Anda di halaman 1dari 3

Mega Putih, Varietas Baru Mawar Potong

Bentuk tepi petal yang keriting dengan jumlah petal yang banyak, tangkai bunga yang panjang dan kokoh, ukuran bunga yang besar dengan masa segar yang lama membuat penampilan mawar Mega Putih sangat menarik. Varietas mawar yang dilepas oleh Balai Penelitian Tanaman Hias ini akan dikembangkan oleh PT Alam Indah Bunga Nusantara.

awar (Rosa hybrida L.) yang dijuluki ratu segala bunga dikenal karena keindahan, keanggunan, dan keharumannya. Permintaan mawar potong sangat dipengaruhi oleh selera konsumen. Varietas

baru diperlukan untuk menggantikan varietas/kultivar lama yang sudah kurang disenangi. Varietas baru mawar potong biasanya diimpor dari luar negeri, antara lain dari Belanda, Malaysia,

dan Taiwan. Berdasarkan data Stasiun Karantina Soekarno-Hatta pada tahun anggaran 1999/2000, impor bibit dan bunga segar masing-masing mencapai 36.407 tanaman dengan frekuensi tujuh kali, dan 96.571 tangkai dengan frekuensi 79 kali. Untuk mengurangi impor bibit mawar diperlukan varietas baru hasil pemuliaan di dalam negeri atau hasil kerja sama pemuliaan dengan instansi/penyelenggara pemuliaan di luar negeri. Penelitian untuk mendapatkan varietas baru mawar di Balai Penelitian Tanaman Hias (Balithi) di Cipanas, Jawa Barat, diawali dengan persilangan, perlakuan suhu rendah, perkecambahan benih dan seleksi klon-klon F1 di CPRO-DLO (sekarang International Research Plants), Wageningen, Belanda pada

12

Varietas mawar potong baru Mega Putih.

tahun 1997. Dari seleksi tersebut terpilih 53 klon dan selanjutnya dikirimkan ke Indonesia. Klon-klon tersebut kemudian dikelompokkan berdasarkan warna bunga. Kelompok pertama yaitu yang berwarna putih kehijauan, kuning kehijauan, kuning muda sampai kuning tua, dan kelompok kedua berwarna merah muda, merah, merah tua sampai jingga. Pada tulisan ini hanya disajikan hasil pengujian klon-klon yang termasuk pada kelompok pertama. Evaluasi dilakukan terhadap karakter-karakter penting klon/varietas mawar potong yaitu Tineke, NI.97.030-12, NI.97.026-13, Megawati, NI.97.027-71, Akito, NI.97.004-41, dan NI.97.028-15. Pengujian dilakukan selama 6 bulan di Kebun Percobaan Cipanas. Jumlah bunga klon-klon yang diuji ternyata tidak berbeda dengan Tineke, Akito maupun Megawati, varietas baru mawar yang dilepas Balithi. Tineke dan Akito merupakan varietas mawar berbunga putih dengan bunga berukuran besar. Varietas ini banyak ditanam petani/pengusaha mawar di sentra-

sentra produksi mawar di Jawa Barat. Akito disenangi konsumen karena memiliki tangkai yang lebih tegar dan bentuk bunga pada saat mekar lebih bagus daripada Tineke. Rata-rata jumlah bunga tanaman yang diuji berkisar antara 1-1,61 tangkai. Klon NI.97.030-12 mempunyai rata-rata jumlah bunga 1,49 tangkai, tidak berbeda nyata dengan Tineke (1,5 tangkai), Megawati (1,5 tangkai) dan Akito (1,24 tangkai). Dengan demikian, klon NI.97.030-12 memenuhi salah satu kriteria seleksi mawar potong yaitu jumlah bunga/tanaman/bulan lebih dari satu tangkai. Klon NI.97.030-12 memiliki tangkai panjang yang tidak bebeda nyata dengan Tineke dan Megawati, tetapi berbeda nyata dengan varietas introduksi Akito. Panjang tangkai total merupakan salah satu kriteria dalam seleksi klon mawar potong dan menentukan kualitas bunga. Harga jual bunga selain ditentukan oleh kebaruan varietas, juga ditentukan oleh panjang tangkai total bunga. Menurut standar grading untuk bunga mawar po-

tong, bunga kelas medium mempunyai panjang tangkai 35-45 cm, dan untuk kelas panjang 45-55 cm. Klon NI.97.030-12, Tineke, dan Megawati mempunyai tangkai bunga yang panjang, sedangkan Akito termasuk kelas medium. Diameter kuncup bunga klonklon yang diuji tidak berbeda nyata satu sama lain. Meskipun demikian, klon NI.97.030-12, Tineke, dan Megawati mempunyai kuncup bunga berukuran sedang (2 cm-2,5 cm), sedangkan Akito berukuran kecil (<2 cm). Diameter kuncup bunga mawar potong yang termasuk kelas satu berukuran lebih dari 2,5 cm. Dengan demikian klon NI.97.03012, Tineke, Megawati, dan Akito tidak memenuhi ukuran kelas satu. Karakter diameter bunga merupakan salah satu kriteria seleksi klon mawar potong. Hasil penelitian di pasar bunga Wastukencana (Bandung) dan Rawabelong (Jakarta) menunjukkan bahwa bunga yang berukuran besar lebih disukai konsumen daripada yang berbunga kecil. Diameter bunga mekar klon NI.97.030-12 (9,04 cm) tidak berbeda nyata dengan Tineke dan Megawati, tetapi diameter bunga tersebut lebih besar dibanding Akito (7,84 cm). Semua klon/varietas yang diuji berbunga ganda dengan mahkota bunga lebih dari 20 helai, sehingga memenuhi salah satu kriteria mawar potong. Klon NI.97.030-12 mempunyai jumlah mahkota bunga paling banyak dan berbeda nyata dengan Tineke, Megawati, dan Akito. Tepi/ujung mahkota bunga (petal) klon NI.97.030-12 berbentuk keriting sehingga menambah keindahan bentuk petal. Bentuk ujung petal tersebut unik dan baru, serta secara visual berbeda dengan Tineke, Megawati, Akito, dan klonklon lainnya. Bentuk tepi petal yang keriting dengan jumlah petal bunga banyak dan tangkai leher bunga (neck length) yang kokoh menjadikan tampilan visual bunga klon NI.97.030-12 lebih menarik dibandingkan Tineke, Megawati, dan Akito.

13

Klon NI.97.030-12 cenderung mempunyai kesegaran bunga lebih lama (9,07 hari) dibandingkan dengan Tineke (7,54 hari), Megawati (6,86 hari), dan Akito (7,27 hari). Lama kesegaran bunga merupakan salah satu kriteria penting dalam seleksi, dan karakter ini menentukan kualitas bunga mawar potong. Mawar potong diharapkan mempunyai kesegaran bunga minimal 6 hari. Dengan demikian klon NI.97.030-12 mempunyai kesegaran bunga paling lama dan memenuhi harapan. Warna bunga klon NI.97.03012, yang diamati dengan menggunakan colour chart Royal Horticulture Society, adalah kuning muda kehijauan (Yellow Green group 145 D), berbeda dengan Tineke yang berwarna putih kehijauan (Green White group 157 D), Megawati yang berwarna merah (Red group 53 A) , dan Akito dengan warna putih (White group 155 D). Klon NI.97.030-12 memiliki dua warna pada saat kuncup, karena warna mahkota bunga bagian luar berbeda dengan bagian dalam. Dengan berbagai keunggulan yang dimiliki klon NI.97.030-12, maka klon tersebut dilepas sebagai varietas mawar potong baru dengan nama Mega Putih. Deskripsi mawar potong Mega Putih disa-

Tabel 1. Deskripsi dan silsilah mawar potong varietas Mega Putih. Uraian Asal Nomor klon Jumlah bunga/tanaman/bulan Warna bunga bagian depan Warna bunga bagian belakang Diameter bunga kuncup Diameter bunga mekar Jumlah mahkota bunga Lama kesegaran bunga Bentuk/tipe bunga Kewangian/aroma bunga Panjang tangkai bunga Panjang tangkai total Panjang ruas Jumlah duri per ruas Bentuk daun Susunan daun Permukaan daun Warna daun muda Warna daun tua Warna batang muda Warna batang tua Sifat yang menarik Deskripsi dan silsilah Rosa hybrida cv. White Weekend x cv. Tineke NI.97.030-12 1,5 tangkai Kuning muda kehijauan (Yellow Green group 145 D) Kuning muda kehijauan (Yellow Green group 145 D) 2,12-2,5 cm 9-12 cm 104-138 helai 9 hari Ganda Sedikit wangi 7-8 cm 47-85 cm 4,7-5,6 cm Sedikit, 2-3 buah Jorong Berselang Bergelombang Coklat (Brown group 200 B) Hijau tua (Yellow Green group 147 A) Hijau (Yellow Green group 146 C) Hijau (Green group 138 B) Bentuk tepi petal bunga keriting dengan jumlah petal banyak dan tangkai bunga kokoh, bunga berukuran besar, tangkai panjang, dan kesegaran bunga lama

jikan pada Tabel 1. Varietas tersebut mempunyai bentuk tepi mahkota bunga (petal) keriting dan merupakan bentuk baru, jumlah petal bunga banyak dengan tangkai leher bunga yang kokoh. Varietas tersebut berwarna kuning muda kehijauan (Yellow Green group 145 D) dan kesegaran bunga (vase life) cenderung lebih lama (Darliah).

Untuk informasi lebih lanjut hubungi: Balai Penelitian Tanaman Hias Jln. Raya Ciherang Segunung, Pacet-Cianjur 43253 Kotak Pos 8 Sdl Telepon : (0263) 512607, 516684 Faksimile: (0263) 512607 E-mail : segunung@indoway.net

14