Anda di halaman 1dari 63

Otak dan Perilaku

Hadi Sarosa

Evolusi

Gen

Pengalaman

Organisme saat ini

Situasi saat ini

Perilaku saat ini

Interaksi Faktor Genetik dan Pengalaman


Tyron (1994) : Selective-breeding (mazebright dan maze-dull) Asbjrn Flling (1934): Phenylketonuria (PKU)

Defisiensi fenilalamin hidroksilase mengkonversi fenilalamin menjadi tyrosin, bahan untuk disintesis menjadi dopamin

Embriologi

OTAK
Telencephalon Cortek serebri Amygdala Hippocampus Striatum Thalamus Hipothalamus Epithalamus Mesephalonsenc Serebelum Pons Medula oblongata

Diencephalon

Mesencephalon Metencephalon

Myelencephalon

Otak

Sel-sel sistem saraf


Neuron
Multipolar neuron Unipolar neuron Bipolar neuron Interneuron multipolar

Sel glia
Oligodendrosit, sel Schwann Microglia Astrocyte

Persepsi Sensasi
subyektif dunia persepsi- deskriptif

Tergantung : Organ reseptor Integritas jalur saraf tepi dan medula spinalis Hubungan kompleks di korteks serebri Pikiran dan emosi subyek

SELEKTIVITAS SENSASI
1. Adaptasi akhiran organ sensorik 2. Stimulasi tertentu mendapat prioritas utama : Inhibisi presinaptik sel-sel saraf yang berdekatan 3. Pengaturan tranmisi sinaptik dalam nuklei sensorik oleh korteks motorik 4. Perubahan status kesadaran penuh, kesadarannya dapat dikonsentrasikan pada satu sensasi tertentu.

Daerah Prefrontal Cortex Cerebri

Berfungsi untuk :
Ingatan jangka pendek

Merencanakan masa depan


Mempertimbangkan kegiatan motorik Memecahkan masalah

Fungsi luhur Berhubungan dengan moral Pengembangan pikiran abstrak (imaginasi)

Tingkah Laku
Lobus Temporalis Terdiri dari
Regio Lateral : neocortex, fungsi kognitif yang berhubungan dengan beberapa sistem sensoris Regio ventromedial : system limbic dengan pengaturan emosi

Peran Regio Lateral Lobus Temporalis


Komunikasi

Untuk mendapatkan komunikasi yang baik perlu kesempunaan dari indera

Manusia bisa mengembangkan diri karena adanya komunikasi Terutama yang bisa direkam (tertulis), sehingga teori masa lalu yang pernah dibuktikan kebenarannya, dapat dipelajari oleh manusia masa kini, tidak usah mengulang lagi

Verbal Tertulis

Sensoris Motorik

Otak
Mesencephalon
Sensorimotor Memerantarai obat opiat untuk analgetik

Diencephalon
Thalamus
Penghubung dengan korteks serebri (dua arah)

Hypothalamus
Hipofise

Thalamus

Pintu/filter informasi sensoris Kerusakan :


kesukaran untuk

menginterpretasikan informasi sensoris munculnya gejala schizophrenia, kebingungan, hilangnya asosiasi, perubahan/pergeseran perhatian

Hipothalamus

Hipotalamus

Ventro medial
tenang, rasa kenyang,

nafsu makan menurun Kerusakan ; makan-minum berlebihan, keinginan untuk menyerang

Zona tipis Paraventrikular


Rasa takut dan terhukum

Hipotalamus Ant dan Post


Dorongan seksual

Ventro Medial Lobus Temporalis Hipothalamus


Berhubungan Keatas : diensefalon Kebawah : formatio retikularis Ke infundibulum : mengatur fungsi sekretorik Berperan Fungsi endokrin Fungsi vegetasi Mengatur perilaku

Zona Medial Hipotalamus

Area Preoptik
Bagian Medial
Menghasilkan LHRH untuk mengatur pelepasan hormon gonadotropin Sexually dimorphic nucleus :
> 4 th : jumlah sel menurun pada wanita dan pada laki-laki konstan

Menerima sinyal dari sistem olfaktori

Pineal
Tranquilizing organ hipnotik dari melatonin Neuroendokrin transduser sinyal neuro ke sinyal endokrin (serotonin dan melatonin) Gangguan Melatonin : gangguan irama circadian : jet lag, shift-work syndrome dan gangguan tidur

Hipotalamus

Hipotalamus lateral
Meningkatkan aktifitas umum, rasa marah yang

hebat, keinginan berkelahi Kerusakan pada daerah ini akan menyebabkan nafsu makan turun, pasif

Myelencephalon
Formatio reticularis

Metencephalon
Sensorimotor, mengatur

(reticular activating system) Berkaitan dengan : tidur, atensi, gerakan, refleks kardiak, respiratosik, pemeliharaan muscle tone

ketepatan gerakan kognitif

Brainstem

Nucleus Raphe dan serotonin berfungsi untuk mengatur tidur, perilaku agresif, nyeri dan mengatur berbagai fungsi viseral dan neuroendokrin Alzheimers disease Hilangnya neuron serotonergic di nucleus raphe

A. B.

IMPULS LISTRIK ZAT KIMIA : NEUROTRANSMITTER


1. Asetil kolin 2. Asam amino Gama-aminobutyric acid (GABA) Glutamat Aspartat Glycine

3.Monoamine
Dopamin Histamin NE Serotonin 4. Neuropeptide Somatostatin Endorphin Enkaphalin substance P

Otak : listrik & Neurotransmitter

Potensial membran

Neurotransmitter

Neurotransmiter
Glutamat
eksitatorik

Asam Amino
Molekul Kecil Konvensional Mono Amine

Aspartat

Glisin
Gammaaminobutyric acid (GABA)
Inhibitorik

dopamin Catecholamines ( Tirosin)


Indolalamin (Tryptophan) Asetilkolin Asetilkolin Oksida Nitrit Karbon monosida Anandamida epinefrin norepinefrin serotonin

Gas gas yang dapat Molekul Kecil tak larut Konvensional Endokanabinoida

Peptida pituitaria
Molekul Besar Neuropeptide Peptida hipotalamik

Peptida opiat

Neurotransmitter

The Dopamine Pathways


Nigrostriatal pathway Substantia Nigra to Striatum . Motor control . Death of neurons in this pathway can result in Parkinson's Disease

Mesolimbic and Mesocortical pathways Ventral Tegmental Area to Nucleus Accumbens, Amygdala & Hippocampus, and Prefrontal Cortex . Memory . Motivation and emotional response . Reward and desire . Addiction . Can cause hallucinations and schizophrenia if not functioning properly

Tuberoinfundibular pathway Hypothalamus to Pituitary gland . Hormonal regulation . Maternal behavior (nurturing) . Pregnancy . Sensory processes

Neurotransmiter
Sistem ekstrapiramidal

The Serotonin Pathways Dihasilkan oleh nuclei Raphe Dipengaruhi oleh obat : Amphetamin, alkohol, cocaine Berperan penting dalam proses di otak : pengaturan temperatur, mood, lapar, nyeri dan tidur

Raphe Nuclei

Problems with the serotonin pathway can cause obsessivecompulsive disorder, anxiety disorders, and depression. Most of the drugs used to treat depression today work by increasing serotonin levels in the brain.

Glutamate and GABA (gamma-aminobutyric acid) are the brain's major "workhorse" neurotransmitters. Over half of all brain synapses release glutamate, and 30-40% of all brain synapses release GABA.

Alcohol decreases glutamate activity

Caffeine inhibits GABA release

PCP "angel dust" increases glutamate activity

Caffeine increases glutamate activity

Alcohol increases GABA activity

Tranquiliz ers increase GABA activity

Sedatif-Hipnotik dan Ansiolitik


Golongan Barbiturat
meningkatkan respon GABA membuka kanal ion Cl- meski tanpa GABA

Golongan Benzodiazepin

Anti Depresan
Depresi : Kadar dopamin, serotonin dan NE menurun

1. Serotonin Spesific Reuptake inhibitor (SSRI) misal : Fluoretin 2. Heterosiklik mengeblok reuptake serotonin dan norepinefrin, dan sebagai antagonis reseptor muskarinik. sehingga kadar serotonin dan NE tinggi (misal : desipramin, imipramin)

3. Serotonin Norephinefrin Reuptake Inhibitor


(SNRI)

Anti Depresan
4. MAO inhibitor

menghambat MAO menghancurkan serotonin, dopamin dan NE (misal : isokarboksamid) 5. Lain-lain


antagonis reseptor alfa 2 presinaptik sekresi serotonin dan NE meningkat (misal : Mirtazapiin)

Antipsikotik (neuroleptik)
Psikotik : Kadar Dopamin & Serotonin >>
Typical neuroleptik
Untuk mengobati gejala positif dengan menurunkan dopamin Untuk mengobati gejala postif & Mekanisme : negatif : menghambat reseptor mengeblok reseptor dopamin, dopamin dan serotonin kolinergik muskarinik, alfa Mekanisme : adrenergik dan H-1 histaminergik antagonis serotonin-dopamin, Contoh : mengeblok reseptor kolinergik Klorpromasin, Haloperidol (potensi muskarinik, alfa-1 adrenergik dan H-1 besar namun efek samping paling histaminergik besar yaitu parkinson), Contoh : Acetofenasin Clozapine, Quetiapine

Atypical, 5-HT DA Antagonist

Parkinson
Ganglia Basalis : serabut dopaminergik << asetyl cholin >>
1. Pengganti dopamin (terapi utama) a. levodopa : prekursor metabolik dopamin
b. karbidopa : inhibitor dekarboksilase dopamin -> menurunkan metabolisme levodopa -> kadar levodopa meningkat c. tolkapon : inhibitor COMT (Catechol-O-Methyl-transferase) sehingga levodopa bisa hidup lebih lama (waktu paro lebih panjang) dan kadarnya dalam darah meningkat 2. Agonis reseptor dopamin (misal : bromokriptin, pergolid, pramipexole) 3. Antikolinergik (misal : triheksifenidil, benzotropin)

Informasi

Memori Jangka Pendek

Memori Kerja

Memori Jangka Panjang

Memori Perantara

Memori Jangka Panjang Arsip

Memori Jangka Panjang Kerja

Memori Non Deklaratif M. prosedural M. ketrampilan motorik M. emosi M. otomatis Memori Deklaratif M semantik M. episodik

Anda mungkin juga menyukai