(OH) 2 + 2H2CO3

Fe 2+ + H2 Fe(OH) 2 + 2H+ Fe(HCO3)2 + 2H2O 4Fe(OH) 3 + 8H2CO3

4Fe(HCO3)2 + 10H2O + O2

Pelunakan ( Pengurangan Mineral)


Kesadahan air 100 mg/L terlalu tinggi, sedangkan air yang lunak mempunyai kesadahan 30-50 mg/L. Teknik utama untuk mengurangi kesadahan adalah pelunakan dengan kapur dan pertukaran ion

CO2 + Ca(OH) 2 Ca(HCO3) 2 +Ca(OH) 2

CaCO3

+ H2O CaCO3 + MgCO32 H2O + CuSO4

2CaCO3 + H2O Mg(OH)2

Mg(HCO3)2 + Ca(OH) 2 MgSO4 + Ca(OH) 2 CuSO4 + Na2CO3

CaCO3 + Na2SO4

Proses Pengolahan Air Bersih

Lembar Kerja Pembelajaran 2


Alat Bahan : Gelas beker, erlenmeyer, pengaduk, temometer, : air kotor, Al2(SO4)3 , klorin, kapur, air kotor dan sadah, pH universal.

Cara kerja Siapkan air kotor (air sungai, air sawah dll) yang akan dibersihkan sebanyak 5 liter Lakukan koagulasi / pengendapan dengan Al2(SO4)3 . Catat dosis yang diperlukan agar terjadi endapan. Jelaskan proses fisika dan kimia yang terjadi pada proses pengendapan tersebut. Lakukan klorinasi dengan senyawa klorin dengan dosis 0.8 mg klorin/L air. Jelaskan proses fisika dan kimia yang terjadi pada proses klorinasi tersebut. Lakukan penurunan kesadahan dengan penambahan kapur Jelaskan proses fisika dan kimia yang terjadi pada proses pengurangan kesadahan tersebut.

KEGIANTAN PEMBELAJARAN 3

Kerak garam (salt cake) Pemanggangan

Karbon dan gamping

Pengerasan
Abu hitam

Gasifikasi Pemekatan

Pengeringan
Na2CO3

Proses Le Blanc
Pemanggangan salt cake (kerak garam) dengan karbon dan gamping di dalam tanur putar dan kemudian dikeraskan dengan air. Produk kasar dari reaksi ini disebut black ash (abu hitam). Pengerasan dilakukan pada waktu dingin, pada pengerasan ini berlangsung hidrolisis sebagian sulfida. Ini kemudian diubah lagi menjadi karbonat melalui pengolahan dengan gas yang mengandung karbon dioksida yang berasal dari tanur abu hitam.

Larutan natrium karbonat yang dihasilkan, dipekatkan sehingga menghasilkan Natrium karbonat yang kemudian dikeringkan atau dikalsinasi.

Proses Solvay
Proses Solvay menggunakan brine (NaCl), batu kapur (CaCO3), sebagai bahan baku dan menggunakan ammonia sebagai reagen siklus. Reaktor yang digunakan adalah Packed tower. Natrium karbonat yang dihasilkan berupa light sodium carbonat dan dense sodium carbonat sesuai dengan kebutuhan pabrik yang menggunakannya

CaCO3 CaO + CO2 .. (1) CaO + H2O Ca(OH)2 . (2) NaCl + H2O + NH3 NaCl + NH4OH .. (3) 2 NH4OH + CO2 (NH4)2CO3 + H2O .. (4) (NH4)2CO3 + CO2 + H2O 2 NH4HCO3 (5) 2 NH4HCO3 + 2 NaCl 2 NaHCO3 + 2 NH4Cl (6) 2 NaHCO3 Na2CO3 + H2O + CO2 (7)

PEMBUATAN SODA DENGAN PROSES SOLVAY


1. CaCO3 dipanaskan pada suhu 1000 oC menghasilkan CO2 dan CaO. 2. campurkan NaCl + NH3 +H2O sehingga menghasilkan NaCl dan NH4OH. 3. NH4OH direaksikan dengan CO2 membentuk (NH4)2CO3 dan air. 4. (NH4)2CO3 dan air direaksikan lagi dengan CO2 pada suhu 0 C menghasilkan NH4HCO3 5. NH4HCO3 direaksikan dengan NaCl membentuk NaHCO3 dan NH4Cl 6. NaHCO3 dipanaskan pada suhu 300 C menghasilkan

Na2CO3
7. Produk CaO dari CaCO3 direaksikan dengan NaCl membentuk CaCl sebagai produk samping

DIAGRAM ALIR PEMBUATAN SODA ASH DENGAN PROSES SOLVAY


2 1
+ NH4OH + H2O

3 dan 4

NaCl + NH4OH

Lembar Kerja : Pembelajaran 3 Alat : Gelas beker, erlenmeyer, pengaduk, termometer, Bahan : Natrium karbonat teknis dan PA Cara kerja Amati label natrium karbonat pa : tuliskan sifat-sifatnya Amati natrium karbonat teknis dan pa meliputi warna, tekstur, dan kenampakan lainnya. Gambarkan cara produksi natrium karbonat melalui diagram PFD

KEGIATAN PEMBELAJARAN 4

DIAGRAM ALIR PROSES PEMBUATAN BUBUR KERTAS (PULP)

PROSES FLOW DIAGRAM PEMBUATAN PULP

PROSES PEMBUATAN BUBUR KERTAS (PULP)


Proses pembuatan pulp ada dua macam yaitu secara kimia (chemical pulping) dan proses mekanikal (mechanical pulping)
Kayu yang digunakan di Indonesia umumnya jenis Akasia. Kayu jenis ini berserat pendek sehingga kertas menjadi rapuh. Di mesin pembuat kertas (paper machine), serat kayu ini dicampur dengan kayu yang berserat panjang contohnya pohon pinus.

PROSES PEMBUATAN PULP


1. Woodyard Dimana sebuah lapangan luas umumnya terbuka tempat menerima dan menyimpan kayu gelondongan siap olah (log) untuk selanjutnya dilakukan proses pengkulitan, pemotongan kecil-kecil & penyaringan potongan kayu. 2. Barker dalam proses penghilangan kulit kayu ini, gelondongan kayu (log) dimasukkan dalam debarking drums, log silinder berputar mengakibatkan log ikut berputar dan bergesekan satu dengan yang lain melucuti kulit kayunya 3. Setelah itu log melewati stone trap (alat yang berbentuk silinder berfungsi untuk membuang batu yang menempel pada log), setelah itu log dicuci

Lanjutan..
4. Chipper Log yang sudah bersih ini kemudian di iris menjadi potongan-potongan kecil yang di sebut dengan chip. Chip kemudian dikirim ke penyaringan utama untuk memisahkan chip yang bisa dipakai (ukuran standar 25x25x10mm) dengan yang tidak. Chip yang standar disimpan ditempat penampungan. 5. Screen diperlukan filter penyaring untuk memisahkan potongan kayu yang lebih besar dari target ukuran diatas, dan menghilangkan debu mesin potong yang tidak perlu.

Lanjutan..
6. Digester Dari tempat penampungan, chip dibawa dengan konveyor ke bejana pemasak (digester). Steam dimasak dengan beberapa tahap. Pertama di kukus (presteamed), kemudian baru dipanaskan dengan steam di steaming vessel. chip di masak dengan cairan pemasak yang disebut dengan cooking liquor.. Larutan dan proses masak ini akan melembutkan dan akhirnya memisahkan serat kayu yang diinginkan dari lignin yaitu unsur kayu semacam lem yang menahan serat kayu bersatu. 7. Tahap selanjutnya setelah setelah bubur kertas siap kemudian dicuci dengan tujuan untuk memisahkan cairan sisa hasil pemasakan dan mengurangi dampak terhadap lingkungan.

Lanjutan..
8. Chemical Recovery and Regeneration proses sampingan kimia inorganik yang diolah ulang dari proses memasak sebelumnya, untuk memasak kembali. Bahan kimia buangan dari proses memasak sebelumnya masih dapat diproses ulang, tidak dibuang begitu saja. 9. Blow Tank Disini serat kayu sudah terpisah satu sama lain, secara resmi mereka sudah disebut pulp atau bubur kertas.

Lanjutan..
10. Bubur kertas dicampur dengan oksigen (O2) dan sodium hidroksida (NaOH) di dalam delignification tower sebelum di cuci didalam washer. Tujuan dari pencampuran ini adalah untuk mengurangi pemakaian bahan-bahan kimia pada tahap pengelantangan (bleacing), mengurangi kandungan lignin, serta memutihkan pulp 11. Bubur kertas ini kemudian dikelantang (bleacing) dengan bahan kimia di dalam proses bleacing untuk mencapai derajat keputihan sesuai standar ISO. Pulp kemudian disimpan atau dikirim ke paper machine untuk diolah menjadi kertas.

PROSES PEMBUATAN KERTAS

Pulp dan Broke Pulping Cleaning Refining Mixing Blending Forming Drying Finishing Kertas

Pulping
Pulping adalah proses pembuburan dengan alat yang disebut Pulper. Pulper yang digunakan berbentuk bejana kerucut terbalik yang atasnya terbuka sebagian. Salah satu jenis pulper adalah Hydra Pulper. Hydra Pulper mempunyai rotor untuk mensirkulasikan bubur dan menguraikan serat, kapasitasnya mencapai 22 ton. Bahan mentah yang diolah dalam pulper adalah lembaran pulp, Broke Paper (LBKP) dan white water yang berasal dari settling tank. Broke paper merupakan kertas sisa hasil pemotongan dari milling kertas cacat dari calendaring yang masih dapat dimanfaatkan dengan mengolahnya kembali. Lembaran pulp yang diolah dalam proses ini terdiri atas 2 macam, yaitu : NBKP (Nodhelholt Bleached Kraft Pulp) yang merupakan bahan pulp yang berserat pendek.

Cleaning
Cleaning adalah proses pembersihan bubur serat yang telah dihancurkan dalam pulper. Alat alat yang digunakan dalam proses cleaning adalah : Magnetic Separator Magnetic yang bekerja secara magnetic, yaitu memisahkan kotoran yang mengandung logam seperti kawat pengikat pulp, seng serta partikel - partikel lainnya yang bersifat magnet. HCC (High Consistency Cleaner) bekerja secara sentrifugal, yaitu memisahkan kotoran yang ukurannya hampir sama dengan serat berdasarkan berat jenisnya

Refining
Refining adalah proses penggilingan bubur serat lebih lanjut untuk menghasilkan bubur serat yang lebih halus. Setelah itu bubur serat tersebut diolah kembali dengan cara dipotong dan digiling dengan menggunakan 2 buah pisau pemotong yang berbentuk disc plate.

Mixing
Mixing adalah pencampuran bahan atau bubur serat dan aditif. Bahan penunjang bubur kertas yaitu, cationic starch. Penambahan aditif untuk mengikat ion ion kertas agar jaringan kertasnya kuat.

Blending
Blending adalah proses pengadukan campuran bubur serat yang akan dikirim ke proses pembentukan kertas. Pada bagian ini kekentalan bubur serat dikontrol oleh alat yang dinamakan CRC (Consistence Recording Controller).

Beating dan pemurnian


Beating dan pemurnian adalah proses awal yang digunakan untuk memperbaiki kekuatan dan sifat fisik dari kertas yang diinginkan, dan untuk mempengaruhi tingkah laku kertas selama berada dalam tahap proses pembentukan lembaran dan pengeringan tujuan proses ini adalah juga untuk menambah luas permukaan fiber dan pelarutan. Selain itu, proses ini juga dapat menambah fleksibilitas fiber sehingga bahan fiber menjadi relatif mudah untuk dideformasi plastic dalam mesin kertas. Kualitas keluaran unit beater ini bergantung pada kualitas penghancurannya. Fiber untuk kertas biasanya keras dan elastic dan biasanya fiber akan berubah menjadi lunak jika dimasukkan ke dalam mesin kertas tanpa melalui proses beating ini.

Pembentukan Kertas (Formasi)


Prose pembentukan kertas (formasi) terjadi karena bantuan gravitasi dan daya hisap. Tujuan dari proses ini adalah pembentukan kertas (web) dengan serat distribusi yang merata dengan menghilangkan 90-95% air. Proses pengurangan kadar air dilakukan dengan pengepresan basah (wet-pressing)

Pengeringan
Setelah wet-pressing kandungan air dari jaringan basah kertas (wet web ) bervariasi antara 5 dan 55%, tergantung pada jenis kertas / karton yang diproduksi. Air dihilangkan dengan proses evaporasi. Untuk memasok panas dibutuhkan urutandrum uap panas, sering disebut sebagai pengeringan kaleng. Pengeringan oleh penguapan adalah proses intensif energi.

Finishing
Pada proses finishing dikenal dengan Sizing, Sizing adalah proses untuk menjadikan bahan fiber menjadi kertas dan lebih tahan rusak dari berbagai cairan, khususnya air. Damar adalah bahan terbanyak yang digunakan sebagai zat pembantu proses ini, selain itu, dapat digunakan juga bahan seperti pati, lem, kasein, resin sintetis, dan turunan-turunan selulosa lainnya. Bahan-bahan ini ditambahkan secara langsung ke dalam beater beater yang sedang memproses fiber, atau ditambahkan saat fiber sudah menjadi lembaran kertas kering untuk membuat permukaan tahan cairan.

KEGIATAN PEMBELAJARAN 5

Potassium Sulphate (ZK)


Potassium Sulphate (ZK) atau biasa disebut Sulphate of Potash (SOP) telah dikenal sejak abad ke-14 yang merupakan garam berwarna putih dan memiliki sifat tidak mudah terbakar serta larut di dalam air. ZK digunakan sebagai pupuk yakni sumber senyawa kalium dan sulfur pada tanaman perkebunan seperti rami, kapas, dan tembakau.

7 proses produksi pembuatan pupuk ZK


Dekomposisi KCl dengan Na2SO4 Dekomposisi KCl dengan CaSO4 Dekompisisi KCl dengan MgSO4 Dekomposisi KCl dengan (NH4)2SO4 Proses Hargreaves yaitu mereaksikan gas SO2, O2, dan H2O dengan KCl Proses Mannheim yaitu mencampur langsung KCl dengan H2SO4 dengan rasio mol tertentu Pemurnian sumber sulfat alami seperti langbeinite dan kainit

Proses Produksi ZK dengan Dekomposisi KCl dengan Na2SO4


Pengolahan bijih chromium Pemurnian flue gas Pembuatan serat (viscose fibres) Produksi HCl, pigmen silica, asam lemak, dan trimethylolpropane Pengolahan limbah asam sulfat

Potasium Sulfat kasar (K2SO4)

Proses pembuatan pupuk urea di PUSRI Palembang


Pipa
100km

Pipa gas alam dari prabumulih

Konversi gas menjadi pupuk

PUPUK UREA
Pertemuan antara gas yg sudah diproses dengan air dan udara pada unit sintesa ini menghasilkan tiga unsur kimia penting, yaitu unsur gas N2 (zat lemas), unsur zat air (H2), dan unsur gas asam arang (CO2). Zat lemas (N2) dan zat air (H2) bersama-sama mengalir menuju Unit Sintesa Urea. Pada sintesa amoniak, zat lemas (N2) dan zat air (H2) diproses menghasilkan amoniak (NH3). Gas asam arang (CO2), yang dihasilkan pada unit Sintesa Gas, kemudian bereaksi dengan amoniak pada unit Sintesa Urea. Hasil reaksi ini adalah butir-butir urea yang berbentuk jarum dan sangat menyerap air.

Lembar Kerja Pembelajaran 5 Buatlah diagram alir proses proses pembuatan pupuk ZK dan Urea

KEGIANTAN PEMBELAJARAN 6

Jenis Cat
Klasifikasi dari pembawa/pelarutnya :cat basis air (waterbased) dan cat basis solvent (solvent-based). Klasifikasi dari jenis binder/film formernya misalnya jika cat tersebut memakai resin epoksi maka cat tersebut digolongkan cat epoksi, jika memakai binder alkyd dinamakan cat alkyd, jika memakai binder melamine dinamakan cat melamine, begitu seterusnya. Klasifikasi dari peruntukannya cat juga dapat diklasifikasi seperti cat mobil, cat tembok, cat genteng, cat kapal, cat kolam, cat primer, cat kayu, cat lantai/flooring, dan sebagainya.

Bahan Penyusun Cat


Bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan cat adalah sangat banyak dan bervariasi, tetapi intinya cat terdiri dari padatan (solids) dan cairan (liquids). Dengan bagian padatan tersebut tertahan (tersuspensi) dalam porsi cairan atau carrier. Solids atau padatan adalah bahan yang tertinggal di permukaan setelah bagian liquids menguap.

Proses produksi cat


Proses produksi cat melaluiproses: pre-mixing, grinding, letdown, filtering, color matching, dan packaging. Pre-mixing yaitu proses pencampuran awal dimana bagian padat dari cat seperti pigmen dan extender/filler didispersikan ke pelarutnya dengan tambahan aditif yang sesuai seperti dispersing agent dan wetting agent. Pada proses grinding partikel-partikel pigmen dihaluskan dengan mesin giling/grinder agar ukuran partikel menjadi lebih kecil dan diperoleh kehalusan dan warna yang diinginkan. Proses finishing yang meliputi let-down, filtering, color matching sampai packaging. Pada proses ini cat diatur kekentalannya, ditambahkan zat aditif, disaring dari kotoran saat pengadukan, disesuaikan dan dipilah-pilah warnanya, dan pada akhirnya di kemas.