Anda di halaman 1dari 2

DARI HSIL PENELITIAN ASWIN NUGRAHA TENTANG PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK KULIT RAMBUTA TERHADAPKADAR kolesterol total srum

pada tikus witsar. Beberapa senyawa fitokimia tercatat dapat menurunkan kadar kolesterol secara nyata dan salahsatunya adalah saponin. Dari penelitian sebelumnya, diketahui bahwa saponin memilki efek yang cukup berarti dalam memperbaiki profil lipid melalui interaksi dengan kolesterol. Rambutan yang dikenal sebagai tanaman obat. Bagian yangdigunakan anatara lain perikarp (kulit buah) KULIT buah dengan kandungan saponin diharapkan memilki efek memperbaiki pprofil lipid dengan menrunkan kadar kolesterol. Efek ini didapatkan memlalui ikatan anatara saponin dengan kolesterol dan asam empedu. Saponin mengurangi kolesterol tubuh dengan mencegah reabsorbsi dan meningkatkan eksreksi. Bedasarkan hal-hal tersebut diatas maka diharapkan penelitian ini dapat melihat apakah ada pengaruh pemberian ekstrak kulit buah rambutan terhadap kolesterol total serum pada tikus witsar yang diberi dietrendah dan tinggi kolesterol. Dari kepustakaan bahwa ekstrak kulit bah rambutan dengan kandungan saponin dapat menurunkan kadar kolesterol total melalui ikatan dengan kolesterol empedu. Dari hasil penelitian bahwa pada kelompok kontrol K dan perlakuan yang mendapat ekstrak kulit buah rambutan terdapat perbedaan yang tidak bermakana pada kadar kolesterol serum. Hal ini sesuai dengan penelitian-penelitian sebelumnya yang menunjukan bahwa hal ini disebabkan penurunan kadar kolesterol oleh saponin dapat terjadi bila diberikan bersamaan dengan diet hiperkolesterolemia

( Nugraha, A. ,2008, Pengaruh Pemberian Ekstrak Kulit Buah Rambutan terhadap kadar kolesterol total serum pada tikus witsar , Fakultas Kedokteran Universitas Diponogoro Semrang hal 6)

Zulhipri dkk telah melakukan penelitian uji fito dan uji antidiabet biji buah rambutan yang merupakan salah satu bahan tumbuhan obat Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil fitokimia dan aktivitas hambatan ekstrak methanol, diklorometana, dan n-heksan biji rambutan terhadap enzim alfaglukosidase, serta aktifitas hipoglikemik ekstrak methanol pada mencit jantan normal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah ekstrasi dengan cara maserasi dengan 3 jenis pelarut yang beda kepolaran yaitu methanol, diklorometana, dan n-heksan. Identifikasi senyawa yang terkandung dilakukan dengan menggunakan preaksi-preaksi yang lazim digunakan dalm uji fitokimia. Uji antidiabet diakuakan terhadap ekstrak dengan enzim alfa-glukosidase dan mencit normal dengan metode tes torelasni glukosa oral. Hasil uji fitokimia menunjukan bahwa biji rmabutan mengandung senywa golongan fenolik dan flavonoid. Ekstrak methanol ditemukan 6 komponen senyawa yang terdiri dari 5 senywa golongan fenolik (flavonoid) dan 1 fenolik bukan flavonoid. Ekstrak methanol, diklorometana dan n-heksan tidak memmiliki penghambatan terhadap enzim alfa-glukosidase. Namun demikian ekstrak methanol memilki aktifitas hipoglikemik pada mencit jantan normal Zulhipri, dkk., 2007, Uji Fitokimia Dan Aktifitas Antidiabetes (ilmiah rambutan) Dengan Berbagai Pelarut, FMIPS Jurusan Kimia Universitas Negri Jakarta, Jakarta hal 1

PUSTAKA KTI Vina Hanafiani Yuliana., 2011 Tinjauan Pustaka Tentang Tumbuhan Rambutan Naphelium lappaceum l, Sekolah Tinggi Farmasi Bandung