Anda di halaman 1dari 19

INDIKASI MASUK ICU

Fattrias H. Jayaatmaja
030. 02. 079
ICU

Departemen
khusus yang
ICU terdapat di banyak
rumah sakit di
seluruh dunia yang
menyediakan
pelayanan
pengobatan
intensive.
Tipe ICU
• Neonatal intensive care unit (NICU)
• Special Care Nursery (SCN)
• Pediatric intensive care unit (PICU)
• Psychiatric Intensive Care Unit (PICU)
• Coronary Care Unit (CCU)
• Cardiac Surgery Intensive Care Unit
(CSICU)
• CardioVascular Intensive Care Unit
(CVICU)
Tipe ICU
• Mobile Intensive Care Unit (MICU)
• Medical Surgical Intensive Care Unit
(MSICU)
• Medical-Surgical Critical Care
Intensive Care Unit (MSCC)
• Surgical Intensive Care Unit (SICU)
• Overnight Intensive Recovery (OIR)
• Neuroscience Critical Care Unit
(NCCU)
Tipe ICU
• Neuro Intensive Care Unit (NICU)
• Burn Wounds Intensive Care Unit
(BWICU)
• Trauma Intensive care Unit (TICU)
• Shock Trauma Intensive care Unit
(STICU)
• Trauma-Neuro Critical Care Intensive
Care Unit (TNCC)
• Respiratory Intensive Care Unit
Kriteria Masuk ICU
Pasien prioritas 1Terapi intensif
Pasien prioritas 2Pemantauan
intensif
Pasien prioritas 3Pasien sakit kritis
atau terminal, dengan prognosis
yang buruk
Pasien prioritas 1
• Pasien sakit kritis, tidak stabil yang
memerlukan terapi intensif seperti
dukungan / bantuan ventilasi, infus
obat-obat vasoaktif kontinyu, dan
lain-lainnya.
• Contoh: pasca bedah kardiotoraksik,
pasien shock septic.
• kriteria spesifik untuk masuk ICU:
derajat hipoksemia, hipotensi
dibawah tekanan darah tertentu.
Pasien prioritas 1 (satu) umumnya
Pasien Prioritas 2
Pasien ini memerlukan pelayanan
pemantauan canggih dari ICU. Jenis
pasien ini beresiko sehingga
memerlukan terapi intensif segera,
karenanya pemantauan intensif
menggunakan metoda seperti
pulmonary arterial catheter sangat
menolong.
Contoh: mereka yang menderita
penyakit dasar jantung, paru, atau
Pasien prioritas 2
• Pasien prioritas 2 umumnya tidak
terbatas macam terapi yang
diterimanya, mengingat kondisi
mediknya senantiasa berubah.
Pasien prioritas 3
• Pasien jenis ini sakit kritis, dan tidak
stabil dimana status kesehatannya
sebelumnya, penyakit yang
mendasarinya, atau penyakit
akutnya, baik masing-masing atau
kombinasinya, sangat mengurangi
kemungkinan kesembuhan dan/atau
mendapat manfaat dari terapi di ICU.
Pasien prioritas 3
• Contoh: pasien dengan keganasan
metastatik disertai penyulit infeksi,
pericardial, temponade, atau
sumbatan jalan napas, atau pasien
menderita penyakit jantung atau
paru terminal disertai komplikasi
penyakit akut berat.
Pasien prioritas 3
• Pasien-pasien prioritas 3 (tiga)
mungkin mendapat terapi intensif
untuk mengatasi penyakit akut,
tetapi usaha terapi mungkin tidak
sampai melakukan intubasi atau
resusitasi kardiopulmoner.
Pasien yang tidak memiliki
kriteria untuk masuk ICU
1). Pasien yang telah dipastikan
mengalami brain death
dimasukkan ke ICU bila mereka
potensial donor organ, tetapi hanya
untuk tujuan menunjang fungsi-
fungsi organ sementara menunggu
donasi organ.
2). Pasien-pasien yang kompeten
tetapi menolak terapi tunjangan
hidup yang agresif dan hanya demi
Pasien yang tidak
merupakan kriteria masuk
ICU vegetatif
3). Pasien dalam keadaan
permanen.
4). Pasien yang secara fisiologis stabil yang
secara statistik resikonya rendah untuk
memerlukan terapi ICU.
Contoh: pasien pasca bedah vaskuler yang
stabil, pasien diabetic ketoacidosis tanpa
komplikasi, keracunan obat tetapi sadar,
concusion, atau payah jantung kongestif
ringan.
• Pasien-pasien semacam ini lebih disukai
Kriteria Keluar Pasien
Prioritas 1 (Satu)
• Pasien prioritas 1 (satu) dikeluarkan
dari ICU bila kebutuhan untuk terapi
intensif telah tidak ada lagi, atau bila
terapi telah gagal dan prognosis
jangka pendek jelek dengan
kemungkinan kesembuhan atau
manfaat dari terapi intensif kontinyu
kecil.
• Contoh: pasien dengan tiga atau
lebih gagal sistim organ yang tidak
Kriteria keluar pasien
prioritas 2
• Pasien prioritas 2 (dua) dikeluarkan
bila kemungkinan untuk mendadak
memerlukan terapi intensif telah
berkurang.
Kriteria Keluar Pasien
Prioritas 3 (Tiga)
• Pasien prioritas 3 (tiga) dikeluarkan
dari ICU bila kebutuhan untuk terapi
intensif telah tidak ada lagi, tetapi
mereka mungkin dikeluarkan lebih
dini bila kemungkinan
kesembuhannya atau manfaat dari
terapi intensif kontinyu kecil.
Kriteria Keluar Pasien
Prioritas 3 (Tiga)
• Contoh:pasien dengan penyakit
lanjut (penyakit paru kronis, penyakit
jantung atau liver terminal,
karsinoma yang telah menyebar
luas, dan lain-lainnya yang telah
tidak berespons terhadap terapi ICU
untuk penyakit akutnya, yang
prognosis jangka pendeknya secara
statistik rendah, dan yang tidak ada
terapi yang potensial untuk