Anda di halaman 1dari 2

Teknologi Alsintan Mendukung Usaha Tani Organik

Usaha tani organik mempunyai prospek yang cukup baik karena semakin digemari orang. Dukungan teknologi alat dan mesin pertanian diharapkan dapat mengembangkan usaha tani organik dengan produktivitas dan efisiensi yang tinggi.

ahan pangan organik saat ini semakin meningkat peminatnya akibat adanya gerakan hidup sehat. Gerakan mengkonsumsi pangan organik ini telah memacu sistem bertani dengan bibit lokal serta pupuk dan pengendalian hama yang alami. Di luar negeri, produk sayur dan buah-buahan segar, bahkan breakfast cereals dan pasta berlabel organik semakin banyak dijual. Pangan organik adalah semua bahan pangan yang diproduksi dengan sesedikit mungkin atau bebas sama sekali dari penggunaan input produksi yang mengandung unsurunsur kimia (pupuk, pestisida, hormon, dan obat-obatan). Pupuk misalnya, berasal dari alam berupa kotoran hewan atau kompos. Untuk mengendalikan hama dan penyakit tanaman, digunakan musuh atau

Alat penebar pupuk organik kering dengan tenaga tarik traktor roda dua buatan BBP Alsintan, Serpong.

bahan baku alami. Demikian pula halnya dengan penggunaan bibit transgenik dan penggunaan tekno-logi iradiasi untuk mengawetkan produk. Dengan demikian, semua proses produksi dilakukan secara alami, mulai dari budi daya hingga pengolahannya. Melihat perkembangan seperti itu, Balai Besar Pengembangan Alat dan Mesin Pertanian di Serpong telah

mengembangkan alat untuk menebarkan pupuk organik kering atau kompos yang ditarik oleh traktor roda dua yang sudah relatif banyak digunakan di Indonesia. Alat penebar pupuk ini berfungsi untuk menebarkan pupuk organik kering atau kompos di lahan se-belum diolah. Pupuk organik kering atau kompos yang ditebar berguna untuk menambah unsur hara dan mempertahankan kelengasan tanah atau mengurangi evaporasi dari permukaan tanah.

Konstruksi Alat penebar pupuk organik kering atau kompos ini dibuat dari konstruksi kerangka besi yang kuat. Alat ini memiliki panjang 3.070 mm, lebar 1.410 mm, tinggi 1.020 mm serta berat 375 kg. Penggeraknya adalah roda karet, terletak di kanan dan kiri alat yang dihubungkan dengan poros dan transmisi rantai-sproket (sprocket and chain) untuk memutar pembawa pupuk tipe auger (screw conveyor). Jumlah auger empat buah, panjang 1 m, diameter luar

Alat penebar pupuk organik kering dalam operasi (kiri) dan hasil penebaran pupuk di antara tanaman (kanan).

20 cm, diameter dalam 5 cm, dan lebar pitch 10 cm. Penampung pupuk organik kering atau kompos (hopper) berkapasitas kurang lebih 1 m3, terbuat dari kerangka dan plat besi tebal 2 mm, dan dilengkapi dengan pintu di bagian belakang sebagai pengatur jumlah pupuk yang keluar. Alat ini juga dilengkapi dengan tempat duduk operator sehingga operator merasa nyaman mengoperasikan alat. Bagian penggandeng alat dibuat sederhana dan disesuaikan dengan spesifikasi teknis traktor roda dua sebagai tenaga penariknya. Sebagai pilihan, di bagian atas auger dapat ditambah dudukan untuk meletakkan papan kayu sebagai alas pengangkutan barang-barang dari rumah petani ke lahan pertanian atau sebaliknya, atau untuk keperluan transportasi lainnya.

Prinsip Kerja Alat penebar pupuk organik kering atau kompos ini mempunyai lebar kerja 1 m. Dalam operasinya, alat ditarik oleh traktor roda dua berpenggerak diesel dengan daya minimum 8 HP, digandeng pada bagian penggandeng traktor (hitching). Pupuk organik kering atau kompos ditampung pada penampung pupuk. Penaburan pupuk menggunakan mekanisme pengumpanan (feeding) dengan menggunakan auger. Arah putaran auger dibuat berselang-seling dengan arah pengumpanan dari depan ke belakang sehingga diperoleh pengumpanan yang relatif seragam di bagian pintu pengeluaran pupuk. Pintu pengeluaran dibuat bisa di-atur bukaannya (adjustable) dan diatur dari tempat operator duduk.

Persyaratan Kerja Alat penebar pupuk organik kering atau kompos ini digunakan pada lahan yang rata, dan sebelum-nya telah dilakukan pengolahan tanah dengan bajak atau rotari. Alat ini efektif digunakan pada lahan dengan luas minimum 1.250 m2 (perbandingan panjang : lebar = 2 : 1), zinkage ( 5 cm). Kece-patan kerja maksimum adalah 3 km/jam dengan jumlah operator 2 orang. Harga bahan dan ongkos pembuatan alat ini sekitar 10 juta rupiah per unit tanpa peralatan tambahan, dan biaya operasinya Rp 48.000/ha (F.X. Lilik Tri M. dan Koes Sulistiadji).

Untuk informasi lebih lanjut hubungi: Balai Besar Pengembangan Alat dan Mesin Pertanian Situgadung, Legok, Tangerang Kotak Pos 2 Serpong 15310 Telepon : (021) 537687 Faksimile : (021) 5376810 E-mail : camd@cabi.net.id

Beri Nilai