Anda di halaman 1dari 2

Ringkasan2

Kelompok271DominikusR/1203000382

Judul Penulis Sumber

Theory: Tentative Explanations David Dooley Social Research Methods, 3rd Edition (Prentice Hall), p59-73

This work is licensed under the Creative Commons AttributionNo DerivativeWorks3.0UnportedLicense.Toviewacopyofthislicense, visit http://creativecommons.org/licenses/bynd/3.0/ or send aletter to Creative Commons, 171 Second Street, Suite 300, San Francisco, California,94105,USA.

Hubungan Kausal Antar Konstruk


Penggambaran Teori Konsep adalah aspek abstrak dari realitas, digunakan untuk menyebutkan sifat-sifat yang mungkin dimiliki oleh suatu benda, orang, atau peristiwa. Pada tingkatan yang lebih kompleks, misalnya setelah melalui proses penurunan (inferensi), sebuah konsep selanjutnya disebut sebagai konstruk (variabel teoritis). Sedangkan untuk dapat mengukur beragamnya nilai sebuah konstruk, dibutuhkan suatu indikator (variabel). Sebuah teori menyatukan beberapa pernyataan terhadap konstruk-konstruk yang saling memiliki hubungan kausalitas. Dalam permodelan teori dikenal beberapa konstruk: Konstruk Eksogen, yaitu konstruk yang tidak memiliki penyebab atau penyebabnya berasal dari luar teori. Variabel yang digunakan untuk mengukur disebut sebagai variabel independen. Konstruk Endogen, yaitu konstruk yang memiliki penyebab. Variabel pengukurnya disebut variabel dependen. Konstruk interven, yaitu konstruk yang menyebabkan hubungan persebaban tidak langsung antara dua konstruk lain. Dua konstruk dapat menyebabkan satu sama lain di dalam sebuah proses yang disebut persebaban resiprokal(resiprocal causation).

Manfaat Teori Ada dua manfaat penting yang dapat diperoleh dari adanya sebuah teori. Pertama, sebagai dasar untuk bertindak pada kondisi ketika kita tidak yakin. Hal ini karena teori dapat dipandang sebagai 1

Ringkasan2

Kelompok271DominikusR/1203000382

rekaan yang telah dipertimbangkan dan dikaji ulang secara komperhensif. Selain itu, teori dapat digunakan sebagai pemandu penelitian, dan pada gilirannya dapat berubah seiring berkembangnya penemuan-penemuan baru. Peranan teori dapat dibagi berdasarkan pendekatan yang dilakukan. Menarik suatu pola keteraturan dari sifat-sifat umum yang dapat diterapkan di berbagai waktu dan tempat disebut sebagai pendekatan Nomothetic. Sebaliknya, pendekatan idiographic berfokus kepada kajian tertentu tanpa mencoba untuk menarik suatu sifat umum.

Penelitian Berbasis Teori


Langkah-langkah dalam Membuat dan Menggunakan Teori Tahap-tahap penelitian terbagi menjadi: 1. Peneliti memulai dengan mengemukakan teori umum berdasarkan spekulasi dan data tertentu(induksi). 2. Peneliti memilih proporsi kausal dari teori umum dan memaparkannya sebagai pernyataan yang dapat diuji dengan skenario tertentu (deduksi). 3. Peneliti menterjemahkan proposisi tersebut ke dalam variabel operasional dan melakukan observasi untuk menguji keselarasan antara hasil yang diharapkan dengan hasil observasi (uji hipotesis dan operasionalisasi). 4. Hasil observasi tersebut dijadikan umpan balik sebagai langkah induktif untuk mengkonfirmasi atau merevisi teori tersebut(feedback). Penelitian berbasis teori terdiri dari beberapa langkah yang berulang, yakni induksi, deduksi, dan pengujian. Setelah diuji, hasil dari sebuah pengujian dapat memberikan kontribusi ke dalam induksi lain, kemudian kembali ke langkah awal dan terus berulang.