Anda di halaman 1dari 8

Hujan Deras, Jalan Margonda Raya Banjir

Hujan juga mengakibatkan genangan setinggi 20 cm di Jakarta Barat.


ddd

Kamis, 4 April 2013, 16:50Desy Afrianti, Zahrul Darmawan (Depok)

Banjir di Margonda Raya(VIVAnews/Darmawan)

VIVAnews - Hujan deras mengguyur Jakarta dan sekitarnya, Kamis sore, 4 April 2013. Hujan yang turun tidak merata ini mengakibatkan sejumlah jalan Ibu Kota tergenang banjir. Menurut TMC Polda Metro Jaya, genangan setinggi 20 cm terpantau di depan kantor Indosiar Jalan Daan Mogot arah Jelambar. Di Depok, hujan yang turun sejak siang mengakibatkan jalan utama tergenang. Pantauan VIVAnews, lokasi terparah yang mudah sekali tergenang jika hujan turun deras adalah kawasan Jalan Margonda Raya tepat di depan pintu masuk Terminal Depok dan Jalan Juanda, Sukmajaya Depok. Gatot, salah seorang warga mengatakan situasi seperti ini sudah seringkali terjadi namun sayangnya belum ada upaya konkret dari Pemerintah Kota Depok. "Saya heran padahal kan kantor wali kota dekat dari Terminal Depok," ucapnya. Sebelumnya, Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Depok Enco Kuryasa, berjanji dalam waktu dekat instansinya akan segera memperbaiki aliran drainase yang mengakibatkan genangan di saat musim hujan tiba. Kapan pastinya, hal itu belum dapat diketahui. "Tahun ini akan kami kerjakan," ucapnya singkat. Akibat banjir ini, pengendara terpaksa melambatkan laju kendaraannya dengan memilih jalur yang lebih tinggi. Alhasil, kemacetan pun tak bisa dihindari. (eh)

Banjir Bandang di Sumba Timur, Warga Dievakuasi


Banjir dipicu hujan lebat dan angin kencang akibat siklon tropis Rusty
ddd

Selasa, 26 Februari 2013, 20:14Anggi Kusumadewi

Banjir bandang kini menerjang Sumba Timur di Nusa Tenggara Timur.(ANTARA/Iggoy el Fitra)

VIVAnews Banjir bandang menerjang Desa Rambangaru, Kecamatan Haharu, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, Selasa 26 Februari 2013. Banjir itu terjadi sejak pukul 16.00 WITA dan sampai saat ini masih belum surut. Sekitar 35 rumah terendam banjir setinggi 1,5 meter itu. Banjir bandang berasal dari pegunungan di atas Desa Rambangaru. Banjir terjadi karena hujan deras disertai angin kencang yang berlangsung terus-menerus di Sumba Timur. Ini akibat pengaruh siklon tropis Rusty yang berada di Samudera Hindia, kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Sutopo Purwo Nugroho, Selasa 26 Februari 2013. Menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofosika, siklon tropis Rusty diperkirakan akan meningkat intensitasnya dalam 24 jam ke depan. Saat ini tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sumba Timur bersama Dinas Sosial, camat, aparat setempat, dan masyarakat berada di lokasi kejadian untuk bersama-sama membantu mengungsikan warga yang terkena bencana banjir ke Polsek setempat. BPBD juga membuka dapur umum. Tim membawa bantuan dari BPBD dan Dinas Sosial berupa beras, air mineral, kopi, gula, mie instan, sarden, beras dan terpal, kata Sutopo. Menurutnya, pendataan mengenai kerugian akibat banjir masih dilakukan. Belum ada korban jiwa akibat banjir bandang ini. (umi)

Banjir Terjang 29 Desa di Kutai Kartanegara


Senin, 29 April 2013 05:07 WIB

surya/muchsin

TRIBUNNEWS.COM, KUTAI KARTANEGARA - Banjir menggenangi 29 desa di dua kecamatan di


Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kutai Kartanegara, Darmasyah yang dihubungi dari Samarinda, Minggu, mengatakan banjir terparah di wilayah Kecamatan Tabang, dengan ketinggian air tiga meter. "Berdasarkan laporan dari camat Tabang, banjir yang melanda kawasan itu mulai terjadi sejak Jumat (19/4/2013) sekitar pukul 03.00 Wita, dengan ketinggian air mencapai satu hingga dua meter setengah," ungkap Darmasnyah, Minggu (28/4/2013). Banjir yang melanda 18 desa di Kecamatan Tabang lanjut Darmasyah merendam sejumlah fasilitas umum seperti kantor camat, sekolah, puskesmas dan tempat ibadah. Genangan air juga kata dia menyebabkan rumah 2.741 Kepala Keluarga atau 10.610 jiwa ikut terendam. "Selain merendam ribuan rumah warga, banjir di hulu Sungai Mahakam itu juga menggenangi berbagai fasilitas umum seperti, kantor kecamatan, sekolah, tempat ibadah dan puskesmas," katanya. Di Kecamatan Kembang Janggut lanjut Darmansyah, banjir merendam 1.943 unit rumah milik 2.302 Kepala Keluarga atau 8.203 jiwa. "Dari laporan Camat Kembang Janggut pada Selasa (24/4) terdapat 11 desa di daerah itu terendam banjir yang menyebabkan 1.943 unit rumah milik 2.302 Kepala Keluarga atau 8.203 jiwa tergenang dengan ketinggian air di dalam rumah 50 hingga 150 sentimeter," ungkapnya. BPBD Kabupaten Kutai Kartanegara kata dia telah melakukan berbagai upaya untuk memberikan bantuan kepada warga korbanbanjir di sejumlah kecamatan di daerah itu. "Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara telah menyerahkan berbagai bantuan kepada wraga, termasuk makanan instan untuk kepada warga yang menjadi korban banjir, khususnya di dua kecamatan yang terparah dilanda banjir," kata Darmasyah. Dikhawatirkan kata Darmansyah, banjir akan terus meluas jika wilayah itu kembali diguyur hujan dalam satu dua hari kedepan. "Sejauh ini, warga masih tetap bertahan di rumah-rumah mereka namun tidak menutup kemungkinan jika air terus bertambah mereka akan mengungsi ke tempat yang aman. Jika dalam dua hari ini turun hujan, dikhawatirkan banjir akan terus bebrtambah tinggia," katanya.

30 April 2013 | 10:59:59

VIDEO: Upaya Evakuasi Musdalifah dari Air Bah Sungai Aek Mata
oleh Tim Liputan 6 SCTV

Posted: 29/04/2013 12:53

(Liputan6 TV)

Liputan6.com, Mandailing Natal : Banjir yang datang tiba-tiba di Mandailing Natal, Sumatera Utara membuat sejumlah orang terjebak di tengah derasnya air. Warga pun bahu-membahu untuk menyelamatkan diri dan keluarganya dari terjangan air bah itu. Pantauan Liputan 6 SCTV, Senin (28/4/2013), ditengah derasnya arus air itu ada 2 orang warga yang mencoba menyelamatkan seorang nenek bernama Musdalifah. 1 Jam sudah sang nenek terjebak. Ia tak berani keluar rumah karena takut terbawa arus banjir yang sangat deras. Warga pun mencoba menuntun nenek Musdalifah keluar dari lokasi banjir itu. Di ujung jalan lain, warga mendengar teriakan seorang ibu yang terjebak di lantai dua rumahnya. Namun warga tak mampu menolong karena letak rumah yang cukup sulit dijangkau. Sang ibu pun terpaksa tak disambangi dan menunggu tim evakuasi. Banjir yang terjadi Minggu petang itu terjadi akibat meluapnya Sungai Aek Mata. Kondisi itu spontan membuat warga Mandailing Natal panik. Ibu-ibu pun terlihat berlarian membawa buah hatinya dan menyelamatkan diri. Para lansia juga langsung diungsikan ke tempat yang lebih aman. Banjir bandang tersebut juga merendam 4 kelurahan di Kota Panyabungan, serta merusak ratusan rumah dan melumpuhkan jalur lintas Sumatera-Medan-Padang. (Tnt)
Minggu, 28/04/2013 22:34 WIB

Banjir Bandang di Mandailing Natal Sumut, 810 Warga Mengungsi


M Iqbal - detikNews

Foto: (ilustrasi/detikcom)

Jakarta - Bencana banjir bandang yang terjadi di Kecamatan Panyabungan Kota, Mandailing Natal, Sumatera Utara (Sumut) menimpa 12 desa. Akibatnya 810 orang warga terpaksa mengungsi. Berdasarkan data yang dirilis oleh Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, Minggu (28/4/2013), banjir terjadi pada pukul 18.30 WIB. Banjir bandang terjadi akibat meluapnya Sungai (Aek) Mata dan Aek Ranto sehingga menyebabkan 12 desa terdampak langsung dari banjir bandang tersebut. 12 Desa yang terkena bencana adalah Desa Panyabungan 3, Desa Pasar Hilir, Desa Panyabungan 1, Desa Kayujati, Desa Sigalapang Julu, Desa Kampung Padang, Desa Panyabungan Julu, Desa Panyabungan Tonga, Desa Panyabungan Jae, Desa Adian Jior, Desa Gunung Manaon, dan Desa Pagaran Tonga. "Data sementara dampak bencana terdapat 6 orang luka berat, 4 orang luka ringan, dan 810 orang mengungsi. Dilaporkan beberapa rumah hanyut," kata Sutopo dalam keterangannya, Minggu (28/4/2013). Saat ini BPBD Mandailing Natal bersama aparat lain dari TNI, Polri, Tagana, relawan dan masyarakat melakukan evakuasi dan penanganan bencana. Sementara proses pendataan masih dilakukan. "Saat ini kondisi cuaca masih hujan dan gelap sehingga menyulitkan petugas melakukan evakuasi dan pendataan," ungkapnya. Lebih jauh ia menuturkan, wilayah Mandailing Natal sebelumnya beberapa kali telah terjadi banjir bandang seperti pada 14 Februari 2013, yang menyebabkan jatuh korban jiwa dan kerusakan rumah serta infrastruktur. "Kondisi topografi yang pegunungan, rumah yang berada di bantaran sungai dan kerusakan daerah aliran sungai menjadi salah satu faktor rentannya daerah tersebut terjadi banjir bandang," kata Sutop

Banjir Bandang di Gorontalo Rusak Rumah Sakit


Rabu, 30 Maret 2011 19:56 wib

Zainal Ahmad - RCTI

Ilustrasi banjir (Foto: Ist)

GORONTALO- Bencana alam yang membuat banjir bandang terjadi di Gorontalo. Sehari sebelumnya, banjir bandang juga terjadi di Ciamis, Jawa Barat dan menewaskan satu orang. Kali ini banjir bandang menerjang wilayah Kelurahan Buluide, Kecamatan Kota Barat, Rabu (30/3/2011) siang. Akibatnya sejumlah rumah warga dan Rumah Sakit Otanaha dikabarkan hancur akibat terjangan banjir tersebut. Natsound, salah seorang warga, mengatakan banjir bandang ini terjadi setelah hujan lebat mengguyur wilayah tersebut. Akibatnya puluhan rumah warga terendam longsoran material, serta barang berharga milik masyarakatpun tak luput dari terjangan banjir bandang. Dia mengaku, banjir bandang ini bukan kali pertama menerjang wilayah tersebut. Dalam sebulan, terjangan banjir bandang mencapai tiga kali. Sehingga warga mengaku merasa dirugikan. Warga semakin kesal karena hingga saat ini belum ada penanganan serius dari Pemerintah Kota Gorontalo dalam menangani banjir ini. Banjir bandang juga menerjang Rumah Sakit Otanaha yang baru satu tahun beroperasi. Beberapa peralatan kesehatan bernilai jutaan rupiah tersebut terendam terjangan banjir bandang dan longsoran material yang berasal dari gunung kerugian ditaksir hingga ratusan juta rupiah. Petugas rumah sakit dibantu warga sekitar, nampak berupaya membersihkan sisa sisa puing dan material yang terbawa banjir bandang. Terjangan banjir bandang yang disertai longsoran material tersebut menerjang bagian belakang rumah sakit. Di bagian ini berdiri ruang bedah rumah sakit. Beruntung saat kejadian petugas rumah sakit langsung mengevakuasi seluruh pasien rumah sakit ke ruangan lantai dua rumah sakit sehingga tidak menimbulkan

korban jiwa. Chairil Hatibe, Direktur Rumah Sakit Otanaha, mengatakan pihak rumah sakit belum bisa memperkirakan kerugian yang dialami oleh rumah sakit. Namun kerugian ditaksir hingga ratusan juta rupiah karena beberapa peralatan kesehatan rumah sakit yang bernilai tinggi rusak parah akibat terjangan banjir. (Zainal Ahmad/RCTI/kem)