Anda di halaman 1dari 7

Diare pada Anak

Neonatus (0-28 hari) frekuensi BAB > 4 kali Anak (1 bulan >> ) frekuensinya > 3 kali

Etiologi Faktor infeksi Infeksi enternal infeksi saluran pencernaan yg merupakan penyebab utama diare pada anak. Meliputi infeksi bakteri, virus, dan parasit Infeksi parenteral infeksi di bagian tubuh lain di luar alat pencernaan seperti Otitis Media akut (OMA), tonsilofaringitis, ensefalitis, dll. Faktor malabsorbsi Malabsorbsi KH : disakarida (intoleransi laktosa, maltosa, sukrosa), monosakarida (intoleransi glukosa, fruktosa, galaktosa). Pada bayi dan anak yang terpenting dan tersering adalah intoleransi laktosa. Faktor makanan Makanan basi, beracun, alergi terhadap makanan. Faktor psikologis Rasa takut & cemas terutama pada anak yg lebih besar.

Patogenesis Gangguan osmotik Akibat terdapat makanan atau zat yg tidak dapat diserap akan menyebabkan tekanan osmotik dalam rongga usus meninggi sehingga usus tidak dapat lagi mengabsorbsi air

dan elektrolit. Air dan elektrolit dalam rongga usus berlebihan sehingga merangsang usus untuk mengeluarkannya dan timbulah diare. Gangguan sekresi Akibat rangsangan tertentu misalnya oleh toksin pada dinding usus akan terjadi peningkatan air dan elektrolit. Air dan elektrolit dalam rongga usus berlebihan sehingga merangsang usus untuk mengeluarkannya dan timbulah diare Gangguan motilitas usus Hiperperistaltik menyebabkan berkurangnya kesempatan usus untuk menyerap makanan, sehingga timbul diare. Sebaliknya, peristaltik usus menurun akan mengakibatkan bakteri tumbuh berlebihan yg dapat menimbulkan diare pula.

Patogenesis Diare akut

Patogenesis diare kronik Lebih kompleks Faktor-faktor penyebabnya:

Malabsorbsi Parasit Bakteri Malnutrisi dll

Akibat Diare Kehilangan air & elektrolit (dehidrasi) mengakibatkan terjadinya gangguan keseimbangan asam-basa (asidosis metabolik) Gangguan gizi sebagai akibat kelaparan masukan makanan kurang, pengeluaran bertambah Hipoglikemi malabsorbsi KH menyebabkan glukosa dalam darah menurun dll

Gejala Klinis Awal cengeng, gelisah, suhu tubuh meningkat, nafsu makan berkurang atau tdk ada diare Tinja cair mungkin disertai lendir & darah Warna tinja berubah menjadi kehijau-hijauan tercampur dengan empedu Anus dan daerah sekitarnya lecet sering defekasi Tinja makin lama makin asam adanya asam laktat berlebih yg berasal dari laktosa yg tidak dapat diserap usus selama diare Gejala muntah lambung meradang atau akibat gangguan keseimbangan asam-basa elektrolit

Gejala dehidrasi BB menurun, turgor kulit berkurang, mata dan ubun-ubun besar menjadi cekung, selaput lendir bibir dan mulut serta kulit tampak kering.

Pemeriksaan Lab Pemeriksaan tinja Pemeriksaan gangguan keseimbangan asam basa dlm darah Pemeriksaan kadar ureum dan kreatinin untuk mengetahui fungsi ginjal Pemeriksaan elektrolit Pemeriksaan intubasi duodenum untuk mengetahui jasad renik atau parasit secara kualitatif maupun kuantitatif terutama pada diare kronik.

Pengobatan Pemberian cairan Jenis cairan Pemberian cairan Jumlah cairan Jadwal pemberian cairan Dietetik (pemberian makanan) Usia BB Untuk anak usia dibawah 1 tahun dan anak diatas 1 tahun dengan BB kurang dari 7 kg jenis makanannya susu, makanan setengah padat, susu khusus yang tidak mengandung laktosa sesuai kelainan yg ditemukan.

Untuk anak diatas 1 tahun denagn BB lebih dari 7 kg jenis makanan padat atau makanan cair sesuai dengan kebiasaan dirumah. Obat-obatan Menggantikan cairan yg hilang dengan cairan yg mengandung elektrolit & glukosa atau KH

Sindrom Malabsorbsi (anak) penyakit yg berhubungan dengan gangguan penyerapan bahan makanan yg di makan. Pd anak-anak malabsorbsi yg sering: Malabsorbsi KH laktosa atau intoleransi laktosa Malabsorbsi lemak tinja berlemak, tidak berbentuk, berwarna coklatkuning, kelihatan berminyak.

Malabsorbsi KH Monosakarida Disakarida laktosa KH utama dari susu Polisakarida Penyebab: Intoleransi laktosa defisiensi enzim laktase dlm brush border usus halus Laktase rangsangan laktosa dari ASI atau susu formula Pd negara berkembang tidak diberikan susu terus menerus Gejala klinis Diare yg sangat frekuen, cair, dan berbau asam.

Flatulens dan kolik abdomen Pertumbuhan anak terhambat - malnutrisi

Kolera Vibrio cholerae V. cholerae masuk melalui mulut bersama-sama dengan makanan & minuman kontak langsung dengan tinja Patogenesis

Gangguan keseimbangan air & elektrolit pd penderita kolera tinja kadar ion Na, K, Cl, dan bikarbonat lebih tinggi dibandingkan diare oleh sebab lain kehilangan cairan BB menurun gol. dehidrasi dehidrasi berat BB berkurang 0-25% < 24 jam kekurangan K dikeluarkan bersama tinja asidosis metabolik ginjal tdk mampu memproduksi bikarbonat. akibatnya: pernapasan cepat & dalam kompensasi cardiac reserve gagal jantung

Gejala klinis akibat dari kehilangan cairan tubuh & elektrolit diare tampak seperti cucian beras kadang disertai muntah turgor yg cepat menurun mata cekung ubun-ubun besar cekung pernafasan cepat & dalam sianosis nadi kecil & cepat TD menurun bunyi jantung melemah

Daftar Pustaka Staf Pengajar Ilmu Kesehatan Anak FKUI. Buku kuliah 2&3 Ilmu Kesehatan Anak. Bagian Ilmu kesehatan Anak. Jakarta. 1997 Ramin A, David TW. Dalam : Ricard EB, Robert MK, Hal BJ, penyunting. Nelson textbook of pediatrics. Edisi ke18.Philadelphia : Saunders