Anda di halaman 1dari 3

Alat Pengendali Pengkabutan Otomatis Tanpa Timer

Salah satu faktor penting yang menentukan keberhasilan pengakaran setek berdaun adalah kelembapan yang tinggi dan terjaga terus menerus. Pengkabutan terputus-putus (intermittent misting) merupakan cara yang paling banyak digunakan dalam perbanyakan tanaman hias. Pengkabutan menggunakan timer, tetapi umumnya tidak mampu mengatasi fluktuasi cuaca yang besar sepanjang hari. Dua buah alat pengendali pengkabutan tanpa timer telah dirakit di Balithi, yaitu ''Mist-a-Matic" dan "daun buatan".

erbanyakan benih/bibit tanaman berkayu dapat dilakukan secara generatif melalui biji atau secara vegetatif melalui cangkok, setek, okulasi, penyambungan (enten) atau gabungan antara setek dan enten (stenting). Perbanyakan vegetatif melalui setek merupakan salah satu pilihan karena waktu yang diperlukan relatif singkat untuk mendapatkan hasil dalam jumlah banyak, sifat asal tidak berubah, tidak mengalami masa juvenile, dan tidak perlu batang bawah. Kegagalan yang sering terjadi dalam perbanyakan melalui penye-

tekan adalah setek mengering sebelum berhasil membentuk akar, lebih-lebih pada setek berdaun. Salah satu faktor yang menentukan keberhasilan pengakaran setek berdaun adalah kelembapan yang tinggi (90-100%) secara terus menerus. Kelembapan yang tinggi dapat dipertahankan melalui penyiraman secara manual, menyungkup dengan lembaran plastik PE atau kain basah, pengembunan (fogging), dan pengkabutan (misting). Pengkabutan terputus-putus (intermittent misting) merupakan

cara yang paling ideal dan paling banyak diaplikasikan pada perbanyakan dengan setek. Cara tersebut dapat menciptakan uap air di udara sekeliling setek serta memberikan lapisan air pada daun, sehingga menurunkan suhu sekitar daun dan mengurangi evapotranspirasi. Selain itu, cara tersebut tidak mengganggu suhu media yang diperlukan untuk merangsang pengakaran serta dapat mencuci zat penghambat tumbuh yang terdapat pada jaringan setek. Dengan demikian peluang keberhasilan penyetekan lebih tinggi. Beberapa alat yang dapat digunakan untuk mengendalikan frekuensi pengkabutan adalah timer siklik, solatron (light accumulator), Mist-a-Matic (evaporation simulator atau pivoting beam), termistor dan daun elektronik. Salah satu pengatur waktu untuk mengendalikan pengkabutan sudah dirakit dan diberi nama intermittent misting apparatus. Satu kelemahan dari alat ini adalah periodenya perlu disesuaikan dengan kondisi lingkungan setempat, yang berarti penggunaan timer tidak dapat

14

mengatasi fluktuasi cuaca yang besar sepanjang hari. Dua alat alternatif telah dirakit di Balithi, yaitu Mist-a-Matic dan daun elektronik. Kedua alat tersebut akan mempertahankan lapisan air pada daun setek sepanjang waktu secara otomatis. Prinsip Kerja Alat Mist-a-Matic Kasa baja tahan karat digunakan sebagai simulator daun. Kasa ini dipatrikan ke gagang pengungkit yang terbuat dan jari-jari roda sepeda. Bobot kasa disetimbangkan dengan bandul timah yang posisinya dapat diatur dengan memutarnya maju-mundur. Pada titik kesetimbangan, gagang ditempelkan ke poros (as) yang bergerak bebas karena adanya dua buah lager. Pada bahan akrilik (tebal 10 mm) di bawah lager dipasang shakelar air raksa (mercury switch) . As dan shakelar air raksa ditempatkan dalam kerangka yang terbuat dari aluminium agar terlindung dari percikan air. Alat ini ditempatkan di antara setek daun dan akan menerima percikan air seperti halnya yang diterima oleh daun. Penambahan massa air pada kasa menyebabkan kasa turun. Dengan demikian shakelar air raksa memutuskan arus listrik ke klep (katup) solenoid sehingga aliran air ke nozzle pengkabutan terhenti. Dengan adanya penguapan air di kasa sedikit demi sedikit, maka pada akhirnya kasa akan terangkat. Akibatnya, shakelar air raksa kembali ke posisi semula, lalu mengalirkan arus listrik ke katup solenoid sehingga aliran air terbuka dan terjadi pengkabutan. Demikian seterusnya. Frekuensi pengkabutan ditentukan oleh kecepatan penguapan air dari kasa, sedangkan intensitas kelembapannya ditentukan oleh kepekaan alat dan jarak antara alat dan sumber kabut. Kepekaan alat dapat diatur dengan mengubah posisi bandul timah. Frekuensi pengkabutan dipengaruhi oleh suhu, sinar matahari,

dan kecepatan angin. Pada saat sinar matahari terik, suhu tinggi, dan kecepatan angin tinggi, pengkabutan akan lebih sering. Pada saat mendung atau malam hari, di mana udara dingin dan tidak ada angin, pengkabutan akan berhenti. Daun Elektronik Alat pengendali ini telah beredar di pasaran. Fungsi alat ini adalah untuk mengatur permukaan cairan yang bersifat konduktif, seperti halnya air. Nama alat ini floatless level switch. Komponennya terdiri atas OMRON tipe 61F-6-AP yang dihubungkan ke unit riley tipe 61-F-11. Alat ini memerlukan arus listrik bertegangan 110 volt atau 220 volt. Sensor input terdiri atas tiga terminal dan mempunyai output shakelar bertipe SPDT dengan kontak yang dapat dialiri 3 A, 250 volt (beban resistif). Fungsi alat ini sesungguhnya adalah untuk mengatur ketinggian air dalam suatu tangki. Prinsip kerjanya adalah sebagai berikut. Tiga buah kabel dihubungkan ke tiga buah elektroda tahan karat yang panjangnya berbedabeda. Elektroda yang paling panjang dihubungkan ke badan (arde), elektroda yang paling pendek untuk mengatur batas maksimum ketinggian air, elektroda lainnya untuk mengatur batas permukaan air terendah. Pada saat air menghubungkan arde dengan elektroda terpendek, shakelar akan putus (off) . Pada saat permukaan air turun setelah melewati elektroda kedua, shakelar akan kontak (on)

sehingga dapat menghidupkan pompa air. Jika alat ini diaplikasikan sebagai pengendali atau sensor pengkabutan, maka yang digunakan hanya dua elektroda. Elektroda dapat dibuat dari logam tahan karat seperti kuningan, perak atau baja tahan karat. Jika kedua elektroda ini dihubungkan dengan air (basah) maka shakelar akan terputus, sedangkan apabila airnya kering atau menipis dan tahanannya bertambah besar, maka shakelar akan kontak. Dengan demikian arus listrik akan mengalir sehingga dapat membuka katup solenoid yang akhirnya menjalankan pengkabutan. Alat ini dapat diletakkan pada jarak yang relatif jauh dari tempat penyetekan dengan menggunakan kabel penghubung, hanya elektrodanya yang diletakkan di sekitar tempat penyetekan yang diberi kabut. Alat ini tidak memiliki fasilitas pengaturan kepekaan, tetapi kepekaannya dapat diatur dengan mengubah jarak antarelektroda. Kedua alat ini dapat berfungsi dengan baik dalam memutus dan menghubungkan solenoid dengan simulasi menggunakan semprotan air. Namun, Mist-a-Matic yang dirakit masih perlu disempurnakan, baik dalam penggunaan bahan antikarat maupun disain keseluruhan. Salah satunya adalah pemasangan lager yang lebih kecil dan ditempelkan pada dinding rumah-rumahan yang terbuat dari aluminium Jika akan dipasang di luar tanpa naungan, maka bahan dasar rumahrumahan harus agak berat, misalnya dari marmer atau bahan lain

Keragaan alat Mist-a-Matic dan daun elektronik sebagai alat pengendali pengkabutan otomatis.

15

yang tahan karat, sehingga lebih tahan terhadap hempasan angin. Tahanan dalam terminal input elektroda alat OMRON ini sebesar 30 Ohm. Lapisan air yang menghubungkan kedua elektroda ini akan memutuskan shakelar apabila tahanannya mencapai sekitar 12 Ohm. Pada saat lapisan air berkurang dan tahanannya meningkat menjadi sekitar 15 Ohm, shakelar akan kontak. Dengan demikian frekuensi pengkabutan ditentukan oleh perubahan tahanan. Jenis logam juga akan menentukan konduktivitas dan tahanan antarelektroda. Pada perakitan awal, sebagai elektroda digunakan PCB dengan lapisan tembaga. Bahan ini ternyata kurang baik kontaknya dengan air. Setelah dilakukan penyepuhan dengan perak, kontaknya menjadi lebih baik dan alat menjadi lebih peka dibandingkan dengan sebelumnya. Agar kepekaan sensor dapat diubah-ubah, jika menggunakan PCB, maka harus diberi banyak titik yang jaraknya berbeda-beda. Untuk membuatnya lebih peka, maka dibuat jumper dengan mematrikan kawat sehingga kedua eletroda menjadi lebih dekat.

Sebaliknya jika ingin kurang peka, maka jumper-nya dilepas. Dalam operasinya, Mist-a-Matic sebenarnya tidak memerlukan aliran listrik PLN. Jika akan dioperasikan di daerah yang belum ada PLN, maka instalasi dapat menggunakan peralatan seperti katup solenoid yang dapat digerakkan dengan aki mobil bertegangan DC 24 volt. Mist-a-Matic produk impor ditawarkan dengan harga US$220 tidak termasuk ongkos kirim dan pajak impor, sedangkan produk hasil rakitan ini hanya menghabiskan biaya sekitar Rp100.000. Untuk daun elektronik dari perusahaan McPenny, harga pada tahun 1976 adalah US$105. Dengan menggunakan alat dari OMRON, harganya tidak lebih dari Rp200.000. Salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam menggunakan kedua alat ini yaitu kualitas air. Kadar garam atau kapur yang tinggi dalam air akan mengendap baik pada kasa maupun elektroda, sehingga mengganggu sensor dalam memutus dan menghubungkan katup solenoid. Kedua alat rakitan tersebut dapat menggantikan fungsi timer sik-

lik dalam mengendalikan frekuensi pengkabutan untuk keperluan pengakaran setek dengan hasil yang lebih baik, karena dapat menyesuaikan dengan keadaan lingkungan. Penerapan alat ini dalam agribisnis perbanyakan bibit tanaman mela!ui setek akan menguntungkan jika faktor lainnya (media, ZPT, dan lain-lain) dikuasai. Hal ini karena persentase keberhasilan berakar lebih tinggi, waktu yang dibutuhkan lebih singkat, hasil bibit per satuan waktu lebih banyak, jenis tanaman yang berhasil diperbanyak melalui setek bertambah, serta menghemat tenaga kerja dan konsumsi air (Yoyo Sulyo).

Untuk informasi lebih lanjut hubungi: Balai Penelitian Tanaman Hias Jln. Raya Ciherang Segunung, Pacet-Cianjur 43253 Kotak Pos 8 Sdl Telepon : (0263) 512607 516684 Faksimile : (0263) 512607 E-mail : segunung@indoway.net

16