Anda di halaman 1dari 2

Mesin Perontok Polong Kacang Tanah

Kacang tanah berpotensi besar menjadi komoditas agribisnis. Selain dapat diolah menjadi berbagai produk makanan, kandungan proteinnya cukup tinggi, mencapai 30%. Untuk penanganan panennya, kini telah tersedia mesin perontok polong dari brangkasannya. mudah terkontaminasi cendawan Aspergilus pembentuk racun aflatoksin yang berbahaya bagi kesehatan. Penggunaan mesin perontok polong kacang tanah dapat membantu mempercepat perontokan, karena kapasitas kerjanya lebih tinggi dibanding cara manual. Selain itu, susut mutu lebih kecil dan polong lebih bersih. Salah satu mesin yang dapat digunakan adalah buatan Balai Besar Pengembangan Alat dan Mesin Pertanian (BB Al-sintan), Serpong. Konstruksi Mesin Perontok Polong Kacang Tanah Mesin perontok polong kacang tanah berukuran panjang 170 cm, lebar 80 cm, dan tinggi 150 cm. Bahan utama adalah plat besi, besi siku, plat eser, dan besi behel. Mesin terdiri atas bagian meja pengumpan, silinder perontok, bagian pembawa, ayakan, blower (kipas), dan roda untuk memudahkan transportasi alat. Mesin digerakkan oleh motor bakar bensin 5 HP/2.200 rpm. Meja Pengumpan

Meja pengumpan berfungsi untuk menampung brangkasan sebelum masuk ke bagian pembawa. Unit ini terbuat dari besi siku 3 cm x 3 cm dan plat besi dengan ketebalan 0,8 mm. Dimensi meja pengumpan adalah 90 cm x 40 cm x130 cm. Meja pengumpan dapat disambungkan ke unit perontok untuk memudahkan pemasukan bahan ke bagian pembawa. Silinder Perontok Silinder perontok berfungsi untuk merontokkan atau memisahkan polong kacang tanah dari brangkasan. Dari hasil pengujian verifikasi, bentuk gigi perontok yang paling efisien adalah tipe U terbalik dengan kapasitas perontokan 307,22 kg/jam dan efisiensi perontokan 98,9% pada putaran silinder perontok 300 rpm. Bagian Pembawa Bagian ini berfungsi membawa brangkasan dari meja/unit pengumpan melalui silinder perontok sampai pengeluaran brangkasan. Bagian pembawa terdiri atas empat puli diameter 4 inci dan dua vbelt tipe A-117. Pada bagian v-belt terdapat pengait terbuat dari murbaut dengan diameter 2 mm, tinggi 2,5 cm. Pengait ini berfungsi untuk memudahkan penggeseran brangkasan ke arah bagian pengeluaran. Ayakan Ayakan berfungsi untuk memisahkan kotoran (tanah) yang terbawa pada polong hasil perontokan. Dimensi ayakan 80 cm x 70 cm x 50 cm, diameter lubang 10 mm dan bekerja pada 600 rpm. Kipas Kipas berfungsi untuk menghembuskan kotoran yang ringan seperti debu, potongan daun, dan batang kering yang melekat pada polong. Daun kipas dibuat dari plastik dengan diameter 30 cm dan

erontokan merupakan awal penanganan pascapanen kacang tanah. Proses ini dapat mem-pengaruhi mutu polong seperti per-sentase kotoran, polong rusak, dan rendemen biji. Kehilangan hasil pada proses perontokan polong ini cukup besar, berkisar 0,5-2% dalam bentuk tercecer dan susut mutu. Pada saat ini, sebagian besar petani masih melakukan perontokan polong secara manual. Kapasitas perontokan masih rendah, baru 8-10 kg/jam/orang. Selain itu, cara manual ini dapat menyebabkan susut yang cukup besar, yaitu biji tercecer 2% dan kerusakan 2%. Kadar air polong kacang tanah pada saat panen cukup tinggi, sekitar 50-60%. Oleh karena itu, perontokan harus segera dilakukan untuk mencegah kerusakan polong. Penundaan perontokan dapat menyebabkan biji cepat busuk dan

Rancang bangun mesin perontok polong kacang tanah buatan BBP Alsintan.

jumlah sudu tiga buah. Putaran kipas adalah 2.000 rpm. Roda Roda berfungsi untuk menggerakkan mesin perontok polong kacang tanah dari satu tempat ke tempat lainnya. Unit ini terdiri atas dua buah roda karet dengan diameter 50 cm. Kinerja Mesin Perontok Polong Untuk mengoperasikan alat ini diperlukan dua orang operator yang bertugas mengumpulkan dan meletakkan brangkasan di atas meja pengumpan dan memasukkan bahan ke bagian pembawa. Brangkasan kacang tanah ditampung di atas meja penampung kemudian dimasukkan ke dalam ruang perontok. Brangkasan diatur sedemikian rupa agar bagian yang ada polongnya mengarah dan masuk ke drum perontok. Brangkasan ini akan terjepit di antara dua unit transmisi rantai v-belt - puli dan terbawa ke bagian pembuangan. Polong kacang tanah akan terpisah dari batangnya karena pukulan silinder perontok. Bagian bawah silinder perontok dilengkapi dengan unit sortasi agar polong kacang tanah hasil perontokan bersih dari tanah, daun, dan kotoran lainnya. Bagian pembawa dirancang untuk dapat membawa 1.5001.750 kg brangkasan/jam pada putaran puli pembawa 200 rpm.

Tabel 1. Hasil uji unjuk kerja mesin perontok polong kacang tanah buatan BBP Alsintan. Uraian Kapasitas kerja (kg/jam) Efisiensi perontokan (%) Polong tidak rontok (%) Polong rusak (%) Tingkat kebersihan (%) Pemakaian bahan bakar (l/jam) Tingkat kebisingan suara (dB) Hasil pengujian 307,22 98,9 1,1 0,6 95,2 0,66 70

Pengujian unjuk kerja menggunakan bahan awal dengan nisbah biji ratarata 19,34% menghasilkan kapasitas kerja 307,22 kg polong kacang tanah per jam (Tabel 1). Kapasitas kerja ini dapat ditingkatkan dengan menggunakan bahan awal berkualitas baik (nisbah biji yang lebih tinggi), atau meningkatkan putaran puli pembawa sehingga kapasitas bagian pembawa menjadi lebih besar. Efisiensi perontokan sebesar 98,9% dan polong yang tidak rontok 1,1%. Hal ini agak sukar dihindari karena letak polong tidak teratur. Polong yang berada/menumpuk di ujung akar dapat rontok sempurna, sedangkan polong yang berada di tengah, kemungkinan tidak rontok karena tidak ter-jangkau oleh gigi perontok. Kualitas polong yang dihasilkan berkualitas baik dengan polong rusak 0,6% dan tingkat kebersihan 95,2%. Polong yang rusak umum-nya disebabkan oleh pukulan silinder perontok pada polong yang tidak masuk sempurna ke dalam ruang perontok. Tingkat kebersihan 95,2% masih dapat ditingkatkan melalui

modifikasi sistem pember-sih agar kotoran (tanah dan daun/batang kacang tanah) dapat diber-sihkan secara sempurna. Biaya perontokan polong sebesar Rp 27,43/kg polong dengan rasio B/C 1,01. Titik impas operasi adalah 133 jam dalam satu tahun, setara dengan perontokan polong kacang tanah sebesar 40.840 kg ( Ana Nurhasanah, M. Hidayat, Puji Widodo, dan Ermi Sukasih).

Untuk informasi lebih lanjut hubungi: Balai Besar Pengembangan Alat dan Mesin Pertanian Situgadung, Legok, Tangerang Kotak Pos 2 Serpong 15310 Telepon : (021) 537687 Faksimile: (021)5376810 E-mail : camd@cabi.net