Anda di halaman 1dari 2

Promosi Badan Litbang Pertanian di Agro & Food Expo 2002

Selama ini, Agro & Food Expo menjadi ajang promosi yang cukup efektif bagi Badan Litbang Pertanian. Tidak salah kalau setiap tahun Badan Litbang Pertanian selalu hadir di momen ini.

ameran dan ekspose telah menjadi salah satu kegiatan promosi dan penyebaran hasil iptek Badan Litbang Pertanian. Usai berpartisipasi pada Festival Jagung, Badan Litbang Pertanian tampil pada acara yang bertajuk Agro & Food Expo yang digelar oleh swasta penyelenggara pameran bermitra dengan Departemen Pertanian di Jakarta Convention Center pada tanggal 2-5 Mei 2002. Kendati acara pembukaan gagal dihadiri oleh para menteri, sejak awal hingga akhir pameran selalu dipadati pengunjung. Pameran ini merupakan salah satu tempat yang sesuai untuk mempromosikan hasil iptek kepada para pengusaha yang bergerak di sektor pertanian dan pengolahan pangan serta masyarakat luas.

Banyak pengunjung terutama para pelaku agribisnis pengolahan pangan dan petani, me-nyimak dengan seksama panel, produk, dan mesin yang dipamer-kan. Seorang pengunjung dari Yog-yakarta yang sangat tertarik pada panel mesin penggoreng vakum menanyakan dengan antusias sam-bil mengeluarkan ikan mujair dari dalam tasnya; apakah mesin ter-sebut mampu menghasilkan ikan goreng tanpa lapisan minyak yang menempel? Pengunjung yang lain bolak-balik ke stan Badan Litbang Pertanian karena masih penasaran dengan hasil sayuran kering yang tetap beraroma. Gambaran lain tentang suasana pameran adalah info guide kita yang kewalahan menjawab pertanyaan; belum selesai menerangkan shortening sawit, sudah dipanggil

Stan Badan Litbang Pertanian (kiri) dan Dirjen Bina Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian saat meninjau stan dan tertarik pada pejibaye (kanan).

produk olahan jahe, mau-pun bibit, untuk dibawa ke daerah. Sayangnya, kita sebatas memamer-kannya. Pengunjung yang berminat pada bibit kentang Merbabu-17 dan krisan memang tidak kecewa, ka-rena permintaan dapat langsung dilayani oleh KP-KIAT. Tidak kalah ramainya adalah meja untuk mencicipi produk yang setiap hari diisi dengan aneka hasil olahan buah sukun dari da-pur Ibu Suyanti, pakar ma-sak sekaligus peneliti pasca-panen hortikultura. Di meja itu, pengunjung juga bisa mencicipi berbagai hidang-an dari teh, mulai dari teh hijau, teh hitam, teh bahagia, kue aroma teh, dan ti-dak ketinggalan perkenalan pejibaye sebagai pangan al-ternatif. Masih ada lagi pro-duk yang bisa dicicipi pengunjung, seperti aneka produk olahan dari sagu, ja-gung, beras, dan kripik ken-tang. Untuk diketahui, letak stan kita memang di tengah anjungan Departemen Pertanian dan diran-cang untuk menyediakan meja ci-cip produk hasil penelitian perta-nian. Begitu besarnya minat untuk mendapatkan informasi, publikasi yang dipajang PUSTAKA ikut di-angkat pengunjung selain berbagai leaflet yang sudah disediakan. Selengkapnya, informasi tekno-logi yang disajikan dalam bentuk panel adalah Hemat Pupuk SP-36 dan KCl dari Puslitbangtanak yang memberikan informasi kepada pe-tani untuk menggunakan pupuk ber-dasarkan status hara tanah sawah dan dapat menghemat SP-36 sam-pai 30% dan KCl 94%. Berikutnya, informasi tentang Integrasi Sistem Padi Ternak (ISPT) dari Puslitbang-nak, yang menggambarkan efisiensi produksi padi, meningkatkan pen-dapatan petani, dan menjaga kesu-buran tanah. QPM atau Quality Protein Maize, sebuah panel dari Puslitbangtan, memberikan gam-baran tentang alternatif perbaikan gizi melalui peningkatan protein pada jagung. Puslitbanghort me-nampilkan panel yang berisi tek-nologi sayuran kering,

Memasuki anjungan Departe-men Pertanian, nampak stan Badan Litbang Pertanian. Sadar bahwa tampilan stan pameran merupakan daya tarik bagi pengunjung, Badan Litbang Pertanian menyiapkan de-sain khusus untuk panel dengan di-dukung display produk dan contoh hasil olahan yang dapat dicicipi oleh pengunjung.

untuk diminta menerangkan panel lain tentang sawit di tempat yang berbeda. Benar, menjadi info guide di pameran ini harus siap memberi penjelasan kepada pengunjung. Masih seperti pameran tahun lalu, keinginan pengunjung cukup besar untuk membeli mesin perajang sing-kong, penggoreng vakum, penge-ring, shortening sawit, pestisida nabati,

dan produk-produk jahe diperkenalkan dalam panel Puslitbangbun. Tidak keting-galan, BBP Alsintan menampilkan panel mesin penggoreng vakum untuk menghasilkan kripik buah yang renyah. Shortening dari minyak sawit, informasi yang disajikan APPI berisi keuntungan menggunakan shortening sawit bagi restoran siap saji karena waktu penggorengan lebih cepat, mudah, dan ekonomis. Di ujung alur cerita, dipajang panel KP-KIAT yang menggambarkan peran KP-KIAT dalam pengemasan teknologi, perlindungan HaKI, upscalling dan pemasaran. Stan Badan Litbang Pertanian ditutup dengan pengundian kupon pengisian kuesioner. Pemenang undian yang berhadiah satu buah

perajang singkong tersebut adalah Enik Kristiana seorang pengunjung dari Lenteng Agung, Jakarta. Me-lalui kuesioner tersebut diharapkan ada umpan balik dari pengunjung terhadap teknologi yang dipamer-kan (Sulusi Prabawati). Untuk informasi lebih lanjut hubungi: Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Jl. Ragunan 29, Pasarminggu, Jakarta12540 Telepon : (021) 7806202 Faksimile: (021) 7800644 E-mail : webadm@litbang.deptan.go.id
humas@litbang.deptan.go.id

Beri Nilai