Anda di halaman 1dari 2

Probion Pakan Imbuhan Ruminansia

Pro kontra penggunaan antibiotik dalam pakan imbuhan seyogianya segera diakhiri. Alternatifnya, gunakan saja Probion! akan imbuhan, seperti antibiotik dalam ransum ternak monogastrik (unggas dan babi) telah digunakan lebih dari 40 tahun terakhir. Jumlah yang digunakan hanya sedikit dan berfungsi untuk merangsang pertumbuhan, meningkatkan efisiensi pakan, menekan tingkat kematian, dan meningkatkan efisiensi reproduksi. Namun akhir-akhir ini terjadi pro kontra antara kelompok yang setuju dan yang tidak setuju dengan penggunaan antibiotik dalam ransum ternak. Alasannya adalah: (1) kekhawatiran adanya timbunan sisa penggunaan pakan imbuhan tersebut dalam produk yang dapat membahayakan kesehatan konsumen, dan (2) sisa pakan imbuhan dapat menyebabkan kekebalan konsumen menjadi berkurang akibat ketahanan mikroorganisme terhadap antibiotik meningkat. Silang pendapat yang belum mencapai kesepakatan tersebut menyebabkan para ilmuwan, khususnya para ahli gizi/nutrisi berupaya mencari terobosan baru dalam rangka meningkatkan produktivitas ternak. Caranya adalah dengan membuat pakan imbuhan tertentu yang dapat meningkatkan efisiensi produksi. Pakan imbuhan ini dikenal dengan probiotik. Kata probiotik berasal dari bahasa Yunani, yang berarti untuk hidup, sementara antibiotik berarti menentang kehidupan. Pada saat ini kata probiotik digunakan untuk menerangkan mikroorganisme dan substans yang dapat menjaga keseimbangan perkembangan mikroba saluran pencernaan. Kemajuan ilmu dan teknologi terutama bioteknologi menyebabkan penggunaan probiotik berkembang pesat. Probiotik digunakan bersama-sama pakan/ ransum ternak dalam jumlah sedikit sehingga probiotik disebut sebagai pakan imbuhan.

Pakan imbuhan dapat disebut probiotik apabila: (1) merupakan mikroorganisme hidup, (2) tidak terserap dalam saluran pencernaan, (3) dapat meningkatkan laju pertumbuhan ternak dan efisiensi penggunaan pakan, (4) tidak meninggalkan residu/produk samping probiotik, dan (5) produk tersebut tidak bermutasi. Probiotik juga memiliki mekanisme kerja (mode of action) yang berbeda dengan antibiotik, yaitu (1) menghasilkan asam, menekan tingkat keasaman rumen dan perkembangan mikroorganisme yang bersifat patogen, (2) mampu menghambat kegiatan mikroorganisme spesifik, dan (3) dapat berkembang dalam saluran pencernaan dan mampu berkompetisi dengan bakteri patogen. Probion, Produk Probiotik Hasil Balitnak Bahan utama penyusun ransum ternak herbivora, termasuk ternak ruminansia adalah pakan hijauan, yang memiliki komponen utama se-rat kasar. Ternak ruminansia dapat memanfaatkan pakan berserat ini menjadi produk yang bergizi tinggi. Serat, khususnya selulosa dan hemiselulosa, merupakan komponen potensial sebagai sumber energi ternak herbivora. Karena ternak ruminansia tidak dapat menghasilkan enzim pemecah serat (hemiselulase), maka ternak sangat bergantung pada mikroflora yang terdapat dalam saluran pencernaannya. Mikroorganisme yang terlibat dalam perombakan serat pakan tersebut adalah bakteri celulolytic dan fungi fibrolytic. Tingkat kemampuan ternak untuk merombak serat sangat ber-gantung pada konsen-trasi dan jumlah enzim yang dihasilkan oleh mikroorganisme ter-

sebut. Oleh karena itu, penambahan mikroor-ganisme penghasil enzim pemecah serat dalam bentuk produk yang pada umumnya diketahui sebagai pro-biotik, akan sangat membantu kelancaran proses pemecahan se-rat. Probion merupakan nama yang diberikan untuk salah satu produk probiotik yang dikembangkan oleh Balai Penelitian Ternak. Sampai saat ini produk tersebut masih terus disempurnakan agar dapat memberikan daya guna yang optimal bagi ruminansia. Bahan baku utama Probion adalah isi rumen. Pembuatannya diawali dengan inkubasi anaerob isi rumen yang diberi tambahan mineral yang diperlukan untuk pertumbuhan mikroba.

Respons Ternak Terhadap Probion Sebagai produk yang relatif baru, Probion terus diujicobakan baik dalam skala laboratorium maupun di lapang. Uji awal skala laboratorium dengan teknik in vitro menunjukkan adanya peningkatan kecernaan komponen nutrien serat kasar 8% di atas kontrol apabila ditambahkan Probion 0,5% dalam ransum. Hasil tersebut masih kurang memuaskan, sehingga proses pembuatan Probion disempurnakan dengan penerapan suhu pengeringan yang berbeda dan penambahan mineral Zn untuk pertumbuhan dan perkembangan mikroba. Hasilnya, penambahan Probion 0,5% mampu meningkatkan kecernaan nutrien serat hingga 13,6% dalam kurun waktu 24 jam pertama. Hasil ini menunjukkan bahwa Probion mampu menyediakan asam lemak mudah terbang lebih awal yang selanjutnya akan mempercepat pertambahan bobot hidup ternak. Pengujian pada ternak domba menunjukkan, penggunaan Probion 0,5% dalam ransum dapat meningkatkan kecernaan nutrien serat sekitar 7,7%. Pertambahan bobot hidup harian domba pun mampu mencapai 75% dibanding domba yang tidak mendapat Probion. Probion sebaiknya tidak ditam-

Probion mempercepat pertambahan bobot hidup ternak.

bahkan pada pakan berkualitas baik karena pengaruhnya tidak nyata terhadap pertambahan bobot hidup harian ternak. Namun, kandungan lemak daging menjadi lebih baik, sedangkan kandungan asam lemak mudah terbang relatif sama dan kandungan isobutirat cenderung lebih tinggi. Komponen tersebut pada umumnya akan mempengaruhi kualitas karkas. Saran Penggunaan Probion Sebagai pakan imbuhan, Probion dapat ditambahkan ke dalam ransum ternak ruminansia sebanyak 0,5%. Agar tidak mudah rusak, Probion hendaknya disimpan pada tempat yang kering, tidak lembap dan terlindung dari sinar matahari langsung (Budi Haryanto). Untuk informasi lebih lanjut hubungi: Balai Penelitian Ternak Jln. Veteran, Ciawi Kotak Pos 221, Bogor 16002 Telepon :(0251) 240752 Faksimile:(0251)240754 E-mail : balitnak@indo.net.id