Anda di halaman 1dari 2

PT.

PERMODALAN NASIONAL MADANI

TERMS OF REFERENCE
PROGRAM PENGEMBANGAN KAPASITAS USAHA KLASTERISASI INDUSTRI UKM KERIPIK NANAS DI PROVINSI RIAU

LATAR BELAKANG
Untuk mendorong semakin besarnya peran usaha mikro kecil (UMK) dalam peningkatan perekonomian nasional, disamping diperlukan ketersediaan modal finansial, UMK juga membutuhkan pelatihan maupun pendampingan (modal intelektual dan modal sosial) dari pihak lain. PNM sebagai BUMN yang dibentuk pemerintah khusus untuk memberdayakan UMKMK, dalam membantu UMK tidak hanya melalui penyediaan modal finansial saja (melalui ULaMM), tetapi juga melakukan kegiatan pelatihan dan pendampingan kepada UMK. Kegiatan pelatihan dan pendampingan kepada UMK ini di lakukan di seluruh wilayah operasional PNM, dibawah koordinasi Divisi Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU). Salah satu Klaster UMK yang memiliki potensi untuk dilakukan project pelatihan dan pendampingan pada tahun 2012 ini adalah klaster industri UKM keripik nanas yang berlokasi di Desa Kualu Nenas, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Jumlah pengusaha keripik nanas di kecamatan ini sebanyak kurang lebih 12 UKM, yang semuanya merupakan industri skala rumah tangga. Keberadaan klaster ini didukung oleh keberadaan kondisi kecamatan Tambang itu sendiri yang merupakan daerah sentra budidaya nanas, dengan luasan lahan nanas seluas 700 hektar dan terdiri dari 4,3 juta pohon dengan tingkat produksi sebanyak 9.000 ton/tahun Sentra pengusaha keripik nanas kecamatan Tambang ini telah ada/beroperasi selama 12 (dua belas) tahun, dan project difokuskan pada kegiatan pengembangan kapasitas pengusaha khususnya yang memproduksi keripik nanas. Pertimbangan pemilihan ini didasari beberapa hal sebagai berikut : Tidak adanya sinergi diantara UKM pengusaha keripik nanas. Jika sinergi antar pengrajin tercipta, niscaya bisa membawa kemajuan lebih kepada sentra ini seperti : pembelian bahan baku/pembantu secara bersama untuk menekan biaya produksi, pemasaran secara bersama, dll. Sebagian besar (lebih dari 70%) produksi keripik nanas sentra tersebut dibeli oleh satu (1) pedagang besar dari kota Pekanbaru, untuk kemudian oleh pedagang besar tersebut dikemas ulang dan dijual dengan branding pedagang besar tersebut. Akibatnya nilai tambah atas produk keripik nanas tersebut tidak dinikmati oleh pengrajin tetapi oleh pedagang. Pengembangan buah nanas segar pada sentra/klaster tersebut masih terbatas pada produk keripik nanas saja, dimana sebetulnya buah nanas bisa dikembangkan ke beberapa produk terapan seperti : nata de vina, selai nanas, sirup nanas, dll. Juga belum termanfaatkannya sisa produksi (by product) atas keripik nanas, dimana juga dapat memberikan manfaat ekonomis kepada pengrajin. Secara umum program terdiri atas 4 kegiatan utama yaitu 1. Survey persiapan dan sosialisasi program 2. Pelaksanaan beberapa pelatihan secara serial 3. Pendampingan Usaha dan Bantuan aset tepat guna 4. Monitoring dan evaluasi

TUJUAN
Program ini bertujuan untuk : 1. Meningkatkan kemampuan manajemen usaha pengusaha keripik nanas 2. Memperluas jaringan pasar komoditi keripik nanas 3. Meningkatkan mutu produksi melalui standarisasi yang diakui oleh pasar. 4. Meningkatkan pendapatan pengrajin melalui peningkatan volume penjualan 5. Terbentuk UKM yang profesional, inovatif, dan memiliki daya saing dalam dunia usaha

LINGKUP PEKERJAAN
Konsultan pelaksana akan melaksanakan beberapa kegiatan dalam rangka peningkatan kapasitas usaha UKM di Desa Kualu Nenas, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau dengan ruang lingkup kegiatan sbb : 1. Survey kondisi awal calon peserta program. Sasaran utama dari kegiatan ini adalah teridentifikasinya profil kelompok masyarakat calon peserta program, pola produksi sampai dengan pemasaran produk yang sudah berjalan, struktur biaya produksi, omzet, kebutuhan modal kerja, serapan tenaga kerja, siklus produksi, aksesibilitas ke lembaga keuangan, dan keberadaan maupun berfungsi/tidaknya kelompok/koperasi pada sentra tersebut, sehingga dapat dirumuskan strategi dan teknik implementasi program pada klaster tersebut. Survey ini juga untuk mengetahui kondisi awal atas kegiatan bisnis dari peserta program, dimana hal ini akan dibandingkan dengan kondisi pasca program sehingga dapat diketahui ada/tidaknya perkembangan dari peserta program. Survey kondisi peserta program pasca project berjalan Penyediaan tenaga pendamping lapangan. Pendamping lapangan akan bekerja selama 4 (empat) bulan untuk melakukan pendampingan, monitoring dan pelaporan kondisi peserta serta keberlangsungan program di lapangan. Melakukan presentasi hasil survey awal pada kegiatan sosialisasi program dan hasil survey pasca program pada kegiatan penutupan dan serah terima program kepada pemerintah daerah setempat.

2. 3.

4.

ANGGARAN PELAKSANAAN
Anggaran yang disediakan untuk seluruh ruang lingkup pekerjaan tersebut diatas adalah Rp. 25.000.000,(dua puluh lima juta rupiah) di luar pajak.

WAKTU PELAKSANAAN
Waktu pelaksanaan kegiatan selama 4 (empat) bulan mulai Agustus 2012 sampai dengan Desember 2012.

PELAPORAN
Atas pelaksanaan kegiatan ini, konsultan diminta untuk menyerahkan laporan pelaksanaan kegiatan kepada PNM dengan rincian sebagai berikut : 1. Data assessment survey berupa quesioner, lembar wawancara, foto-foto maupun catatan hasil pengamatan langsung, dll. 2. Laporan hasil survey awal : dibuat rangkap 3 (tiga) + soft copy (CD), diserahkan selambatnya 2 (dua) minggu setelah pelaksanaan survey. 3. Laporan pendamping lapangan : berisi laporan perkembangan pelaksanaan program dan aktivitas pendampingan dilapangan, dilaporkan setiap awal pekan melalui media e-mail (softcopy). 4. Laporan akhir program : merupakan kompilasi dari data hasil survey awal, laporan pendampingan mingguan, dan laporan hasil survey akhir pasca implementasi program. Laporan disusun sedemikian rupa sehingga mencerminkan satu kesatuan utuh implementasi program mulai assessment awal, pelaksanaan, hingga hasil evaluasi program. Laporan akhir dibuat rangkap 5 (lima) + soft copy (CD) dan diserahkan kepada PNM selambatnya 2 (dua) minggu setelah pelaksanaan survey akhir pasca implementasi program.

Jakarta, 7 Agustus 2012

Disiapkan oleh:
Octo Wibisono Ira Aryanti