Anda di halaman 1dari 2

DECOMP CORDIS

Gagal jantung adalah suatu keadaan patofisiologi adanya kelainan fungsi jantung yang berakibat jantung gagal memompakan darah untuk memenuhi kebutuhan metabolisme jaringan atau kemampuannya hanya ada kalau disertai peninggian tekanan pengisian ventrikel kiri (Braunwald 1992 cit Suryadipraja 1996). Definisi alternatif menurut packer, gagal jantung kongestif atau Congestive Heart Failure (CRF) merupakan suatu sindrom klinis yang rumit yang ditandai dengan adanya abnormalitas fungsi ventrikel kiri atau kanan dan kelainan regulasi neurohormonal,diserta dengan intoleransi kemampuan kerja fisik (effort intolerance), retensi cairan dan memendeknya umur hidup (reduced longevity) (Suryadipraja, 1996). Gagal jantung kiri dalam jangka panjang dapat diikuti dengan gagal jantung kanan, demikian juga gagal jantung kanan dalam jangka panjang dapat diikuti gagal jantung kiri. Bilamana kedua gagal jantung tersebut terjadi pada saat yang sama maka keadaan ini disebut gagal jantung kongestif (GKJ). (Sitompul et.al. 1996). Istilah umum gagal jantung kongestif (GKJ) digunakan untuk menerangkan sejumlah sindrom yang terliht dalm praktek klinis kedokteran. Sinrom-sindrom ini terdiri dari gejala-gejala dn tanda-tanda fisik yang berhubungan dengan: 1. 2. 3. 4. kegagalan ventrikel kiri sebagai pompa, Kegagalan ventrikel kanan sebagai pompa, Hipertensi vena paru-paru dan hipertensi vena sistemik

ETIOLOGI Patologi awal dalam gagal jantung kongestif (GKJ) adalah pengurangan kontraktilitas miokardium yang terlazim ditimbulkan oleh hipertensi, penyakit arteri coronaria dan penyakit otot jantung seperti miokarditis dan kardiomiopati. Penyebab paling umum dari gagal jantung kongestif (GKJ) di Amerika Serikat adalah penyakit jantung koroner, hipertensi sistemik, kardiomiopati dan penyakit katup jantung. Penyebab lain yang sering adalah miokarditis dan Diabetes mellitus. Faktor-faktor presipitasi dari GKJ: a. Infeksi pada paru-paru b. Demam atau sepsis c. Anemia (akut atau menahun) d. Tidak teratur minum obat diet rendah garam dan air e. Beban cairan yang berlebihan (misalnya dapat pengobatan dengan infus) f. Terjadinya infark jantung akut berulang (re-infark) g. Aritmia h. Emboli paru-paru i. Melakukan pekerjaan beban berat apalagi mendadak j. Stres emosional, kehamilan dan pemakaian kortikosteroid k. Hipertensi yang tidak terkontrol. Kondisi- kondisi risiko tinggi meliputi: a. Hipertensi b. Merokok c. Kurang olah raga d. Diabetes Militus e. Alkohol f. Diit tinggi lemak jenuh

Gejal-gejala GKJ umumnya meliputi : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Kelelahan, kelemahan anggota badan Dispneu (sesak nafas) Ortopneu (sesak nafas ketika berbaring) Dispneu nocturnal paroksismal (Pasien mendadak bangun karena kesulitan bernafas) Batuk Nokturia Anoreksia (kehilangan nafsu makan), karena perfusi ke gastro intestinal yang kurang. Nyeri kuadran kanan atas (karena distensi kapsul hepatis yang membesar)

PF : Tanda-tanda pada GKJ bervariasi, tergantung atas etiologi yang mendasarinya : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Takikardi, karena peningkatan tonus simpatis Pernafasan Cheyne Stokes. Sianosis, karena pengurangan pengangkutan oksigen. Pulsus alternans. Ronki basah basal, karena kongesti paru. Peninggian tingkat pulsasi vena jugularis. Palpasi prekardium, apek jantung bergeser ke kiri dari normalnya. Bunyi jantung : a. S1 lembut karena katup mitral menutupnya kurang hebat akibat kontraksi yang lemah. b. S2 mengeras, karena tekanan pembuluh paru meningkat. c. S3 gallop summation. Bising jantung, karena ada regurgitasi pulmonal.

9.

10. Hepatosplenomegali, karena adanya bendungan vena sistemik. 11. Asites, timbul sekunder terhadap hipertensi portal. 12. Edema perifer. 13. Frekuensi pernafasan biasanya cepat (30 sampai per menit) dan biasannya ada penggunaan otot pernafasan tambahan yang menonjol, bersama dengan retraksi interkostal