Anda di halaman 1dari 3

Tumor Ovarii yang benigna dibagi 2, yaitu : Kistik dan Solid A.

Tumor Kistik Ovarium Tumor kistik ini dibagi menjadi golongan non-neoplastik (fungsional) dan neoplastik. I. Kista Fungsional a. Kista Folikel Kista berasal dari folikel yang menjadi besar semasa proses atresia folikuli. Setiap bulan, sejumlah besar folikel dan ovum menjadi mati disertai degenerasi epitel folikel. Pada masa ini tampak kista-kista kecil. Ruangan folikel diisi dengan cairan yang banyak sehingga terbentuklah kista yang besar. Sering terjadi pada pubertas, climacterium, dan post-salpingektomi. Jika darah masuk kedalam rongga kista terjadilah hematoma folikuler. Gejala : Bila kista kecil tidak memberikan gejala spesifik Bila kista mencapai ukuran yang cukup besar dapat memberikan rasa penuh dan tidak enak pada daerah yang dikenai serta bisa menyebabkan torsi Bila terjadi ruptur spontan dan terdapat tanda-tanda perdarahan intraabdomen sehingga gambaran klinisnya menyerupai KET . Cairan kista yang mengalami resorpsi spontan setelah satu atau dua siklus.

Diagnosa dapat ditentukan dengan palpasi tumor, tetapi kita tidak dapat menentukan secara langsung fungsional ataupun neoplastik. Sebaiknya diadakan observasi beberapa minggu, umumnya pada pemeriksaan ulangan kista fungsional dapat mengecil atau kembali ke ukuran normalnya lagi. Tapi jika kista neoplastik akan menetap atau bahkan makin lama tambah membesar. Terapi : Biasanya tidak memerlukan terapi karena resorpsi spontan. Bila terjadi gangguan klinis atau ada indikasi lain sebaiknya tindakan disesuaikan. Kista kecil dapat dilakukan pungsi/eksisi, tetapi bila ukuran besar sebaiknya di enukleasi . b. Kista Lutein

Dapat terjadi pada kehamilan, yang berasal dari corpus luteumpersistens (tidak mengalami regresi) dan corpus luteum hematoma. Secara perlahan-lahan terjadi resorpsi unsur-unsur darah sehingga akhirnya tinggallah cairan jernih atau sedikit bercampur darah. Selain itu, dibentuk pula jaringan fibroblas pada bagian dalam lapisan lutein. Gejala : Haid terlambat Perdarahan sedikit yang terus menerus Sakit pada perut bagian bawah PF: benjolan nyeri Bila tumor ini cukup besar sehiingga teraba dari luar maka sukar dibedakan dengan tumor ovarium lainnya. Pada keadaan dimana tumor ini memberikan gejala seperti KET, maka dapat dibedakan dengan pemeriksaan test kehamilan. Terapi : Pada umumnya terapi konservatif saja karena biasanya akan mengecil dengan sendirinya. Kalau kista besar harus dilakukan ekstirpasi. c. Stein-Leventhal Ovary Kedua ovariumnya membesar dan bersifat polikistik, permukaan rata, berwarna keabu-abuan dan berdinding tebal. Pada pemeriksaan mikroskopik akan tampak tunica yang tebal dan fibrotik. Dibawahnya terdapat bermacam-macam folikel tapi tidak ditemukan corpus luteum. Kista ini merupakan penyakit herediter autosomal dominan. Gejala Stein Leventhal Syndrom : Hirsutisme Sterilitas Obesitas Oligomenorrhea Kadang disertai menorrhagia dan clitoris membesar. Terapi : Operatif : Wedge resection (1/3 2/3 jaringan ovarium dibuang) dengan teori pengangkatan sebagian dari jaringan ovarium mungkin menyebabkan berkurangnya

pengaruh estrogen yang diikuti penambahan rangsangan gonadotropin sehingga terjadi ovulasi . Non-operatif : Gonadotropin 1500 IU selama 3 hari dan Clomiphene citrate 50 mg tiap hari selama 5-10hari .

d. Kista Inklusi Germinal Terjadi oleh karena invaginasi epitel germinal ovarium. e. Kista Endometrial II. Kista Neoplastik a. Kistadenoma Musinosum Jenis ini dapat mencapai ukuran besar. Makroskopik : Bentuk bulat, ovoid atau tidak teratur dengan permukaan rata dan berwarna putih kebiruan Dibagian tertentu dindingnya tipis sehingga transparan Tidak ada perlekatan dengan jaringan sekitarnya, kecuali bila ada peradangan Isi kista : cairan jernih sangat kental dan berisi musin Biasanya bersifat multilokuler, tapi kadang besar dengan satu ruang Jika kista pecah spontan atau saat operasi dapat mengakibatkan pseudomyxoma peritonei .

Mikroskopik :

b. Kistadenoma Serosum c. Kista dermoid B. Tumor Solid Ovarium