Anda di halaman 1dari 228

Kumpulan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

Pendidikan Sosiologi Nonreguler 2010



















Oleh abrar Wiguna




























Oleh Adwi Rinanto :

RENCAN PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Mata Pelajaran : Sosiologi
Kelas/ Semester : x / 1
Pertemuan Ke :
Alokasi Waktu : 120 Menit
Standar Kompetensi : Memahami prilaku keteraturan hidup sesuai dengan nilai dan norma
yang berlaku dalam masyarakat
Kompetensi Dasar : Menjelaskan fungsi sosiologi sebagai ilmu yang mengkaji hubungan
masysrakat dengan lingkungan
Indikator : 1. Mendefinisikan pengertian konsep dasar sosiologi
2. Mengklasifikasikan sifat dalam hakekat sosiologi
3. Memahami objek studi soiologi
4. Memahami kegunaan sosiologi
5. Mengklasifikasikan metode-metode sosiologi
6. Mengklasifikasikan dan memahami konsep realitas sosial budaya
7. Memahami fenomena sosial dalam mayarakat



I. Tujuan Pembelajaran :
A. Aspek Kognitif :
1. Siswa mampu menyebutkan konsep dasar sosiologi
2. Siswa mampu menyebutkan sifat dalam hakekat sosiologi
3. Siswa mampu menyebutkan objek studi sosiologi
4. Siswa dapat menjelaskan kegunaan sosiologi
5. Siswa mampu menyebutkan metode-metode dalam sosiologi
6. Siswa mampu mendeskripsikan hubngan konsep-konsep realitas sosial
7. Siswa mampu mendeskripsikan fenomena sosial dalam masyarakat

B. Aspek Afektif
1. Siswa terbuka terhadap sifat dalam hakekat sosiologi
2. Setelah mengikuti pembelajaran siswa di harapkan mampu menyesuaikan
diri dengan fenomena fenomena sosial dalam masyarakat
3. Siswa terbuka terhadap realitas sosial
4. Bersiakap sosial terhadap fakta sosial
C. Aspek Psikomotorik
1. Setalah mengikuti pembelajaran siswa mampu mengemukakan pendapat
nya tentang fenomena sosial yang terjadi
2. Setelah mengikuti pembelajaran siswa di harapkan mampu
mengaplikasikan kegunaan sosiologi dalam masyarakat
3. Setelah mengikuti pembelajaran siswa di harapkan mampu menerapkan
hakekat sosiologi
4. Siswa mampu menggunakan metode sosiologi dalam kehidupan di
masyarakat

II. Materi Pembelajaran
1. Pengertian Sosiologi
2. Ruang lingkup sosiologi
3. Konsep-konsep dasar sosiologi
4. Metode- metode dalam sosiologi
5. Konsep-konsep tentang realitas sosial
6. Hubunga anatar konsep dan realitas sosial
7. Data sosiologi tentang fenomena sosiologi
III. Metode pembelajran
1. Diskusi kelompok
2. Tanya jawab
3. Penugasan individu dan kelompok
4. Ceramah

IV. Langkah langkah pembelajaran
A. Kegiatan awal
1. Mempersiapkan proses pembelajaran
2. Menyampaikan tujuan pembelajaran
3. Melakukan apersepsi
B. Kegiatan inti
1. Siswa di pandu guru melakukan diskusi tentang bahan ajar yang telah di
bawa
2. Siswa di bantu guru menggunakan infokus dalam memandu diskusi
3. Siswa di minta mempresentasikan hasil diskusi kelompok di depan kelas
4. Siswa di beri pertanyaan atau sanggahan dari kelompok lain
5. Guru memberikan penjelasan secara menyeluruh
C. Kegiatan Akhir
1. Guru memberikan kesimpulan dari materi yang di diskusikan
2. Siswa dan guru melakukan diskusi
3. Siswa mendapat tugas untuk materi pembelajran berikutnya membuat
rangkuman melibatkan siswa
4. Memantau keberhasilan siswa
V. Sumber dan Media belajar
A. 1. Buku materi sosiologi kelas x Sosiologi suatu pengantar,Soeryono
Soekanto,1990
2. Buku LKS untuk siswa
3. Gambar-gambar yang relevan
4. Artikel-artikel (internet,majalah,Koran dll)

B. 1. Infokus
2. Laptop
3. power point
VI. Penilaian
1. Tehnik : Test tertulis
2. Bentuk instrument soal : Test uraian
3. Soal Instrument :
1. Jelaskan definisi sosiologi sebagai ilmu dan metode ?
2. Apakah yangt di maksud dengan realitas sosial dan berikan contoh nya ?
3. Apakah perbedaan antara fakta sosial dengan realitas sosial ?





Jakarta,24 Oktober 2011









BAHAN AJAR

A. Standar Kompetensi : Memahami prilaku keteraturan hidup sesuai dengan nilai dan
norma yang berlaku dalam masyarakat
B. Kompetensi Dasar : Menjelaskan fungsi sosiologi sebagai ilmu yang mengkaji
hubungan masysrakat dengan lingkungan
C. Indikator : 1. Mendefinisikan pengertian konsep dasar sosiologi
2. Mengklasifikasikan sifat dalam hakekat sosiologi
3. Memahami objek studi soiologi
4. Memahami kegunaan sosiologi
5. Mengklasifikasikan metode-metode sosiologi
6. Mengklasifikasikan dan memahami konsep realitas sosial
budaya
7. Memahami fenomena sosial dalam mayaraka
Aspek Kognitif :
1. Siswa mampu menyebutkan konsep dasar sosiologi
2. Siswa mampu menyebutkan sifat dalam hakekat sosiologi
3. Siswa mampu menyebutkan objek studi sosiologi
4. Siswa dapat menjelaskan kegunaan sosiologi
5. Siswa mampu menyebutkan metode-metode dalam sosiologi
6. Siswa mampu mendeskripsikan hubngan konsep-konsep realitas sosial
7. Siswa mampu mendeskripsikan fenomena sosial dalam masyarakat
Aspek Afektif
1. Siswa terbuka terhadap sifat dalam hakekat sosiologi
2. Setelah mengikuti pembelajaran siswa di harapkan mampu menyesuaikan
diri dengan fenomena fenomena sosial dalam masyarakat
3. Siswa terbuka terhadap realitas sosial
4. Bersiakap sosial terhadap fakta sosial
Aspek Psikomotorik
1. Setalah mengikuti pembelajaran siswa mampu mengemukakan pendapat
nya tentang fenomena sosial yang terjadi
2. Setelah mengikuti pembelajaran siswa di harapkan mampu
mengaplikasikan kegunaan sosiologi dalam masyarakat
3. Setelah mengikuti pembelajaran siswa di harapkan mampu menerapkan
hakekat sosiologi
4. Siswa mampu menggunakan metode sosiologi dalam kehidupan di
masyarakat
5.
D . Uraian Pembahasan
Sosiologi adalah ilu yang mempelajari hubungan dan interaksi interaksi yang terjadi di
dalam masyarakat. Sosiologi berasal dari bahasa latin yaitu, socius yang berarti
teman,masyarakat dan logos yang berarti ilmu. Dalam sosiologiv terdapat beberapa definisi
konsep dasar sosiologiyang harus di ketahui. Selain itu juga terdapat sifat dan hakekat serta
objek kajian sosiologi yang harus di pahami dalam kehidupan masyarakat. Metode-metode
sosiologi dapat di gunakan dalam memahami kegunaan sosiologi dan juga dapat di gunakan
dalam melihat realitas sosial dan fenomena sosial yang terjadi di dalam masyarakat sekarang
ini. Tujuan nya agar siswa mampu lebih peka lagi dalam melihat realitas dan fenomena sosial
yang terjadi dan dapat dampak baik atau pun buruk dari hal tersebut.
E . Daftar Pustaka : Tim Sosiologi.2006. pengantar sosiologi 1. yudistira











Oleh Akram diponegoro
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)

Mata Pelajaran : Sosiologi
Nama Sekolah : SMAIT Nurul Fikri
Kelas/Semester : x / Ganjil
Pertemuan : Ke-1(Satu)
Alokasi Waktu : 30 menit
Standar Kompetensi : Memahami perilaku keteraturan hidup sesuai dengan nilai dan
norma yang berlaku dalam masyarakat
Kompetensi Dasar : mendeskripsikan proses interaksi sosial sebagai dasar
pengembangan pola keteraturan dan dinamika kehidupan
sosial
Indikator :
Aspek Kognitif :
Mendefinisikan manfaat sosiologi dalam masyarakat
Menyebutkan 4 bentuk peran sosiologi dalam masyarakat.
Mendeskrisikan realitas sosial yang ada di masyarakat.
Menganalisis masalah sosial yang terjadi di masyarakat.

Aspek Karakter (Afektif) :
Menghargai peran sosiolog yang membantu memecahkan
masalah sosial yang terjadi di masyarakat.
Memiliki rasa disiplin atas realitas sosial yang terjadi di
masyarakat.
Memiliki rasa peduli atas masalah sosial yang terjadi di
dalam masyarakat.
Aspek Psikomotorik :
Siswa mampu menerapkan realitas sosial yang ada di dalam
masyarakat dengan mematuhi norma yang berlaku di
masyarakat.
Siswa mampu melakukan tindakan pencegahan atas
masalah sosial yang terjadi di lingkungannya.
Siswa mampu menyelesaikan masalah sosial yang terjadi
di lingkungannya.




I. Tujuan Pembelajaran
a. Aspek Kognitif
Setelah mempelajari materi pembelajaran tentang sosiologi sebagai ilmu tentang
masyarakat , diharapkan siswa mampu:
Mendefinisikan manfaat sosiologi dalam masyarakat
Menyebutkan 4 bentuk peran sosiologi dalam masyarakat.
Mendeskrisikan realitas sosial yang ada di masyarakat.
Menganalisis masalah sosial yang terjadi di masyarakat.


b. Aspek Afektif (Karakter)
Setelah mempelajari materi pembelajaran tentang sosiologi sebagai ilmu tentang
masyarakat , diharapkan siswa mampu:
Menghargai peran sosiolog yang membantu memecahkan masalah sosial yang
terjadi di masyarakat.
Memiliki rasa disiplin atas realitas sosial yang terjadi di masyarakat.
Memiliki rasa peduli atas masalah sosial yang terjadi di dalam masyarakat.
c. Aspek Psikomotorik
Setelah mempelajari materi pembelajaran tentang sosiologi sebagai ilmu tentang
masyarakat , diharapkan siswa mampu:
Menerapkan realitas sosial yang ada di dalam masyarakat dengan mematuhi norma
yang berlaku di masyarakat.
Melakukan tindakan pencegahan atas masalah sosial yang terjadi di
linngkungannya.
menyelesaikan masalah sosial yang terjadi di lingkungannya.
II. Materi Pembelajaran
Kegunaan sosiologi bagi masyarakat adalah untuk pembangunan negara dan
penelitian dan penyelidikan suatu perencanaan untuk mengatasi masalah sosial
di masyarakat. Adapun 4 bentuk peran sosiolog dalam masyarakat yaitu:
sebagai ahli riset, teknisi, konsultan kebijakan, dan pendidik.
Realitas sosial adalah pola-pola hubungan yang terjadi dalam masyarakat yang
dapat menciptakan kestabilan atau normal dan juga dapat menciptakan
ketidakstabilan atau tidak normal. Realitas sosial bersifat objektif dan
subjektif.
Masalah sosial adalah suatu ketidaksesuaian antara unsur kebudayaan dan
masyarakat yang membahayakan kehidupan kelompok sosial. Masalah sosial
terjadi karena adanya perbedaan yang mencolok antara nilai-nilai yang terjadi
di masyaraakt dengan kondisi yang nyata kehidupan.

III. Metode Pembelajaran
Ceramah dengan media presentasi power point
Tanya Jawab
IV. Langkah-langkah Pembelajaran
A. Kegiatan Awal (5 menit)
1. Guru mempersiapkan proses pembelajaran.
2. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang harus dicapai oleh siswa melalui
proses pembelajaran
3. Guru melakukan appersepsi atau menghubungkan antara materi pembelajaran
tentang sosiologi sebagai ilmu tentang masyarakat dengan materi sebelumnya

B. Kegiatam Inti (15 menit)
1. Tahap Eksplorasi
Siswa diminta oleh guru untuk mencari serta membaca sumber bacaan baik
dari buku maupun internet, yang terkait dengan materi pembelajaran tentang
sosiologi sebagai ilmu tentang masyarakat.

2. Tahap Elaborasi
Siswa memperdalam materi pemebelajaran tentang Sosiologi sebagai ilmu
tentang masyarakat dengan metode tanya jawab.

3. Tahap Konfirmasi
Guru dan siswa meninjau kembali materi pemebelajaran tentang sosiologi
sebagai ilmu tentang masyarakat.
Siswa diberikan kesempatan untuk bertanya kepada guru tentang sosiologi
sebagai ilmu tentang masyarakat.

C. Kegiatan Akhir (10 menit)
Guru bersama siswa menyimpulkan hasil belajar tentang sosiologi sebagai
ilmu tentang masyarakat.
Guru melakukan evaluasi pembelajaran, dengan memberikan kesempatan
kepada siswa untuk menyampaikan pendapat
Guru memberikan arahan serta tugas kepada siswa, berupa merangkum materi
berikutnya tentang pengaruh stratifikasi sosial.

V. Sumber dan Media Pembelajaran
A. Sumber
Maryati, Kunsari. Sosiologi untuk SMA kelas X. Jakarta: Esis, 2007.
B. Media
LCD, laptop, dan kabel roll serta ATK (Pulpen, spidol, penghapus)

VI. Penilaian
1. Penilaian Proses Belajar
2. Penilaian Hasil belajar
(Butir soal, Kunci jawaban, dan Pedoman Penskoran


PERANGKAT PENILAIAN
a) Penilaian aspek kognitif, dilakukan dengan Tes Tertulis dalam bentuk essay
Jawablah perntanyaan dibawah ini dengan benar dan lengkap Skor
1. Jelaskan manfaat sosiologi bagi masyarakat? 15
2. Sebutkan 4 peran sosiolog bagi masyarakat? 15
3. Jelaskan apa yang dimaksud dengan realitas sosial yang kalian
pahami?
25
4. jelaskan apa yang dimaksud dengan masalah sosial ? 20
5. Berikan contoh dan jelaskan kriteria terjadinya masalah sosial? 25
Kunci Jawaban
Kegunaan sosiologi dalam masyarakat adalah :
1. Untuk pembangunan .
Sosiologi berguna untuk memberikan data sosial yang diperlukan pada tahap
perencanaan pelaksanaan maupun penilaian pembangunan. Pada tahap
perencanaan yang harus diperhatikan adalah apa yang menjadi kebutuhan sosial
masyarakat. Tahap pelaksanaan yang harus dilihat adalah kekuatan sosial
masyarakat dalam menuju proses perubahan sosial di suatu masyarakat. Tahap
penilaian yang harus dilakukan adalah analisis terhadap dampak sosial dari sebuah
pembangunan.
2. Untuk penelitian.
Dengan adanya penelitian dan penyelidikan yang dilakukan oleh sosiolog,data
yang dihasilkan dari penelitian sosial dapat dijadikan oleh para pengambil
keputusan dapat menyusun perencanaan dan pemecahan masalah sosial di
masyarakat.
Peran sosiologi
Sebagai ahli kemasyarakatan, para sosiolog berperan dalam membangun masyarakat di
suatu daerah terutama daerah yang sedang berkembang. Terdapat 4 bentuk peran sosiolog
bagi masyarakat:
1. Sosiolog sebagai ahli riset
2. Sosiolog sebagai konsultan kebijakan.
3. Sosiolog sebagai teknisi.
4. Sosiolog sebagai pendidik
Realitas sosial adalah pola-pola hubungan yang terjadi dalam masyarakat yang dapat
menciptakan kestabilan atau normal dan juga dapat menciptakan ketidakstabilan atau tidak
normal. Contohnya seperti adanya nilai dan norma yang berlaku di masyarakat
Masalah sosial adalah suatu ketidaksesuaian antara unsur kebudayaan atau masyarakat, yang
membahayakan kehidupan kelompok sosial.

b) Penilaian aspek sikap atau karakter dilakukan dengan pengamatan melalui skala
sikap sebagai berikut:
Nama Siswa :
Kelas :


*Penilaian karakter dilakukan oleh pengamatan guru secara langsung ketika dalam kegiatan belajan dan
mengajar
c) Aspek Psikomotorik dilakukan dengan pengamatan unjuk kerja:


No Aspek yang dinilai Skor
1 Sikap disiplin 1,2,3,4,5
2 Keaktifan di dalam kelas 1,2,3,4,5
3 Sikap menghargai dan menghormati orang lain 1,2,3,4,5
4 Kreativitas 1,2,3,4,5
5 Kejujuran 1,2,3,4,5
Jumlah 25
No Aspek yang dinilai Skor
1 Efektifitas penggunaan alat/bahan 1,2,3,4,5
2 Ketepatan waktu dalam penyelesaian tugas 1,2,3,4,5
3 Kesungguhan dan kedipsiplinan kerja 1,2,3,4,5
Total skor 15



Oleh Amelia safitri
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Mata Pelajaran : Sosiologi
Kelas/Semester : X/1
Pertemuan ke : 2 (dua)
Alokasi waktu : 2 x 45 menit
Standar kompetensi: Memahami perilaku keteraturan hidup sesuai dengan nilai dan norma
yang berlaku dalam masyarakat.
Kompetensi dasar : Mendeskripsikan nilai dan norma yang berlaku dalam masyarakat.
Indikator : 1. Ranah Kognitif:
- Mendefinisikan pengertian nilai sosial
- Mengklasifikasikan ciri-ciri nilai sosial
- Menyebutkan fungsi nilai sosial
- Menganalisis macam-macam nilai sosial

2. Ranah Afektif:
- Memiliki sikap positif terhadap nilai-nilai sosial di masyarakat
- Membentuk sikap saling menghargai terhadap nilai-nilai yang
dianut oleh suatu kelompok masyarakat
- Mempunyai rasa toleransi terhadap perbedaan nilai-nilai sosial
yang dimiliki sekelompok masyarakat

3. Ranah Psikomotorik:
- Mampu menerapkan nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakat
sehingga tercapai keteraturan

I. Tujuan Pembelajaran
A. Ranah kognitif :
Setelah mempelajari materi tentang nilai sosial diharapkan siswa mampu :
a. Mendeskripsikan pengertian nilai sosial
b. Mengidentifikasikan ciri-ciri nilai sosial
c. Menyebutkan fungsi nilai sosial
c. Menganalisis macam-macam nilai sosial menurut ahli
B. Ranah Afektif :
Setelah mempelajari materi tentang nilai sosial diharapkan siswa :
a. Mampu memberikan respon positif terhadap nilai-nilai sosial yang berlaku di
masyarakat
b. Mampu menghargai keberagaman nilai-nilai sosial yang dianut oleh suatu
kelompok masyarakat
c. Memiliki sikap rasa toleran terhadap perbedaan nilai-nilai sosial yang di miliki
oleh setiap lapisan masyarakat
C. Ranah Psikomotorik :
Setelah mempelajari materi tentang nilai sosial diharapkan siswa :
a. Mampu melaksanakan tata kehidupan yang merujuk kepada nilai sosial yang
dianutnya
b. Mampu membuat suatu masyarakat yang teratur dan harmonis
c. Mampu menerapkan nilai-nilai sosial yang berlaku dalam masyarakat
II. Materi Pembelajaran
Nilai dan norma sosial memiliki peranan penting dalam setiap masyarakat beradab,
karena seperangkat nilai dan norma tersebut berfungsi untuk mengatur tata kehidupan setiap
anggota masyarakat sebagai makhluk sosial, sehingga tercapai suatu bentuk keteraturan yang
berlandaskan pada sistem budaya masing-masing.
III. Metode Pembelajaran
Diskusi (Example non example studi kasus), Ceramah, Tanya Jawab
IV. Langkah- langkah Pembelajaran
A. Kegiatan awal
1. Mempersiapkan proses pembelajaran
2. Menyampaikan tujuan pembelajaran
3. Melakukan appersepsi
B. Kegiatan inti
1. Tahap eksplorasi
Siswa mencari bahan ajar dari berbagai sumber (buku bacaan, internet, dsb)
2. Tahap elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi:
a.Siswa dan guru menganalisis gambar yang berkaitan dengan materi nilai-nilai
sosial
b.Siswa membentuk kelompok diskusi kemudian mendiskusikan bagaimana
pandangannya dan masyarakat atau lingkungannya tentang perbuatan tersebut.
c.Siswa membacakan hasil diskusi kelompoknya, kemudian siswa yang lain
dipersilahkan untuk menanyakan dan menyangga hasil pernyataan tersebut.
d. Siswa dan guru membuat kesimpulan atas diskusi kelompok.
3. Tahap konfirmasi
a. Mereview kembali materi pembelajaran
b. Memberi kesempatan untuk bertanya atau mengajukan pendapat kepada siswa
c. Menanyakan kesulitan yang dihadapi siswa
C. Kegiatan Akhir
1. Membuat rangkuman dengan melibatkan siswa
2. Memantau keberhasilan kerja siswa
3. Tindak lanjut (arahan, pemberian tugas, dsb)
V. Sumber dan Media pembelajaran
A. Sumber
1. Tim Sosiologi, 2006, Sosiologi 1 (suatu kajian kehidupan masyarakat), Jakarta:
Yudhistira
2. Maryati, Kun dan Juju Suryawati, 2007, Sosiologi I SMA, Jakarta: ESIS

B. Media
1. Buku Sosiologi untuk kelas X SMA
2. LCD/infokus
3. Whiteboard
4. Laptop
VI. Penilaian
1. Teknik : Tes tertulis
2. Bentuk instrumen : Tes uraian
3. Soal instrumen :
1) Jelaskan apa yang dimaksud dengan nilai sosial menurut pemahaman anda!
2) Jelaskan pengertian nilai sosial menurut beberapa ahli!
3) Sebutkan sedikitnya 3 ciri dari nilai sosial!
4) Sebutkan 3 fungsi dari nilai sosial?
5) Jelaskan macam-macam nilai sosial menurut Prof. Dr. Notonegoro!
Bobot skor :
- jawaban yang benar diberi skor 2
- jawaban yang kurang tepat diberi skor 1
- jawaban yang salah diberi skor 0
jumlah skor maksimal 20
Nilai siswa : jawaban benar
2
Kunci Jawaban :
1) Nilai sosial merupakan penghargaan yang diberikan masyarakat kepada bentuk
sesuatu yang baik, penting, pantas, serta mempunyai daya guna fungsional bagi
perkembangan dan kebaikan hidup bersama.
2) Menurut Soerjono Soekanto nilai sebagai konsepsi abstrak dalam diri manusia
mengenai apa yang dianggap baik dan apa yang dianggap buruk.
Menurut Robert M.Z. Lawang nilai adalah gambaran mengenai apa yang diinginkan,
pantas, berharga dan mempengaruhi perilaku sosial orang-orang yang memiliki nilai
tersebut.
Kimball Young merumuskan nilai sosial sebagai unsur-unsur yang abstrak dan
sering tidak disadari tentang benar dan pentingnya.
3) a. Nilai sosial merupakan konstruksi masyarakat yang tercipta melalui interaksi di
antara para anggota masyarakat.
b. Nilai dapat diteruskan dan ditularkan dari satu orang atau kelompok ke orang atau
kelompok lain melalui berbagai macam proses sosial, seperti kontak sosial,
komunikasi, interaksi, difusi, akulturasi maupun asimilasi.
c. Nilai sosial diperoleh, dicapai dan dijadikan milik diri melalui proses belajar
(sosialisasi yang berlangsung sejak masa kanak-kanak dalam keluarga).
4) a. Sebagai faktor pendorong, berkaitan dengan nilai-nilai yang berhubungan dengan
cita-cita atau harapan.
b. Sebagai petunjuk arah dari cara berpikir, berperasaan dan bertindak
c. Sebagai alat pengawas dengan daya tekan dan pengikat tertentu agar seseorang mau
berperilaku sesuai dengan sistem nilai yang ada.
5) Notonegoro membedakan nilai sosial menjadi 3 macam yaitu :
a. Nilai material yaitu segala sesuatu yang berguna bagi unsur fisik manusia.
Misalnya: makanan, air dan pakaian.
b. Nilai vital yaitu segala sesuatu yang berguna bagi manusia untuk dapat
mengadakan kegiatan dan aktivitas. Misalnya buku dan alat tulis bagi pelajar
dan mahasiswa.
c. Nilai kerohanian yaitu segala sesuatu yang berguna bagi batin (rohani)
manusia. meliputi : nilai kebenaran, keindahan, moral dan keagamaan.

Jakarta, Maret
2013
Mengetahui,
Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran


NIP. _______________
NIP.__________________







BAHAN AJAR
A. Standar Kompetensi : Memahami perilaku keteraturan hidup sesuai dengan nilai dan
norma yang berlaku dalam masyarakat.
B. Kompetensi Dasar : Mendeskripsikan nilai dan norma yang berlaku dalam
masyarakat.
C. Indikator kompetensi :
1. Kognitif
- Mendefinisikan pengertian nilai sosial
- Mengklasifikasikan ciri-ciri nilai sosial
- Menyebutkan fungsi nilai sosial
- Menganalisis macam-macam nilai sosial

2. Afektif
- Memiliki sikap positif terhadap nilai-nilai sosial di masyarakat
- Membentuk sikap saling menghargai terhadap nilai-nilai yang dianut oleh suatu
kelompok masyarakat
- Mempunyai rasa toleransi terhadap perbedaan nilai-nilai sosial yang dimiliki
sekelompok masyarakat

3. Psikomotorik
- Mampu menerapkan nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakat sehingga tercapai
keteraturan

D. Uraian Materi / Bahan Ajar :
a. Nilai Sosial
Nilai memiliki peranan penting dalam setiap masyarakat yang beradab, karena
nilai berfungsi untuk mengatur tata kehidupan setiap anggota masyarakat sebagai
makhluk sosial, sehingga tercapai tujuan yang di cita-citakan yaitu menciptakan
masyarakat yang teratur dan harmonis. Menurut Soerjono Soekanto nilai merupakan
konsepsi abstrak dalam diri manusia mengenai apa yang dianggap baik dan apa yang
dianggap buruk. Dengan demikian, nilai sosial adalah nilai yang di anut oleh suatu
kelompok masyarakat
C. Kluckhohn melihat semua nilai kebudayaan pada dasarnya mencakup hal-hal sebagai
berikut:
1. Nilai mengenai hakikat hidup manusia. Contohnya, ada manusia yang beranggapan
bahwa hidup itu indah.
2. Nilai mengenai hakikat karya manusia. Contohnya, ada manusia yang beranggapan
bahwa manusia berkarya demi harga diri.
3. Nilai mengenai hakikat kedudukan manusia dalam ruang dan waktu. Misalnya, ada
manusia yang berorientasi pada masa lalu dan masa depan.
4. Nilai mengenai hakikat hubungan manusia dengan alam sekitar. Misalnya,
masyarakat industri memiliki pandangan bahwa manusia itu berada diatas alam
sedangkan masyarakat agraris memiliki pandangan bahwa manusia merupakan
bagian dari alam.
5. Nilai mengenai hakikat hubungan manusia dengan sesamanya. Contohnya, ada
manusia yang berorientasi pada individualisme.
b. Ciri-ciri nilai sosial
a. Merupakan konstruksi masyarakat sebagai hasil interaksi antar warga masyarakat.
b. Disebarkan diantara warga masyrakat (bukan bawaan individu sejak lahir)
c. Terbentuk melalui sosialisasi (proses belajar)
d. Merupakan bagian dari usaha pemenuhan kebutuhan dan kepuasan sosial manusia
e. Memiliki pengaruh yang berbeda antarwarga masyarakat
c. Fungsi Nilai Sosial
a. Sebagai faktor pendorong, berkaitan dengan nilai-nilai yang berhubungan dengan
cita-cita atau harapan.
b. Sebagai petunjuk arah dari cara berpikir, berperasaan dan bertindak
c. Sebagai alat pengawas dengan daya tekan dan pengikat tertentu agar seseorang
mau berperilaku sesuai dengan sistem nilai yang ada.
d. Sebagai alat solidaritas kelompok atau masyarakat
e. Sebagai benteng perlindungan atau penjaga stabilitas budaya kelompok atau
masyarakat.
d. Macam-macam Nilai Sosial
Prof. Dr. Notonegoro membedakan nilai sosial menjadi 3 macam yaitu :
a. Nilai material yaitu segala sesuatu yang berguna bagi unsur fisik manusia.
Misalnya: makanan, air dan pakaian.
b. Nilai vital yaitu segala sesuatu yang berguna bagi manusia untuk dapat
mengadakan kegiatan dan aktivitas. Misalnya buku dan alat tulis bagi pelajar dan
mahasiswa.
c. Nilai kerohanian yaitu segala sesuatu yang berguna bagi batin (rohani) manusia.
meliputi : nilai kebenaran, keindahan, moral dan keagamaan.
E. Sumber :
1. Tim Sosiologi, 2006, Sosiologi 1 (suatu kajian kehidupan masyarakat), Jakarta:
Yudhistira
2. Maryati, Kun dan Juju Suryawati, 2007, Sosiologi I SMA, Jakarta: ESIS










PERANGKAT PENILAIAN
Kelas/Semester : X/1
Standar Kompetensi: Memahami perilaku keteraturan hidup sesuai dengan nilai dan norma
yang berlaku dalam masyarakat.
Jenis butir soal : Esai
Jumlah butir soal : 5 soal
Ranah kognitif
No. Butir soal Skor
1. Jelaskan yang dimaksud dengan nilai sosial menurut pemahaman anda! 15
2. Jelaskan pengertian nilai sosial menurut para ahli! 25
3. Sebutkan sedikitnya 3 ciri dari nilai sosial! 20
4. Sebutkan 3 fungsi dari nilai sosial? 15
5. Jelaskan macam-macam nilai sosial menurut Prof. Dr. Notonegoro! 25
Total skor 100

Ranah afektif
No. Aspek yang dinilai Skor
1. Kedisiplinan 1 2 3 4 5
2. Kesungguhan/ketekunan 1 2 3 4 5
3. Kreativitas 1 2 3 4 5
4. Aktivitas 1 2 3 4 5
5. Kerjasama 1 2 3 4 5
Total Skor 100

Ranah psikomotorik
No. Aspek yang dinilai Skor
1. Efektivitas penggunaan alat/bahan 1 2 3 4 5
2. Ketepatan waktu dalam penyelesaian tugas 1 2 3 4 5
3. Kesungguhan dan kediplinan kerja 1 2 3 4 5
Total Skor


















Oleh Amsal armando
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Mata Pelajaran : Sosiologi
Kelas/Semester : X/I
Alokasi Waktu : 60menit
Standar Kompetensi : Memahami perilaku keteraturan hidup sesuai dengan nilai dan norma yang
berlaku dalam masyarakat.
Kompetensi Dasar : Mendeskripsikan nilai dan norma yang berlaku dalam masyarakat.
Indikator :
1. Ranah Kognitif :
Mendeskripsikan pengertian nilai sosial.
Mendeskripsikan pengertian norma sosial.
Mengidentifikasikan jenis-jenis norma sosial.
2. Ranah Afektif :
Mampu menjadi pribadi yang taat akan norma, dan teladan bagi sekolah, bangsa dan
negara.
3. Ranah Psikomotorik :
Mampu memahami fenomena-fenomena di masyarakat dan dapat melaksanakan setiap
norma-norma yang ada.


I. Tujuan Pembelajaran
A. Ranah Kognitif
Setelah mempelajari materi pelajaran tentang norma sosial dan tingkatan serta
jenis-jenis norma dalam masyarakat diharapkan siswa mampu
Mendeskripsikan tentang pengertian norma sosial.
Menjelaskan bentuk-bentuk norma sosial di masyarakat.
Mendeskripsikan jenis-jenis norma yang ada di masyarakat.


B. Ranah Afektif
Setelah mempelajari pelajaran tentang norma sosial dan tingkatan serta jenis-jenis
norma dalam masyarakat diharapkan siswa
Mampu memberikan respon yang baik terhadap nilai-nilai dan norma-norma
yang berlaku di masyarakat.
Mampu menghargai setiap norma yang berlaku di masyarakat.
Memiliki sikap patuh dan taat terhadap norma yang berlaku di masyarakat.
C. Ranah Psikomotorik
Setelah mempelajari materi pelajaran tentang norma sosial dan tingkatan serta
jenis-jenis norma yang ada di masyarakat diharapkan siswa
Mampu mentaati setiap peraturan yang ada di masyarakat.
Mampu menjadi teladan bagi orang lain (Panutan).
Menerapkan setiap UU dengan baik.
Sikap yang taat dan patuh terhadap hukum.

II. Materi Pembelajaran
Norma sosial merupakan patokan prilaku manusia dalam kehidupan di masyarakat. Agar
norma sosial berfungsi dengan baik, norma harus melembaga (institusional) pada diri warga
masyarakat.
Selain itu, norma harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut.
Diketahui oleh masyarakat
Dipahami dan dimengerti
Dihargai
Ditaati dan dilakasanakan
Menurut daya pengikatnya, ada empat macam norma.
Cara/Usage yaitu norma yang daya pengikatnya sangat lemah.
Kebiasaan/Folkways adalah aturan dengan ketentuan yang lebih kuat dari usage.
Tata Kelakuan/Mores adalah aturan yang sudah diterima masyarakat dan biasanya
berhubungan erat dengan sistem atau kepercayaan atau keyakinan agama suatu
masyarakat.
Adat istiadat/Custom memiliki sanksi keras terhadap orang yang melanggarnya berupa
penolakan dan pengadilan.
Macam-macam norma yang berlaku di masyarkat
Norma Agama
Norma Hukum
Norma Kesopanan
Norma Kesusilaan
Norma perlu disosialisasikan baik dalam keluarga maupun di masyarakat secara luas agar
tercapai kehidupan yang teratur dan tertib sesuai dengan harapan masyarakat itu sendiri.

III. Metode Pembelajaran
Metode pembelajaran yang akan digunakan yaitu,
Ceramah.
Tanya jawab.
Diskusi.

IV. Langkah-langkah Pembelajaran
A. Kegiatan Awal
1. Mempersiapkan proses pembelajaran.
2. Menyampaikan tujuan pembelajaran.
3. Melakukan Apersepsi.

B. Kegiatan Inti
1. Tahap Eksplorasi
Siswa ditugasi untuk materi yang berkaitan dengan berbagai sumber, baik dari
buku di perpustakaan sekolah, internet, dan lain sebagainya.
2. Tahap Elaborasi
Siswa mengulas sumber atau bahan mata pelajaran yang telah dicari, dan
bersama-sama dengan guru memperdalam materi di dalam kelas.
3. Tahap Konfirmasi
Guru mengulas masalah pelajaran yang diberikan sebelumnya(mengulas) supaya
siswa tidak lupa apa yang telah ia terima atau pelajari.
C. Kegiatan Akhir
1. Membuat siswa mengerjakan makalah yang berkaitan dengan materi yang
dipelajari.
2. Memantau keberhasilan siswa dengan mengadakan ulangan harian.
3. Pemberian tugas atau remedial bagi siswa yang belum sesuai dengan standar
kompetensi pada mata pelajaran tersebut.

V. Sumber dan Media Pembelajaran
A. Sumber :
Sosiologi X, Kun Maryani dan Juju Suryawati, Esis, Tahun 2006
B. Media :
Notebook atau Laptop
LCD
Power Point

VI. Penilaian
Ranah Kognitif
NO Butir Soal Skor
1 Mengapa norma kesopanan pada tiap masyarakat
berbeda?berikan dua contohnya!
1 2 3 4 5
2 Apa saja syarat-syarat agar norma dapat berfungsi
dengan baik!
1 2 3 4 5
3 Sebutkan jenis-jenis norma yang terdapat di masyarakat! 1 2 3 4 5
4 Sebutkan pengertian dari norma? 1 2 3 4 5
5 Seberapa besar peranan norma dalam kehidupan
bermasyarakat!
1 2 3 4 5
Total Skor

Ranah Afektif
NO Aspek yang dinilai Skor
1 Kedisiplinan 1 2 3 4 5
2 Kesungguhan atau Ketekunan 1 2 3 4 5
3 Kreatifitas 1 2 3 4 5
4 Aktifitas 1 2 3 4 5
5 Kerjasama 1 2 3 4 5
Total Skor

Ranah Psikomotorik
NO Aspek yang dinilai Skor
1 Efektifitas penggunaan alat atau bahan 1 2 3 4 5
2 Ketepatan waktu dalam menyelesaikan tugas 1 2 3 4 5
3 Kesungguhan atau kedisiplinan kerja 1 2 3 4 5
Total Skor






Oleh Andrean bagus akbar



















Oleh Anggi budi utama
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Mata Pelajaran : Sosiologi
Kelas /Semester : X / Semester 1
Pertemuan ke- : 7 (tujuh)
Alokasi waktu : 30 menit
Standar Kompetensi : Memahami perilaku keteraturan hidup sesuai dengan nilai dan norma
yang berlaku dalam masyarakat
Kopetensi Dasar :1.3 Mendeskripsikan prroses interaksi social sebagai dasar
pengembangan pola keteraturan dan dinamika kehidupan sosial
Indicator : Ranah kogniitf
1) Siswa mampu menjelaskan Interaksi sosial
2) Siswa dapat mendeskripsikan kedudukan (status) sosial
3) Siswa dapat menyebutkan bentuk-bentuk interaksi sosial
Ranah Afektif (sikap)
1) Siswa memiliki sikap tertib social dalam bersosialisasi
2) Siswa menjauhi perbuatan yang dapat merusak interaksi
sosial
Ranah Psikomotorik(perbuatan/tindakan/)
1) Siswa terampil dalam menciptakan suasana ineraksi social
yang nyaman
2) Siswa dapat memperaktikan bentuk-bentuk interaksi social
dalam memecahkan masalahnya.
3) Siswa mampu mengarahkan dirinya dan orang lain untuk
berinteraksi social yang baik
I. Tujuan pembelajaran :
A. Aspek kognitif :
Setelah siswa mempelajari materi tentang Interaksi Sosial diharapkan siswa :
1) Mampu mendeskripsikan interaksi social
2) Mampu menganalisis peran dan status social
3) Mampu mengidentifikasi bentuk-bentuk interaksi social yang terjadi

B. Aspek afektif :
Setelah siswa mempelajari materi tentang Interaksi Sosial diharapkan siswa :
1) Mampu memberikan respon interaksi social yang terjadi di sekolah
2) Mampu menghargai teman dan orang yang lebih tua darinya
3) Memiliki sikap toleransi sebagai bentuk interaksi sosialnya

C. Aspek psikomotorik :
Setelah siswa mempelajari materi tentang Interaksi Sosial diharapkan siswa :
1) Mampu melakukan interaksi social dengan baik
2) Mampu membentuk suasana interaksi social yang nyaman dalam
lingkungannya
3) Mampu menerapkan bentuk-bentuk interaksi social

II. Materi pembelajaran :
Dalam pembahasan pertemuan ini akan di bahas status, peranan, dan hubungan sosial
serta bentuk-bentuk dari interaksi sosial yang terjadi dalam kehidupan bersosialisasi.

III. Metode pembelajaran
Artikulasi :
o Guru menyampaikan kompetensi yang akan dicapai
o Guru menyajikan materi seperti biasanya
o Guru membentuk kelompok kecil yang terdiri dari dua orang siswa
o Guru menugaskan salah satu anggota kelompok untuk menceritakan
kembali materi yang dijelaskan kepada teman sekelompoknya dan
temannya membuat catatan kecil
o Guru menugaskan salah seorang siswa yang sudah selesai untuk
menceritakan hasil wawancaranya
o Guru menjelaskan materi kembali yang belum dipahami siswa
o Penutup/kesimpulan

IV. Langkah-langkah pembelajaran :
A. Kegiatan awal
a. Persiapan proses pembelajaran
b. Menyampaikan tujuan pembelajaran
c. Melakukan appersepsi

B. Kegiatan inti :
a. Tahap eksplorasi :
- siswa di beri tugas mencari bahan yang akan di ajarkan sesuai dengan
materi melalui berbagai sumber : buku pegangan, dan internet serta dari
berbagai sumber. Agar sebelum materi di ajarkan siswa sudah mengerti
dan memahaminya.
Misalnya ; siswa ditugasi menyusun kliping koran, laporan pengamatan,
membuat makalah dsb.

b. Tahap elaborasi
Siswa memperdalam/ memperluas pemahaman materi melalui ;
Implementasi berbagai model pembelajaran
Pemenuhan tugas-tugas dalam proses pembelajaran
Penyelesaian lembar kerja siswa
Pemanfaatan sumber dan media pembelajaran (deskripsi kegiatan
pembelajaran/ pengalaman belajar siswa)
c. Tahap konfirmasi
guru mengulas kembali materi ajar
memberi kesempatan siswa untuk bertanya atau mengajukan pendapat
kepada guru tentang pemahaman yang telah siswa dapat dari materi
yang di ajarkan



C. Kegiatan akhir
a. Membuat rangkuman dengan melibatkan siswa
b. Memantau keberhasilan belajar siswa
c. Tindak lanjut (arahan, pemberian tugas, dsb)

V. Sumber dan media pembelajaran
A. Sumber :
Maryati,kunsari. Sosiologi untuk SMA kelas X. Jakarta: esis, 2007

B. Media
a) Laptop
b) LCD
c) Koran / media massa
d) internet
VI. Penilaian
A. Penilaian Proses
B. Tes tertulis
Jakarta, 3 Oktober 2012
Guru Mata Pelajaran

Anggi Budi Utama




BAHAN AJAR
A. Standar Kompetensi : Memahami perilaku keteraturan hidup sesuai dengan nilai dan
norma yang berlaku dalam masyarakat
B. Kompetensi Dasar : 1.3 Mendeskripsikan prroses interaksi social sebagai dasar
pengembangan pola keteraturan dan dinamika jehidupan
sosial
C. Indikator :
Ranah kogniitf
1) Siswa mampu menjelaskan Interaksi social
2) Siswa dapat mendeskripsikan kedudukan (status) social
3) Siswa dapat menyebutkan bentuk-bentuk interaksi sosial
Ranah Afektif (sikap)
1) Siswa memiliki sikap tertib social dalam bersosialisasi
2) Siswa menjauhi perbuatan yang dapat merusak interaksi sosial
Ranah Psikomotorik(perbuatan/tindakan/)
1) Siswa terampil dalam menciptakan suasana ineraksi social yang nyaman
2) Siswa dapat memperaktikan bentuk-bentuk interaksi social dalam
memecahkan masalahnya.
3) Siswa mampu mengarahkan dirinya dan orang lain untuk berinteraksi social
yang baik
D. Uraian pembahasan :
Status dan peranan social merupakan penentu dalam terjadinya proses interaksi social,
semakin banyak status dan peran seseorang maka akan semakin banyak dan beragam pula
interaksinya dengan orang lain. Dalam status social, ada tiga macam cara mendapatkan status
social dalam masyarakat. Yaitu, Ascribed Status, Achieved Status, Assigned Status. Status
dan peran social merupakan dua hal yang tidak dapat terpisahkan. Karena status social
seseorang akan menentukan peranan social seseorang dalam ersosialisasi. Dengan kata lain
tidak ada status tanpa peran dan tidak ada peran tanpa status social. Dalam pembahasan ini
akan membahas mengenai status dan peran seseorang dalam interaksi social dan bentuk-
bentuk interaksi social apa sajayang terjadi dalam pola interaksi social.
E. Sumber : Maryati,kunsari. Sosiologi untuk SMA kelas X. Jakarta: esis, 2007.




PERANGKAT PENILAIAN
a. Penilaian aspek kognitif
No. Butir Soal skor
1. Apa yang dimaksud dengan status sosial? 10
2. Apa fungsi dari peran social dalam interaksi
social?
10
3. Sebutkan bentuk-bentuk interaksi social assosiatif
dan dessosiatif!
10
4. Sebutkan dan jelaskan secara singkat tiga cara
mendapatkan status social yang ada dalam
masyarakat!
10
5. Mengapa status dan peran social tidak dapat
terpisahkan?
10
Total Skor 50

Kunci Jawaban:
1. Status atau kedudukan sosial merupakan posisi seseorang secara umum dalam
masyarakat dalam hubungannya dengan orang lain.
2. Peranan social berfungsi sebagai alat untuk mengatur perilaku atau tindakan
seseorang dalam berinteraksi dengan orang lain.
3. Assosiatif : kerja sama, akomodasi, assimilasi, dan akulturasi.
Dessosiatif : persaingan, kontravensi, pertentangan atau konflik
4. Ascribed status : Status yang diperoleh dengan sendirinya tanpa
memperhatikan masalah perbedaan rohaniah dan kemampuan.
Achieved status : status yang diperoleh seseorang dari usaha-usaha
yangdilakukan dengan sengaja.
Assigned status : status yang diperoleh dari bemberian pihak lain karena
tindakan yang menguntungkan masyarakat banyak.
5. Karena status social seseorang dalam bermasyarakat menentukan peranan
yang akan dilakukan oleh orang tersebut, sebab tidak ada status tanpa peran
dan tidak ada peran tanpa status.



b. Penilaian aspek afektif
Dinilai melalui skala penilaian sikap sebagai berikut:
No Aspek yang dinilai Skor
1 Tertib social siswa dalam bersosialisasi 1 2 3 4 5
2 Menghormati nilai yang ada pada sekolah 1 2 3 4 5
3 Kretifitas untuk menciptakan interaksi social
yang baik dalam kelas
1 2 3 4 5
4 Menghormati peraturan yang ada pada sekolah 1 2 3 4 5
5 Sikap toleransi siswa dalam kelas 1 2 3 4 5
Total skor



Keterangan penilaian :
1 = Sangat Kurang 2 = Kurang 5 = Sangat Baik
3 = Cukup 4 = Baik


c. Penilaian aspek psikomorik
Dinlai melalui skala penilaian sebagai berikut;
No Aspek yang dinilai Skor
1 Ikut dalam melaksanaan peraturan sekolah

1 2 3 4 5
2 Berpartisipasi dalam kegiatan kerja bakti di
sekolah
1 2 3 4 5
3 Ikut menciptakan suasana interksi yang baik
dalam kelas
1 2 3 4 5
4 Menerapkan bentuk-bentuk sosialisasi dengan
baik
1 2 3 4 5
5 Berpartisifasi dalam acara acara yang ada di
sekolah
1 2 3 4 5
Total skor
Keterangan penilaian :
1 = Sangat Kurang 2 = Kurang 5 = Sangat Baik
3 = Cukup 4 = Baik



















Oleh Anggun Pretty
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Mata Pelajaran : Sosiologi
Kelas/semester : X/1
Alokasi Waktu : 30 menit
Standar Kompetensi : Menerapkan nilai dan norma dalam proses pengembangan kepribadian.
Kompetensi Dasar : Menjelaskan sosialisasi sebagai proses dalam pembentukan kepribadian.
Indikator :
1) Aspek Kognitif
a. Mendeskripsikan pengertian sosialisasi.
b. Mengidentifikasikan peran nilai dalam proses pembentukan
kepribadian.
c. Mengidentifikasikan peran norma dalam proses pembentukan
kepribadian.
d. Menyebutkan faktor-faktor pembentukan kepribadian.

2) Aspek Afektif
a. Patuh pada norma-norma sosial yang berlaku di dalam masyarakat.
b. Berperilaku sesuai nilai-nilai sosial yang berlaku di dalam
masyarakat.
c. Memiliki kepribadian yang baik.

3) Aspek Psikomotorik
a. Mampu berperilaku sopan dan santun.
b. Mampu mengembangkan sikap toleran dalam bermasyarakat.
c. Mampu menerapkan nilai dan norma sosial dalam kehidupan
sebagai bentuk proses pembentukan kepribadian.

I. Tujuan Pembelajaran

Aspek Kognitif
Setelah mempelajari materi pelajaran tentang Sosialisasi dan Proses Pembentukan
Kepribadian diharapkan siswa mampu;
Mendeskripsikan pengertian sosialisasi.
Mengidentifikasikan peran nilai dalam proses pembentukan kepribadian.
Mengidentifikasikan peran norma dalam proses pembentukan kepribadian.
Menyebutkan faktor-faktor pembentukan kepribadian.

Aspek Afektif
Setelah mempelajari materi pelajaran tentang Sosialisasi dan Proses Pembentukan
Kepribadian diharapkan siswa;
Patuh pada norma-norma sosial yang berlaku di dalam masyarakat.
Berperilaku sesuai nilai-nilai sosial yang berlaku di dalam masyarakat.
Memiliki kepribadian yang baik.

Aspek Psikomotorik
Setelah mempelajari materi pelajaran tentang Sosialisasi dan Proses Pembentukan
Kepribadian diharapkan siswa;
Mampu berperilaku sopan dan santun.
Mampu mengembangkan sikap toleran dalam bermasyarakat.
Mampu menerapkan nilai dan norma sosial dalam kehidupan sebagai bentuk
proses pembentukan kepribadian.

II. Materi Pembelajaran
Sosialisasi adalah proses belajar yang dialami seseorang untuk ikut berpatisipasi di dalam
masyarakat dengan melakukan penanaman nilai-nilai dan norma-norma yang berlaku di
masyarakat. Dalam sosiologi, sosialisasi merupakan teori mengenai peran, yakni proses
belajar seseorang untuk mengenali perannya di dalam masyarakat sehingga membentuk
proses kepribadiannya. Proses pembentukan kepribadian terjadi dengan sosialisasi yang
membentuk diri seseorang agar dapat bertindak dan berperilaku sesuai dengan nilai dan
norma yang ada di dalam masyarakat diman ia tinggal. Proses kepribadian dapat
terbentuk oleh beberapa faktor, yaitu faktor warisan biologis, lingkungan fisik,
kebudayaan, dan pengalaman diri.

III. Metode Pembelajaran
Ceramah dengan menggunakan Power Point
Diskusi/Tanya Jawab

IV. Materi Ajar
Pengertian sosialisasi
Tujuan Sosialisasi
Proses pembentukan kepribadian
Faktor-faktor pembentukan kepribadian

V. Langkah-langkah Pembelajaran
a. Kegiatan awal
Mempersiapkan siswa belajar
Appersepsi
Menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai kepada siswa

b. Kegiatan Inti
Eksplorasi
- Guru menjelaskan pengertian sosialisasi
- Guru menyebutkan beberapa contoh sosialisasi dalam masyarakat
- Siswa mengidentifikasi sosialisasi yang terdapat dalam gambar
Elaborasi
- Siswa mencoba memberikan pendapat atas identifikasi yg telah
dilakukan dan siswa yang lain mengomentari
Konfirmasi
- Guru dan siswa masing-masing memberikan persepsi tentang
pengertian sosialisasi, kemudian menyamakannya.
- Siswa membuat rangkuman mengenai sosialisasi
c. Kegiatan Akhir
Siswa memberi simpulan dan kesan terhadap pembelajaran
Guru menguatkan simpulan siswa
Guru dan siswa melakukan refleksi pembelajaran

VI. Sumber dan Media Pembelajaran
Sumber dan Bahan
+ Buku Paket Sosiologi SMA kelas X, semester ganjil
Media
+ LCD
+ Laptop
+ Whiteboard
+ Spidol

VII. PENILAIAN
1. Penilaian proses belajar
Diskusi kelas tentang materi sosialisasi dan pembentukan kepribadian
2. Penilaian hasil belajar
Test tertulis
5 pertanyaan essay, skor disesuaikan oleh tingkat kesulitan soal.
Ranah Kognitif
Standar kompetensi: Menerapkan nilai dan norma dalam proses pengembangan kepribadian
Kompetensi Dasar: Menjelaskan sosialisasi sebagai proses dalam pembentukan kepribadian
Jenis butir soal : Essay
Jumlah Butir Soal : 5 soal
+ Butir Soal
N
o.
Butir Soal Skor
1
.
Jelaskan pengertian sosialisasi secara umum? 10
2 Apa pengertian sosialisasi menurut Peter L. Berger? 10
3 Sebutkan tujuan dari proses sosialisasi? 20
4 Sebutkan dan jelaskan tahap-tahap perkembangan diri manusia 30
menurut Mead!
5 Sebutkan dan jelaskan faktor pembentuk kepribadian 30
Total Skor 100


+ Kunci Jawaban
1. Sosialisasi adalah proses belajar seseorang untuk dapat berpatisipasi dalam masyarakat.
2. Menurut Peter L. Berger, sosialisasi adalah proses belajar seorang anak untuk menjadi
anggota yang dapat berpatisipasi di dalam masyarakat.
3. Tujuan sosialisasi adalah membekali seseorang dengan keterampilan tertentu;
mengembangkan kemampuan berkomunikasi secara efektif; membiasakan diri berprilaku
sesuai dengan nilai-nilai yang ada dimasyarakat.
4. Play stage, dalam tahap ini seorang anak mulai belajar mengambil peran dari orang yang
berada disekitarnya. Ia mulai meniru peran yang dijalani oleh orangtuanya, kakaknya,
tetangganya, atau orang-orang yang sering berinteraksi dengannya (significant others).
Game stage, dalam tahap ini seorang anak sudah mulai menyadari peran yang dijalani
dan peran yang dijalankan orang lain. Generalized others, pada tahap ini anak mampu
mengambil peran-peran orang lain yang lebih luas. Dari pandangan-pandangan tersebut,
Mead jelas mengatakan bahwa diri seseorang terbentuk melalui interaksi dengan orang
lain.
5. - warisan biologis (keturunan) faktor yang terbentuk oleh gen orangtuanya.
- lingkungan fisik (geografis) faktor yang terbentuk sesuai dengan tempat dimana
seseorang tersebut tinggal.
- kebudayaan faktor ini membentuk kepribadian seseorang karena adanya seperangkat
norma.
- pengalaman kelompok faktor ini membentuk kepribadian seseorang karena adanya
standar penilaian perilaku-perilaku yang harus dilakukan
dalam suatu kelompok tertentu.
- pengalaman unik faktor ini dapat membentuk kepribadian seseorang, karena tidak
seorang pun mengalami pengalaman yang persis sama dan tidak
seorang pun yang memiliki latar belakang pengalaman yang sama.

Ranah Afektif
N
o
Aspek yang Dinilai Skor
1
.
Kedisiplinan dalam 1 2 3 4 5
2
.
kesungguhan/ketekunan dalam mengerjakan tugas 1 2 3 4 5
3
.
Kreatifitas dalam mengolah materi dengan
kehidupan nyata
1 2 3 4 5
4
.
Aktivitas di kelas selama proses pembelajaran 1 2 3 4 5
5
.
Kerjasama dalam mengerjakan tugas kelompok 1 2 3 4 5
Total Skor ............

Ranah Psikomotorik
N
o
Aspek yang Dinilai Skor
1
.
Efektifitas penggunaan alat/bahan 1 2 3 4 5
2
.
Ketepatan waktu dalam penyelesaian tugas 1 2 3 4 5
3
.
Kesungguhan dan kedisiplinan kerja 1 2 3 4 5
Total Skor ................


























Jakarta, 3 oktober 2012

Calon Guru Dosen Pembimbing



Anggun Pretty Drs. Eman Surachman


Oleh Anisatun nahdiyah




















Oleh Anna riziani

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Mata Pelajaran : Sosiologi
Kelas/Semester : X/Genap
Pertemuan ke : 10 (Sepuluh)
Alokasi Waktu : 30 menit
Standar Kompetensi : Menerapkan nilai dan norma dalam proses pengembangan
kepribadian
Kompetensi Dasar : Mendeskripsikan terjadinya perilaku menyimpang dan sikap-sikap
anti sosial
Indikator : 1. Ranah Kognitif:
1. Mendefinisikan pengertian konfirmitas dan perilaku menyimpang
2. Menyebutkan bentuk-bentuk perilaku menyimpang
3. Menganalisa macam-macam sumber penyimpangan
2. Ranah Afektif:
- Memiliki sikap toleran terhadap keanekaragaman sosial budaya
- Memiliki rasa tanggung jawab dan kesadaran terhadap penegakan
nilai dan norma sosial
- Memiliki sikap bersahabat terhadap sesama warga masyarakat
3. Ranah Psikomotorik:
- Mampu berperilaku konformis secara positif dalam kehidupan
bermasyarakat sehingga tercapainya keteraturan sosial

1. Tujuan Pembelajaran

1. Ranah Kognitif:
Setelah mempelajari materi pelajaran tentang perilaku menyimpang diharapkan siswa
mampu:
1. Mendeskripsikan pengertian konfirmitas dan perilaku menyimpang
2. Mengidentifikasi teori-teori tentang perilaku menyimpang yang didefinisikan secara
sosial
3. Menyebutkan bentuk-bentuk perilaku menyimpang dan contoh perilaku menyimpang
dalam masyarakat
4. Menganalisa sumber penyimpangan menurut beberapa para ahli
5. Ranah Afektif:
Setelah mempelajari meteri tentang perilaku menyimpang, diharapkan siswa mampu:
1. Memiliki sikap toleran terhadap keanekaragaman sosial budaya yang ada di
masyarakat
2. Memiliki rasa tanggung jawab dan kesadaran terhadap penegakan nilai dan norma
sosial di masyarakat
3. Memiliki sikap bersahabat terhadap sesama warga masyarakat
4. Ranah Psikomotorik:
Setelah mempelajari materi pelajaran tentang perilaku menyimpang, diharapkan siswa
mampu:
1. Menerapkan nilai dan norma sosial terhadap perilaku menyimpang yang terjadi di
masyarakat
2. Melaksanakan kesadaran sosial dan sosialisasi yang baik dalam masyarakat
3. Menciptakan keteraturan dan keharmonisan dalam suatu masyarakat tertentu
4. Materi Pembelajaran
Konformitas merupakan bentuk interaksi yang di dalamnya sesorang
berperilaku terhadap orang lain sesuai harapan kelompok atau masyarakat yang di
mana ia tinggal. Sedangkan perilaku menyimpang atau non-konformitas adalah
perilaku yang tidak sesuai dengan harapan kelompok atau masyarakat. Ada
beberapa para ahli, tentang sumber penyimpangan, yaitu Edward H. Sutherland
(differential association), Edwin M. Lemert (primary deviation and secondary
deviation), Robert K. Merton (conformity, innovation, ritualism, retreatism,
rebellion), Emile Durkheim (kesadaran moral), Karl Marx (kepentingan diri
sendiri), David Berry (ciri-ciri fisik).
5. Metode Pembelajaran
Ceramah, diskusi berupa scramble dan tanya jawab.
6. Langkah- langkah Pembelajaran
1. Kegiatan Awal
1. Mempersiapkan proses pembelajaran
2. Menyampaikan tujuan pembelajaran
3. Melakukan appersepsi
4. Kegiatan Inti
1. Tahap eksplorasi
Siswa mencari dan mengumpulkan data atau informasi yang relevan dari
materi pembelajaran melalui berbagai sumber belajar, misalnya buku
referensi, artikel, koran, internet, dsb.
2. Tahap elaborasi
Siswa memperdalam atau memperluas pemahaman materi pembelajaran
melalui pengerjaan tugas diskusi dengan model scramble berupa lembar
kerja.
3. Tahap konfirmasi
Mereview kembali materi pembelajaran, memberikan kesempatan kepada
siswa untuk bertanya atau mengajukan pendapat dan menanyakan
kesulitan yang dihadapi siswa.
4. Kegiatan Akhir
1. Membuat rangkuman dengan melibatkan siswa
2. Mematau keberhasilan belajar siswa dengan penguasaan soal melalui diskusi
3. Tindak lanjut berupa pemberian tugas artikel tentang perilaku menyimpang yang
ada di masyarakat Indonesia.
4. Sumber dan Media Pembelajaran
1. Sumber: Maryati, Kun dan Juju Suryawati, 2007, Sosiologi untuk SMA dan MA Kelas
X, Jakarta: ESIS.
2. Media:
1. LCD
2. Laptop
3. Whiteboard
4. Lembar kerja
5. Penilaian
1. Teknik : Tes tertulis
2. Bentuk instrumen : Tes isian
3. Soal instrumen :
1). Bentuk interaksi yang didalamnya seorang berperilaku sesuai dengan
harapan kelompok atau masyarakat di mana ia tinggal disebut. . .
2). Perilaku yang tidak sesuai dengan harapan kelompok atau masyarakat
disebut. . .
3). Konformitas nilai dari norma sosial pada masyarakat perkotaan lebih kecil
daripada masyarakat perdesaan karena. . .
4). Proses pemberian cap terhadap seseorang oleh masyarakat disebut. . .
5). Menurut Merton, perilaku menyimpang dapat juga disebabkan oleh. . .
6). Bentuk adaptasi apakah orang tidak lagi mengakui struktur sosial yang ada
dan berupaya menciptakan struktur yang baru. . .
7). Nama lain penyimpangan. . .
8). Menurut kajian. . . yaitu penyimpangan bukan sesuatu yang melekat pada
perilaku tertentu tetapi ciri penyimpangan melalui definisi sosial.
9). Faktor keturunan, lingkungan fisik, dan lingkungan. . .
10). Menurut siapakah perilaku menyimpang adalah semua tindakan yang
tidak sesuai dengan norma-norma dalam sistem sosial dan berwewenang untuk
memperbaikinya. . .


Bobot skor:
4. Jawaban yang benar diberi skor 10
5. Jawaban yang salah diberi skor 0
Jumlah skor maksimal 10
Nilai siswa: jumlah jawaban benar x 10 =. . .
Kunci jawaban:
1). Konformitas
2). Perilaku non-konformitas atau perilaku menyimpang
3). Masyarakat kota lebih dinamis dalam menerima pengaruh dari luar
4). Labelling
5). Struktur sosial
6). Pemberontakan
7). Deviant
8). Sosiologis
9). Sosial
10). Robert. M.Z Lawang

Jakarta, September 2012
Guru Bidang Studi


Anna Riziani







Oleh Aris gatot sunandar



















Oleh Atik kurniawati
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Mata Pelajaran : Sosiologi
Kelas /Semester : X/ II
Alokasi waktu : 30 menit
Standar Kompetensi : Menerapkan nilai dan norma dalam proses pengembangan
kepribadian
Kompetensi Dasar : Menerapkan pengetahuan sosiologi dalam kehidupan bermasyarakat
Indikator : - Aspek kognitif
1. Mendeskripsikan pengertian pengendalian sosial secara
umum
2. Mengidentifikasikan pengertian pengendalian sosial
menurut para ahli
- Aspek afektif
1. Mempunyai rasa tanggung jawab terhadap keamanan
lingkungan kelas.
2. Membentuk sikap toleransi terhadap sesama masyarakat
untuk menciptakan keteraturan dalam kehidupan sosial.
- Aspek psikomotorik
Mampu menerapkan nilai dan norma yang telah di ajarkan
sebagai salah satu cara pengendalian sosial.
Alokasi waktu : 30 menit

I. Tujuan Pembelajaran

A. Aspek kognitif ;
Setelah siswa mempelajari materi tentang cara pengendalian sosial di harapkan
siswa mampu:
1. Mendeskripsikan pengertian pengendalian sosial secara
umum
2. Mengidentifikasikan pengertian pengendalian sosial
menurut para ahli

B. Aspek afektif ;
Setelah siswa mempelajari materi tentang cara pengendalian sosial di harapkan
siswa mampu:
1. Memiliki rasa tanggung jawab demi keamanan lingkungan kelas
2. Memiliki rasa toleransi terhadap sesama masyarakat sebagai suatu cara
pengendalian sosial

C. Aspek psikomotorik ;
Setelah siswa mempelajari materi tentang cara pengendalian sosial di harapkan
siswa mampu:
C. Menerapkan nilai dan norma yang telah diajarkan sebagai salah satu cara
pengendalian sosial.

II. Materi Pembelajaran
Perilaku menyimpang dapat menyebabkan terganggunya ketertiban dan keseimbangan
hidup dalam masyarakat. Untuk itulah diperlukan tindakan-tindakan yang dapat
mengatasi dan mencegah meluasnya perilaku menyimpang seperti dengan menangkap
atau menghukum. Dalam sosiologi, tindakan-tindakan itu disebut pengendalian sosial.
III. Metode Pembelajaran
1. Ceramah
2. Diskusi (Example Non Example)
3. Tugas mandiri



IV. Langkah-langkah Pembelajaran

A. Kegiatan Awal
1. Mempersiapkan proses pembelajaran
2. Menyampaikan tujuan pembelajaran
3. Melakukan appersepsi

B. Kegiatan Inti
d. Tahap eksplorasi :
Siswa mencari bahan seluas-luasnya mengenai materi yang akan dipelajari
melalui berbagai sumber : buku pegangan, majalah, koran dan internet.
Misalnya: Siswa di beri tugas membuat kliping, atau membuat makalah.
e. Tahap elaborasi
Siswa memperdalam/ memperluas pemahaman materi melalui diskusi
antar teman, kelompok atau dengan guru.
f. Tahap konfirmasi
Guru bersama siswa mengulas kembali materi yang sudah diajarkan. Juga
siswa dipersilahkan bertanya maupun berpendapat.


C. Kegiatan Akhir
1. Membuat rangkuman dengan melibatkan siswa
2. Memantau keberhasilan belajar siswa
3. Tindak lanjut (arahan, pemberian tugas, dsb)

V. Sumber dan Media Pembelajaran
Sumber :
Sosiologi untuk SMA kelas X, Kunsari Maryati, Esis, 2006.


Media
1. Laptop
2. Papan tulis
3. LCD/ Infokus
4. Spidol
5. Internet
6. Koran
7. Majalah

VI. Penilaian
1. Teknik : Tes Tertulis
2. Bentuk Instrumen : Tes Uraian
3. Soal Instrumen :
1) Apa sajakah perilaku menyimpang yang dapat mengganggu keteraturan sosial di
masyarakat? (Sebutkan 5)
2) Jelaskan apa yang dimaksut dengan keteraturan sosial?
3) Jelaskan pengertian pengendalian sosial secara umum?
4) Jelaskan pengertian pengendalian sosial menurut Berger dan Roucek?
5) Menurut anda, apakah maraknya tawuran pelajar saat ini adalah salah satu dari
gagalnya pengendalian sosial dalam masyarakat? Jika iya, jelaskan!
Kunci Jawaban:
1. Tawuran, seks bebas, narkoba, mencuri dan membunuh
2. Upaya untuk mewujudkan kondisi seimbang di dalam masyarakat. Kondisi seimbang
terjadi jika ada keserasian antara perubahan dan stabilitas yang ada di dalam
masyarakat.
3. Upaya untuk mencegah, mengurangi maupun menghilangkan penyimpangan-
penyimpangan yang terjadi sehingga terwujud kembali keseimbangan sosial.
4. Berger, pengendalian sosial adalah berbagai cara yang digunakan masyarakat untuk
menertibkan anggotanya yang membangkang.
Roucek, pengendalian sosial adalah suatu istilah kolektif yang mengacu pada proses
terencana yang cenderung mengajurkan, membujuk, atau memaksa individu untuk
menyesuaikan diri pada kebiasaan dan nilai hidup suatu kelompok.
5. Iya, karena tawuran adalah salah satu bentuk penyimpangan sosial yang terjadi karena
tidak terinternalisasinya nilai dan norma sosial yang berlaku. Sehingga antara kedua
kelompok bertindak semaunya sendiri.

Bobot skor:
1. Jawaban yang benar diberi skor 20
2. Jawaban yang kurang tepat diberi skor 10
3. Jawaban yang salah diberi skor 0
Jumlah skor 100
Nilai siswa : Jawaban benar







Jakarta, Oktober 2012
Guru Mata Pelajaran

Atik Kurniawati







Oleh Bambang afriadi
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Mata Pelajaran : Sosiologi
Kelas /Semester : kelas X/ semester II
Pertemuan : 13 (tiga belas)
Alokasi waktu : 30 menit
Standar Kompetensi : Menerapkan nilai dan norma dalam proses pengembangan
kepribadian
Kompetensi Dasar : Menerapkan pengetahuan sosiologi dalam kehidupan bermasyarakat
Indikator : 1. Aspek kognitif
3. Siswa mampu mendeskripsikan pengertian cara
pengendalian sosial
4. Siswa dapat dengan baik mengidentifikasikan berbagai cara
pengendalian sosial
2. Aspek afektif
Siswa mampu menunjukan sikap toleransi dalam
lingkungan kelas/sekolah
Siswa dapat bertanggung jawab terhadap
keamanan/ketenangan lingkungan kelas/sekolah
3. Aspek psikomotorik
Siswa mampu menerapkan/implementasikan nilai dan
norma sebagai bentuk cara pengendalian sosial
Siswa mampu mengarahkan dirinya dan orang lain
melakukan perbuatan(tingkah laku) yang baik
VII. Tujuan pembelajaran :
D. Aspek kognitif :
Setelah siswa mempelajari materi tentang cara pengendalian sosial di harapkan
siswa mampu:
1. Siswa mampu mengidentifikasi prilaku sosial dan cara pengendalian sosial
2. Siswa dapat mendeskripsikan berbagai bentuk cara-cara pengendalian
sosial
3. Siswa mampu menganalisis berbagai masalah yang menyangkut cara
pengendalian sosial

E. Aspek afektif ;
Setelah siswa mempelajari materi tentang cara pengendalian sosial di harapkan
siswa mampu:
3. Siswa mampu memberikan merespon gejala apa saja yang ada di
lingkungan sekolah dan rumahnya
4. Siswa mampu menghargai teman sebaya dan orang yang lebih tua darinya
5. Siswa memiliki sikap rasa toleransi sebagai suatu cara pengendalian sosial

F. Aspek psikomotorik ;
Setelah siswa mempelajari materi tentang cara pengendalian sosial di harapkan
siswa mampu: meniru, menerapkan dan memantapkan cara pengendalian sosial
dengan siswa mampu :
A. Siswa mampu melakukan kegiatan yang positif
B. Siswa mampu membuat ketertiban dan kedamaian sebagai cara
pengendalian sosial
C. Siswa mampu menerapkam cara pengendalian sosial

VIII. Materi pembelajaran :
Dalam pembahasan pertemuan ini akan di bahas cara pengendalian sosial
merupakan sebagai suatu tindakan pengendalian sosial baik sebelum terjadinya
pelanggaran dan cara memulihkan keadaan seperti sebelum pelanggaran terjadi
serta cangkupan/model-model cara pengendalian sosial.

IX. Metode pembelajaran :
a) Artikulasi
b)
X. Langkah-langkah pembelajaran :
D. Kegiatan awal
a. Persiapan proses pembelajaran
b. Menyampaikan tujuan pembelajaran
c. Melakukan apersepsi


E. Kegiatan inti :
a. Tahap eksplorasi :
Siswa di beri tugas mencari bahan yang akan di ajarkan sesuai dengan
materi melalui berbagai sumber : buku refrensi, dan internet serta dari
berbagai sumber. Agar sebelum materi di ajarkan siswa sudah mengerti
dan memahaminya sehingga tahap ekplorasi kognitif siswa dapat tercapai.
Misalnya ; siswa ditugasi menyusun kliping koran, laporan pengamatan,
membuat makalah dsb.
b. Tahap elaborasi
Siswa memperdalam/ memperluas pemahaman materi melalui ;
Implementasi berbagai model pembelajaran
Pemenuhan tugas-tugas dalam proses pembelajaran
Penyelesaian lembar kerja siswa
Pemanfaatan sumber dan media pembelajaran (deskripsi kegiatan
pembelajaran/ pengalaman belajar siswa)
c. Tahap konfirmasi
guru mengulas kembali materi pembelajaran
memberi kesempatan siswa untuk bertanya atau mengajukan pendapat
kepada guru tentang pemahaman yang telah siswa dapat dari materi
yang di ajarkan
F. Kegiatan akhir
a. Membuat rangkuman dengan melibatkan siswa
b. Memantau keberhasilan belajar siswa
c. Tindak lanjut (arahan, pemberian tugas, dsb)

XI. Sumber dan media pembelajaran
A. Sumber :
Maryati,kunsari. Sosiologi untuk SMA kelas X. Jakarta: esis, 2007.
internet
B. Media
8. Laptop/slide power point
9. Speker
10. Siswa sendiri





XII. Penilaian
1. Penilaian proses belajar
2. Penilaian hasil belajar
Penilaian melalui instrumen sebagai berikut :
Indikator Pencapaian
Teknik
Penilaian
Bentuk
Instrumen
Contoh Instrumen
Membuat anasisis
masalah sosial yang sesuai
dengan isi pembahasan

Tertulis dan
penam-pilan
Uraian dan
Lembar
observasi
Buatlah kasus berdasarkan
penjelasan yang didengar!
Jelaskan secara lisan
mengenai masalah sosial
yang dibuat!


Penampilan
Penampilan siswa saat menjelaskan petunjuk denah di depan kelas.
Aspek Penilaian Hasil / Nilai Keterangan
1. Kejelasan ucapan
2. Kewajaran intonasi
3. Keberanian
1 2 3 4
1 2 3 4
1 2 3 4



FORMAT KRITERIA PENILAIAN
Produk ( hasil diskusi )
No. Aspek Kriteria Skor
1. Konsep * semua benar
* sebagian besar benar
* sebagian kecil benar
* semua salah

4
3
2
1

Performansi
No. Aspek Kriteria Skor
1.



2.



3.
Pengetahuan



Praktek



Sikap
* Pengetahuan
* kadang-kadang Pengetahuan
* tidak Pengetahuan

* aktif Praktek
* kadang-kadang aktif
* tidak aktif

* Sikap
* kadang-kadang Sikap
* tidak Sikap
4
2
1

4
2
1

4
2
1

Lembar Penilaian
No Nama Siswa
Performansi
Produk Jumlah Skor Nilai
Pengetahuan Sikap
1
2
3


Skor yang diperoleh
Nilai akhir : ____________ x 100
Skor maksimal


Pedoman Penilaian Kepribadian


Keterangan :
a = sangat baik
b = baik
c = cukup baik
d = kurang baik
e = sangat kurang
.........................................
Guru Mata Pelajaran

BAMBANG AFRIADI
Nama Siswa
Tekun Tanggung jawab Peduli Jujur
a B c d E a b c d e a b c d e a B c d e
1.
2.
3.
4.
5.
..........................................
Jakarta 2012
BAHAN AJAR

F. Standar Kompetensi : Menerapkan nilai dan norma dalam proses pengembangan
kepribadian
G. Kompetensi Dasar : Menerapkan pengetahuan sosilogi dalam kehidupan
bermasyarakat
H. Indikator :
1. Aspek kognitif
5. Siswa mampu mendeskripsikan pengertian cara
pengendalian sosial
6. Siswa dapat dengan baik mengidentifikasikan berbagai cara
pengendalian sosial
2. Aspek afektif
Siswa mampu menunjukan sikap toleransi dalam
lingkungan kelas/sekolah
Siswa dapat bertanggung jawab terhadap
keamanan/ketenangan lingkungan kelas/sekolah
3. Aspek psikomotorik
Siswa mampu menerapkan/implementasikan nilai dan
norma sebagai bentuk cara pengendalian sosial
Siswa mampu mengarahkan dirinya dan orang lain
melakukan perbuatan(tingkah laku) yang baik.

I. Uraian pembahasan :
cara pengendalian sosial merupakan sebagai suatu tindakan pengendalian sosial baik
sebelum terjadinya pelanggaran dan cara memulihkan keadaan seperti sebelum
pelanggaran terjadi. Dalam pembahasan ini akan di uraikan cara pengendalian sosial
melalui beberapa topik pembahasan yang akan di berikan. Mencangkup cara
pengendalian sosial melalui:
1. Cara pengendalian sosial melalui institusi dan non intitusi ; Cara pengendalian
melalui institusi adalah cara pengendalian sosial melalu lembaga-lembaga sosial yang
ada di dalam masyarakat, seperti lembaga pendidikan, hukum, agama, politik,
ekonomi dan keluarga. Cara pengendalian sosial melalui non-institusi adalah cara
pegendalian sosial di luar yang ada, seperti oleh individu atau kelompok masa yang
saling mengenal
2. Pengendalian secara lisan, simbolik, dan kekerasan ; Cara ini menekankan pada usaha
untuk mengajak atau membimbing anggota masyarakat agar dapat bertindak sesuai
dengan aturan yang berlaku. Secara lisan Di lakukan dengan secara lisan di lakukan
dengan mengajak berbicara langsung dengan bahasa lisan. Secara simbolik dapat
dilakukan antara lain melalui spanduk, dan iklan layanan masyarakat

3. Cara pengendalian sosial melalui imbalan dan hukuman ; Cara pengendalian
sosialmelalui imbalan cenderung bersifat pengalihan. Seseorang di berikan imbalan
atas tindakannya agar ia berlaku sesuai dengan nilai dan norma sosial yang bwerlaku.
Seperti mendapatkan beasiswa agar berlaku sesuai dengan aturan sekolah. Cara
pengendalian sosial melalui hukuman cenderung bersifat memaksa agar memulihkan
pada keadaan semula

4. Cara pengendalian sosial formal dan informal ; Cara pengendalian formal adalah cara
pengendalian sosial yang di lakukan oleh lembaga-lembaga resmi. Cara pengendalian
informal adalah di lakukan oleh kelompok kecil,akrab,bersifat tidak resmi dan tidak
memiliki aturan-aturan resmi yang tertulis.
5. Cara pengendalian sosial melalui sosialisasi ; Sosialisasi yaitu proses penanaman
nilai dan normasosial yang mengatur pola hidup dalam masyarakat tersebut. Cara
pengendalian sosial melalui tekanan sosial ; Pengendakian sosial ini sebagai suatu
proses yang lahirdari kebutuhan individu agar diterima kedalam suatu kelompok.
Untuk bisa diterima dalam suatu kelompok, kita akan selalu berusaha mengikuti nilai
dan norma yang berlaku di dalam kelompok tersebut



J. Sumber :
1. Maryati,kunsari. Sosiologi untuk SMA kelas X. Jakarta: esis, 2007.
2. Internet


















Oleh Desiati saputri




















Oleh Diana Chairunisha
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Mata Pelajaran : Sosiologi
Kelas/semester : XI/semester 1
Pertemuan ke : 1
Alokasi Waktu : 30 menit
Standar kompetensi : Memahami Struktur Sosial Serta Berbagai Faktor Penyebab Konflik dan
Mobilitas Sosial
Kompetensi Dasar : Mendeskripsikan bentu-bentuk struktur sosial dalam fenomena kehidupan
Indikator : 1. Ranah Kognitif :
- Mendefinisikan struktur sosial
- Menyebutkan ciri-ciri struktur sosial
- Menjelaskan fungsi struktur sosial dalam kehidupan masyarakat
2. Ranah Afektif :
- Dapat memiliki sikap normatif terhadap struktur sosial di
masyarakat.
- Dapat memiliki sikap kepedulian terhadap nilai-nilai sosial.
- Dapat memiliki sikap disiplin terhadap norma-norma yang ada.
3. Ranah Psikomotorik :
- Mampu melakukan perannya dalam menghasilkan perubahan
sosial.
- Mampu melakukan interaksi terhadap kehidupan masyarakat.
A. Tujuan Pembelajaran :
1. Ranah Kognitif
Setelah mempelajari materi pelajaran tentang struktur sosial, diharapkan siswa
mampu:
1. Mendeskripsikan tentang struktur sosial, dan bentuk struktur sosial masyarakat.
2. Mengidentifikasi unsur-unsur yang terdapat di dalamnya.
3. Siswa mampu mendefinisikan bentuk-bentuk struktur sosial.

2. Aspek Afektif (Karakter) :
Setelah mempelajari materi pelajaran tentang struktur sosial, diharapkan siswa
mampu:
1. Memiliki sikap rasa toleransi di masyarakat.
2. Memberi respon terhadap struktur sosial di masyarakat
3. Menghargai struktur sosial di dalam kehidupan sehari-hari.

3. Aspek Psikomotorik :
Setelah mempelajari materi pelajaran tentang struktur sosial, diharapkan siswa
mampu:
1. Membuat perubahan struktur sosial di masyarakat
2. Mampu melakukan interaksi dalam kehidupan masyarakat
3. Menerapkan fungsi struktur sosial di masyarakat

B. Materi Pembelajaran
Srtruktur sosial :
Struktur sosial mencangkup berbagai hubungan sosial antara individu-individu
secara teratur pada waktu tertentu dalam suatu sistem sosial. Dengan kata lain norma sosial
itu yang sesungguhnya membentuk suatu struktur sosial. Struktur sosial tidak terlepas dari
unsur-unsur sosial, seperti kelompok-kelompok sosial, kebudayaan, lembaga sosial,
stratifikasi sosial, dan kekuasaan. Struktur sosial merupakan tatanan sosial dalam kehidupan
masyarakat yang di dalamnya terkandung hubungan timbal balik antara status dan peranan
dengan batas-batas perangkat unsur-unsur sosial yang mengacu pada suatu keteraturan
perilaku di dalam masyarakat.
Struktur bersifat sosial memiliki ciri-ciri, yaitu: bersifat abstrak, terdapat dimensi
vertikal dan horizontal, sevbagai landasan sebuah proses sosial suatu masyarakat, bagian
dari sistem pengaturan tata kelakuan dan pola hubungan masyarakat, selalu berkembang
dan berubah. Serta terdapat fungsi struktur sosial di dalam kehidupan masyarakat.

C. Metode Pembelajaran
1. Ekspository ( ceramah ) dan tanya jawab
2. Diskusi

D. Langkah-Langkah Pembelajaran
No. Kegiatan Pembelajaran Alokasi Waktu keterangan
1 Kegiatan Awal
1. Guru mempersiapkan kelas serta kelengkapan
mengajar.
2. Menyampaikan tujuan pembelajaran.
3. Guru menghubungkan materi yang
menghubungkan materi yang lebih dahulu
dipelajari.
4. Guru menanyakan kepada para siswa beberapa
pertanyaan yang berhubungan dengan
perilaku keteraturan hidup sesuai dengan nilai
dan norma yang berlaku dalam masyarakat.
5. Siswa mendengarkan penjelasan guru tantang
mempelajari perilaku keteraturan hidup sesuai
dengan nilai dan norma yang berlaku dalam
masyarakat.
70 menit
2 Kegiatan inti
1. Tahap Eksplorasi
Siswa mencari dan menggali materi
pelajaran yang bersumber dari referensi
untuk bahan melakukan diskusi kelompok
10 menit
serta mengerjakan tugas-tugas individu yang
diberikan guru.
2. Tahap Elaborasi
Siswa memperdalan dan mengambangkan
materi pembelajaran tentang diferensiasi
menggunakan metode pembelajaran
ceramah, diskusi, dan tugas-tugas individu
3. Tahap konfirmasikan pendapat kepada siswa
Mengulas kembali pelajaran, memberikan
kesempatan kepada murid untuk bertanya,
mengaju
3 Kegiatan Akhir
1. Siswa dan guru membuat rangkuman
hakikat serta diferensiasi sosial.
2. Melakukan evaluasi.
3. Memberikan tugas
10 menit

E. Sumber dan media pembelajaran
a. Sumber : sosiologi, Rohman Dhohiri Taifik, Tarsisius Wartono dan Didi Wiraatmadja,
Yudhistira, 2007.
b. Media : LCD, Leptop, PPT

F. Penilaian
1. Penilaian proses belajar
Diskusi kelas tentang struktur sosial
2. Penilaian hasil belajar
Test tertulis
5 pertanyaan essay





Kisi-kisi Penulisan Butir Soal Penilaia
Kelas/semester : XI / semester 1
Standar Kompetensi : Memahami struktur sosial serta berbagai faktor penyebab konflik dan
mobilitas sosial
Jenis Butir Soal : Esay
Jumlah Butir soal : 5 soal

Penilaian Aspek Kognitif
No Butir Soal Skor
1 Unsur-unsur sosial apa saja yang terdapat di struktur
social?
20
2 Pengertian dari struktur sosial adalah? 20
3 Ciri-ciri dari struktur sosial adalah? 20
4 Menurut Selo Soemardjan, ada tiga bentuk ciri-ciri
struktur sosial dan budaya di masyarakat?
20
5 Apa saja fungsi dari struktur sosial dalam kehidupan
masyarakat?
20
Total Skor : 100

Kunci jawaban :
1. Kelompok-kelompok sosial, budaya, lembaga-lembaga sosial, stratifikasi sosial, dan
kekuasaan.
2. Skema penempatan nilai-nilai sosial budaya dan organ-organ masyarakat pada posisi yang
dianggap sesuai, demi berfungsinya organisme sebagai suatu keseluruhandan demi
kepentingan masing-masing bagian untuk jangka waktu yang relatif lama
3. Bersifat abstrak, terdapat dimensi vertikal dan horizontal, landasan proses sosial suatu
masyarkat, bagian dari sistem pengaturan tata kelakuan dan pola kelakuan, selalu
berkembang
4. Masyarakat sederhana, madya, modern
5. Sebagai dasar untuk menanamkan suatu disiplinsosial, sebagai pengawas social, struktur
social merupakan karakter yang khas yang dimiliki masyarakat






Jakarta, 18 September 2012
Guru Pembimbing Sosiologi




( Diana Chairunisha )










Bahan Ajar
A. Standar Kompetensi : Memahami struktur sosial serta faktor
penyebab konflik dan mobilitas sosial
B. Kompetensi Dasar : Mendeskripsikan bentuk-bentuk struktur sosial
dalam fenomena kehidupan
C. Indikator Kompetensi
1. Kognitif : - Mendefinisikan struktur sosial
- Menyebutkan ciri-ciri struktur sosial
- Menjelaskan fungsi struktur sosial dalam kehidupan masyarakat
2. Afektif : - Mampu memiliki sikap normatif terhadap struktur
sosial di masyarakat
- Mampu memiliki sikap kepedulian terhadap nilai- nilai sosial
- Mampu memiliki sikap disiplin terhadap norma- norma yang
ada
3. Psikomotorik : - Mampu mampu melakukan perannya dalam menghasilkan perubahan
sosial
- Mampu melakukan interaksi sosial dalam kehidupan
bermasyarakat.

D. Uraian Materi/Bahan Ajar :
Definisi Struktur Sosial
Struktur sosial mencangkup berbagai hubungan sosial yang terjadi antar individu-individu
dengan waktu tertentu dalam suatu sistem sosial. Proses sosial juga sebagai proses aktifitas
semua unsur yang terdapat di dalam masyarakat yang di dasarkan pada struktur sosial yang
terdapat pada masyarakat sehingga menghasilkan beberapa perubahan sosial, baik yang
bersifat progresif maupun yang bersifat regresif.
Bentuk-bentuk struktur sosial yang ada sebagai berikut :
1. Dilihat dari sifatnya dapat dibedakan menjadi beberapa struktur :
a. Struktur sosial kaku
Bentuk struktur sosial ini tidak dapat di ubah dan sekurang-kurangnya
masyarakat menghadapi kesulitan besar besar untuk melakukan
perpindahan status atau kedudukannya.
b. Struktur sosial luwes
Dalam struktur ini setiap anggota masyarakatnya bebsa bergerak
melakukan perubahan.
c. Struktur sosial formal
Dalam struktur ini yang diakui oleh pihak yang berwenang.
d. Struktur sosial informal
Dalam struktur ini merupakan kebalikan dari struktur sosial formal. Tetapi
tidak memiliki ketetapan hukum dan tidak di akui oleh pihak berwenang.

2. Dilihat dari identitas keanggotaan masyarakat
Di bedakan kedalam struktur sosial yang homogen dan struktur sosial heterogen.
a. Struktur sosial homogen
Terdapat latar belakang kesamaan identitas dari setiap anggota masyarakat.
b. Strutur sosial yang heterogen
Ditandai oleh keragaman identitas dari anggota masyarakat.

3. Dilihat dari ketidak samaan sosial
E. Sumber : sosiologi, Rohman Dhohiri Taifik, Tarsisius Wartono dan Didi
Wiraatmadja, Yudhistira, 2007.Buku sosiologi SMA kelas XI (Sosiologi 2 : Suatu Kajian
Kehidupan Masyarakat) : Yudhistira




PENILAIAN
Ranah Kognitif

+ Kisi-kisi penulisan butir soal penilaian
Standar Kompetensi : Memahami Struktur Sosial Serta Berbagai Faktor Penyebab Konflik dan
Mobilitas Sosial.
Kompetensi Dasar : Mendeskripsikan struktur sosial dalam fenomena kehidupan.
Jenis butir soal : Essay
Jumlah Butir Soal : 5 soal

+ Butir Soal
No Butir Soal Skor
1 Unsur-unsur sosial apa saja yang terdapat di struktur
social?
20
2 Pengertian dari struktur sosial adalah? 20
3 Ciri-ciri dari struktur sosial adalah? 20
4 Menurut Selo Soemardjan, ada tiga bentuk ciri-ciri
struktur sosial dan budaya di masyarakat?
20
5 Apa saja fungsi dari struktur sosial dalam kehidupan
masyarakat?
20
Total Skor : 100

Kunci jawaban :
1. Kelompok-kelompok sosial, budaya, lembaga-lembaga sosial, stratifikasi sosial, dan
kekuasaan.
2. Skema penempatan nilai-nilai sosial budaya dan organ-organ masyarakat pada posisi yang
dianggap sesuai, demi berfungsinya organisme sebagai suatu keseluruhandan demi
kepentingan masing-masing bagian untuk jangka waktu yang relatif lama
3. Bersifat abstrak, terdapat dimensi vertikal dan horizontal, landasan proses sosial suatu
masyarkat, bagian dari sistem pengaturan tata kelakuan dan pola kelakuan, selalu
berkembang
4. Masyarakat sederhana, masyarakat madya, modern
5. Sebagai dasar untuk menanamkan suatu disiplinsosial, sebagai pengawas social, struktur
social merupakan karakter yang khas yang dimiliki masyarakat

Ranah Afektif

No Aspek yang Dinilai Skor
1. Kedisiplinan dalam 1 2 3 4 5
2. kesungguhan/ketekunan dalam mengerjakan tugas 1 2 3 4 5
3. Kreatifitas dalam mengolah materi dengan kehidupan
nyata
1 2 3 4 5
4. Aktivitas di kelas selama proses pembelajaran 1 2 3 4 5
5. Kerjasama dalam mengerjakan tugas kelompok 1 2 3 4 5
Total Skor ............



Ranah Psikomotorik
No Aspek yang Dinilai Skor
1. Efektifitas penggunaan alat/bahan 1 2 3 4 5
2. Ketepatan waktu dalam penyelesaian tugas 1 2 3 4 5
3. Kesungguhan dan kedisiplinan kerja 1 2 3 4 5
Total Skor ................


Oleh Dwi Putri Fauziah
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Mata Pelajaran : Sosiologi
Kelas/semester : XI /Semester 1
Pertemuan ke :
Alokasi waktu : 30 Menit
Standar Kompetensi : Memahami Struktur Sosial serta Berbagai Faktor Penyebab Konflik dan
Mobilitas Sosial
Kompetensi Dasar : Menganalisis Hubungan antara struktur sosial dengan mobilitas sosial
Indikator :
1. Ranah Kognitif
a. Menjelaskan pengertian mobilitas sosial
b. Mengidentifikasikan bentuk-bentuk mobilitas sosial
c. Mendeskripsikan hubungan struktur sosial dan mobilitas sosial
2. Ranah Afektif
a. Mampu memberikan respon terhadap mobilitas sosial yang terjadi di
masyarakat
b. Mampu menghargai perbedaan status sosial dalam masyarakat
c. Memiliki sikap rasa toleran terhadap perbedaan status sosial dalam
kehidupan bermasyarakat
3. Ranah Psikomotorik
a. Mampu melakukan pengamatan terkait dengan proses mobilitas sosial
yang terjadi pada masyarakat
b. Mampu membuat analisis dari hasil pengamatan yang telah dilakukan
I. Tujuan Pembelajaran
A. Ranah kognitif
Setelah mempelajari materi pelajaran tentang mobilitas sosial diharapkan siswa mampu:
1. Menjelaskan pengertian mobilitas sosial
2. Mengidentifikasikan bentuk-bentuk mobilitas sosial
3. Mendeskripsikan hubungan struktur sosial dan mobilitas sosial
B. Ranah Afektif
Setelah mempelajari materi pelajaran tentang mobilitas sosial diharapkan siswa mampu:
1. Mampu memberikan respon terhadap mobilitas sosial yang terjadi di masyarakat
2. Mampu menghargai perbedaan status sosial dalam masyarakat
3. Memiliki sikap rasa toleran terhadap perbedaan status sosial dalam kehidupan
bermasyarakat



C. Ranah Psikomotorik
Setelah mempelajari materi pelajaran tentang mobilitas sosial diharapkan siswa mampu:
1. Mampu melakukan pengamatan terkait dengan proses mobilitas sosial yang terjadi
pada masyarakat
2. Mampu membuat analisis hasil pengamatan yang telah dilakukan

II. Materi Pembelajaran
Mobilitas Sosial
1. 1. Pengertian Mobilitas Sosial
1. 2. Bentuk-bentuk Mobilitas Sosial
1. 3. Hubungan Struktur Sosial dan Mobilitas Sosial

III. Metode Pembelajaran
1. Appersepsi
2. Ceramah
3. Diskusi
4. Tanya jawab

IV. Langkah-Langkah Pembelajaran

A. Kegiatan Awal
1. Mempersiapkan proses pembelajaran
2. Menyampaikan tujuan pembelajaran
3. Melakukan appersepsi

B. Kegiatan Inti
1. Tahap Eksplorasi
Guru meminta siswa untuk mencari informasi yang berkaitan dengan materi pembelajaran
mobilitas sosial dari berbagai sumber. Baik media cetak maupun media elektronik
(internet)

2. Tahap Elaborasi
Siswa memperdalam/memperluas pemahaman materi melalui;
a. Implementasi berbagai model pembelajaran
b. Pemenuhan tugas-tugas dalam proses pembelajaran
c. Penyelesaian lembar kerja siswa
d. Pemanfaatan sumber dan media pembelajaran

3. Tahap Konfirmasi
a. Mengulas materi pembelajaran
b. Memberi kesempatan pada siswa untuk bertanya

C. Kegiatan Akhir
1. Membuat rangkuman dengan melibatkan siswa
2. Memantau keberhasilan belajar siswa
3. Tindak lanjut (arahan, pemberian tugas, dsb)

V. Sumber dan Media Pembelajaran
A. Sumber:
Sosiologi SMA kelas XI (Sosiologi 2: Suatu Kajian Kehidupan Masyarakat. Tim
Sosiologi. Yudhistira. 2007)

B. Media:
Laptop, proyektor

VI. Penilaian
1. Penilaian proses belajar
2. Penilaian Hasil belajar





Jakarta, 19 September 2012
Guru Bidang Studi



Dwi Putri Fauziah

BAHAN AJAR


A. Standar Kompetensi : Memahami struktur sosial serta berbagai faktor
penyebab konflik dan mobilitas sosial
B. Kompetensi Dasar : Menganalisi hubungan antara struktur sosial dengan
mobilitas sosial
C. Indikator Kompetensi :
1. Kognitif
a. Menjelaskan pengertian mobilitas sosial
b. Mengidentifikasikan bentuk-bentuk mobilitas sosial
c. Mendeskripsikan hubungan struktur sosial dan mobilitas sosial
2. Afektifa
a. Mampu memberikan respon terhadap mobilitas sosial yang terjadi di
masyarakat
b. Mampu menghargai perbedaan status sosial dalam masyarakat
c. Memiliki sikap rasa toleran terhadap perbedaan status sosial dalam kehidupan
bermasyarakat
3. Psikomotorik
a. Mampu melakukan pengamatan terkait dengan proses mobilitas sosial yang
terjadi pada masyarakat
b. Mampu membuat analisis dari hasil pengamatan yang telah dilakukan


D. Uraian Materi/Bahan Ajar :

Pengertian Mobilitas Sosial
Mobilitas berasal dari bahasa latin mobilis yang berarti mudah dipindahkan
atau banyak bergerak dari satu tempat ke tempat yang lain. Kata sosial yang ada pada
kata mobilitas sosial untuk menekankan bahwa istilah tersebut mengandung makna
gerak yang melibatkan seseorang atau sekelompok warga dalam kelompok sosial. Jadi
mobilitas sosial adalah perpindahan posisi seseorang atau sekelompo orang dari
lapisan yang satu ke lapisan yang lain.

Bentuk-Bentuk Mobilitas Sosial
d. Mobilitas Vertikal
Perpindahan individu atau kelompok sosial dari satu kedudukan sosial ke
kedudukan sosial lainnya yang tidak sederajat.
1. Social Climbing
Mobilitas yang terjadi karena adanya peningkatan status atau kedudukan
seseorang (upward mobility).
2. Social Sinking
Penurunan status atau kedudukan seseorang (down mobility).
e. Mobilitas Horizontal
Perpindahan individu atau kelompok sosial dari suatu kelompok sosial ke
kelompok sosial lainnya yang sederajat.
1. Mobilitas Antarwilayah
Proses perpindahan status sosial seseorang atau sekelompok orang dari satu
wilayah ke wilayah lain.
2. Mobilitas Antargenerasi
Mobilitas sosial yang terjadi antara dua generasi atau lebih.
a. Mobilitas Intergenerasi
Perpindahan status yang terjadi antara beberapa generasi.
b. Mobilitas Intragenerasi
Mobilitas sosial yang dialami seseorang selama masa hidupnya, atau terjadi
dalam satu generasi yang sama.

Hubungan Struktur Sosial dan Mobilitas Sosial
Mobilitas sosial terjadi dalam suatu struktur sosial yang berdimensi vertical,
artinya mudah atau tidaknya seseorang melakukan perpindahan tergantung pada
struktur sosial masyarakatnya. Apabila masyarakat tersebut memiliki struktur sosial
yang kaku, maka kemungkinan terjadinya mobilitas sosial sangat tipis, dan hal ini
terjadi pada masyarakat yang menganut system stratifikasi sosial tertutup. Sedangkan
pada masyarakat dengan struktur sosial yang luwes terjadinya mobilitas sosial sangat
besar, hal ini terjadi pada masyarakat yang menganut sistem stratifikasi terbuka.


E. Sumber : Sosiologi SMA kelas XI (Sosiologi 2: Suatu Kajian
Kehidupan Masyarakat. Tim Sosiologi. Yudhistira. 2007).










PERANGKAT PENILAIAN

Ranah Kognitif:

No. Butir Soal Skor
1. Jelaskan pengertian mobilitas sosial! 15
2. Sebutkan bentuk-bentuk mobilitas sosial! 10
3. Berikan 2 contoh mobilitas vertical climbing yang ada di sekitar kalian!
25
4. Jelaskan perbedaan mobilitas intergenerasi dan intragenerasi, serta berikan
contohnya!
30

5. Jelaskan hubungan struktur sosial dan mobilitas sosial! 20
Total Skor 100

Kunci Jawaban:
1. Mobilitas sosial adalah perpindahan posisi seseorang atau sekelompo orang dari lapisan yang satu
ke lapisan yang lain.
2. Mobilitas vertical dan mobilitas horizontal
3. (siswa menjawab dengan mencari sendiri contoh lain yang terkait dengan materi)
4. a. Mobilitas Intergenerasi: Perpindahan status yang terjadi antara beberapa generasi.
b. Mobilitas Intragenerasi: Mobilitas sosial yang dialami seseorang selama masa hidupnya, atau
terjadi dalam satu generasi yang sama
5. Mobilitas sosial terjadi dalam suatu struktur sosial yang berdimensi vertical, artinya mudah
atau tidaknya seseorang melakukan perpindahan tergantung pada struktur sosial
masyarakatnya. Apabila masyarakat tersebut memiliki struktur sosial yang kaku, maka
kemungkinan terjadinya mobilitas sosial sangat tipis, dan hal ini terjadi pada masyarakat
yang menganut system stratifikasi sosial tertutup. Sedangkan pada masyarakat dengan
struktur sosial yang luwes terjadinya mobilitas sosial sangat besar, hal ini terjadi pada
masyarakat yang menganut sistem stratifikasi terbuka.

Ranah Afektif:

No. Aspek yang dinilai Skor
1. Kedisiplinan 3
2. Kesungguhan/ketekunan 2
3. Kerapihan 1
4. Tanggung Jawab 2
5. Kerjasama dengan kelompok belajar 2
TOTAL SKOR: 10

Ranah Psikomotorik:

No. Aspek yang dinilai Skor
1. Efektivitas penggunaan alat/bahan 3
2. Ketepatan waktu dalam penyelesaian tugas 2
3. Kesungguhan dan kedisiplinan kerja 1
4. Kejujuran dalam mengerjakan tugas individu 2
5. Aktivitas selama KBM 2
TOTAL SKOR: 10








Oleh Feni kartika
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Mata Pelajaran : Sosiologi
Kelas/semester : X I / 1
Pertemuan ke : 4
Alokasi waktu : 30 menit

Standar Kompetensi : Memahami struktur sosial serta berbagai faktor penyebab konflik dan
mobilitas sosial
Kompetensi Dasar : Menganalisis faktor penyebab konflik sosial dalam masyarakat
Indikator :
- Kognitif
Menganalisis dampak adanya konflik
Menyebutkan dampak positif adanya konflik
Menyebutkan teori-teori kekerasan
Menjelaskan perbedaan konflik dengan kekerasan
Menyebutkan cara pengendalian konflik dan kekerasan
- Afektif
Mampu bersikap toleran terhadap perbedaan SARA
Mampu menghargai pendapat orang lain
Mampu bersikap disiplin
Mampu patuh terhadap peraturan
- Psikomotorik
Ikut bermusyawarah dalam menangani konflik
Dapat mengendalikan diri untuk tidak berkonflik
Berperilaku sesuai dengan nilai dan norma
VII. Tujuan Pembelajaran
a. Aspek kognitif
Setelah mempelajari materi pelajaran tentang konflik, diharapkan siswa mampu;
1. Menganalisis dampak adanya konflik
2. Menyebutkan dampak positif adanya konflik
3. Menyebutkan teori-teori kekerasan
4. Menjelaskan perbedaan konflik dengan kekerasan
5. Menyebutkan cara pengendalian konflik dan kekerasan
b. Aspek Afektif
Setelah mempelajari mata pelajaran tentang konflik, diharapkan siswa;
1. Mampu menghargai pendapat orang lain
2. Memiliki sikap toleran terhadap perbedaan SARA
3. Mampu bersikap disiplin
4. Mampu patuh terhadap peraturan

c. Aspek Psikomotorik
Setelah mempelajari materi tentang konflik, diharapkan siswa;
1. Mampu musyawarah untuk menangani konflik
2. Dapat mengendalikan diri untuk tidak berkonflik
3. Berperilaku sesuai dengan nilai dan norma
VIII. Materi Pembelajaran
1. Konflik
1. 1. Dampak Adanya Konflik

Setiap konflik yang terjadi dalam masyarakat akan membawa dampak, baik dampak
secara langsung maupun dampak tidak langsung.
a. Dampak secara langsung
b. Dampak tidak langsung
Dampak posistif adanya konflik
1. 2. Konflik dan Kekerasan
Kekerasan selalu dikaitkan dengan konflik, kekerasan merupakan alat dari konflik
untuk mencapai tujuan. Namun, konflik berbeda dengan kekerasan. Menurut Prof. DR.
Winardi, S.E., konflik berarti adanya oposisi atau pertentangan pendapat antara orang-orang,
kelompok-kelompok, atau organisasi-organisasi berkaitan dengan perbedaan-perbedaan
pendapat, keyakinan-keyakinan, ide-ide maupun kepentingan-kepentingan. Konflik seringkali
berubah menjadi kekerasan terutama apabila upaya-upaya yang berkaitan dengan pengelolaan
konflik tidak dilaksanakan dengan sungguh-sungguh oleh pihak yang berkaitan.
a. Teori-teori kekerasan
Teori kekerasan sebagai tindakan aktor (individu) atau kelompok
Teori kekerasan struktural
Teori kekerasan sebagai kaitan antara aktor dan struktur
b. Cara pengendalian konflik dan kekerasan
Konsiliasi
Arbitrasi
Mediasi
Ajudikasi

IX. Metode Pembelajaran
b. Appersepsi
c. Ceramah
d. Diskusi
X. Langkah-Langkah Pembelajaran
a. Kegiatan Awal
1. Mempersiapkan proses pembelajaran
2. Menyampaikan tujuan pembelajaran
3. Melakukan appersepsi
b. Kegiatan Inti
1. Tahap Eksplorasi
Siswa menjaring data/informasi yang berkaitan dengan materi pembelajaran
dari berbagai sumber (sumber bacaan, internet, narasumber, lingkungan, dsb)
Siswa ditugasi untung mengamati konflik yang terjadi disekitar
lingkungannya.
2. Tahap Elaborasi
Siswa ditugaskan oleh guru untuk mencari artikel yang berkaitan dengan
materi pembelajaran konflik, melalui berbagai sumber belajar baik buku
referensi, media cetak, elektronik maupun narasumber.
3. Tahap Konfirmasi
Guru mengulas materi pembelajaran dan siswa diberikan kesempatan untuk
bertanya.
c. Kegiatan Akhir
4. Membuat rangkuman dengan melibatkan siswa
5. Memantau keberhasilan belajar siswa melalui Tanya jawab
6. Tindak lanjut: pemberian tugas menganalisis dampak kasus konflik yang
diberikan guru.

XI. Sumber dan Media pembelajaran.
A. Sumber buku : Sosiologi 2 Suatu Kajian Kehidupan Masyarakat, Tim
Sosiologi, Yudhistira, Tahun 2007.
B. Media : buku, laptop, lcd, spidol, papan tulis.

XII. Penilaian
b. Penilaian Proses Belajar
Ranah Afektif
N
o.
Aspek yang Dinilai Skor
1. Kedisiplinan 1 2 3 4
5
2. Kesungguhan/ketekunan 1 2 3 4
5
3. Kreativitas 1 2 3 4
5
4. Aktivitas 1 2 3 4
5
5. Kerjasama 1 2 3 4
5
Total Skor 25





c. Penilaian Hasil Belajar
Ranah Kognitif
N
o.
Butir Soal Skor
1. Sebutkan 3 dampak yang dirasakan secara langsung! 5-15
2. Mengapa konflik selalu muncul dalam kehidupan
manusia?
20-25
3. Jelaskan perbedaan konflik dengan kekerasan! 15-20
4. Sebutkan dan jelaskan 3 teori kekerasan! 10-15
5. Sebutkan dan jelaskan 4 cara pengendalian konflik
secara umum!
10-15
Total Skor :
Jumlah benar X 10
100

Kunci Jawaban :
1. Dampak secara langsung:
a. Menimbulkan kerekan hubungan antara individu atau kelompok dengan individu atau
kelompok lainnya.
b. Hancurnya harta benda dan korban jiwa.
c. Adanya perubahan kepribadian seseorang, seperti selalu memunculkan rasa curuga,
rasa benci, dan akhirnya dapat berubah menjadi tindakan kekerasan.
2. Karena manusia selalu berinteraksi sosial diantara umat manusia, sehingga dalam
kehidupan terdapat sejumlah perbedaan-perbedaan, seperti perbedaan pendapat;
kepentingan-kepentingan (sosial, ekonomi, dan politik); perbedaan latar belakang
individu (kebudayaan, adat-istiadat, agama, dan bahasa); serta perubahan-perubahan
sosial yang terjadi di masyarakat yang dapat merubah system atau nilai yang berlaku.
3. Konflik berbeda dengan kekerasan, konflik berarti adanya pertentangan atau perbedaan
pendapat antarindividu dengan individu lain atau pertentangan antara individu dengan
kelompok atau kelompok dengan kelompok, sedangkan kekerasan merupakan perbuatan
seseorang atau kelompok orang yang menyebabkan cidera atau hilangnya nyawa
seseorang atau kelompok atau merusak harta benda.
4. a. teori kekerasan sebagai actor atau kelompok. Yakni,ahli kekerasan kolektif
berpendapat bahwa manusia melakukan kekerasan karena adanya factor bawaan, seperti
kelainan genetic atau sisiologis. Wujud kekerasan yang dilakukan oleh individu dapat
berupa pemukulan, penganiayaan ataupun kekerasan verbal, sedangkan kekerasan
kolektif atau kelompok merupakan kekerasan yang dilakukan oleh beberapa orang atau
kelompok yang biasanya terdapat benturan identitas suatu kelompok dengan kelompok
lain, seperti identitas berdasarkan agama dan etnik.
b.teori kekerasan structural. Yakni, kekerasan yang bukan berasal dari orang tertentu,
melainkan terbentuk dalam suatu system sosial seperti aparatur Negara.
c. teori kekerasan sebagai kaitan anatara actor dan struktur. Yakni, konflik merupakan
sesuatu yang sudah ditentukan sehingga bersifat endemic bagi kehidupan masyarakat.
5. cara pengendalian konflik secara umum terbagi menjadi:
a. konsiliasi. Yakni bentuk pengendalian konflik sosial yang dilakukan melalui lembaga tertentu
yang dpaat memberikan keputusan yang adil.
b. arbitrasi. Yakni bentuk pengendalian konflik sosial melalui pihak ketiga dan kedua belah pihak
menyetujuinya, keputusan-keputusan pihak ketiga harus dipatuhi oleh pihak-pihak yang
berkonflik.
c. mediasi. Yakni cara pengendalian konflik sosial dimana pihak-pihak yang berkonflik sepakat
menunjuk pihak ketiga sebagai mediator, namun keputusan-keputusan pihak ketiga tidak
mengikat manapun.
d. ajudikasi. Yakni cara pengendalian konflik melalui pengadilan.
Ranah Psikomotorik

N
o.
Aspek yang Dinilai Skor
1. Efektifitas penggunaan alat/bahan 1 2 3 4
5
2. Ketepatan waktu dalam menyelesaikan tugas 1 2 3 4
5
3. Kesungguhan dan kedisiplinan kerja 1 2 3 4
5
Total Skor 15
Jakarta, 24 Oktober 2012
Guru Mata Pelajaran

Feni Kartika

Oleh Fety mahyadiarni
RENCANA PELAKSAAN PEMBELAJARAN

Mata Pelajaran : Sosiologi
Kelas : XI (sebelas)
Pertemuan ke : 3
Alokasi Waktu : 30 menit
Standar Kompetensi : Memahami Struktur Sosial serta Berbagai Faktor Penyebab Konflik
dan Mobilitas Sosial
Kompetensi Dasar : Menganalisis Faktor Penyebab Konflik Sosial Dalam Masyarakat
Indikator : 1. Ranah Kognitif
- Menjelaskan pengertian konflik sosial
- Memberikan contoh-contoh konflik sosial
- Mendeskripsikan faktor-faktor konflik sosial

2. Ranah Afektif
- Memiliki pengendalian diri yang kuat di dalam masyarakat
- Membentuk sikap saling menghargai antar sesama dalam
masyarakat
- Memiliki rasa toleransi terhadap perbedaan-perbedaan yang
dimiliki dalam masyarakat

3. Ranah Psikomotorik
- Menerapkan nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakat
sehingga tercapai keteraturan
- Mengikuti kegiatan sosial untuk membantu sesama

I. Tujuan Pembelajaran

A. Ranah Kognitif
Setelah mempelajari materi tentang konflik sosial diharapkan siswa mampu :
- Mendeskripsikan pengertian konflik sosial menurut para ahli
- Menyebutkan contoh-contoh konflik sosial yang ada dimasyarakat
- Mendeskripsikan faktor-faktor pendorong konflik sosial
B. Ranah Afektif
Setelah mempelajari materi tentang konflik sosial diharapkan siswa mampu:
- memiliki sikap pengendalian diri yang kuat saat berada di lingkungan
masyarakat
- menghargai antar sesama dalam kelompok masyarakat
- memiliki rasa toleransi yang tinggi terhadap perbedaan-perbedaan yang
dimiliki dalam masyarakat

C. Ranah Psikomotorik
Setelah mempelajari materi tentang konflik sosial diharapkan siswa mampu:
- Mampu membuat masyarakat yang teratur dan harmonis
- Aktif dalam mengikuti kegiatan sosial yang bertujuan untuk membantu
sesama

II. Materi Pelajaran

Secara sosiologis, konflik diartikan sebagai suatu proses sosial antara dua orang
atau lebih (atau juga kelompok) yang berusaha menyingkirkan pihak lain dengan
cara menghancurkan atau membuatnya tidak berdaya.

III. Metode Pembelajaran

1. Ceramah
2. Diskusi

IV. Langkah-Langkah Pembelajaran

A. Kegiatan Awal :
1. Mempersiapkan proses pembelajaran
2. Menyampaikan tujuan pembelajaran
3. Melakukan appersepsi


B. Kegiatan Inti :
1. Tahap eksplorasi
Siswa melaksanakan tugas dari guru untuk mencari, mengumpulkan data
dan informasi dari berbagai sumber belajar (buku bacaan sosiologi,
internet, media cetak, dsb)
2. Tahap elaborasi
Siswa memperluas pemahaman materi melalui :
- Pemanfaatan media untuk menganalisis bahan ajar yang diberikan
- Praktek berbagai model pembelajaran
- Pemenuhan tugas-tugas dalam proses pembelajaran
- Penyelesaian lembar kerja siswa
3. Tahap Konfirmasi
- Mengulas hasil diskusi
- Memberi kesempatan siswa untuk bertanya atau mengajukan
pendapat kepada siswa
- Menanyakan kesulitan yang dihadapi siswa

C. Kegiatan akhir
1. Membuat rangkuman dengan melibatkan siswa
2. Memantau keberhasilan belajar siswa melalui tes tertulis maupun lisan
3. Tindak lanjut (arahan,pemberian tugas,dsb)

V. Sumber dan Media Pembelajaran

A. Sumber :
1. Maryati, Kun dan Juju Suryawati, 2006, Sosiologi 2 SMA, Jakarta: Esis
2. Internet

B. Media :
1. LCD/Infokus
2. Laptop
3. Lembar Soal
4. Whiteboard
VI. Penilaian
1. Tekhnik : Tes tertulis
2. Bentuk Instrumen : Tes Uraian
3. Soal instrumen :
N
O
Butir Soal Skor
1 Jelaskan pengertian dari konflik sosial menurut pandangan
sosiologis?
10
2 Jelaskan pengertian konflik menurut para ahli! (min. 2) 20
3 Sebutkan contoh konflik yang berada di lingkungan sekitar anda!
(min. 3)
30
4 Sebutkan dan jelaskan faktor-faktor penyebab konflik! 20
5 Apa saja gejala-gejala yang mengakibatkan disorganisasi dan
disintegrasi dalam masyarakat?
20
TOTAL SKOR 100

Kunci Jawaban :
1. Konflik Sosial menurut pandangan sosiologis adalah suatu proses sosial antara dua
orang atau lebih (atau juga kelompok) yang berusaha menyingkirkan pihak lain
dengan cara menghancurkan atau membuatnya tidak berdaya
2. Menurut Dr. Robert M.Z. Lawang, konflik itu adalah perjuangan untuk memperoleh
nilai, status, kekuasaan, dimana tujuan dari mereka yang berkonflik, tidak hanya
memperoleh keuntungan, tetapi juga untuk menundukkan saingannya
Menurut Soerjono Soekanto, konflik adalah suatu proses sosial di mana orang
perorangan atau kelompok manusia berusaha untuk memenuhi tujuannya dengan jalan
menantang pihak lawan yang disertai dengan ancaman atau kekerasan
3. Sesuai dengan pengalaman masing-masing siswa
4. - Perbedaan antar individu : setiap manusia memiliki pendirian dan perasaaan yang
berbeda satu sama lain. Perbedaan pandangan tidak jarang menimbulkan rasa marah
dan berlanjut pada perasaan benci hingga dapat timbul usaha untuk saling
menghancurkan
- Perbedaan Kebudayaan : Interaksi sosial antarindividu atau antarkelompok dengan
pola kebudayaan yang cenderung berlawanan dapat menimbulkan rasa marah dan
benci sehingga berakibat konflik
- Perbedaan Kepentingan: setiap individu maupun kelompok memiliki kebutuhan atau
kepentingan yang berbeda dalam melihat atau mengerjakan sesuatu
- Perubahan Sosial: masyarakat merupakan sekelompok manusia yang terus berubah
seiring dengan berkembangnya kebutuhan dan pengetahuan. Perubahan seperti itu
tidak jarang menimbulkan konflik
5. - Ketidaksepahaman anggota masyarakat terhadap tujuan yang semula menjadi
pegangan masyarakat
- Norma soisla sudah tidak dapat membantu anggota masyarakat dalam mencapai
tujuan
- Adanya pertentangan norma antara kelompok dan anggotanya
- Sanksi sudah tidak dilaksanakan dengan konsekuen
- Tindakan anggota masyarakat sudah bertentangan dengan norma-norma
masyarakat








Jakarta, Oktober 2012


Guru Sosiologi
Fety Mahyadiarni








PERANGKAT PENILAIAN

Kelas : XI (sebelas)
Standar Kompetensi : Memahami Struktur Sosial serta Berbagai Faktor Penyebab Konflik
dan Mobilitas Sosial
Jenis butir soal : Esai
Jumlah butir soal : 5 Soal

Ranah Kognitif
N
o
Butir Soal Skor
1 Jelaskan pengertian dari konflik sosial menurut pandangan
sosiologis?
10
2 Jelaskan pengertian konflik menurut para ahli! (min. 2) 20
3 Sebutkan contoh konflik yang berada di lingkungan sekitar anda!
(min. 3)
30
4 Sebutkan dan jelaskan faktor-faktor penyebab konflik! 20
5 Apa saja gejala-gejala yang mengakibatkan disorganisasi dan
disintegrasi dalam masyarakat?
20
TOTAL SKOR 100

Ranah Afektif
N
o
Aspek yang Dinilai Skor
1 Kedisiplinan 1 2 3 4 5
2 Ketekunan 1 2 3 4 5
3 Kreativitas 1 2 3 4 5
4 Aktivitas 1 2 3 4 5
5 Kerjasama 1 2 3 4 5
TOTAL SKOR

Ranah Psikomotorik

N
o
Aspek yang dinilai Skor
1 Efektifitas penggunaan alat/bahan 1 2 3 4 5
2 Ketepatan waktu dalam penyelesaian tugas 1 2 3 4 5
3 Kesungguhan dan Kedisiplinan kerja 1 2 3 4 5
4 Aktif dalam berorganisasi 1 2 3 4 5
TOTAL SKOR

1 = tidak baik 3 = cukup baik
2 = kurang baik 4 = baik
5 = sangat baik





















Oleh Haolongan lubis




















Oleh Indria retna mutiar
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Mata Pelajaran : Sosiologi
Kelas/Semester : XI/Semester I
Pertemuan ke : 2 (dua)
Alokasi Waktu : 30 menit
Standar Kompetensi: Memahami struktur sosial serta berbagai faktor penyebab konflik dan
mobilitas sosial
Kompetensi Dasar : Menganalisi hubungan antara struktur sosial dengan mobilitas sosial
Indikator : - Ranah Kognitif
1. Mengidentifikasi faktor-faktor mobilitas sosial
2. Menyebutkan saluran-saluran mobilitas sosial
3. Menjelaskan dampak adanya mobilitas sosial

- Ranah Afektif
1. Mengamati mobilitas sosial yang terjadi di masyarakat
2. Menghargai perbedaan status sosial masyarakat
3. Memiliki sikap rasa toleran terhadap perbedaan status sosial yang
ada di masyarakat

- Ranah Psikomotorik
1.Melakukan penelitian yang berkaitan dengan mobilitas sosial di
sekitar lingkungan rumahnya
2. Membuat kesimpulan terhadap penelitian yang dibuat



I. TujuanPembelajaran
A. Ranah Kognitif
Setelah mempelajari materi pelajaran tentang mobilitas sosial diharapkan siswa
mampu;
1. Mengidentifikasi faktor-faktor mobilitas sosial
2. Menyebutkan saluran-saluran mobilitas sosial
3. Menjelaskan dampak adanya mobilitas sosial

B. Ranah Afektif
Setelah mempelajari materi pelajaran tentang mobilitas sosial diharapkan siswa
mampu;
1. Mampu mengamati mobilitas sosial yang terjadi di masyarakat
2. Mampu menghargai perbedaan status sosial masyarakat
3. Memiliki sikap rasa toleran terhadap perbedaan status sosial yang ada di
masyarakat

C. Ranah Psikomotorik
Setelah mempelajari materi pelajaran tentang mobilitas sosial diharapkan siswa
mampu;
1. Mampu melakukan penelitian yang berkaitan dengan mobilitas sosial di sekitar
lingkungan rumahnya
2. Mampu membuat kesimpulan terhadap penelitian yang dibuat

II. Materi Pembelajaran
Proses dan dampak mobilitas sosial; faktor-faktor mobilitas sosial, saluran-saluran
mobilitas sosial.

III. MetodePembelajaran
e. Appersepsi
f. Ceramah
g. Diskusi
h. Tanya jawab
i. Tugas

IV. Langkah-langkahPembelajaran
A. Kegiatan awal:
1. Mempersiapkan proses pembelajaran
2. Menyampaikan tujuan pembelajaran
3. Melakukan appersepsi

B. Kegiatan inti:
1. Tahap eksplorasi
Siswa ditugasi untuk mencari bahan ajar (mobilitas sosial) dari berbagai sumber
belajar, baik dari sumber bacaan maupun internet

2. Tahap elaborasi
Siswa memperdalam/memperluas pemahaman materi melalui;
j. Implementasi berbagai model pembelajaran
k. Pemenuhan tugas-tugas dalam proses pembelajaran
l. Penyelesaian lembar kerja siswa
m. Pemanfaatan sumber dan media pembelajaran


3. Tahap konfirmasi
n. Mengulas materi pembelajaran
o. Memberi kesempatan pada siswa untuk bertanya



C. Kegiatan akhir:
1. Membuat rangkuman dengan melibatkan siswa
2. Memantau keberhasilan belajar siswa melalui tanya jawab
3. Tindaklanjut (arahan untuk membaca materi pelajaran yang akan dipelajari
minggu depan, pemberian tugas/pekerjaan rumah (PR), dsb.)

V. Sumber dan Media Pembelajaran
C. Sumber:
Sosiologi SMA kelas XI (Sosiologi 2: suatu kajian kehidupan masyarakat,
Saptono, Bambang Suteng S.)

D. Media:
p. Laptop
q. Proyektor
r.Papan tulis
s. Spidol

VI. Penilaian
3. Penilaian proses belajar
t. Teknik penilaian
Tes tertulis

u. Bentuk instrumen
Tes uraian

4. Penilaian hasil belajar
v. Soal/instrument


PERANGKAT PENILAIAN
Kisi-kisi

Ranah Kognitif:
No. ButirSoal Skor
1. Sebutkan faktor-faktor mobilitas sosial? Jelaskan ! 30

2. Apa saja saluran-saluran dari mobilitas sosial? 10

3. Apa dampak positif dari adanya mobilitas sosial? 20

4. Apa dampak negatif yang ditimbulkan dari adanya mobilitas sosial? 20

5. Menurutmu, apakah setiap masyarakat dapat mengalami mobilitas
sosial?
20
Total Skor 100

Kunci Jawaban:
1. - Faktor struktur
Faktor struktur adalah faktor yang menentukan jumlah dari kedudukan tinggi yang harus
diisi dan kemudian untuk memperolehnya. Faktor ini terdiri atas (a) struktur pekerjaan,
(b) struktur ekonomi, (c) perbedaan kesuburan, (d) penghambat dan penunjang mobilitas
w. Faktor individu
Faktor-faktor individual mencakup (a) perbedaan bakat/kemampuan, (b) Perilaku yang
berorientasi kepada mobilitas, dan (c) kemujuran
2. Keluarga
x. Pendidikan
y. Ekonomi
z. Politik
aa. Lembaga keagamaan
bb. Militer
cc. Organisasi keahlian

3. Dampak positif dari mobilitas sosial
1) Mobilitas sosial memungkinkan masyarakat untuk mengisi jabatan-jabatan yang ada
dengan orang yang paling ahli di bidangnya
2) Mobilitas sosial juga memberikan kesempatan bagi setiap orang untuk mencapai
hidupnya
3) Dengan terbukanya kesempatan bagi mobilitas sosial maka dimungkinkan
berlangsungnya pengembangan kepribadian warga masyarakat secara optimal.

4. - Dampak negatif mobilitas sosial bagi individu
1) Ketegangan dalam mempelajari peran baru dari jabatan barunya
2) Keretakan hubungan antaranggota kelompok primer karena berpindah ke status yang
lebih tinggi
3) Kekhawatiran akan beban tanggung jawab baru dan kerenggangan hubungan
antaranggota keluarga karena meningkatnya kesibukan yang ditimbulkan oleh jabatan
yang baru itu
dd. Dampak negatif mobilitas sosial bagi kelompok
1) Mau mendominasi seluruh sisi kehidupan bersama, hal itu dapat menyulut
ketidakpuasan dari kelompok lain.
2) Mobilitas sosial vertikal ke bawah yang dialami kelompok sosial tertentu dapat juga
menimbulkan dampak negatif, dalam bentuk keterlibatan mereka dalam tindakan-
tindakan asosial. Kekerasan, pemerasan dan sejenisnya menjadi penyubur bagi bibit-
bibit konflik sosial yang ada di masyarakat.
5. Ya, di dalam setiap masyarakat pasti terjadi mobilitas sosial, baik mobilitas vertikal,
horizontal, intergenerasi dan antargenerasi serta mobilitas struktural dan pertukaran

Ranah Afektif:
No. Aspek yang dinilai Skor
1. Kedisiplinan 20
2. Kesungguhan/ketekunan 20
3. Kreativitas 20
4. Aktivitas 20
5. Kerjasama 20
TOTAL SKOR: 100

Ranah Psikomotorik:
No. Aspek yang dinilai Skor
1. Efektivitas penggunaan alat/bahan 20
2. Ketepatan waktu dalam penyelesaian tugas 20
3. Kesungguhan dan kedisiplinan kerja 20
4. Kerjasama yang baik terhadap kelompok 20
5. Kekompakan dalam menyelesaikan tugas kelompok 20
TOTAL SKOR: 100

Jakarta, 6 November 2012
Guru Bidang Studi


Indria Retna Mutiar

BAHAN AJAR

F. Standar Kompetensi : Memahami struktur sosial serta berbagai faktor penyebab
konflik dan mobilitas sosial
G. Kompetensi Dasar : Menganalisis hubungan antara struktur sosial dengan
mobilitas sosial
H. Indikator Kompetensi :
1. Mengidentifikasi faktor-faktor mobilitas sosial
2. Menyebutkan saluran-saluran mobilitas sosial
3. Menjelaskan dampak adanya mobilitas sosial
4. Mengamati mobilitas sosial yang terjadi di masyarakat
5. Menghargai perbedaan status sosial masyarakat
6. Memiliki sikap rasa toleran terhadap perbedaan status sosial yang ada di
masyarakat
7. Melakukan penelitian yang berkaitan dengan mobilitas sosial di sekitar
lingkungan rumahnya
8. Membuat kesimpulan terhadap penelitian yang dibuat

I. Uraian Materi/Bahan Ajar:
Faktor-faktor mobilitas sosial
Faktor mobilitas sosial adalah hal-hal yang menyebabkan adanya gerak naik turun
atau menyamping dalam pelapisan sosial masyarakat.
Menurut Horton & Hunt (1984) menyebutkan bahwa tingkat mobilitas dalam
masyarakat ditentukan oleh dua faktor, yaitu faktor struktur dan faktor individu.
1. Faktor struktur
Faktor struktur adalah faktor yang menentukan jumlah dari kedudukan tinggi yang
harus diisi dan kemudian untuk memperolehnya. Faktor ini terdiri atas
a. Struktur pekerjaan,
Struktur pekerjaan (jenis dan ranking pekerjaan) yang ada dalam setiap
masyarakat berbeda satu dengan yang lainnya. Perbedaan itu menyebabkan
perbedaan jumlah kedudukan tinggi dan kedudukan rendah yang harus diisi
oleh warga masyarakat. Misalnya, masyarakat agraris yang kegiatan
ekonominya tergantung pada bidang pertaniandan kehutanan memiliki lebih
banyak kedudukan yang berstatus rendah dibandingkan dengan negara-negara
industri yang mempunyai lebih banyak kedudukan yang tinggi.

b. Struktur ekonomi,
Pertama, sistem ekonomi tradisional, di mana petani mengonsumsi sebagian
besar hasil pertanian mereka dan hanya menjuan sebagian kecilnya. Kedua,
sistem ekonomi modern/sistem ekonomi pasar, dimana kebanyakan orang
menghasilkan barang untuk dijual.

c. Perbedaan fertilitas/kesuburan,
Struktur demografis yang ditandai oleh rendahnya tingkat kelahiran pada
keluarga-keluarga kelas sosial atas dan tingginya tingkat kelahiran pada
keluarga-keluarga kelas sosial bawah yang terjadi di masyarakat industri
membuka peluang terjadinya mobilitas sosial ke atas dari anggota keluarga
kelas bawah.

d. Penghambat dan penunjang mobilitas
Faktor struktural yang menunjang mobilitas sosial vertikal ke atas adalah: (a)
lembaga pendidikan; (b) peraturan perundangan; (c) lembaga pelatihan tenaga
kerja

2. Faktor individu
Faktor-faktor individual mencakup (a) perbedaan bakat/kemampuan, (b) Perilaku
yang berorientasi kepada mobilitas, dan (c) kemujuran

Saluran-saluran mobilitas sosial
1. Keluarga
2. Pendidikan
3. Ekonomi
4. Politik
5. Lembaga keagamaan
6. Militer
7. Organisasi keahlian




Dampak mobilitas sosial
Dampak positif dari mobilitas sosial
1. Mobilitas sosial memungkinkan masyarakat untuk mengisi jabatan-jabatan yang
ada dengan orang yang paling ahli di bidangnya
2. Mobilitas sosial juga memberikan kesempatan bagi setiap orang untuk mencapai
hidupnya
3. Dengan terbukanya kesempatan bagi mobilitas sosial maka dimungkinkan
berlangsungnya pengembangan kepribadian warga masyarakat secara optimal.

Dampak negatif dari mobilitas sosial
ee. Dampak negatif mobilitas sosial bagi individu
1.) Ketegangan dalam mempelajari peran baru dari jabatan barunya
2.) Keretakan hubungan antaranggota kelompok primer karena berpindah ke status
yang lebih tinggi
3.) Kekhawatiran akan beban tanggung jawab baru dan kerenggangan hubungan
antaranggota keluarga karena meningkatnya kesibukan yang ditimbulkan oleh
jabatan yang baru itu
ff. Dampak negatif mobilitas sosial bagi kelompok
1.) Mau mendominasi seluruh sisi kehidupan bersama, hal itu dapat menyulut
ketidakpuasan dari kelompok lain.
2.) Mobilitas sosial vertikal ke bawah yang dialami kelompok sosial tertentu dapat
juga menimbulkan dampak negatif, dalam bentuk keterlibatan mereka dalam
tindakan-tindakan asosial. Kekerasan, pemerasan dan sejenisnya menjadi
penyubur bagi bibit-bibit konflik sosial yang ada di masyarakat.


J. Sumber:
Sosiologi SMA kelas XI (Sosiologi 2: suatu kajian kehidupan masyarakat, Saptono,
Bambang Suteng S.)
Oleh Julya nurani
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Mata Pelajaran : Sosiologi
Kelas/Semester : XI/II (Genap)
Pertemuan ke : 2
Alokasi Waktu : 2 x 30 Menit
Standar Kompetensi : Menganalisis kelompok sosial dalam masyarakat multikultural
Kompetensi Dasar : Mendeskripsikan berbagai kelompok sosial dalam masyarakat
multikultural
Indikator : 1. Aspek Kognitif
a) Mengidentifikasi berbagai kelompok sosial yang ada didalam
masyarakat multikultural
b) Mendeskripsikan klasifikasi kelompok sosial menurut cara
terbentuknya kelompok sosial
c) Mendeskripsikan klasifikasi kelompok sosial menurut erat
longgarnya ikatan antar anggota kelompok sosial
d) Mendeskripsikan klasifikasi kelompok sosial menurut kualitas
hubungan antar anggota kelompok sosial
e) Mendeskripsikan klasifikasi kelompok sosial menurut
pencapaian tujuan kelompok sosial
f) Mendeskripsikan klasifikasi kelompok sosial menurut pendapat
Merton
g) Mendeskripsikan klasifikasi kelompok sosial menurut sudut
pandang individu

2. Aspek Afektif (Karakter)
a) Memiliki rasa toleransi terhadap berbagai kelompok sosial
dalam masyarakat multikultural
b) Mampu menghargai individu lain dalam kelompok sosial
karena manusia adalah makhluk sosial
c) Mampu memberikan respon yang positif terhadap suatu
kumpulan individu dalam kelompok sosial sehingga
menimbulkan perasaan bersama
d) Memiliki kesadaran bersama akan anggota kelompok sosial
karena persamaan ciri dan pola interaksi yang terorganisir
e) Memiliki beberapa pandangan dalam melihat suatu kejadian
sosial yang terjadi dalam kelompok sosial

3. Aspek Psikomotorik (Keterampilan)
a) Mampu menerapkan sikap toleransi terhadap berbagai macam
kelompok sosial
b) Mampu melakukan partisipasi aktif dalam kelompok-kelompok
sosial di masyarakat
c) Mampu berperan atau membantu kelompok sosial sendiri
maupun kelompok sosial lainnya
d) Mampu berinteraksi dengan beberapa pandangan dalam melihat
suatu kejadian sosial yang terjadi dalam kelompok sosial.
e) Mampu mengemukakan pendapat mengenai kelompok sosial
dalam masyarakat multikultural.


I. Tujuan Pembelajaran
A. Aspek Kognitif
Setelah mempelajari materi pelajaran tentang kelompok sosial diharapkan
siswa mampu:
1. Mengidentifikasi berbagai kelompok sosial yang ada didalam masyarakat
multikultural
2. Mendeskripsikan dua klasifikasi kelompok sosial menurut cara
terbentuknya kelompok sosial
3. Mendeskripsikan dua klasifikasi kelompok sosial menurut erat longgarnya
ikatan antar anggota kelompok sosial
4. Mendeskripsikan dua klasifikasi kelompok sosial menurut kualitas
hubungan antar anggota kelompok sosial
5. Mendeskripsikan dua klasifikasi kelompok sosial menurut pencapaian
tujuan kelompok sosial
6. Mendeskripsikan dua klasifikasi kelompok sosial menurut pendapat
Merton
7. Mendeskripsikan dua klasifikasi kelompok sosial menurut sudut pandang
individu

B. Aspek Afektif
Setelah mempelajari materi pelajaran tentang kelompok sosial diharapkan
siswa mampu:
1. Menyikapi berbagai kelompok sosial dalam masyarakat multikultural
2. Menghargai individu lain dalam kelompok sosial karena manusia adalah
makhluk sosial
3. Memberikan respon yang positif terhadap suatu kumpulan individu dalam
kelompok sosial sehingga menimbulkan perasaan bersama
4. Memiliki kesadaran bersama akan anggota kelompok sosial karena
persamaan ciri dan pola interaksi yang terorganisir
5. Memiliki beberapa pandangan dalam melihat suatu kejadian sosial yang
terjadi dalam kelompok sosial

C. Aspek Psikomotorik
Setelah mempelajari materi pelajaran tentang kelompok sosial diharapkan
siswa mampu:
1. Menerapkan sikap toleransi terhadap kelompok sosial lainnya
2. Melakukan partisipasi aktif dalam kelompok-kelompok sosial di
masyarakat
3. Mampu berperan atau membantu kelompok sosial sendiri maupun
kelompok sosial lainnya
4. Mampu berinteraksi dengan beberapa pandangan dalam melihat suatu
kejadian sosial yang terjadi dalam kelompok sosial
5. Mampu mengemukakan pendapat mengenai kelompok sosial dalam
masyarakat multikultural




II. Materi Pembelajaran
Kebudayaan bersifat universal, stabil dan dinamis, dan menentukan
kehidupan. Kebudayaan memiliki karakteristik yaitu milik bersama, hasil belajar, dan
didasarkan pada lambang. Unsur kebudayaan yaitu peralatan dan perlengkapan, mata
pencaharian, ilmu pengetahuan, kemasyarakatan, bahasa, kepercayaan, dan kesenian.
1. Klasifikasi kelompok sosial menurut cara terbentuknya kelompok sosial:
a) Kelompok Semu
b) Kelompok Nyata
2. Klasifikasi kelompok sosial menurut erat longgarnya ikatan antar anggota
kelompok sosial:
a) Paguyuban
b) Patembanan
3. Klasifikasi kelompok sosial menurut kualitas hubungan antar anggota
kelompok sosial:
a) Kelompok Primer
b) Kelompok Sekunder
4. Klasifikasi kelompok sosial menurut pencapaian tujuan kelompok sosial:
a) Kelompok Formal
b) Kelompok Informal
5. Klasifikasi kelompok sosial menurut pendapat Merton
a) Membership Group
b) Reference Group
6. Klasifikasi kelompok sosial menurut sudut pandang individu
a) In Group
b) Out Group

III. Metode Pembelajaran
A. Appersepsi
Guru mengulang kembali materi yang telah diberikan sebelumnya, lalu
mengaitkan dengan kehidupan yang dialami siswa dibangku sekolah.
B. Model Pembelajaran : Ceramah, Make a match, Talking stick
Guru mengawali dengan memberikan penjelasan materi serta aplikasinya
terhadap materi yang akan dipelajari oleh siswa secara tatap muka. Saat
memberikan pertanyaan guru menggunakan talking stick dalam memilih siswa
yang akan menjawab pertanyaan. Guru menyiapkan beberapa kartu yang berisi
beberapa konsep atau topik yang cocok untuk sesi review, sebaliknya satu
kartu berisi bagian soal dan bagian jawaban. Setiap siswa memberikan
argumen dalam mencocok kan jawaban dengan waktu yang telah dibatasi.
Setiap jawaban yang benar diberikan poin.
C. Diskusi
Guru menggunakan system Tanya-jawab terhadap peserta didik.

IV. Langkah-Langkah Pembelajaran
No. Kegiatan Pembelajaran
Alokasi
Waktu
Keterangan
1. Pendahuluan
d. Mempersiapkan proses pembelajaran
e. Memotivasi/menyampaikan tujuan pembelajaran
Siswa mendengarkan penjelasan guru tentang tujuan mempelajari
kelompok sosial dalam masyarakat.
f. Menyampaikan tujuan pembelajaran
g. Apersepsi
Guru mempersiapkan kelas dan menanyakan kepada para siswa
beberapa pertanyaan yang berhubungan kelompok sosial.
h. Rambu-rambu belajar
Siswa memperhatikan skema kelompok sosial yang akan
dipelajari oleh para siswa.
5 Menit
2. Kegiatan Inti
a. Tahap Eksplorasi :
Siswa melaksanakan tugas dari guru untuk mencari,
mengumpulkan data informasi dari berbagai sumber belajar
seperti media cetak, buku bacaan Sosiologi, internet dan yang
lainnya mengenai kelompok sosial.
b. Tahap Elaborasi:
20 Menit
Siswa memperluas/memperdalam pemahaman materi melalui:
Penjelasan guru mengenai materi kelompok sosial dalam
masyarakat multikultural melalui bahan ajar yang sudah
disediakan.
Pemberian-pemberian tugas individu dan kelompok.
Mengerjakan tugas dari lembar kerja siswa.
Implementasi berbagai model pembelajaran
Penulisan tugas-tugas dalam proses pembelajaran
Penyelesaian lembar kerja siswa
Pemanfaatan sumber dan media pembelajaran

c. Tahap Konfirmasi:
Mengulas materi pembelajaran.
Memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya.
Memberikan kesempatan untuk mengajukan pendapat.
3. Kegiatan Akhir
a. Membuat rangkuman dengan melibatkan siswa
b. Memantau keberhasilan belajar siswa
c. Menanyakan kesulitan yang dihadapi siswa
d. Tindak lanjut (arahan, pemberian tugas, dsb)
5 Menit

V. Sumber dan Media Pembelajaran
A. Sumber :
1. Buku Sosiologi 2 Suatu Kajian Kehidupan Masyarakat.2007.Tim
Sosiologi.Jakarta: Yudhistira
2. Power Point : Kelompok-kelompok sosial dalam masyarakat.

B. Media :
1. Buku
2. Laptop
3. Infokus
4. Papan tulis
5. Alat-alat tulis
6. Lembar soal


VI. Penilaian
A. Teknik Penilaian
1. Tes tertulis
2. Diskusi kelompok mengenai kelompok sosial.
B. Bentuk Instrumen : Tes uraian

C. Soal/Instrumen
No Butir Soal Skor
1. Apa yang dimaksud dengan kelompok sosial? 15
2. Sebutkan beberapa klasifikasi sosial! 30
3. Jelaskan dengan contoh perbedaan gemeinschaft dan
gesellschaft!
30
4. Buatlah perbandingan antara kelompok sosial formal dan
kelompok sosial nonformal!
25
Total Skor 100

Kunci Jawaban
1. Kelompok sosial adalah kumpulan orang yang memiliki kesadaran bersama akan
keanggotaan dan saling berinteraksi. Kelompok diciptakan oleh anggota masyarakat.
Kelompok juga dapat memengaruhi perilaku para anggotanya.
2. Klasifikasi kelompok sosial ada 6 yaitu: Klasifikasi kelompok sosial menurut cara
terbentuknya kelompok sosial, Klasifikasi kelompok sosial menurut erat longgarnya
ikatan antar anggota kelompok sosial, Klasifikasi kelompok sosial menurut kualitas
hubungan antar anggota kelompok sosial, Klasifikasi kelompok sosial menurut
pencapaian tujuan kelompok sosial, Klasifikasi kelompok sosial menurut pendapat
Merton, dan Klasifikasi kelompok sosial menurut sudut pandang individu.
3. Klasifikasi ini dikemukakan oleh tokoh sosiologi Jerman Ferdinand Tonnies. Di
Indonesia Prof. Mr.M.M. Djojodigoeno menerjemahkan menjadi:
a. Paguyuban (Gemeinschaft) Merupakan kelompok sosial yang anggotanya
memiliki ikatan batin yang murni, bersifat alamiah dan kekal. Ada tiga bentuk
paguyuban, yaitu:
Paguyuban karena ikatan darah,
Paguyuban karena tempat, dan
Paguyuban atas dasar ideologi.
b. Patembanan (Gesellschaft) Merupakan ikatan lahir yang bersifat pokok
untuk waktu yang pendek, struktur bersifat mekanis dan bersifat sebagai suatu
bentuk dalam pikiran belaka, misalnya ikatan antar pedagang dan organisasi
dalam suatu pabrik.
4. Kelompok formal Merupakan kelompok yang memiliki peraturan yang tegas dan
dengan sengaja dibuat oleh anggotanya untuk mengatur hubungan antar anggotanya.
Contohnya Partai politik.
Kelompok Informal Merupakan kelompok sosial yang terbentuk karena
pertemuan-pertemuan yang berulang dan rasa memiliki kepentingan dan pengalaman
yang sama. Contohnya Kelompok pertemanan.
Penilaian Berdasarkan Jumlah Skor:
86-100 = Sangat Baik
71-85 = Baik
51-70 = Cukup
26-50 = Kurang
0-25 = Sangat Kurang

Jakarta, 7 November 2012

Guru Mata Pelajaran Sosiologi



________Julya Nurani_______



PERANGKAT PENILAIAN

Kelas : XI
Standar Kompetensi : Menganalisis kelompok sosial dalam masyarakat multikultural
Kompetensi Dasar : Mendeskripsikan berbagai kelompok sosial dalam masyarakat
multikultural
Jenis butir soal : Esai
Jumlah butir soal : 4 Soal

Ranah Kognitif
No Butir Soal Skor
1. Apa yang dimaksud dengan kelompok sosial? 15
2. Sebutkan beberapa klasifikasi sosial! 30
3. Jelaskan dengan contoh perbedaan gemeinschaft dan
gesellschaft!
30
4. Buatlah perbandingan antara kelompok sosial formal dan
kelompok sosial nonformal!
25
Total Skor 100

Ranah Afektif
No Aspek yang Dinilai Skor
1 Kedisiplinan 1 2 3 4 5
2 Ketekunan 1 2 3 4 5
3 Kreativitas 1 2 3 4 5
4 Aktivitas 1 2 3 4 5
5 Kerjasama 1 2 3 4 5
TOTAL SKOR






Ranah Psikomotorik

No Aspek yang dinilai Skor
1 Efektifitas penggunaan alat/bahan 1 2 3 4 5
2 Ketepatan waktu dalam penyelesaian tugas 1 2 3 4 5
3 Kesungguhan dan Kedisiplinan kerja 1 2 3 4 5
4 Aktif dalam berorganisasi 1 2 3 4 5
TOTAL SKOR

1 = tidak baik 3 = cukup baik
2 = kurang baik 4 = baik
5 = sangat baik


Jakarta, 7 November 2012

Guru Mata Pelajaran Sosiologi



________Julya Nurani_______












BAHAN AJAR

A. Standar Kompetensi : Menganalisis kelompok sosial dalam masyarakat
multikultural
B. Kompetensi Dasar : Mendeskripsikan berbagai kelompok sosial dalam
masyarakat multikultural
C. Indikator :
1. Aspek Kognitif
a) Mengidentifikasi berbagai kelompok sosial yang ada didalam masyarakat
multicultural
b) Mendeskripsikan klasifikasi kelompok sosial menurut cara terbentuknya
kelompok sosial
c) Mendeskripsikan klasifikasi kelompok sosial menurut erat longgarnya ikatan
antar anggota kelompok sosial
d) Mendeskripsikan klasifikasi kelompok sosial menurut kualitas hubungan antar
anggota kelompok sosial
e) Mendeskripsikan klasifikasi kelompok sosial menurut pencapaian tujuan
kelompok sosial
f) Mendeskripsikan klasifikasi kelompok sosial menurut pendapat Merton
g) Mendeskripsikan klasifikasi kelompok sosial menurut sudut pandang individu

2. Aspek Afektif (Karakter)
a) Memiliki rasa toleransi terhadap berbagai kelompok sosial dalam masyarakat
multikultural
b) Mampu menghargai individu lain dalam kelompok sosial karena manusia
adalah makhluk sosial
c) Mampu memberikan respon yang positif terhadap suatu kumpulan individu
dalam kelompok sosial sehingga menimbulkan perasaan bersama
d) Memiliki kesadaran bersama akan anggota kelompok sosial karena persamaan
ciri dan pola interaksi yang terorganisir
e) Memiliki beberapa pandangan dalam melihat suatu kejadian sosial yang
terjadi dalam kelompok sosial


3. Aspek Psikomotorik (Keterampilan)
a) Mampu menerapkan sikap toleransi terhadap berbagai macam kelompok sosial
b) Mampu melakukan partisipasi aktif dalam kelompok-kelompok sosial di
masyarakat
c) Mampu berperan atau membantu kelompok sosial sendiri maupun kelompok
sosial lainnya
d) Mampu berinteraksi dengan beberapa pandangan dalam melihat suatu kejadian
sosial yang terjadi dalam kelompok sosial
e) Mampu mengemukakan pendapat mengenai kelompok sosial dalam
masyarakat multikultural.

D. Materi Pembelajaran
Kebudayaan bersifat universal, stabil dan dinamis, dan menentukan
kehidupan. Kebudayaan memiliki karakteristik yaitu milik bersama, hasil belajar, dan
didasarkan pada lambang. Unsur kebudayaan yaitu peralatan dan perlengkapan, mata
pencaharian, ilmu pengetahuan, kemasyarakatan, bahasa, kepercayaan, dan kesenian.
7. Klasifikasi kelompok sosial menurut cara terbentuknya kelompok sosial
c) Kelompok Semu
Kelompok semu timbul ditengah pergulan hidup manusia,
bersifat sementara, tidak mempunyai kemungkinan membentuk tradisi
ataupun ikatan sebagai anggota. Kelompok semu biasa disebut
khalayak ramai atau khalayak umum. Kelompok semu tidak memiliki
aturan sebagai pengendali. Ciri-ciri kelompok semu, yaitu:
Tidak direncanakan, terjadinya tidak disengaja, sangat
mendadak, atau secara spontan.
Tidak terorganisir dalam suatu wadah tertentu
Tidak ada interaksi, tidak ada interrelasi, dan tidak ada
komunikasi terus-menerus
Tidak ada kesadaran kelompok
Kehadirannya tidak konstan



Berdasarkan ciri tersebut, kelompok semu dibedakan menjadi:
1) Kerumunan (crowd)
a. Formal audience atau khalayak penonton
Kerumunan yang mempunyai suatu pusat perhatian dan
persamaan tujuan, tetapi sifatnya pasif. Contohnya,
penonton bioskop dan hadirin dalam sebuah khotbah.
b. Planned expressive group Kerumunan yang tidak
begitu mementingkan pusat perhatian, tetapi memiliki
persamaan tujuan yang tercermin dalam kegiatan
kerumunan serta kepuasan yang dihasilkan. Contohnya,
orang yang berdansa, berpesta, berekreasi.
c. Inconvenient causal crowds Kerumunan yang
bersifat terlalu sementara yang ingin mempergunakan
fasilitas-fasilitas sama. Misalnya, orang-orang antri
karcis dan orang-orang yang menunggu bus.
d. Panic causal crowd Orang-orang yang dalam
keadaan panik yang sedang berusaha menyelamatkan
diri dari suatu bahaya.
e. Spetactor causal crowds Kerumunan penonton,
terjadi karena orang-orang ingin melihat suatu peristiwa
tertentu tanpa direncanakan.
f. Acting lawless crowds Kerumunan emosional,
memiliki tujuan tertentu dengan menggunakan kekuatan
fisik yang berlawanan dengan norma sosial.
g. Immoral lawless crowds Kerumunan tak bermoral,
tindakannya berlawanan dengan norma sosial namun
tanpa tujuan tertentu. Misalnya sekelompok pemabuk.
2) Massa atau Mass memiliki ciri-ciri yang hampir sama
dengan kerumunan, tetapi kemungkinan terbentuknya disengaja
dan direncanakan dengan persiapan sehingga tidak bersifat
spontan.



3) Publik memiliki ciri terbentuknya yang hampir sama dengan
massa, perbedaannya adalah publik kemungkinan terbentuknya
tidak pada suatu tempat yang sama. Terbentunk karena ada
perhatian yang disatukan oleh alat komunikasi.
d) Kelompok Nyata
Kelompok nyata memiliki ciri khusus yang membedakannya
dari kelompok semu. Kelompok nyata mempunyai satu ciri yang sama,
yaitu kehadirannya selalu konstan. Kelompok nyata terbagi dalam
beberapa bentuk, yaitu sebagai berikut:
1) Kelompok statistik Ciri kelompok statistik yaitu:
Tidak direncanakan, tetapi tidak berarti sangat
mendadak atau spontan.
Tidak terhimpun dan tidak terorganisir dalam suatu
wadah tertentu.
Tidak ada interaksi, tidak ada interelasi, dan tidak ada
komunikasi terus menerus.
Tidak ada kesadaran kelompok
Kehadirannya konstan
2) Kelompok societa/Kemasyarakatan Cirinya yaitu:
Tidak direncanakan, tidak disengaja, terbentuk dengan
sendirinya.
Kemungkinan terhimpun dalam suatu wadah tertentu
Kemungkinan terjadi interaksi, interrelasi, ataupun
komunikasi
Kemungkinan terjadi kesadaran kelompok
Kehadirannya konstan
3) Kelompok sosial terbentuk karena adanya unsur yang sama
seperti tempat tinggal, pekerjaan, kedudukan atau kegemaran
yang sama. Kelompok sosial memiliki anggota yang
berinteraksi dan melakukan komunikasi secara terus menerus.
Misalnya, tetangga, teman sepermainan, dan kenalan
4) Kelompok asosiasi Memiliki ciri-ciri, yaitu:
Direncanakan atau sengaja dibentuk
Terorganisir secara nyata dalam suatu wadah
Adanya interaksi dan interelasi serta komunikasi secara
terus menerus
Adanya kesadaran kelompok yang kuat
Kehadirannya konstan
Misalnya, partai politik, badan-badan pendidikan, dan
perkumpulan olahraga.
8. Klasifikasi kelompok sosial menurut erat longgarnya ikatan antar anggota
kelompok sosial Klasifikasi ini dikemukakan oleh tokoh sosiologi jermn
Ferdinnd Tonnies. Di Indonesia Prof. Mr.M.M. Djojodigoeno menerjemahkan:
c) Paguyuban (Gemeinschaft)
Merupakan kelompok sosial yang anggotanya memiliki ikatan
batin yang murni, bersifat alamiah dan kekal. Ada tiga bentuk
paguyuban, yaitu:
Paguyuban karena ikatan darah. Misalnya keluarga dan
kelompok kekerabatan.
Paguyuban karena tempat. Misalnya, Rukun Tetangga (RT)
Paguyuban atas dasar ideologi.
d) Patembanan (Gesellschaft)
Merupakan ikatan lahir yang bersifat pokok untuk waktu yang
pendek, struktur bersifat mekanis dan bersifat sebagai suatu bentuk
dalam pikiran belaka, misalnya ikatan antar pedagang dan organisasi
dalam suatu pabrik.
9. Klasifikasi kelompok sosial menurut kualitas hubungan antar anggota
kelompok sosial
c) Kelompok Primer
Merupakan kelompok yang menghubungkan antar anggotanya
saling mengenal dan bersifat informal. Contohnya keluarga, klik, dan
sahabat.
d) Kelompok Sekunder
Merupakan kelompok yang menghubungkan antar anggotanya
bersifat formal, impersonal, dan didasarkan atas dasar manfaat.
Contohnya ikatan sarjana sosiologi Indonesia.

10. Klasifikasi kelompok sosial menurut pencapaian tujuan kelompok sosial
c) Kelompok Formal
Merupakan kelompok yang memiliki peraturan yang tegas dan
dengan sengja dibut oleh anggotanya untuk mengatur hubungan antar
anggotamya. Contohnya partai politik dan organisasi massa.
d) Kelompok Informal
Merupakan kelompok sosial yang terbentuk karena pertemuan-
pertemuan yang berulang dan merasa memiliki kepentingan dan
pengalaman yang sama. Contohnya kelompok pertemanan.
11. Klasifikasi kelompok sosial menurut pendapat Merton
Menurut Robert Kamerton membagi kelompok menjadi:
c) Membership Group
Merupakan kelompok sosial yang setiap orang secara fisik
menjadi anggota kelompok tertentu. Contohnya, seorang siswa dalam
berperilaku dan bersikap sudah berorientasi pada aturan dan nilai yang
berlaku dikalangan perguruan tinggi meskipun secara resmi ia belum
berstatus mahasiswa.
d) Reference Group
Merupakan kelompok sosial yang menjadi acuan bagi
seseorang yang bukan anggota kelompok untuk membentuk pribadi
dan perilakunya sesuai dengan kelompok acuan.
12. Klasifikasi kelompok sosial menurut sudut pandang individu
c) In Group (Kelompok Sendiri)
Merupakan kelompok sosial, tempat individu
mengidentifiksikan dirinya. Misalnya, Rani adalah siswa SMAN 1
Jakarta, ia akan berkata pada teman nya yang bukan siswa SMAN 1
dengan sebutan sekolah kami.
d) Out Group (Kelompok Luar)
Merupakan kelompok yang menjadi lawan in group, terkadang
ditandai dengan sikap antipati sehingga dapat menjadi dasar
munculnya sikap etnosentris.
E. SUMBER : Buku Sosiologi 2 Suatu Kajian Kehidupan Masyarakat.2007.Tim
Sosiologi.Jakarta: Yudhistira

Oleh keysa laodia yesefin
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Mata Pelajaran : Sosiologi
Kelas/ Semester : XI / II
Pertemuan Ke : 7
Alokasi Waktu : 1 X 30 Menit
Standar Kompetensi : Menganalisis kelompok sosial dalam masyarakat multikultural.
Kompetensi Dasar : Menganalisis perkembangan kelompok sosial dalam masyarakat
multikultural.
Indikator : 1. Ranah Kognitif
Mendeskripsikan pengertian kelompok sosial dalam
masyarakat multikultural.
Mendeskripsikan ciri-ciri kelompok sosial dalam masyarakat
multikultural.
Mengidentifikasi dasar-dasar pembentukan kelompok sosial
dalam masyarakat multikultural.
2. Ranah Afektif
Mampu memiliki sikap toleran kepada setiap kelompok sosial
dalam masyarakat multikultural
Mampu menghargai kepada setiap kelompok sosial dalam
masyarakat multikultural.
3. Ranah Psikomotorik
Mampu melakukan perannya dengan baik pada kelompok
sosial yang disandangnya.
Mampu melakukan interaksi yang baik sebagai anggota
kelompok sosial.
I. Tujuan Pembelajaran
A. Ranah Kognitif
Setelah mempelajari materi pelajaran tentang kelompok sosial diharapkan
siswa mampu:
1. Mendeskripsikan kelompok sosial dalam masyarakat multikultural.
2. Mendeskripsikan ciri-ciri kelompok sosial dalam masyarakat
multikultural.
3. Mengidentifikasi dasar-dasar pembentukan kelompok sosial dalam
masyarakat multikultural.
B. Ranah Afektif
Setelah mempelajari materi pelajaran tentang kelompok sosial diharapkan
siswa:
1. Mampu memiliki sikap toleran kepada setiap kelompok sosial dalam
masyarakat multikultural
2. Mampu menghargai kepada setiap kelompok sosial dalam masyarakat
multikultural.

C. Ranah Psikomotorik
Setelah mempelajari materi tentang kelompok sosial diharapkan siswa:
1. Mampu melakukan perannya dengan baik pada kelompok sosial yang
disandangnya.
2. Mampu melakukan interaksi yang baik sebagai anggota kelompok
sosial
II. Materi pembelajaran
Definisi Kelompok Sosial
Kelompok sosial adalah kumpulan individu yang memiliki hubungan dan saling
berinteraksi sehingga mengakibatkan tumbuhnya rasa kebersamaan dan rasa memiliki.
Pandangan para ahli tentang kelompok sosial
Kriteria kelompok sosial
Definisi perkumpulan
Syarat terbentuknya kelompok sosial

III. Metode pembelajaran
Ekspository ( ceramah ) : memberi penjelasan tentang materi kelompok sosial
Diskusi kelas : adanya tanya jawab dalam proses pembelajaran yang
berlangsung dari murid ke guru dan sebaliknya.

IV. Langkah- langkah pembelajaran
A. Kegiatan awal :
Mempersiapkan proses pembelajaran
Menyampaikan tujuan pembelajaran
Melakukan appersepsi

B. Kegiatan inti
1) Tahap eksplorasi
Siswa memenuhi tugas guru untuk menjaring data / informasi tentang
kelompok sosial dari sumber bacaan, internet, lingkungan, dan buku
refrensi.
2) Tahap elaborasi
Siswa memperdalam / memperluas pemahaman materi melalui :
Implementasi berbagai model pembelajaran Metode Tebak
Kata (dengan cara tebak kartu yang berisi kata kunci materi
yang diajarkan).
Pemenuhan tugas-tugas tentang kelompok sosial
Penyelesaian lembar kerja siswa
Pemanfaatan sumber dan media pembelajaran
3) Tahap konfirmasi
Mengulas materi pembelajaran tentang kelompok sosial
Memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya dan
mengajukan pendapat.
C. Kegiatan akhir
Membuat rangkuman dengan melibatkan siswa
Memantau keberhasilan belajar siswa melalui tanya jawab
Tindak lanjut (arahan, pemberian tugas,dsb)

V. Sumber dan media pembelajaran
a) Sumber : sosiologi, Kun maryati & Juju suryawati, Erlangga,2001
b) Media : LCD, Laptop,, PPT, spidol
VI. Penilaian
3. Penilaian proses belajar
Diskusi kelas tentang materi kelompok sosial
4. Penilaian hasil belajar
Test tertulis
5 pertanyaan essay, skor disesuaikan oleh tingkat kesulitan soal.
+ Butir Soal
NO Butir Soal Skor
1
.
Apa pengertian dari kelompok sosial secara umum 10
2 Apa pengertian kelompok sosial menurut Paul B. Horton 15
3 Menurut Robert K. Merton hubungan antar kelompok memiliki
beberapa kriteria. Jelaskan
20
4 Menurut Merton apa definisi perkumpulan 20
5 Menurut Soerjono Soekanto, apa syarat terbentuknya kelompok
sosial
35
Total Skor 100

+ Kunci jawaban

1. Kelompok sosial adalah kumpulan individu yang memiliki hubungan dan saling
berinteraksi sehingga mengakibatkan tumbuhnya rasa kebersamaan dan rasa
memiliki.
2. Menurut Paul B. Horton kelompok sosial berarti setiap kumpulan manusia secara
fisik(misalnya, sekelompok orang yang sedang menunggu bus kota)
3. Tiga kriteria:
Memiliki pola interaksi.
Pihak yang berinteraksi mendefinisikan dirinya sebagai anggota kelompok.
Pihak yang berinteraksi didefinisikan oleh orang lain sebagai anggota
kelompok.
4. Perkumpulan adalah sejumlah orang yang mempunyai solidaritas berdasarkan nilai
bersama serta memiliki kewajiban moral untuk menjalankan peran yang diharapkan.
5. Syarat terbentuknya kelompok sosial:
Adanya kesadaran sebagai bagian dari kelompok yang bersangkutan.
Ada hubungan timbal balik antara anggota yang satu dengan yang lainnya
dalam kelompok itu.
Ada suatu faktor pengikat yang dimiliki bersama oleh anggota-anggota
kelompok, sehingga hubungan diantara mereka menjadi semakin erat.
Memiliki struktur, kaidah dan pola perilaku yang sama
Bersistem dan berproses.


Jakarta, 18 September 2012
Guru Pembimbing Sosiologi


( Keysa Laodia Yesefin )






BAHAN AJAR
A. Standar Kompetensi : Menganalisis kelompok sosial dalam masyarakat
multikultural
B. Kompetensi Dasar : Menganalisis perkembangan kelompok sosial dalam masyarakat
Multikultural

C. Indikator Kompetensi:

1. Kognitif
Mendeskripsikan pengertian kelompok sosial dalam masyarakat multikultural.
Mendeskripsikan ciri-ciri kelompok sosial dalam masyarakat multikultural.
Mengidentifikasi dasar-dasar pembentukan kelompok sosial dalam masyarakat
multikultural.
2. Afektif
Mampu memiliki sikap toleransi kepada setiap kelompok sosial dalam
masyarakat multikultural
Mampu menghargai kepada setiap kelompok sosial dalam masyarakat
multikultural.
3. Psikomotorik
Mampu melakukan perannya dengan baik pada kelompok sosial yang
disandangnya.
Mampu melakukan interaksi yang baik sebagai anggota kelompok sosial

D. Uraian materi bahan ajar

Definisi Kelompok Sosial Secara Umum

Kelompok sosial adalah kumpulan individu yang memiliki hubungan dan saling
berinteraksi sehingga mengakibatkan tumbuhnya rasa kebersamaan dan rasa
memiliki.

Definisi kelompok sosial menurut para ahli

Paul B. Horton
Kelompok berarti setiap kumpulan manusia secara fisik ( misalnya, sekelompok orang
yang sedang menunggu bus kota)
Roland L. Warren
Suatu kelompok sosial meliputi sejumlah manusia yang berinteraksi dan memiliki
pola interaksi yang dapat dipahami oleh para anggotanya secara keseluruhan.
Mayor Polak
Kelompok sosial adalah sejumlah orang yang saling berhubungan dalam sebuah
struktur.
Wila Huky
Berpendapat bahwa kelompok sosial merupakan satu unit yang terdiri dari dua orang
atau lebih, yang saling berinteraksi atau saling berkomunikasi.
Robert K Merton
Kelompok sosial sebagai sekumpulan orang yang saling berinteraksi sesuai dengan
pola yang telah mapan
Mac Iver dan Charles H Page
Kelompok sosial merupakan himpunan atau kesatuan-kesatuan manusia yang hidup
bersama. Hubungan itu bersifat saling mempengaruhi dan dengan kesadaran untuk
saling menolong.
3 Kriteria menurut Robert K. Merton
Memiliki pola interaksi.
Pihak yang berinteraksi mendefinisikan dirinya sebagai anggota kelompok.
Pihak yang berinteraksi didefinisikan oleh orang lain sebagai anggota
kelompok.
Definisi Perkumpulan menurut Merton
Perkumpulan adalah sejumlah orang yang mempunyai solidaritas berdasarkan nilai
bersama serta memiliki kewajiban moral untuk menjalankan peran yang diharapkan.

Syarat Terbentuknya Kelompok Sosial menurut Soerjono Soekanto
Adanya kesadaran sebagai bagian dari kelompok yang bersangkutan.
Ada hubungan timbal balik antara anggota yang satu dengan yang lainnya
dalam kelompok itu.
Ada suatu faktor pengikat yang dimiliki bersama oleh anggota-anggota
kelompok, sehingga hubungan diantara mereka menjadi semakin erat.
Memiliki struktur, kaidah dan pola perilaku yang sama
Bersistem dan berproses.

E. Sumber
sosiologi, Kun maryati & Juju suryawati, Erlangga,2001


PENILAIAN
Ranah Kognitif
+ Kisi-kisi penulisan butir soal penilaian
Standar Kompetensi : Menganalisis kelompok sosial dalam masyarakat multikultural.
Kompetensi Dasar : Menganalisis perkembangan kelompok sosial dalam masyarakat
multikultural.
Jenis butir soal : Essay
Jumlah Butir Soal : 5 soal
+ Butir Soal
NO Butir Soal Skor
1
.
Apa pengertian dari kelompok sosial secara umum 10
2 Apa pengertian kelompok sosial menurut Paul B. Horton 15
3 Menurut Robert K. Merton hubungan antar kelompok memiliki
beberapa kriteria. Jelaskan
20
4 Menurut Merton apa definisi perkumpulan 20
5 Menurut Soerjono Soekanto, apa syarat terbentuknya kelompok
sosial
35
Total Skor 100

+ Kunci jawaban

6. Kelompok sosial adalah kumpulan individu yang memiliki hubungan dan saling
berinteraksi sehingga mengakibatkan tumbuhnya rasa kebersamaan dan rasa
memiliki.
7. Menurut Paul B. Horton kelompok sosial berarti setiap kumpulan manusia secara
fisik(misalnya, sekelompok orang yang sedang menunggu bus kota)
8. Tiga kriteria:
Memiliki pola interaksi.
Pihak yang berinteraksi mendefinisikan dirinya sebagai anggota kelompok.
Pihak yang berinteraksi didefinisikan oleh orang lain sebagai anggota
kelompok.
9. Perkumpulan adalah sejumlah orang yang mempunyai solidaritas berdasarkan nilai
bersama serta memiliki kewajiban moral untuk menjalankan peran yang diharapkan.
10. Syarat terbentuknya kelompok sosial:
Adanya kesadaran sebagai bagian dari kelompok yang bersangkutan.
Ada hubungan timbal balik antara anggota yang satu dengan yang lainnya
dalam kelompok itu.
Ada suatu faktor pengikat yang dimiliki bersama oleh anggota-anggota
kelompok, sehingga hubungan diantara mereka menjadi semakin erat.
Memiliki struktur, kaidah dan pola perilaku yang sama
Bersistem dan berproses.
Ranah Afektif
N
o
Aspek yang Dinilai Skor
1
.
Kedisiplinan dalam 1 2 3 4 5
2
.
kesungguhan/ketekunan dalam mengerjakan tugas 1 2 3 4 5
3
.
Kreatifitas dalam mengolah materi dengan
kehidupan nyata
1 2 3 4 5
4
.
Aktivitas di kelas selama proses pembelajaran 1 2 3 4 5
5
.
Kerjasama dalam mengerjakan tugas kelompok 1 2 3 4 5
Total Skor ............

Ranah Psikomotorik







N
o
Aspek yang Dinilai Skor
1
.
Efektifitas penggunaan alat/bahan 1 2 3 4 5
2
.
Ketepatan waktu dalam penyelesaian tugas 1 2 3 4 5
3
.
Kesungguhan dan kedisiplinan kerja 1 2 3 4 5
Total Skor ................
Oleh Muhammad rohmadi
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
Mata Pelajaran : Sosiologi
Kelas/Semester : XI/2
Pertemuan ke :12
Alokasi Waktu : 1 x 30 menit
Standar Kompetensi : Menganalisis kelompok sosial dalam masyarakat multikultural
Kompetensi Dasar : Mendeskripsikan berbagai kelompok sosial dalam masyarakat
multikultural
Indikator : 1. Ranah kognitif:
Mengidentifikasi unsur-unsur kebudayaan
Menjelaskan unsur-unsur kebudayaan
2. Ranah Afektif
Menunjukkan unsur-unsur kebudayaan yang ada di daerahnya
masing-masing
3. Ranah Psikomotorik
Membedakan unsur-unsur kebudayaan dari masa ke masa

I. Tujuan Pembelajaran.
A. Ranah Kognitif
Setelah mempelajari materi tentang unsur-unsur kebudayaan, diharapkan siswa
mampu:
1. Mengidentifikasi unsur-unsur kebudayaan
2. Menjelaskan unsur-unsur kebudayaan
B. Ranah Afektif
Setelah mempelajari materi tentang unsur-unsur kebudayaan, diharapkan siswa:
1. Menunjukkan unsur-unsur kebudayaan yang ada di daerahnya masing-masing.
C. Ranah Psikomotorik
Setelah mempelajari materi tentang unsur-unsur kebudayaan, diharapkan siswa:
1. Membedakan unsur-unsur kebudayaan dari masa ke masa.

II. Materi Pembelajaran:
Telah kita ketahui bahwa unsur-unsur pokok dari kebudayaan meliputi peralatan
dan perlengkapan hidup, sistem mata pencaharian dan sistem-sistem ekonomi, sistem
kemasyarakatan, bahasa, kesenian, sistem pengetahuan, dan sistem kepercayaan.
Peralatan dan perlengkapan hidup yang meliputi alat-alat produksi, senjata,
wadah, makanan dan minuman, pakaian dan perhiasan, tempat berlindung dan
perumahan, dan alat-alat transportasi. Sistem mata pencaharian meliputi berburu dan
meramu, beternak, bertani, dan menangkap ikan. Sistem kemasyarakatan meliputi sistem
kekerabatan dan organisasi sosial.

III. Metode Pembelajaran:
1. Metode Appersepsi
Mengulas/mengulang materi pelajaran yang disampaikan sebelumnya.
2. Metode Ceramah
Penyampaian materi pembelajaran dari guru menggunakan metode pembelajaran
Picture and Picture.
3. Metode Diskusi Kelas
Mengajak siswa untuk kreatif, inovatif dan krisis dalam berfikir.

IV. Langkah-langkah Pembelajaran:
A. Kegiatan awal :
1. Mempersiapkan proses pembelajaran.
2. Menyampaikan tujuan pembelajaran.
3. Melakukan appersepsi.
B. Kegiatan Inti:
1. Tahap eksplorasi
Siswa mencari bahan ajar dari berbagai sumber belajar lain (sumber bacaan,
internet, dsb)
2. Tahap elaborasi
Siswa memperdalam/memperluas pemahaman materi melalui:
Implementasi berbagai model pembelajaran,
Pemenuhan tugas-tugas dalam proses pembelajaran,
Penyelesaian lembar kerja siswa, dan
Pemanfaatan sumber dan media pembelajaran.
3. Tahap konfirmasi
Mengulas materi pembelajaran,
Memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya, atau
Mengajukan pendapat kepada siswa.

C. Kegiatan Akhir :
1. Membuat rangkuman dengan melibatkan siswa.
2. Memantau keberhasilan belajar siswa.
3. Tindak lanjut (arahan, pemberian tugas, dsb.).

V. Sumber dan Media Pembelajaran.
A. Sumber : Maryati, Kun dan Suryawati, Juju. 2004. Sosiologi SMA Untuk Kelas
XI. Jakarta: ESIS Erlangga.
B. Media : laptop, infokus, powerpoint, speaker, kertas bergambar.

VI. Penilaian.
Tes tertulis
- Butir soal
1. Wujud kebudayan yang bersifat abstrak adalah . . .
a. perilaku
b. bahasa
c. materi
d. gagasan
e. sikap
2. Kebudayaan suatu masyarakat berbeda dengan kebudayaan masyarakat lain. Hal ini
disebabkan . . .
a. mata pencahariannya berbeda-beda
b. tingkat kebutuhan masyarakat berbeda-beda
c. pengalaman yang berbeda
d. tingkat pendidikan yang berbeda
e. sarana yang berbeda-beda
3. Setiap kebudayaan masyarakat baik tradisional maupun modern selal berkembang
dari waktu ke waktu. Hal tersebut menunjukkan kebudayaan bersifat . . .
a. statis
b. stagnan
c. dinamis
d. modern
e. stabil
4. Di bawah ini adalah wujud kebudayaan yang bersifat abstrak, kecuali . . .
a. Pancasila
b. nilai-nilai
c. pola tingkah laku
d. cita-cita
e. norma
5. Mata pencaharian manusia yang paling tua adalah . . .
a. bercocok tanam di ladang
b. beternak
c. mengolah sawah
d. menangkap ikan
e. berburu dan meramu
6. Ditinjau dari fungsi dan pemakaiannya pakaian dibagi menjadi 4 golongan, salah
satunya adalah . . .
a. lambang kekuasaan
b. lambang kebijaksanaan
c. perhiasan badan
d. perhiasan hati yang tulus
e. menunjukkan perangai si pemakai
7. Fungsi bahasa secara umum adalah . . .
a. untuk mengadakan hubungan dalam pergaulan sehari-hari
b. mengolah serta menggunakan bahasa dengan cara seindah-indahnya untuk
memuaskan rasa estetika
c. untuk mempelajari naskah-naskah kuno
d. sebagai kunci mempelajari ilmu-ilmu lain
e. untuk mengekspresikan aspek kejiwaan manusia
8. Teknologi atau kebudayaan kebendaan kegunaan utama untuk . . .
a. memenuhi kebutuhan fisik manusia
b. melindungi manusia dari lingkungannya
c. mengorganisasikan masyarakat
d. mengekspresikan rasa keindahan
e. mempelajari ilmu-ilmu lain
9. Pemujaan terhadap roh nenek moyang dan benda alam disebut . . .
a. atheisme
b. monotheisme
c. totemisme
d. animisme dan dinamisme
e. pancanimisme
10. Menurut Robertson Smith, religi tertua umat manusia dalam tingkat kehidupan yang
masih sederhana adalah . . .
a. animisme
b. dinamisme
c. totemisme
d. monotheisme
e. pancanimisme

- Bobot skor tiap butir soal : 1 point
- Kunci jawaban
1. D
2. A
3. C
4. A
5. E
6. C
7. E
8. B
9. D
10. C





BAHAN AJAR
A. Standar Kompetensi : Menganalisis kelompok sosial dalam masyarakat multikultural
B. Kompetensi Dasar : Mendeskripsikan berbagai kelompok sosial dalam masyarakat
multikultural
C. Indikator : 1. Ranah kognitif:
Mengidentifikasi unsur-unsur kebudayaan
Menjelaskan unsur-unsur kebudayaan
2. Ranah Afektif
Menunjukkan unsur-unsur kebudayaan yang ada di daerahnya
masing-masing
3. Ranah Psikomotorik
Membedakan unsur-unsur kebudayaan dari masa ke masa
D. Uraian Materi/Bahan Ajar
Unsur-unsur kebudayaan dalam masyarakat
Telah kita ketahui bahwa unsur-unsur pokok dari kebudayaan meliputi peralatan dan
perlengkapan hidup, sistem mata pencaharian dan sistem-sistem ekonomi, sistem
kemasyarakatan, bahasa, kesenian, sistem pengetahuan, dan sistem kepercayaan. Pada
pertemuan kali ini, kita akan mempelajari hal-hal tersebut secara terperinci.
1. Peralatan dan Perlengkapan Hidup
Hasil karya manusia melahirkan teknologi atau kebudayaan kebendaan yang
mempunyai kegunaan utama melindungi masyarakat dari lingkungannya. Teknologi
menyangkut cara-cara atau teknik memproduksi, memakai, dan memelihara segala
peralatan dan perlengkapan. Teknologi pada hakekatnya meliputi tujuh unsur berikut
ini.
Alat-Alat Produksi
Yang dimaksud dengan alat-alat produksi adalah alat-alat yang berfungsi untuk
melaksanakan suatu pekerjaan produktif. Contohnya seperti jala ikan, alat penenun
kain, cangkul, bajak, mesin percetakan, dan kendaraan.
Senjata
Dalam masyarakat tradisional, selain digunakan untuk membela diri dari ancaman
kelompok lain dan binatang buas, senjata juga dipergunakan untuk berburu dan
memperoleh makanan. Dalam hal ini senjata berfingsi sebagai alat produktif. Dalam
masyarakat modern, senjata tidak lagi digunakan untuk mencari makanan tetapi lebih
sebagai alat pembela diri dan olahraga.

Wadah
Wadah adalah alat atau piranti yang berfungsi untuk menampung, menimbun dan
menyimpan barang-barang. Contoh wadah adalah periuk, piring, guci dan teko. Zaman
dahulu, masyarakat mengenal pembuatan wadah yang disebut tembikar dari bahan
tanah liat. Saat ini, wadah dapat dibuat dari berbagai macam bahan sesuai dengan
fungsinya.
Makanan dan Minuman
Makanan dan Minuman merupakan barang konsumsi. Di setiap masyarakat
ditemukan cara-cara mengolah makanan yang bisa berbeda-beda, tergantung pada jenis
teknologi yang dikuasai oleh masyarakat setempat. Pada masyarakat tradisional,
pengolahan makanan dilakukan dengan dibakar atau dipanaskan di atas tungku api
(biasanya daging dan umbi-umbian). Saat ini di berbagai toko, atau supermarket dapat
kita temukan makanan-makanan yang tidak lagi perlu diolah, misalnya permen dan
biskuit.
Pakaian dan Perhiasan
Bahan pakaian yang kita kenal sejak dahulu dapat berupa dedaunan, kulit pohon,
kulit hewan, sehingga bahan-bahan yang ditenun atau dirajut dengan teknologi tertentu.
Berdasarkan fungsinya, pakaian dibedakan atas pakaian yang semata-mata untk
menahan pengaruh iklim, pakaian sebagai lambing keunggulan dan gengsi, pakaian
sebagai lambing kesucian, dan pakaian sebagai perhiasan badan (mode). Di Indonesia,
setiap suku bangsa umumnya mengembangkan corak pakaiannya yang disesuaikan
dengan kehidupan mereka sehari-hari.
Selain pakaian sebagai perlengkapan busana, manusia mengenal berbagai perhiasan
seperti gelang, kalung, bando, sabuk pinggang, cincin dan sepatu. Perhiasan-perhiasan
ini terbuat dari bahan yang beragam. Sama seperti pakaian, perhiasan umumnya
menjadi tanda status sosial seseorang. Pada zaman dulu, orang yang menggunakan
perhiasan dari emas yang melingkar hamper di seluruh tubuhnya menunjukkan kalau ia
berasal dari kalangan bangsawan atau keluarga kerajaan. Pada saat ini, semakin mahal
dan bermerek perhiasan seseorang, semakin tinggi pula kelas sosial orang yang
mengenakannya.
Tempat Berlindung dan Perumahan
Wujud kebudayaan yang paling menonjol pada masyarakat hingga saat ini adalah
tempat berlindung atau perumahan. Pada masyarakat tradisional, tempat berlindung
atau rumah umumnya berupa gua-gua tanah atau batu. Ada pula rumah yang terbuat
dari dedaunan, akar dan kulit-kulit kayu atau tanah liat. Pada masyarakat ini, ukuran
dan model rumah tidak diperhatikan. Pada masyarakat modern, perumahan dibangun
dengan ukuran, bentuk dan bahan-bahan yang bervariasi. Pada umumnya, rumah dibuat
dari bahan dasar batu, pasir dan tanah liat atau semen, serta besi.


Alat-Alat Transportasi
Manusia adalah makhluk yang selalu bergerak, baik dalam jarak dekat maupun
jarak jauh. Keinginan untuk melakukan perjalanan dan kembali ke pemukimannya
secara cepat dan efisien mendorong manusia menciptakan alat-alat transportasi. Alat-
alat ini diciptakan bertahap, mulai dari alat yang sederhana, seperti rakit dan gerobak
hingga alat yang berteknologi tinggi, seperti mobil, sepeda motor, dan pesawat terbang.
Pada zaman ini, mobil dan sepeda motor tidak hanya dipakai sebagai alat
transportasi tetapi juga alat rekreasi dan olehraga. Selain itu, alat-alat transportasi ini
juga bisa menjadi tabda kelas sosial seseorang. Semakin tinggi kelas sosial seseorang,
makin mahal dan mewah alat transportasinya.

2. Sistem Mata Pencaharian
Saat ini, mata pencaharian manusia sangatlah beragam. Beberapa sistem mata
pencaharian yang dikenal masyarakat adalah sebagai berikut.
Berburu dan Meramu
Berburu dan meramu merupakan jenis mata pencaharian masyarakat yang paling
tua. Sistem mata pencaharian berburu dilakukan langsung dengan cara menangkap dan
mengkonsumsi hewan-hewan hasil buruan. Meramu dilakukan dengan cara mengambil
dan memanfaatkan tumbuh-tumbuhan secara langsung.
Beternak
Peternakan merupakan salah satu mata pencaharian yang diusahakan secara besar-
besaran dan terdapat di berbagai daerah. Peternakan dikembangkan di daerah-daerah
yang ditumbuhi padang rumput (sabana dan stepa). Beberapa suku bangsa peternak
memiliki sifat yang agresif. Hal ini disebabkan kepentingan mereka untuk secara terus-
menerus menjaga keamanan ternak-ternak mereka dari serangan atau pencurian
kelompok-kelompok lain.
Pada zaman dahulu, kegiatan peternakan dilakukan dalam lingkup keluarga.
Artinya, seluruh pekerja peternakan tersebut adalah anggota sebuah keluarga. Pada
zaman sekarang, aktivitas ini telah berkembang sebagaimana kegiatan ekonomi lainnya.
Mereka mempekerjakan orang lain yang dibayar dengan upah tertentu.
Bertani
Pada masyarakat tradisional, pengolahan tanah pertanian masih dilakukan dengan
teknologi sederhana. Umumnya, lahan pertaniannya sempit dan sangat tergantung pada
alam. Hasil pertanian sebagian besar untuk konsumsi sendiri, sedangkan sisanya untuk
dijual keperluan lainnya. Pada masyarakat modern, pengolahan tanah dilakukan dengan
memanfaatkan teknologi mutakhir, seperti dengan menggunakan traktor. Bagi dunia
pertanian, teknologi berguna untuk menghasilkan panen yang berlipat ganda.


Menangkap Ikan
Menangkap ikan di sungai, danau, atau laut merupakan jenis mata pencaharian yang
juga cukup tua selain usaha berburu dan meramu. Pada masyarakat tradisional, kegiatan
menangkap ikan umumnya dilakukan dengan teknologi yang sangat sederhana, yakni
menggunakan jala kecil dengan perahu dayung, perahu layar, atau dengan perahu
bermesin kecil. Mereka umumnya menangkap ikan tidak jauh dari tempat tinggal
mereka sehingga hasil tangkapannya sedikit dan sebagian besar untuk konsumsi sendiri.
Pada masyarakat modern, kegiatan ini umumnya sudah dilakukan dengan teknologi
yang maju. Mereka menggunakan jala atau alat pancing yang besar dengan kapal-kapal
besar yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas pengawetan. Para nelayan umumnya
bisa menjangkau daerah laut yang luas bahkan hingga ke samudra luas. Hasil tangkapan
mereka umumnya untuk dijual ke perusahaan-perusahaan makanan atau restoran-
restoran.

3. Sistem kemasyarakatan
Sistem Kekerabatan
Kekerabatan adalah unit-unit sosial yang terdiri dari beberapa keluarga yang
mempunyai hubungan darah atau hubungan perkawinan. Yang termasuk ke dalam
anggota kekerabatan adalah ayah, ibu, anak-anak, menantu, cucu, kakak, paman, bibi,
kakek-nenek, dan seterusnya. Kelompok kekerabatan umunya dapat dibedakan atas
beberapa jenis, yaitu keluarga ambilineal kecil, keluarga ambilineal besar, klen kecil,
klen besar, fratri, dan paroh masyarakat.
Organisasi Sosial
Sebagai makhluk yang saling tergantung satu sama lain, manusia selalu ingin
membentuk kelompok-kelompok tertentu. Salah satu kelompok manusia itu adalah
organisasi sosial. Organisasi sosial adalah perkumpulan sosial yang dibentuk oleh
masyarakat, baik yang berbadan hukum maupun yang tidak berbadan hukum.
Organisasi sosial berfungsi sebagai sarana partisipasi masyarakat dalam pembangunan
bangsa dan negara. Berdasarkan macam atau bidang kegiatannya, organisasi sosial di
dalam masyarakat dapat dikelompokkan ke dalam bdang pendidikan, bidang
kesejahteraan sosial, bidang kesehatan dan bidang keadilan.

4. Bahasa
Bahasa merupakan alat atau perwujudan budaya yang digunakan manusia untuk
saling berkomunikasi dan berhubungan. Sebagai alat komunikasi, bahasa dapat berupa
bahasa tulis, bahasa lisan, dan bahasa gerak atau bahasa isyarat. Indonesia terdiri dari
ratusan suku bangsa dengan bahsanya yang berbeda-beda. Variasi perbedaan ini muncul
karena Indonesia terdiri dari ribuan pulau yang terpisah oleh lautan. Selain itu, pada
masyarakat tertentu di Indonesia terdapat pula variasi penuturan bahasa yang
didasarkan pada lapisan sosial dalam masyarakat.
5. Kesenian
Kesenian mengacu pada nilai keindahan (estetika) yang berasal dari ekspresi
perasaan hati manusia. Sebagai makhluk yang ekspresif, manusia menghasilkan
berbagai corak kesenian baik dalam bentuk sederhana maupun kompleks. Dipandang
dari cara ekspresi manusia akan keindahan, ada tiga lapangan besar kesenian, yakni seni
rupa, seni suara dan seni sastra. Kesenian di Indonesia sangatlah beragam. Tiap suku
bangsa di Indonesia memiliki keseniannya sendiri-sendiri. Mulai dari tari-tarian, lagu
daerah, seni rupa hingga ke alat-alat musik daerah.
6. Sistem Ilmu Pengetahuan
Secara sederhana, pengetahuan adalah segala sesuatu yang diketahui manusia
tentang benda, sifat, keadaan dan harapan-harapan. Pengetahuan dimilii oleh semua
suku bangsa di dunia. Mereka memperoleh pengetahuan melalui pengalaman, intuisi,
wahyu, logika, atau kegiatan ynag bersifat coba-coba. Setiap masyarakat pasti
membutuhkan pengetahuan tantnag alam sekelilingnya dan sifat-sifat dari peralatan
yana dipakainya.
Setiap kebudayaan selalu mempunyai suatu kompleks (himpunan) pengetahuan
tentang alam, tentang segala tumbuh-tumbuhan, binatang, benda, dan manusia si
sekitarnya. Sistem pengetahuan masyarakat dikelompokan menjadi pengetahuan
tentang alam, pengetahuan tentang tumbuh-tumbuhan dan hewan, pengetahuan tentang
tubuh manusia, pengetahuan tentang sifat dan tingkah laku sesama manusia, dan
pengetahuan tentang ruang dan waktu.
7. Sistem Kepercayaan (Religi)
Dalam menghadapi lingkungannya, manusia kadang merasa bahwa kemampuannya
sangat terbatas. Karena itu, muncul keyakinan akan adanya penguasa tertinggi dari
sistem jagad rayaini. Manusia meyakini bahwa penguasa itu pulalah yang
mengendalikan manusia. Keyakinan itu kemudian diformulasikan dalam serangkaian
perilaku dan tata cara berhubungan dengan penguasa tertinggi tersebut. Dalam suku-
suku bangsa Indonesia saat ini, sistem kepercayaan sangat dipengaruhi oleh kehadiran
agama-agama besar, yakni Islam, Katolik, Protestan, Hindu, Budha. Namun demikian,
pada beberapa suku bangsa, kepercayaan asli (animisme dan dinamisme) masih hidup
dan berkembang.
E. Sumber : Maryati, Kun dan Suryawati, Juju. 2004. Sosiologi SMA Untuk Kelas XI.
Jakarta: ESIS Erlangga.








PERANGKAT PENILAIAN


Ranah Kognitif:
No. Butir Soal Skor
1 Wujud kebudayan yang bersifat abstrak adalah 1
2
Kebudayaan suatu masyarakat berbeda dengan kebudayaan masyarakat lain.
Hal ini disebabkan
1
3
Setiap kebudayaan masyarakat baik tradisional maupun modern selal
berkembang dari waktu ke waktu. Hal tersebut menunjukkan kebudayaan
bersifat
1
4 Di bawah ini adalah wujud kebudayaan yang bersifat abstrak, kecuali 1
5 Mata pencaharian manusia yang paling tua adalah 1
6
Ditinjau dari fungsi dan pemakaiannya pakaian dibagi menjadi 4 golongan,
salah satunya adalah
1
7 Fungsi bahasa secara umum adalah 1
8 Teknologi atau kebudayaan kebendaan kegunaan utama untuk 1
9 Pemujaan terhadap roh nenek moyang dan benda alam disebut 1
10
Menurut Robertson Smith, religi tertua umat manusia dalam tingkat
kehidupan yang masih sederhana adalah
1
Total Skor

Kunci jawaban:
1. D. gagasan
2. A. mata pencahariannya berbeda-beda
3. C. dinamis
4. A. Pancasila
5. E. berburu dan meramu
6. C. perhiasan badan
7. E. untuk mengekspresikan aspek kejiwaan manusia
8. B. melindungi manusia dari lingkungannya
9. D. animisme dan dinamisme
10. C. totemis

Ranah afektif
No. Aspek yang Dinilai Skor
1 Kedisiplinan 1 2 3 4 5
2 Kesungguhan/Ketekunan 1 2 3 4 5
3 Kreativitas 1 2 3 4 5
4 Aktivitas 1 2 3 4 5
5 Kerjasama 1 2 3 4 5
Total Skor

Ranah Psikomotorik
No. Aspek yang Dinilai Skor
1 Efektifitas penggunaan alat/bahan 1 2 3 4 5
2 Ketepatan waktu dalam penyelesaian tugas 1 2 3 4 5
3 Kesungguhan dan kedisiplinan kerja 1 2 3 4 5
Total Skor



















Oleh Muhammad utsman



























Oleh Novitha syari dhevi p
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Mata Pelajaran : Sosiologi
Kelas/Semester : X I / Genap
Alokasi Waktu : 30 menit
Standar Kompetensi : Menganalisis kelompok sosial dalam masyarakat multikultural.
Kompetensi Dasar : Menganalisis keanekaragaman kelompok sosial dalam masyarakat
multikultural.
Indikator : 1. Aspek Kognitif
h) Mendeskripsikan pengertian masyarakat multikultural.
i) Mengidentifikasikan karakteristik masyarakat multikultural.
j) Mendeskripsikan faktor-faktor penyebab timbulnya masyarakat
multikultural.
k) Mendeskripsikan masyarakat multikultural Indonesia.

2. Aspek Afektif (Karakter)
f) Mampu menghargai perbedaan yang tercipta karena adanya masyarakat
multikultural di lingkungan tempat tinggal.
g) Mampu memberikan respon yang positif terhadap karakteristik
masyarakat multikultural.
h) Memiliki sikap toleransi yang tinggi terhadap masyarakat multikultural
di Indonesia.

3. Aspek Psikomotorik (Keterampilan)
f) Mampu menerapkan sikap toleransi terhadap masyarakat multikultural
melalui sikap terbuka terhadap kelompok etnis lain.
g) Mampu melakukan partisipasi aktif dalam kelompok-kelompok sosial
atau etnis di masyarakat.
h) Mampu berperan atau membantu kelompok etnis lainnya yang sedang
merayakan tradisi atau kebudayaannya.
i) Mampu ikut serta melestarikan tradisi dan kebudayaan masyarakat
multikultural.

A. Tujuan Pembelajaran
1. Aspek kognitif
a) Setelah proses pembelajaran, siswa diharapkan dapat mendeskripsikan pengertian masyarakat
multikultural.
b) Setelah proses pembelajaran, siswa diharapkan dapat mengidentifikasikan karakteristik
masyarakat multikultural.
c) Setelah proses pembelajaran, siswa diharapkan dapat mendeskripsikan faktor-faktor
penyebab timbulnya masyarakat multikultural.
d) Setelah proses pembelajaran, siswa diharapkan dapat mendeskripsikan masyarakat
multikultural Indonesia.

2. Aspek Afektif
a) Setelah proses pembelajaran, siswa diharapkan dapat menghargai perbedaan yang tercipta
karena adanya masyarakat multikultural di lingkungan tempat tinggal.
b) Setelah proses pembelajaran, siswa diharapkan dapat memberikan respon yang positif
terhadap karakteristik masyarakat multikultural.
c) Setelah proses pembelajaran, siswa diharapkan dapat memiliki sikap toleransi yang tinggi
terhadap masyarakat multikultural di Indonesia.

3. Aspek Psikomotorik
Setelah proses pembelajaran, siswa diharapkan dapat:
a) Setelah proses pembelajaran, siswa diharapkan dapat menerapkan sikap toleransi terhadap
masyarakat multikultural melalui sikap terbuka terhadap kelompok etnis lain.
b) Setelah proses pembelajaran, siswa diharapkan dapat melakukan partisipasi aktif dalam
kelompok-kelompok sosial atau etnis di masyarakat.
c) Setelah proses pembelajaran, siswa diharapkan dapat berperan atau membantu kelompok
etnis lainnya yang sedang merayakan tradisi atau kebudayaannya.
d) Setelah proses pembelajaran, siswa diharapkan dapat ikut serta melestarikan tradisi atau
kebudayaan masyarakat multikultural.

B. Materi Pembelajaran
1. Pengertian Masyarakat Multikultural
2. Karakteristik Masyarakat Multikultural
3. Faktor-faktor penyebab terjadinya masyarakat multikultural
4. Masyarakat Multikultural Indonesia

C. Metode Pembelajaran
1. Ceramah
2. Tanya jawab
3. Pemahaman konsep kata kunci melalui TTS (Teka-Teki Sosiologi)

D. Langkah-Langkah Pembelajaran
Tahap Kegiatan
Aktivitas Siswa/Guru

Kegiatan Awal

Salam pembuka
Guru menanyakan kesiapan siswa untuk mengikuti pelajaran
Tahap Kegiatan
Aktivitas Siswa/Guru
Guru memberitahu kompetensi yang akan dicapai (tujuan
pembelajaran) pada pertemuan dan penilaian yang akan
dilakukan
Apersepsi (kegiatan yang akan dilaksanakan terkait dengan
materi sebelumnya dan yang akan dibahas) berbentuk: kata kunci
Guru menyiapkan bahan ajar


Kegiatan Inti

A. Tahap Eksplorasi
Siswa mencari dan mempersiapkan data yang
berkaitan dengan materi pembelajaran dari berbagai
sumber.
B. Tahap Elaborasi
Siswa memperdalam pemahaman materi melalui
pemanfaatan sumber dan media pembelajaran.
Siswa mendengarkan penjelasan singkat guru
mengenai masyarakat multikultural.
Siswa menjawab pertanyaan-pertanyaan singkat dari
guru mengenai masyarakat multikultural sehingga
siswa termotivasi untuk berpikir.
Siswa mengerjakan tugas atau latihan yang diberikan
oleh guru.
Siswa menuliskan hasil dari tugas atau latihan di
papn tulis.
Guru memberikan apresiasi pada siswa terhadap
hasil tugas atau latihan.
C. Tahap Konfirmasi
Memberi kesempatan pada siswa untuk bertanya atau
mengajukan pendapat.

Tahap Akhir

Resume (menyimpulkan materi yang dipelajari bersama) dengan
melibatkan siswa
Refleksi
Tindak lanjut (arahan dan pemberian tugas)


Sumber Pembelajaran:
1. Sosiologi SMA kelas 2, Kun Maryati dan Juju Suryawati, ESIS tahun 2006.
2. Sosiologi 2, Tim Sosiologi, Yudishtira tahun 2007.
3. Media massa seperti majalah, Koran, dan tabloid.
4. Artikel-artikel dari internet.

Media Pembelajaran
Papan tulis
Alat-alat tulis
LCD
Power Point

Penilaian
Bentuk penilaian: Laporan tertulis, pengamatan kerja tertulis, lembar penilaian diskusi,
uraian
Aspek yang dinilai: pengetahuan, sikap, dan keterampilan
Jenis penilaian: penilaian proses belajar dan penilaian hasil belajar
Instrumen :
Pengamatan kinerja
a. Efektifitas penggunaan sumber/bahan
b. Ketepatan waktu dalam penyelesaian tugas.
Kesungguhan dan kedisiplinan kerja
Skor 1 3
Tertinggi = 9
Terendah = 3
A = 8 - 9
B = 5 - 7
C = 3 - 4
2. Lembar penilaian diskusi
a. Kerjasama
b. Aktivitas
c. Tanggung jawab
Skor 1 3
Tertinggi = 9
Terendah = 3
A = 8 - 9
B = 5 - 7
C = 3 -4

Penilaian Proses belajar

No. Nama Siswa Skor (1-3) Nilai (A, B, C)
Kerjasama Aktivitas Tanggung jawab






























Penilaian Hasil
Instrumen Penilaian tes tertulis:
1. Jelaskan pengertian masyarakat multikultural!
2. Jelaskan mengapa Indonesia termasuk kedalam masyarakat multikultural!
3. Sebutkan karakteristik masyarakat multikultural!
4. Sebutkan dan jelaskan faktor-faktor penyebab timbulnya masyarakat multikultural!


Pedoman Penilaian


40 x 10 = total skor 100
4


...
Mengetahui:



_____________________ ______________________
Kepala Sekolah SMA Guru Kelas/Bidang studi




No. Soal Keterangan Skor
1 Jawaban yang diberikan lengkap
Jawaban yang diberikan tidak lengkap
Jawaban yang diberikan tidak sesuai
10
7
3
2 Jawaban yang diberikan lengkap
Jawaban yang diberikan tidak lengkap
Jawaban yang diberikan tidak sesuai
10
7
3
3 Penjelasan lengkap
Penjelasan kurang lengkap
penjelasan tidak sesuai
10
7
3
4 Jawaban lengkap
Jawaban tidak lengkap
Jawaban tidak sesuai
10
7
3

BAHAN AJAR

Mata Pelajaran : Sosiologi
Kelas/Semester : X I / Genap
Alokasi Waktu : 30 menit
Standar Kompetensi : Menganalisis kelompok sosial dalam masyarakat multikultural.
Kompetensi Dasar : Menganalisis keanekaragaman kelompok sosial dalam masyarakat
multikultural.
Indikator : 1. Aspek Kognitif
l) Mendeskripsikan pengertian masyarakat multikultural.
m) Mengidentifikasikan karakteristik masyarakat multikultural.
n) Mendeskripsikan faktor-faktor penyebab timbulnya masyarakat
multikultural.
o) Mendeskripsikan masyarakat multikultural Indonesia.

2. Aspek Afektif (Karakter)
i) Mampu menghargai perbedaan yang tercipta karena adanya masyarakat
multikultural di lingkungan tempat tinggal.
j) Mampu memberikan respon yang positif terhadap karakteristik
masyarakat multikultural.
k) Memiliki sikap toleransi yang tinggi terhadap masyarakat multikultural
di Indonesia.

3. Aspek Psikomotorik (Keterampilan)
j) Mampu menerapkan sikap toleransi terhadap masyarakat multikultural
melalui sikap terbuka terhadap kelompok etnis lain.
k) Mampu melakukan partisipasi aktif dalam kelompok-kelompok sosial
atau etnis di masyarakat.
l) Mampu berperan atau membantu kelompok etnis lainnya yang sedang
merayakan tradisi atau kebudayaannya.
m) Mampu ikut serta melestarikan tradisi dan kebudayaan masyarakat
multikultural.
A. Uraian Materi/Bahan Ajar:
Masyarakat Multikultural
1. Pengertian Masyarakat Multikultural
Masyarakat multikultural merupakan suatu kelompok masyarakat yang terdiri dari beraneka
ragam kebudayaan. Masyarakat yang memiliki karakteristik heterogen di mana pola hubungan
sosial antarindividu dalam masyarakat bersifat toleran dan harus menerima kenyataan untuk
hidup berdampingan secara damai satu sama lain dengan perbedaan yang ada. Masyarakat
multikultural berbeda dengan masyarakat majemuk. Pada masyarakat multikultural, individu
maupun kelompok dari berbagai budaya dan suku bangsa hidup dalam kesatuan sosial tanpa
kehilangan jati diri budaya dan suku bangsanya meskipun tetap ada jarak. Sementara itu pada
masyarakat majemuk cenderung menekankan etnisitas atau suku bangsanya yang akan
memunculkan etnosentrisme dan primordialisme.

2. Karateristik Masyarakat Multikultural
1. Terbagi dalam kelompok-kelompok yang meiliki sub kebudayaan yang berbeda.
2. Memiliki struktur sosial yang terbagi dalam beberapa lembaga
3. Kurang mengembangkan konsensus terhadap nilai yang bersifat dasar.
4. Relatif sering mengalami konflik.
5. Integrasi sosial tumbuh di atas paksaan
6. Adanya dominasi politik oleh suatu kelompok tertentu.

3. Faktor-Faktor Penyebab Terjadinya Masyarakat Multikultural
1. Keadaan geografis
2. Pengaruh kebudayaan asing
3. Kondisi iklim yang berbeda
4. Integrasi nasional yang berasal dari kelompok suku bangsa yang beraneka ragam.

4. Masyarakat Multikultural Indonesia
masyarakat multikultural. Sebagaimana diketahui, masyarakat multikultural adalah
masyarakat yang terdiri atas berbagai macam suku dengan struktur budaya yang berbeda-
beda. Perbedaan ini bisa dilihat dari hal-hal seperti bahasa, adat istiadat, religi, dan kesenian.

B. Sumber
1. Sosiologi Untuk SMA dan MA Kelas XI, Subagiyo dan Mardian Wibowo, Piranti Darma
Kalokatama, 2007.
2. Sosiologi 2, Tim Sosiologi, Yudishtira, 2007.













PERANGKAT PENILAIAN

Ranah Kognitif:
No. Butir Soal Skor
1. Jelaskan pengertian masyarakat multikultural! 10
2. Jelaskan mengapa Indonesia termasuk kedalam masyarakat multikultural! 10
3. Sebutkan karakteristik masyarakat multikultural! 10
4. Sebutkan dan jelaskan faktor-faktor penyebab timbulnya masyarakat
multikultural!
10
Total Skor 40 x 10 = total skor 100
4

Kunci jawaban
1. Masyarakat multikultural adalah masyarakat yang memiliki karakteristik heterogen di mana pola
hubungan sosial antarindividu dalam masyarakat bersifat toleran dan harus menerima kenyataan
untuk hidup berdampingan secara damai satu sama lain dengan perbedaan yang ada.

2. Karena masyarakat Indonesia terdiri dari beraneka ragam kebudayaan. Di Indonesia terdapat
berbagai jenis etnis, suku, agama, ras, bahasa, dan sebagaianya. Karakteristik atau cirri-ciri
masyarakat multicultural juga tercermin pada masyarakat di Indonesia. Itulah sebabnya the founding
father Negara kita menjadikan semboyan Bhineka Tunggal Ika sebagai semboyan Negara
Indonesia.

3. Karakteristik masyarakat multikultural
1. Terbagi dalam kelompok-kelompok yang meiliki sub kebudayaan yang berbeda.
2. Memiliki struktur sosial yang terbagi dalam beberapa lembaga
3. Kurang mengembangkan konsensus terhadap nilai yang bersifat dasar.
4. Relatif sering mengalami konflik.
5. Integrasi sosial tumbuh di atas paksaan
6. Adanya dominasi politik oleh suatu kelompok tertentu.

4. Faktor-faktor penyebab timbulnya masyarakat multikultural:
1. Keadaan geografis
Kondisi geografis yang telah mengisolir penduduk yang menempati pulau dan daerah
menumbuhkan kesatuan dan suku bangsa yang berbeda-beda. Setiap kesatuan suku bagsa
terdiri dari sejumlah orang yang dipersatukan oleh ikatan-ikatan emosional, serta memandang
diri mereka masing-masing sebagai jenis atau identitas sendiri. Mereka juga mengembangkan
bahasa, budaya dan kepercayaan yang berbeda-beda.
2. Pengaruh kebudayaan asing
Letak wilayah Indonesia yang startegis mempengaruhi proses multikultural. Melalui para
pedagang asing pengaruh kebudayaan dan agama masuk ke wilayah Indonesia. Daerah
penyebaran kebudayaan dan agama yang tidak merata menyebabkan terjadinya proses
multikultural unsur kebudayaan dan agama.
3. Kondisi iklim yang berbeda
Wilayah lingkungan hidup susku-suku bangsa juga memperlihatkan variasi yang berbeda-beda,
ada yang mengandalkan pada laut sebagai sumber kehidupannya. Ada juga yang mengandalkan
daratan seperti melalui bersawah dan berladang. Perbedaan lingkungan ekologis tersebut
menyebabkan terjadinya perbedaan di setiap daerah, misalnya antara daerah Jawa dan luar
Jawa.
4. Integrasi nasional yang berasal dari kelompok suku bangsa yang beraneka ragam.
Integrasi nasional ini dipicu oleh beberapa peristiwa penting seperti: kerajaan Sriwijaya dan
Majapahit yang telah mempersatukan suku bangsa Indonesia sehingga pada saat itu disebut
sebagai Nusantara, kekuasaan kolonilasme Belanda yang menyebabkan suku bangsa di
Indonesia memiliki nasib dan cita-cita yang sama, periode pergerakan nasional, para pemuda
Indonesia menolak untuk menonjolkan isu kesukubangsaan dan melahirkan Sumpah Pemuda,
dan peristiwa proklamasi Indonesia yang didukung oleh semua suku bangsa di Indonesia.








Ranah Afektif:
No. Nama Siswa Skor (1-3) Nilai (A, B, C)
Kerjasama Aktivitas Tanggung jawab





























Pedoman penilaian
Skor 1 3
Tertinggi = 9
Terendah = 3
A = 8 9
B = 5 7
C = 3 4




Ranah Psikomotorik:


No.


Nama Siswa
Skor (1-3)

Nilai (A, B, C)
Efektifitas
penggunaan
sumber/bahan
Ketepatan
waktu dalam
penyelesaian
tugas.
Kesungguhan
dan
kesdisiplinan
kerja





























Pedoman penilaian
Skor 1 3
Tertinggi = 9
Terendah = 3
A = 8 9
B = 5 7
C = 3 4

Oleh Rachma agista
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Mata Pelajaran : Sosiologi
Kelas/ Semester : XI/ ganjil (1)
Pertemuan ke : 5
Alokasi Waktu : 30 Menit
Standar Kompetensi : Memahami struktur sosial serta berbagai faktor penyebab konflik dan
mobilitas sosial.
Kompetensi Dasar : Menganalisis Faktor Penyebab Konflik Sosial Dalam Masyarakat
Indikator : 1. Ranah Kognitif
- Menjelaskan bentuk-bentuk konflik sosial
- Memberikan contoh-contoh konflik sosial
- Mendeskripsikan faktor-faktor konflik sosial
2. Ranah Afektif
- Memiliki pengendalian diri yang kuat di dalam masyarakat
- Membentuk sikap saling menghargai antar sesama dalam masyarakat
- Memiliki rasa toleransi terhadap perbedaan-perbedaan yang dimiliki
dalam masyarakat
3. Ranah Psikomotorik
- Menerapkan nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakat sehingga
tercapai keteraturan
- Mengikuti kegiatan sosial untuk membantu sesama

I. Tujuan Pembelajaran
A. Ranah Kognitif
Setelah mempelajari materi tentang konflik sosial diharapkan siswa mampu :
- Menjelaskan bentuk-bentuk konflik sosial
- Memberikan contoh-contoh konflik sosial
- Mendeskripsikan faktor-faktor konflik sosial



B. Ranah Afektif
Setelah mempelajari materi tentang konflik sosial diharapkan siswa mampu:
- Memiliki pengendalian diri yang kuat di dalam masyarakat
- Membentuk sikap saling menghargai antar sesama dalam masyarakat
- Memiliki rasa toleransi terhadap perbedaan-perbedaan yang dimiliki dalam
masyarakat
C. Ranah Psikomotorik
Setelah mempelajari materi tentang konflik sosial diharapkan siswa mampu:
- Mampu membuat masyarakat yang teratur dan harmonis
- Aktif dalam mengikuti kegiatan sosial yang bertujuan untuk membantu sesama

II. Materi Pelajaran
Secara garis besar berbagai konflik dalam masyarakat dapat diklasifikasikan ke dalam
beberapa bentuk konflik, yaitu :
a. Berdasarkan sifatnya
b. Berdasarkan posisi pelaku yang berkonflik
c. Berdasarkan sifat pelaku yang berkonflik
d. Berdasarkan konsentrasi aktivitas manusia di dalam masyarakat
e. Berdasarkan cara pengelolaannya

III. Metode Pembelajaran

1. Ceramah
2. Diskusi

IV. Langkah-langkah Pembelajaran
A. Kegiatan Awal :
4. Mempersiapkan proses pembelajaran
5. Menyampaikan tujuan pembelajaran
6. Melakukan appersepsi


B. Kegiatan Inti :
4. Tahap eksplorasi
Siswa melaksanakan tugas dari guru untuk mencari, mengumpulkan data dan
informasi dari berbagai sumber belajar (buku bacaan sosiologi, internet, media
cetak, dsb)
5. Tahap elaborasi
Siswa memperluas pemahaman materi melalui :
- Pemanfaatan media untuk menganalisis bahan ajar yang diberikan
- Praktek berbagai model pembelajaran
- Pemenuhan tugas-tugas dalam proses pembelajaran
- Penyelesaian lembar kerja siswa
6. Tahap Konfirmasi
- Mengulas hasil diskusi
- Memberi kesempatan siswa untuk bertanya atau mengajukan pendapat
kepada siswa
- Menanyakan kesulitan yang dihadapi siswa

C. Kegiatan Akhir :
4. Membuat rangkuman dengan melibatkan siswa
5. Memantau keberhasilan belajar siswa melalui tes tertulis maupun lisan
6. Tindak lanjut (arahan,pemberian tugas,dsb)

V. Sumber dan Media Pembelajaran
C. Sumber :
3. Maryati, Kun dan Juju Suryawati, 2006, Sosiologi 2 SMA, Jakarta: Esis
4. Internet

D. Media :
5. LCD/Infokus
6. Laptop
7. Lembar Soal
8. Whiteboard

VI. Penilaian
4. Tekhnik : Tes tertulis
5. Bentuk Instrumen : Tes Uraian
3. Soal instrumen :
N
o.
Butir Soal Skor
1
.
Sebutkan bentuk-bentuk konflik ! 20
2
.
Jelaskan apa yang dimaksud dengan konflik vertikal,
konflik horizontal, dan konflik diagonal !
20
3
.
Konflik dibedakan menjadi konflik sosial, konflik politik,
konflik ekonomi, konflik budaya, dan konflik ideologi.
Jelaskan !
30
4
.
Sebutkan 2 macam konflik berdasarka sifat pelaku yang
berkonflik !
10
5
.
Sebutkan dan jelaskan tiga macam situasi alternatif dalam
perspektif konflik interindividu !
20
TOTAL SKOR 100

Kunci Jawaban :
1. - Berdasarkan Sifatnya
- Berdasarkan posisi pelaku yang berkonflik
- Berdasarkan sifat pelaku yang berkonflik
- Berdasarkan konsentrasi aktivitas manusia di dalam masyarakat
- Berdasarkan cara pengelolaannya
2. - Konflik vertikal merupakan konflik antarkomponen masyarakat di dalam satu
struktur yang memiliki hierarki.
- Konflik horizontal merupakan konflik yang terjadi antara individu atau kelompok
yang memiliki kedudukan yang relative sama.
- Konflik diagonal merupakan konflik yang terjadi karena adanya ketidakadilan
alokasi sumber daya ke seluruh organisasi sehingga menimbulkan pertentangan yang
ekstrim.
3. - Konflik sosial merupakan konflik yang terjadi akibat adanya perbedaan kepentingan
sosial dari pihak yang berkonflik
- Konflik politik merupakan konflik yang terjadi karena adanya perbedaan kepentingan
yang berkaitan dengan kekuasaan.
- Konflik ekonomi merupakan konflik akibat adanya perebutan sumber daya ekonomi
dari pihak yang berkonflik.
- Konflik budaya merupakan konflik yang terjadi karena adanya perbedaan kepentingan
budaya dari pihak yang berkonflik.
- Konflik ideologi merupakan konflik akibat adanya perbedaan paham yang diyakini
oleh seseorang atau sekelompok orang.
4. - Konflik terbuka, merupakan konflik yang diketahui oleh semua pihak.
- Konflik tertutup merupakan konflik yang hanya diketahui oleh orang-orang atau
kelompok yang terlibat konflik.
5. - Konflik Pendekatan-pendekatan; seseorang harus memilih di antara dua buah
alternatif behavior yang sama-sama atraktif.
- Konflik menghindari-menghindari; seseorang dipaksa untuk memilih antara tujuan-
tujuan yang sama-sama tidak atraktif dan tidak diinginkan.
- Konflik pendekatan-menghindari multipel; seseorang menghadapi kemungkinan
pilihan kombinasi multipel; dari konflik pendekatan-menghindari.





Jakarta, Oktober 2012


Guru Sosiologi
Rachma Agista

PERANGKAT PENILAIAN


Kelas : XI (sebelas)
Standar Kompetensi : Memahami Struktur Sosial serta Berbagai Faktor Penyebab Konflik
dan Mobilitas Sosial
Jenis butir soal : Esai
Jumlah butir soal : 5 Soal


Ranah Kognitif

N
o.
Butir Soal S
kor
1
.
Sebutkan bentuk-bentuk konflik ! 2
0
2
.
Jelaskan apa yang dimaksud dengan konflik vertikal, konflik horizontal, dan
konflik diagonal !
2
0
3
.
Konflik dibedakan menjadi konflik sosial, konflik politik, konflik ekonomi,
konflik budaya, dan konflik ideologi. Jelaskan !
3
0
4
.
Sebutkan 2 macam konflik berdasarka sifat pelaku yang berkonflik ! 1
0
5
.
Sebutkan dan jelaskan tiga macam situasi alternatif dalam perspektif konflik
interindividu !
2
0
TOTAL SKOR 1
00


Ranah Afektif

N
o
Aspek yang Dinilai Skor
1 Kedisiplinan 1 2 3 4 5
2 Ketekunan 1 2 3 4 5
3 Kreativitas 1 2 3 4 5
4 Aktivitas 1 2 3 4 5
5 Kerjasama 1 2 3 4 5
TOTAL SKOR



Ranah Psikomotorik

N
o
Aspek yang dinilai Skor
1 Efektifitas penggunaan alat/bahan 1 2 3 4 5
2 Ketepatan waktu dalam penyelesaian tugas 1 2 3 4 5
3 Kesungguhan dan Kedisiplinan kerja 1 2 3 4 5
4 Aktif dalam berorganisasi 1 2 3 4 5
TOTAL SKOR

1 = tidak baik 3 = cukup baik
2 = kurang baik 4 = baik
5 = sangat baik






























BAHAN AJAR


Standar Kompetensi : Memahami struktur sosial serta berbagai faktor penyebab konflik dan
mobilitas sosial.
Kompetensi Dasar : Menganalisis Faktor Penyebab Konflik Sosial Dalam Masyarakat
Indikator : 1. Ranah Kognitif
- Menjelaskan bentuk-bentuk konflik sosial
- Memberikan contoh-contoh konflik sosial
- Mendeskripsikan faktor-faktor konflik sosial
2. Ranah Afektif
- Memiliki pengendalian diri yang kuat di dalam masyarakat
- Membentuk sikap saling menghargai antar sesama dalam masyarakat
- Memiliki rasa toleransi terhadap perbedaan-perbedaan yang dimiliki
dalam masyarakat
3. Ranah Psikomotorik
- Menerapkan nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakat sehingga
tercapai keteraturan
- Mengikuti kegiatan sosial untuk membantu sesama

Uraian Materi/ Bahan Ajar :

Bentuk-bentuk konflik sosial
Secara garis besar berbagai konflik dalam masyarakat dapat diklasifikasikan ke dalam beberapa
bentuk konflik, yaitu :
a. Berdasarkan sifatnya
Berdasarkan sifatnya, konflik dapat dibedakan menjadi konflik destruktif dan konflik
konstruktif.
1.) Konflik destruktif merupakan konflik yang muncul karena adanya perasaan tidak senang,
rasa benci dan dendam dari seseorang ataupun kelompok terhadap pihak lain. Pada
konflik ini terjadi bentrokan-bentrokan fisik yang mengakibatkan hilangnya nyawa dan
harta benda. Contohnya, konflik Ambon, Poso, Kupang, dan Sambas.
2.) Konflik konstruktif merupakan konflik yang bersifat fungsional, konflik ini muncul
karena adanya perbedaan pendapat dari kelompok-kelompok dalam menghadapi suatu
masalah. Konflik ini akan menghasilkan suatu konsensus dari perbedaan pendapat
tersebut dan menghasilkan suatu perbaikan. Misalnya, perbedaan pendapat dalam sebuah
organisasi.
b. Berdasarkan posisi pelaku yang berkonflik
Berdasarkan posisi pelaku yang berkonflik, konflik dibedakan menjadi konflik vertikal,
konflik horizontal, dan konflik diagonal.
1.) Konflik vertikal merupakan konflik antar komponen masyarakat di dalam satu struktur
yang memiliki hierarki. Contohnya, konflik yang terjadi antara atasan dengan bawahan
dalam sebuah kantor.
2.) Konflik horizontal merupakan konflik yang terjadi antara individu atau kelompok yang
memiliki keududukan yang relatif sama. Contohnya, konflik yang terjadi antarorganisasi
massa.
3.) Konflik diagonal merupakan konflik yang terjadi karena adanya ketidakadilan alokasi
sumber daya ke seluruh organisasi sehingga menimbulkan pertentangan yang ekstrim.
Contohnya, konflik Aceh.

c. Berdasarkan sifat pelaku yang berkonflik
1.) Konflik terbuka, merupakan konflik yang diketahuioleh semua pihak. Contohnya, konflik
Palestina-Israel.
2.) Konflik tertutup merupakan konflik yang hanya diketahui oleh orang-orang atau
kelompok yang terlibat konflik.

d. Berdasarkan konsentrasi aktivitas manusia di dalam masyarakat
Konflik dibedakan menjadi konflik sosial, konflik politik, konflik ekonomi, konflik budaya,
dan konflik ideologi.
1.) Konflik sosial merupakan konflik yang terjadi akibat adanya perbedaan kepentingan sosial
dari pihak yang berkonflik. Konflik sosial ini dapat dibedakan menjadi konflik sosial
vertikal dan konflik sosial horizontal. Konflik ini seringkali terjadi karena adanya
provokasi dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab.
2.) Konflik politik merupakan konflik yang terjadi karena adanya perbedaan kepentingan
yang berkaitan dengan kekuasaan. Contohnya, konflik yang terjadi antar pengikut suatu
parpol.
3.) Konflik ekonomi merupakan konflik akibat adanya perebutan sumber daya ekonomi dari
pihak yang berkonflik. Contohnya, konflik antarpengusaha ketika melakukan tender.
4.) Konflik budaya merupakan konflik yang terjadi karena adanya perbedaan kepentingan
budaya dari pihak yang berkonflik. Contohnya, adanya perbedaan pendapat
antarkelompok dalam menafsirkan RUU antipornografi dan pornoaksi.
5.) Konflik ideologi merupakan konflik akibat adanya perbedaan paham yang diyakini oleh
seseorang atau sekelompok orang. Contohnya, konflik yang terjadi pada saat G-30S/PKI.

e. Berdasarkan cara pengelolaannya
Berdasarkan cara pengelolaannya, konflik dapat dibedakan menjadi konflik interindividu,
konflik antarindividu, dan konflik antarkelompok sosial.
1.) Konflik interindividu merupakan tipe yang paling erat kaitannya dengan emosi individu
hingga tingkat keresahan yang paling tinggi. Konflik dapat muncul dari dua penyebab,
yaitu karena kelebihan beban (role overloads) atau karena ketidaksesuaian seseorang
dalam melaksanakan peranan (person role incompatibilities).
2.) Konflik antarindividu merupakan konflik yang terjadi antara seseorang dengan satu
orang atau lebih,sifatnya kadang-kadang substantif, menyangkut perbedaan gagasan,
pendapat, kepentingan, atau bersifat emosional, menyangkut perbedaan selera, dan
perasaan likel dislike (suka atau tidak suka). Setiap orang pernah mengalami situasi
konflik semacam ini, ia banyak mewarnai tipe-tipe konflik kelompok maupun konflik
organisasi. Karena konflik tipe ini berbentuk konfrontasi dengan seseorang atau lebih,
maka konflik antarindividu ini juga merupakan target yang perlu dikeloa secara baik.
3.) Konflik antarkelompok merupakan konflik yang banyak dijumpai dalam kenyataan
hidup manusia sebagai makhluk sosial, karena mereka hidup dalam kelompok-
kelompok. Contohnya, konflik antar kampung.


Sumber :
1. Maryati, Kun dan Juju Suryawati, 2006, Sosiologi 2 SMA, Jakarta: Esis
2. Tim Sosiologi, 2006, Sosiologi 2, Jakarta: Yudhistira


















Oleh Rian hartanto
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Mata Pelajaran : Sosiologi
Kelas/Semester : XII/II
Pertemuan Ke : 8
Alokasi Waktu : 30 Menit
Standar Kompetensi : Menganalisis kelompok sosial dalam masyarakat multikultural
Kompetensi Dasar :Menganalisis keanekaragaman kelompok sosial dalam masyarakat
multikultural
Indikator :
1. Ranah kognitif
1. Siswa mampu mendeskripsikan keanekaragaman kelompok sosial dalam masyarakat
multikultural
2. Siswa mampu mengidentifikasikan tipe masyarakat indonesia berdasarkan kehidupan
sosial budayanya
3. Siswa mampu menganalisis masalah yang timbul akibat keanekaragaman masyarakat
multikultural.
2. Ranah Afektif
1. Mampu memberikan respon positif terhadap keanekaragaman masyarakat multikultural
di indonesia
2. Mampu menghargai perbedaaan antar suku,agama dan stratifikasi sosial yang ada di
masyarakat
3. Memiliki sikap rasa toleran terhadap sesama warga indonesia walaupun berbeda suku
bangsa
3. Ranah Psikomotorik
1. Mampu melakukan toleransi terhadap sesama warga indonesia yang berbeda suku bangsa
di sekolah
2. Mampu membuat perdamaian di sekolah
3. Mampu menerapkan toleransi terhadapa keanekaragaman sukubangsa yang ada di
indonesia



I. Tujuan Pembelajaran
A. Ranah Kognitif
Setelah siswa mempelajari materi pelajaran tentang masyarakat multikultural diharapkan
siswa mampu:
1.Mendeskripsikan keanekaragaman kelompok sosial dalam masyarakat multikultural
2.Mengidentifikasikan tipe masyarakat indonesia berdasarkan kehidupan sosial budayanya
3.Menganalisis masalah yang timbul akibat keanekaragaman masyarakat multikultural.
B. Ranah Afektif
Setelah siswa mempelajari materi pelajaran masyarakat multikultural diharapkan siswa
mampu:
1.Mampu memberikan respon positif terhadap keanekaragaman masyarakat multikulturan di
indonesia
2.Mampu menghargai perbedaaan antarsuku,agama dan stratifikasi sosial yang ada di
masyarakat
3. Memiliki sikap rasa toleran terhadap sesama warga indonesia walaupun berbeda suku
bangsa
C. Ranah Psikomotorik
Setelah siswa mempelajari materi pelajaran masyarakat multikultural diharapkan siswa
mampu:
1.Mampu melakukan toleransi terhadap sesama warga indonesia yang berbeda suku bangsa
di sekolah
2.Mampu membuat perdamaian di sekolah
3.Mampu menerapkan toleransi terhadapa keanekaragaman sukubangsa yang ada di
indonesia




II. Materi Pembelajaran
Dalam masyarakat multikultural di Indonesia bermunculan kelompok-kelompok sosial
berdasaran etnis, agama ataupun stratifikasi sosial merupakan hal yang biasa terjadi. Hal yang
mencolok dari kemultikulturalan masyarakat indonesia adalah penekanan pada kesuku bangsaan
yan terwujud dalam komuniti-komuniti suku bangsa dan suku bangsa digunakan sebagai acuan
utama bagi jati diri. Menurut Clifford Geertz, Indonesia negeri tempat semua arus kultural
sepanjang tiga milenia mengalir berurutan memasuki Nusantara dari India, Cina, Timur Tengah
dan Eropa yang terwakili di tempat-tempat tertentu. Seperti di Bali terdapat komunitas agama
Hindu, pemukiman cina terdapat di Jakarta, Semarang dan Surabaya, pusat-pusat muslim ada di
Aceh, Makasar atau dataran tinggi Padang, di daerah-daerah minahasa dan ambon yang calvinis
atau daerah-daerah flores yang Katolik.
Masalah yang timbul akibat keanekaragaman masyarakat multikultural
1. Kesenjangan dimensional yang terjadi di masyarakat multikultural di indonesia
Kesenjangan aspek kemasyarakatan kesenjangan ini mencakup
penyelenggaraan organisasi sosial.
Kesenjangan sosiogeografis yaitu kesenjangan antar pulau-pulau yang ada di
indonesia.
Kesenjangan aspek material yaitu kesenjangan ekonomi
Kesenjangan minoritas dan mayoritas yaitu kekuasaan yang selalu dikuasai
oleh para para mayoritas
2. Konflik antar etnis dan antar pemeluk agama yang berbeda, konflik ini tidak dapat
dikatakan sebagai akibat dari kesenjangan sosial atau karena benturan dua
kebudayaan yang berbeda. Contoh konflik antar suku bangsa di sambas, kalimantan
tengah, ambon bermula dari pendominasian tempat-tempat umum oleh para preman.
Pendominasian dilakukan dilakukan dengan berbagai cara, seperti pemalakan,
penipuan, perampasan, pencurian dan perampokan. Perlawanan kecil kecilan dari
warga pribumi menimbulkan konflik-konflik antar suku bangsa.
III. Metode Pembelajaran
Artikulasi
IV. Langkah-langkah Pembelajaran
A. Kegiatan awal :
1. Mempersiapkan proses pembelajaran
2. Menyampaikan tujuan pembelajaran
3. Melakukan appersepsi

B. Kegiatan inti :
1. Tahap ekplorasi : siswa diberikan tugas untuk mencari konflik-konflik antar suku
bangsa yang ada di indonesia
2. Tahap elaborasi : Dalam tahap elaborasi guru mengulas kembali materi yang
ditugaskan kepada siswa dan memberikan tugas untuk menyelesaikan lembar kerja
dari materi yang diberikan oleh guru kepada siswa.
3. Tahap konfirmasi : Ditahap ini guru mengulas atau menyimpulkan materi
pembelajaran yang belum diketahui oleh siswa dan guru memberikan kesempatan
kepada siswa untuk bertanya masalah materi pembelajaran dan siswa dapat
memberikan pendapatnya.

C. Kegiatan akhir
1. Membuat rangkuman dengan melibatkan siswa
2. Memantau keberhasilan belajar siswa
3. Tindak lanjut (arahan, pemberian tugas, dsb)

V. Sumber dan Media Pembelajaran
A. Sumber : Tim Sosiologi, Sosiologi 2 Suatu Kajian Kehidupan Masyarakat. Jakarta.
Yudhistira. 2007
B. Media : spidol, white board, power point

VI. Penialian.
1. Keaktifan dalam kelas
2. Absensi
3. Penilaian hasil belajar


Guru Mata Pembelajan
Riyan. Hartanto

BAHAN AJAR
A. Standar Kompetensi : Menganalisis kelompok sosial dalam masyarakat multikultural
B. Kompetensi Dasar : Menganalisis keanekaragaman kelompok sosial dalam
masyarakat multikultural
C. Indikator Kompetensi :
1. Kognitif
1. Mendeskripsikan keanekaragaman kelompok sosial dalam masyarakat multikultural
2. Mengidentifikasikan tipe masyarakat indonesia berdasarkan kehidupan sosial budayanya
3. Menganalisis masalah yang timbul akibat keanekaragaman masyarakat multikultural.
1. Afektif

1.Mampu memberikan respon positif terhadap keanekaragaman masyarakat multikulturan di
indonesia
2.Mampu menghargai perbedaaan antarsuku,agama dan stratifikasi sosial yang ada di
masyarakat
3.Memiliki sikap rasa toleran terhadap sesama warga indonesia walaupun berbeda suku
bangsa
3. Psikomotorik
1. Mampu melakukan toleransi terhadap sesama warga indonesia yang berbeda suku bangsa
di sekolah
2. Mampu membuat perdamaian di sekolah
3. Mampu menerapkan toleransi terhadapa keanekaragaman sukubangsa yang ada di
indonesia

D. Uraian Materi/Bahan Ajar
Dalam masyarakat multikultural di Indonesia bermunculan kelompok-kelompok sosial
berdasaran etnis, agama ataupun stratifikasi sosial merupakan hal yang biasa terjadi. Hal yang
mencolok dari kemultikulturalan masyarakat indonesia adalah penekanan pada kesuku bangsaan
yan terwujud dalam komuniti-komuniti suku bangsa dan suku bangsa digunakan sebagai acuan
utama bagi jati diri. Menurut Clifford Geertz, Indonesia negeri tempat semua arus kultural
sepanjang tiga milenia mengalir berurutan memasuki Nusantara dari India, Cina, Timur Tengah
dan Eropa yang terwakili di tempat-tempat tertentu. Seperti di Bali terdapat komunitas agama
Hindu, pemukiman cina terdapat di Jakarta, Semarang dan Surabaya, pusat-pusat muslim ada di
Aceh, Makasar atau dataran tinggi Padang, di daerah-daerah minahasa dan ambon yang calvinis
atau daerah-daerah flores yang Katolik. T
Tipe masyarakat indonesia berdasarkan kehidupan sosialnya menurut koentjatiningrat:
a. Tipe masyarakat berdasarkan sistem berkebun yang sangat sederhana
b. Tipe masyarakat dengan bercocok tanam diladang, sawah atau padi dengan
stratifikasi sosial yang sedang
c. Tipe masyarakat dengan bercocok tanam diladang, sawah atau padi sebagai tanaman
pokoknya.
d. Tipe masyarakat dengan bercocok tanam di sawah atau padi, dengan stratifikasi sosial
yang agak kompleks
e. Tipe masyarakat perkotaan yang mempunyai ciri-ciri pemerintahan dengan industri
yang lemah
f. Tipe masyarakat metropolitan yang mulai mengembangkan sektor perdagangan dan
industri yang agak berarti.
Masalah yang timbul akibat keanekaragaman masyarakat multikultural
1. Kesenjangan dimensional yang terjadi di masyarakat multikultural di indonesia
Kesenjangan aspek kemasyarakatan kesenjangan ini mencakup
penyelenggaraan organisasi sosial.
Kesenjangan sosiogeografis yaitu kesenjangan antar pulau-pulau yang ada di
indonesia.
Kesenjangan aspek material yaitu kesenjangan ekonomi
Kesenjangan minoritas dan mayoritas yaitu kekuasaan yang selalu dikuasai
oleh para para mayoritas
2. Konflik antar etnis dan antar pemeluk agama yang berbeda, konflik ini tidak dapat
dikatakan sebagai akibat dari kesenjangan sosial atau karena benturan dua
kebudayaan yang berbeda. Contoh konflik antar suku bangsa di sambas,
kalimantan tengah, ambon bermula dari pendominasian tempat-tempat umum
oleh para preman. Pendominasian dilakukan dilakukan dengan berbagai cara,
seperti pemalakan, penipuan, perampasan, pencurian dan perampokan.
Perlawanan kecil kecilan dari warga pribumi menimbulkan konflik-konflik
antar suku bangsa
E. Sumber
Tim Sosiologi, Sosiologi 2 Suatu Kajian Kehidupan Masyarakat. Jakarta. Yudhistira. 2007

PERANGKAT PENILAIAN

A. Ranah Kognitif
No Butiran soal Skor
1 Apakah yang dimaksud dengan keanekaragaman kelompok
sosial dalam masyarakat multikultural?
20
2 Apakah masyarakat multikultural yang ada di indonesia dapat
behubungan harmonis antar suku bangsa dengan suku bangsa
yang lain,jelaskan!
20
3 Apakah tanda-tanda dari kesenjangan multidimensional yang
ada di masyarakat, sebutkan contohnya!
20
4 Sebutkan beberapa kesenjangan multidimensional! 20
5 Sebutkan 6 tipe masyarakat indonesia berdasarkan kehidupan
sosial budayanya!
20
Total Skor 100
Kunci jawaban :
1. Keragaman suku bangsa, agama serta stratifikasi sosial yang menumbuhkan kelompok-
kelompok sosial dalam suatu negara
2. Bisa, jika masyarakat indonesia memiliki rasa toleransi dan menghargai keanekaragaman
dalam masyarakat
3. Ditandai dengan adanya jurang pemisah,contoh adanya jurang pemisah antara orang kaya
dan orang miskin.
4. 1.kesenjangan aspek kemasyarakatan
2.kesenjangan sosiogeografis
3.kesenjangan yang berkaitan dengan aspek material
4.kesenjangan antara mayoritas dan minoritas.
5. a. Tipe masyarakat berdasarkan sistem berkebun yang sangat sederhana
b. Tipe masyarakat dengan bercocok tanam diladang, sawah atau padi dengan stratifikasi
sosial yang sedang
c. Tipe masyarakat dengan bercocok tanam diladang, sawah atau padi sebagai tanaman
pokoknya.
d. Tipe masyarakat dengan bercocok tanam di sawah atau padi, dengan stratifikasi sosial
yang agak kompleks
e. Tipe masyarakat perkotaan yang mempunyai ciri-ciri pemerintahan dengan industri yang
lemah
f. Tipe masyarakat metropolitan yang mulai mengembangkan sektor perdagangan dan
industri yang agak berarti

B. Ranah Afektif
No Aspek yang Dinilai Skor
1 Kedisiplinan dalam berpakaian 1 2 3 4 5
2 Kesungguhan dalam belajar 1 2 3 4 5
3 Kreativitas di dalam kelas 1 2 3 4 5
4 Aktivitas di dalam kelas 1 2 3 4 5
5 Kerja sama dalam mengerjakan tugas kelompok 1 2 3 4 5
Total Skor

C. Ranah Psikomotorik
No Aspek yang Dinilai Skor
1 Efektifitas penggunaan alat/bahan 1 2 3 4 5
2 Ketepatan waktu dalam penyelesaian tugas 1 2 3 4 5
3 Kesungguhan dan kedisplinan kerja 1 2 3 4 5
4 Aktifitas diluar sekolah 1 2 3 4 5
5 Nilai kesopanan didalam kelas 1 2 3 4 5
Total Skor



Oleh Riska cahya wulandari
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Mata Pelajaran : Sosiologi
Kelas/semester : XI/ 2(genap)
Pertemuan ke : 14
Alokasi Waktu : 30 menit
Standar Kompetensi : Menganalisis kelompok sosial dalam masyarakat multikultural.
Kompetensi Dasar : Menganalisis keanekaragaman kelompok sosial dalam masyarakat
multikultural.
Indikator :
1. Ranah Kognitif:
Siswa dapat mengidentifikasikan alternatif pemecahan masalah
akibat keanekaragaman masyarakat multikultural.
Siswa dapat menganalisis pentingnya pendidikan mutikultural.
Siswa dapat mendeskripsikan tindakan yang harus dilakukan dalam
menghadapi keanekaragaman kelompok sosial dalam masyarakat
multikultural.
2. Ranah Afektif (karakter):
Siswa mampu menghargai setiap perbedaan yang ada pada
masyarakat multikultural.
Siswa mampu memberikan respon yang positif terhadap pemahaman
tentang pendidikan multikultural.
Siswa memiliki sikap empati dan toleransi menghadapi
keanekaragaman kelompok sosial dalam masyarakat.
3. Ranah Psikomotorik (keterampilan):
Siswa mampu melakukan alternatif pemecahan masalah konflik
dalam masyarakat multikultural.
Siswa mampu memecahkan masalah konflik dalam masyarakat
multikultural.

E. Tujuan Pembelajaran
A. Ranah Kognitif
Setelah mempelajari materi pelajaran tentang masyarakat multikltural diharapkan siswa
mampu;
1. Mengidentifikaiskan alternatif pemecahan masalah akibat keanekaragaman masyarakat
multikultural.
2. Menganalisis pentingnya pendidikan multikultural.
3. Mendeskripsikan tindakan yang harus dilakukan dalam menghadapi keanekaragaman
kelompok sosial dalam masyarakat multikultural.

B. Ranah Afektif
Setelah mempelajari materi pelajaran tentang masyarakat multikltural diharapkan siswa
mampu;
1. Mampu menghargai setiap perbedaan yang ada pada masyarakat multikultural.
2. Mampu memberikan respon yang positif terhadap pemahaman tentang pendidikan
multikultural.
3. Memiliki sikap empati dan toleransi menghadapi keanekaragaman kelompok sosial dalam
masyarakat.


C. Ranah Psikomotorik
Setelah mempelajari materi pelajaran tentang masyarakat multikltural diharapkan siswa
mampu;
1. Mampu melakukan alternatif pemecahan masalah konflik dalam masyarakat
multikultural.
2. Mampu memecahkan masalah konflik dalam masyarakat multikultural.

F. Materi Pembelajaran:
Mayarakat multikultural merupakan masyarakat yang sangat rentant terhadap konflik. Alternatif
pemecahan masalah akibat kenaekaragaman masyarakat multikultural merupakan cara yang dapat
dilakukan untuk menghindari konflik sosial dalam masyarakat multikultural. Menghadapi
keanekaragaman budaya, dengan berbagai masalah yang timbul memerlukan alternatif pemecahan.
Terdapat empat alternatif dari beberapa masalah yang timbul, yakni: Alternatif Pemecahan Masalah
Konflik Antaretnis, Alternatif Pemecahan Masalah Konflik Antarpenganut Agama yang Berbeda,
Alternatif Pemecahan Masalah Pertentangan antara Kelompok Mayoritas dan Kelompok Minoritas,
antara Pribumi dan Nonpribumi, dan perlakuan yang diskriminatif, dan Alternatif Pemecahan Masalah
Multikulturalisme dalam Bidang Politik dan Budaya.
Dalam pemahaman materi tentang masyarakat multikultural, penting adanya pendidikan
multikultural. Multikulturalisme berpijak kepada kebudayaan sendiri yang telah membentuk
kepribadian seseorang tetapi diarahkan kepada kenyataan bahwa umat manusia telah berada di dalam
suatu dunia yang rata. Dalam hal ini diperlukan beberapa prilaku yang esensial pada manusia modern
seperti berikut ini:
1. Kepercayaan dan Toleransi (Trust and Tolerance)
2. Pengembangan Sikap Mindfullness
3. Fundamentalisme dan Keterbukaan
Dengan digalakkannya pendidikan multikulturalisme, diharapkan sikap empati dan toleransi
dalam menghadapi keanekaragaman kelompok sosial dalam masyarakat multikultural semakin kuat.
Sikap empati dan toleransi dalam kaitannya dengan keanekaragaman dalam masyarakat multikultural
dapat dikembangkan melalui bidang pendidikan. Pendidikan menekankan pluralitas dan
multikulturalitas merupakan modal sosial budaya kita yang tidka boleh diabaikan begitu saja. Dengan
pendidikan semacam itu, pada akhirnya diharapkan masyarakat mampu menghargai perbedaan secara
tulus, komunikatif, terbuka, dan tidak saling curiga. Jika tidak ada keterbukaan, apapun yang berbeda
akan selalu dicurigai dan dianggap musuh.

G. Metode Pembelajaran:
Metode yang digunakan ialah Scramble, yakni mengacak kata yang berhubungan dengan materi
yang akan disampaikan kemudian menyusunya.

H. Langkah-Langkah Pembelajaran:
A. Kegiatan awal:
1. Mempersiapkan proses Pembelajaran.
2. Menyampaikan tujuan Pembelajaran.
3. Melakukan appersepsi.

B. Kegiatan inti:
1. Tahap eksplorasi.
Siswa diberi tugas untuk mencari informasi terkait dengan materi masyarakat
multikultural dari berbagai sumber, baik dari meia cetak maupun elektronik untuk menunjang
pemahaman awal siswa terkait materi yanga da disampaikan.

2. Tahap elaborasi.
Siswa memperdalam/memperluas pemahaman materi melalui;
Implementasi berbagai model pembelajran.
Pemenuhan tugas-tugas dalam proses pembelajaran.
Penyelesaian lembar kerja siswa.
Pemanfaatan sumber dan media pembelajaran.

3. Tahap konfirmasi.
Mengulas materi pembelajara.
Memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya dan/atau mengajukan pendapat.

C. Kegiatan akhir.
1. Membuat rangkuman dengan melibatkan siswa.
2. Memantau keberhasilan belajar siswa.
3. Tindak lanjut (arahan, pemberian tugas, dsb).

Sumber dan Media Pembelajaran:
A. Sumber:
Sosiologi 2 kelas 2 SMA, Tim Sosiologi, Yudistira, 2006 halaman 129-137.

B. Media:
Papantulis
Alat-alat tulis
LCD
Laptop
Pertanyaan dan jawaban untuk metode scramble
VI. Penilaian
Penilaian proses belajar.
Penilaian hasil belajar.
(butir soal, kunci jawaban, dan pedoman penskoran)

Jakarta, 19 September 2012
Guru Mata Pelajaran




Riska Cahya Wulandari

BAHAN AJAR

A. Standar Kompetensi :Menganalisis kelompok sosial dalam masyarakat multikultural.
B. Kompetensi Dasar :Menganalisis keanekaragaman kelompok sosial dalam masyarakat
multikultural.
C. Indikator Kompetensi :
1. Kognitif
Siswa dapat mengidentifikasikan alternatif pemecahan masalah akibat keanekaragaman masyarakat
multikultural.
Siswa dapat menganalisis pentingnya pendidikan mutikultural.
Siswa dapat mendeskripsikan tindakan yang harus dilakukan dalam menghadapi keanekaragaman
kelompok sosial dalam masyarakat multikultural.

2. Afektif
Siswa mampu menghargai setiap perbedaan yang ada pada masyarakat multikultural.
Siswa mampu memberikan respon yang positif terhadap pemahaman tentang pendidikan
multikultural.
Siswa memiliki sikap empati dan toleransi menghadapi keanekaragaman kelompok sosial dalam
masyarakat.

3. Psikomotorik
Siswa mampu melakukan alternatif pemecahan masalah konflik dalam masyarakat multikultural.
Siswa mampu mendeskripsikan upaya pemecahan masalah konflik dalam masyarakat multikultural.

D. Uraian Materi :
Alternatif Pemecahan Masalah Akibat Keanekaragaman Mayarakat Multikultur
Menghadapi keanekaragaman budaya, dengan berbagai masalah yang timbul
memerlukan alternatif pemecahan. Terdapat empat alternatif dari beberapa masalah yang
timbul, yakni:
1. Alternatif Pemecahan Masalah Konflik Antaretnis.
Masalah konflik antaretnis sangat diperlukan penanganan individual dengan
cepat, tepat dan tegas supaya konflik individual tidak merambat menjadi konflik
sosial. Diperlukan sikap dasar untuk memahami dan mendalami budaya etnis lain.
Ketertutupan dalam budaya sendiri hanya akan memperkuat dinding pemisah
antargolongan. Sudah saatnya setiap warga masyarakat bersikap terbuka dan mau
menerima kebudayaan orang lain. Pandangan primodialisme yang menggiring
manusia ke arah sikap tertutup dan kepicikan perlu segera direvisi dan direfomasi,
sikap menanggap diri mimiliki kebudayaan yang superior yang perlu diwaspadai
sehingga tidak merusak tatanan sosial. Nilai-nilai positif dari budaya orang lain harus
kita timba dan pelihara demi kepentingan dan kemajuan bersama.

2. Alternatif Pemecahan Masalah Konflik Antarpenganut Agama yang Berbeda.
Cliifford Geertz berteori bahwa agama adalah unsur perekat yang menimbulkan
harmonisasi sekaligus unsur pembela yang menimbulkan disintergasi. Kepercayaan
terhadap kebenaran agama menyebabkan monopoli kebenaran oleh penganutnya.
Orang beragama percaya bahwa agamanyalah yang paling benar dan agama lain tidak
benar. Kepercayaan yang seperti itu menimbulkan sikap memiliki fungsi fanatik
sehingga tidak memiliki toleransi (intoleransi). Intoleransi yang berlebihan dapat
menimbulkan konflik agama. Hal seperti inilah yang harus dicegah.

3. Alternatif Pemecahan Masalah Pertentangan antara Kelompok Mayoritas dan
Kelompok Minoritas, antara Pribumi dan Nonpribumi, dan perlakuan yang
diskriminatif.
Keragaman adalah realitas bangsa Indonesia yang patut disyukuri. Keragaman
yang dikelola dengan prinsip non diskriminasi akan menciptakan ikatan dan kerja
sama sosial. Akan tetapi, bila keragaman diperlakukan dengan pembedaan,
pengecualian, pembatasan, dan pengistimewaan, akan melahirkan dan mempertajam
pertentangan dan menyebabkan penderitaan. Serta korban kemanusiaan.
Diskriminasi memiliki dua pengertian, yaitu:
a. Penyangkalan hak-hak suatu kelompok warga negara yang sebenarnya berlaku
untuk semua warga, sementara komitmen dan kewajiban yang berlaku bagi
semua warga negara tetap dituntut, bahkan lebih dari para warga negara
lainnya; dan
b. Penyangkalan hak-hak minoritas sesuatu kelompok yang harus dilindungi
dalam negara demokrasi, sementara hak-hak serupa kelompok-kelompok
lainnya tetap dilindungi, atau sekurang-kurangnya dibiarkan.

4. Alternatif Pemecahan Masalah Multikulturalisme dalam Bidang Politik dan Budaya.
Dalam pemikiran poskolonialisme (terutama pada masa sebelum perang Dunia II)
dikenal suatu pandangan suporiaritas kebudayan barat. Dikotomi Barat Vs Timur,
kebudayaan Barat Vs Kebudayaan Timur, bahkan kebudayaan Kristen Vs
kebudayaan islam, oksidentalisme Vs Orientalisme, keseluruhannya menunjukan
superioritas kebudayaan Barat. Dikotomi tersebut kini mulai tergusur arus
globalisasi.
Pentingnya Pendidikan Multikultural
Dalam pemahaman materi tentang masyarakat multikultural, penting adanya pendidikan
multikultural. Multikulturalisme berpijak kepada kebudayaan sendiri yang telah membentuk
kepribadian seseorang tetapi diarahkan kepada kenyataan bahwa umat manusia telah berada
di dalam suatu dunia yang rata. Dalam hal ini diperlukan beberapa prilaku yang esensial
pada manusia modern seperti berikut ini:
1. Kepercayaan dan Toleransi (Trust and Tolerance)
2. Pengembangan Sikap Mindfullness
3. Fundamentalisme dan Keterbukaan
Dengan digalakkannya pendidikan multikulturalisme, diharapkan sikap empati dan
toleransi dalam menghadapi keanekaragaman kelompok sosial dalam masyarakat
multikultural semakin kuat. Sikap empati dan toleransi dalam kaitannya dengan
keanekaragaman dalam masyarakat multikultural dapat dikembangkan melalui bidang
pendidikan. Pendidikan menekankan pluralitas dan multikulturalitas merupakan modal
sosial budaya kita yang tidka boleh diabaikan begitu saja. Dengan pendidikan semacam itu,
pada akhirnya diharapkan masyarakat mampu menghargai perbedaan secara tulus,
komunikatif, terbuka, dan tidak saling curiga. Jika tidak ada keterbukaan, apapun yang
berbeda akan selalu dicurigai dan dianggap musuh.

E. Sumber : Sosiologi 2 kelas 2 SMA, Tim Sosiologi, Yudistira, 2006
halaman 129-137.




















Oleh Rizka putri natalia



























Oleh Septyo fajar rifai
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Mata Pelajaran : Sosiologi
Kelas/Semester : X/II
Pertemuan Ke : 3
Alokasi Waktu : 30 Menit
Standar Kompetensi : Memahami dampak perubahan sosial
Kompetensi Dasar : 1.1 Menjelaskan proses perubahan sosial di masyarakat
1.2 Menganalisis dampak perubahan sosial terhadap kelompok
masyarakat.
Indikator :
1. Ranah kognitif
1. Siswa mendeskripsikan pengertian perubahan sosial
2. Siswa mengidentifikasi ciri-ciri penyebab terjadinya perubahan sosial
3. Siswa menganalisis sebab akibat perubahan sosial di masyarakat
2. Ranah Afektif
1. Siswa mampu memberikan respon positif terhadap perubahan sosial di masyarakat
2. Siswa mampu menghargai perubahan sosial yang ada di masyarakat
3. Siswa memiliki rasa toleran dalam bermasyarakat
3. Ranah Psikomotorik
1. Siswa mampu melakukan perubahan positif di lingkungan tempat tinggal
2. Siswa mampu beradaptasi dengan perubahan yang terjadi di lingkungan
3. Siswa mampu menerapkan perubahan dalam bidang teknologi ke arah yang positif




I. Tujuan Pembelajaran
A. Ranah Kognitif
Setelah mempelajari materi pelajaran tentang perubahan sosial diharapkan siswa mampu:
1. Siswa mendeskripsikan pengertian perubahan sosial
2. Siswa mengidentifikasi ciri-ciri penyebab terjadinya perubahan sosial
3. Siswa menganalisis sebab akibat perubahan sosial di masyarakat
B. Ranah Afektif
Setelah mempelajari materi pelajaran tentang perubahan sosial diharapkan siswa mampu:
1. Siswa mampu memberikan respon positif terhadap perubahan sosial di masyarakat
2. Siswa mampu menghargai perubahan sosial yang ada di masyarakat
3. Siswa memiliki rasa toleran dalam bermasyarakat
C. Ranah Psikomotorik
Setelah mempelajari materi pelajaran tentang perubahan sosial diharapakan siswa:
1. Siswa mampu melakukan perubahan positif di lingkungan tempat tinggal
2. Siswa mampu beradaptasi dengan perubahan yang terjadi di lingkungan
3. Siswa mampu menerapkan perubahan dalam bidang teknologi ke arah yang positif
II. Materi Pembelajaran
Perubahan sosial dapat berarti adanya ketidaksesuaian diantara unsur-unsur yang berbeda dalam
kehidupan sosial sehingga menghasilkan suatu pola kehidupan yang baru.
III. Metode Pembelajaran
Word Square
IV. Langkah-langkah Pembelajaran
D. Kegiatan awal :
4. Mempersiapkan proses pembelajaran
5. Menyampaikan tujuan pembelajaran
6. Melakukan apersepsi
E. Kegiatan inti :
4. Tahap ekplorasi : siswa ditugaskan untuk mencari segala hal mengenai perubahan
sosial yang terjadi di sekitarnya
5. Tahap elaborasi : guru mengulas kembali materi yang telah ditugaskan kepada siswa
dan memberikan tugas untuk menyelesaikan tugas yang diberikan oleh guru.
6. Tahap konfirmasi : guru mengulas dan menyimpulkan materi pembelajaran yang
belum dikuasai oleh siswa dan guru mempersilahkan siswa untuk bertanya mengenai
materi yang belum dikuasai oleh siswa.
F. Kegiatan akhir
4. Membuat rangkuman dengan melibatkan siswa
5. Memantau keberhasilan belajar siswa
6. Tindak lanjut (arahan, pemberian tugas, dsb)
V. Sumber dan Media Pembelajaran
A. Sumber : Judul : Sosiologi untuk SMA dan MA kelas XII
Pengarang: Kun Maryati, Juju Suryawati
Penerbit : Esis
Tahun : 2006
B. Media : spidol, white board, power point, infocus.
VI. Penilaian
1. Penilaian proses belajar.
2. Penilaian hasil belajar.
Penilaian melalui instrumen sebagai berikut :
Indikator Pencapaian
Teknik
Penilaian
Bentuk
Instrumen
Contoh Instrumen
Membuat anasisis masalah
sosial yang sesuai dengan
isi pembahasan

Tertulis dan
penampilan
Uraian dan
Lembar
observasi
Buatlah kasus berdasarkan
penjelasan yang didengar!
Jelaskan secara lisan
mengenai masalah sosial
yang dibuat!




Penampilan
Penampilan siswa saat menjelaskan petunjuk denah di depan kelas.
Aspek Penilaian Hasil / Nilai Keterangan
1. Kejelasan ucapan
2. Kewajaran intonasi
3. Keberanian
1 2 3 4
1 2 3 4
1 2 3 4



FORMAT KRITERIA PENILAIAN
Produk ( hasil diskusi )
No. Aspek Kriteria Skor
1. Konsep * semua benar
* sebagian besar benar
* sebagian kecil benar
* semua salah

4
3
2
1

Performansi
No. Aspek Kriteria Skor
1.



2.



3.
Pengetahuan



Praktek



Sikap
* Pengetahuan
* kadang-kadang Pengetahuan
* tidak Pengetahuan

* aktif Praktek
* kadang-kadang aktif
* tidak aktif

* Sikap
* kadang-kadang Sikap
* tidak Sikap
4
2
1

4
2
1

4
2
1


Lembar Penilaian
No Nama Siswa
Performansi
Produk Jumlah Skor Nilai
Pengetahuan Sikap
1
2
3


Skor yang diperoleh
Nilai akhir : ____________ x 100
Skor maksimal


Pedoman Penilaian Kepribadian


Keterangan :
a = sangat baik
b = baik
c = cukup baik
d = kurang baik
e = sangat kurang
Jakarta,
Guru Mata Pelajaran



Septyo Fajar Rifai
Nama Siswa
Tekun Tanggung jawab Peduli Jujur
a B c d E a b c D e a b c d e a b c d e
1.
2.
3.
4.
5.
BAHAN AJAR
A. Standar Kompetensi : Memahami dampak perubahan sosial.
B. Kompetensi Dasar : Mendeskripsikan terjadinya perilaku menyimpang dan sikap-
sikap anti sosial
C. Indikator Kompetensi : 1.1 Menjelaskan proses perubahan sosial di masyarakat
1.2 Menganalisis dampak perubahan sosial terhadap kelompok
masyarakat.

1. Kognitif
1. Siswa mendeskripsikan pengertian perubahan sosial
2. Siswa mengidentifikasi ciri-ciri penyebab terjadinya perubahan sosial
3. Siswa menganalisis sebab akibat perubahan sosial di masyarakat
2. Afektif
1. Siswa mampu memberikan respon positif terhadap perubahan sosial di masyarakat
2. Siswa mampu menghargai perubahan sosial yang ada di masyarakat
3. Siswa memiliki rasa toleran dalam bermasyarakat
4. Psikomotorik
1. Siswa mampu melakukan perubahan positif di lingkungan tempat tinggal
2. Siswa mampu beradaptasi dengan perubahan yang terjadi di lingkungan
3. Siswa mampu menerapkan perubahan dalam bidang teknologi ke arah yang positif
D. Uraian Materi/Bahan Ajar
Dalam bahan ajar tentang perubahan sosial terdapat faktor-faktor pendorong dan penghambat
perubahan sosial. Perubahan sosial terjadi karena ada faktor pendorong dari terjadinya perubahan
sosial tersebut yaitu ada yang datangnya dari dalam masyarakat sendiri (internal) ada yang
datang dari luar masyarakat (eksternal). Faktor internal meliputi bertambahnya atau
berkurangnya penduduk, bertambahnya penduduk yang sangat cepat menyebabkan terjadinya
perubahan struktur dalam masyarakat terutama di dalam lembaga kemasyarakatannya.
Berikutnya adanya penemuan-penemuan baru yang dibedakan dalam pengertian invention dan
discovery. Invention adalah proses menghasilkan suatu unsur kebudayaan baru dihasilkan dengan
mengombinasikan atau menyusun kembali unsur-unsur kebudayaan lama yang telah ada dalam
masyarakat. Sedangkan discovery adalah penemuan unsur kebudayaan baru, baik berupa alat
ataupun gagasan. Dan selanjutnya, adanya pertentangan (konflik) masyarakat merupakan salah
satu sebab terjadinya perubahan sosial dan kebudayaan. Dan yang terakhir terjadinya
pemberontakan atau revolusi dalam suatu Negara akan menimbulkan perubahan.
Faktor eksternal yang menyebabkan terjadinya perubahan sosial ialah berkaitan dengan
lingkungan fisik yang ada di sekitar manusia seperti terjadinya bencana alam. Selanjutnya
adanya peperangan dengan negara lain yang berakibat negara yang kalah dalam peperangan akan
dipaksa tunduk dalam kebijakan negara yang menang dalam peperangan. Dan yang terakhir,
adanya pengaruh kebudayaan masyarakat lain.
Disamping adanya faktor pendorong terjadinya perubahan sosial, maka ada faktor penghambat
terjadinya perubahan sosial yaitu, kurangnya hubungan antar masyarakat, tertutupnya kehidupan
masyarakat yang menyebabkan sulit berkembangnya ilmu pengetahuan, masyarakat yang masih
mengagungkan tradisi lama.
Perubahan sosial yang terjadi dalam masyarakat pasti memiliki akibat yang ditimbulkan dari
perubahan itu sendiri. Masyarakat merupakan suatu organisasi yang terdiri dari unsur-unsur yang
merupakan satu kesatuan yang disebut juga sebagai sistem. Apabila dalam suatu sistem salah
satu unsurnya tidak berfungsi dengan baik, keseimbangan sistem akan terganggu secara
keseluruhan. Ketidakseimbangan atau ketidakserasian unsur dalam masyarakat akan
mengakibatkan timbulnya disorganisasi sosial yang lama-kelamaan berubah menjadi disintegrasi
sosial. Disorganisasi atau disintegrasi merupakan gejala sosial yang menggambarkan adanya
ketidaksesuaian dan ketidakserasian diantara unsur-unsur yang saling berbeda dalam kehidupan
sosial.
E. Sumber
Kun maryati dan juju suryawati, sosiologi untuk sma dan ma kelas xii, esis, 2006.
PERANGKAT PENILAIAN

D. Ranah Kognitif
No Butiran soal Skor
1 Faktor pendorong perubahan sosial adalah ... dan ... 15
2 Penemuan baru dibedakan menjadi ... dan ... 30
3 Penyebaran kebudayaan dari satu daerah ke daerah lain disebut... 15
4 Masuknya sebuah kebudayaan yang dilakukan dengan cara
damai disebut ...
20
5 Percampuran dua kebudayaan yang menghasilkan kebudayaan
baru yang berbeda dari keduanya disebut ...
20
Total Skor 100

Kunci jawaban :
1. Faktor internal dan eksternal
2. Discovery dan invention
3. Difusi
4. Penetration pasifique
5. Sintesis







E. Ranah Afektif
No Aspek yang dinilai Skor
1 Kedisiplinan dalam berpakaian 1 2 3 4 5
2 Kesungguhan dalam belajar 1 2 3 4 5
3 Kreativitas dalam memecahkan masalah 1 2 3 4 5
4 Aktivitas di dalam kelas 1 2 3 4 5
5 Kerjasama di dalam mengerjakan tugas kelompok 1 2 3 4 5
Total Skor

F. Ranah Psikomotorik
No Aspek yang Dinilai Skor
1 Efektifitas penggunaan alat/bahan 1 2 3 4 5
2 Ketepatan waktu dalam penyelesaian tugas 1 2 3 4 5
3 Kesungguhan dan kedisplinan kerja 1 2 3 4 5
4 1 2 3 4 5
5 1 2 3 4 5
Total Skor












Oleh Sielviana
Rencana Pembelajaran Sosiologi

Mata Pelajaran : Sosiologi
Kelas/Semester : XII IPS/1
Petemuan Ke : I
Alokasi Waktu : 30 menit
Standar Kompetensi : 1.1 Memahami Dampak Peubahan Sosial modernisasi dan globalisasi
1.2 Menganalisis dampak perubahan sosial terhadap kehidupan
masyarakat
Kompetensi Dasar : Mendeskripsikan Perubahan Sosial di Masyarakat
Indikator :
1. Ranah kognitif
1. Mengidentifikasikan dampak perubahan sosial modernisasi dan globalisasi
2. Mendeskripsikan pengertian dampak perubahan modernisasi dan globalisasi
3. Menganalisis dampak perubahan sosial modernisasi dan globalisasi

2. Ranah Afektif
1. Siswa dapat menyebutkan faktor penyebab dampak perubahan modernisasi dan
globalisasi
2. Siswa mampu menghargai dampak perubahan modernisasi dan globalisasi
3. Siswa dapat mengemukakan pemikiran tookoh sosiologi dari dampak perubahan
sosial

3. Ranah Psikomotorik
1. Siswa dapat membedakan positif dan negatif dampak perubahan modernisasi dan
globalisasi
2. Siswa mampu beradaptasi dampak perubahan globalisasi dan modernisasi
3. Siswa mampu memberikan respon terhadap dampak perubahan modernisasi dan
globalisasi







I. Tujuan Psikomotorik
A. Ranah Kognitif;
Setelah mempelajari materi pelajaran tentang Perubahan Sosial siswa di harapkan
1. Mengidentifikasikan dampak perubahan sosial modernisasi dan globalisasi
2. Mendeskripsikan pengertian dampak perubahan modernisasi dan globalisasi
3. Menganalisis dampak perubahan sosial modernisasi dan globalisasi

B. Ranah Afektif;
Setelah mempelajari materi pelajaran tentang Dampak Perubahan Sosial akibat
Modernisasi dan Globalisasi siswa di harapkan
1. Siswa dapat menyebutkan faktor penyebab dampak perubahan modernisasi dan
globalisasi
2. Siswa mampu menghargai dampak perubahan modernisasi dan globalisasi
3. Siswa dapat mengemukakan pemikiran tookoh sosiologi dari dampak perubahan
sosial

C. Ranah Psikomotorik;
setelah mempelajari materi pembelajaran tentang perubahan sosial akibat modernisasi
dan globalisasi diharapkan siswa;
1. Siswa dapat membedakan positif dan negatif dampak perubahan modernisasi dan
globalisasi
2. Siswa mampu beradaptasi dampak perubahan globalisasi dan modernisasi
3. Siswa mampu memberikan respon terhadap dampak perubahan modernisasi dan
globalisasi
II. Materi Pembelajaran
Dampak perubahan sosial modernisasi dan globalisasi menyebakan perubahan sosial
budaya di setiap masyarakat yang ada di dunia. Perubahan-perubahan tersebut dapat
menimbukan berbagai dampak dalam bidang sosial, dan bidudaya, politik, ekonomi, dan
bidang-bidang lainnya.

III. Metode Pembelajaran
Keliling kelompok

IV. Langkah langkah Pembelajaran;
A. Kegiatan Awal;
1. Memprsiapkan proses Pembelajaran
2. Menyampaikan tujuan pembelajaran
3. Melakukan appresiasi

B. Kegiatan inti;
1. Tahap Eksplorasi
Siswa ditugasi membuat makalah dari materi pembelajaran Modernisasi dan
Globalisasi.
2. Tahap elaborasi
Guru mengulas kembali materi yang telah ditugaskan kepada siswa dan
memberikan tugas untuk menyelesaikan tugas yang diberikan oleh guru.
3. Tahap Konfirmasi :
guru mengulas dan menyimpulkan materi pembelajaran yang belum dikuasai oleh
siswa dan guru mempersilahkan siswa untuk bertanya mengenai materi yang
belum dikuasai oleh siswa.

C. Kegiatan akhir :
- Membuat rangkuman dengan melibatkan siswa.
- Memantau keberhasilan belajar siswa
- .Tindak lanjut (arahan, pemberian tugas, dsb.)

V. Sumber dan Media Pembelajaran
A. Sumber atau judul : Sosiologi untuk SMA dan MA Kelas XII
Pengarang : H. Nursal Luth dan Daniel Fernandez
Penerbit : PT. Galaxy puspa mega
Tahun : 2006

B. Media :
- Laptop
- LCD
- Buku
- Infokus
- Papan tulis
- Power point

VI. Penilaian
1. Penilaian proses belajar
D. Teknik Penilaian
3. Tes tertulis
4. Diskusi kelompok mengenai perubahan sosial.


Penilaian melalui instrumen sebagai berikut :
Indikator Pencapaian
Teknik
Penilaian
Bentuk
Instrumen
Contoh Instrumen
Membuat anasisis masalah
sosial yang sesuai dengan
isi pembahasan

Tertulis dan
penampilan
Uraian dan
Lembar
observasi
Buatlah kasus berdasarkan
penjelasan yang didengar!
Jelaskan secara lisan
mengenai dampak perubahan
sosial modernisasi dan
globalisasi yang di buat.


2. Penilaian hasil belajar
Soal/Instrumen :
1. Sebutkan syarat-syarat modernisasi menurut Soerjono Soekanto ?
2. Jelaskan pengertian globalisasi ?
3. Apa saja factor-faktor pendukung globalisasi ?
4. Jelaskan pengertian globalisasi menurut Reinhard Bendix ?
5.Apa pendapat kalian tentang seseorang yang melakukan proses modernisasi ?

Jawab :
1.- Berpikir ilmiah yang sudah melembaga dan tertanam kuat di kalangan
pemegang kekuasaan maupun di kalangan masyarakat
- Sistem administrasi negara yang baik dan benar-benar mewujudkan birokrasi.
-Adanya sistem pengumpulan data yang baik dan teratur yang terpusat pada suatu
lembaga atau tertentu. (Skor 20)

2. Fenomena yang bersama-sama mempengaruhi dan dipengaruhi oleh factor
politik, ekonomi sosial, budaya, dan bidang-bidang kehidupan lainnya. (Skor 20)

5. - Berkembang pesatnya teknologi komunikasi
- Integrasi ekonomi dunia (Skor 20)

6. Bentuk perubahan sosial yang berkembang dari revolusi industri di inggris
(1760-1830) dan revolusi perancis (1789-1794) (Skor 20)

7. - Hidup lebih praktis atau lebih nyaman
- Meningkatkan efisien kerja
- Mendapatkan sesuatu yang lebih bermutu, lebih bagus, dan lebih baik.
(Skor 20)

Pedoman Penilaian Kepribadian


Keterangan :
a = sangat baik
b = baik
c = cukup baik
d = kurang baik
e = sangat kurang


Jakarta,
Guru Mata Pelajaran



Sielviana









Nama Siswa
Tekun Tanggung jawab Peduli Jujur
a B c d E a b c d e a b c d e a b c d e
1.
2.
3.
4.
5.
BAHAN AJAR
A. Standar Kompetensi : Memahami dampak perubahan sosial modernisasi dan
globalisasi

B. Kompetensi Dasar : Mendeskripsikan dampak perubahan sosial modernisasi
dan globalisasu di masyarakat

C.Indikator Kompetensi : 1.1 Memahami Dampak Peubahan Sosial modernisasi dan
globalisasi
1.2 Menganalisis dampak perubahan sosial terhadap kehidupan
masyarakat
Kognitif :
1. Mengidentifikasikan dampak perubahan sosial modernisasi dan globalisasi
2. Mendeskripsikan dampak perubahan modernisasi dan globalisasi
3. Menganalisis dampak perubahan sosial modernisasi dan globalisasi

Afektif
1. Siswa dapat menyebutkan faktor penyebab dampak perubahan modernisasi dan
globalisasi
2. Siswa mampu menghargai dampak perubahan modernisasi dan globalisasi
3. Siswa dapat mengemukakan pemikiran tookoh sosiologi dari dampak perubahan
sosial

Psikomotorik
1. Siswa dapat membedakan positif dan negatif dampak perubahan modernisasi
dan globalisasi
2. Siswa mampu beradaptasi dampak perubahan globalisasi dan modernisasi
3. Siswa mampu memberikan respon terhadap dampak perubahan modernisasi dan
globalisasi

C. Uraian materi atau bahan ajar
Dampak perubahan sosial modernisasi dan globalisasi menyebakan perubahan sosial
budaya di setiap masyarakat yang ada di dunia. Perubahan-perubahan tersebut dapat
menimbukan berbagai dampak dalam bidang sosial, dan bidudaya, politik, ekonomi, dan
bidang-bidang lainnya. Dalam proses modernisasi terjadi di mana-mana, baik negara-
negara maju maupun negara-negara berkembang. Orang melakukan proses modernisasi
karena terdorong oleh keinginan-keinginan untuk, hidup lebih praktis dan nyaman,
meningkatkan efisiensi kerja, mendapatkan sesuatu yang lebih banyak (nilai tambah),
lebih bermutu, lebih bgaus, lebih hemat tenaga dan lebih baik. Sedangkan globalisasi
merupakan fenomena yang bersama-sama mempengaruhi dan dipengaruhi oleh factor
politik,ekonomi sosi, budaya dan bidang-bidang kehidupan lainnya.

Selain itu ada dua faktor pendukung munculnya globalisasi yaitu, berkembang pesatnya
teknologi komunikasi dan adanya integrasi ekonomi dunia. Dalam kurun waktu, salah
satu alat komunikasi yang sangat berkembang dengan pesat adalah internet . semkain
banyak pengguna internet berarti semakin deras arus informasi bergerak dari belahan
dunia yang satu kebelahan dunia yang lain. Proses globalisasi juga dipacu oleh sistem
perekonomian dunia yang semakin terintegrasi. Kerja sama antar perusahaan dari negara
yang berbeda dan bergabung dalam distribusi dunia sudah hal yang umum dewasa ini.

Selain ada factor yang mendukung globalisasi, ada sejumlah factor yang menyebabkan
meningkatnya globalisasi, ada sejumlah factor yang menyebabkan meningkatnya
globalisasi. Sebab-sebab meningkatnya globaliosasi antara lain perubahan politik dunia,
aliran informasi yang cepat dan luas, dan berkembangnya perusahaan-perusahaan
multinasional.

D. Sumber:
Buku Sosiologi untuk SMA dan MA Kelas XII.2006.H. Nursal Luth dan Daniel
Fernandez.
















Berikut ini format penilaian diskusi kelompok.

Keterangan: nilai maksimal 20
Penilaian Berdasarkan Jumlah Skor:
86-100 = Sangat Baik
71-85 = Baik
51-70 = Cukup
26-50 = Kurang
0-25 = Sangat Kurang



No. Nama
ASPEK PENILAIAN
Total
nilai
Presentasi
Sikap Keaktifan Wawasan
Kemampuan
mengemukakan
pendapat
Kerja
sama




Oleh Sinta dwi fajriah
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
Mata Pelajaran : Sosiologi
Kelas / Semester : XII (Dua Belas)/ I (Ganjil)
Pertemuan Ke- :11
Alokasi Waktu : 30 menit
Standar Kompetensi : Memahami dampak perubahan sosial
Kompetensi Dasar : menjelaskan proses perubahan sosial di masyarakat
Indicator :
Aspek Kognitif
1. Siswa mampu mendeskripsikan gejala modernisasi dan globalisasi di Indonesia
2. siswa mampu mendeskripsikan dampak modernisasi dan globalisasi di Indonesia
3. siswa dapat menjelaskan tentang tantangan masa depan bangsa
aspek Afektif
1. siswa memiliki sikap terbuka terhadap pendapat orang lain
2. siswa memiliki sikap toleransi terhadap perbedaan
3. siswa dapat memebrikan respon mengenai modernisasi
Aspek Kognitif
1. siswa mampu berpikir kritis
2. siswa mampu mengungkapkan pendapatnya
3. siswa mampu menyaring budaya-budaya luar yang masuk

I. Tujuan Pembelajaran
A. Aspek Kognitif
1. Setalah mengikuti proses pembelajaran siswa dapat mendeskripsikan gejala
modernisasi dan globalisasi di Indonesia dengan baik.
2. Setelah mengikuti proses pembelajaran siswa dapat mendeskripsikan dampak
modernisasi dan globalisasi di Indonesia dengan baik
3. Setelah mengikuti proses pembelajaran siswa dapat menjelaskan tentang
tantangan terhadap masa depan dengan baik
B. Aspek Afektif
1. Setelah mengikuti proses pembelajar siswa memiliki sikap terbuka terhadap
pendapat orang lain
2. Setelah mengkuti proses pembelajaran siswa memiliki sikap toleransi terhadap
perbedaan
3. Setelah mengikuti proses belajar siswa mampu memberikan respon mengenai
modernisasi
C. Aspek Psikomotorik
1. Setelah mengikuti proses pembelajran siswa mampu berpikir kritis
2. Setelah menhikuti proses pembelajaran siswa mampu mengungkapkan
pendapatnya
3. Setelah mengikuti proses pembelajaran siswa mampu menyaring budaya-
budaya luar yang masuk
II. Materi Pembelajaran
Gejala Modernisasi dan Globalisasi di Indonesia
Dampak Modernisasi Dan Globalisasi Di Indonesia
Tantangan Masa Depan Bangsa
III. Metode Pembelajaran
Ceramah
Tanya Jawab
IV. Langkah Pembelajaran
A. Kegiatan awal
1. Mempersiapkan proses pembelajaran
2. Menyampaikan tujuan pembelajaran
3. Melakukan appersepsi
B. Kegiatan Inti
1. Tahap eksplorasi
Siswa mencari informasi yang berkaitan dengan materi pembelajaran yang
akan di gunakan pada kegiatan belajar dari berbagai sumber.
2. Tahap Elaborasi
a. Siswa mendengar penjelasa guru megenai Gejala Modernisasi dan
Globalisasi di Indonesia
b. Siswa mendengarkan penjelasan dari guru mengenai Dampak Modernisasi
dan Globalisasi di Indonesia,
c. Siswa dapat menjawab pertanyaan mengenai Modernisasi dan Globalisasi
3. Tahap Konfirmasi
a. mengulas materi pembelajaran
b. Guru memberikan kesempatan pada siswa untuk mengajukan pertanyaan
tentang materi yang telah disampaikan oleh guru
C. Kegiatan akhir
1. Membuat rangkuman dengan melibatkan siswa
2. Memantau keberhasilan belajar siswa
3. Membuat kesimpulan dari materi yang telah disampaikan oleh guru
V. Sumber dan Media belajar
a. Sumber
Sosiologi untuk SMA dan MA kelas XII. Kun Maryati dan Juju
Suryawati,Essis,Jakarta: 2007
b. Media
Power Point
VI. Penilaian
Butir Soal
1. Perkembangan alat-alat komunikasi seperti handphone, faksimili dan internet
adalah bagian dari gejala globalisasi di bidang.
2. Munculnya system pemerintahan demokrasi di Indonesia adalah bagian dari
modernisasi di bidang.
3. Organisasi perdagangan dunia dikenal dengan sebutan
4. Sebutkan dampak negatif dalam pembangunan
5. Sebutkan dampak dari urbanisasi
6. Ketidaksamaan pertumbuhan ekonomi di dalam masyarakat disebut
sebagai.
7. Alasan orang untuk urbanisasi atau berpindah ke daerah perkotaan adalah
karena.
8. Berusaha mencegah terjadinya globalisasi karena ada anggapan bahwa hal itu
merupakan bentuk penjajahan barat dan serangan terhadap kemurnian budaya
dan agama mereka adalah sikap sebagian kelompok
9. Masyarakat di Negara berkembang tidak selalu menjadi korban dari
globalisasi karena globalisasi juga bisa membuat masyarakat di Negara
berkembang atau Negara dunia ketiga menjadi.
10. Menurut Cohen dan Kennedy, percampuran unsure-unsur global disebut
sebagai.

Bobot skor
1. 5
2. 5
3. 5
4. 20
5. 25
6. 10
7. 10
8. 10
9. 10
10. 10
Kunci jawaban
1. Bidang teknologi
2. Bidang politik
3. WTO
4. Ketidaksiapan masyarakat menghadapi perubahan dan juga karena buruknya
perencanaan pembangunan yang dilakukan oleh para agennya.
5. a. semakin berkurangnnya penduduk desa
b.terjadi ledakan penduduk di daerah perkotaan
c.munculnya masalah kriminalitas yang semakin meningkat di daerah
perkotaan
6. kesenjangan ekonomi
7. daya tarik ekonomi yang cukup besar di perkotaan
8. religius dan etnik
9. maju
10. krolisasi





























BAHAN AJAR
A. Standar Kompetensi : Memahami dampak perubahan social
B. Kompetensi dasar : menjelaskan proses perubahan social di masyarakat
C. Indikator :
Aspek Kognitif
4. Siswa mampu mendeskripsikan gejala modernisasi dan globalisasi di Indonesia
5. siswa mampu mendeskripsikan dampak modernisasi dan globalisasi di Indonesia
6. siswa dapat menjelaskan tentang tantangan masa depan bangsa
aspek Afektif
1. siswa memiliki sikap terbuka terhadap pendapat orang lain
2. siswa memiliki sikap toleransi terhadap perbedaan
3. siswa dapat memebrikan respon mengenai modernisasi
Aspek Kognitif
4. siswa mampu berpikir kritis
5. siswa mampu mengungkapkan pendapatnya
6. siswa mampu menyaring budaya-budaya luar yang masuk

D. Uraian Materi :
MODERNISASI dan GLOBALISASI
Gejala Modernisasi dan Globalisasi di Indonesia
Pada saat ini, di Indonesia, masyarakat telah mengalami modernisasi dan
globalisasi. Alat-alat modern telah banyak digunakan diindonesia. Selain itu, informasi
dari Negara lain juga dapat kita peroleh dengan cepat dan mudah. Hal itu menunjukan
Indonesia merupakan salah satu Negara yang juga mengalami gejala modernisasi dan
globalisasi, hampir semua bidang mengalami gejala modernisasi dan globalisasi. Bidang
ilmu pengetahuan dan teknologi. Kemajuan ilmu pengetahuan selalu diikuti dengan
kemajuan teknologi. Hal ini terbukti dengan adanya penemuan dalam bidang teknologi
guna memenuhi kebutuhan hidup manusia dalam melakukan berbagai aktivitas sehari-
hari.
Bidang ekonomi. Tujuan dari modernisasi yang dilakukan di berbagai Negara di
dunia, khususnya Indonesia, adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya.
Sasaran yang ingin dicapai dalam modernisasi ekonomi adalah, meningkatnya tarap
hidup, terlepas dari ketergantungan terhadap orang lain, dan meningkatnya produksi
barang-barang industry dan jasa.
Bidang politik. Di Indonesia, modernisasi politik mengalami perkembangan
pasang surut. Perkembangan itu dimulai dengan bentuk demokrasi liberal, demokrasi
terpimpin, dan demokrasi pancasila. Keberhasilan pembangunan politik dan kenegaraan
memantapkan tatanan kehidupan politik dan kenegaraan yang berdasarkan demokrasi
pancasila, memantapkan perkembangan organisasi social politik dan kemasyarakatan,
serta mendorong peningkatan kesadaraqn berpolitik rakyat.
Bidang agama. Masyarakat Indonesia sering dikatakan sebagai masyarakat
religious karena warga masyarakatnya hidup dengan berpedoman pada kaidah-kaidah
agama. Sebagai masyarakat yang religius, modernisasi dalam kehidupan beragama sangat
perlu. Modernisasi itu mencakup modernisasi fisik dan no-fisik, sehingga terdapat
kesiimbangan dalam membangun kehidupan di dunia dan di akhirat.
Dampak Modernisasi dan Globalisasi di Indonesia

Jika kita lihat realitas social di masyarakat, banyak kita temui permasalahan sebagai
akibat dan konsekuensi dari pembangunan. Sebetulnya pembangunan harus
menghasilkan sesuatu yang lebih baik dari kondisi sebelumnya. Namun kenyataanya
pembangunan dilakukan dengan berbagai kekurangan, akibatnya dampak dari
pembangunan lebih dominan dari prestasi pembangunan. Pada dasarnya dampak negatif
dari pembangunan terjadi karena ketidaksiapan masyarakat menghadapi perubahan-
perubahan yang ditimbulkan oleh pembangunan tersebut.
1. Urbanisasi
2. Kesenjangan sosial ekonomi.
3. Pencemaran lingkungan alam.
4. Kriminalitas
5. Lunturnnya eksistensi jati diri bangsa

Tantangan masa depan bangsa

Tantangan globalisasi dan modernisasi merupakan tantangan bagi masa depat bangsa
kita. Ada berbagai macam reaksi masyarakat sebagai respon mereka terhadap arus
globalisasi dan modernisasi ini. Sementara itu, berkaitan dengan pendapat beberapa
kalangan tentang globalisasi sebagai sebuah bentuk penjajahan budaya.
Sumber: Sosiologi untuk SMA dan MA kelas XII. Kun Maryati dan Juju
Suryawati,Essis,Jakarta: 2007


PERANGKAT PENILAIAN
A. Penilaian Aspek Kognitif

N
o.
Butir Soal Skor
1 Contoh modernisasi dalam masyarakat yang berkaitan dengan pola
prilaku adalah
a. Memakai pakaian yang serba minim
b. Berpikir rasional dan mendukung kemajuan iptek
c. Mengadakan pesta ulang tahun dengan mewah
d. Menyapa orang tua dengan sebutan mami dan papi
e. Mengutamakan uang dan barang

10
2 Hubungan efisiensi dengan produktivitas sangat erat karena..
a. Kegilaan kerja dari masyarakat
b. Hasil yang diinginkan sangat maksimal
c. Produktivitas yang tinggi dan disiplin yang kuat
d. Tanpa ada efisiensi kerja tidak mungkin produksi maksimal
e. Efisiensi dilandasi disiplin kerja yang tinggi

10
3 Modernisasi merupakan fase menuju industrialisasi karena di dalamnya
terdapat perubahan..
a. Peranan
b. Fungsi
c. Pola pikir
d. Status
e. Identitas
10
4 Faktor pendorong modernisasi yang dapat menghasilkan nilai tambah
adalah keinginan
a. hidup praktis dan nyaman
b. menghasilkan barang bermutu
c. meningkatkan efisiensi kerja
d. dapat bersaing dengan bangsa lain
e. mengurangi keterbelakangan dan kemiskinan
10
5 Salah satu syarat modernisasi adalah tingkat organisasi yang tinggi.
Maksudnya adalah
a. terciptanya disiplin
b. lahirnya birokrasi yang rumit
c. hilangnya suasana santai
10
d. adanya garis-garis komando
e. mudahnya mendapatkan data
6 Dorongan masyarakat untuk modernisasi adalah pendidikan karena
melalui pendidikan dapat dikembangkan unsure utama dalam modernisasi,
yaitu
a. sistem distribusi hasil
b. sistem organisasi sosial
c. sistem ilmu dan teknologi
d. sistem mata pencaharian
e. sistem produksi dan konsumsi
10
7 Contoh terwujudnya modernisasi dalam bidang ekonomi adalah..
a. lahirnya berbagai industry
b. timbulnya konglomerat
c. banyaknya penggusuran
d. para pengusaha semakin kaya
e. banyaknya protes masyarakat
10
8 Hubungan industrialisasi dan urbanisasi sangat erat karena
a. urbanisasi disebabkan oleh kesempatan kerja di bidang industri di
kota
b. industrialisasi selalu ditunjang oleh jumlah penduduk yang banyak
c. industrialisasi hanya membutuhkan ilmu dan teknologi modern
d. urbanisasi menyebabkan perlunya pengembangan berbagai jenis
industry
e. industry biasanya dibangun di kota dan membutuhkan tenaga kerja
10
9 Kemampuan putra-putri bangsa Indonesia mengelola industri strategi
merupakan contoh adanya hubungan penguasaan
a. modal dan industry
b. iptek dan industry
c. industry dan urbanisasi
d. industry dan ekonomi
e. modernisasi dan globalisasi
10
1
0
Industrialisasi dapat terlaksana apabila masyarakat
a. menguasai iptek
b. memiliki modal
c. membuat perencanaan
d. sudah terintegrasi
e. menguasai budaya barat
10
5Total skor 100

Kunci jawaban:
1. b. Berpikir rasional dan mendukung kemajuan iptek
2. c. produktivitas yang tinggi dan disiplin yang kuat
3. c. Pola pikir
4. d. dapat bersaing dengan bangsa lain
5. a. terciptanya disiplin
6. c. sistem ilmu dan teknologi
7. a. lahirnya berbagai industry
8. a. urbanisasi disebabkan oleh kesempatan kerja di bidang industri di kota
9. b. iptek dan industry
10. a. menguasai iptek
B. Penilaian Aspek Afektif
no
mer
Aspek Yang Dinilai Skor
1 Kedisiplinan 20
2 Tanggung jawab 20
3 Kesopanan 20
4 Kerapian 20
5 Kehadiran 20
Total skor 100

C.ranah psikomotorik
N
o.
Aspek yang dinilai skor
1 Efektifitas penggunaan alat/bahan 20
2 Ketepatan waktu dalam penyelesaian tugas 20
3 Kesungguhan dan kedisiplinan kerja 20
4 Tanggung jawab terhadap tugas 20
5 Keaktifan di dalam kelas 20
Total skor 100

























Oleh Siti sutianah dewi
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Mata Pelajaran : Sosiologi
Kelas/ Semester : XII IPS/ 1 (ganjil)
Pertemuan ke : 3 (tiga)
Alokasi waktu : 30 menit
Standar Kompetensi : Memahami lembaga sosial
Kompetensi Dasar : 1. Menjelaskan hakikat lembaga sosial
2. Mendeskripsikan tipe-tipe lembaga sosial

Indikator : 1. Ranah Kognitif
- Menjelaskan pengertian lembaga sosial
- Mengidentifikasi karakteristik lembaga sosial
- Mendeskripsikan jenis lembaga sosial
2. Ranah Afektif
- Memiliki sikap toleransi terhadap perbedaan
- Menghargai aturan yang ada pada lembaga sosial
- Mampu memberikan respon terhadap keputusan yang dibuat oleh
lembaga sosial.
3. Ranah Psikomotorik
- Turut aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler di sekolah
- Mematuhi norma yang berlaku pada lembaga sekitar

I. Tujuan Pembelajaran
A. Ranah Kognitif
Setelah mempelajari materi pelajaran tentang lembaga sosial, diharapkan siswa mampu:
1. Menjelaskan pengertian lembaga sosial dengan lengkap
2. Mengidentifikasikan 6 karakteristik lembaga sosial
3. Mendeskripsikan 5 jenis lembaga sosial
B. Ranah Afektif
Setelah mempelajari materi pelajaran tentang lembaga sosial, diharapkan siswa mampu:
1. Memiliki sikap toleransi terhadap perbedaan
2. Menghargai aturan yang ada pada lembaga sosial
3. Mampu memberikan respon terhadap keputusan yang dibuat oleh lembaga sosial.
C. Ranah Psikomotorik
Setelah mempelajari materi pelajaran tentang lembaga sosial, diharapkan siswa mampu:
1. Turut aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler di sekolah
2. Mematuhi norma yang berlaku pada lembaga sekitar
II. Materi Pembelajaran
A. Lembaga sosial adalah sekumpulan norma yang tersusun secara sistematis yang
dibentuk dalam rangka memenuhi berbagai kebutuhan hidup manusia yang bersifat
khusus.
B. Karakteristik lembaga sosial: memiliki simbol, memiliki tata tertib dan tradisi, usianya
lebih lama, memiliki alat kelengkapan, memiliki ideologi, memiliki tingkat
kekebalan/daya tahan.
C. Jenis-jenis lembaga sosial: lembaga keluarga, lembaga pendidikan, lembaga agama,
lembaga politik, lembaga ekonomi.
D. Fungsi lembaga sosial: fungsi manifes, fungsi laten.

III. Metode Pembelajaran
A. Ceramah
B. Tanya jawab
C. Diskusi kelompok dengan model pembelajaran Artikulasi

IV. Langkah-langkah Pembelajaran
A. Kegiatan awal:
1. Mempersiapkan proses pembelajaran
2. Menyampaikan tujuan pembelajaran
3. Melakukan appersepsi
B. Kegiatan inti:
1. Tahap eksplorasi
Siswa ditugasi mencari informasi mengenailembaga sosial yang ada di sekitar
mereka, yang berisi jenis lembaga sosial, ciri-cirinya serta fungsinya.

2. Tahap elaborasi
- guru menjelaskan materi mengenai hakekat lembaga sosial dan jenis-jenis lembaga
sosial serta fungsinya dalam kehidupan sehari-hari.
- guru mempersilakan siswa untuk bertanya atau menanggapi materi yang baru
diberikan
- untuk mengetahui daya serap siswa, guru membentuk kelompok berpasangan dua
orang
- menugaskan salah satu siswa dari setiap pasangan untuk menceritakan kembali
materi yang sudah disampaikan guru, dan sambil mendengarkan penuturan
temannya, siswa diminta untuk mencatat konsep-konseep penting minimal 5 kata
kunci. Setelah itu, dilakukan secara bergantian.

3. Tahap konfirmasi
- guru menanggapi beberapa cerita yang sudah disampaikan secara berpasangan
- siswa diberikan kesempatan untuk bertanya dan mengajukan pendapat

C. Kegiatan akhir:
1. Membuat rangkuman dengan melibatkan siswa.
2. Memantau keberhasilan belajar siswa.
3. Tindak lanjut (arahan, pemberian tugas, dsb.).

V. Sumber dan Media Pembelajaran
A. Sumber:
Kun Maryati, Juju Suryawati. 2007. Sosiologi untuk SMA dan MA Kelas XII. Jakarta:
Erlangga.

B. Media Pembelajaran:
1. LCD
2. Laptop
3. File Power Point

VI. Penilaian

A. Penilaian Hasil
N
o.
Pertanyaan Sk
or
1
.
Jelaskan pengertian lembaga sosial dengan jelas dan
lengkap!
10
2
.
Sebutkan 6 karakteristik lembaga sosial dan berikan
contohnya!
20
3 Jelaskan fungsi manifes dan laten dari lembaga 15
. pendidikan!
4
.
Saat ini, banyak konflik yang dilatarbelakangi karena
masalah agama. Menurut anda, apakah itu karena tidak
befungsinya lembaga agama? Jelaskan!
30
5
.
Apakah perbedaan lembaga pendidikan dan lembaga
keluarga dalam mendidik seseorang?
25

Kunci jawaban:
1. Lembaga sosial adalah sekumpulan norma yang tersusun secara sistematis yang
dibentuk dalam rangka memenuhi berbagai kebutuhan hiddup manusia yang bersifat
khusus.
2. - Memiliki simbol sendiri
Contoh: dalam lembaga keluarga, terdapat simbol cincin kawin
- Memiliki tata tertib dan tradisi
Contoh: dalam keluarga, terdapat aturan untuk menghormati yang lebih tua dan
menghargai yang muda
- Usianya lebih lama
Contoh: dalama lembaga keluarga, sistem pertunangan atau pewarisan sudah ada
sejak dahulu dan hingga sekarang masih dianut masyarakat
- Memiliki alat kelengkapan
Contoh: buku dalam lembaga pendidikan merupakan alat untuk melakukan
kegiatan pembelajaran
- Memiliki ideologi
Contoh: partai dalam lembaga politik meiliki ideologi masing-masing
- Memiliki tingkat kekebalan/daya tahan
Contoh: lembaga pendidikan memiliki kurikulum yang mengatur kegiatan belajar
mengajar
3. Fungsi manifes:
- mempersiapkan anggota masyarakat untuk mencari nafkah
- mengembangkan bakat perseorangan
- melestarikan kebudayaan
- menanamkan keterampilan yang perlu bagi partisipasi dalam demokrasi.
Fungsi Laten:
- mengurangi pegendalian orang tua
- menyediakan sarana untuk pembangkangan
- mempertahankan sistem kelas sosial
- memperpanjang masa demokrasi

4. Salah satu tujuan lembaga agama adalah menciptakan hubungan yang harmonis
antara manusia dengan Tuhannya, sesamanya dan lingkungannya. Konflik
antarumat beragama yang sering muncul tidak hanya karena tidak berfungsinya
lembaga agama. Hal itu karena adanya perbedaan-perbedaan dalam agama dan
manusia sebagai penganutnya tidak bisa bersikap toleransi dan karena saking
fanatiknya sehingga mereka menganggap bahwa agamanyalah yang paling benar.
Selain itu, konflik-konflik agama juga banyak dipengaruhi faktor lain seperti politik
dan ekonomi.
5. Perbedaan lembaga keluarga dan lembaga pendidikan dalam mendidik seseorang
ialah lembaga keluarga menduduki peran sebagai agen sosialisasi primer dimana
keluarga merupakan agen yang pertama menanamkan nilai-nilai dan norma kepada
seseorang, yang diajarkan juga lebih banyak merupakan nilai-nilai kehidupan
tentang bagaimana seharusnya bertindak (afektif). Sedangkan lembaga pendidikan
merupakan agen sosialisasi sekunder dimana lembaga pendidikan ini mendidik
seseorang tidak hanya tentang nilai-nilai aektif tapi juga berupa ilmu pengetahuan.
Lembaga pendidikan juga lebih memiliki kaidah tersusun dibandingkan lembaga
keluarga yang disebut kurikulum.

B. Penilaian Proses
N
o.
Aspek yang dinilai Skor
1. Disiplin 1 2 3 4
5
2. Kreativitas 1 2 3 4
5
3. Kesungguhan 1 2 3 4
5
4. Aktivitas 1 2 3 4
5
5. Kerja sama 1 2 3 4
5
Total Skor


N
o.
Aspek yang dinilai Skor
1. Efektifitas penggunaan
alat/bahan
1 2 3 4
5
2. Ketepatan waktu dalam
penyelesaian tugas
1 2 3 4
5
3. Kesungguhan dan kedisiplinan
kerja
1 2 3 4
5
4. Kemampuan mengutarakan
pendapat
1 2 3 4
5
5. Kemampuan menyimak dan
mendengarkan
1 2 3 4
5
Total Skor




Jakarta, 18 September 2012
Guru Mata Pelajaran


_________________
Siti Sutianah Dewi












BAHAN AJAR

A. Standar Kompetensi : Memahami lembaga sosial
B. Kompetensi Dasar : 1. Menjelaskan hakikat lembaga sosial
2. Mendeskripsikan tipe-tipe lembaga sosial

C. Indikator : 1. Ranah Kognitif
- Menjelaskan pengertian lembaga sosial
- Mengidentifikasi karakteristik lembaga sosial
- Mendeskripsikan jenis lembaga sosial
2. Ranah Afektif
- Memiliki sikap toleransi terhadap perbedaan
- Menghargai aturan yang ada pada lembaga sosial
- Mampu memberikan respon terhadap keputusan yang dibuat
oleh lembaga sosial.
3. Ranah Psikomotorik
- Turut aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler di sekolah
- Mematuhi norma yang berlaku pada lembaga sekitar

D. Uraian Materi/Bahan Ajar
Lembaga sosial adalah sekumpulan norma yang tersusun secara sistematis yang
dibentuk dalam rangka memenuhi kebutuhan hidup manusia yang bersifat khusus. lembaga
sosial memiliki 2 fungsi, pertama ialah fungsi manifes (nyata) yang berarti fungsi lembaga
sosial yang disadari dan menjadi harapan banyak orang. Kedua, fungsi laten yaitu fungsi
lembaga sosial yang tidak disadari dan bukan menjadi tujuan utama banyak orang. Lembaga
sosial memiliki beberapa karakteristik, di antaranya: memiliki simbol sendiri, memiliki tata
tertib dan tradisi, usianya lebih lama, memiliki alat kelengkapan, memiliki ideologi,
memiliki tingkat kekebalan/daya tahan.
Jenis-jenis Lembaga sosial: 1) lembaga keluarga, keluarga merupakan unit satuan
terkecil yang terdiri atas ayah, ibu dan anak. Pada umumnya keluarga terbentuk melalui
perkawinan yang sah menurut agama, hukum dan adat. Fungsi kelurga antara lain adalah
fungsi reproduksi, sosialisasi, afeksi, ekonomi, pengawasan sosial, proteksi dan pemberian
status. 2) lembaga pendidikan, ada 2 lembaga pendidikan yaitu formal dan non-formal.
Fungsi manifes pendidikan antara lain: mempersiaapkan anggota masyarakat untuk mencari
nafkah, mengembangkan bakat perseorangan, melestarikan kebudayaan, menanamkan
keterampilan. Sementara fungsi laten pendidikan ialah mengurangi pengendalian orang tua,
menyediakan sarana unuk pembangkangan, mempertahankan sistem kelas sosial,
memperpanjang masa remaja. 3) lembaga politik, ialah perangkat aturan dan status yang
mengkhususkan diri pada pelaksanaan kekuasaan dan wewenang.lembaga politik berkaitan
dengan masalah-masalah bentuk negara, bentuk pemerintahan, dan bentuk kekuasaan.
Fungsi lembaga politik antara lain ialah emelihara ketertiban di dalam, menjaga keamanan
di luar, mengusahakan kesejahteraan umum, mengatur proses politik. 4) lembaga ekonomi,
lembaga ini mengatur pembagian kerja dalam kehidupan. Tujuan dan fungsi lembaga
manusia ialah memberi pedoman untuk mendapatkan bahan pangan, untuk melakukan
pertukaran barang, tentang harga jual beli barang, unuk menggunakan tenaga kerja, tentang
cara pengupahan dan tentang cara pemutusan hubungan kerja. 5) tujuan lembaga agama
adalah menciptakan hubungan yang harmonis antara manusia dan Tuhannnya, sesamanya
dan lingkungannya.

E. Sumber:
Kun Maryati, Juju Suryawati. 2007. Sosiologi untuk SMA dan MA Kelas XII. Jakarta:
Erlangga.



























PERANGKAT PENILAIAN

Ranah Kognitif:
N
o.
Pertanyaan Sk
or
1
.
Jelaskan pengertian lembaga sosial dengan jelas dan
lengkap!
10
2
.
Sebutkan 6 karakteristik lembaga sosial dan berikan
contohnya!
20
3
.
Jelaskan fungsi manifes dan laten dari lembaga
pendidikan!
15
4
.
Saat ini, banyak konflik yang dilatarbelakangi karena
masalah agama. Menurut anda, apakah itu karena tidak
befungsinya lembaga agama? Jelaskan!
30
5
.
Apakah perbedaan lembaga pendidikan dan lembaga
keluarga dalam mendidik seseorang?
25

Kunci jawaban:
1. Lembaga sosial adalah sekumpulan norma yang tersusun secara sistematis yang
dibentuk dalam rangka memenuhi berbagai kebutuhan hiddup manusia yang bersifat
khusus.
2. - Memiliki simbol sendiri
Contoh: dalam lembaga keluarga, terdapat simbol cincin kawin
- Memiliki tata tertib dan tradisi
Contoh: dalam keluarga, terdapat aturan untuk menghormati yang lebih tua dan
menghargai yang muda
- Usianya lebih lama
Contoh: dalama lembaga keluarga, sistem pertunangan atau pewarisan sudah ada
sejak dahulu dan hingga sekarang masih dianut masyarakat
- Memiliki alat kelengkapan
Contoh: buku dalam lembaga pendidikan merupakan alat untuk melakukan
kegiatan pembelajaran
- Memiliki ideologi
Contoh: partai dalam lembaga politik meiliki ideologi masing-masing
- Memiliki tingkat kekebalan/daya tahan
Contoh: lembaga pendidikan memiliki kurikulum yang mengatur kegiatan belajar
mengajar
3. Fungsi manifes:
- mempersiapkan anggota masyarakat untuk mencari nafkah
- mengembangkan bakat perseorangan
- melestarikan kebudayaan
- menanamkan keterampilan yang perlu bagi partisipasi dalam demokrasi.
Fungsi Laten:
- mengurangi pegendalian orang tua
- menyediakan sarana untuk pembangkangan
- mempertahankan sistem kelas sosial
- memperpanjang masa demokrasi

4. Salah satu tujuan lembaga agama adalah menciptakan hubungan yang harmonis
antara manusia dengan Tuhannya, sesamanya dan lingkungannya. Konflik
antarumat beragama yang sering muncul tidak hanya karena tidak berfungsinya
lembaga agama. Hal itu karena adanya perbedaan-perbedaan dalam agama dan
manusia sebagai penganutnya tidak bisa bersikap toleransi dan karena saking
fanatiknya sehingga mereka menganggap bahwa agamanyalah yang paling benar.
Selain itu, konflik-konflik agama juga banyak dipengaruhi faktor lain seperti politik
dan ekonomi.
5. Perbedaan lembaga keluarga dan lembaga pendidikan dalam mendidik seseorang
ialah lembaga keluarga menduduki peran sebagai agen sosialisasi primer dimana
keluarga merupakan agen yang pertama menanamkan nilai-nilai dan norma kepada
seseorang, yang diajarkan juga lebih banyak merupakan nilai-nilai kehidupan
tentang bagaimana seharusnya bertindak (afektif). Sedangkan lembaga pendidikan
merupakan agen sosialisasi sekunder dimana lembaga pendidikan ini mendidik
seseorang tidak hanya tentang nilai-nilai aektif tapi juga berupa ilmu pengetahuan.
Lembaga pendidikan juga lebih memiliki kaidah tersusun dibandingkan lembaga
keluarga yang disebut kurikulum.


Ranah Afektif:
N
o.
Aspek yang dinilai Skor
1. Disiplin 1 2 3 4
5
2. Kreativitas 1 2 3 4
5
3. Kesungguhan 1 2 3 4
5
4. Aktivitas 1 2 3 4
5
5. Kerja sama 1 2 3 4
5
Total Skor

Ranah Psikomotorik:












N
o.
Aspek yang dinilai Skor
1. Efektifitas penggunaan alat/bahan 1 2 3 4
5
2. Ketepatan waktu dalam penyelesaian
tugas
1 2 3 4
5
3. Kesungguhan dan kedisiplinan kerja 1 2 3 4
5
4. Kemampuan mengutarakan pendapat 1 2 3 4
5
5. Kemampuan menyimak dan
mendengarkan
1 2 3 4
5
Total Skor
Oleh sugihwan
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN



Nama Sekolah : SMA Negeri 01 Cikarang Timur
Mata Pelajaran : SOSIOLOGI
Kelas/ Semester : XII/ 2
Tahun Ajaran : 2012 2013
Standar Kompetensi : Mempraktikan metode penelitian sosial
Alokasi Waktu : 6 x 45 ( 3 x pertemuan)

Kompetensi Dasar :
Melakukan penelitian sosial secara sederhana.

Indikator :
Melaksanakan penelitian social secara sederhana.
- Aspek kognitif :
1. Mendeskripsikan pengertian penelitian sosial secara umum.
2. Mengidentifikasikan pengertian penelitian sosial menurut para ahli.
- Aspek afektif :
1. Mempunyai rasa tanggung jawab terhadap keamanan lingkungan
kelas.
2. Membentuk sikap tolerans terhadap sesama masyarakat untuk
menciptakan keteraturan dalam kehidupan sosial.
- Aspek psikomotorik :
1. Mampu mempraktikan metode penelitian sosial yang telah di
ajarkan sebagai salah satu cara penelitian sosial.
2. Mampu mengidentifikasi permasalahan yang terdapat dalam
masyarakat terkait dengan penelitian sosial.

I.Tujuan Pembelajaran :
Pertemuan Pertama :
o Siswa dapat menjelaskan langkah-langkah penyusunan rancangan penelitian.
o Siswa dapat menjelaskan syarat penyusunan topik penelitian.
o Siswa dapat menjelaskan cara membuat judul penelitian.
Pertemuan Kedua :
o Siswa dapat menerangkan pengertian variabel penelitian.
o Siswa dapat menjelaskan macam-macam variabel.
o Siswa dapat membedakan variabel dependen dan independen.
Pertemuan Ketiga :
o Siswa dapat menjelaskan syarat-syarat penyusunan latar belakang penelitian.
o Siswa dapat membuat latar belakang penelitian.

II. Materi Ajar (Materi Pokok) :
Pertemuan Pertama :
o Rancangan penelitian
o Topik penelitian
o Judul penelitian
Pertemuan Kedua :
o Variabel penelitian
Pertemuan Ketiga :
o Latar belakang penelitian
III. Metode Pembelajaran :
O Metode CTL
O Metode Diskusi
O Penugasan
IV.Langkah-langkah Pembelajaran
NO
URAIAN KEGIATAN
WAKTU
A.
Pertemuan Pertama
Kegiatan Awal
90 menit
10 menit
Tanya jawab tentang pelajaran minggu yang lalu (review)
Menginformasikan kompetensi dasar yang ingin dicapai
dalam pembelajaran
5 menit

5 menit
B.
Kegiatan Inti
65 menit

1.Menyampaikan pokok materi tentang : penyusunan rancangan
penelitian
2. Membagi siswa dalam kelompok-kelompok kecil @ 4 orang,
dinamakan kelompok kooperatif.
3.Guru menyampaikan tugas-tugas yang harus dikerjakan masing-
masing anggota kelompok.
4, Setiap anggota kelompok secara aktif memberikan informasi
dan berdiskusi .
5.Meminta perwakilan kelompok untuk mempresentasikan hasil
diskusi secara menyeluruh dalam diskusi kelas dan mengambil
kesimpulan.
6. Guru memfasilitasi jika terdapat siswa atau kelompok yang
mengalami kesulitan dan memberikan klarifikasi jika terjadi
kesalahan .
30 menit


10 menit

5 menit

10 menit

10 menit


5 menit
C.
Kegiatan Penutup
15 menit
1. Guru memberikan pelurusan agar tidak terjadi
kesalahan konsep
2. Guru bersama siswa mengambil kesimpulan akhir
sebagai penguatan
3. Guru melakukan postes secara lisan tentang materi yang
dipelajari
4. Guru bersama siswa melakukan refleksi
5. Guru memberikan tugas kepada siswa untuk
menyerahkan laporan secara tertulis dari hasil diskusi
kelas pada pertemuan berikutnya
6. Guru menutup pelajaran dengan salam
2 menit


5 menit

5 menit

2 menit


1 menit
II PERTEMUAN KEDUA 90 menit
A Kegiatan Awal 10 menit
Tanya jawab tentang pelajaran minggu yang lalu
(review).
Menginformasikan kompetensi dasar yang ingin
dicapai dalam pembelajaran.

B.
Kegiatan Inti
65 menit

1. Menjelaskan pokok materi tentang : variabel
2. Tanya jawab pada materi yang belum dipahami

3. Guru memfasilitasi jika terdapat siswa atau
kelompok yang mengalami kesulitan dan
memberikan klarifikasi jika terjadi kesalahan .
C. Kegiatan Penutup 15 menit
7. Guru memberikan pelurusan agar tidak terjadi
kesalahan konsep
8. Guru bersama siswa mengambil kesimpulan akhir
sebagai penguatan
9. Guru melakukan postes secara lisan tentang materi yang
dipelajari
10. Guru bersama siswa melakukan refleksi
11. Guru menutup pelajaran dengan salam

III Pertemuan Ketiga
A Kegiatan Awal
Tanya jawab tentang pelajaran minggu yang lalu
(review).
Menginformasikan kompetensi dasar yang ingin
dicapai dalam pembelajaran.

B Kegiatan Inti



4. Menjelaskan pokok materi tentang latar belakang
penelitian
5. Tanya jawab pada materi yang belum dipahami
6. Guru memfasilitasi jika terdapat siswa atau
kelompok yang mengalami kesulitan dan
memberikan klarifikasi jika terjadi kesalahan

C Kegiatan Penutup
12. Guru memberikan pelurusan agar tidak terjadi
kesalahan konsep
13. Guru bersama siswa mengambil kesimpulan akhir
sebagai penguatan
14. Guru melakukan postes secara lisan tentang materi yang
dipelajari
15. Guru bersama siswa melakukan refleksi
16. Guru menutup pelajaran dengan salam



V.Alat Dan Sumber Belajar
A. Alat : Laptop dan LCD
B. Sumber :
- Buku Sosiologi Kelas XII untuk SMA
- LKS SMU Kelas 3
- Buku-buku lain yang relevan
- Artikel/ berita dari media massa

VI. Media
1. Papan tulis
2. Alat-alat tulis
3. Lembar soal
4. Transparan Konsep
5. Power Point

VII. Penilaian
Test tertulis berbentuk Pilihan Jamak.
Penilaian terhadap proses dan hasil presentasi siswa baik dalam dalam kelompok masing-
masing ataupun dalam diskusi kelas serta tanggung jawab individu terhadap kelompoknya.
Penilaian terhadap unjuk kerja berupa laporan tertulis.
Hasil pekerjaan siswa berupa laporan atau hasil wawacanra dan pengamatannya.
Tugas laporan wawancara siswa.
Test pilihan ganda dan uraian dalam buku halaman 153-156.
Diskusi kelompok dalam buku halaman 140 dan 152-153.








Berikut ini format penilaian diskusi kelompok.

No. Nama
ASPEK PENILAIAN
Total
nilai
Presenta
si
Sikap Keaktifan Wawasan Kemampuan
mengemukakan
pendapat
Kerja
sam
a





Keterangan: nilai maksimal 20


LEMBAR OBSERVASI DISKUSI KELOMPOK
No Nama Siswa
Aspek yang Dinilai
Skor/ Jumlah
1 2 3 4 5 6







Aspek yang dinilai:
1. Kemampuan menyampaikan pendapat.
2. Kemampuan memberikan argumentasi.
3. Kemampuan memberikan kritik.
4. Kemampuan mengajukan pertanyaan.
5. Kemampuan menggunakan bahasa yang baik.
6. Kelancaran berbicara.

Penskoran: Jumlah skor:
A. Tidak Baik Skor 1 2430 = Sangat Baik
B. Kurang Baik Skor 2 1823 = Baik
C. Cukup Baik Skor 3 1217 = Cukup
D. Baik Skor 4 611 = Kurang
E. Sangat Baik Skor 5

FORMAT PENILAIAN PROSES DISKUSI
No
Nama Siswa
Kriteria Penilaian
Jumlah
Skor
1 2 3 4 5
1
2
dst


Keterangan: Rentang skor : 13
1. Aktivitas dalam kelompok 215 = Sangat baik
2. Tanggung jawab individu 911 = Baik
3. Pemikiran 68 = Cukup
4. Keberanian berpendapat 35 = Kurang
5. Keberanian tampil




Mengetahui: Bekasi, 12 Desember 2012



_____________________ _____________________
Kepala SMA Negeri 0I Cikarang Timur Guru Bidang Studi (Sosiologi)


PERANGKAT PENILAIAN
Ranah Kognitif:
No. Butir Soal Skor
1 Salah satu hal yang harus diperhatikan ketika seseorang hendak menentukan
topik penelitian adalah?
20
2 Salah satu hal yang harus diperhatikan ketika seorang peneliti merumuskan
pertanyaan adalah?
20
3 Mengadakan reduksi atau pengurangan terhadap objek yang akan diteliti,
membuat generalisasi atas hasil penelitian dan menonjolkan sifat-sifat umum
dari populasi adalah tujuan dari kegiatan?
30
4 Bahan keterangan berupa himpunan fakta, angka, huruf, grafik, tabel,
lambing, objek, kondisi dan situasi disebut sebagai?
20
5 Data yang tidak diperoleh langsung di lapangan penelitian, ia didapat dari
bacaan, baik lewat koran, majalah, media masa, atau melalui perpustakaan,
disebut?
10
Total Skor 100

Ranah afektif
No. Aspek yang dinilai Skor
1 Kedisiplinan 1 2 3 4 5
2 Kesungguhan/ ketekunan 1 2 3 4 5
3 Kreativitas 1 2 3 4 5
4 Aktivitas 1 2 3 4 5
5 Kerjasama 1 2 3 4 5
Total skor

Ranah Psikomotorik
No. Aspek yang dinilai Skor
1 Efektifitas penggunaan alat/bahan 1 2 3 4 5
2 Ketepatan waktu dalam penyelesaian tugas 1 2 3 4 5
3 Kesungguhan dan kedisiplinan kerja 1 2 3 4 5
Total skor



Oleh Syifah sakinah


























Oleh Titien farida
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Mata Pelajaran : Sosiologi
Kelas/Semester : XII/2
Pertemuan ke : 2
Alokasi Waktu : 30 menit (1 x pertemuan)
Standar Kompetensi : Mempraktikkan metode penelitian sosial
Kompetensi Dasar : Merancang metode penelitian sosial secara sederhana
Indikator :
1. Ranah Kognitif
- Menjelaskan pengertian dari pengumpulan data penelitian
- Mendeskripsikan cara-cara dalam pengumpulan data
- Mengidentifikasi jenis-jenis pengumpulan data
- Menjelaskan jenis-jenis metode pengumpulan data
2. Ranah Afektif
- Menghargai penelitian yang dilakukan oleh siapa pun (universalisme)
- Terbuka atau mau menerima ide baru dalam masalah penelitian (inovatif)
- Bersikap netral atau tidak memihak kepada salah satu pihak ketika melakukan
penelitian
- Jujur ketika melakukan penelitian
3. Ranah Psikomotorik
- Mampu mengamati lingkungan sosial sekitar dan merefleksi masalah-masalah sosial
atau realitas sosial yang terjadi sehari-hari di masyarakat
- Mampu mempraktikkan penelitian sosial secara sederhana dengan menggunakan
metode studi pustaka
- Mampu membuat angket atau kuesioner untuk melakukan praktik penelitian sosial
- Mampu menggunakan angket atau kuesioner pada saat melakukan praktik penelitian
sosial
I. Tujuan Pembelajaran
A. Ranah Kognitif
Setelah mempelajari materi pelajaran tentang Pengumpulan Data diharapkan siswa
mampu:
- Menjelaskan pengertian dari pengumpulan data penelitian
- Mendeskripsikan cara-cara dalam pengumpulan data
- Mengidentifikasi jenis-jenis pengumpulan data
- Menjelaskan jenis-jenis metode pengumpulan data
B. Ranah Afektif
Setelah mempelajari materi pelajaran tentang Pengumpulan Data diharapkan siswa:
- Menghargai penelitian yang dilakukan oleh siapa pun (universalisme)
- Terbuka atau mau menerima ide baru dalam masalah penelitian (inovatif)
- Bersikap netral atau tidak memihak kepada salah satu pihak ketika melakukan
penelitian
- Jujur ketika melakukan penelitian
C. Ranah Psikomotorik
Setelah mempelajari materi pelajaran tentang Pengumpulan Data diharapkan siswa:
- Mampu mengamati lingkungan sosial sekitar dan merefleksi masalah-masalah
sosial atau realitas sosial yang terjadi sehari-hari di masyarakat
- Mampu mempraktikkan penelitian sosial secara sederhana dengan menggunakan
metode studi pustaka
- Mampu membuat angket atau kuesioner untuk melakukan praktik penelitian
sosial
- Mampu menggunakan angket atau kuesioner pada saat melakukan praktik
penelitian sosial
II. Materi Pembelajaran
Pengertian Pengumpulan Data
Pengumpulan data merupakan kegiatan mencari data di lapangan yang akan
digunakan untuk menjawab permasalahan penelitian.
Pengumpulan data dapat dilakukan dengan dokumentasi atau studi kepustakaan, angket
(daftar pertanyaan), wawancara, dan observasi.
Studi Kepustakaan
Studi kepustakaan merupakan suatu kegiatan pengumpulan data dan informasi
dari berbagai sumber, seperti buku yang memuat berbagai ragam kajian teori yang sangat
dibutuhkan peneliti, majalah, naskah, kisah sejarah, dan dokumen. Termasuk di dalamnya
adalah rekaman berita dari radio, televisi dan media elektronik lainnya.
Angket (Kuesioner)
Angket atau kuesioner adalah sebuah cara atau teknik yang digunakan seorang
peneliti untuk mengumpulkan data dengan menyebarkan sejumlah lembar kertas yang
berisi pertanyaan-pertanyaan yang harus dijawab oleh para responden. Pada metode ini,
pertanyaan-pertanyaan masalah ditulis dalam format kuesioner, lalu disebarkan kepada
responden untuk dijawab, kemudian dikembalikan kepada peneliti. Dari jawaban
responden tersebut, peneliti dapat memperoleh data seperti pendapat dan sikap responden
terhadap masalah yang sedang diteliti. Kuesioner yang digunakan harus benar-benar
mewakili apa yang menjadi tujuan penelitian yang dilakukan.
III. Metode Pembelajaran
A. Ceramah : guru memberi penjelasan dan contoh-contoh terhadap materi yang akan
dibahas dan dilakukan secara tatap muka.
B. Diskusi atau Tanya Jawab: guru melakukan tanya jawab dengan peserta didik.
C. Penugasan : guru memberikan tugas kepada siswa dalam proses pembelajaran
D. Diskusi Kelompok : siswa dibagi menjadi beberapa kelompok yang masing-masing
kelompoknya terdiri dari 4-5 orang untuk mendiskusikan rancangan penelitian sosial.
IV. Langkah-langkah Pembelajaran
A. Kegiatan awal : (persiapan)
1. Mempersiapkan proses pembelajaran
2. Menyampaikan tujuan pembelajaran
3. Melakukan appersepsi
Pendidik mengulas materi pelajaran pertemuan sebelumnya yaitu materi
mengenai pengertian penelitian sosial dan jenis-jenis penelitian untuk
mengingatkan peserta didik kembali tentang pelajaran tersebut dan mengkaitkan
dengan materi pada pertemuan ini yaitu materi tentang metode-metode penelitian.
B. Kegiatan Inti
1. Tahap Eksplorasi (Mencari/Menggali)
- Siswa mencari/mengumpulkan bahan ajar/materi pembelajaran, data,
informasi yang relevan dengan materi pembelajaran dari berbagai sumber
belajar seperti sumber bacaan (buku), internet, dsb.
- Siswa diberi tugas untuk mencari bahan ajar/materi pembelajaran yaitu
mengenai metode penelitian sosial (studi kepustakaan dan
angket/kuesioner) dari berbagai sumber belajar, baik dari sumber bacaan
atau pun dari sumber lainnya (seperti media cetak, internet, dll).
- Siswa melaksanakan tugas dari guru atau memenuhi tugas dari guru untuk
mencari/mengumpulkan bahan ajar/materi pembelajaran baik dari media
elektronik, cetak, internet, dan lain-lain.
2. Tahap Elaborasi (Memperdalam/Memperluas)
Siswa memeperdalam/memperluas pemahaman materi melalui :
- Guru menjelaskan materi pelajaran dengan menggunakan model
pembelajaran yaitu metode ceramah dan diskusi
- Guru memberikan tugas kepada siswa dalam proses pembelajaran
- Siswa memenuhi semua tugas yang diberikan oleh guru
- Siswa menyelesaikan lembar kerja siswa (LKS)
- Guru menjelaskan materi kepada siswa dengan mengunakan sumber
belajar seperti buku Sosiologi dan sumber lain
- Guru memberikan penjelasan materi kepada siswa dengan memanfaatkan
media pembelajaran (seperti LCD/infocus, spidol, white board, dsb.)
3. Tahap Konfirmasi/Refleksi
- Guru mengulas kembali materi pembelajaran
- Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya tentang
materi pembelajaran yang belum dimengerti oleh siswa
- Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengajukan pendapat
C. Kegiatan Akhir (Penutup)
1. Membuat rangkuman dengan melibatkan siswa
2. Memantau keberhasilan belajar siswa
3. Tindak lanjut (arahan, pemberian tugas, dsb)
- Arahan untuk membaca/mempelajari materi pelajaran yang akan dipelajari
minggu depan.
- Pemberian tugas (berupa Pekerjaan Rumah/PR).
V. Sumber dan Media Pembelajaran
A. Sumber :
1. Kun Maryati dan Juju Suryawati. 2007. Sosiologi 3 untuk SMA/MA. Kelas XII
IPS. Jakarta: Esis.
B. Media :
Buku sosiologi, white board, spidol, LCD/infocus, laptop atau notebook, dsb.
VI. Penilaian
1. Penilaian proses belajar

No. Aspek yang dinilai Skor 1 2 3 4 5
1. Kehadiran 1 2 3 4 5
2. Kerapihan 1 2 3 4 5
3. Kedisiplinan 1 2 3 4 5
4. Keaktifan 1 2 3 4 5
5. Kesopanan 1 2 3 4 5
Total Skor

2. Penilaian hasil belajar

Tes tertulis (esai) :

No. Butir Soal Skor
1. Apakah yang dimaksud dengan pengertian pengumpulan data
penelitian?
10
2. Sebutkan 2 cara dalam pengumpulan data kemudian jelaskan! 20
3. Apakah kelebihan dan kekurangan dari metode studi kepustakaan? 25
4. Jelaskan hal-hal yang harus diperhatikan dalam pembuatan angket! 25
5. Sebutkan langkah-langkah dalam penyusunan angket! 20
Total Skor 100

Kunci Jawaban :
1. Pengumpulan data merupakan kegiatan mencari data di lapangan yang akan digunakan
untuk menjawab permasalahan penelitian.
2. - Studi Kepustakaan
Studi kepustakaan merupakan suatu kegiatan pengumpulan data dan informasi dari
berbagai sumber, seperti buku yang memuat berbagai ragam kajian teori yang sangat
dibutuhkan peneliti, majalah, naskah, kisah sejarah, dan dokumen.
- Angket (Kuesioner)
Angket atau kuesioner adalah sebuah cara atau teknik yang digunakan seorang peneliti
untuk mengumpulkan data dengan menyebarkan sejumlah lembar kertas yang berisi
pertanyaan-pertanyaan yang harus dijawab oleh para responden.
3. Kelemahan metode studi kepustakaan adalah:
- Informasi yang ada mungkin tidak dapat memenuhi kebutuhan penelitian karena
dikumpulkan orang lain.
- Sulit menilai akurasi informasi.
- Informasi sudah usang dan tidak relevan dengan situasi saat ini.
Kelebihan atau manfaat metode studi kepustakaan adalah:
- Menggali teori-teori dasar dan konsep yang telah ditemukan oleh para peneliti
terdahulu.
- Mengikuti perkembangan penelitian dalam bidang yang akan diteliti.
- Memperoleh orientasi yang lebih luas mengenai topik yang dipilih.
- Memenfaatkan data sekunder.
- Menghindarkan duplikasi penelitian.
4. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan angket, yaitu:
- Sebelum atau pada saat membuat kuesioner, ada baiknya pelajari kuesioner yang
sudah ada dan yang relevan dengan topik penelitian yang akan dilakukan.
- Masalah-masalah konsep dan pengukuran, dapat dipecahkan dengan berkonsultasi
dengan pakar.
- Untuk lebih memahami tentang fenomena dan perubahan sosial, seorang peneliti
harus mencari informasi tambahan melalui data sekunder, wawancara bebas,
observasi, dan berpartisipasi dalam studi kasus.
5. Langkah-langkah penyusunan angket, yaitu:
- Merumuskan tujuan yang akan dicapai dengan kuesioner.
- Mengidentifikasikan variabel yang akan dijadikan sasaran kuesioner.
- Menyebarkan setiap variabel menjadi subvariabel yang lebih spesifik dan tunggal
(jawaban variabel).
- Menentukan jenis data yang akan dikumpulkan, sekaligus untuk menetukan teknis
analisisnya.



Jakarta, 20 September 2012

Guru Mata Pelajaran Sosiologi




Titien Farida

















Oleh Wahyudin

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Nama sekolah : SMAN 104 JAKARTA SELATAN...........................
Mata Pelajaran : Sosiologi
Kelas/semester : XII / 2
Standar Kompetensi : 2. 1 Mempraktekkan metode penelitian
Kompetensi Dasar : 2. 2.Melakukan penelitian sosial secara
sederhana.
Indikator Pencapaian Kompetensi :
Menjelaskan arti pengumpulan data
Menjelaskan cara-cara pengumpulan data
Melaksanakan penelitian secara sederhana
Mendeskrispsikan jenis hubungan data
Alokasi Waktu : 4 x 45 menit (4 X Pertemuan)

A. Tujuan Pembelajaran
Setelah proses pembelajaran, siswa diharapkan dapat:
1. Ranah Afektif
Siswa memiliki kedisiplinan dalam melakukan observasi
menggunakan angket atau kuesioner
2. Ranah Kognitif
Siswa mampu menganalisis penelitian social
Siswa mampu mendeskripsikan jenis hubungan data
3. Ranah Psikomotorik
Siswa mampu melakukan melakukan observasi
Siswa mampu melakukan melakukan wawancara

B. Materi Pembelajaran
Pegumpulan data

C. Metode Pembelajaran
Informasi
kerja mandiri
tanya-jawab
eksplorasi
diskusi
D. Langkah-Langkah Pembelajaran
Pertemuan 1

N
o.
Kegiatan Pembelajaran Aloka
si Waktu
Keterang
an
1
.
Pendahuluan
a. Apresepsi
Guru mempersiapkan kelas untuk pembelajaran. Kemudian, guru
menanyakan beberapa pertanyaan tentang penelitian sosial dan
mengumpulkan tugas.
b. Memotivasi
Guru menjelaskan metode pengumpulan data.
c. Rambu-rambu belajar
Siswa memperhatikan skema pengumpulan data.
5
menit

2
.
Kegiatan Inti
Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
Siswa mendengarkan penjelasan guru tentang pengertian
pengumpulan data, studi kepustakaan, angket, observasi, dan
wawancara. (nilai yang ditanamkan: Toleransi, Rasa Ingin tahu,
Bersahabat , Cinta Tanah Air , Cinta Damai, Peduli Lingkungan, Peduli
social, Tanggung Jawab.);
Siswa dan guru bertanya jawab tentang penelitian. (nilai yang
ditanamkan: Toleransi, Rasa Ingin tahu, Bersahabat , Cinta Tanah Air
, Cinta Damai, Peduli Lingkungan, Peduli social, Tanggung Jawab.);
Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
Siswa membuat ikhtisar tentang metode kepustakaan.(nilai yang
ditanamkan: Toleransi, Rasa Ingin tahu, Bersahabat , Cinta Tanah Air
, Cinta Damai, Peduli Lingkungan, Peduli social, Tanggung Jawab.);
Siswa membuat angket untuk mengumpulkan data. (nilai yang
ditanamkan: Toleransi, Rasa Ingin tahu, Bersahabat , Cinta Tanah Air
, Cinta Damai, Peduli Lingkungan, Peduli social, Tanggung Jawab.);
Siswa mengumpulkan tugasnya kepada guru untuk dinilai.(nilai
yang ditanamkan: Toleransi, Rasa Ingin tahu, Bersahabat , Cinta
Tanah Air , Cinta Damai, Peduli Lingkungan, Peduli social, Tanggung
Jawab.);
Siswa dan guru membuat kesimpulan singkat tentang ikhtisar dan
angket yang dibuat siswa. (nilai yang ditanamkan: Toleransi, Rasa
Ingin tahu, Bersahabat , Cinta Tanah Air , Cinta Damai, Peduli
Lingkungan, Peduli social, Tanggung Jawab.);
Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, Siswa:
Menyimpulkan tentang hal-hal yang belum diketahui (nilai yang
ditanamkan: Toleransi, Demokratis, Rasa Ingin tahu, Semangat
kebangsaan, Bersahabat,);
Menjelaskan tentang hal-hal yang belum diketahui. (nilai yang
ditanamkan: Cinta Tanah Air, Cinta Damai, Peduli social, Tanggung
Jawab.);

25
menit

3
.
Kegiatan Akhir
Siswa dan guru membuat rangkuman bersama tentang materi yang
sudah dipelajari yaitu metode pengumpulan data dengan studi
kepustakaan dan angket. (nilai yang ditanamkan: Toleransi, Rasa Ingin
tahu, Bersahabat , Cinta Tanah Air , Cinta Damai, Peduli Lingkungan,
Peduli social, Tanggung Jawab.);
Siswa mengadakan post test tentang metode pengumpulan data
dengan studi kepustakaan dan angket dari buku halaman 133. (nilai
yang ditanamkan: Toleransi, Rasa Ingin tahu, Bersahabat , Cinta
Tanah Air , Cinta Damai, Peduli Lingkungan, Peduli social, Tanggung
Jawab.);
15
menit


Pertemuan 2

N
o.
Kegiatan Pembelajaran Aloka
si Waktu
Keteranga
n
1
.
Pendahuluan
a. Apresepsi
Guru mempersiapkan kelas untuk pembelajaran. Kemudian, guru
menanyakan beberapa pertanyaan seputar pengumpulan data.
b. Memotivasi
Siswa menyebutkan beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam
observasi dan wawancara.
c. Rambu-rambu belajar
Guru memberi tahu cara observasi dan wawancara.
5
menit

2
.
Kegiatan Inti
Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
Siswa mendengarkan penjelasan dari guru tentang observasi dan
wawancara. (nilai yang ditanamkan:Toleransi, Rasa Ingin tahu,
Bersahabat , Cinta Tanah Air , Cinta Damai, Peduli Lingkungan,
Peduli social, Tanggung Jawab.);
Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
Siswa membuat daftar observasi sesuai dengan topik yang telah
dipilih. (nilai yang ditanamkan: Toleransi, Rasa Ingin tahu,
Bersahabat , Cinta Tanah Air , Cinta Damai, Peduli Lingkungan,
Peduli social, Tanggung Jawab.);
Siswa mengerjakan tugas Uji Penguasaan Materi dasri buku
halaman 138. (nilai yang ditanamkan:Toleransi, Rasa Ingin tahu,
Bersahabat , Cinta Tanah Air , Cinta Damai, Peduli Lingkungan,
Peduli social, Tanggung Jawab.);
Siswa dibagi dalam beberapa kelompok kemudian
mendiskusikan kasus yang ada dalam buku halaman 139. (nilai yang
ditanamkan: Toleransi, Rasa Ingin tahu, Bersahabat , Cinta Tanah
Air , Cinta Damai, Peduli Lingkungan, Peduli social, Tanggung
Jawab.);
Siswa membacakan hasil diskusinya di depan kelas dan guru
bertindak sebagai pemandu diskusi klasikal. (nilai yang
ditanamkan: Toleransi, Rasa Ingin tahu, Bersahabat , Cinta Tanah
Air , Cinta Damai, Peduli Lingkungan, Peduli social, Tanggung
Jawab.);
Siswa dan guru membuat kesimpulan atas hasil diskusi
siswa. (nilai yang ditanamkan: Toleransi, Rasa Ingin tahu,
Bersahabat , Cinta Tanah Air , Cinta Damai, Peduli Lingkungan,
Peduli social, Tanggung Jawab.);
Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, Siswa:
Menyimpulkan tentang hal-hal yang belum diketahui(nilai yang
ditanamkan: Toleransi, Demokratis, Rasa Ingin tahu, Semangat
kebangsaan, Bersahabat,);
Menjelaskan tentang hal-hal yang belum diketahui. (nilai yang
ditanamkan: Cinta Tanah Air, Cinta Damai, Peduli social, Tanggung
Jawab.);

25
menit

3
.
Kegiatan Akhir
Siswa dan guru membuat rangkuman bersama tentang metode
observasi dan wawancara. (nilai yang ditanamkan: Toleransi, Rasa
Ingin tahu, Bersahabat , Cinta Tanah Air , Cinta Damai, Peduli
Lingkungan, Peduli social, Tanggung Jawab.);
Siswa mengerjakan soal evaluasi untuk persiapan ulangan blok
dalam buku halaman 141-144. (nilai yang ditanamkan: Toleransi,
Rasa Ingin tahu, Bersahabat , Cinta Tanah Air , Cinta Damai, Peduli
Lingkungan, Peduli social, Tanggung Jawab.);
15
menit


E. Sumber pembelajaran:
Buku Sosiologi SMA kelas 3 ESIS halaman 128-144
Pengalaman siswa tentang melakukan studi pustaka, membuat angket, observasi dan wawancara.
Media massa seperti majalah, koran, dan buku-buku tambahan.


F. Media
Papan tulis
Alat-alat tulis
Lembar soal
Transparan Konsep
Power Point
OHP

G. Penilaian
Hasil pekerjaan siswa dari ulangan blok dari halaman 122-126
Laporan siswa tentang hasil observasi dan wawancara.
Diskusi kelompok dalam buku halaman 139.

Berikut ini format penilaian diskusi kelompok.


Keterangan: nilai maksimal 20






LEMBAR OBSERVASI DISKUSI KELOMPOK
No Nama Siswa Aspek yang Dinilai Skor/ Jumlah
No. Nama
ASPEK PENILAIAN
Total
nilai
Presentasi
Sikap Keaktifan Wawasan Kemampuan
mengemukakan
pendapat
Kerja
sama




1 2 3 4 5 6







Aspek yang dinilai:
Kemampuan menyampaikan pendapat.
Kemampuan memberikan argumentasi.
Kemampuan memberikan kritik.
Kemampuan mengajukan pertanyaan.
Kemampuan menggunakan bahasa yang baik.
Kelancaran berbicara.



Penskoran: Jumlah skor:
A. Tidak Baik Skor 1 2430 = Sangat Baik
B. Kurang Baik Skor 2 1823 = Baik
C. Cukup Baik Skor 3 1217 = Cukup
D. Baik Skor 4 611 = Kurang
E. Sangat Baik Skor 5



FORMAT PENILAIAN PROSES DISKUSI

No Nama Siswa
Kriteria Penilaian
Jumlah Skor
1 2 3 4 5
1
2
Dst

Keterangan: Rentang skor : 13
1. Aktivitas dalam kelompok 215 = Sangat baik
2. Tanggung jawab individu 911 = Baik
3. Pemikiran 68 = Cukup
4. Keberanian berpendapat 35 = Kurang
5. Keberanian tampil


Mengetahui,
Kepala SMA



(_________________________)
NIP/NIK : ....................................
,20
Guru mapel Sosiologi



(______Wahyudin___________________)
NIP/NIK : ....................................




BAHAN AJAR

A. Standar Kompetensi: Mempraktekkan metode penelitian
B. Kompetensi Dasar: Melakukan penelitian sosial secara
C. Indikator Kompetensi:
1. Ranah Afektif
Siswa memiliki kedisiplinan dalam melakukan observasi
menggunakan angket atau kuesioner
2. Ranah Kognitif
Siswa mampu menganalisis penelitian social
Siswa mampu mendeskripsikan jenis hubungan data
3. Ranah Psikomotorik
Siswa mampu melakukan melakukan observasi
Siswa mampu melakukan melakukan wawancara

MATERI:

1. Pengertian :
a. Observasi meliputi kegiatan pemusatan perhatian terhadap sesuatu objek dengan
menggunakan seluruh panca indera. Observasi dapat dilakukan melalui penglihatan,
penciuman, pendengaran, peraba dan pengecap. Semua kegiatan ini dinamakan
observasi atau pengamatan langsung.
b. Macam-macam pedoman wawancara
1. Pedoman wawancara tidak terstruktur
Pedoman wawancara tidak terstruktur ialah pedoman wawancara yang hanya
memuat garis-garis besar wawancara
2. Pedoman wawancara terstruktur/terstandar
Pedoman wawancara terstruktur/terstandar ialah pedoman wawancara yang disusun
secara terperinci, seperti halnya kuesioner.

Sumber: Buku Sosiologi SMA kelas 3 ESIS

























Oleh Yan tri anggoro
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Nama sekolah : SMA 9 Bekasi
Mata Pelajaran : Sosiologi
Kelas/semester : XII / 2

Standar Kompetensi : 1. Mempraktekkan metode penelitian sosial
Kompetensi Dasar : 1. 1. Merancang metode penelitian secara sederhana
Indikator :
- Mendeskripsikan proses berpikir dan penelitian
- Menentukan topik atau judul penelitian.
- Merumuskan rancangan penelitian secara sederhana. Misalnya, menentukan topik
merumuskan masalah, dan memilih metode penelitian.

Alokasi Waktu : 6 x 45 menit (4 X Pertemuan)

I. Tujuan Pembelajaran
Apektif : Setelah proses pembelajaran, siswa diharapkan dapat:
mendeskripsikan proses berpikir dan penelitian.
menentukan topik atau judul penelitian
merumuskan masalah penelitian
merumuskan rancangan penelitian
memilih metode penelitian
Kognitif : Setelah proses pembelajaran, siswa diharapkan dapat:
memaparkan hasil penelitian
Psikomotorik : Setelah proses pembelajaran, siswa diharapkan dapat:
menggunakan hasil penelitian untuk proses belajar
J. Materi Pembelajaran
2. Penelitian Sosial

K. Metode Pembelajaran
2. informasi
3. kerja mandiri
4. tanya-jawab
5. eksplorasi
6. diskusi
7. ceramah

L. Langkah-Langkah Pembelajaran
Pertemuan 1

No.
Kegiatan Pembelajaran
Alokasi
Waktu
Keterangan
1.
Pendahuluan
a. Apresepsi
Guru mempersiapkan kelas untuk pembelajaran. Kemudian, guru
menanyakan beberapa pertanyaan tentang lembaga sosial.
b. Memotivasi
Guru menjelaskan tujuan pembelajaran penelitian sosial.
c. Rambu-rambu belajar
Siswa memperhatikan skema penelitian sosial.

2.
Kegiatan Inti
d. Siswa mendengarkan penjelasan guru tentang proses berpikir, dan
rancangan penelitian.
e. Siswa memberi tanggapan tertulis tentang hubungan karya seorang
pengarang dengan keadaan sosial masyarakat.
f. Siswa dibagi dalam beberapa kelompok atau dengan kelompok yang
lama. Siswa mendiskusikan penelitian seseorang tentang kecenderungan
anak-anak menggunakan waktu luangnya untuk bermain playstation.
g. Siswa membacakan hasil diskusinya di depan kelas.
h. Siswa dan guru membuat kesimpulan atas hasil diskusi siswa.

3.
Kegiatan Akhir
a. Siswa dan guru membuat rangkuman bersama materi yang sudah
dipelajari bersama tentang proses berpikir dan rancangan penelitian.
Siswa mencatat beberapa hal yang penting.
b. Siswa mengadakan post test tentang proses berpikir dan rancangan
penelitian.


E. Sumber pembelajaran:
5. Buku Sosiologi SMA kelas 3
6. Pengalaman siswa tentang penelitian sosial
7. Media massa seperti majalah, koran, dan buku-buku tambahan.

F. Media
1. Papan tulis
2. Alat-alat tulis
3. Lembar soal
4. Power Point

G. Penilaian
1. Hasil pekerjaan siswa dari test tertulis
2. Laporan siswa tentang hasil penelitian sederhana

Soal tertulis

1. Apa yang dimaksud dengan metode penelitian
2. Sebutkan jenis-jenis penelitian sosial
3. Sebutkan tahapan-tahapan dalam melakukan penelitian sosial
4. Apa perbedaan antara pendekatan bujur dan pendekatan silang
5. Metode apa saja yang digunakan dalam penelitian social

Kunci jawaban

1. Suatu kegiatan ilmiah yang dilandaskan pada analisis dan konstruksi yang dilakukan secara
metodologis, sistematis, dan konsisten, serta bertujuan untukmengungkapkan
kebenaransebagai salah satu manifestasi hasrat manusia untuk mengetahui apa yang sedang
dihadapinya.

2. Jenis-jenis penelitian :
Penelitian ditinjau dari tujuan
Penelitian ditinjau dari pendekatan
Penelitian ditinjau dari bidang ilmu
Penelitian ditinjau dari tempatnya
Penelitian ditinjau dari hadirnya variable
Penelitian dilihat dari wujud data
Penelitian ditinjau dari cara pembahasannya

3. Tahapan-tahapan melakukan penelitian social :
Menentukan masalah atau topic penelitian
Studi pendahuluan
Perumusan latar belakang masalah penelitian
Merumuskan asumsi dasar dan hipotesis
Pemilihan metode penelitian
Menentukan variable dan sumber data
Menentukan instrument/ alat penelitian
Mengumpulkan data penelitian
Pengolahan/ analisis data penelitian
Penyusunan laporan penelitian

4. Pendekatan bujur menjadikan siswa sebagai subjek penelitian dengan waktu yang tidak
bersamaan sedangkan pendekatan silang, dalam penelitian ini tidak menggunakan subjek yang
sama dan waktunya bersamaan

5. Metode yang digunakan yaitu :

Metode tes sebagai instrument pengumpul data adalah serangkaian pertanyaan atau
latihan yang digunakan untuk mengukur ketrampilan, pengetahuan, inteligensi, dan
kemampuan atau bakat yang dimiliki oleh individu atau kelompok
Metode nontes (wawancara) yaitu suatu dialog lisan yang dilakukan oleh pewawancara
(interviewer) untuk memperoleh informasi dari responden.










Oleh Yuwan caesa utami