Anda di halaman 1dari 2

1

BAB I PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang Berbagai kasus pencemaran limbah berbahaya dan beracun (B3) dari

kegiatan penambangan minyak bumi yang terjadi di Indonesia memerlukan perhatian yang lebih serius. Setiap tahun kebutuhan minyak bumi terus mengalami peningkatan seiring dengan tingginya kebutuhan energi sebagai akibat kemajuan teknologi dan kebutuhan hidup manusia, sehingga potensi pencemaran oleh minyak bumi juga meningkat (Budianto, 2009). Tanah yang terkontaminasi minyak tersebut dapat merusak lingkungan serta menurunkan estetika. Limbah minyak bumi yang dihasilkan usaha atau kegiatan minyak, gas dan panas bumi atau kegiatan lain yang menghasilkan limbah minyak bumi merupakan limbah bahan berbahaya dan beracun yang memiliki potensi menimbulkan pencemaran dan atau kerusakan lingkungan oleh karena itu perlu dilakukan pengelolaan dengan baik (KeMen LH 128, 2003). Banyak senyawa-senyawa organik yang terbentuk di alam dapat didegradasi oleh mikroorganisme bila kondisi lingkungan menunjang proses degradasi tersebut. Artinya, pencemaran lingkungan oleh polutan-polutan organik dapat dengan sendirinya dipulihkan. Namun pada beberapa lokasi terdapat senyawa organik alami yang resistan terhadap biodegradasi segingga senyawa tersebut akan terakumulasi di dalam perut bumi (Atlas, R.M., 1981). Berdasarkan permasalahan yang ditimbulkan akibat dampak pencemaran minyak bumi ini, maka untuk mengatasi pencemaran tumpahan minyak ini, dilakukan dengan pendekatan metode bioremediasi, yang mana memainkan peranan penting pada pemulihan lingkungan dengan memanfaatkan mikroorganisme.

1.2

Perumusan Masalah Telah banyak upaya yang dilakukan untuk menangani pencemaran tersebur,

baik secara fisik maupun kimia, namun hasilnya masih di atas standar baku mutu yang dikeluarkan oleh Pemerintah. Oleh karena itu diupayakan penanganan secara hayati dengan menggunakan activated slude untuk menurunkan limbah minyak bumi tersebut.

1.3

Batasan Masalah Pada penelitian ini masalah dibatasi pada lingkup yang telah ditentukan

seperti di bawah ini: 1. 2. 3. Teknik yang digunakan dalam proses ini adalah bioremediasi. Jenis mikroba yang digunakan adalah activated sludge (mixed culture). Pengaruh aktivitas activated sludge terhadap kadar TPH sebagai kontaminan yang terkandung dalam tanah tercemar minyak bumi. 4. Sample tanah tercemar minyak bumi diperoleh dari lokasi pengeboran minyak PT. PERTAMINA UBEP, Tanjung-Tabalong Kalimantan Selatan.

1.4

Tujuan Penelitian Mengetahui efek lumpur aktif terhadap penurunan konsentrasi TPH pada

tanah yang tercemar minyak bumi dengan proses bioremediasi.

1.5

Manfaat Penelitian Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat sebagai berikut:

1.

Mendapatkan alternatif teknologi pengolahan limbah yang memanfaatkan activated sludge sebagai pereduksi bahan berbahaya yang terkandung dalam minyak bumi.

2.

Memberikan manfaat dibidang pengelolaan lingkungan dengan penerapan teknik bioremediasi.

Anda mungkin juga menyukai