P. 1
Topik 3 Gonadotropin Hormones

Topik 3 Gonadotropin Hormones

|Views: 183|Likes:
Dipublikasikan oleh Rahmadona Syafri

More info:

Published by: Rahmadona Syafri on Jul 30, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/02/2013

pdf

text

original

HORMON GONADOTROPIN

(Biosintesis, Sekresi, Reseptor dan Mekanisme Kerja)

TUGAS MATA KULIAH

ENDOKRINOLOGI

OLEH :

RAHMADONA BP. 1121228046

DOSEN PEMBIMBING : DR. dr. H. JOSERIZAL SERUDJI, Sp.OG (K) Dr. Hj. YUSRAWATI, Sp. OG (K)

PROGRAM MAGISTER ILMU KEBIDANAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ANDALAS PADANG 2012

KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur penulis panjatkan ke khadirat Allah SWT, karena berkat karunia Nya lah penulis dapat menyelesaikan tugas makalah ini. Adapun tujuan dari pembuatan makalah ini adalah untuk memenuhi salah satu tugas dari mata kuliah Endokrinologi dengan topic Hormon Gonadotropin mencakup biosintesis, sekresi, reseptor dan mekanisme kerjanya. Penulis menyadari bahwa dalam pembuatan makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun untuk kesempurnaan di masa yang akan datang. Semoga makalah ini dapat bermanfaat khususnya bagi penulis dan umumnya bagi pembaca. Akhir kata penulis sampaikan ucapan terima kasih.

Padang,

September 2012

Penulis

ii

............ 1 B..................................................................................... 5 D.................................................................................... ii DAFTAR ISI............ iii BAB I PENDAHULUAN ................................................................... Tujuan Khusus.... 5 2... Sekresi Hormon Gonadotropin ...................................... Tujuan umum........................................................................................ 4 B..........................DAFTAR ISI KATA PENGANTAR .................................. 8 E....................................................................................................... 10 BAB III KESIMPULAN ............................................................................................................................................................ 1 A......................................................................................................................... Biosintesis Hormon Gonadotropin ........................................ Latar Belakang ................................ Tujuan Penulisan .......................................................... Mekanisme Kerja Hormon Gonadotropin ............... Struktur Hormon Gonadotropin .................................. Reseptor dan Mekanisme Hormon Gonadotropin ................................ 4 A..................................................... 5 1....................................................................... 3 C.................................. 16 iii ......................................................... 5 BAB II ISI ..................................................... 15 DAFTAR PUSTAKA ...........

Sekresi FSH dan LH diatur oleh Gonadotropin releasing hormon (GnRH) suatu neurohormon yang berfungsi sebagai hormon pelepas gonadotropin.BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Gonadotropin adalah hormon glikoprotein. hormon gonadotropin. yaitu LH (luteinizing Hormone ) dan FSH (Follicle Stimulating Hormone). Ikatan hormon dengan reseptor ini akan mengaktifkan proses komunikasi sinyal dan enzim-enzim dalam sel dan memulai sintesis hormon steroid di gonad yang merupakan organ target dari gonadotropin. sedangkan subunit β berfungsi sebagai hormon yang dikandung oleh hCG. hipofisis dan gonadotropin. Aksi umpan balik ini diperantari oleh aktivin. Kelenjar hipofisis memproduksi dua gonadotropin . hormon FSH dan LH yang dilepaskan oleh GnRH harus berikatan dengan reseptor spesifiknya di sel target. Subunit α berfungsi sebagai struktur hormon yang terdiri dari 92 asam amino. Untuk dapat menunjukkan efek kerjanya. terdiri dari 2 subunit. 4 . yaitu subunit α dan subunit β. Keduanya sangat penting untuk fungsi gonad dan reproduksi manusia. inhibin dan folistatin. Hormon yang dihasilkan dapat menyebabkan aksi umpan balik terhadap hipotalamus. Berdasarkan glikoprotein yang dikandung. Sekresi FSH dan LH tergantung denyut pulsatif GnRH. FSH dan LH dengan asam amino yang bervariasi 116 hingga 147.

Tujuan umum Memahami hormon gonadotropin 2. sekresi. B.Berdasarkan uraian di atas. Memahami sekresi hormon gonadotropin d. termasuk di dalamnya struktur hormon gonadotropin. makalah ini akan membahas mengenai hormon gonadotropin. Tujuan Khusus a. reseptor dan mekanisme kerjanya. Tujuan Penulisan 1. Memahami Biosintesis hormon gonadotropin c. Memahami mekanisme kerja hormon gonadotropin 5 . Memahami reseptor hormon gonadotropin e. Memahami struktur hormon gonadotropin b. biosintesis.

000 dalton dan mengandung lebih kurang 20 % karbohidrat. Subunit α berfungsi sebagai membentuk FSH dan 2 residu serta 1 unit struktur hormon yang terdiri dari 92 asam amino. terdiri dari 2 subunit. FSH dan LH dengan asam amino yang bervariasi 116 hingga 147. 5 residu glikoprotein dengan 1 unit karbohidrat karbohidrat membentuk LH. glukosamin asetil dan Nasam neuraminik asetil. hormon gonadotropin. mannosa. Keduanya sangat penting untuk fungsi gonad dan reproduksi manusia. Glikoprotein hormon yang membentuk asam sialik terdiri dari 20 residu glikoprotein ditambah 6 unit karbohidart membentuk hCG. yaitu subunit α dan subunit β. Berdasarkan glikoprotein yang dikandung. Struktur Hormon Gonadotropin Gonadotropin adalah glikoprotein dengan berat molekul 30. Kelenjar hipofisis memproduksi dua gonadotropin . yaitu LH (luteinizing Hormone ) dan FSH (Follicle Stimulating Hormone). galaktosa. Karbohidrat yang dikandungnya terdiri dari fukosa. 1 . LH dan FSH membentuk kelompok utama hormon hipofisis anterior yang dikenal sebagai hormon glikoprotein. Bersama denganTSH (Tyroid Stimulating Hormone).BAB II ISI A. sedangkan subunit β berfungsi sebagai hormon yang dikandung oleh hCG.

melanotropin dan endorphin membentuk kelompok hormon ketiga. Cirri yang sangat penting dalam mengenali dan mempertahankan kehamilan. Rantai β dari hCG mengandung 4-polisakarida terkait O. Hormon tersebut dibentuk oleh dua sub unit protein yang berbedda dan terikat secara nonkovalen yang disebut sub unit α dan sub unit β. Gonadotropin yang spesifik pada kehamilan. efek dari sejumlah kecil glikoprotein dapat meningkat secara dramatis. Rantai β untuk LH dan hCG merupakan yang termirip dengan homologi sebesar 82%. yaitu hCG (Human Chorionic Gonadotropin) merupakan glikoprotein keempat yang dibentuk oleh rantai α dan β.Hormon pertumbuhan dan prolaktin membentuk kelompok kedua dari hormon yang berhubungan secara structural sedangkan kortikotropin. Dengan memperpanjang waktu paruhnya. LH. hCG dan FSH menambah spesifitas structural. Sub unit α untuk keempat hormon ini adalah identik. Rantai samping karbohidrat untuk kedua rantai α dan β pada LH. Efek ini paling jelas pada molekul hCG. 2 . Sub unit β berbeda pada setiap hormon . sehingga memberi kekhususan pada setiap dimer αβ. lipotropin. FSH dan TSH secara structural memiliki kemiripan. Suatu „ekor‟ bermuatan gula secara dramatis memperlambat bersihan hCG. Rantai karbohidrat juga mempengaruhi laju bersihan metabolic hormon glikoprotein.

dan progesteron. dan banyak vesikel tersebut diterikat dengan membran sel sampai sekresi hormon tersebut dibutuhkan. pematangan sperma dan sperma. estrogen. Hormon gonadotropik tersebut disintesis sebagai protein besar yang tidak memiliki aktivitas biologis (pra-prohormon) dan dipecah untuk membentuk prohormon yang berukuran lebih kecil di reticulum endoplasma. Sejalan dengan turunan plasenta. ovulasi. termasuk produksi androgen. enzim-enzim di dalam vesikel akan memecah prohormon untuk menghasilkan hormon yang berukuran lebih kecil dan memiliki aktivitas biologis serta fragmen.B.human chorionic gonadotropin (hCG). Biosintesis Hormon Gonadotropin Pengaturan fungsi gonad. dimediasi oleh decapeptida hipotalamus gonadotropin-releasing hormone (GnRH) dan dua gonadotropin hipofisis luteinizing hormone (LH) dan folliclestimulating hormone (FSH). 3 .fragmen inaktif. yaitu gametogenesis dan steroidogenesis. Sewaktu pengemasan tersebut berlangsung. yang disentesis dalam gonadotropin dan dikeluarkan oleh gonadotropin. Vesikel tersebut disimpan dalam sitoplasma. Prohormon tersebut kemudian di transfer ke asparatus golgi untuk dikemas dalam bentuk vesikel sekretoris. ketiga gonadotropin ini mengatur endokrinologi reproduksi laki-laki dan perempuan. dan pemeliharaan awal kehamilan Hormon gonadotropin yaitu FSH dan LH merupakan jenis hormon peptide dan hidrofilik yang disintesis di reticulum endoplasma kasar yang terdapat di berbagai sel endokrin.

stimulus eksositosis adalah peningkatan konsentrasi kalsium sitosol akibat depolarisasi membran plasma. Pada keadaan yang lain stimulasi reseptor permukaan sel endokrin menimbulkan peningkatan siklik adenosine monofosfat (cAMP) dan aktivasi protein kinase yang memulai terjadinya sekresi hormon. tempat hormon tersebut di bawa ke jaringan targetnya di gonad.Sekresi hormon dan fragmen-fragmen inaktif terjadi ketika vesikel sekretoris menyatu dengan membran sel dan kandungan granularnya dikeluarkan ke dalam cairan interstisial atau secara langsung ke dalam aliran darah dengan cara eksositosis. 4 . Hormon peptide seperti FSH dan LH bersifat larut air yang memungkinkan hormon tersebut memasuki sistem sirkulasi dengan mudah. Pada banyak keadaan.

sedikit lebih lambat pada fase luteal awal dan paling lambat pada fase luteal lanjut dari siklus menstruasi wanita. glikosilasi pascatranslasi dan perubahan jumlah sel penghasil gonadotropin. frekuensi 5 . Telah diketahui oleh frekuensi denyut GnRH paling cepat pada fase folikuler. GnRH disintesis dalam nucleus arkuatus dimediobasal hipotalamus dan daerah preoptik di hipotalamus anterior. GnRH (Gonadotropin Releasing Hormone). stabilisasi mRNA. GnRH disalurkan sepanjang akson-akson sel neuroendokrin khusus ini melalui eminensia mediana hipotalamus dimana GnRH dilepaskan ke sistem darah portal yang mendarahi hipofisis anterior. Mekanisme yang menjelaskan bagaiman pelepasan GnRH secara pulsatif dapat mengendalikan sintesis dan sekresi gonadotropin masih belum dimengerti.C. Fungsi gonadotropin dimodulasi oleh factor hipotalamus. Dekapeptida hipotalamus. Tidak seperti sebagian besar hormon lain. Secara umum. laju sintesis sub unit protein. factor hipofisis (regulasi autokrin) dan umpan balik gonad (steroid dan peptide reproduksi). GnRH secara normal dilepaskan secara pulsatif. Terdapat berbagai cara untuk meregulasi FSH dan LH termasuk perubahan transkripsi gen. Sekresi Hormon Gonadotropin Sekresi FSH dan LH dikendalikan secara ketat selama siklus reproduksi. Suatu “generator denyut” tampaknya terletak di dalam hipotalamus mediobasal dan mungkin terbatas untuk neuron pengahasil GnRH itu sendiri.

Aktivin terbentuk dari tiga kombinasi dari subunit β: Aktivin A (βAβA). dan protein morfogenik tulang. sedangkan aktivin menstimulasinya.Inhibiting Substance). Denyut lambat pada fase luteal lanjut meningkatkan kadar FSH yang penting untuk memulai siklus menstruasi selanjutnya. dan plasenta yang mempengaruhi fungsi gonadotropin. Sesuai namanya. aktivin AB (βAβB) dan aktivin B (βBβB).denyut yang cepat membantu sekresi LH dan frekuensi denyut yang lambat membantu sekresi FSH. MIS (Mullerian .(BMP) Folistatin secara structural tidak berhubungan dengan inhibin maupun aktivin. Inhibin dan aktivin merupakan peptide yang sangat berhubungan dan diproduksi oleh ovarium. Aktivin merupakan anggota dari TGF-β (Transforming Growth Factor β) yang merupakan superfamili dari factor pertumbuhan dan factor diferensiasi yang meliputi TGF-β. inhibin menurunkan fungsi gonadotropin. Inhibin dan aktivin merupakan peptide dan yang berhubungan erat dan terbentuk dari sub unit α dan β yang umum. Pelepasan GnRH secara terus-menerus menghambat fungsi gonadotropin. Folistatin merupakan peptide hipofisis yang sangat terglikosilasi dan 6 . testis. kelenjar hipofisis. Hubungan antara frekuensi denyut dengan sekresi LH dan FSH tampaknya terjadi pada pria dan wanita. Inhibin dibentuk oleh satu subunit β yang sangat homolog untuk membentuk inhibin A (αβA) atau inhibin B (αβB).

Terdapat satu pengecualian penting untuk efek inhibisi steroid gonad pada fungsi gonadotropin. Ketiga peptide ini memiliki pengaruh utama dalam ekspresi gen FSH-β. Hal ini penting untuk menghasilkan lonjakan LH pada pertengahan siklus wanita dan membutuhkan peningkatan terus-menerus (> 48 jam) estradiol yang bersikulasi. Walaupun terdapat bukti bahwa steroid dapat bekerja pada tingkat generator denyut di hipotalamus. Reseptor estrogen. Dalam situasi tertentu estrogen menggunakan umpan balik positif pada sekresi gonadotropin. Dari peptide-peptida ini. androgen dan progesterone terdapat pada sel-sel gonadotropin di hipofisis dan beberapa neuron di hipotalamus.menghambat fungsi gonadotropin namun potensinya hanya sepertiga fungsi inhibin. Aktivin B menstimulasi pelepasan FSH. Kedua peptide lain nampaknya bekerja pada sel-sel hipofisis melaui second messenger yang dilepaskan secara local atau peptide autokrin. dan subunit α yang umum. Steroid gonad menggunakan control umpan balik negative pada sintesis dan sekresi FSH dan LH. namun reseptor hormon steroid gonad sepertinya tidak terdapat pada sel-sel yang mengandung GnRH di nucleus arkuatus. Aktivin juga memiliki efek langsung pada gonad dengan meningkatkan aktivitas enzim aromatase di dalam ovarium dan menstimulasi proliferasi spermatogonium dalam testis. 7 . inhibin nampaknya regulator biologis yang paling penting pada gen FSH yang secara langsung menekan aktivitas FSH. Di hipofisis. steroid gonad tampaknya mempengaruhi laju transkripsi pada pengkodean gen FSH-β dan LH-β.

Hal ini kemudian mengaktivasi membran yang berhubungan dengan G-protein-coupled signaling system. Bagian lain yang 8 .. Reseptor Hormon Gonadotropin Reseptor untuk hormon glikoprotein terdapat pada membran plasma sel targetnya di gonad. D. Walaupun reseptor ini normalnya terdapat dalam konsentrasi yang sangat rendah pada permukaan sel namun reseptor ini memiliki spesifitas dan afinitas yang tinggi untuk liganligannya. Reseptor LH juga mengikat molekul hCG yang berhubungan erat.Stimulasi yang diinduksi oleh estrogen melibatkan ekspresi gen gonadotropin di hipofisis dan frekuensi denyut GnRH di hipotalamus. Terdapat reseptor FSH dan LH yang berbeda. Interaksi antara dimer glikoprotein dan reseptor menyebabkan perubahan konfirmasi dalam reseptor.

Proses ini mungkin memiliki pengaruh yang berbeda akibat adanya suatu penyakit Protein G merupakan bagian dari protein yang berikatan dengan guanosin trifosfat (GTP) yang mengaktivasi adenilat siklase dan meningkatkan produksi cAMP intraseluler. ini terikatnya reseptor merupakan peristiwa yang berbeda dengan aktivasi reseptor dan penyampaian sinyal intraseluler yang mengalir. Peningkatan cAMP mengaktivasi jalur protein kinase A intraseluler yang kemudian memodulasi fungsi beberapa 9 . βadregenik dan dopamigernik. Didalam superfamili reseptor.penting dari kelompok reseptor yang berikatan dengan protein G meliputi reseptor untuk GnRH dan reseptor untuk senyawa-senyawa α-adregenik. Perubahan konformasi yang diinduksi oleh pengikatan gonadotropin ke reseptoryang berpasangan dengan protein G pada permukaan sel menyebabkan pergantian tempat subunit intraseluler protein G dengan GTP. Subunit protein G (GSα) yang terdisosiasi kemudian mengaktifkan adenilat siklase untuk memproduksi cAMP.

Pada ovarium dan testis. Pada fase pertama desentisasi reseptor gonadotropin menjadi terlepas dari aktivitasnya sehingga tidak lagi mengaktivasi adenilat siklase. Selain mengaktivasi proses penyampaian sinyal intraselluler spesifik pengikatan gonaditropin ke reseptornya juga memulai fungsi regulasi yang disebut desensitisasi. Pada tahap kedua desensitisasi yang lebih lambat laju degradasi reseptor meningkat. E. peningkatan cAMP berperan dalam steroidogenesis dan gametogenesis gonad. DAG mengaktivasi protein kinase C sementara INSP3 melepaskan kalsium dari reticulum endoplasma ke ruang intrasel. Hal ini meliputi aktivasi sub unit protein G yang berbeda yaitu Gq oleh LH/HCG yang terikat dengan reseptor LH Gq kemudian mengaktivasi fosfolipase C yang mencerna membran lipid memproduksi dua messenger intraseluler 1. Sel yang tidak mempunyai reseptor terhadap hormon tersebut tidak akan berespons. Reseptor LH dan FSH terdapat didalam 10 . Walaupun jalur cAMP merupakan mediator utama untuk aktivitas reseptor FSH dan LH namun aktivasi sistem protein kinase C juga dapat terjadi. Mekanisme Kerja Hormon Gonadotropin Langkah pertama kerja suatu hormon adalah pengikatan hormon pada reseptor spesifik di sel target. Desentisasi menurunkan respon suatu sel terhadap stimulasi yang terus berlangsung. Proses yang terakhir ini disebut down regulation.2/diasil gliserol (dDAG) dan inositol trifosfat (INSP3).proses sel oleh fosforilasi protein.

Perubahan hormonal dengan urutan yang jelas sangat penting untuk perkembangan normal folikel dan ovulasi dlam ovarium.membran plasma sel granulose dalam sel ovarium dan sel sertoli di testis. FSH juga menginduksi pembentukan reseptor LH/HCG dalam sel-sel granulose dan sertoli. Inisiasi pertumbuhan folikel terjadi secara dependen dari stimulasi gonadotropin akan tetapi folikel ini akan mengalami atresia dengan cepat bila tidak terdapat gonadotropin. Karena sel teka kekurangan reseptor FSH maka sel ini hanya merespon terhadap LH. Dengan sifat yang tergantung-dosis. LH meningkatkan produksi prekurson androgen didalam sel teka. FSH menyebabkan proliferasi sel granulose disekitar folikel yang berkembang dan biosintesis estrogen oleh sel ini. gonadotropin juga mengatur ekspresi reseptornya sendiri. 11 . Sel teka ovarium dan sel leydig testis hanya menampakkan reseptor LH selain mengatur streidogenesis dan gametogenesis. FSH menginduksi enzim aromatase dalam sel granulose.

Aromatase mengubah androgen yang diproduksi dalam teka menjadi estrogen dalam sel granulose. Gelombang produksi FSH yang berikut ini menyelamatkan folikel yang berkembang dari atresia. estrogen. Pemeliharaan produksi steroid oleh korpus luteum bersifat tergantung LH akan tetapi lama hidup 14 hari yang pasti dari korpus luteum tampaknya tidak berhubungan dengan penurunan stimulasi LH. Korpus luteum merespon stimulasi LH dengan memproduksi Progesteron. LH meningatkan ambilan kolesterol LDL (low density lipoprotein) oleh sel korpus luteum melalui induksi reseptor LDL. Hal ini secara simultan menyebabkan konversi LDL menjadi progesterone dengan menginduksi dua kompleks enzim dengan laju terbatas yang penting untuk sintesis progesterone: P450cc dan 3β-hidoksi steroid dehidrogenase. Factor yang bertanggung jawab pada kematian korpus luteum tidak diketahui. FSH juga meningkatkan produksi inhibin oleh sel granulose sebelum ovulasi. Setelah terjadi ovulasi sel teka di sekeliling folikel ovarium yang pecah diubah menjadi korpus luteum. 12 . Seiring dengan semakin berkurangnya fungsi korpus luteum saat mendekati akhir siklus sintesis inhibin. dan progesterone menurun dan produksi FSH oleh hipofisis meningkat.

sekresi FSH oleh hipofisis. Testosterone meningkatkan maskulinisasi pada lokasi target perifer setelah dikonversi menjadi metaboliknya yang lebih poten yaitu dehidrotestosteron atau DHT. 13 . Inhibin ini menggunakan umpan balik negative. aromatase dan inhibin oleh sel sertoli. LH menstimulasi produksi testosterone oleh sel leydig.Pada pria FSH menstimulasi spermatogenesis dalam epitel seminiferus dan produksi protein terikat-androgen.

14 .

hormon FSH dan LH yang dilepaskan oleh GnRH harus berikatan dengan reseptor spesifiknya di sel target.BAB III KESIMPULAN Gonadotropin adalah hormon glikoprotein. Reseptor LH dan FSH terdapat didalam membran plasma sel granulose dalam sel ovarium dan sel sertoli di testis. kemudian di transfer ke asparatus golgi untuk dikemas dalam bentuk vesikel sekretoris. sampai sekresi hormon tersebut dibutuhkan. Ikatan hormon dengan reseptor ini akan mengaktifkan proses komunikasi sinyal dan enzim-enzim dalam sel dan memulai sintesis hormon steroid di gonad yang merupakan organ target dari gonadotropin 15 . Untuk dapat menunjukkan efek kerjanya. Hormon gonadotropik tersebut disintesis sebagai protein besar dan dipecah untuk membentuk prohormon yang lebih kecil di reticulum endoplasma. Sekresi FSH dan LH diatur oleh Gonadotropin releasing hormon (GnRH) suatu neurohormon yang berfungsi sebagai hormon pelepas gonadotropin. Keduanya sangat penting untuk fungsi gonad dan reproduksi manusia. Dua hormon gonadotropin yaitu LH (luteinizing Hormone ) dan FSH (Follicle Stimulating Hormone). Sekresi FSH dan LH tergantung denyut pulsatif GnRH. Vesikel tersebut disimpan dalam sitoplasma. Hormon gonadotropin yaitu FSH dan LH merupakan jenis hormon peptide dan hidrofilik yang disintesis di reticulum endoplasma kasar yang terdapat di berbagai sel endokrin.

6. Elsevier. S and Jaffe. Melmed. 2009. Humania press. Elsevier. S. Yen. 2nd edition. Jakarta. 2007. 12th edition. Endocrinology. Lipincott & Wilkins. Glass. Reproductive Endocrinology and Infertility 1st edition. Speroff. 5. 2012. Edisi 6. R and Schlaff. Philadelphia. R. S and Conn. EGC 16 . Saunders. Buku Ajar Fisisologi Kedokteran Edisi 11.K. Melmed. EMS 7. Dari Sel ke Sistem. New Jersey. D. William Textbook of Endocrinology. Elsevier 3. Guyton dan Hall.2010. 2008. Nathan. Philadelphia. At a Glance.DAFTAR PUSTAKA 1. B dan Wood. R. UK. EGC 8. Mosby. W.H. USA. Sherwood. USA. Greenstein. G. 6th edition. M. Fisiologi Manusia. L. Sistim Endokrin. 2011. Reproductive Endocinology. Jakarta. Jakarta. Philadelphia. et al. L. 2. Alvero. USA. Clinical Gynecologic Endocrinology and Infertility. 6Th edition. 4. 2005. 1999. Basic and Clinical Principles.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->