Anda di halaman 1dari 28

IDENTIFIKASI PASIEN 1 .

Tujuan Mendeskripsikan prosedur untuk memastikan tidak terjadinya kesalahan dalamidentifikasi pasien selama perawatan di rumah sakit. Mengurangi kejadian / kesalahan yang berhubungan dengan salah identifikasi. Kesalahanini dapat berupa: salah pasien, kesalahan prosedur, kesalahan medikasi, kesalahantransfusi, dan kesalahan pemeriksaan diagnostik.2. Lingkup Area Panduan ini diterapkan kepada semua pasien rawat inap, pasien Instalasi Gawat Darurat(IGD), dan pasien yang akan menjalani suatu prosedur. Pelaksana panduan ini adalah para tenaga kesehatan (medis, perawat, farmasi, bidan, dantenaga kesehatan lainnya); staf di ruang rawat, staf administratif, dan staf pendukungyang bekerja di rumah sakit.3. Prinsip Semua pasien rawat inap, IGD, dan yang akan menjalani suatu prosedur harusdiidentifikasi dengan benar saat masuk rumah sakit dan selama masa perawatannya. Kapanpun dimungkinankan, pasien rawat inap harus menggunakan gelang pengenaldengan minimal 2 data (nama pasien, tanggal lahir). Tujuan utama tanda pengenal ini adalah untuk mengidentifikasi pemakainya. Tanda pengenal ini digunakan pada proses untuk mengidentifikasi pasien ketika pemberian obat, darah, atau produk darah; pengambilan darah dan spesimen lain untuk pemeriksaan klinis; atau pemberian pengobatan atau tindakan lain.4. Kewajiban dan Tanggung Jawaba) Seluruh staf Rumah Sakit1) Memahami dan menerapkan prosedur identifikasi pasien2)

Memastikan identifikasi pasien yang benar ketika pemberian obat, darah, atau produk darah; pengambilan darah dan spesimen lain untuk pemeriksaan klinis; atau pemberian pengobatan atau tindakan lain.3) Melaporkan kejadian salah identifikasi pasien; termasuk hilangnya gelang pengenal. b) Perawat yang bertugas (perawat penanggung jawab pasien)i. Bertanggungjawab memakaikan gelang pengenal pasien dan memastikan kebenarandata yang tercatat di gelang pengenal.ii. Memastikan gelang pengenal terpasang dengan baik. Jika terdapat kesalahan data,gelang pengenal harus diganti, dan bebas coretan.c) Kepala Instalasi / Kepala Ruangi. Memastikan seluruh staf di Instalasi memahami prosedur identifikasi pasien danmenerapkannya.ii. Menyelidiki semua insidens salah identifikasi pasien dan memastikan terlaksananyasuatu tindakan untuk mencegah terulangnya kembali insidens tersebut.d) Manajer 1) Memantau dan memastikan panduan identifikasi pasien dikelola dengan baik olehKepala Instalasi.2) Menjaga standarisasi dalam menerapkan panduan identifikasi pasien. 5. Prosedur Pemakaian Gelang Pengenala) Semua pasien harus diidentifikasi dengan benar sebelum pemberian obat, darah, atau produk darah; pengambilan darah dan spesimen lain untuk pemeriksaan klinis; atau pemberian pengobatan atau tindakan lain. b) Pakaikan gelang pengenal di pergelangan tangan pasien yang dominan, jelaskan dan pastikan gelang tepasang dengan baik dan nyaman untuk pasien.c) Pada pasien dengan fistula arterio-vena (pasien hemodialisis), gelang pengenal tidak boleh dipasang di sisi lengan yang terdapat fistula.d) Jika tidak dapat dipakaikan di pergelangan tangan, pakaikan di pergelangan kaki. Padasituasi di mana tidak dapat dipasang di pergelangan kaki, gelang pengenal dapatdipakaikan di baju pasien di area yang jelas terlihat. Hal ini harus dicatat di rekam medis pasien. Gelang pengenal harus dipasang ulang jika baju pasien diganti dan harus selalumenyertai pasien sepanjang waktu.e)

Pada kondisi tidak memakai baju, gelang pengenal harus menempel pada badan pasiendengan menggunakan perekat transparan/tembus pandang. Hal ini harus dicatat di rekammedis pasien.f) Gelang pengenal hanya boleh dilepas saat pasien keluar/pulang dari rumah sakit.g) Gelang pengenal pasien sebaiknya mencakup 3 detail wajib yang dapat mengidentifikasi pasien, yaitu:i. Nama pasien dengan minimal 2 suku kataii. Tanggal lahir pasien (tanggal/bulan/tahun)iii. Nomor rekam medis pasienh) Detail lainnya adalah warna gelang pengenal sesuai jenis kelamin pasien.i) Nama tidak boleh disingkat. Nama harus sesuai dengan yang tertulis di rekam medis. j) Jangan pernah mencoret dan menulis ulang di gelang pengenal. Ganti gelang pengenal jika terdapat kesalahan penulisan data.k) Jika gelang pengenal terlepas, segera berikan gelang pengenal yang baru.l) Gelang pengenal harus dipakai oleh semua pasien selama perawatan di rumah sakit.m) Jelaskan prosedur identifikasi dan tujuannya kepada pasien.n) Periksa ulang 3 detail data di gelang pengenal sebelum dipakaikan ke pasien.o) Saat menanyakan identitas pasien, selalu gunakan pertanyaan terbuka, misalnya: Siapanama Anda? (jangan menggunakan pertanyaan tertutup seperti Apakah nama anda IbuSusi?) p) Jika pasien tidak mampu memberitahukan namanya (misalnya pada pasien tidak sadar, bayi, disfasia, gangguan jiwa), verifikasi identitas pasien kepada keluarga / pengantarnya.Jika mungkin, gelang pengenal jangan dijadikan satu-satunya bentuk identifikasi sebelumdilakukan suatu intervensi. Tanya ulang nama dan tanggal lahir pasien, kemudian bandingkan jawaban pasien dengan data yang tertulis di gelang pengenalnya.q) Semua pasien rawat inap dan yang akan menjalani prosedur menggunakan 1 gelang pengenal. Untuk pasien anak dan neonatus, gunakan 2 gelang pengenal pada ekstremitasyang berbeda.r)

Pengecekan gelang pengenal dilakukan tiap kali pergantian jaga perawat.s) Sebelum pasien ditransfer ke unit lain, lakukan identifikasi dengan benar dan pastikangelang pengenal terpasang dengan baik.t) Unit yang menerima transfer pasien harus menanyakan ulang identitas pasien danmembandingkan data yang diperoleh dengan yang tercantum di gelang pengenal.u) Pada kasus pasien yang tidak menggunakan gelang pengenal:i. Hal ini dapat dikarenakan berbagai macam sebab, seperti: Menolak penggunaan gelang pengenal

Assalamualaikum..... Tugas Manajemen Jawab A.Pelayanan Ruang

Mutu

AMKD Care

(Analisis (ruangan

Modus

Kegagalan untuk

dan bayi

Perinatal

perawatan

Dampak) : baru lahir)

B.Urutan Proses Pelayanan Tersebut 1.Bayi baru lahir diterima dari kamar bersalin 2.Perawat mengeringkan dengan segera dan membungkus bayi dengan kain yang cukup hangat untuk mencegah hipotermia. 3.Perawat menghisap lendir untuk membersihkan jalan nafas sesuai kondisi dan kebutuhan. 4.Perawat memotong dan mengikat tali pusat, memberi antiseptik sesuai ketentuan setempat. 5.Dokter menilai apgar menit pertama dan menit kelima 6.Perawat memberi identitas bayi: Pengecapan telapak kaki bayi dan ibu jari ibu, pemasangan gelang nama sesuai ketentuan setempat 7.Mengukur suhu, pernafasan, denyut nadi. 8.Memandikan/membersihkan badan bayi, kalau suhu sudah stabil (bisa tunggu sampai enam jam setelah lahir) 9.Dokter melakukan pemerikksaan fisik dan antropometri. 10.Pemberian injeksi vitamin K. 11.Rooming in (rawat gabung) dengan ibu bayi C.Proses yang memiliki resiko kegagalan dengan dampak adalah proses 6 karena: 1.Perawat kadang lupa dalam melakukan pengecapan pada telapak kaki bayi, sehingga apabila terjadi hal2 yg tidak diinginkan seperti tertukarnya bayi atau bayi hilang, tidak ada bukti fisik yang dapat digunakan pada proses peradilan. 2.Dalam pemberian identitas pada gelang bayi yang tidak teliti dapat berdampak tertukarnya identitas bayi, terutama apabila ada bayi yang lahir bersamaan. 3.Perawat terkadang tidak memperhatikan dalam pemberian gelang pada bayi, sehingga terkadang pemakaian gelang pada bayi sering terlalu ketat bahkan dapat melukai bayi 4.Pemberian gelang pada bayi harus sesuai warna, misalnya bila bayi perempuan gelang yang digunakan berwarna merah muda, pada bayi laki2 gelang berwarna biru, apabila tidak teliti, bayi dapat tertukar. D.Menurut saya, yang harus dilakukan terhadap sub proses tersebut adalah: 1.Wajib di control. Dibuat SOP perawatan bayi baru lahir yang dapat ditempel pada ruang perinatal care sehingga dokter maupun perawat tidak lupa ddalam melakukan tindakan 2.Dalam perawatan bayi baru lahir perlu ada kontrol dari penanggung jawab ruangan agar bisa saling mengingatkan dalam melakukan perawatan 3.Wajib dieliminasi karena apabila terdapat kesalahan dalam pemberian identitas bayi, dapat fatal akibatnya. wassalam....

Assalamualaikum.wr.wb mau nambahin aja mbak nina Menurut saya mbak urutan proses yang dikemukakan oleh mbak nina terutama pada point itu dilakukan masih diruang vk/ kamar bersalin sebelum pasien dipindahkan kebangsal dan poin 2 itu posisinya seharusnya terletak pada poin 5. Untuk mengurangi resiko kegagalan dalam pemberian identitas bayi baru lahir maka pada saat akan berlangsung proses persalianan maka seharusnya perawat KBY itu sudah ada atau ikut mendampingi dalam proses persalinan. Disini peran perawat bayi sebagai orang yang pertama dan membuat identitas bayi tersebut karena pada saat proses persalinan yang menangani ibu bayi adalah dokter obsgyn dan bidan dan perawat bayi hanya menangani bayi mulai dari bayi lahir dan menghisap lendir pada bayi itu dilakukan oleh perawat bayi.setelah bayi dihisap lendirnya, pemotongan tali pusat, melakukan apgar skor, barula bayi tersebut dibersihkan, setelah bayi dibersihkan maka langsung dilakukan pemberian identitas bayi dan pemakaian gelang identitas kepada bayi dan ibunya serta pemberian cap pada telapak kaki bayi tersebut sebagai identitas fisik di RM bayi lalu baru dilakukan pemeriksaan fisik dan antropometri dan pemberian injeksi vitamin K lalu bayi digedong dan diberi penghangat untuk mengurangi terjadinnya hipotermi, sebelum bayi rawat gabung dg ibunya. Selain identitas gelang pada bayi sebaiknya juga dibuatkan identitas mini dari kertas yang bergambar anak cewek/cowok yang berisi nama bayi nyonya siapa disini yang ditulis adalah nama bayi dan nama ibunya misalnya bayi.Ny X (nama ibu) lalu alamat, tgl lahir, jam, berat badan, tinggi badan, lahir spontan/sc, dokter yang menangani atau yg merawat. Lalu identitas mini dari kertas tersebut ditaruh dibox bayi. terima kasih.

Menambahkan Mba Nina Riana... Pada Point 4... 4.Pemberian gelang pada bayi harus sesuai warna, misalnya bila bayi perempuan gelang yang digunakan berwarna merah muda, pada bayi laki2 gelang berwarna biru, apabila tidak teliti, bayi dapat tertukar. Gelang yang digunakan sebagai identitas bayi sebaiknya kuat dan tidak mudah lepas. Selain itu perlu adanya papan identitas bayi (Nama bayi, Nama ortu bayu, Jenis kelamin, BBL, PBL) pada setiap tempat tidur bayi. Karena maraknya penculikan bayi di RS sebaiknya ditingkatkan keamanannya.

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIAPANDUAN PELAYANAN KESEHATANBAYI BARU LAHIRBERBASIS PERLINDUNGAN ANAKDIREKTORAT KESEHATAN ANAK KHUSUS2010 1 KATA PENGANTAR Perlindungan anak di bidang kesehatan diselenggarakan melalui berbagai upaya pelayanan kesehatan yang komprehensif bagi anak termasuk untuk bayi baru lahir. Pelayanan kesehatan untuk bayi baru lahir merupakan salah satu program kesehatan anak yang bertujuan untuk menjamin kelangsungan hidup , tumbuh kembang anak secara optimal dan perlindungan khusus dari kekerasan dan diskriminasi. Hal ini dilakukan dalam rangka mewujudkan anak Indonesia yang sehat , cerdas ceria, berahlaq mulia dan terlindungi sebagai modal dasar bagi pembangunan bangsa. Kementerian Kesehatan melalui Direktorat Bina Kesehatan Anak telah menyelenggarakan berbagai program kesehatan anak yang diimplementasikan di puskesmas dan jaringannya dengan mengacu pada norma, standar , pedoman dan kriteria pelayanan kesehatan anak bagi tenaga kesehatan. Dewasa ini, kita sering mendengar kejadian yang mengebohkan masyarakat dan menjadi berita media masa karena terjadinya penculikan dan perdagangan bayi baru lahir di Puskesmas dan Rumah Sakit. Penculikan dan perdagangan bayi ini termasuk kriteria perdagangan orang (traking in person) . Kejadian ini merupakan suatu tantangan bagi upaya peningkatan kualitas program kesehatan bayi baru lahir yang saat ini menjadi prioritas utama pembangunan kesehatan. 2 Ternyata kita menghadapikejadian penculikan dan Sementara fokus utama pelayanan kesehatanperdagangan bayi baru lahir masih ditujukan padadengan trend yang meningkat upaya penurunandan apabila dibiarkan dapat kematian bayi,menurunkan kepercayaan prevalensi balita gizimasyarakat terhadap kurang, dan prevalensipelayanan kesehatan di bayi berat lahir rendahpuskesmas dan jaringannya. (BBLR) yang masih tinggi. Ternyata kita menghadapi kejadian penculikan dan perdagangan bayi baru lahir dengan trend yang meningkat dan apabila dibiarkan dapat menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan di puskesmas dan jaringannya. Menyikapi hal tersebut, telah disebarluaskan Surat Edaran Direktur Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan Nomor... tanggal........ kepada Kepala Dinas Kesehatan Propinsi dan Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia untuk menerapkan standar pelayanan kesehatan ibu bersalin dan bayi baru lahir secara ketat dan meningkatkan keamanan di puskesmas dan jaringannya. Mengacu pada Undang-Undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan Undang-Undang Nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan, pelayanan kesehatan anak diarahkan untuk mewujudkan pelayanan kesehatan secara komprehensif bagi anak yang meliputi preventif, promotif, 3 kuratif dan rehabilitatif termasuk perlindungananak dari penculikan dan perdagangan bayi.Sejalan dengan itu, maka disusunlah PanduanPelayanan Kesehatan Bayi Baru LahirBerbasis Perlindungan Anak. Panduan ini akandipergunakan oleh tenaga kesehatan dantenaga lainnya di puskesmas dan jaringannyadalam memberikan pelayanan kesehatan bayisecara komprehensif sebagai bentuk upayapemenuhan hak anak.Kami mengucapkan terima kasih danpenghargaan yang setinggi-tingginya kepadasemua pihak yang telah berkontribusi dalampenyusunan panduan ini. Saran dan masukansangat kami harapkan

untukpenyempurnaannya.Terima kasih.Direktur Bina Kesehatan Anakdr. Hj. Fatni Sulani, DTM&H, M.Si 4

DAFTAR ISIKata pengantar .02Daftar isi .05Tim Penyusun .06BAB I. PENDAHULUAN .08Latar Belakang .09Tujuan .12Sasaran .13Dasar Hukum . 14Pengertian .15Ruang Lingkup .16BAB 2. STANDAR PELAYANAN KESEHATANBAYI BARU LAHIR .18Tatalaksana Bayi Baru Lahir .20Pelayanan Kesehatan Bayi Baru Lahir .20Jenis dan Kopetensi Sumber Daya Manusia .30Fasilitas dan Prafasilitas .30BAB 3. UPAYA PERLINDUNGAN BAYIDI PUSKESMAS DAN JARINGANNYA .32Hak Anak .33Bentuk kekerasan dan tindak pidana .36Prosedur Pelayanan yang Berorientasi pada Perlindungan Anak .38BAB 4. PENUTUP . 48Lampiran .50 5 TIM PENYUSUN 6 7 BAB 1PENDAHULUAN 8 Latar BelakangUndang-Undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anakdan Undang-Undang Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan,menegaskan bahwa seorang anak berhak untuk hidup, tumbuh danberkembang secara optimal, terhindar dari kekerasan dan diskriminasi.Selain itu, Undang Undang Perlindungan Anak juga mengamanahkanbahwa pemerintah, masyarakat, keluarga dan orang tua berkewajibandan bertanggung jawab terhadap penyelenggaraan perlindungan anak;Pemerintah wajib menyediakan fasilitas dan menyelenggarakan upayakesehatan yang komprehensif bagi anak agar setiap anak memperolehderajat kesehatan yang optimal sejak dalam kandungan.Untuk menjamin kelangsungan hidup, tumbuh kembang , danterlindung dari diskriminasi,kekerasan seperti penculikan danperdagangan bayi baru lahir, maka pemenuhan Hak bayi mendapatkebutuhan dasar harus diberikan , seperti Inisiasi Menyusu Dini (IMD),ASI Eksklusif, dan imunisasi serta pengamanan dan perlindungan bayibaru lahir dari upaya penculikan dan perdagangan bayi.Program kesehatan anak merupakan salah satu kegiatan daripenyelenggaraan perlindungan anak di bidang kesehatan, yang dimulaisejak bayi berada di dalam kandungan, masa bayi, balita, usia sekolah 9 dan remaja. Program tersebut bertujuan untuk menjamin kelangsunganhidup bayi baru lahir, memelihara dan meningkatkan kesehatan anaksesuai tumbuh kembangnya, dalam rangka meningkatkan kualitashidup anak yang akan menjadi sumber daya pembangunan bangsa dimasa mendatang. Ibu dan anak terutama bayi baru lahir merupakan kelompok masyarakat yang rentan dan perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah dan masyarakat, karena masih tingginya Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Indonesia dimana Angka Kematian Bayi Baru Lahir mencapai 2/3 dari total Angka Kematian Bayi.Selain itu masalah kesehatan anak di Indonesia masih didominasi olehtingginya angka kematian bayi dan balita serta prevalensi balita gizikurang. Oleh karena itu, telah ditetapkan indikator RencanaPembangunan Jangka Menengah (RPJMN) tahun 2010 2014sekaligus disesuaikan dengan target pencapaian MDGs, yaitumenurunkan Angka Kematian Bayi (AKB) dari 34/1000 menjadi23/1000

Kelahiran Hidup dan menurunkan prevalensi gizi kurang balitamenjadi 15 % pada tahun 2015, termasuk tidak terjadi lagi kasuspenculikan dan perdagangan bayi baru lahir ( zero toleran ) diPuskesmas dan Rumah Sakit.Selain itu, kita juga menghadapi permasalahan lain yaitu: meningkatnyaibu dengan HIV / AIDS, pembunuhan bayi/anak sendiri (infanticide),rendahnya kondisi sosio-ekonomi yang memicu terjadinya kekerasandan penelantaran anak termasuk perdagangan atau penculikan bayi/anak, menjadi tantangan yang harus kita hadapi dalam mewujudkanpelayanan kesehatan yang komprehensif bagi anak. 10

Gambaran situasi tersebut diatas menunjukkan bahwa masalahkesehatan ibu dan anak sangat kompleks. Selama ini pelayanankesehatan yang dilakukan lebih terfokus pada upaya agar bayi dapatlahir dengan selamat dan kelangsungan hidup anak (child survival),tetapi belum terintegrasi secara penuh untuk mencapai tumbuhkembang anak secara optimal, termasuk perlindungan dari penculikandan perdagangan bayi.Kasus penculikan bayi menujukkan peningkatan dari 72 kasus di tahun2008 menjadi 102 di tahun 2009, diantaranya 25% terjadi di rumahsakit, rumah bersalin, dan puskesmas. (komnas perlindungan anak,2009)Maraknya kejadian penculikan bayi yang terjadi di Puskesmas danRumah Sakit, merupakan hal yang sangat memprihatinkan dan perludiatasi oleh pemerintah dan masyarakat untuk melindungi anakterhadap hak-haknya sesuai UU tersebut di atas. Walaupun padatahun 2007, pemerintah telah mengeluarkan Undang-Undang Nomor21 tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang isinyaantara lain adanya sanksi pidana bagi pelaku, tetapi belumdisosialisasikan secara luas, sehingga sebagian besar tenagakesehatan dan masyarakat belum memahaminya.Kementerian Kesehatan telah menetapkan berbagai Peraturan MenteriKesehatan dan menyusun Pedoman Pelayanan Kesehatan bagi Ibudan Bayi Baru Lahir di Puskesmas dan jaringannya. Pedoman tersebutdipergunakan sebagai acuan bagi tenaga kesehatan dalammemberikan pelayanan, diantaranya Pedoman Asuhan PersalinanNormal (APN), Pedoman Asuhan Bayi Baru Lahir, Pedoman AsuhanKeperawatan bagi Ibu dan Bayi, dan Buku Kesehatan Ibu dan Anak(Buku KIA), yang hanya mengatur standar pelayanan yang bersifatteknis medis, dan belum sepenuhnya berorientasi pada perlindungananak. Untuk mencegah terjadinya kasus penculikan dan perdaganganbayi baru lahir dan meningkatkan pengetahuan petugas kesehatan diPuskesmas dan jaringannya tentang perlindungan anak, maka perludisusun suatu Panduan Pelayanan Kesehatan Bayi Baru Lahir BerbasisPerlindungan Anak. 11 TUJUAN TUJUANTujuan Umum: Tujuan Khusus:Meningkatkan pelayanan 1. Meningkatnya pemahamankesehatan bayi baru lahir tenaga kesehatan tentangberbasis perlindungan anak, di upaya perlindungan bagi ibuPuskesmas dan jaringannya. bersalin dan bayi baru lahir. 2. Terselenggaranya pelayanan kesehatan yang komprehensif bagi bayi baru lahir berbasis perlindungan anak. 3. Meningkatnya upaya pencegahan terjadinya bayi tertukar ,penelantaran, penculikan, dan perdagangan bayi baru lahir. 4. Tersedianya buku panduan penyelenggaraan pelayanan kesehatan bayi baru lahir berbasis perlindungan anak. 12 SASARAN SASARANSasaran langsung: Sasaran tidak langsung:1. Tenaga kesehatan di puskesmas dan jaringannya 1. Pengelola program di Dinas Kesehatan Propinsi dan Dinas2. Tenaga lain yang bekerja di Kesehatan Kabupaten/Kota. puskesmas dan

jaringannya 2. Lintas sektor terkait, lembaga swadaya masyarakat, dan organisasi profesi. 3. Keluarga dan masyarakat. 13

DASAR HUKUM1. UU Nomor 23 tahun 2002 9. Kepmenkes RI Nomor 1611/ tentang Perlindungan Anak Menkes/SK/XI/2005 tentang Pedoman penyelenggaraan2. UU Nomor 23 Tahun 2006 imunisasi tentang Adiministrasi Kependudukan 10. Kepmenkes Nomor 938/ Menkes/SK/VIII/2007 tentang3. UU Nomor 21 tahun 2007 Standar Asuhan Kebidanan tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) 11. Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 410/2032/Sj/4. UU Nomor 36 tahun 2009 2005 Tanggal 11 Agustus tentang Kesehatan 2005 tentang Upaya Peningkatan Perlindungan5. SK Menkes Nomor 237 tahun Anak. 1997 tentang Pemasaran Susu Formula 12. Surat Edaran Dirjen Bina Kesehatan Masyarakat6. Keputusan Menteri Kesehatan Kementerian Kesehatan RI Nomor 128/Menkes/SK/II/ No....Tanggal...... tentang 2004 tentang Kebijakan dasar .. pusat kesehatan masyarakat7. Kepmenkes Nomor 284/ Menkes/SK/III/2004 tentang Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA)8. SK Menkes Nomor 450/ Menkes/SK/IV/2004 tentang Pemberian ASI Eksklusif pada bayi 0 6 bulan 14 PENGERTIAN1. Anak adalah seseorang yang berusia dibawah 18 tahun termasuk anak di dalam kandungan.2. Perlindungan anak adalah segala kegiatan untuk menjamin dan melindungi anak dan hak-haknya agar 4. Tenaga kesehatan adalah dapat hidup, tumbuh, setiap orang yang berkembang, dan mengabdikan diri di bidang berpartisipasi secara optimal kesehatan, serta memiliki sesuai dengan harkat dan pengetahuan dan atau martabat kemanusiaan, serta keterampilan melalui mendapat perlindungan dari pendidikan dibidang kekerasan dan diskriminasi. kesehatan yang untuk jenis tertentu memerlukan3. Bayi baru lahir (neonatus) kewenangan untuk adalah bayi usia 0 28 hari. melakukan upaya kesehatan. 5. Tenaga lainnya adalah tenaga diluar kesehatan seperti petugas administrasi, kebersihan, dan keamanan atau satpam. 15 RUANG LINGKUPPelayanan kesehatan yangkomprehensif berbasis perlindungananak bagi bayi baru lahir dan ibubersalin di puskesmas danjaringannya. 16 17 BAB 2PELAYANAN KESEHATANBAYI BARU LAHIR 18 Dalam rangka memberikan pelayanan kesehatan komprehensif bagibayi baru lahir dimulai sejak janin dalam kandungan sampai denganbayi berumur 28 hari di puskesmas dan jaringannya, maka setiaptenaga kesehatan harus mematuhi standar pelayanan yang sudahditetapkan. Standar yang dijadikan acuan antara lain : StandarPelayanan Kebidanan (SPK), Pedoman Asuhan Persalinan Normal(APN), dan Pelayanan Neonatal Esensial Dasar.Pelayanan kesehatan yang komprehensif bagi bayi baru lahir,diselenggrakan dengan mengikuti hal-hal sebagai berikut :A. Selama kehamilan Ibu hamil harus memeriksakan kehamilan minimal empat kali di fasilitas pelayanan kesehatan, agar pertumbuhan dan perkembangan janin dapat terpantau dan bayi lahir selamat dan sehat. Tanda-tanda bayi lahir sehat: Berat badan bayi 2500-4000 gram; Umur kehamilan 37 40 mg; Bayi segera menangis , Bergerak aktif, kulit kemerahan, Mengisap ASI dengan baik, Tidak ada cacat bawaan 19

B. TATALAKSANA BAYI BARU LAHIR Tatalaksana bayi baru lahir meliputi: 1. Asuhan bayi baru lahir pada 0 6 jam: Asuhan bayi baru lahir normal, dilaksanakan segera setelah lahir, dan diletakkan di dekat ibunya dalam ruangan yang sama. Asuhan bayi baru lahir dengan komplikasi dilaksanakan satu ruangan dengan ibunya atau di ruangan khusus. Pada proses persalinan, ibu dapat didampingi suami. 2. Asuhan bayi baru lahir pada 6 jam sampai 28 hari: Pemeriksaan neonatus pada periode ini dapat dilaksanakan di puskesmas/ pustu/ polindes/ poskesdes dan/atau melalui kunjungan rumah oleh tenaga kesehatan. Pemeriksaan neonatus dilaksanakan di dekat ibu, bayi didampingi ibu atau keluarga pada saat diperiksa atau diberikan pelayanan kesehatan.C. JENIS PELAYANAN KESEHATAN BAYI BARU LAHIR 1. Asuhan bayi baru lahir Pelaksanaan asuhan bayi baru lahir mengacu pada pedoman Asuhan Persalinan Normal yang tersedia di puskesmas, pemberi layanan asuhan bayi baru lahir dapat dilaksanakan oleh dokter, bidan atau perawat. Pelaksanaan asuhan bayi baru lahir dilaksanakan dalam ruangan yang sama dengan ibunya atau rawat gabung (ibu dan bayi dirawat dalam satu kamar, bayi berada dalam jangkauan ibu selama 24 jam). Asuhan bayi baru lahir meliputi: Pencegahan infeksi (PI) Penilaian awal untuk memutuskan resusitasi pada bayi Pemotongan dan perawatan tali pusat Inisiasi Menyusu Dini (IMD) Pencegahan kehilangan panas melalui tunda mandi selama 6 jam, kontak kulit bayi dan ibu serta menyelimuti kepala dan tubuh bayi. 20 Pencegahan perdarahan melalui penyuntikan vitamin K1 dosis tunggal di paha kiri Pemberian imunisasi Hepatitis B (HB 0) dosis tunggal di paha kanan Pencegahan infeksi mata melalui pemberian salep mata antibiotika dosis tunggal Pemeriksaan bayi baru lahir Pemberian ASI eksklusifPelaksanaan Setelah bayi lahir dan tali pusat dipotong, segera letakkan bayi tengkurap di dada ibu,Inisiasi kulit bayi kontak dengan kulit ibu untukMenyusu Dini melaksanakan proses IMD.(IMD) Langkah IMD pada persalinan normal (partus spontan): 1. Suami atau keluarga dianjurkan mendampingi ibu di kamar bersalin 2. Bayi lahir segera dikeringkan kecuali tangannya, tanpa menghilangkan vernix, kemudian tali pusat diikat. 3. Bila bayi tidak memerlukan resusitasi, bayi ditengkurapkan di dada ibu dengan KULIT bayi MELEKAT pada KULIT ibu dan mata bayi setinggi puting susu ibu. Keduanya diselimuti dan bayi diberi topi. 4. Ibu dianjurkan merangsang bayi dengan sentuhan, dan biarkan bayi sendiri mencari puting susu ibu. 5. Ibu didukung dan dibantu tenaga kesehatan mengenali perilaku bayi sebelum menyusu. 21 6. Biarkan KULIT bayi bersentuhan dengan KULIT ibu minimal selama SATU JAM; bila menyusu awal terjadi sebelum 1 jam, biarkan bayi tetap di dada ibu sampai 1 jam 7. Jika bayi belum mendapatkan puting susu ibu dalam 1 jam posisikan bayi lebih dekat dengan puting susu ibu, dan biarkan kontak kulit bayi dengan kulit ibu selama 30 MENIT atau 1 JAM berikutnya. Setelah selesai proses IMD bayi ditimbang, diukur, dicap/diberi tanda identitas, diberi salep mata dan penyuntikan vitamin K1 pada paha kiri. Satu jam kemudian diberikan imunisasi Hepatitis B (HB 0) pada paha kanan. 22 Pelaksanaan Pemberian layanan kesehatan tersebut dilaksanakan pada periode setelah IMDpenimbangan, sampai 2-3 jam setelah lahir, danpenyuntikan dilaksanakan di kamar bersalin oleh dokter, bidan atau perawat.vitamin K1, Semua BBL harus diberi penyuntikansalep mata dan vitamin K1 (Phytomenadione) 1 mgimunisasi intramuskuler

di paha kiri, untuk mencegah perdarahan BBL akibatHepatitis B (HB desiensi vitamin K yang dapat dialami0) oleh sebagian BBL. Salep atau tetes mata diberikan untuk pencegahan infeksi mata (Oxytetrasiklin 1%). Imunisasi Hepatitis B diberikan 1-2 jam di paha kanan setelah penyuntikan Vitamin K1 yang bertujuan untuk mencegah penularan Hepatitis B melalui jalur ibu ke bayi yang dapat menimbulkan kerusakan hati.Pemeriksaan Pemeriksaan BBL bertujuan untuk mengetahui sedini mungkin kelainan padaBayi Baru Lahir bayi. Risiko terbesar kematian BBL terjadi pada 24 jam pertama kehidupan, sehingga jika bayi lahir di fasilitas kesehatan sangat dianjurkan untuk tetap tinggal di fasilitas kesehatan selama 24 jam pertama. Pemeriksaan bayi baru lahir dilaksanakan di ruangan yang sama dengan ibunya, oleh dokter/ bidan/ perawat. Jika pemeriksaan dilakukan di rumah, ibu atau keluarga dapat mendampingi tenaga kesehatan yang memeriksa. 23

Waktu pemeriksaan bayi baru lahir: Bayi lahir di fasilitas Bayi lahir di rumah kesehatan Baru lahir sebelum usia 6 jam. Baru lahir sebelum usia 6 jam. Usia 6-48 jam Usia 6-48 jam Usia 3-7 hari Usia 3-7 hari Minggu ke 2 pasca lahir Minggu ke 2 pasca lahirLangkah langkah pemeriksaan: Pemeriksaan dilakukan dalam keadaan bayi tenang (tidak menangis). Pemeriksaan tidak harus berurutan, dahulukan menilai pernapasan dan tarikan dinding dada bawah, denyut jantung serta perut. Selalu mencuci tangan pakai sabun dengan air mengalir sebelum dan sesudah memegang bayi. 24 Pemeriksaan sis yang Keadaan normaldilakukanLihat postur, tonus dan aktivitas Posisi tungkai dan lengan eksi. Bayi sehat akan bergerak aktif.Lihat kulit Wajah, bibir dan selaput lendir, dada harus berwarna merah muda, tanpa adanya kemerahan atau bisul.Hitung pernapasan dan lihat Frekuensi napas normal 40-60tarikan dinding dada bawah kali per menit.ketika bayi sedang tidak Tidak ada tarikan dinding dadamenangis. bawah yang dalamHitung denyut jantung dengan Frekwensi denyut jantungmeletakkan stetoskop di dada kiri normal 120-160 kali per menit.setinggi apeks kordis.Lakukan pengukuran suhu Suhu normal adalah 36,5 -dengan termometer 37,5 CLihat dan raba bagianketiak kepala Bentuk kepala terkadang asimetris karena penyesuaian pada saat proses persalinan, umumnya hilang dalam 48 jam. Ubun-ubun besar rata atau tidak membonjol, dapat sedikit membonjol saat bayi menangis.Lihat mata Tidak ada kotoran/sekretLihat bagian dalam mulut: Bibir, gusi, langit-langit utuh dan tidak ada bagian yang terbelah. 25 Pemeriksaan sis yang Keadaan normaldilakukan Masukkan satu jari yang Nilai kekuatan isap bayi. Bayi menggunakan sarung tangan akan mengisap kuat jari ke dalam mulut, raba langit- pemeriksa. langit.Lihat dan raba perut. Perut bayi datar, teraba lemas.Lihat tali pusat Tidak ada perdarahan, pembengkakan, nanah, bau yang tidak enak pada tali pusat.atau kemerahan sekitar tali pusatLihat punggung dan raba tulang Kulit terlihat utuh, tidakbelakang terdapat lubang dan benjolan pada tulang belakangPemeriksaan ekstremitas atas Tidak terdapat sindaktili,dan bawah polidaktili, siemenline, dan kelainan kaki (pes equino varus dan vagus).Lihat lubang anus Hindari memasukkan alat atau Terlihat lubang anus dan jari dalam memeriksa anus periksa apakah mekonium sudah keluar. Tanyakan pada ibu apakah bayi Biasanya mekonium keluar sudah buang air besar dalam 24 jam setelah lahir. 26

Pemeriksaan sis yang Keadaan normaldilakukanLihat dan raba alat kelamin luar Bayi perempuan kadang Tanyakan pada ibu apakah terlihat cairan vagina berwarna bayi sudah buang air kecil putih atau kemerahan. Bayi laki-laki terdapat lubang uretra pada ujung penis. Teraba testis di skrotum. Pastikan bayi sudah buang air kecil dalam 24 jam setelah lahir. Yakinkan tidak ada kelainan alat kelamin, misalnya hipospadia, rudimenter, kelamin ganda.Timbang bayi Berat lahir 2,5-4 kg. Timbang bayi dengan Dalam minggu pertama, berat menggunakan selimut, hasil bayi mungkin turun dahulu penimbangan dikurangi berat (tidak melebihi 10% dalam selimut waktu 3-7 hari) baru kemudian naik kembali.Mengukur panjang dan lingkar Panjang lahir normal 48-52 cm.kepala bayi Lingkar kepala normal 33-37 cm. 27 Rawat Gabung Ibu dan bayi dirawat dalam satu kamar, berada dalam jangkauan ibu selama 24 jam.Bayi Berikan hanya ASI saja tanpa minuman atau makanan lain kecuali atas indikasi medis. Tidak diberi dot atau kempeng.Kunjungan Adalah pelayanan kesehatan kepada neonatus sedikitnya 3 kali yaitu:Neonatal Kunjungan neonatal I (KN1) pada 6 jam sampai dengan 48 jam setelah lahir Kunjungan neonatal II (KN2) pada hari ke 3 s/d 7 hari Kunjungan neonatal III (KN3) pada hari ke 8 28 hari Pelayanan kesehatan diberikan oleh dokter/ bidan/perawat, dapat dilaksanakan di puskesmas atau melalui kunjungan rumah. Pelayanan yang diberikan mengacu pada pedoman Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS) pada algoritma bayi muda (Manajemen Terpadu Bayi Muda/MTBM) termasuk ASI ekslusif, pencegahan infeksi berupa perawatan mata, perawatan tali pusat, penyuntikan vitamin K1 dan imunisasi HB0 diberikan pada saat kunjungan rumah sampai bayi berumur 7 hari (bila tidak diberikan pada saat lahir). 28 Pencatatan dan Hasil pemeriksaan dan tindakan tenaga kesehatan harus dicatat pada:Pelaporan 1. Buku KIA (buku kesehatan ibu dan anak) Pencatatan pada ibu meliputi keadaan saat hamil, bersalin dan nifas. Pencatatan pada bayi meliputi identitas bayi, keterangan lahir, imunisasi, pemeriksaan neonatus, catatan penyakit, dan masalah perkembangan serta KMS 2. Formulir Bayi Baru Lahir Pencatatan per individu bayi baru lahir, selain partograph Catatan ini merupakan dokumen tenaga kesehatan 3. Formulir pencatatan bayi muda (MTBM) Pencatatan per individu bayi Dipergunakan untuk mencatat hasil kunjungan neonatal yang merupakan dokumen tenaga kesehatan puskesmas 4. Register kohort bayi Pencatatan sekelompok bayi di suatu wilayah kerja puskesmas Catatan ini merupakan dokumen tenaga kesehatan puskesmas 29 D. JENIS DAN KOMPETENSI SDMPelayanan kesehatan asuhan bayibaru lahir dan kunjungan neonatal E. FASILITASdapat dilaksanakan oleh:1. Dokter termasuk dokter Peralatan yang diperlukan dalam umum dan dokter spesialis melaksanakan asuhan bayi baru anak lahir harus tersedia dalam satu2. Bidan ruangan dengan ibu, meliputi:3. Perawat Tempat (meja) resusitasi bayi, diletakkan di dekat tempat ibuKompetensi yang di butuhkan bersalinmeliputi : Infant warmer atau dapat Asuhan Persalinan Normal digunakan juga lampu pijar 60 Manajemen Asksia BBL watt dipasang sedemikian Manajemen BBLR rupa dengan jarak 60 cm dari Manajemen Terpadu Balita bayi yang berfungsi untuk Sakit penerangan dan memberikan kehangatan di atas tempat resusitasi Alat resusitasi (balon sungkup) bayi baru lahir Air bersih, sabun dan handuk bersih dan kering Sarung tangan bersih Kain bersih dan hangat Stetoskop infant dan dewasa

Stop watch atau jam dengan jarum detik Termometer Timbangan bayi Pengukur panjang bayi Pengukur lingkar kepala 30

Alat suntik sekali pakai (disposible syringe) ukuran 1 ml/cc Senter Vitamin K1 (phytomenadione) ampul Salep mata Oxytetrasiklin 1% Vaksin Hepatitis B (HB) 0 Form pencatatan (Buku KIA, Formulir BBL, Formulir register kohort bayi)Peralatan yang diperlukan untukpemeriksaan kunjungan neonatalmeliputi: Tempat periksa bayi Pengukur panjang bayi Lampu yang berfungsi untuk Pengukur lingkar kepala penerangan dan memberikan Alat suntik sekali pakai kehangatan. (disposable syringe) ukuran 1 Air bersih, sabun dan handuk ml/cc kering Vitamin K1 (phytomenadione) Sarung tangan bersih ampul Kain bersih Salep mata Oxytetrasiklin 1% Stetoskop Vaksin Hepatitis B (HB 0) Stop watch atau jam dengan Form pencatatan (Buku KIA, jarum detik Formulir bayi baru lahir, Termometer formulir MTBM, Partograf, Timbangan bayi Formulir register kohort bayi) 31 BAB 3UPAYA PERLINDUNGANBAYI DI PUSKESMASDAN JARINGANNYA 32 Perlindungan anak adalah segala upaya yangdilakukan untuk menjamin kelangsungan hidup,tumbuh kembang anak secara optimal, terhindar daridiskriminasi dan kekerasan termasuk penculikan danperdagangan bayi. Pelayanan kesehatan yangdilaksanakan di puskesmas dan jaringannyamerupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dariupaya perlindungan anak di bidang kesehatan.Dalam hal pelayanan kesehatan dimaksud tidakterlepas dari pemenuhan hak - hak anak secarakeseluruhan.A.Hak-hak AnakMengacu pada Undang-Undang Nomor 23 tahun 2002 tentangPerlindungan Anak, dimana orang tua, keluarga, masyarakat,pemerintah dan negara bertanggung jawab untuk memenuhi hak-hakanak agar dapat hidup, tumbuh dan berkembang secara optimal,terjamin kelangsungan hidupnya,dan terlindungi dari diskriminasi dankekerasan termasuk perlindungan terhadap terjadinya penculikan danperdagangan bayi.Pertumbuhan mempunyai dampak terhadap aspek sik, sedangkanperkembangan berkaitan pada proses kematangan intelektual danemosional yang berlangsung sejak pertumbuhan janin di dalamkandungan sampai dengan usia remaja. 33 Tumbuh kembang anakdipengaruhi oleh 2 faktor utamayaitu : Faktor genetik (Heredoconstitutional) Faktor lingkungan (Environment)Optimalisasi faktor Asuh adalah kebutuhan yang meliputi:lingkungan untuk tumbuhkembang optimal meliputi Pangan atau kebutuhan gizi3 kebutuhan dasar yaitu seperti Inisiasi Menyusu DiniAsuh, Asih dan Asah. (IMD), ASI eksklusif, MP-ASI, pemantauan panjang badan dan berat badan secara teratur. Perawatan kesehatan dasar seperti imunisasi sesuai jadwal, pemberian vitamin K1 dan vitamin A biru untuk bayi umur 6-11 bulan; vitamin A merah untuk anak umur 12 59 bulan dan ibu nifas 2 kapsul diminum selama nifas. Higiene dan sanitasi. Sandang dan papan. Kesegaran jasmani. Rekreasi dan pemanfaatan waktu luang. 34 Asih adalah ikatan yang erat, Stimulasi, Deteksi, danserasi dan selaras antara ibu dan Intervensi Dini Tumbuhanaknya diperlukan pada tahun Kembang Anak.tahun pertama kehidupan anak Pengembangan moral, etikauntuk menjamin mantapnya dan agamatumbuh kembang sik, mental Perawatan, pengasuhan dandan psikososial anak. pendidikan anak usia dini seperti: Pendidikan dan pelatihan Kontak kulit antara Ibu

dan Bayi Untuk meningkatkan Menimang dan membelai bayi kesehatan dan kualitas hidup anak diperlukan juga upayaAsah merupakan proses pelayanan kesehatan yangpembelajaran pada anak. Agar komprehensif.anak tumbuh dan berkembangmenjadi anak yang cerdas ceria Anak, terutama bayi merupakandan berakhlak mulia, maka kelompok yang rentan terhadapperiode balita menjadi periode masalah kesehatan, dan tindakyang menentukan sebagai masa kekerasan yang meliputikeemasan (golden period), perlakuan salah (abuse),jendela kesempatan (window of eksploitasi, penculikan, danopportunity), dan masa krisis perdagangan bayi. Upaya(critical period) yang tidak pelayanan kesehatan yangmungkin terulang. Oleh karena itu diselenggarakan selama ini lebihpengembangan anak usia dini menekankan pada upayamelalui perawatan, pengasuhan pelayanan kesehatan semata,dan pendidikan anak usia dini belum berorientasi pada upayaharus memperhatikan hal hal perlindungan secara menyeluruh.sebagai berikut: 35

B. Bentuk-bentuk kekerasan dan tindak pidana Kekerasan terhadap bayi meliputi semua bentuk tindakan/ perlakuan menyakitkan secara sik maupun emosional, penyalahgunaan seksual, penculikan, bayi tertukar, tindak pidana perdagangan orang, penelantaran, termasuk ekploitasi seksual yang mengakibatkan cidera/kerugian nyata terhadap kesehatan, kelangsungan hidup, tumbuh kembang atau martabat. Penelantaran bayi adalah kegagalan dalam menyediakan segala sesuatu yang dibutuhkan untuk tumbuh kembang anak, seperti: kesehatan, pendidikan, perkembangan emosional, nutrisi, rumah atau tempat bernaung, serta keadaan hidup yang aman dan layak. Sebagai contoh penelataran bayi adalah : Ibu tidak melakukan pemeriksaan kesehatan selama kehamilan , bayi tidak diberikan IMD dan ASI eksklusif selama enam bulan pertama, tidak memberikan immunisasi, tidak memberi nama dan tidak membuatkan akte kelahiran, tidak memantau tumbuh kembang bayi, dan tidak memberikan pelayanan kesehatan yang dibutuhkan. Kekerasan dapat menyebabkan gangguan baik secara sik, mental emosional bahkan dapat mengakibatkan kematian. Anak yang mengalami kekerasan selanjutnya dapat berpotensi menjadi pelaku kekerasan di kemudian hari (abused become abuser). 36 Tindak Pidana Perdagangan Orang yang bisa terjadi pada masa bayi adalah salah satu atau segala tindakan yang terkait dengan perekrutan, penampungan, pengiriman, pemindahan atau penerimaan seseorang dengan ancaman kekerasan, penggunaan kekerasan, penculikan, penyekapan, pemalsuan, penyalahgunaan kekuasaan atau posisi rentan,penjeratan uang atau memberikan bayaran atau manfaat sehingga memperoleh persetujuan dari orang yang memegang kendali atas orang lain tersebut, baik yang dilakukan dalam negara maupun antar negara untuk tujuan eksploitasi atau mengakibatkan orang tereksploitasi. Oleh karena itu tenaga kesehatan dituntut untuk memahami aspek mediko legal terkait dengan tindak kekerasan pada bayi/anak termasuk tindak pidana perdagangan orang (lihat lampiran).Pelayanan kesehatan anak termasukbayi korban kekerasan dilakukanmelalui upaya pengembanganPuskesmas Mampu Tatalaksana KasusKtP/A. Dewasa ini pelayanan yang lebihbanyak dikenal adalah tatalaksanakekerasan sik, emosional dan seksual,belum menyentuh pada isu pemenuhanhak-hak anak secara menyeluruh. 37 C. Prosedur pelayanan yang berorientasi pada perlindungan bayi Dalam pelaksanaan pelayanan kesehatan yang berorientasi perlindungan anak ini, harus memenuhi prinsip-

prinsip perlindungan anak yang meliputi : 1. Pelayanan yang tidak membeda-bedakan (non diskriminasi), terhindar dari segala bentuk diskriminasi dan tindak kekerasan 2. Pelayanan yang menjamin kelangsungan hidup dan tumbuh kembang 3. Pelayanan yang terbaik untuk kepentingan bayi/anak Pelayanan ini diselenggarakan sesuai dengan standar pelayanan yang tersedia dan memberi surat keterangan lahir untuk mendukung agar bayi memperoleh akte kelahiran dalam waktu secepatnya, serta menjamin agar bayi tidak tertukar, kekerasan, penelantaran, penculikan dan perdagangan. 38

Alur pelayanan kesehatan di Puskesmas dan jaringannya adalah sebagai berikut : { Ibu hamil Pendaftaran Ruang KIEPerlindungan Ruang Bersalin Rujukan Ruang Rawat Gabung Pulang KIE Perlindungan Anak merupakan serangkaian kegiatan komunikasi informasi dan edukasi tentang upaya perlindungan bayi/anak yang diberikan secara langsung oleh tenaga kesehatan di Puskesmas dan jaringannya maupun secara tidak langsung melalui media seperti poster, leaet di loket pendaftaran, ruang periksa, ruang bersalin, dan ruang rawat gabung. 39 Pendaftaran Dilakukan Pencatatan Identitas meliputi : a. Identitas ibu (KTP/SIM/dokumen lainnya) pada saat masuk, dicatat pada buku register sesuai buku KIA b. Identitas pengantar/pendamping (KTP/SIM/ dokumen lainnya) c. Identitas tenaga kesehatan yang menerima d. Identitas pemeriksa dan atau penolong persalinanRuang a. Tenaga kesehatan yang bertugas,Periksa memperkenalan diri b. Ibu didampingi oleh suami/anggota keluarga c. Ibu menyerahkan buku KIA kepada petugas kesehatan d. Menandatangani informed consent termasuk IMD e. Pemeriksaan sesuai Standar Pelayanan Kebidanan (SPK) dan Asuhan Persalinan Normal (APN) f. Berikan rujukan bila diperlukan g. Pencatatan hasil pemeriksaan di buku KIA dan Kartu IbuRuang a. Tenaga kesehatan yang bertugas harusBersalin memperkenalkan diri b. Ibu didampingi oleh suami/anggota keluarga c. Pertolongan persalinan sesuai APN d. Pemasangan gelang identitas bayi (berikan warna berbeda untuk bayi laki-laki dan perempuan) e. Pelaksanaan IMD/ Kontak Kulit (skin to skin contact) f. Asuhan bayi baru lahir sesuai dengan Pedoman Pelayanan Kesehatan Neonatal Esensial g. Rujukan bila diperlukan 40 h. Pencatatan persalinan di Partograf, Kartu Ibu dan buku KIA i. Beri catatan khusus untuk bayi dengan tanda lahir atau kelainan sik yang ditemukanSegera setelah lahir, semua bayi harusdistabilkan dahulu. Yang dimaksud dengan bayistabil apabila nadi baik, temperatur tidakhipotermi, pernafasan teratur dan bayi aktif.Pemeriksaan sik bayi dilakukan setelah bayistabil. Pemeriksaan harus dilakukan di bawahlampu pemancar panas (radiant warmer) dalamkeadaan bayi telanjang bulat. 41 D.Keamanan D.KeamananUntuk menjaga keamanan baik Untuk menjaga keamanan baikbagi petugas maupun pasien bagi petugas maupun pasienmaka beberapa hal yang perlu maka beberapa hal yang perludilaksanakan oleh Puskesmas dilaksanakan oleh Puskesmasadalah : adalah :1. Petugas : 2. Tindakan Medis : Setiap petugas Setiap tindakan medis menggunakan seragam dan harus dilaksanakan tanda pengenal sesuai sesuai prosedur tetap dengan peraturan masing- (lege artis) di ruang masing daerah. perawatan dengan persetujuan keluarga, Petugas harus menggunakan lembar memperkenalkan diri persetujuan tindakan kepada pasien, dengan (Informed consent). menyebutkan nama, menunjukkan tanda Setiap tindakan rujukan pengenal yang

dilengkapi mengikuti sistem rujukan dengan foto dan jabatan yang berlaku, ibu dan yang bersangkutan di atau bayi harus Puskesmas. didampingi oleh suami/ anggota keluarga dan Petugas mempunyai daftar petugas kesehatan yang pasien dan pendamping ditunjuk oleh Kepala pasien Puskesmas dengan Optimalisasi petugas membawa surat rujukan keamanan/satpam resmi 3. Ruang Perawatan : Ruang rawat inap harus terpisah dengan ruang rawat jalan Setiap petugas di ruang rawat inap harus bertanggung jawab menjaga keamanan dan kenyamanan pasien. 42

4. Pengunjung : Pengunjung harus mendapatkan ijin dari petugas jaga Pengunjung harus menyebutkan identitas pasien (nama ibu, suami, alamat) Jumlah pengunjung maksimum 3 (tiga) orang dan masing-masing meninggalkan kartu identitas kepada petugas jaga Waktu berkunjung sesuai jadwal jam besuk 43 Ruang RawatGabung :a. Tenaga kesehatan yang bertugas, memperkenalan dirib. Ibu didampingi oleh suami/ anggota keluarga e. KIE tentang :c. Bayi ditempatkan1 (satu) Kewaspadaan terhadap ruangan yang mudah Penculikan dan dijangkau oleh ibu (rooming - Perdagangan Bayi kepada in) ibu dan pendampingd. Bayi dengan berat lahir Hasil pemeriksaan Ibu dan 1800 gram dan dalam kondisi Bayi stabil, dapat dilakukan Tandatanda bahaya pada perawatan metode kangguru Bayi Baru Lahir dan (PMK) Komplikasi pada Ibu Nifas dengan menggunakan buku KIA Pemberian ASI secara Ekslusif, tidak memberi dot kepada bayi dan cara menyusui yang baik dan benar Jadwal kunjungan ulang dan jenis pelayanan yang akan diberikan sesuai buku KIA Bila fasilitas memungkinkan, dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan skrining bayi baru lahir (hipotiroid kongenital) 44 f. Pemeriksaan dan Asuhan Kebidanan sesuai Standar Pelayanan Kebidanan (SPK) Ibu Nifas dan Bayi Baru Lahirg. Lakukan rujukan bila diperlukanh. Pencatatan hasil pemeriksaan di Kartu Ibu, buku KIA dan Rekam Medis Bayi 45 Pemulangan Bayi:a. Bayi dipulangkan dalam keadaan sehatb. Harus ada bukti dokumen serah terima bayi kepada pihak keluargac. Jadwalkan kunjungan neonatus (KN-2) pada umur 3-7 hari dan KN-3 pada umur 8-28 harid. KIE tentang asuhan perawatan bayi di rumah termasuk tanda-tanda bahaya pada bayi baru lahir (memanfaatkan buku KIA)Catatan:apabila ditemukan kasus penculikan pada bayi baru lahir,maka harus dicatat dalam format pencatatan/pelaporanyang terdapat pada buku pedoman pengambanganpuskesmas mampu tatalaksana KtP/A dan petugasharus melapor kepada pihak kepolisian.Setiap tindakan yang dilakukan pada bayi baru lahirharus dilakukan atas persetujuan orang tua/keluargadengan menggunakan informed consernt (lampiran 6a).Apabila diduga adanya tindak kekerasan makamenggunakan format informed consernt sesuai bukupedoman pengembangan puskesmas mamputatalaksana kasus KtP/A (lampiran 6b). 46 47 BAB 4PENUTUP 48 Buku Panduan Pelayanan Kesehatan berbasis perlindungananak ini merupakan pelengkap dari buku buku panduan danstandar pelayanan bayi yang sudah ada

sebelumnya.Diharapkan tenaga kesehatan dapat memanfaatkan secaraoptimal panduan pelayanan bayi baru lahir berbasisperlindungan anak di puskesmas dan jaringannya denganmemperhatikan aspek-aspek kesehatan anak, perlindungananak dan aspek medikolegal yang diperlukan.Semoga buku ini dapat mendukung pelaksanaanperlindungan anak dibidang kesehatan khususnya pelayanankesehatan yang komprehensif bagi bayi baru lahir. 49

KEPUSTAKAAN1. (ABM protocol#5 2003, UNICEF dan WHO: BFHI Revised, 2006)2. (UNICEF dan WHO: BFHI Revised, 2006 and UNICEF India : 2007, (Klausand Kennel 2001; American College of OBGYN 2007 and ABM protocol #5 2003)3. (American College of OBGYN 2007 and ABM protocol #5 2003)4. Undang-Undang No 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak5. Undang-Undang N0 36 tahun 2009 tentang Kesehatan6. Undang-Undang No 21 tahun 2007 tentang Tindak Pidana perdagangan Orang7. Standar Pelayanan Minimum Bidang Kesehatan8. Standar Pelayanan Kebidanan, Kementerian Kesehatan RI tahun 20109. Pedoman Asuhan Persalinan Normal, Kementerian Kesehatan RI tahun 200910. Pedoman Pelayanan Neonatal Essensial Dasar, Kementerian Kesehatan RI tahun 201011. Pedoman Asuhan Keperawatan,Kementerian Kesehatan RI tahun ?12. Standar Pelayanan Medis?LAMPIRAN1. Pencatatan Buku KIA2. Pencatatan Imunisasi3. Formulir Bayi Baru Lahir4. Formulir MTBM5. Register Kohort Bayi6. Informed Consernt (lampiran 6a dan 6b)7. Lampiran pasal-pasal yang terkait Undang-Undang nomor 21 tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan 50 LAMPIRAN 1HALAMAN PENCATATAN BUKU KIA ! 51 LAMPIRAN 2 52 Lima Imunisasi Dasar Lengkap untuk Bayi dibawah usia satutahun: JADWAL IMUNISASI UMUR BAYI JENIS IMUNISASI 0-7 hari Hepatitis B (HB) 0 1 bulan BCG, Polio 1 2 bulan DPT HB 1, Polio 2 3 bulan DPT HB 2, Polio 3 4 bulan DPT HB 3, Polio 4 9 bulan Campak 53 LAMPIRAN 3 FORMULIR BAYI BARU LAHIRPemeriksa (Nama dan Tanda tangan): __________________________________________Nama bayi: _________________________________________________Jenis kelamin: L/PNama orang tua: ___________________________________________________________Alamat:______ _____________________________________________________________Tanggal & jam lahir : ______________________Lahir pada umur kehamilan: _______bulan PEMERIKSAAN Tanggal .. Tanggal .. Jam .. Jam .. Hasil Hasil 1. Postur, tonus dan aktivitas 2. Kulit bayi 3. Pernapasan ketika bayi sedang tidak menangis 4. Detak jantung 5. Suhu ketiak 6. Kepala 7. Mata 8. Mulut (lidah, selaput lendir) 9. Perut dan tali pusat 10. Punggung tulang belakang 11. Lubang anus 12. Alat kelamin *) 13. Berat badan 14. Panjang badan 15. Lingkar kepala*) Tidak boleh melakukan sunat/khitan pada bayi baru lahir Tanda lahir : ......................... 54 ASUHAN/KONSELING Waktu (tanggal, jam) Keterangan dilakukan asuhan 1. Inisiasi menyusu dini 2. Salep mata antibiotika profilaksis 3. Suntikan vitamin K1 4. Imunisasi

Hepatitis B (HB 0) 5. Rawat gabung dengan ibu 6. Memandikan bayi **) 7. Konseling menyusui 8. Tanda-tanda bahaya pada bayi yang perlu dirujuk 9. Menjelaskan pada ibu tentang perawatan bayi di rumah 10. Melengkapi catatan medis Waktu pemeriksaan Tanggal .. kembali/ Kunjungan Neonatal**) Berikan tanda pengenal pada bayi (bedakan warna menurut jenis kelamin) 55

LAMPIRAN 4 FORMULIR PENCATATAN BAYI MUDA UMUR < 2 BULANTanggal kunjungan : _______________Nama bayi : ______________________ L/P Nama orang tua : ___________________Alamat : _________________________________________________________________Umur : ____ Berat badan : ____ gram, Panjang badan: ____cm Suhu badan : ____ oCTanyakan: Bayi ibu sakit apa? ________________________________________________Kunjungan pertama?____ Kunjungan ulang? ____ PENILAIAN (Lingkari semua gejala yang ditemukan) KLASIFIKASI TINDAKAN / PENGO- BATAN MEMERIKSA KEMUNGKINAN PENYAKIT SANGAT BERAT ATAU INFEKSI BAKTERI Bayi tidak mau minum atau memuntahkan semuanya. Ada riwayat kejang. Bayi bergerak hanya jika dirangsang. Hitung napas dalam 1 menit ____ kali / menit. - Ulangi jika 60 kali / menit, hitung napas kedua ____ kali/ menit. Napas cepat. - Napas lambat ( 30 kali / menit ). Tarikan dinding dada ke dalam yang sangat kuat. Bayi merintih. Suhu tubuh 37,5 C Suhu tubuh < 35,5 C Mata bernanah : apakah sedikit atau banyak ? Pusar kemerahan meluas sampai dinding perut. Pusar kemerahan atau bernanah. Ada pustul di kulit. APAKAH BAYI DIARE ? Ya ____ Tidak ____ Sudah diare selama ____ hari Keadaan umum bayi : - Letargis atau tidak sadar. - Gelisah / rewel. Mata cekung. Cubitan kulit perut kembalinya : - Sangat lambat ( > 2 detik ) - Lambat. 56 PENILAIAN (Lingkari semua gejala yang ditemukan) KLASIFIKASI TINDAKAN / PENGO- BATANMEMERIKSA IKTERUS. Bayi kuning, timbul pada hari pertama setelah lahir ( < 24 jam ) Kuning ditemukan pada umur 24 jam sampai < 14 hari. Kuning ditemukan pada umur 14 hari atau lebih. Kuning sampai lutut atau siku. Tinja berwarna pucatMEMERIKSA KEMUNGKINAN BERAT BADANRENDAH DAN/ ATAU MASALAH PEMBERIAN ASI. Berat badan menurut umur : - Berat badan menurut umur di bawah garis merah (BGM) ____ - Berat badan menurut umur pada pita kuning KMS. ____ - Tidak ada masalah berat badan rendah. ____ Ibu mengalami kesulitan dalam Ya Tidak pemberian ASI ? ____ ____ Apakah bayi diberi ASI ? Ya Tidak ____ ____ Jika ya, berapa kali dalam 24 jam ? ____ kali. Apakah bayi diberi minuman selain Ya Tidak ASI ? ____ ____ - Jika ya, berapa kali dalam 24 ____ kali. jam ? - Alat apa yang digunakan ? Ada luka atau bercak putih (thrush) di mulut. Ada celah bibir / langit-langitJIKA BAYI : ada kesulitan pemberian ASI, diberi ASI < 8kali dalam 24 jam, diberi makanan/ minuman lain selainASI, atau berat badan rendah menurut umur dan tidakada indikasi di rujuk ke Rumah Sakit. 57 PENILAIAN (Lingkari semua gejala yang ditemukan) KLASIFIKASI TINDAKAN / PENGO- BATANLAKUKAN PENILAIAN TENTANG CARAMENETEKI : Apakah bayi diberi ASI dalam 1 jam terakhir ? - Jika TIDAK, minta ibu meneteki bayinya. - Jika YA, minta ibu untuk menunggu dan memberitahu saudara jika bayi sudah mau menetek lagi.Amati pemberian ASI dengan seksama.Bersihkan hidung yang tersumbat, jika

menghalangi bayimenetek. Lihat apakah bayi menetek dengan baik. Lihat apakah posisi bayi benar. Seluruh badan bayi tersangga dengan baik kepala dan tubuh bayi lurus badan bayi menghadap ke dada ibunya badan bayi dekat ke ibunya. Posisi tidak benar posisi benar Lihat apakah perlekatan benar. Dagu bayi menempel payudara ibu mulut bayi terbuka lebar bibir bawah membuka keluar areola bagian atas tampak lebih banyak. Tidak melekat sama sekali tidak melekat dengan baik melekat dengan baik Lihat dan dengar apakah bayi mengisap dalam dan efektif : Bayi mengisap dalam, teratur, diselingi istirahat hanya terdengar suara menelan. Tidak mengisap sama sekali tidak mengisap dengan efektif mengisap efektifMEMERIKSA STATUS PENYUNTIKAN VITAMIN K1 Vit K1 diberikan hari iniMEMERIKSA STATUS IMUNISASI (lingkari imunisasi Imunisasiyang dibutuhkan hari ini) yang diberikanHepatitis B 0 ___ Hepatitis B 1 ___ BCG ___ hari iniPolio 1 ___Nasihati ibu kapan harus kembali segera. Kembali kunjungan ulang : ________ hariMEMERIKSA MASALAH / KELUHAN IBU 58

Lampiran 5 59 Lampiran 6a SURAT PERSETUJUAN/PENOLAKAN MEDIS KHUSUSSaya yang bertanda tangan di bawah ini :Nama : ................................................................. (L/P)Umur/Tgl Lahir : .....................................................Alamat : .................................................................Telp : .................................................................... ..Menyatakan dengan sesungguhnya dari saya sendiri/*sebagai orang tua/*keluarga/*wali dari :Nama : ................................................................. (L/P)Umur/Tgl Lahir : .....................................................Dengan ini menyatakan SETUJU/MENOLAK untuk dilakukan Tindakan Medisberupa.Dar i penjelasan yang diberikan, telah saya mengerti segala hal yang berhubungandengan penyakit tersebut, serta tindakan medis yang akan dilakukan dankemungkinan pasca tindakan yang dapat terjadi sesuai penjelasan yang diberikan. .........., 20Dokter/Pelaksana, Yang membuat pernyataan, Ttd ttd() ()*Coret yang tidak perlu 60 Lampiran 6b KOP PUSKESMAS/RUMAH SAKIT PERSETUJUAN PEMERIKSAAN (Informed consent) Dengan ini saya yang bertandatangan di bawah ini menyatakan bahwa para petugas telah menjelaskan kepada saya tentang tujuan, manfaat dan tata cara pemeriksaan, dan saya telah memahami sepenuhnya. Selanjutnya saya menyetujui dilakukannya pemeriksaan tersebut terhadap saya/terhadap anak/anak perwalian/........................ saya untuk mencari adanya bukti-bukti kekerasan. * Tandatangan saya/orangtua/wali Jika diperlukan, untuk kepentingan peradilan, laporan hasil pemeriksaan dan bukti-bukti yang ditemukan akan diserahkan kepada pihak kepolisian atas permintaan resmi penyidik sebagai bagian dari pemeriksaan dalam bentuk visum et repertum. Saya menyadari sepenuhnya tentang hal ini dan saya menyetujui dibuatnya visum et repertum tersebut. Tandatangan saya/orangtua/wali Tanda Tangan Saksi Nama : _____________________ Nama : _____________________ No. KTP : _____________________ No. KTP : _____________________ Dengan ini saya juga bersedia dilakukan pengambilan gambar/foto terhadap saya/anak/ anak

perwalian/.................................. saya. Tandatangan saya/orangtua/wali*Coret yang tidak perlu 61

Lampiran 7Beberapa pasal pada UU No 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan UUNo 21 tahun 2007 tentang Tindak Pidanan Perdagangan Orang (TPPO) yang perludiketahui oleh tenaga kesehatan adalah:I. UNDANG-UNDANG RI NO. 23 TAHUN 2002 TENTANG PERLINDUNGAN ANAK Pasal 1 : 1) Anak adalah seseorang yang belum berusia 18 tahun termasuk anak yang masih dalam kandungan. 2) Perlindungan Anak adalah segala kegiatan untuk menjamin dan melindungi anak dan hak-haknya agar dapat hidup, tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi secara optimal sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan, serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi. Pasal 2 : Penyelenggaraan Perlindungan Anak berasaskan Pancasila dan berlandaskan UUD 45 serta prinsip dasar KHA yaitu : non diskriminasi; kepentingan terbaik untuk anak;hak untuk hidup, kelangsungan hidup dan perkembangan; dan penghargaan terhadap pendapat anak. Pasal 4 : Setiap anak berhak untuk dapat hidup, tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi secara wajar sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan, serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi. Pasal 9 : Setiap anak berhak memperoleh pelayanan kesehatan dan jaminan sosial sesuai dengan kebutuhan fisik, mental, spiritual dan soaisal. Pasal 20 : Negara, pemerintah, masyarakat, keluarga dan orang tua berkewajiban dan bertanggung jawab terhadap penyelenggaraan perlindungan anak. Pasal 22 : Negara dan pemerintah, berkewajiban dan bertanggung jawab memberikan dukungan fasilitas dan prafasilitas dalam penyelenggaraan perlindungan anak. Pasal 44 : Pemerintah wajib menyediakan fasilitas dan menyelenggarakan upaya kesehatan yang komprehensif bagi anak, agar setiap anak memperoleh 62 derajat kesehatan yang optimal sejak dalam kandungan; yang didukung olehperan serta masyarakat; dan meliputi upaya promotif, preventif, kuratif danrehabilitatif; dengan memberikan pelayanan cuma-cuma bagi bagi keluargayang tidak mampu.Pasal 83Setiap orang yang memperdagangkan, menjual, atau menculik anak untuk dirisendiri atau untuk dijual, dipidana dengan pidana penjara paling lama limabelas tahun dan paling singkat tiga tahun dan denda paling banyak tiga ratusjuta rupiah dan paling sedikit enam puluh juta rupiah.II. UNDANG-UNDANG RI NO.21 TAHUN 2007 TENTANG PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA PERDAGANGAN ORANG (TPPO)BAB I : KETENTUAN UMUMPasal 11. Perdagangan Orang adalah tindakan perekrutan, pengangkatan, penampungan, pengiriman, pemindahan atau penerimaan seseorang dengan ancaman kekerasan, penggunaan kekerasan, penculikan, penyekapan, pemalsuan, penipuan, penyalahgunaan kekuasaan atau posisi rentan, penjeratan utang atau memberi bayaran atau manfaat, sehingga memperoleh persetujuan dari orang yang memegang kendali atas orang lain tersebut, baik yang dilakukan di dalam negara maupun antar negara, untuk tujuan eksploitasi atau mengakibatkan orang tereksploitasi.2. Tindak Pidana Perdagangan Orang adalah setiap tindakan atau serangkaian tindakan yang memenuhi unsur-unsur tindak pidana yang ditentukan dalam Undang-undang ini.3. Eksploitasi adalah tindakan dengan atau tanpa persetujuan korban yang meliputi tetapi tidak terbatas pada pelacuran, kerja atau pelayanan paksa, perbudakan atau praktik serupa perbudakan, penindasan, pemerasan, pemanfaatan fisik, seksual, organ reproduksi, atau secara melawan hukum memindahkan atau mentransplantasi organ dan/atau jaringan

tubuh atau memanfaatkan tenaga atau kemampuan seseorang oleh pihak lain untuk mendapatkan keuntungan baik materiil maupun immateriil.4. Eksploitasi Seksual adalah segala bentuk pemanfaatan organ tubuh seksual atau organ tubuh lain dari korban untuk mendapatkan keuntungan, 63

termasuk tetapi tidak terbatas pada semua kegiatan pelacuran dan pencabulan. 5. Perekrutan adalah tindakan yang meliputi mengajak, mengumpulkan, membawa atau memisahkan seseorang dari keluarga atau komunitasnya. 6. Pengiriman adalah tindakan memberangkatan atau melabuhkan seseorang dari satu tempat ke tempat lain.Bab II : TINDAK PIDANA PERDAGANGAN ORANGPasal 2(1) Setiap orang yang melakukan perekrutan, pengangkutan, penampungan, pengiriman, pemindahan, atau penerimaan seseorang dengan ancaman kekerasan, penggunaan kekerasan, penculikan, penyekapan, pemalsuan, penipuan, penyalahgunaan kekuasaan atau posisi rentan, penjeratan utang atau memberi bayaran atau manfaat walaupun memperoleh persetujuan dari orang yang memegang kendali atas orang lain, untuk tujuan mengeksploitasi orang tersebut di wilayah negara Republik Indonesia, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 3 (tiga) tahun dan paling lama 15 (lima belas) tahun dan pidana denda paling sedikit Rp. 120.000.000,00 (seratus dua puluh juta rupiah) dan paling banyak Rp. 600.000.000,00 (enam ratus juta rupiah).(2) Jika perbuatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mengakibatkan orang tereksploitasi, maka perlu dipidana dengan pidana yang sama sebagaimana dimaksud pada ayat (1).Pasal 5Setiap orang yang melakukan pengangkatan anak dengan menjanjikan sesuatuatau memeberikan sesuatu dengan maksud untuk dieksploitasi dipidana denganpidana penjara paling singkat 3 (tiga) tahun dan paling lama 15 (lima belas) tahundan pidana denda paling sedikit Rp. 120.000.000,00 (seratus dua puluh jutarupiah) dan paling banyak Rp. 600.000.000,00 (enam ratus juta rupiah).Pasal 9Setiap orang yang berusaha menggerakkan orang lain supaya melakukan tindakpidana perdagangan orang, dan tindak pidana itu tidak terjadi dipidana denganpidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama 6 (enam) tahun danpidana denda paling sedikit Rp. 40.000.000,00 (empat puluh juta rupiah) danpaling banyak Rp. 240.000.000,00 (dua ratus empat puluh juta rupiah). 64 Pasal 10Setiap orang yang membantu atau melakukan percobaan untuk melakukan tindakpidana perdagangan orang, dipidana dengan pidana yang sama sebagaimanadimaksud dalam pasal 2, pasal 3, pasal 4, pasal 5 dan pasal 6.Pasal 11Setiap orang yang merencanakan atau melakukan permufakatan jahat untukmelakukan tindak pidana perdagangan orang, dipidana dengan pidana yang samasebagaimana dimaksud dalam pasal 2, pasal 3, pasal 4, pasal 5 dan pasal 6. 65 DAFTAR RUJUKANa. Pencatatan persalinan di Partograf, Kartu Ibu dan buku KIA Semua bayi harus diperiksa segera setelah lahir, untuk mengetahui ada tidaknya luka pada waktu dilahirkan atau kelainan-kelainan bawaan. Kecuali apabila keadaan bayi jelek dan memerlukan pengobatan segera, pemeriksaan ini dapat dilakukan sesudah bayi dibersihkan. Pemeriksaan harus dilakukan dalam ruangan yang hangat dan terang dengan bayi telanjang bulat. Lakukanlah pemeriksaan secara teratur mengikuti pola yang diuraikan dalam Tabel di bawah ini. Apabila pemeriksaan menunjukkan bayi dalam keadaan normal/wajar seluruhnya, informasikan dan tentramkan ibu, dan segera lakukan IMD/ Kontak Kulit selama 1 jam yang didampingi oleh suami/anggota keluarga

Apabila ditemukan kelainan, informasikan dan tenangkanlah ibu bahwa akan diupayakan jalan keluar yang memungkinkan. (pindah ke BAB II) 66

.PERAN PERAWAT DALAM PENERIMAAN,PEMINDAHAN,DAN PEMULANGAN PASIEN 1. Penerimaan Pasien Ketika seseorang datang ke fasilitas pelayanan kesehatan untuk melakukan pengobatan terhadap penyakit atau cedera yang diderita,proses penerimaan menjadi perhatian bagi pasien,keluarga dan teman-teman yang masuk.Hal pertama yang sangat penting bagi perawat karena menjadi salah satu anggota staff yang akan bertemu dengan pasien yang datang dan menunjukkan sikap yang sopan,percaya diri,dan efisien. Apabila pasien telah menyelesaikan proses penerimaan,tanyakan kepada pasien apakah: Pasien memerlukan brankar atau kursi roda untuk mencapai unit. Pasien membutuhkan peralatan khusus seperti oksigen atau tempat tidur untuk fraktur. Ada instruksi khusus seperti diet cairan atau makanan. Tunjukan kepada mereka dimana mereka bisa menunggu. Beritahu mereka berapa lama mereka harus menunggu. Beritahu mereka dimana mereka bisa mendapatkan makanan dan minuman. Jawablah pertanyaan mereka apabila menanyakan tempat ibadah Setelah perawat menyelesaikan tugas dan proses penerimaan,beritahu pengunjung bahwa mereka boleh kembali ke ruangan pasien. a. Prosedur Menerima Kedatangan Pasien 1. Perawat mencuci tangan dan menyiapkan peralatan: Peralatan untuk spesimen urin Peralatan untuk mengukur temperatur Kertas dan pensil Catatan pasien atau lembar kerja Steteskop Perlengkapan penerimaan Timbangan Manset dan tekanan darah dan manometer Jam tangan dengan detik 2. Siapkan unit untuk pasien dengan: Memastikan semua peralatan yang diperlukan berada pada tempat yang tepat. Periksa ruangan untuk penerangan yang adekuat. Buka selimut tempat tidur. Buat selimut bagian kaki(toepleat). 3. Identifikasi pasien dengan menanyakan nama dan memeriksa gelang identitas.

Perkenalkan diri Bawa pasien dan keluarganya ke unit. Jangan bersikap memburu-buru pasien. Sopan dan siap membantu pasien dan keluarganya. 4. Minta pasien untuk duduk Kemudian minta keluarga untuk pergi ke kamar tunggu atau lobby ketika pasien bersiap untuk tidur. Perkenalkan pasien dengan pasien yang lain dalam satu kamar,kecuali ruangan pribadi. Jelaskan sistem kerja,tanda panggil,dan peraturan-peraturan standar rumah sakit. Jika diizinkan,jelaskan apa yang terjadi berikutnya. 5. Tutup tirai/privasi pasien. 6. Bantu pasien melepaskan pakaian dan mengenakan pakaian rumah sakit atau pakaian tidur dari rumah 7. Perikasa TTV pasien,berat badan dan tinggi badan 8. Bantu pasien naik ke tempat tidur.Pasang kedua sisi penghalang tempat tidur jika perlu. 9. Jika pasien memakai perhiasan atau barang berharga yang tidak ditinggalkan di kantor kasir: Buat daftar barang-barang tersebut dan minta pasien menandatanganinya. Minta juga kepada keluarga untuk menandatangani daftar tersebut dan membawa pulang barangbarang. Setelah diperiksa dan ditandatangani,letakkan barang-barang di lemari. 10. Beritahu pasien jika spesimen urin diperlukan. Bantu pasien jika perlu Biarkan pasien menggunakan kamar mandi,jika dapat berjalan,atau tawarkan bedpan atau urinal 11. Tuangkan spesimen dari bedpan ke dalam botol spesimen.Tutup botol dan pastikan untuk memberi label pada spesimen tersebut. 12. Format penerimaan biasanya diselesaikan pada saat ini,informasi vital mencakup: Observasi TTV(suhu,nadi,pernapasan,tekanan darah,berat badan dan tinggi badan) Alergi Obat yang sedang diminum Makanan yang disukai dan tidak disukai 13. Orientasikan pasien dengan ruangan/unit dengan menjelaskan: Jam berkunjung Penggunaan alat elektronik Semua pertanyaan tentang rutinitas fasilitas Kapan makanan dan minuman diberikan 14. Lakukan semua tindakan penyelesaian prosedur. 2.)Pemindahan Pasien Persiapan pemindahan pasien dilakukan oleh perawat karena permintaan pasien sendiri atau karena perubahan kondisi pasien yang membutuhkan jenis perawatan yang berbeda.Perawat bersikap positif dan suportif terhadap pasien. Setelah unit yang baru diberitahu dan bersiap untuk pindah,perwat akan: Memberitahukan pasien apa yang harus dilakukan

Mengumpulkan semua milik pasien Ambil obat-obatan,catatan dan data diri pasien dari perawat. Bantu pemindahan yang bersifat fisik Berikan catatan dan obat-obatan mulik pasien langsung ke perawat di unit yang baru. Pastikan bahwa pasien nyaman di lingkungannya yang baru sebelum perawat kembali ke unit sendiri. a. Prosedur Memindahkan Pasien 1. 2. 3. 4. 5. 6. Tentukan ke unit mana pasien akan dipindahkan. Belajar dari perawat yang berwenang tentang metode pemindahan.Sediakan sarana yang diperlukan(kursi roda,brankar atau tempat tidur pasien sendiri). Periksa untuk melihat apakah ada peralatan yang juga ikut dipindahkan bersama pasien. Lakukan semua tindakan awal prosedur. Perawat mencuci tangan untuk mengidentifikasi pasien dan memberi privasi. Siapkan peralatan yang diperlukan:

Cacatan pasien,Rencana asuhan keperawatan,Obat-obatan,dan Kantong kertas. 7. Jelaskan pada pasien apa yang harus dilakukan. 8. Kumpulkan semua milik pasien. 9. 10. Letakkan barang-barang sekali pakai dalam kantong kertas untuk dibawa bersama anda dan Periksa kembali daftar pakaian. Bantu pasien untuk mengenakan mantel dan sendal, jika diijinkan. Bantu pasien naik kursi roda brankar, sesuai petunjuk. Tempat tidur pasien sering juga digunakan. Pastikan penghalang tempat tidur terpasang selama pemindahan. Pindahkan pasien dan perlengkapannya ke unit yang baru.Gunakan seluruh tindakan pencegahan yang berhubungan dengan pemindahan pasien yang aman. Perkenalkan pasien kepada staff Bantu staff dalam membantu pasien ke tempat tidur.Bantu dengan menyingkirkan semua barang-barang pasien dan bantu pasien untuk bersikap tenang. Berikan obat-obatan yang digunakan,rencana asuhan keperawatan dan catatan pasien kepada perawat yang berwenang. Sebelum perawat meninggalkan unit,lakukan semua tindakan penyelesaian prosedur.

11. 12. 13. 14. 15.

3. Pemulangan Pasien Pemulangan atau pemulangan yang sah seorang pasien membutuhkan perintah tertulis dari dokter.Perawat akan membuat rencana-rencana yang diperlukan.Dalam hal ini fasilitas

pelayanan kesehatan mempunyai kebijakan-kebijakan khusus yang harus diikuti.Pasien harus dihindarkan dari keletihan atau penundaan yang tidak perlu pada saat dilakukan pemulangan rutin.Sangat membantu perawat dalam: Memeriksa apakah dokter telah menuliskan perintah pemulangan sebelum mempersiapkan pasien. Mengumpulkan semua barang-barang milik pasien dan membantu mengemasnya. Memeriksa dengan cermat lemari dan meja sisi tempat tidur. Memeriksa bersama perawat obat-obatan dan peralatan yang berhubungan dengan peralatan yang akan dibawa pulang. Pastikan bahawa pasien sudah menerima instruksi pemulangan dari perawat,dokter dan koordinator pemulangan. Jangan pernah membiarkan pasien meninggalkan ruangan tanpa dibantu. a. Prosedur Pemulangan Pasien 1. Periksa apakah dokter telah mengizinkan pemulangan pasien.Jika perintah pemulangan belum ditulis,tanyakan pada penyelia sebelum melanjutkan. 2. Lakukan semua tindakan awal prosedur. 3. Ingatlah untuk mencuci tangan anda,mengidentifikasi pasien dan memberi privasi. 4. Bantu pasien untuk berpakaian,jika perlu. 5. Kumpulkan barang-barang pribadi milik pasien.Bantu pasien untuk memeriksanya berdasarkan daftar barang pada saat penerimaan. Kemas,jika perlu Periksa barang-barang berharga berdasarkan daftar sesuai dengan kebijakan fasilitas. Pastikan bahwa semua barang-barang milik pasien telah dikeluarkan dari lemari dan meja sisi tempat tidur. Periksa apakah obat-obatan atau peralatan lain akan dibawa pulang oleh pasien. Pastikan bahwa pasien telah menerima instruksi pemulangan dari perawat,dokter atau koordinator pemulangan. Beritahu pasien atau anggota keluarga bagaimana cara mengambil barang-barang berharga milik pasien dari lemari. Bantu pasien ke kursi roda. Bawa pasien ke pintu keluar rumah sakit. Bantu pasien untuk berpindah dengan aman ke kendaraan. Bersikap ramah pada saat perawat mengatakan selamat jalan. Kembalikan kursi roda. Kembali ke unit pasien. Lepas linen tempat tidur.Buang linen sesuai dengan ketentuan fasilitas. Bersihkan dan kembalikan peralatan yang telah digunakan dalam perawatan pasien, sesuai dengan ketentuan fasilitas. 11. Perawat mencuci tangan 12. Catat pemulangan tersebut sesuai dengan ketentuan fasilitas,antara lain meliputi: Waktu Metode transportasi Reaksi pasien Tanda tangan

13. Laporkan penyelesaian tugas pada perawat.

B. Aspek legal
Pratik keperawatan yang aman memerlukan pemahaman tentang batasan legal yang ada dalam prakti perawat. Sama dengan semua aspek keperawatan, pemahaman tentang implikasi hukum dapat mendukung pemikiran kritis perawat. Perawat perlu memeahami hukum untuk melindungi hak kliennya dan dirinya sendiri dari masalah. Perawat tidak perlu takut hukum, tetapi lebih melihat hukum sebagai dasar pemahaman terhadap apa yang masyarakat harapkan dari penyelenggara pelayanan keperawatan yang profesional masyarakat sangat tertarik pada pelayanan kesehatan yang aman, seperti yang dilaporkan oleh institute of medicine pada tahun 1999 dalam to error is human. Isntitusi tersebut menyebutnya sebagai repormasi hukum dalam areya mapraktik medis. Hukum dimasyarakat kita selalu ber ubah-ubah. Sebagaimana teknologi memperluas peran perawat, maka dilema etik terkait pelayanan klien juga meningkatkan dan dapat menjadi masalah hukum. Dengan semakin berkembangnya pelayanan kesehatan, maka implikasi hukum untuk pelayanan kesehatan juga semakin berkembang. Batas hukum keperawatan Sebagai perawat profesional, anda perlu memehami batas hukum yang mempengaruhi pratik anda. Penilaian pengambilan kepusan yang baik akan memastikan bahwa klien anda menerima pelayanan kepewrawatan yang sesuai dan aman. a. Sumber hukum Pedoman legal yang dianut perawat berasal dari hukum perundang undangan, hukum peraturan dan hukum umum. Badan hukum terpilih seperti hukum negara bagian dan U.S. congress menciptakan hukum perundang undagan ( statutory law). Salah satu contoh undang undang negara bagian adalah nurse praktice acts, yang ada dilimapuluh negara bagian. Nurse pratice acts ini mengambarkan dan mewnjelaskan batasan legal praktik keperawatan disetiap negara bagian. Salah satu contoh undang undang vederal yang dibuat oleh U.S. congress adalah americans with disa bilitiyes act (ada) (1990). Hukum peraturan. ( regulatory law) atau hukum administratif (administrative law), mencerminkan pengambilan keputusa yang dilakukan oleh badan administrartif seperti state goards of nursing saat mereka mengesahkan peraqturan dan aturan aturan. Hukum umum (comonn law) berasal dari keputusan pengadilan saat kasusu hukum individual diputuskan. Bagaimanapun juga, perawat akan sering berhadapan dengan hukum umum jika terlibat dalam tindakan kelalaian dan malpraktik. Hukum perdata dan pidana juga termasuk dalam hukum perundang-undagan.hukum pidana (criminal laws) mencegah terjadinya kejahatan dalam masyarakat dan memberikan hukum bagi pelaku tindakan kriminal (black, 2004). Hukum perdata melindungi hak-hak bagi individu dalm masyarakat dan mendorong perlakuan yang adil dan pantas diantara individu (black,2004) b. Standar pelayanan Standar pelayanan (standard of care) merupakan pedoman legal bagi praktik keperawatan dan memberikan batasan minimum pelayanan keperawatan yang dapat diterima. Standar tersebut mencerminkan nilai-nilai dan perioritas profesi. American nurses as association (ANA) telah mermbangun standart bagi praktik keperawatan, pernyataan kebijakan dan

penyelesaiannya.standart tersebut menguraikan cakupan , fungsi, dan peran perawat dalm praktik. Standar pelayanan perwatan ditentukan dalam setiap nurse practice acts negara bagian oleh hukum negara bagian dan federal(tentang rumah sakit dan institusi pelayanan kesehatan lainnya), oleh organisasi spesialis, profesional, dan oleh kebijakan dan prosedur yang ditentukan olehh fasilitas pelayanan kesehatan dimana perawat bekerja (guido, 2006). Dalam sebuah tuntutan malpraktik, standar pelayan kesehatan mengukur tindakan keperawatan dan menentukan apakah perawat melkukan tindakan yang layak dan bijaksana seperti yang dilakukan perawat lainnya dalam situasi yang sama. Pelanggaran terhadap standar pelayanan keperawatan Merupakan salah satu elemen yang harus dibuktikan kelalaian atau malpraktik keperawatan (blumenreich,2005).