Anda di halaman 1dari 1

No.

53 / Maret 2013

Perjalanan Panjang Menuju Jaminan Sosial Semesta, sudahkah Kita berperan?


Tak terasa lebih dari 8 tahun berlalu sejak UU SJSN diundangkan pada 19 Oktober 2004. Hingga hari ini kita semua menunggu kapan kartu dengan nomor identitas tunggal Jaminan Sosial terselip di dalam dompet. Hingga hari ini kita semua menanti, kapan hidup tanpa takut menjadi miskin karena telah terlindungi oleh jaminan kesehatan, jaminan kecelakaan kerja, jaminan hari tua, jaminan pensiun dan jaminan kematian. Akankah kita hanya berdiam diri dan berpangku tangan ? Tentu tidak...

PerPres Nomor 12 Tahun 2013 Tidak Tuntas Melaksanakan Ketentuan UU SJSN dan UU BPJS

Tuangkan pendapat dan saran Anda untuk SJSN di :

r esiden telah menetapkan Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2013 tentang Jaminan Kesehatan pada tanggal 18 Januari 2013 dan diu ndan g kan d alam Lembaran Negara RI pada tanggal 23 Januari 2013. Berdasarkan ketentuan Pasal 11 UU Nomor 12 T ahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan PerundangUndangan, materi muatan Peraturan P r es i d e n b er is i m a te r i y a n g diperintahkan oleh Undang-Undang atau untuk melaksanakan Peraturan Pemerintah. Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun

2013, berisi materi muatan yang diperintahkan pengaturannya oleh Pasal 13 ayat (2), Pasal 21 ayat (4), Pasal 22 ayat (3), Pasal 23 ayat (5), Pasal 26, Pasal 27 ayat (5) dan Pasal 28 ayat (2) UU SJSN dan Pasal 15 ayat (3), serta Pasal 19 ayat (5) huruf a UU BPJS. Sebagai peraturan pelaksanaan, Perpres Nomor 12 Tahun 2013 seharusnya bersifat operasional. Artinya, materi muatan Perpres tersebut merupakan penjabaran operasional ketentuan Selanjutnya

Kawal Premi BPJS, DPR Bentuk Pansus

o m i s i IX DP R m e n i l a i pemerintah tidak transparan dalam membahas premi dan jumlah peserta penerima bantuan iuran dalam BPJS. Kalau (premi) terlalu sedikit, yang bebannya berat na n ti y an g me mb er i la ya na n kesehatan pada peser ta BPJS." KOMISI IX DPR RI mengusulkan pembentukan panitia khusus (pansus) u nt u k me n ga w al p em b ah asa n penetapan iuran premi dan jumlah peser ta yang masuk kelompok penerima bantuan iuran (PBI) dalam skema Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. PBI ialah kelompok masyarakat miskin yang iuran premi ke pesertaannya dalam BPJS dibayari pemer intah. Anggota Komisi IX DPR Kar olin Mar gret Natasa menyatakan ada indikasi `permainan' dalam penentuan

jumlah iuran premi. Pasalnya, j umla hn ya ter us me ngal ami penur unan. Awalnya diusulkan sebesar Rp27 ribu, lalu turun menjadi Rp22.100, da n se k ar a n g Ke me n te r ia n Keuangan mengusulkan menjadi Rp15 ribu. K a r ol i n m e n y es al k a n t i da k kompaknya pemerintah dalam membahas besaran premi bagi PBI. Dia mencontohkan Menteri Kesehatan Ali Ghufron memastikan belum ada konsensus soal besaran premi PBI. Namun di sisi lain, surat edaran dari menteri keuangan ber ta ng gal 6 Fe br u ar i lal u menyebutkan besaran premi bagi PBI Rp15 ribu. Selanjutnya

200an hari lagi Transformasi Menuju BPJS Kesehatan, sejauh manakah kesiapan peraturan pelaksanaannya? Berikan komentar Anda...

Pemerintah Masih Pandang BPJS sebagai Beban Sulitnya Berburu Kamar Kelas III Buruh Tuntut Revisi PerPres Jaminan Kes ehatan Menko Kesra Minta Iuran BPJS di atas Rp20 Ribu. Index Berita Jaminan Sosial

PROSEDUR
ASKES JAMKESMAS JAMSOSTEK TASPEN

Anda berlangganan update Newsletter dari Jamsosindonesia.com Untuk berhenti berlangganan Newsletter ini, Anda dapat berhenti berlangganan sekarang. www.jamsosindonesia.com | admin@jamsosindonesia.com | Akses di web