Anda di halaman 1dari 3

Mengenal Teknologi Baru untuk Pengembangan Hutan Karet

Tanaman karet secara tradisional dikenal sebagai tanaman perkebunan. Namun, kini tanaman karet juga dikenal sebagai tanaman hutan. Bahan tanaman yang digunakan untuk hutan karet ini berasal dari biji atau seedling. Untuk keperluan hutan karet, teknologi penyediaan bibit karet perlu diperhatikan agar tingkat kematian bibit bisa ditekan dan pertumbuhannya baik.

elama empat dekade terakhir, sumber daya hutan dan kebun telah menjadi modal utama pembangunan ekonomi nasional, yaitu sebagai sumber devisa, penyerapan tenaga kerja, serta pendorong pengembangan wilayah dan pertumbuhan ekonomi. Ciri sumber daya hutan yang penting adalah pe-

ranannya sebagai sistem penunjang kehidupan, yaitu hutan tropika sebagai paru-paru dunia dan sumber keragaman hayati. Perkebunan karet memiliki potensi untuk konservasi lingkungan, yaitu sebagai penambat CO2 yang efektif. Di samping itu, kayu karet memiliki corak dan kualitas

yang baik sehingga dapat mensubstitusi beberapa jenis kayu yang dieksploitasi dari hutan. Kayu karet juga relatif mudah digergaji. Bahan tanaman karet untuk perkebunan dibuat dengan cara okulasi batang bawah dengan entres terpilih. Namun untuk keperluan tanaman hutan, cukup digunakan tanaman dari biji karena waktu yang diperlukan untuk pengadaan bibit lebih cepat dan lebih mudah, akar tunggang dapat tumbuh lebih sempurna lurus ke bawah, serta pertumbuhan tanaman di lapangan lebih cepat. Teknologi penyediaan bibit karet dari biji untuk tanaman hutan perlu disediakan agar kematian bibit dapat ditekan dan pertumbuhan bibit tetap baik.

12

Stadia Kecambah Karet Benih karet dalam bentuk biji memiliki masa dormansi yang sangat pendek, sehingga dalam waktu singkat benih akan tumbuh dan atau turun daya tumbuhnya apabila tidak mendapat perlakuan tertentu. Sebelum ditanam di lapangan, benih dikecambahkan dalam bedengan perkecambahan. Dalam bedengan perkecambahan tersebut, benih akan melalui beberapa tahapan stadia sampai akhirnya menjadi tanaman seedling. Tahapan stadia kecambah tersebut adalah stadium segi tiga, stadium bintang, stadium pancing, stadium jarum, dan stadium berdaun. Untuk benih karet yang berkualitas baik (kesegaran 90%), waktu yang diperlukan sejak benih dikecambahkan sampai terbentuk stadium jarum adalah 21 hari, namun apabila benih kurang baik (kesegaran 70%) waktu yang diperlukan bisa lebih dari 21 hari. Masingmasing stadium kecambah memerlukan waktu yang relatif pendek sejak biji dideder, yaitu stadium segitiga 5 hari, stadium bintang 7-8 hari, stadium pancing 10-15 hari, dan stadium jarum 15-21 hari. Selanjutnya, kecambah akan menjadi stadium berdaun dan makin lama akan menjadi tanaman seedling kecil. Penyediaan Karet Seedling Penyediaan karet seedling untuk tanaman hutan dapat dilakukan dengan teknologi yang sederhana. Dengan memahami teknologi ini diharapkan bahan tanam karet yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal dan pertumbuhan bibit di lapangan cukup baik. Seedling Murni Ditanam Langsung di Lapangan Seedling murni adalah bibit yang disiapkan dari kecambah dan langsung dipindahkan ke lapangan. Pengadaan bibit karet dari seedling murni merupakan cara yang paling ideal untuk keperluan kehutanan.

Biji karet yang telah diseleksi dideder di tempat pendederan selama 15-20 hari sampai terbentuk kecambah stadium pancing. Kecambah stadium pancing ini langsung ditanam di lapangan agar pertumbuhan akar tunggang dan tunas sempurna. Untuk mengantisipasi kecambah rusak atau hilang, kecambah diberi tanda yang jelas. Bibit seedling yang berasal dari stadium pancing ini pertumbuhannya cepat dan ideal. Bibit juga tidak perlu harus segera dipindahkan ke lapangan dan tingkat kerusakannya paling kecil. Pertumbuhan tunas maupun akar setelah dipindah ke lapangan sangat cepat. Daun akan terbentuk setelah 7 hari. Hama yang paling rawan adalah belalang, semut, dan capung. Belalang dan capung biasanya merusak ujung tunas daun, sedangkan semut merusak tunas perakaran. Waktu yang dibutuhkan sejak biji karet disemai dalam bedengan perkecambahan sampai kecambah tertanam di lapangan adalah 25 hari. Penanaman dengan cara ini hanya bisa dilakukan pada musim panen biji. Bedengan perkecambahan juga harus berdekatan dengan lokasi penanaman di lapangan. Seedling Langsung Ditanam dalam Polibeg Pertama-tama yang harus dilakukan adalah mengisi polibeg dengan tanah, kemudian diatur rapi 10 x 200 polibeg. Benih karet diletakkan di atas tanah dengan posisi mendatar kemudian permukaan punggung biji ditimbun tanah, dan ditunggu sampai 3 bulan. Pekerjaan ini relatif cepat, namun apabila ada benih yang tidak tumbuh, untuk menggantinya cukup sulit terutama pada penanaman skala luas. Seedling Disiapkan sebagai Bibit Polibeg Pengadaan bibit seedling dalam polibeg untuk hutan merupakan cara yang paling baik dalam arti tidak

tergesa-gesa dan kondisi bibit prima. Polibeg yang digunakan berukuran 10 cm x 30 cm, dengan volume tanah 2 kg. Bibit dalam polibeg ini bisa diangkut untuk jarak yang cukup jauh sehingga tempat pembibitan tidak harus berdekatan dengan lokasi penanaman. Cara penyiapannya relatif sederhana dan mudah, demikian pula pemeliharaan dan perawatannya. Pertama-tama biji dikecambahkan dalam bedengan. Polibeg diisi dengan tanah dan diatur secara tegak berkelompok. Kecambah yang sudah jadi dipindahkan ke dalam polibeg. Apabila memungkinkan, kecambah jangan sampai pada stadium jarum agar akar tumbuh sempurna. Kecambah dibiarkan tumbuh sampai 3 bulan dalam polibeg kemudian dipindahkan ke lapangan. Agar pertumbuhan tunas dan akar sempurna, penanaman tidak boleh terlambat. Cara penanaman di lapangan relatif mudah. Setelah lubang disiapkan, polibeg disobek atau digunting. Tanah dalam polibeg dijaga jangan sampai hancur, kemudian bibit beserta tanahnya dimasukkan ke dalam lubang yang telah disiapkan, ditimbun tanah, dan dipadatkan. Bibit dari Kecambah Berdaun Umur 2 Bulan dalam Polibeg Kecambah yang ada di bedengan kadang tidak dapat ditanam seluruhnya. Kecambah ini masih dapat digunakan sebagai bibit dengan cara memindahkannya ke dalam polibeg. Sebelum dipindahkan ke dalam polibeg, daun kecambah dipotong dengan menyisakan sepertiga bagian. Akar juga dipotong apabila sudah terlalu panjang. Untuk tanaman seedling harus dipelihara satu tunas saja sehingga bentuk tanaman lurus. Kemungkinan tumbuhnya tunas lebih dari satu harus dihilangkan. Bibit dari Kecambah Kadaluwarsa Umur Lebih dari 7 Bulan Kecambah kadaluwarsa dapat ditemukan di bedengan atau di ba-

13

wah tanaman karet karena biji jatuh di sembarang tempat dan tumbuh menjadi tanaman kecil. Tanaman karet kecil ini bisa dimanfaatkan untuk tanaman penghijauan. Bibit dapat langsung ditanam di lapangan atau dimasukkan dulu dalam polibeg. Kecambah atau tanaman karet kecil yang sudah tumbuh dicabut, kemudian bagian atas tanaman dipotong miring dari atas leher akar lebih kurang 10 cm dan bekas potongan dioles dengan lilin atau coolteer. Demikian pula bagian akar dipotong miring 15 cm dari leher akar dan akar lateral juga disisakan lebih kurang 7 cm. Akar lateral tidak boleh dihabiskan agar tunas lebih cepat tumbuh. Tunas akan tumbuh cepat dari bagian atas stum dan kemungkinan bisa tumbuh lebih dari satu. Oleh karena itu, perlu dilakukan perempesan dengan menyisakan satu tunas yang pertumbuhannya normal.

Bibit Umur Lebih dari Satu Tahun Di lapangan kadang dijumpai bibit berumur lebih dari satu tahun. Bibit demikian telah memiliki akar tunggang yang cukup panjang dan menembus ke dalam tanah. Batang juga sudah mengayu dengan tinggi lebih dari 1 m dan kulit berwarna cokelat. Bibit dengan kondisi demikian dapat digunakan untuk tanaman pagar atau sebagai bibit apabila terjadi kekurangan bibit. Untuk menjaga kejaguran tanaman, tunas yang tumbuh dipelihara satu saja sampai ketinggian 2 m baru dibentuk percabangan. Dari beberapa cara penyediaan bibit karet yang telah diuraikan di atas dapat dipilih cara yang paling tepat sesuai dengan waktu dan tenaga yang tersedia. Usahakan agar semua benih yang telah berkecambah dapat ditanam di lapangan. Penyiapan lahan penanaman

harus dilakukan sebelum benih dikecambahkan untuk menghindari kegagalan penanaman di lapang. Seperti halnya tanaman hutan lainnya, tanaman karet untuk hutan juga harus dipelihara secara intensif agar pertumbuhannya optimal, meskipun bahan tanaman yang digunakan berasal dari bibit seedling (Indyah Sulistya Indraty).

Untuk informasi lebih lanjut hubungi: Balai Penelitian Getas Jln. Patimura km 6 Kotak Pos 804 Salatiga 50702 Telepon : (0298) 322504 Faksimile : (0298) 323075 E-mail : rcgetas@salatiga. wasantara.net.id

14