Anda di halaman 1dari 3

Soal 1. Jelaskan hubungan antara MEC dengan Marginal Effiency of Investment 2.

Jelaskan pengertian MEI dan buat kurva yang menghubungkan antara MEC dan MEI 3. Mengapa apabila invest yang diinginkan meningkat sebagai akibat turunnya tingkat bunga, maka harga invest juga meningkat.

Jawab

1. MEC ( Marginal Efficiency of Capital ) adalah suatu kurva yang menunjukkan tingkat pengembalian yang diharapkan ( Expected Rate of Return ) dari setiap tambahan barang modal MEI ( Marginal Efficiency of Invesment ) adalah suatu kurva yang menunjukan hubungan di antara tingkat pengembalian modal dan jumlah modal yang akan diinvestasikan. MEC dan MEI akan sama pada tingkat bunga tertentu, ketika pembelian barang modal hanya untuk menggantikan barang modal yang sudah tidak dapat dipakai lagi.

KET : Sumbu tegak menunjukkan tingkat pengembalian modal dan sumbu datar menunjukkan jumlah investasi yang akan dilakukan. Pada kurva MEI ditunjukkan tiga buah titik, yaitu A, B, dan C. Titik A menggambarkan bahwa tingkat pengembalian modal adalah R dan investasi adalah I. Ini berari titik A menggambarkan bahwa dalam perekonomian dapat dilakukan kegiatan investasi yang akan menghasilkan tingkat pengembalian modal sebanyak I. Titik B dan C uga memberikan gambaran yang sama. Titik B menggambarkan wujud kesempatan untuk menginvestasikan dengan tingkat pengembalian modal R atau lebih, dan modal yang diperlukan adalah I dan titik C menggambarkan, untuk mewujudkan usaha yang menghasilkan tingkat pengembalian modal sebanya R atau lebih, diperlukan modal sebanyak I.

2. MEI ( Marginal Efficiency of Invesment ) adalah suatu kurva yang menunjukan hubungan di antara tingkat pengembalian modal dan jumlah modal yang akan diinvestasikan.

Salah satu kelemahan kurva MEC adalah harga barang modal atau tingkat bunga diasumsikan tetap. Jika permintaan terhadap barang modal secara nasional meningkat, tingkat bunga akan naik. Akibatnya, kenaikan tingkat permintaan investasi tidak sebesar yang digambarkan kurva MEC. Kurva yang lebih relevan untuk menjelaskan hal tersebut adalah kurva Marginal Efficiency of Investment ( MEI ). Kurva ini menunjukkan hubungan antara tingkat bunga dari tingkat investasi dalam suatu perekonomian serta memperhitungkan perubahan harga barang modal. Dengan kata lain hubungan antar tingkat bunga dan investasi adalah negatif. Hal ini didasarkan temuan Keynes yang menyebut hubungan tingkat bunga dan investasi dengan tiga istilah, yaitu Interest Investment Effect ( IIE ). Keynesian Effect, dan Marginal Efficiency of Capital ( MEC ) atau Marginal Efficiency of Investment ( MEI ). Perbandingan kurva MEC dan MEI dapat dilihat pada kurva dibawah.

MEC akan sama drngan MEI pada tingkat bunga tertentu. Ketika pembelian barang modal hanya untuk menggantikan barang modal lain yang sudah rusak dan tidak dipakai lagi. Dalam kurva di atas kondisi tersebut di misalkan terjadi pada tingkat bunga 30% per tahun. Jika tingkat bunga pinjaman turun menjadi 20%, permintaan akan inventasi total dengan asumsi setiap perusahhan berpikir bahwa perusahaan yang lain tidak akan menambah barang modal, adalah 10%. Akan tetapi, karena semua perusahaan ingin meningkatkan stok barang modal,harga barang modal naik. Kenaikan harga barang modal menyebabkan ada rencana investasi yang harus dibatalkan karena tidak layak lagi.

3. Karena para pengusaha hanya akan melaksanakan keinginan untuk menanam modal apabila tingkat pengembalian modal dari investasi yang dilakukan, yaitu persentasi keuntungan yang akan diperoleh sebelum dikurangi bunga uang yang dibayar, lebih besar dari bunga. Di dalam keadaan di mana persentasi pengembalian modal yang akan diperolehnya adalah lebih kecil dari suku bunga, adalah lebih baik bagi pengusaha tersebut untuk membungakan uangnya dan membatalkan maksudnya untuk investasi. Investasi yang direncanakan, apabila pengusaha tersebut meminjam uang dari lembagaga keuangan, hanya akan dilaksanakan apabila tingkat keuntungan yang akan diperolehnya adalah lebih besar dari suku bunga yang harus dibayarnya karena hanya dalam keadaan seperti itu pengusaha tersebut akan memperoleh keuntungan dari usahanya.