Anda di halaman 1dari 2

Ekspose dan Sosialisasi Inovasi Teknologi Pertanian Siap Komersialisasi

Badan Litbang Pertanian telah banyak menghasilkan inovasi teknologi. Berbagai teknologi tersebut telah dipamerkan pada Gelar Teknologi Tepat Guna Tingkat Nasional V beberapa waktu lalu serta disosialisasikan pula kepada pihak swasta/pengusaha agribisnis.

elama 5 hari, 5-9 Oktober 2003, Badan Litbang Pertanian mengikuti Gelar Teknologi Tepat Guna (TTG) Tingkat Nasional V yang diselenggarakan oleh Departemen Dalam Negeri di Sidoarjo, Jawa Timur. Gelar TTG V ini dibuka secara resmi oleh Menteri Dalam Negeri pada tanggal 5 Oktober 2003. Dalam acara tersebut, Badan Litbang Pertanian menyajikan berbagai teknologi pertanian tepat guna agar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat luas dan pengusaha agribisnis. Bersamaan dengan acara ekspose tersebut, Badan Litbang Pertanian juga menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Inovasi Teknologi Pertanian Siap Komersialisasi kepada pihak swasta/pengusaha bidang agribisnis. Kegiatan tersebut diselenggarakan pada tanggal 8 Oktober 2003 di Hotel Novotel Surabaya. Tujuan dari kegiatan ini adalah: (1) memperkenalkan dan mempromosikan inovasi teknologi Badan Litbang Pertanian yang mempunyai nilai HKI dan siap dikomersialkan kepada dunia usaha untuk

dikembangkan secara komersial, dan (2) menyosialisasikan inovasi teknologi yang sudah dikomersial-kan agar dikenal lebih luas. Materi sosialisasi meliputi berbagai teknologi hasil penelitian tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, peternakan, alat dan mesin pertanian, dan pascapanen. Sosiali-sasi dibuka oleh Kepala Badan dan dihadiri oleh lebih dari 100 undangan yang meliputi pejabat eselon II ling- kup Badan Litbang Pertanian, peja-bat Pemda setempat, dunia usaha, wakil KTNA Jawa Timur, peneliti, serta perwakilan dari berbagai perguruan tinggi di Jawa Timur. Pa-da kesempatan tersebut para pe-ngusaha dapat berinteraksi secara langsung dengan peneliti sesuai dengan teknologi yang diminati sehingga dapat diperoleh umpan balik yang sangat bermanfaat bagi Badan Litbang Pertanian. Dalam pengantarnya, Kepala Badan menjelaskan bahwa Badan Litbang Pertanian melakukan penelitian bukan untuk kepuasan peneliti sendiri, melainkan berusaha untuk menghasilkan teknologi yang diper-

lukan oleh pengguna. Oleh karena itu, umpan balik yang intensif sa-ngat diharapkan dari pihak peng-guna teknologi, termasuk para pe-ngusaha agribisnis. Kepala Badan juga menghimbau dunia usaha agar lebih menghargai teknologi hasil bangsa sendiri daripada hasil negara lain. Untuk memberikan gambaran tentang kondisi penelitian pertanian, pada acara penyajian materi sosialisasi diuraikan peran lembaga penelitian di masa lalu dan kini. Pada masa lalu, peran pemerintah dominan sehingga pihak swasta tidak tertarik untuk bergerak di bidang penelitian. Hasil penelitian merupakan barang publik sehingga dapat dialihkan secara cuma-cuma. Pada masa kini, peran swasta dalam penelitian makin meningkat dan hasil penelitian sudah merupakan barang semi-privat dan dialihkan secara komersial. Alih teknologi di Badan Litbang Pertanian dilakukan melalui institusi khusus, yaitu Kantor Pengelola Kekayaan Intelektual dan Alih Teknologi (KP-KIAT). KP-KIAT sebagai sentra HKI menyediakan layanan informasi tentang teknologi baru, informasi bisnis, dan pelayanan ilmiah. Pengusaha yang tertarik dapat mengembangkan inovasi teknologi pertanian melalui kerja sama bisnis. Royalti yang didapat oleh Badan Litbang Pertanian akan digunakan kembali untuk penelitian lebih lanjut (cost recovery). Beberapa teknologi yang sudah dikomersialkan antara lain adalah

Kepala Badan Litbang Pertanian saat membuka acara Sosialisasi Inovasi Teknologi Pertanian Siap Komersialisasi.

Anjungan Badan Litbang Pertanian pada Gelar Teknologi Tepat Guna Tingkat Nasional V di Sidoarjo, Jawa Timur.

varietas unggul padi hibrida Rokan dan Maro, jagung hibrida, tomat, cabai, mentimun, buncis, kacang panjang, kentang, mangga, dan krisan. Untuk sarana produksi per-tanian, telah dikomersialkan pupuk Rhizoplus, pupuk Halei, pupuk Pullet, Biofertilizer, Liquid Smoke (asap cair pembeku lateks bebas bau), dan untuk produk peternakan adalah domba komposit. Teknologi yang ditawarkan untuk komersialisasi antara lain adalah calon varietas padi, jagung berprotein tinggi (Quality protein maize = QPM), varietas baru kedelai, ubi jalar, dan kentang. Dari hasil penelitian perkebunan ditawarkan klon unggul baru kakao, kopi, karet, kelapa sawit, dan kapas. Sarana produksi pertanian yang ditawarkan adalah biofungisida, pakan basal ternak, dan vaksin. Ditawarkan pula itik Serati yang mempunyai beberapa keunggulan dibanding jenis itik lain. Dari hasil penelitian pascapanen ditawarkan teknologi pembuatan puree mangga dan sirsak serta frying shortening dari minyak

sawit. Alsintan yang ditawarkan dalam acara sosialisasi ini antara lain adalah alat perajang dan pe-ngupas multiguna, alat perontok polong kacang tanah, dan mesin pengering tipe lorong. Beberapa alat sederhana tepat guna lain ada-lah tandon air karet alam dan gun-ting petik. Untuk skala yang lebih besar ditawarkan pabrik kelapa sawit mini M1 0 0 0 . Diskusi dilaksanakan setelah acara penyajian materi. Dari diskusi ini didapatkan umpan balik, saran bahkan kritik yang membangun bagi Badan Litbang Pertanian termasuk peneliti. Pengusaha menyarankan agar Badan Litbang Pertanian dapat menghasilkan teknologi yang benar-benar dibutuhkan oleh pengguna dan mengintensifkan komunikasi antara peneliti, pengusaha, dan pemerintah. Masukan dari pengusaha yang banyak dilontarkan adalah permintaan pembuatan alat mesin pertanian yang tidak manual, melainkan menggunakan tenaga listrik. Salah satu contohnya adalah pengusaha apel

yang meminta alat panen apel karena alat yang tersedia harus di-impor, cukup mahal, dan tidak co-cok dengan kondisi setempat. Mesin pertanian lain yang diminta adalah untuk komoditas kedelai, mangga, dan jeruk. Menanggapi permintaan tersebut, Badan Litbang Pertanian mempersilahkan pengusaha untuk menghubungi unit kerja terkait. Permintaan selanjutnya dapat didiskusikan kedua belah pihak untuk disepakati (Riko Bintari Pertamasari).

Untuk informasi lebih lanjut hubungi: Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian Jln. Ir. H. Juanda No. 20 Bogor 16122 Telepon :(0251)321746 Faksimile : (0251) 326561 E-mail : pustaka@bogor.net Homepage : http://pustaka.bogor.net

Beri Nilai