Anda di halaman 1dari 219

PENGANTAR TEKNIK INDUSTRI

PENGANTAR TEKNIK INDUSTRI


Ir. Joko Susetyo, MT
Jurusan Teknik Industri
Fakultas Teknologi Industri
TIES 1301
3 SKS
KOMPETENSI MATA KULIAH
KOMPETENSI MATA KULIAH
Menguasai pengetahuan dan menerapkan teknik, Menguasai pengetahuan dan menerapkan teknik,
ketrampilan dan tools di bidang industri. ketrampilan dan tools di bidang industri.
Memiliki kemampuan untuk mengaplikasikan pengetahuan Memiliki kemampuan untuk mengaplikasikan pengetahuan
yang dimilikinya dan terbiasa dengan penggunaan prinsip yang dimilikinya dan terbiasa dengan penggunaan prinsip
matematik, fisika, sains, ekonomi teknik dan rekayasa matematik, fisika, sains, ekonomi teknik dan rekayasa
untuk memecahkan persoalan industri. untuk memecahkan persoalan industri.
Memiliki kemampuan merancang, menanalisis, Memiliki kemampuan merancang, menanalisis,
memperbaiki, mengoperasikan dan menginstalasi sistem memperbaiki, mengoperasikan dan menginstalasi sistem
integral yang terdiri dari manusia, material, peralatan, integral yang terdiri dari manusia, material, peralatan,
informasi dan sumber daya lain. informasi dan sumber daya lain.
Memiliki kemampuan untuk mengidentifikasi, Memiliki kemampuan untuk mengidentifikasi,
memformulasi, memecahkan persoalan dan keputusan memformulasi, memecahkan persoalan dan keputusan
sistem integral menggunakan alat-alat analitik, sistem integral menggunakan alat-alat analitik,
komputasional, dan atau eksperimental. komputasional, dan atau eksperimental.
Memiliki kemampuan untuk memahami tanggung jawab Memiliki kemampuan untuk memahami tanggung jawab
profesi, etika, dan sosial. profesi, etika, dan sosial.
KONTRAK PERKULIAHAN
KONTRAK PERKULIAHAN
Diskripsi Perkuliahan
Diskripsi Perkuliahan
Kuliah pengantar teknik industri terdiri dari 7 pokok Kuliah pengantar teknik industri terdiri dari 7 pokok
bahasan meliputi : pengantar, perancangan sistem bahasan meliputi : pengantar, perancangan sistem
produksi, perancangan dan pengawasan operasi, produksi, perancangan dan pengawasan operasi,
perencanaan dan perancangan fasilitas, optimasi, analisis perencanaan dan perancangan fasilitas, optimasi, analisis
ekonomi teknik, pengendalian kualitas statistik. ekonomi teknik, pengendalian kualitas statistik.
Strategi Perkuliahan
Strategi Perkuliahan
Kuliah tatap muka mengantarkan pokok bahasan dan Kuliah tatap muka mengantarkan pokok bahasan dan
menjelaskan isi dari sub pokok bahasan, pendalaman menjelaskan isi dari sub pokok bahasan, pendalaman
berupa diskusi, studi kasus, latihan mengerjakan soal-soal berupa diskusi, studi kasus, latihan mengerjakan soal-soal
secara perorangan dan kelompok. secara perorangan dan kelompok.
Kriteria Penilaian
Kriteria Penilaian
Ujian tengah semester (UTS) Ujian tengah semester (UTS) 20% 20%
Ujian akhir semester (UAS) Ujian akhir semester (UAS) 20% 20%
Tugas-tugas Tugas-tugas 50% 50%
Presensi Presensi 10% 10%
Minggu 1 : Penjelasan GBPP dan Kontrak Minggu 1 : Penjelasan GBPP dan Kontrak
perkuliahan, pengantar sejarah perkembangan perkuliahan, pengantar sejarah perkembangan
disiplin teknik industri. disiplin teknik industri.
Minggu 2, 3 : Perancangan sistem produksi. Minggu 2, 3 : Perancangan sistem produksi.
Minggu 4, 5 : Perancangan dan pengawasan Minggu 4, 5 : Perancangan dan pengawasan
operasi. operasi.
Minggu 6, 7 : Perencanaan dan perancangan Minggu 6, 7 : Perencanaan dan perancangan
fasilitas, fasilitas,
Minggu 8, 9 : UTS Minggu 8, 9 : UTS
Minggu 10, 11 : optimasi, Minggu 10, 11 : optimasi,
Minggu 12, 13 : Analisis ekonomi teknik, Minggu 12, 13 : Analisis ekonomi teknik,
Minggu 14, 15 : Ppengendalian kualitas statistik. Minggu 14, 15 : Ppengendalian kualitas statistik.
RENCANA PEMBELAJARAN
RENCANA PEMBELAJARAN
BAHAN BACAAN


1. Hilk, Philip E., 1977, Introduction to Industrial
Engineering And Management
Science, Mc Graw-Hill Kogukusha, Tokyo.
2. Hari Purnomo, 2004, Pengantar Teknik
Industri, Graha Ilmu, Yogyakarta.
3. I Nyoman Pujawan, 1995, Ekonomi Teknik,
Guna Widya, Jakarta
4. P. Siagian, 1987, Penelitian Operasional,
Universitas Indonesia Press, Jakarta.
5. Sritomo Wignjosoebroto, 1995, Pengantar
Teknik Industri, Guna Widya, Jakarta.
6. Wayne C. Turner, 1993, Introduction to
Industrial And Systems Engineering,
Prentice-Hall, Inc, New Jersey.
MODUL I
MODUL I
Kompetensi Pokok Bahasan :

Memahami permasalahan dalam ruang


lingkup teknik industri yang melibatkan
manusia, mesin, energi dan informasi
secara efisien dan efektif.
Sub Pokok bahasan :
1.Definisi
2. Perkembangan teknik industri
3. Peranan disiplin teknik industri
4. Ilmu dasar disiplin teknik industri
Profesi dimana suatu pengetahuan (Mat &
Profesi dimana suatu pengetahuan (Mat &
IPA) melalui studi, pengalaman & praktek
IPA) melalui studi, pengalaman & praktek
diaplikasikan dengan tujuan untuk
diaplikasikan dengan tujuan untuk
mengembangkan cara-cara
mengembangkan cara-cara
mendayagunakan, material dan kekuatan
mendayagunakan, material dan kekuatan
alam secara ekonomis untuk kemanfatan
alam secara ekonomis untuk kemanfatan
bagi manusia.
bagi manusia.
Menurut Engineering Council for Professional
Menurut Engineering Council for Professional
Development (ECPD) :
Development (ECPD) :
Definisi Teknik Industri
Definisi Teknik Industri
Menurut Blanchard
Aplikasi sistematis dari kombinasi sumberdaya fisik Aplikasi sistematis dari kombinasi sumberdaya fisik
dan alam dengan suatu cara tertentu untuk dan alam dengan suatu cara tertentu untuk
menciptakan, mengembangkan, memproduksi dan menciptakan, mengembangkan, memproduksi dan
mendukung suatu produk atau suatu proses dimana mendukung suatu produk atau suatu proses dimana
secara ekonomis mencakup beberapa bentuk secara ekonomis mencakup beberapa bentuk
kegunaan bagi manusia. kegunaan bagi manusia.
Menurut Institute of Industrial Engineering
(IIE) :
Disiplin ilmu teknik/engineering yang menangani Disiplin ilmu teknik/engineering yang menangani
pekerjaan-pekerjaan perancangan ( pekerjaan-pekerjaan perancangan (design design), ),
perbaikan ( perbaikan (improvement improvement), penginstalasian ), penginstalasian
( (installation installation), dan menangani masalah manusia, ), dan menangani masalah manusia,
peralatan, bahan/material, informasi, energi secara peralatan, bahan/material, informasi, energi secara
efektif dan efisien. efektif dan efisien.
Aktifitas-aktivitas yg dpt dilakukan disiplin Teknil
Industri (menurut American Institute of Industrial
Engineering = AIIE) adalah :
1. Perencanaan dan pemilihan metode kerja
dalam proses produksi
2. Pemilihan dan perancangan perkakas kerja
serta peralatan yang dibutuhkan dalam proses
produksi
3. Desain fasilitas pabrik, termasuk perencanaan
tata letak asilitas produksi, peralatan
pemindahan material.

4. Desain dan perbaikan sistem perencanaan dan
pengendalian untuk distribusi barang/jasa,
pengendalian persediaan, pengendalian
kualitas
5. Pengembangan system pengendalian ongkos
produksi (pengendalian budget, analisa biaya
standar produksi, dll).
6. Perancangan dan pengembangan produk.
7. Desain dan pengembangan system
pengukuran performans serta standar kerja.
8. Pengembangan dan penerapan system
pengupahan dan pemberian insentif.
9. Perencanaan dan pengembangan
organisasi, prosedur kerja.
10. Analisa lokasi dengan mempertimbangkan
pemasaran, bahan baku, suplai TK.
11.
Aktivitas penyelidikan operasional dengan
Aktivitas penyelidikan operasional dengan
analisa
analisa
matematik, simulasi, program
matematik, simulasi, program
linier, teori pengambilan
linier, teori pengambilan
keputusan dll.
keputusan dll.

Perkembangan dan Organisasi yang mendukung
berdirinya disiplin Teknik Industri :
a. a. American Society of Mechanical Engineering American Society of Mechanical Engineering
(ASME). (ASME). Organisasi ini pertama kali mendiskusikan Organisasi ini pertama kali mendiskusikan
konsep-konsep teknik industri dan merupakan konsep-konsep teknik industri dan merupakan
persemaian dari timbulnya konsep teknik industri. persemaian dari timbulnya konsep teknik industri.
b. Pada thn 1912 berdiri organisasi bernama. b. Pada thn 1912 berdiri organisasi bernama. The The
Efficiency Society Efficiency Society dan dan The Society to Promote The Society to Promote the the
Science of Management Science of Management yang kemudian pada yang kemudian pada tahun tahun
1915 1915 keduanya bergabung menjadi The Taylor keduanya bergabung menjadi The Taylor
Society. Org Society. Org ini bertujuan mengembangkan konsep- ini bertujuan mengembangkan konsep-
konsep manajemen umum yang yang konsep manajemen umum yang yang
diperkenalkan oleh Frederick Winslow Taylor. diperkenalkan oleh Frederick Winslow Taylor.
c. Tahun 1917 berdiri Society of Industrial Engineering
(SIE) yang mewadahi para spesialis produksi maupun
para manajer sbg pembanding thd filosofi manajemen
umum yang telah dikembangkan oleh Taylor.
d. Tahun 1917 berdiri d. Tahun 1917 berdiri Society of Industrial Engineering Society of Industrial Engineering
(SIE) (SIE) yang mewadahi para spesialis produksi maupun yang mewadahi para spesialis produksi maupun
para manajer sbg pembanding thd filosofi manajemen para manajer sbg pembanding thd filosofi manajemen
umum yang telah dikembangkan oleh Taylor. umum yang telah dikembangkan oleh Taylor.
e. Tahun 1932 berdiri e. Tahun 1932 berdiri The Society of Manufacturing The Society of Manufacturing
Engineer (SME) Engineer (SME) untuk mengembangkan pengetahuan untuk mengembangkan pengetahuan
di bidang manufaktur. di bidang manufaktur.
f. Tahun 1936 f. Tahun 1936 The taylor Society The taylor Society dan dan The Society of The Society of
Industrial Engineering Industrial Engineering bergabung menjadi bergabung menjadi The Society The Society
for Advancement Management(SAM). for Advancement Management(SAM).
g. g. Program studi Teknik Industri pertama kali dibuka Program studi Teknik Industri pertama kali dibuka
pada tahun 1908 di Pennsylvania State University pada tahun 1908 di Pennsylvania State University
h. Tahun 1948 berdiri h. Tahun 1948 berdiri The American Society of Industrial The American Society of Industrial
Engineering Engineering dengan didukung sekitar 70 negara AIIE dengan didukung sekitar 70 negara AIIE
berkembang menjadi organisasi internasional dengan berkembang menjadi organisasi internasional dengan
nama nama Institute of Industrial Engineering (IIE). Institute of Industrial Engineering (IIE).
i. Pendidikan i. Pendidikan Teknik Industri di Indonesia Teknik Industri di Indonesia diperkenalkan diperkenalkan
oleh oleh Bapak Matthias Aroef Bapak Matthias Aroef pada tahun 1958 setelah pada tahun 1958 setelah
menyelesaikan studi di Cornell University. menyelesaikan studi di Cornell University.
j. Tahun 1960 membuka j. Tahun 1960 membuka sub jurusan Teknik Produksi sub jurusan Teknik Produksi di di
Jurusan Teknik Mesin, sebagai embrio berdirinya Teknik Jurusan Teknik Mesin, sebagai embrio berdirinya Teknik
Industri. Industri.
k.Tahun 1971 k.Tahun 1971 berdiri Jurusan Teknik Industri berdiri Jurusan Teknik Industri yang yang
terpisah dengan Teknik Mesin yang kemudian terpisah dengan Teknik Mesin yang kemudian
mengawali pendidikan Teknik Industri di Indonesia. mengawali pendidikan Teknik Industri di Indonesia.
l. Pada saat ini telah berkembang pendidikan Teknik l. Pada saat ini telah berkembang pendidikan Teknik
Industri baik di PTN maupu PTS. Industri baik di PTN maupu PTS.
M. Tahun 1967 berdiri M. Tahun 1967 berdiri Persatuan Ahli Teknik Industri Persatuan Ahli Teknik Industri
(Persati) (Persati), kemudian pada tahun 1987 berdiri , kemudian pada tahun 1987 berdiri Ikatan Ikatan
Sarjana Teknik Industri dan Manajemen Industri Sarjana Teknik Industri dan Manajemen Industri
Indonesia (ISTMI) Indonesia (ISTMI) sampai saat ini. sampai saat ini.
Hubungan Disiplin Teknik Industri dengan Disiplin Ilmu lain : Hubungan Disiplin Teknik Industri dengan Disiplin Ilmu lain :
ILMU DASAR DISIPLIN TEKNIK INDUSTRI ILMU DASAR DISIPLIN TEKNIK INDUSTRI

Analisis dan perancangan kerja.


Analisis dan perancangan kerja.

Pengawasan operasi.
Pengawasan operasi.

Manajemen operasi
Manajemen operasi
Tiga kriteria yang harus dilakukan agar
Tiga kriteria yang harus dilakukan agar
aplikasi TI dapat berhasil yaitu :
aplikasi TI dapat berhasil yaitu :

Kualitas.
Kualitas.



Waktu.
Waktu.



Biaya
Biaya
Ilmu-ilmu operasional yang meliputu :
Ilmu-ilmu operasional yang meliputu :
Tujuan TI ~ menjamin bahwa produk/jasa
Tujuan TI ~ menjamin bahwa produk/jasa
yang dihasilkan berkualitas, tepat waktu dan
yang dihasilkan berkualitas, tepat waktu dan
dengan biaya yang sesuai.
dengan biaya yang sesuai.
Ilmu yang termasuk dalam analisis dan
Ilmu yang termasuk dalam analisis dan
perancangan operasi adalah :
perancangan operasi adalah :
Analisis Perancangan Kerja
Analisis Perancangan Kerja
(
(
Method engineering
Method engineering
)
)
Merupakan studi yang mempelajari secara
Merupakan studi yang mempelajari secara
sistematis seluruh operasi langsung & tdk
sistematis seluruh operasi langsung & tdk
langsung unt mendapatkan perbaikan-
langsung unt mendapatkan perbaikan-
perbaikan sistem kerja.
perbaikan sistem kerja.
Dalam ME dibahas studi kerja (work study)
Dalam ME dibahas studi kerja (work study)
& pengukuran kerja (work measurement).
& pengukuran kerja (work measurement).
Studi kerja berkaitan dengan pencarian
Studi kerja berkaitan dengan pencarian
prosedur pelaksanaan kerja.
prosedur pelaksanaan kerja.
Pengukuran kerja berkaitan dengan
Pengukuran kerja berkaitan dengan
penentuan waktu standar yang digunakan
penentuan waktu standar yang digunakan
dalam melaksanaan kegiatan kerja.
dalam melaksanaan kegiatan kerja.
Ilmu ini muncul akibat banyaknya
Ilmu ini muncul akibat banyaknya
kesalahan yang dilakukan dalam proses
kesalahan yang dilakukan dalam proses
kerja yaitu kesalahan dalam perancangan
kerja yaitu kesalahan dalam perancangan
atau prosedur kerja. Sejumlah peralatan
atau prosedur kerja. Sejumlah peralatan
kerja dirancang tdk sesuai dengan kondisi
kerja dirancang tdk sesuai dengan kondisi
fisik, psikis dan lingkungannya.
fisik, psikis dan lingkungannya.
Ilmu yang mempelajari tentang keterkaitan orang
Ilmu yang mempelajari tentang keterkaitan orang
dengan lingkungan kerjanya.
dengan lingkungan kerjanya.
Ergonomi (
Ergonomi (
Human factor
Human factor
)
)
Empat dasar subkategori utama dlm ergonomi, Empat dasar subkategori utama dlm ergonomi,
yaitu : skeletal/muscular (kerangka/otot); sensory yaitu : skeletal/muscular (kerangka/otot); sensory
(alat indera); environmental (lingkungan) dan (alat indera); environmental (lingkungan) dan
mental. mental.
Perencanaan dan Perancangan Fasilitas
Perencanaan dan Perancangan Fasilitas
Meliputi penentuan/penempatan lokasi fasilitas, tat Meliputi penentuan/penempatan lokasi fasilitas, tat
letak fasilitas. Tujuan dari perencanaan & letak fasilitas. Tujuan dari perencanaan &
perancangan fasilitas adalah untuk mendapatkan perancangan fasilitas adalah untuk mendapatkan
biaya yang minimaum. biaya yang minimaum.

Material Handling
Material Handling
Tujuan dari MH adalah untuk meminimumkan MHC, Tujuan dari MH adalah untuk meminimumkan MHC,
karena seringkali Mh menimbulkan biaya yang tdk karena seringkali Mh menimbulkan biaya yang tdk
sedikit. sedikit.
Riset Operasional Riset Operasional
Meliputi penentuan pola-pola distribusi barang, Meliputi penentuan pola-pola distribusi barang,
pola-pola jaringan yang efisien dan optimalitas. pola-pola jaringan yang efisien dan optimalitas.
Sistem Produksi Sistem Produksi
Aktivitas mengolah atau mengatur penggunaan Aktivitas mengolah atau mengatur penggunaan
sumber daya (resources) yang ada dlm sumber daya (resources) yang ada dlm
memproduksi barang/ jasa dengan tujuan efisiensi memproduksi barang/ jasa dengan tujuan efisiensi
dan efektifitas dalam proses produksi. dan efektifitas dalam proses produksi.
Termasuk dalam aktivitas proses produksi al : Termasuk dalam aktivitas proses produksi al :
pemilihan mesin, estimasi biaya, sistem perawatan, pemilihan mesin, estimasi biaya, sistem perawatan,
sistem produksi tepat waktu (just in time), sistem produksi tepat waktu (just in time),
pengawasan persedian, pengendalian pengawasan persedian, pengendalian kualitas, dll. kualitas, dll.
Manajemen Manajemen
Merupakan karya seni dan ilmu dalam Merupakan karya seni dan ilmu dalam
memerintah, mengatur orang dengan memerintah, mengatur orang dengan
menggunakan fungsi-fungsi manajemen seperti menggunakan fungsi-fungsi manajemen seperti
perencanaan (planning), pengorganisasian perencanaan (planning), pengorganisasian
(organizing), dan pengawasan (controlling (organizing), dan pengawasan (controlling
).
).
Simulasi Simulasi
Suatu metodologi untuk melakukan percobaan Suatu metodologi untuk melakukan percobaan
dengan menggunakan model dari sistem nyata. dengan menggunakan model dari sistem nyata.
Seperti antrian orang di airport, antrian mobil di Seperti antrian orang di airport, antrian mobil di
SPBU/parkir, nasabah di Bank, barang yang antri SPBU/parkir, nasabah di Bank, barang yang antri
di proses produksi dll. di proses produksi dll.
Modul II : Perancangan dan Pengukuran Kerja
Modul II : Perancangan dan Pengukuran Kerja
Kompetensi Pokok Bahasan :

Mampu melakukan pengukuran kerja,


prosedur pengukuran kerja dengan beberapa
metode pengukuran kerja (Stop Watch dan
sampling Kerja).

Mampu melakukan evaluasi dan perbaikan


metode kerja.

Mampu melaksanakan perancangan fasilitas


dan alat kerja.
Tujuan dari method engineering adalah
Tujuan dari method engineering adalah
melakukan perbaikan metode kerja disetiap
melakukan perbaikan metode kerja disetiap
bagian untuk meningkatkan fleksibilitas
bagian untuk meningkatkan fleksibilitas
sistem kerja, kepuasan pelanggan dan
sistem kerja, kepuasan pelanggan dan
meningkatkan produktivitas kerja.
meningkatkan produktivitas kerja.
STUDI KERJA ( STUDI KERJA (WORK STUDY WORK STUDY) )
Perbaikan proses, prosedur dan tata cara
Perbaikan proses, prosedur dan tata cara
pelaksanaan penyelesaian pekerjaan.
pelaksanaan penyelesaian pekerjaan.
Perbaikan dan penghematan penggunaan
Perbaikan dan penghematan penggunaan
material, mesin/fasilitas kerja serta tenaga
material, mesin/fasilitas kerja serta tenaga
kerja.
kerja.
ANALISIS PERANCAN ANALISIS PERANCANGAN KERJA GAN KERJA
( (METHOD ENGINEERING METHOD ENGINEERING) )
Perbaikan tata ruang kerja yang mampu
Perbaikan tata ruang kerja yang mampu
memberikan suasana kerja/lingkungan kerja
memberikan suasana kerja/lingkungan kerja
yang lebih aman dan nyaman.
yang lebih aman dan nyaman.
Pendayagunaan usaha manusia dan
Pendayagunaan usaha manusia dan
pengurangan gerakan-gerakan (
pengurangan gerakan-gerakan (
motion
motion
) kerja
) kerja
yang tidak perlu ataupun penyederhanaan
yang tidak perlu ataupun penyederhanaan
kerja (
kerja (
work simplification
work simplification
).
).
Tujuan penyederhanaan kerja
Tujuan penyederhanaan kerja
: Mencari
: Mencari
cara kerja yang terbaik (lebih mudah, lebih
cara kerja yang terbaik (lebih mudah, lebih
cepat, efisien, efektif, dan menghindari
cepat, efisien, efektif, dan menghindari
pemborosan material, waktu, tenaga dll).
pemborosan material, waktu, tenaga dll).
Lima langkah penyederhanaan kerja : Lima langkah penyederhanaan kerja :
1. 1. Memilih kegiatan kerja : yaitu kegiatan yang tdk efisien atau Memilih kegiatan kerja : yaitu kegiatan yang tdk efisien atau
kegiatan yang penyelesaiannya lambat dan ingin diperbaiki. kegiatan yang penyelesaiannya lambat dan ingin diperbaiki.
2. 2. Pengumpulan dan pencatatan data / fakta Pengumpulan dan pencatatan data / fakta Yang berkaitan dengan Yang berkaitan dengan
metode kerja yang selama ini dilaksanakan : informasi yang metode kerja yang selama ini dilaksanakan : informasi yang
berkaitan dg urutan kegiatan, gerakan-gerakan kerja, layout dll. berkaitan dg urutan kegiatan, gerakan-gerakan kerja, layout dll.
3. 3. Analisa terhadap langkah-langkah kerja. Langkah2 yg tdk efisien Analisa terhadap langkah-langkah kerja. Langkah2 yg tdk efisien
dicari sebab-sebabnya. dicari sebab-sebabnya.
4. 4. Usulan altrnatif metode kerja yang lebih baik Diusulkan MK yg Usulan altrnatif metode kerja yang lebih baik Diusulkan MK yg
dianggap efisien dan efektif, sebelum usulan diputuskan terlebih dianggap efisien dan efektif, sebelum usulan diputuskan terlebih
dahulu di uji coba. dahulu di uji coba.
5. 5. Aplikasi dan evaluasi metode kerja baru. Aplikasi dan evaluasi metode kerja baru.
Mengaplikasikan alternatif MK yang lebih baik untuk Mengaplikasikan alternatif MK yang lebih baik untuk
menggantikan metode yang lama, evaluasi. menggantikan metode yang lama, evaluasi.
PETA PETA KERJA PETA PETA KERJA
PETA PROSES ( PETA PROSES (PROCESS CHART PROCESS CHART) )
Pendekatan tradisional yang digunakan untuk Pendekatan tradisional yang digunakan untuk
menganalisis metode kerja. menganalisis metode kerja.
Merupakan alat yang menggambarkan kegiatan Merupakan alat yang menggambarkan kegiatan
kerja secara sistematis dari tahap awal sampai kerja secara sistematis dari tahap awal sampai
akhir. akhir.
Lambang yang digunakan : Lambang yang digunakan :
= Operasi = Operasi
= Transportasi = Transportasi

= Pemeriksaan = Pemeriksaan
= Penyimpanan = Penyimpanan

= Menunggu = Menunggu

MACAM PETA KERJA MACAM PETA KERJA
Peta Proses Operasi Peta Proses Operasi

Peta Proses Operasi Peta Proses Operasi

Diagram Aliran Diagram Aliran

Peta Pekerja dan Mesin Peta Pekerja dan Mesin

Peta Tangan Kiri dan Tangan Kanan Peta Tangan Kiri dan Tangan Kanan
Peta Proses Operasi Peta Proses Operasi
Diagram yang menggambarkan langkah-langkah proses yang akan Diagram yang menggambarkan langkah-langkah proses yang akan
dialami bahan baku mengenai urut-urutan operasi dan pemeriksaan. dialami bahan baku mengenai urut-urutan operasi dan pemeriksaan.
Kegunan peta aliran proses Kegunan peta aliran proses
1. 1. Mengetahui aliran bahan mulai masuk proses sampai aktivitas Mengetahui aliran bahan mulai masuk proses sampai aktivitas
berakhir. berakhir.
2. 2. Mengetahui jumlah kegiatan yang dialami bahan selama proses Mengetahui jumlah kegiatan yang dialami bahan selama proses
berlangsung. berlangsung.
3. 3. Sebagai alat untuk melakukan perbaikan proses atau metode kerja Sebagai alat untuk melakukan perbaikan proses atau metode kerja
4. 4. Memberikan informasi waktu penyelesaian suatu proses. Memberikan informasi waktu penyelesaian suatu proses.
Perbedaan Peta Aliran Proses dan Peta Proses Perbedaan Peta Aliran Proses dan Peta Proses
Operasi. Operasi.
1. 1. Peta aliran proses memperlihatkan semua aktivitas- Peta aliran proses memperlihatkan semua aktivitas-
aktivitas dasar termasuk transportasi, menunggu dan aktivitas dasar termasuk transportasi, menunggu dan
penyimpanan. Sedangkan peta proses operasi penyimpanan. Sedangkan peta proses operasi
terbatas pada operasi dan pemeriksaan saja. terbatas pada operasi dan pemeriksaan saja.
2. Peta aliran proses menganalisa setiap komponen yang
diproses secara lebih lengkap dibandingkan peta
proses operasi.
3. 3. Peta aliran proses tidak bisa digunakan untuk Peta aliran proses tidak bisa digunakan untuk
menggambarkan proses perakitan secara keseluruhan. menggambarkan proses perakitan secara keseluruhan.
4. Peta aliran proses hanya menggambarkan dan
digunakan untuk menganalisa salah satu komponen
dari produk yang dirakit.
Tugas 1 :
Pembuatan Peta Kerja (OPC dab FPC)

Tugas 2 :
Pengukuran kerja ( mencari Waktu siklus,
Waktu normal dan Waktu baku).
PENGUKURAN KERJA
PENGUKURAN KERJA
(
(
WORK MEASUREMENT
WORK MEASUREMENT
)
)
1. Suatu aktivitas untuk menentukan waktu rata-
rata yang dibutuhkan oleh seorang operator (yg
memiliki skill rata-rata dan terlatih) dalam
melaksanakan kegiatan kerja dalam kondisi
dan tempo kerja yang normal.
2. Kriteria pengukuran kerja adalah pengukuran
waktu (time study), yaitu waktu standar atau
waktu baku.

Pengukuran waktu :
Pengukuran waktu :
1.
1.
Pengukuran waktu secara
Pengukuran waktu secara
langsung :
langsung :
Pengukuran dengan stop watch
Pengukuran dengan stop watch
Sampling kerja
Sampling kerja
2.
2.
Pengukuran waktu secara tidak
Pengukuran waktu secara tidak
langsung
langsung
Data waktu baku
Data waktu baku
Data waktu gerakan, dll.
Data waktu gerakan, dll.
Pengukuran Waktu dengan Stop Watch Pengukuran Waktu dengan Stop Watch
Prosedur/urutan Pengukuran Waktu Kerja Prosedur/urutan Pengukuran Waktu Kerja
Waktu
Siklus
Waktu Siklus
Rata-rata
Waktu
Normal
Waktu Standar
(Baku)
Pengujian
Kecukupan
data
Pengujian
keseragaman
data
Faktor
Penyesuaian
Faktor
Kelonggaran
PENGUJIAN DATA PENGUJIAN DATA

Uji kecukupan data.


Untuk memastikan bahwa data yang telah
dikumpulkantelah cukup secara obyektif.
Pengujian kecukupan data dilakukan dengan
berpedoman pada konsep statistik, yaitu derajat
ketelitian dan tingkat keyakinan/ kepercayaan.
Derajat ketelitian dan tingkat keyakinan adalah
mencerminkan tingkat kepastian yang diinginkan
oleh pengukur setelah memutuskan tidak akan
melakukan pengukuran dalam jumlah yang
banyak (populasi).
Derajat ketelitian (degree of accuracy) Derajat ketelitian (degree of accuracy)
Menunjukkan penyimpangan maksimum hasil Menunjukkan penyimpangan maksimum hasil
pengukuran dari waktu penyelesaian sebenarnya. pengukuran dari waktu penyelesaian sebenarnya.
Tingkat keyakinan (convidence level) Tingkat keyakinan (convidence level)
Menunjukkan besarnya keyakinan pengukur akan Menunjukkan besarnya keyakinan pengukur akan
ketelitian data waktu yang telah diamati dan ketelitian data waktu yang telah diamati dan
dikumpulkan. dikumpulkan.
Uji kecukupan data digunakan rumus sbb. : Uji kecukupan data digunakan rumus sbb. :
Derajat ketelitian (
Derajat ketelitian (
degree of
degree of
accuracy
accuracy
)
)
Menunjukkan penyimpangan
Menunjukkan penyimpangan
maksimum hasil pengukuran dari
maksimum hasil pengukuran dari
waktu penyelesaian sebenarnya.
waktu penyelesaian sebenarnya.
Tingkat keyakinan (
Tingkat keyakinan (
convidence level
convidence level
)
)
Menunjukkan besarnya keyakinan
Menunjukkan besarnya keyakinan
pengukur akan ketelitian data waktu
pengukur akan ketelitian data waktu
yang telah diamati dan dikumpulkan.
yang telah diamati dan dikumpulkan.
Uji kecukupan data digunakan rumus sbb. :
( )
2
2
2
/
1
1
1
]
1


X
X X N s k
N =
Dengan :
k = Tingkat keyakinan
k = 99% = 3
k = 95% = 2
s = Derajat ketelitian
N = Jumlah data pengamatan
N = Jumlah data teoritis
Jika N N, maka data dianggap cukup, jika N > N data Jika N N, maka data dianggap cukup, jika N > N data
dianggap tidak cukup (kurang) dan perlu dilakukan dianggap tidak cukup (kurang) dan perlu dilakukan
penambahan data. penambahan data.
Contoh :
Suatu pengukuran elemen kerja dilakukan sebanyak 15
kali dengan menggunakan stop watch. Bila tingkat
keyakinan 95% dan derajat ketelitian 10%, apakah
jumlah pengamatan cukup?
Pengamatan (menit) Pengamatan (menit)
Pengamatan ke Pengamatan ke 1 1 2 2 3 3 4 4 5 5 6 6 7 7 8 8 9 9 10 10 11 11 12 12 13 13 14 14 15 15
Data Pengamt. Data Pengamt. 8 8 7 7 7 7 6 6 8 8 6 6 9 9 8 8 9 9 6 6 8 8 5 5 5 5 9 9 6 6
X = 107
(X)2 = 11449
X2 = 791
k = 95% = 2
s = 10%
N =
( )
2
2
2
/
1
1
1
]
1


X
X X N s k
53 , 14
107
11449 791 15 1 , 0 / 2
2

1
]
1

x
Karena N < N , maka data dianggap cukup. Karena N < N , maka data dianggap cukup.
Uji Keseragaman data Uji Keseragaman data
Untuk memastikan bahwa data yang terkumpul Untuk memastikan bahwa data yang terkumpul
berasal dari system yang sama dan untuk berasal dari system yang sama dan untuk
memisahkan data yang memiliki karakteristik yang memisahkan data yang memiliki karakteristik yang
berbeda. berbeda.
BKA BKA = X + k = X + k

BKB BKB = X - k = X - k

= =
1
2

N
X X ) (
Dengan :
Dengan :
BKA
BKA
= Batas Kontrol Atas
= Batas Kontrol Atas
BKB
BKB
= Batas Kontrol Bawah
= Batas Kontrol Bawah
X
X
= Nilai Rata-rata
= Nilai Rata-rata

= Standar Deviasi
= Standar Deviasi
k
k
= Tingkat Keyakinan
= Tingkat Keyakinan
Contoh:
Contoh:
Suatu pengukuran elemen kerja dilakukan
Suatu pengukuran elemen kerja dilakukan
sebanyak
sebanyak
15 kali dengan menggunakan
15 kali dengan menggunakan
stop watch, jika batas kontrol 3.
stop watch, jika batas kontrol 3.
Tentukan apakah data seragam atau
Tentukan apakah data seragam atau
tidak.
tidak.
Pengamatan (menit)
Pengamatan ke 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15
Data Pengamt. 8 7 7 6 8 6 9 8 9 6 8 5 5 9 6
X = 7,13
(X X)2 = 27,73
= 1,4
BKA = 7,13 + 3 (1,4) = 11,33
BKB = 7,13 3 (1,4) = 2,93

Semua data masuk dalam range antara BKA dan BKB,
maka data dikatakan seragam
Sering terjadi bahwa operator dalam melakukan pekerjaannya tdk Sering terjadi bahwa operator dalam melakukan pekerjaannya tdk
selamanya bekerja dlm kondisi wajar, ketidakwajaran dapat terjadi misalanya selamanya bekerja dlm kondisi wajar, ketidakwajaran dapat terjadi misalanya
tanpa kesungguhan, sangat cepat seolah-olah diburu waktu, atau karena tanpa kesungguhan, sangat cepat seolah-olah diburu waktu, atau karena
terjadi kesulitan-kesulitan sehingga menjadi lamban dalam bekerja. terjadi kesulitan-kesulitan sehingga menjadi lamban dalam bekerja.

Bila terjadi demikian maka pengukur harus mengetahui dan menilai Bila terjadi demikian maka pengukur harus mengetahui dan menilai
seberapa jauh ketidakwajaran tersebut dan pengukur harus menormalkannya seberapa jauh ketidakwajaran tersebut dan pengukur harus menormalkannya
dengan melakukan penyesuaian. dengan melakukan penyesuaian.

Penyesuaian dapat dilakukan dengan mengalikan waktu siklus rata-rata Penyesuaian dapat dilakukan dengan mengalikan waktu siklus rata-rata
dengan faktor penyesuaian (p). dengan faktor penyesuaian (p).

Tiga kondisi faktor penyesuaian yaitu : Tiga kondisi faktor penyesuaian yaitu :
- Bila operator bekerja diatas normal (terlalu cepat), maka harga p nya - Bila operator bekerja diatas normal (terlalu cepat), maka harga p nya
lebih besar dari satu (p > 1). lebih besar dari satu (p > 1).
- Operator bekerja dibawah normal (terlalu lambat), maka harga p nya lebih - Operator bekerja dibawah normal (terlalu lambat), maka harga p nya lebih
kecil dari satu (p< 1). kecil dari satu (p< 1).
- Operator bekerja dengan wajar, maka harga p nya sama dengan satu (p = - Operator bekerja dengan wajar, maka harga p nya sama dengan satu (p =
1). 1).
Penyesuaian (Rating Factor)
Metode-metode untuk menentukan Metode-metode untuk menentukan
penyesuaian penyesuaian
1. 1. The Westing House System The Westing House System
Sistem ini dikembangkan oleh Westing House Sistem ini dikembangkan oleh Westing House
Electric Electric Corporation dengan Corporation dengan
mempertimbangkan empat factor mempertimbangkan empat factor al : ketrampilan, al : ketrampilan,
usaha, kondisi dan konsistensi. usaha, kondisi dan konsistensi.

2. 2. Synthetic Rating Synthetic Rating
Dikembangkan oleh Morrow, Synthetic Rating Dikembangkan oleh Morrow, Synthetic Rating
meng- meng- evaluasi kecepatan operator dari nilai evaluasi kecepatan operator dari nilai
waktu gerakan waktu gerakan yang sudah ditetapkan terlebih yang sudah ditetapkan terlebih
dahulu. dahulu.
3. 3. Speed Rating/Performance Rating Speed Rating/Performance Rating
Sistem ini mengevaluasi performansi dengan Sistem ini mengevaluasi performansi dengan
mempertimbangkan tingkat ketrampilan mempertimbangkan tingkat ketrampilan
persatuan persatuan waktu saja. waktu saja.
4. 4. Objective Rating Objective Rating
Dikembangkan oleh Munder dan Danner, Metode Dikembangkan oleh Munder dan Danner, Metode
ini tdk ini tdk hanya menentukan kecepatan aktivitas, hanya menentukan kecepatan aktivitas,
tetapi juga tetapi juga mempertimbangkan tingkat kesulitan mempertimbangkan tingkat kesulitan
pekerjaan. Faktor- pekerjaan. Faktor- faktor yang mempengaruhi faktor yang mempengaruhi
tingkat kesulitan pekerjaan tingkat kesulitan pekerjaan adalah : jumlah adalah : jumlah
anggota badan yang digunakan, pedal anggota badan yang digunakan, pedal kaki, kaki,
penggunaan kedua tangan, koordinasi mata dengan penggunaan kedua tangan, koordinasi mata dengan
tangan, penanganan dan bobot. tangan, penanganan dan bobot.
Kelonggaran ( Kelonggaran (Allowance Allowance) )
Adalah faktor koreksi yang harus diberikan kepada Adalah faktor koreksi yang harus diberikan kepada
waktu kerja operator, karena operator dalam waktu kerja operator, karena operator dalam
melakukan pekerjaannya sering tergangu pada hal- melakukan pekerjaannya sering tergangu pada hal-
hal yang tidak diinginkan namun bersifat alamiah, hal yang tidak diinginkan namun bersifat alamiah,
sehingga waktu penyelesaian menjadi lebih panjang sehingga waktu penyelesaian menjadi lebih panjang
(lama). (lama).
Kelonggaran dapat dibedakan menjadi tiga Kelonggaran dapat dibedakan menjadi tiga
yaitu : yaitu :
1. 1. Kelonggaran untuk kebutuhan pribadi. Kelonggaran untuk kebutuhan pribadi.
Kegiatan yang termasuk kebutuhan pribadi : minum Kegiatan yang termasuk kebutuhan pribadi : minum
untuk menghilangkan rasa haus, pergi ke kamar kecil, untuk menghilangkan rasa haus, pergi ke kamar kecil,
bercakap-cakap dengan sesama pekerja, dll. bercakap-cakap dengan sesama pekerja, dll.
2. 2. Kelonggaran untuk menghilangkan kelelahan (fatigue). Kelonggaran untuk menghilangkan kelelahan (fatigue).
Rasa fatigue tercermin antara lain dari menurunnya hasil Rasa fatigue tercermin antara lain dari menurunnya hasil
produksi, bila rasa fatique ini berlangsung terus maka produksi, bila rasa fatique ini berlangsung terus maka
akan terjadi fatigue total, yaitu anggota badan tdk dapat akan terjadi fatigue total, yaitu anggota badan tdk dapat
melakukan gerakan kerja sama sekali. Untuk melakukan gerakan kerja sama sekali. Untuk
mengurangi kelelahan si pekerja dapat mengatur mengurangi kelelahan si pekerja dapat mengatur
kecepatan kerjanya sedemikian rupa sehingga kecepatan kerjanya sedemikian rupa sehingga
lambatnya gerakan-gerakan kerja ditujukan untuk lambatnya gerakan-gerakan kerja ditujukan untuk
mengilangkan rasa fatigue tersebut. mengilangkan rasa fatigue tersebut.
4. 4. Kelonggaran untuk hambatan-hambatan yang Kelonggaran untuk hambatan-hambatan yang
tidak dapat dihindari. tidak dapat dihindari.
Beberapa kelonggaran untuk hambatan tak Beberapa kelonggaran untuk hambatan tak
terhindarkan : terhindarkan :

Menerima atau meminta petunjuk pada pengawas.

Memperbaiki kemacetan-kemacetan singkat seperti


mengganti alat potong (komponen) yang patah,
memasang kembali komponen yang lepas dll.

Mengambil alat-alat khusus atau bahan-bahan khusus


dari gudang.

Mesin berhenti karena aliran listrik mati, dll.


Waktu Baku (Waktun Standar) Waktu Baku (Waktun Standar)
Setelah penentuan penyesuaian dan kelonggaran, Setelah penentuan penyesuaian dan kelonggaran,
maka untuk menghitung waktu baku dapat maka untuk menghitung waktu baku dapat
menggunakan formulasi sebagai berikut : menggunakan formulasi sebagai berikut :
WB = [ W siklus x RF ] x WB = [ W siklus x RF ] x


Waktu Normal Waktu Normal

Keterangan : Keterangan :
WB WB = waktu baku = waktu baku
RF RF = Penyesuaian (Rating Faktor/Performance = Penyesuaian (Rating Faktor/Performance
Rating) Rating)
All All = Kelonggaran (Allowance) = Kelonggaran (Allowance)
ALL 100
100
Contoh Contoh
Suatu pekerjaan pengemasan barang dalam kotak Suatu pekerjaan pengemasan barang dalam kotak
kardus terdiri dari empat elemen kegiatan dengan kardus terdiri dari empat elemen kegiatan dengan
setiap elemen kegiatan dilakukan 10 kali setiap elemen kegiatan dilakukan 10 kali
pengamatan seperti pada table berikut. Apabila pengamatan seperti pada table berikut. Apabila
kelonggaran adalah 15% Tentukan waktu standar. kelonggaran adalah 15% Tentukan waktu standar.
unit menit / 61 , 0
15 100
100

Elemen
Kegiatan
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 X X RF WN
1 Mengambil
Kotak Kardus
0,06 0,08 0,07 0,05 0,07 0,06 0,08 0,08 0,07 0,06 0,68 0,07 1,1 0,07
2 Memasukkan
Barang
0,15 0,17 0,14 0,14 0,16 0,15 0,17 0,15 0,14 0,16 1,53 0,15 0,9 0,13
3 Menutup
Kotak Kardus
0,21 0,23 0,22 0,21 0,25 0,24 0,23 0,26 0,22 0,22 2,29 0,23 1,05 0,24
4 Meletakan
Hasil
0,08 0,10 0,09 0,12 0,11 0,08 0,08 0,11 0,12 0,08 0,97 0,09 0,95 0,08
Waktu Normal = 0,52 menit/unit
Waktu Baku = Waktu Baku = 0,52 x 0,52 x
unit menit / 61 , 0
15 100
100

Pengukuran Waktu dengan Sampling Kerja Pengukuran Waktu dengan Sampling Kerja
Melakukan pengamatan dengan mengamati Melakukan pengamatan dengan mengamati
apakah tk dalam kondisi kerja atau menganggur. apakah tk dalam kondisi kerja atau menganggur.
Pengamatan tidak dilakukan secara terus-menerus Pengamatan tidak dilakukan secara terus-menerus
melainkan hanya sesaat pada waktu yang telah melainkan hanya sesaat pada waktu yang telah
ditentukan secara acak/random. ditentukan secara acak/random.
Melakukan kunjungan ke tk yang akan diukur Melakukan kunjungan ke tk yang akan diukur
waktunya secara acak, yaitu setiap kali kunjungan waktunya secara acak, yaitu setiap kali kunjungan
dengan selang waktu yang tidak sama dan dengan selang waktu yang tidak sama dan
didasarkan pada bilangan random yang dikonversi didasarkan pada bilangan random yang dikonversi
ke satuan waktu. ke satuan waktu.
Misal, kunjungan dilakukan sebanyak 100 kali Misal, kunjungan dilakukan sebanyak 100 kali
dengan waktu pengamatan secara acak dan 90 dengan waktu pengamatan secara acak dan 90
kali pengamatan tk dalam kondisi kerja/sibuk, kali pengamatan tk dalam kondisi kerja/sibuk,
maka prosentase tk dalam kondisi sibuk adalah maka prosentase tk dalam kondisi sibuk adalah
90/100 = 0,9. Tk dalam kondisi idle/menganggur 90/100 = 0,9. Tk dalam kondisi idle/menganggur
adalah 10/100 =0,1 adalah 10/100 =0,1
Pengujian Data
Pengujian Data
Kecukupan Data
Kecukupan Data


SP
SP
=
=


N
N
=
=


Dengan :
Dengan :


S
S
= Derajat ketelitian
= Derajat ketelitian
p
p
= Prosentase sibuk/produktif
= Prosentase sibuk/produktif
k
k
= Tingkat keyakinan
= Tingkat keyakinan
N
N
= Ukuran sample/data
= Ukuran sample/data

n
p p
k
) ( 1
( )
p S
p k
2
1
2



Batas kontrol untuk p
Batas kontrol untuk p
BKA BKA= =
BKB BKB= =
Dengan pengertian sbb: Dengan pengertian sbb:
BKA BKA= Batas kontrol atas = Batas kontrol atas
BKB BKB= Batas kontrol bawah = Batas kontrol bawah
p p = Prosentase sibuk/produktif = Prosentase sibuk/produktif
k k = Tingkat keyakinan = Tingkat keyakinan
n
p p
k p
) 1 (
+
n
p p
k p
) 1 (

Keseragaman Data Keseragaman Data


Contoh : Contoh :
Suatu pengamatan sampling kerja dilakukan selama 10 Suatu pengamatan sampling kerja dilakukan selama 10
hari kerja dengan waktu pengamatan setiap hari kerja hari kerja dengan waktu pengamatan setiap hari kerja
adalah 6 jam. Ukuran sample adalah 50 setiap hari, adalah 6 jam. Ukuran sample adalah 50 setiap hari,
tingkat keyakinan 99% dan derajat ketelitian 5%. tingkat keyakinan 99% dan derajat ketelitian 5%.
Tentukan kecukupan dan keseragaman data. Tentukan kecukupan dan keseragaman data.
Tgl Pengamatan 1/1 2/1 3/1 4/1 5/1 6/1 7/1 8/1 9/1 10/1
Kondisi idle 5 6 8 10 7 3 4 5 6 4
Kondisi kerja 45 46 42 40 43 47 46 45 44 46
Prosentase idle 0,1 0,12 0,16 0,2 0,16 0,06 0,08 0,1 0,12 0,08
Prosentase kerja 0,9 0,88 0,84 0,8 0,86 0,94 0,92 0,9 0,88 0,92
Prosentase idle = 0,116,
prosentase kerja (p) = 1 0,016 = 0,884
k = 99% = 3 N = 500
S = 0,05 n = 50
N =
Karena N < N, maka data dianggap cukup
BKA =
BKB =
019 , 1
50
) 664 , 0 1 ( 884 , 0
3 884 , 0

+
748 , 0
50
) 664 , 0 1 ( 884 , 0
3 884 , 0

39 , 472
) 884 , 0 ( ) 05 , 0 (
) 884 , 0 1 ( 3
2
2

Karena nilai prosentase kerja semuanya masuk


dalam range BKA dan BKB, maka data seragam.
Waktu Baku Waktu Baku
Penentuan waktu baku dengan sampling kerja Penentuan waktu baku dengan sampling kerja
dihitung dengan menggunakan rumus : dihitung dengan menggunakan rumus :

Waktu Normal Waktu Normal = =
Waktu Baku Waktu Baku = =


dihasilkan yang produk Jumlah
RF Factor Rating x sibuk osentase x waktu Total ) ( Pr
) ( 100
100
All n Kelonggara
x Normal Waktu

Waktu Normal (Wn) Waktu Normal (Wn) = =


Waktu Baku (Wb) Waktu Baku (Wb) = =
Output Standar Output Standar = =
Jadi, pekerja mampu mengerjakan penyortiran surat Jadi, pekerja mampu mengerjakan penyortiran surat
sebanyak 4 surat per menit. sebanyak 4 surat per menit.
Tugas 2 : Penentuan Waktu Baku (Stop Watch & Tugas 2 : Penentuan Waktu Baku (Stop Watch &
sampling Kerja) sampling Kerja)
Contoh :
Seorang pekerja kantor pos bekerja delapan jam sehari
untuk melakukan penyortiran surat-surat. Dari pengamatan
yang dilakukan ternyata 85% pekerja tersebut dalam kondisi
bekerja dan 15% dalam kondisi menganggur. Apabila
jumlah surat yang disortir sebanyak 2345 surat, maka
tentukan waktu bakunya dengan asumsi rating factor adalah
115% dan kelonggaran 20%.
surat menit
x x menit
/ 2 , 0
2345
15 , 1 85 , 0 480

surat menit x / 25 , 0
20 100
100
2 , 0

menit surat
Wb
/ 4
25 , 0
1 1

Modul III : Perencanaan dan
Modul III : Perencanaan dan
Pengawasan
Pengawasan
Operasi
Operasi
Kompetensi Pokok Bahasan :
Kompetensi Pokok Bahasan :



Mampu melakukan peramalan produksi
Mampu melakukan peramalan produksi
dengan
dengan
beberapa metode peramalan.
beberapa metode peramalan.



Mampu melakukan perencanaan produksi
Mampu melakukan perencanaan produksi
berdasarkan hasil peramalan.
berdasarkan hasil peramalan.



Mampu melakukan pengawasan dan
Mampu melakukan pengawasan dan
perencanaan persediaan dengan beberapa
perencanaan persediaan dengan beberapa
metode.
metode.
Aktivitas utama dalam system produksi
Aktivitas utama dalam system produksi
adalah perencanaan dan pengawasan
adalah perencanaan dan pengawasan
operasi.
operasi.
Sistem produksi adalah suatu aktivitas
Sistem produksi adalah suatu aktivitas
untuk mengatur penggunaan sumber daya
untuk mengatur penggunaan sumber daya
(
(
resources
resources
) yang ada dalam proses
) yang ada dalam proses
pembuatan produk/barang atau jasa yang
pembuatan produk/barang atau jasa yang
bermanfaat dengan melakukan optimasi
bermanfaat dengan melakukan optimasi
terhadap tujuan perusahaan.
terhadap tujuan perusahaan.
Perencanaan dan Pengawasan
Perencanaan dan Pengawasan
Operasi
Operasi
Produk/
Jasa
Bahan
- TK
- Mesin
- Fasilitas
- Dll.
Proses transformasi
atau perubahan
Informasi umpan balik hasil
untuk pengawasan proses
1. Peramalan
Perkiraan atau estimasi tingkat permintaan
suatu produk untuk periode yang akan datang
berdasarkan data penjualan masa lampau
yang dianalisis dengan cara tertentu.
2. Perencanaan Operasi/produksi

Digunakan untuk mengetahui jumlah barang


yang harus diproduksi dengan didasarkan
pada hasil peramalan dan persediaan yang
ada.

Merupakan pegangan untuk merancang jadual


produksi.

Kegiatan Perencanaan & Pengawasan
Operasi al :
3.
3. Pengawasan dan Perencanaan
Pengawasan dan Perencanaan
Persediaan
Persediaan
P Persediaan : sumber daya menganggur (idle ersediaan : sumber daya menganggur (idle
resources) yang menunggu proses lebih lanjut, resources) yang menunggu proses lebih lanjut,
berupa kegiatan produksi pada system berupa kegiatan produksi pada system
manufaktur, kegiatan pemasaran pada system manufaktur, kegiatan pemasaran pada system
distribusi atau kegiatan konsumsi pada system distribusi atau kegiatan konsumsi pada system
rumah tangga rumah tangga. .
Persediaan digunakan untuk mempermudah Persediaan digunakan untuk mempermudah
atau memperlancar jalannya opersi atau memperlancar jalannya opersi
perusahaan yang dilakukan berturut-turut perusahaan yang dilakukan berturut-turut
untuk memproduksi barang untuk dipasarkan untuk memproduksi barang untuk dipasarkan
pada konsumen. pada konsumen.

4.
4. Material Requirement Planning
Material Requirement Planning
Metode Perencanaan Kebutuhan Material adalah Metode Perencanaan Kebutuhan Material adalah
prosedur logis, aturan keputusan dan teknik prosedur logis, aturan keputusan dan teknik
pencatatan terkomputerisasi yang dirancang pencatatan terkomputerisasi yang dirancang
untuk menterjemahkan Jadwal Induk Produksi untuk menterjemahkan Jadwal Induk Produksi
(Master Production Schedule) menjadi (Master Production Schedule) menjadi
kebutuhan bersih (net requirement) material kebutuhan bersih (net requirement) material
untuk semua item komponen produk untuk semua item komponen produk
.
.
5.
5.
Line Balancing
Line Balancing
(Keseimbangan Lintasan)
(Keseimbangan Lintasan)

Upaya untuk meminimumkan Upaya untuk meminimumkan
ketidakseimbangan diantara mesin-mesin untuk ketidakseimbangan diantara mesin-mesin untuk
mendapatkan waktu yang sama di setiap stasiun mendapatkan waktu yang sama di setiap stasiun
kerja sesuai dengan kecepatan produksi yang kerja sesuai dengan kecepatan produksi yang
diinginkan. diinginkan.
6. Konsep
6. Konsep
Just In Time.
Just In Time.


Memproduksi output yang diperlukan, pada Memproduksi output yang diperlukan, pada
waktu dibutuhkan, dalam jumlah sesuai waktu dibutuhkan, dalam jumlah sesuai
kebutuhan. Pada setiap tahap proses dalam kebutuhan. Pada setiap tahap proses dalam
system produksi. Dengan cara yang paling system produksi. Dengan cara yang paling
ekonomis dan efisien. ekonomis dan efisien.
Peramalan(
Peramalan(
Forecast
Forecast
)
)
1. Peramalan Subyektif.
1. Peramalan Subyektif.
Menekankan pada keputusan-keputusan hasil Menekankan pada keputusan-keputusan hasil
diskusi, pendapat pribadi dan institusi. diskusi, pendapat pribadi dan institusi.
- - Metode Delphi. Metode Delphi.
peramalan yang didasarkan pada keputusan peramalan yang didasarkan pada keputusan
bersama dari suatu grup yang terdiri dari para bersama dari suatu grup yang terdiri dari para
ahli ahli yang berbeda. yang berbeda.
- - Metode Penelitian Pasar Metode Penelitian Pasar : :
metode ini menganalisa fakta secara sistematis metode ini menganalisa fakta secara sistematis
pada pada bidang yang berhubungan dengan bidang yang berhubungan dengan
pemasaran. (teknik pemasaran. (teknik survei konsumen : survei konsumen :
kuisioner). kuisioner).
Metode Peramalan
Metode Peramalan
2.Peramalan Obyektif.
2.Peramalan Obyektif.

Prosedur peramalan yang mengikuti aturan- Prosedur peramalan yang mengikuti aturan-
aturan matematis dan statistik. aturan matematis dan statistik.
Metode Intrinsik
Metode Intrinsik


Peramalan yang hanya berdasarkan proyeksi Peramalan yang hanya berdasarkan proyeksi
permintaan histories tanpa mempertimbangkan permintaan histories tanpa mempertimbangkan
faktor-faktor eksternal yang mungkin faktor-faktor eksternal yang mungkin
mempengaruhi besarnya permintaan. mempengaruhi besarnya permintaan.

Untuk peramalan jangka pendek, Analisis deret Untuk peramalan jangka pendek, Analisis deret
waktu (Time Series) waktu (Time Series)
Metode Ekstrinsik
Metode Ekstrinsik

Memepertimbangkan faktor-faktor eksternal yang Memepertimbangkan faktor-faktor eksternal yang
mungkin mempengaruhi besarnya permintaan mungkin mempengaruhi besarnya permintaan
dimasa dimasa datang. datang.

Peramalan jangka panjang, karena dapat Peramalan jangka panjang, karena dapat
menunjukkan hubungan sebab-akibat (disebut menunjukkan hubungan sebab-akibat (disebut
metode kausal), Metode Regresi. metode kausal), Metode Regresi.


Regresi Linier
Regresi Linier
Dalam metode regresi linear, pola hubungan antara Dalam metode regresi linear, pola hubungan antara
suatu suatu variabel yang mempengaruhinya dapat variabel yang mempengaruhinya dapat
dinyatakan dengan suatu garis lurus. dinyatakan dengan suatu garis lurus.
Persamaan regresi linear dapat dinyatakan sbb: Persamaan regresi linear dapat dinyatakan sbb:
Y = a + bx Y = a + bx
a = b = a = b =

Dengan : Dengan :
Y = Besarnya nilai yang diramal Y = Besarnya nilai yang diramal
a = Nilai trend pada periode dasar a = Nilai trend pada periode dasar
b = Tingkat perkembangan nilai yang diramal b = Tingkat perkembangan nilai yang diramal
x = Unit tahun yang dihitung dari periode dasar x = Unit tahun yang dihitung dari periode dasar
N
x b y

( )

2 2
x x N
y x xy N
Contoh Contoh
Data penjualan produk PT ABC seperti pada tabel Data penjualan produk PT ABC seperti pada tabel
berikut, kemudian perusahaan ingin meramal berikut, kemudian perusahaan ingin meramal
penjualan pada periode ke 11, 12, 13, 14, 15. penjualan pada periode ke 11, 12, 13, 14, 15.
Penjualan (Y) Periode (X) X
2
XY
45 1 1 45
35 2 4 70
30 3 9 90
50 4 16 200
40 5 25 200
60 6 36 360
30 7 49 210
45 8 64 360
55 9 81 494
65 10 100 650
455 55 385 2680
b = b =

a = a =
Persamaan garis regresinya adalah : Persamaan garis regresinya adalah :
Y = 33,675 + 2,15 (X) Y = 33,675 + 2,15 (X)
Ramalan ke 11 Y = 33,675 + 2,15 (11) = Ramalan ke 11 Y = 33,675 + 2,15 (11) =
57,325 57,325
Ramalan ke 12 Y = 33,675 + 2,15 (12) Ramalan ke 12 Y = 33,675 + 2,15 (12) = =
59,325 59,325
Ramalan ke 13 Y = 33,675 + 2,15 (13) Ramalan ke 13 Y = 33,675 + 2,15 (13) = =
61,325 61,325
Ramalan ke 14 Y = 33,675 + 2,15 (14) Ramalan ke 14 Y = 33,675 + 2,15 (14) = =
63,475 63,475
Ramalan ke 15 Y = 33,675 + 2,15 (15) Ramalan ke 15 Y = 33,675 + 2,15 (15) = =
65,925 65,925
Rata-rata Bergerak Tunggal Rata-rata Bergerak Tunggal
Tujuan utama dari penggunaan metode rata-rata Tujuan utama dari penggunaan metode rata-rata
bergerak adalah untuk menghilangkan atau bergerak adalah untuk menghilangkan atau
mengurangi acakan (randomness) dalam deret mengurangi acakan (randomness) dalam deret
waktu. waktu.
15 2
55 55 385 10
55 455 2680 10
,

,
_

,
_

,
_

,
_

,
_

,
_

675 33
10
55
15 2
10
455
, ,
Rumus yang digunakan : Rumus yang digunakan :
F(t+1) = F(t+1) =
F(t+2) = F(t+2) =
F(t+3) = F(t+3) =
dst. dst.
Dengan : Dengan :
F(t+i)= Peramalan pada periode t+1 F(t+i)= Peramalan pada periode t+1
Xi Xi = Nilai aktual = Nilai aktual
t t = Periode rata-rata bergerak = Periode rata-rata bergerak

t
i
t
X
t
1

1
2
t
i
t
X
t

2
3
t
i
t
X
t
Bulan Data Rata-rata bergerak
Tiga bulanan
Rata-rata bergerak
Lima bulanan
1 386 - -
2 340 - -
3 390 - -
4 368 372 -
5 425 366 -
6 440 394,3 381,8
7 410 411 392,6
8 466 425 406,6
9 330 438,7 421,8
10 350 402 414,2
11 375 382 399,2
12 380 351,7 386,2
Contoh :
Digunakan untuk mengetahui jumlah barang/produk yang harus Digunakan untuk mengetahui jumlah barang/produk yang harus
diproduksi dengan didasarkan pada hasil peramalan dan diproduksi dengan didasarkan pada hasil peramalan dan
persediaan yang ada, juga merupakan pegangan untuk persediaan yang ada, juga merupakan pegangan untuk
merancang jadual produksi. merancang jadual produksi.
Fungsi lain : Fungsi lain :
- Menjamin rencana penjualan dan rencana produksi konsisten - Menjamin rencana penjualan dan rencana produksi konsisten
terhadap terhadap
rencana strategi perusahaan. rencana strategi perusahaan.
- Menjamin kemampuan produksi konsisten terhadap rencana - Menjamin kemampuan produksi konsisten terhadap rencana
produksi. produksi.
- Sebagai alat monitor hasil produksi aktual terhadap rencana - Sebagai alat monitor hasil produksi aktual terhadap rencana
produksi. produksi.
- Mengatur persediaan produk jadi untuk mencapai target - Mengatur persediaan produk jadi untuk mencapai target
produksi dan produksi dan
rencana produksi. rencana produksi.
- Mengarahkan penyusunan dan pelaksanaan jadual induk - Mengarahkan penyusunan dan pelaksanaan jadual induk
produksi. produksi.
PERENCANAAN OPERASI / PRODUKSI PERENCANAAN OPERASI / PRODUKSI
Untuk melakukan perencanaan produksi dapat
dilakukan dengan beberapa strategi :
Dengan mengendalikan persediaan, (dilakukan Dengan mengendalikan persediaan, (dilakukan
pada saat kapasitas produksi dibawah pada saat kapasitas produksi dibawah
permintaan dan digunakan pada saat diatas permintaan dan digunakan pada saat diatas
kapasitas produksi) kapasitas produksi)
Dengan mengendaliakan jumlah tenaga kerja Dengan mengendaliakan jumlah tenaga kerja
sesuai dengan laju produksi yang diinginkan. sesuai dengan laju produksi yang diinginkan.
Mengadakan subkontrak untuk menaikan Mengadakan subkontrak untuk menaikan
kapasitas pada saat perusahaan dalam keadaan kapasitas pada saat perusahaan dalam keadaan
sibuk. sibuk.
Mempengaruhi permintaan (potongan harga, Mempengaruhi permintaan (potongan harga,
pemberian hadiah, layanan-layanan khusus). pemberian hadiah, layanan-layanan khusus).
Perencanaan Operasi dapat diklasifikasikan Perencanaan Operasi dapat diklasifikasikan
menjadi dua metode yaitu : menjadi dua metode yaitu :
1. Metode Kualitatif : 1. Metode Kualitatif :
Rasio persediaan, konsensus manajemen, Rasio persediaan, konsensus manajemen,
grafik dll. grafik dll.
2. Metode Kuantitattif : 2. Metode Kuantitattif :
Heuristik, model matematik, simulasi dll. Heuristik, model matematik, simulasi dll.
Contoh : Contoh :
Data dari hasil peramalan : Data dari hasil peramalan :
Bulan Peramalan Komulatif
1 103 103
2 117 220
3 115 335
4 121 456
5 123 579
6 109 688
7 89 777
8 74 851
9 71 922
10 73 995
11 81 1.076
12 98 1.174
Berdasarkan hasil peramalan maka dapat dilakukan Berdasarkan hasil peramalan maka dapat dilakukan
rencana produksi untuk 12 periode. rencana produksi untuk 12 periode.
Dimisalkan pada rencana 1 tingkat produksi adalah Dimisalkan pada rencana 1 tingkat produksi adalah
70 unit/ bln dengan menganggap persediaan awal 70 unit/ bln dengan menganggap persediaan awal
adalah 340 unit. adalah 340 unit.
Pada rencana 2 tingkat produksi 120 unit/bln untuk 6 Pada rencana 2 tingkat produksi 120 unit/bln untuk 6
bulan pertama dan 60 unit/bln untuk 6 bulan bulan pertama dan 60 unit/bln untuk 6 bulan
terakhir, dengan persediaan awal 100 unit, sehingga terakhir, dengan persediaan awal 100 unit, sehingga
hasil akhir persediaan seperti pada table berikut : hasil akhir persediaan seperti pada table berikut :
Tabel Rencana Produksi Tabel Rencana Produksi
Bln Perama lan Komu latif Rencana Produksi 1 Rencana Produksi 2
Persediaan
Awal
Produksi Persediaan
Akhir
Persedia an
Awal
Produksi Persediaan
Akhir
1 103 103 340 70 307 100 120 117
2 117 220 307 70 260 117 120 120
3 115 335 260 70 215 120 120 125
4 121 456 215 70 164 125 120 124
5 123 579 164 70 111 124 120 121
6 109 688 111 70 72 121 120 132
7 89 777 72 70 53 132 60 103
8 74 851 53 70 49 103 60 89
9 71 922 49 70 48 89 60 78
10 73 995 48 70 45 78 60 65
11 81 1.076 45 70 34 65 60 44
12 98 1.174 34 70 6 44 60 6
Dari dua rencana produksi tersebut akan dipilih salah satu Dari dua rencana produksi tersebut akan dipilih salah satu
dari rencana yang ada dengan mempertimbangkan biaya dari rencana yang ada dengan mempertimbangkan biaya
yang terjadi, yaitu biaya terkecil yang akan digunakan yang terjadi, yaitu biaya terkecil yang akan digunakan
sebagai rencana produksi. sebagai rencana produksi.
PENGAWASAN DAN PENGAWASAN DAN
PERENCANAAN PERSEDIAAN PERENCANAAN PERSEDIAAN
Fungsi utama persediaan yaitu : Fungsi utama persediaan yaitu :
- Sebagai penyangga, penghubung antar proses produksi - Sebagai penyangga, penghubung antar proses produksi
dan distribusi untuk memperoleh efisiensi. dan distribusi untuk memperoleh efisiensi.
- Sebagai stabilitor harga terhadap fluktuasi permintaan. - Sebagai stabilitor harga terhadap fluktuasi permintaan.
1. 1. Masalah kuantitatif Masalah kuantitatif : semua hal yang : semua hal yang
berhubungan dengan penentuan kebijakan berhubungan dengan penentuan kebijakan
persediaan al: persediaan al:
- Berapa banyak jumlah barang yang akan - Berapa banyak jumlah barang yang akan
dipesan. dipesan.
- Kapan pemesanan barang harus dilakukan. - Kapan pemesanan barang harus dilakukan.
- Berapa jumlah persediaan pengaman. - Berapa jumlah persediaan pengaman.
- Metode pengendalian persediaan mana yang - Metode pengendalian persediaan mana yang
paling tepat. paling tepat.
Masalah umum persediaan dalam suatu system dapat Masalah umum persediaan dalam suatu system dapat
dibedakan menjadi dua, yaitu masalah kuantitatif dan dibedakan menjadi dua, yaitu masalah kuantitatif dan
masalah kualitatif. masalah kualitatif.
2. Masalah kualitatif : Semua hal yang berhubungan
dg
system pengoperasian persediaan al:
- Jenis bahan/barang apa yang masih ada
- Dimana barang tersebut ditempatkan
- Berapa banyak barang dalam proses pemesanan
- Siapa saja yang ditunjuk sebagai pemasok, dsb.
Komponen biaya dlm rangka penentuan persediaan Komponen biaya dlm rangka penentuan persediaan
1. Biaya pembelian ( Biaya pembelian (Purchasing Cost Purchasing Cost = c = c
- Biaya yang dikeluarkan untuk membeli barang persediaan. - Biaya yang dikeluarkan untuk membeli barang persediaan.
- Besarnya biaya tergantung dari jumlah barang yang dibeli - Besarnya biaya tergantung dari jumlah barang yang dibeli
dari harga satuan. dari harga satuan.
2. Biaya pengadaan ( 2. Biaya pengadaan (Procurement Cost Procurement Cost) )
Biaya pengadaan dibedakan atas 2 jenis yaitu :
- Biaya pemesanan (Ordering Cost = k)
Semua pengeluaran yang timbul untuk mendatangkan
barang dari luar.
- Biaya penentuan pemasok, administrasi pesanan,
pengiriman pesanan, pengangkutan, penerimaan dsb.
Biaya persiapan ( Biaya persiapan (Setup Cost Setup Cost = k) = k)
- - Semua pengeluaran yang timbul dalam Semua pengeluaran yang timbul dalam
mempersiap- mempersiap- kan produksi suatu barang. kan produksi suatu barang.
- Biaya menyusun peralatan produksi, menyetel - Biaya menyusun peralatan produksi, menyetel
mesin, mesin, persiapan gambar kerja dsb. persiapan gambar kerja dsb.
Biaya penyimpanan (Holding Cost = h)
Semua pengeluaran yang timbul akibat menyimpan barang,
meliputi :
-
Biaya modal
-
Biaya gudang
-
Biaya asuransi
-
Biaya administrasi
-
Biaya kadaluarsa
-
Biaya kerusakan dan penyusutan
4. Biaya kekurangan persediaan/kehabisan 4. Biaya kekurangan persediaan/kehabisan
stock ( stock (Shortage Cost Shortage Cost = p) = p)
Biaya yang timbul sebagai akibat terjadinya Biaya yang timbul sebagai akibat terjadinya
persediaan lebih kecil dari jumlah yang persediaan lebih kecil dari jumlah yang
diperlukan. diperlukan.
Metode Pengendalian Persediaan Metode Pengendalian Persediaan

Metode Tradisional Metode Tradisional

Metode perencanaan kebutuhan material Metode perencanaan kebutuhan material


(MRP) (MRP)

Metode Kanban Metode Kanban

Metode Pengendalian Persediaan Tradisional/EOQ Metode Pengendalian Persediaan Tradisional/EOQ


Dalam metode ini pada dasarnya mencari jawaban optimal Dalam metode ini pada dasarnya mencari jawaban optimal
dalam menentukan : dalam menentukan :
- Jumlah ukuran pemesanan ekonomis (EOQ) - Jumlah ukuran pemesanan ekonomis (EOQ)
- Titik pemesanan kembali (RO) - Titik pemesanan kembali (RO)
- Jumlah cadangan pengaman yang diperlukan (SS) - Jumlah cadangan pengaman yang diperlukan (SS)

Model EOQ didasarkan pada asumsi-asumsi sbb : Model EOQ didasarkan pada asumsi-asumsi sbb :

Hanya satu item barang (produk) yang Hanya satu item barang (produk) yang
diperhitungkan diperhitungkan

Kebutuhan (permintaan) setiap periode Kebutuhan (permintaan) setiap periode


diketahui diketahui

Barang yang dipesan diasumsikan dapat Barang yang dipesan diasumsikan dapat
segera tersedia segera tersedia

Waktu ancang-ancang (lead time) bersifat Waktu ancang-ancang (lead time) bersifat
konstan konstan

Setiap pesanan dikirim dan langsung Setiap pesanan dikirim dan langsung
digunakan digunakan

Tidak ada pesanan ulang (back order) Tidak ada pesanan ulang (back order)

Tidak ada diskon Tidak ada diskon


Tujuan model ini adalah menentukan jumlah ekonomis
setiap kali pemesanan (EOQ) sehingga total biaya
persediaan minimal.
Biaya Total Persediaan = Ordering cost + Holding Biaya Total Persediaan = Ordering cost + Holding
cost + Purchasing cost. cost + Purchasing cost.
Parameter yang dipakai adalah : Parameter yang dipakai adalah :
D D : jumlah kebutuhan barang selama satu periode : jumlah kebutuhan barang selama satu periode
k k : : ordering cost ordering cost sekali pesan sekali pesan
h h : : holding cost holding cost persatuan nilai persediaan persatuan nilai persediaan
persatuan waktu persatuan waktu
c c : : purchasing cost purchasing cost persatuan nilai persediaan persatuan nilai persediaan
t t : waktu antara satu pesanan ke pesanan : waktu antara satu pesanan ke pesanan
berikutnya berikutnya
Titik saat pemesanan diterima (order point)
Rata-rata persediaan = Q/2
Waktu ( t )
T
i
n
g
k
a
t

P
e
r
s
e
d
i
a
a
n

(
Q
)
t = Q/D
Model Persediaan EOQ
Biaya Total Persediaan = Ordering cost + Holding cost +
Purchasing cost.
a). Biaya pesan = a). Biaya pesan =
k : biaya pesan setiap kali pesan k : biaya pesan setiap kali pesan
D : permintaan per periode D : permintaan per periode
Q : jumlah pemesanan optimal Q : jumlah pemesanan optimal
b). Biaya simpan = b). Biaya simpan =
h : biaya simpan per unit per periode h : biaya simpan per unit per periode
Q : jumlah pemesanan optimal Q : jumlah pemesanan optimal
c). Biaya pembelian = c c). Biaya pembelian = c
Rumus persediaan model Q (EOQ) adalah sbb : Rumus persediaan model Q (EOQ) adalah sbb :
Q (EOQ) = Q (EOQ) =

1
]
1

Q
D
k
1
]
1

Q
D
k
h
Dk 2
t t
o o
(waktu antar pemesanan optimal) diperoleh : (waktu antar pemesanan optimal) diperoleh :
t t
o o
= =
Contoh : Contoh :
Permintaan harian suatu jenis barang diperkirakan Permintaan harian suatu jenis barang diperkirakan
100 unit, Biaya pemesanan diketahui Rp 100,- 100 unit, Biaya pemesanan diketahui Rp 100,-
setiap kali pesan. Biaya penyimpanan harian setiap setiap kali pesan. Biaya penyimpanan harian setiap
unit persediaan Rp 0,02,- tentukan jumlah unit persediaan Rp 0,02,- tentukan jumlah
pemesanan yang ekonomis dan waktu antar pemesanan yang ekonomis dan waktu antar
pemesanan yang optimal. pemesanan yang optimal.
Diketahui : Diketahui : D = 100 unit/hari D = 100 unit/hari
k = Rp 100,-/pesan k = Rp 100,-/pesan
h = Rp 0,02,-/unit/hari h = Rp 0,02,-/unit/hari
D
EOQ
Jumlah pemesanan ekonomis : Jumlah pemesanan ekonomis :
EOQ = EOQ =

Waktu antar pemesanan : Waktu antar pemesanan :
to = to =
unit
x x
h
Dk
1000
02 , 0
100 100 2 2

hari
D
EOQ
10
100
1000

Modul IV :
Modul IV :
Perencanaan &
Perencanaan &
Perancangan
Perancangan


Tata
Tata
Letak Fasilitas
Letak Fasilitas
Kompetensi Pokok Bahasan :
Kompetensi Pokok Bahasan :

Memahami aspek-aspek yang berkaitan


Memahami aspek-aspek yang berkaitan
dengan penetapan lokasi fasilitas/pabrik
dengan penetapan lokasi fasilitas/pabrik

Memahami teknik dan mampu melakukan


Memahami teknik dan mampu melakukan
perancangan tata letak fasilitas produksi
perancangan tata letak fasilitas produksi

Memahami permasalahan yang berkaitan


Memahami permasalahan yang berkaitan
dengan pemindahan bahan (
dengan pemindahan bahan (
material
material
handling
handling
).
).

Memahami macam/type tata letak


Memahami macam/type tata letak
fasilitas produksi.
fasilitas produksi.
Perencanaan Fasilitas : Perencanaan Fasilitas :
- - Perancangan dari fasilitas-fasilitas industri yang akan Perancangan dari fasilitas-fasilitas industri yang akan
dibangun/didirikan, dengan tujuan menempatkan fasilitas- dibangun/didirikan, dengan tujuan menempatkan fasilitas-
fasilitas/pabrik yang sesuai dari segi biaya dan keuntungan. fasilitas/pabrik yang sesuai dari segi biaya dan keuntungan.

Dua hal pokok dalam Perancangan Fasilitas : Dua hal pokok dalam Perancangan Fasilitas :
- Perancangan lokasi pabrik - Perancangan lokasi pabrik
- Perancangan fasilitas produksi - Perancangan fasilitas produksi
Penentuan Lokasi Pabrik/Fasilitas : Penentuan Lokasi Pabrik/Fasilitas :
Lokasi pabrik yang ideal adalah terletak pada tempat yang akan mampu Lokasi pabrik yang ideal adalah terletak pada tempat yang akan mampu
memberikan total biaya dari proses produksi dan distribusi yang rendah memberikan total biaya dari proses produksi dan distribusi yang rendah
serta harga dan volume penjualan produk yang mampu memberikan serta harga dan volume penjualan produk yang mampu memberikan
keuntungan yang maksimal. keuntungan yang maksimal.
Perencenaan & Perancangan Tata Letak Fasilitas
Perencenaan & Perancangan Tata Letak Fasilitas
Faktor-faktor yang harus dipertimbangkan dalam Faktor-faktor yang harus dipertimbangkan dalam
penentuan lokasi pabrik : penentuan lokasi pabrik :
1. Market location 1. Market location 5. Climate 5. Climate
2. Raw material location 2. Raw material location 6. Labor & wage 6. Labor & wage
salary salary
3. Transportation 3. Transportation 7. Law & taxation 7. Law & taxation
4. Power 4. Power 8. Water & waste 8. Water & waste
Model-model Analisa Lokasi Fasilitas Model-model Analisa Lokasi Fasilitas
Cara yang dapat dipergunakan untuk menganalisis Cara yang dapat dipergunakan untuk menganalisis
dan mengambil keputusan untuk memilih lokasi dan mengambil keputusan untuk memilih lokasi
pabrik/ perusahaan. pabrik/ perusahaan.

Metode Pendekatan Metode Pendekatan


- Kontinyu - Kontinyu (Penentuan satu/lebih lokasi optimal) (Penentuan satu/lebih lokasi optimal)
. Metode Analisa Pusat Gravitasi . Metode Analisa Pusat Gravitasi Gravity Gravity
- Analisis Kuantitatif - Analisis Kuantitatif (Faktor Obyektifitas) (Faktor Obyektifitas)
. Metode Analisis Transportasi Program Linier . Metode Analisis Transportasi Program Linier
- Analisis Hibrid - Analisis Hibrid (Kombinasi Faktor Obyektif & (Kombinasi Faktor Obyektif &
Subyektif) Subyektif)
. Metode . Metode Brown-Gibson Brown-Gibson

Analisa Pusat Gravitasi : Analisa Pusat Gravitasi :
Dalam metode ini ada dua faktor yang dapat Dalam metode ini ada dua faktor yang dapat
mempengaruhi yaitu : mempengaruhi yaitu :
- Lokasi sumber bhn baku/material (input produksi). - Lokasi sumber bhn baku/material (input produksi).
- Lokasi daerah pemasaran (output produksi). - Lokasi daerah pemasaran (output produksi).
Dalam metode ini diasumsikan bahwa : Dalam metode ini diasumsikan bahwa :
Biaya produksi dan distribusi tidak diperhitungkan Biaya produksi dan distribusi tidak diperhitungkan
(biaya produksi dan distribusi untuk masing-masing (biaya produksi dan distribusi untuk masing-masing
lokasi baik dari sumber material, pemasaran lokasi baik dari sumber material, pemasaran
menuju lokasi pabrik dianggap sama). menuju lokasi pabrik dianggap sama).
Untuk menganalisa dengan metode ini input yang Untuk menganalisa dengan metode ini input yang
diperlukan adalah : diperlukan adalah :
- Kebutuhan/demand produk jadi atau baham baku - Kebutuhan/demand produk jadi atau baham baku
dari dari masing daerah pemasaran atau lokasi sumber masing daerah pemasaran atau lokasi sumber
bhn baku. bhn baku.
- Koordinat geografis dari lokasi pabrik yang - Koordinat geografis dari lokasi pabrik yang
direncanakan, direncanakan, daerah pemasaran ataupun daerah pemasaran ataupun
daerah sumber bhn baku. daerah sumber bhn baku.
Fungsi Tujuan adalah : Fungsi Tujuan adalah :
m n m n
Minimum f (X,Y) = Minimum f (X,Y) =

Wj . di Wj . di
I=1 j=1 I=1 j=1
Dimana : Dimana :
di di = [ ( Xi aj ) = [ ( Xi aj )
2 2
+ ( Yi bj ) + ( Yi bj )
2 2
] ]
1/2 1/2
m m = banyaknya alternatif lokasi yang akan = banyaknya alternatif lokasi yang akan
dipilih dipilih
n n = banyaknya daerah pemasaran/sumber bhn = banyaknya daerah pemasaran/sumber bhn
baku baku
Wj Wj = Kebutuhan/demand produk jadi atau = Kebutuhan/demand produk jadi atau
kapasitas kapasitas suplay dari sumber bhn baku. suplay dari sumber bhn baku.
( Xi ; Yi ) ( Xi ; Yi ) = koordinat alternatif lokasi, 1, 2, 3, 4, = koordinat alternatif lokasi, 1, 2, 3, 4,
., m ., m
( aj ; bj ) ( aj ; bj ) = koordinat lokasi daerah pemasaran = koordinat lokasi daerah pemasaran
atau atau lokasi sumber bhn baku, 1, 2, 3, 4,., lokasi sumber bhn baku, 1, 2, 3, 4,.,
n n
Soal Latihan : Soal Latihan :
Sebuah perusahaan Elektronik bermaksud Sebuah perusahaan Elektronik bermaksud
mendirikan pabrik baru, berdasarkan hasil studi mendirikan pabrik baru, berdasarkan hasil studi
kelayakan diperoleh alternatif dan jarak koordinat kelayakan diperoleh alternatif dan jarak koordinat
lokasi (dalam satuan puluhan kilometer) sebagai lokasi (dalam satuan puluhan kilometer) sebagai
berikut : berikut :
Alternatif lokasi P (-10, 7) Alternatif lokasi P (-10, 7)
Alternatif lokasi Q (5, -30) Alternatif lokasi Q (5, -30)
Alternatif lokasi R (10, 0) Alternatif lokasi R (10, 0)
Daerah pemasaran yang harus dipenuhi Daerah pemasaran yang harus dipenuhi
kebutuhannya terletak di 5 (lima) kota dengan kebutuhannya terletak di 5 (lima) kota dengan
koordinat dan kebutuhan masing-masing (dalam koordinat dan kebutuhan masing-masing (dalam
satuan ton) sebagai berikut : satuan ton) sebagai berikut :

Daerah Pemasaran : Daerah Pemasaran : Demand Demand
(ton) (ton)
Pemasaran A (2, -15) Pemasaran A (2, -15) 5 5
Pemasaran B (-5, -10) Pemasaran B (-5, -10) 10 10
Pemasaran C (8, 8) Pemasaran C (8, 8)
8 8
Pemasaran D (0, -7) Pemasaran D (0, -7) 15 15
Pemasaran E (-15, 8) Pemasaran E (-15, 8) 20 20
Dengan menggunakan analisa gravitasi, tentukan Dengan menggunakan analisa gravitasi, tentukan
lokasi perusahaan perminyakan mana yang lokasi perusahaan perminyakan mana yang
seharusnya dipilih ? seharusnya dipilih ?
Metode Kuantitatif
Metode Kuantitatif
Transportasi Program Linier
Transportasi Program Linier
Aplikasi metode transportasi digunakan
Aplikasi metode transportasi digunakan
untuk menentukan pola distribusi yang
untuk menentukan pola distribusi yang
terbaik dari lokasi pabrik ke daerah
terbaik dari lokasi pabrik ke daerah
pemasaran tertentu. Keputusan yang dipilih
pemasaran tertentu. Keputusan yang dipilih
didasarkan pada lokasi yang memberikan
didasarkan pada lokasi yang memberikan
total biaya terkecil.
total biaya terkecil.
Dalam menyelesaikan masalah trensportasi
Dalam menyelesaikan masalah trensportasi
ada beberapa cara/metode yang dapat
ada beberapa cara/metode yang dapat
digunakan yaitu : cara/metode
digunakan yaitu : cara/metode
heuristics,
heuristics,
vogel
vogel
dan
dan
north west corner.
north west corner.
Contoh persoalan pemakaian metode
Contoh persoalan pemakaian metode
transportasi untuk memilih lokasi yang
transportasi untuk memilih lokasi yang
baik.
baik.
Perusahan XYZ mempunyai dua pabrik di
Perusahan XYZ mempunyai dua pabrik di
kota Semarang dan Bandung yang
kota Semarang dan Bandung yang
mensuplai produk ke empat daerah
mensuplai produk ke empat daerah
pemasaran yaitu : Jogja, Solo, Purwokerto
pemasaran yaitu : Jogja, Solo, Purwokerto
dan Magelang.
dan Magelang.
Berkaitan dengan permintaan produk yang
Berkaitan dengan permintaan produk yang
terus meningkat perusahaan
terus meningkat perusahaan
merencanakan untuk membangun sebuah
merencanakan untuk membangun sebuah
pabrik baru lagi.
pabrik baru lagi.
Alternatif lokasi yang diusulkan adalah : di kota Alternatif lokasi yang diusulkan adalah : di kota
Surabaya atau kota Malang Surabaya atau kota Malang
Data mengenai kapasitas produksi, biaya Data mengenai kapasitas produksi, biaya
transportasi, serta data kebutuhan (demand) untuk transportasi, serta data kebutuhan (demand) untuk
masing-masing daerah seperti dalam tabel berikut masing-masing daerah seperti dalam tabel berikut
(dlm puluhan ribu rp) : (dlm puluhan ribu rp) :
Lokasi Daerah Pemasaran Kapasitas
(ton/mgg)
Jogja Solo P Kerto Mg-lang
Semarang 18 20 25 15
650
Bandung 40 45 30 42
600
Surabaya 55 50 60 55 tak terbatas
Malang 58 55 62 60 tak terbatas
Demand
(ton/mgg)
400 500 300 450 1650
Dengan analisa secara terpisah antara alternatif Dengan analisa secara terpisah antara alternatif
lokasi di kota Surabaya dan Malang, maka dapat lokasi di kota Surabaya dan Malang, maka dapat
dialokasikan ke setiap daerah pemasaran dengan dialokasikan ke setiap daerah pemasaran dengan
memperhatikan kapasitas masing-masing pabrik memperhatikan kapasitas masing-masing pabrik
yang ada. yang ada.
Alternatif lokasi Surabaya Alternatif lokasi Surabaya
Lokasi Daerah Pemasaran Kapasitas
(ton/mgg)
Jogja Solo P Kerto Mg-lang
Semarang
18 20 25 15 650
Bandung
40 45 30 42 600
Surabaya
55 50 60 55 400
Demand
(ton/mgg)
400 500 300 450 1650
Iterasi 1 analisa untuk alternatif lokasi pabrik di Iterasi 1 analisa untuk alternatif lokasi pabrik di
Surabaya Surabaya
Lokasi Daerah Pemasaran Kapasitas
(ton/mgg)
Jogja Solo P Kerto Mg-lang
Semarang
18
200
20 25 15
450
650
Bandung
40
200
45
100
30
300
42
600
Surabaya
55 50
400
60 55
400
Demand
(ton/mgg)
400 500 300 450 1650
Perhitungan transportasi iterasi 1 unt alternatif Perhitungan transportasi iterasi 1 unt alternatif
lokasi SBY lokasi SBY
From To Shipment Cost/profit Oport.
Cost
Semarang Jogja 200 18 0
Semarang Solo 0 20 -3
Semarang P Kerto 0 25 17
Semarang Magelang 450 15 0
Bandung Jogja 200 40 0
Bandung Solo 100 45 0
Bandung P Kerto 300 30 0
Bandung Magelang 0 42 5
Surabaya Jogja 0 55 10
Surabaya Solo 400 50 0
Surabaya P Kerto 0 60 25
Surabaya Magelang 0 55 13
Minimized OBJ = 51.850
Iterasi 2 (perbaikan) unt alternatif lokasi pabrik di Iterasi 2 (perbaikan) unt alternatif lokasi pabrik di
Sby. Sby.
18 40 45 18 40 45 30 55 50 60
Lokasi Daerah Pemasaran
Kapasitas
(ton/mgg)
Jogja Solo P Kerto Mg-lang
Semarang 18
100
20
100
25
15
450
650
Bandung 40
300
45 30
300
30
600
Surabaya 50 50
400
60
55
400
Demand
(ton/mgg) 400 500 300 450 1650
Perhitungan Transportasi Iterasi 2 unt alternatif Perhitungan Transportasi Iterasi 2 unt alternatif
lokasi SBY lokasi SBY
From To Shipment Cost/profit Oport.
Cost
Semarang Jogja 100 18 0
Semarang Solo 100 20 0
Semarang P Kerto 0 25 17
Semarang Magelang 450 15 0
Bandung Jogja 300 40 0
Bandung Solo 0 45 3
Bandung P Kerto 300 30 0
Bandung Magelang 0 42 5
Surabaya Jogja 0 55 7
Surabaya Solo 400 50 0
Surabaya P Kerto 0 60 22
Surabaya Magelang 0 55 10
Minimized OBJ = 51.550
Alternatif lokasi Malang Alternatif lokasi Malang
18 40 58
Lokasi Daerah Pemasaran Kapasitas
(ton/mgg)
Jogja Solo P Kerto Mg-lang
Semarang
18 20 25 15
650
Bandung
40 45 30 42
600
Malang
58 55 62 60
400
Demand
(ton/mgg) 400 500 300 450 1650
Iterasi 1 analisa untuk alternatif lokasi pabrik di Iterasi 1 analisa untuk alternatif lokasi pabrik di
Malang Malang
18 40 45 58
Lokasi
Daerah Pemasaran Kapasitas
(ton/mgg)
Jogja Solo P Kerto Mg-lang
Semarang 18
200
20 25 15
450
650
Bandung 40
200
45
100
30
300
42
600
Malang 58 55
400
62 60
400
Demand
(ton/mgg) 400 500 300 450 1650
Perhitungan transportasi iterasi 1 unt alternatif Perhitungan transportasi iterasi 1 unt alternatif
lokasi Mlg. lokasi Mlg.
From To Shipment Cost/profit Oport.
Cost
Semarang Jogja 200 18 0
Semarang Solo 0 20 -3
Semarang P Kerto 0 25 17
Semarang Magelang 450 15 0
Bandung Jogja 200 40 0
Bandung Solo 100 45 0
Bandung P Kerto 300 30 0
Bandung Magelang 0 42 3
Malang Jogja 0 58 8
Malang Solo 400 55 0
Malang P Kerto 0 62 19
Malang Magelang 0 60 13
Minimized OBJ = 53.850
Iterasi 2 (perbaikan) untuk alternatif lokasi pabrik di Iterasi 2 (perbaikan) untuk alternatif lokasi pabrik di
Malang Malang
Lokasi
Daerah Pemasaran Kapasitas
(ton/mgg)
Jogja Solo P Kerto Mg-lang
Semarang 18
100
20
100
25 15
450
650
Bandung 40
300
45 30
300
42
600
Malang 58 55
400
62 60
400
Demand
(ton/mgg) 400 500 300 450 1650
Perhitungan transportasi iterasi 2 untuk alternatif Perhitungan transportasi iterasi 2 untuk alternatif
lokasi Mlg lokasi Mlg
From To Shipment Cost/profit Oport.
Cost
Semarang Jogja 100 18 0
Semarang Solo 100 20 0
Semarang P Kerto 0 25 17
Semarang Magelang 450 15 0
Bandung Jogja 300 40 0
Bandung Solo 0 45 3
Bandung P Kerto 300 30 0
Bandung Magelang 0 42 5
Malang Jogja 0 58 5
Malang Solo 400 55 0
Malang P Kerto 0 62 19
Malang Magelang 0 60 10
Minimized OBJ = 53.550
Berdasarkan perhitungan diatas jika
Berdasarkan perhitungan diatas jika
dibangun pabrik di lokasi Surabaya biaya
dibangun pabrik di lokasi Surabaya biaya
transportasinya sebesar
transportasinya sebesar
Rp 51.550,-
Rp 51.550,-
dan
dan
jika dibangun pabrik di lokasi Malang biaya
jika dibangun pabrik di lokasi Malang biaya
transportasinya sebesar
transportasinya sebesar
Rp 53.550-,
Rp 53.550-,

dengan demikian pendirian pabrik yang
dengan demikian pendirian pabrik yang
lebih menguntungkan adalah di lokasi
lebih menguntungkan adalah di lokasi
Surabaya.
Surabaya.
Tata Letak Produk
(Product Lay Out = Aliran produk).
Tata Letak Proses
(Process Lay Out = Aliran proses).
Tata Letak Posisi Tetap
(Fixed Position Lay Out).
Tata Letak Kelompok Produk
(Product Famili/Group Teknologi)
Macam Tipe Tata Letak Fasilitas
Macam Tipe Tata Letak Fasilitas

Tata Letak Produk : Tata Letak Produk :


Semua fasilitas produksi diatur/ditempatkan Semua fasilitas produksi diatur/ditempatkan
dalam satu departemen khusus. dalam satu departemen khusus.
Diaplikasikan untuk industri skala besar dan Diaplikasikan untuk industri skala besar dan
proses produksinya berlangsung secara proses produksinya berlangsung secara
kontinyu. kontinyu.
Industri Gula, semen, kertas, perakitan (mobil, Industri Gula, semen, kertas, perakitan (mobil,
elektronik). elektronik).
Pertimbangan atas dasar Tata Letak Produk : Pertimbangan atas dasar Tata Letak Produk :
1.
1. Produk yang dibuat hanya satu atau beberapa Produk yang dibuat hanya satu atau beberapa
produk standar. produk standar.
2.
2. Produk dibuat dalam jumlah/volume besar Produk dibuat dalam jumlah/volume besar
untuk jangka waktu relatif lama. untuk jangka waktu relatif lama.
3.
3. Keseimbangan Keseimbangan
lintasan produksi lebih baik. lintasan produksi lebih baik.
4.
4. Satu mesin hanya digunakan unt satu macam Satu mesin hanya digunakan unt satu macam
proses kerja. proses kerja.
5.
5. Aktivitas inspeksi selama proses produksi relatif Aktivitas inspeksi selama proses produksi relatif
sedikit. sedikit.
6.
6. Aktivitas MH dari satu SK ke SK yang lain dapat Aktivitas MH dari satu SK ke SK yang lain dapat
dilaksanakan secara mekanis. dilaksanakan secara mekanis.
A
Bahan
Baku
Gudang
Bahan
Baku
SK-1 SK-2 SK-3 SK-4
Gudang
Produk
Jadi
Produk
Jadi


A A

Press

A A
B

B
1
1

2
3
1

2

3

4

4
2
Bubut
Drill
Penge-
pakan

Gerinda
Frais
Bubut
Penge-
pakan
Tata Letak Aliran Produk


Keuntungan :
Keuntungan :
1.
1. MHC rendah sebagai akibat Lay Out disusun MHC rendah sebagai akibat Lay Out disusun
berdasarkan urutan operasi, shg jarak berdasarkan urutan operasi, shg jarak
perpindahan bahan minimum. perpindahan bahan minimum.
2.
2. Total waktu yang dipergunakan untuk produksi Total waktu yang dipergunakan untuk produksi
relatif singkat. relatif singkat.
3.
3. Work In Procces jarang terjadi karena lintasan Work In Procces jarang terjadi karena lintasan
produksi sudah seimbang. Output satu proses produksi sudah seimbang. Output satu proses
langsung dipergunakan sebagai input proses langsung dipergunakan sebagai input proses
berikutnya. berikutnya.
4.
4. Tiap unit produksi atau SK memerlukan luas Tiap unit produksi atau SK memerlukan luas
area yang minimal karena tidak diperlukan WIP area yang minimal karena tidak diperlukan WIP
Storege. Storege.
Kerugian : Kerugian :
1.
1. Breakdown dari satu mesin menyebabkan Breakdown dari satu mesin menyebabkan
terhentinya seluruh aliran produksi. terhentinya seluruh aliran produksi.
2.
2. Jika terjadi perubahan terhadap desain produk, Jika terjadi perubahan terhadap desain produk,
maka akan merubah aliran produk dan lay out. maka akan merubah aliran produk dan lay out.
3.
3. Kelancaran proses produksi akan ditentukan Kelancaran proses produksi akan ditentukan
oleh proses mesin yang paling lambat. oleh proses mesin yang paling lambat.
4.
4. Memerlukan investasi mesin tinggi (Special Memerlukan investasi mesin tinggi (Special
Purpose Machine). Purpose Machine).
Tata Letak Proses : Tata Letak Proses :
Denaturant dan penempatan mesin/fasilitas Denaturant dan penempatan mesin/fasilitas
produksi yang semacam dalam satu produksi yang semacam dalam satu
departemen. departemen.
Semua fasilitas produksi yang memiliki Semua fasilitas produksi yang memiliki
ciri/fungsi kerja yang sama diletakan dalam satu ciri/fungsi kerja yang sama diletakan dalam satu
departemen. departemen.
Diaplikasikan pada industri berskala kecil. Diaplikasikan pada industri berskala kecil.
Faktor manufaktur dan jasa pelayanan. Faktor manufaktur dan jasa pelayanan.
Pertimbangan : Pertimbangan :
1.
1. Produk yang dibuat berbagai macam Produk yang dibuat berbagai macam
model/type dan tiap model dibuat dalam jumlah model/type dan tiap model dibuat dalam jumlah
kecil serta jangka waktu yang relatif singkat. kecil serta jangka waktu yang relatif singkat.
2.
2. Aktivitas berubah-ubah sehingga studi waktu Aktivitas berubah-ubah sehingga studi waktu
dan gerak untuk menentukan metode dan dan gerak untuk menentukan metode dan
waktu standar sulit dilakukan. waktu standar sulit dilakukan.
3.
3. Sulit mengatur line balanchng antar operator Sulit mengatur line balanchng antar operator
dan mesin. dan mesin.
4.
4. Memerlukan pengawasan yang ekstra selama Memerlukan pengawasan yang ekstra selama
proses operasi. proses operasi.
5.
5. Satu jenis mesin dapat melakukan bebagai Satu jenis mesin dapat melakukan bebagai
macam produk (General Purpose). macam produk (General Purpose).
6.
6. Banyak menggunakan peralatan berat untuk Banyak menggunakan peralatan berat untuk
kegiatan MH. kegiatan MH.
A
Bahan
Baku
Gudang Bahan
Baku SK-1 SK-2 SK-3 SK-4
Gudang
Produk Jadi
Produk
Jadi

A A A
B

B
Bubut Press
Drill
Gerinda
1
1
1
3
2
3
4
2
4
4
4
2
Penge-
coran
Frais
Pengepakan
Tata Letak Aliran Proses
Keuntungan :
Keuntungan :
1.
1. Investasi mesin dan fasilitas produksi rendah, Investasi mesin dan fasilitas produksi rendah,
karena mesin yang digunakan mesin-mesin karena mesin yang digunakan mesin-mesin
type umum (General Purpose). type umum (General Purpose).
2.
2. Jika terjadi breakdown mesin mudah diatasi, Jika terjadi breakdown mesin mudah diatasi,
yaitu dengan memindahkan ke mesin lain. yaitu dengan memindahkan ke mesin lain.
3.
3. Karena ada spesialisasi kerja, aktivitas supervisi Karena ada spesialisasi kerja, aktivitas supervisi
lebih baik dan efisien. lebih baik dan efisien.
Kerugian : Kerugian :
1.
1. Karenna lintasan produksi lebih panjang, MHC Karenna lintasan produksi lebih panjang, MHC
lebih mahal. lebih mahal.
2.
2. Total waktu produksi lebih lama, WIP lebih Total waktu produksi lebih lama, WIP lebih
banyak dijumpai karena waktu operasi sulit banyak dijumpai karena waktu operasi sulit
diseimbangkan. diseimbangkan.
3.
3. Karena diversifikasi produk adalah job order, Karena diversifikasi produk adalah job order,
maka diperlukan operator skill tinggi. maka diperlukan operator skill tinggi.
Tata Letak Posisi Tetap : Tata Letak Posisi Tetap :
Material dan komponen dari produk utama Material dan komponen dari produk utama
akan ditempatkan pada posisi tetap, akan ditempatkan pada posisi tetap,
sedangkan fasilitas produksi seperti tools, sedangkan fasilitas produksi seperti tools,
mesin, manusia serta komponen-komponen mesin, manusia serta komponen-komponen
kecil akan bergerak menuju lokasi material kecil akan bergerak menuju lokasi material
atau komponen produk utama. atau komponen produk utama.
Diaplikasikan pada industri yang menghasilkan Diaplikasikan pada industri yang menghasilkan
produk-produk skala ukuran besar : Industri produk-produk skala ukuran besar : Industri
pesawat, kapal dll. pesawat, kapal dll.

Mesin-2 Mesin-2

Mesin-2 Mesin-2 Mesin-2 Mesin-2

Tata Letak Fixed Position Tata Letak Fixed Position
Produk
Utama
Keuntungan : Keuntungan :
1.
1. Karena posisi material dan komponen produk Karena posisi material dan komponen produk
utama tetap, maka MH dapat dikurangi. utama tetap, maka MH dapat dikurangi.
2.
2. Fleksibilitas kerja tinggi, karena fasilitas Fleksibilitas kerja tinggi, karena fasilitas
produksi dapat diakomodasikan untuk produksi dapat diakomodasikan untuk
mengantisipasi perubahan dalam rancangan mengantisipasi perubahan dalam rancangan
produk. produk.
Kerugian :
1. Adanya peningkatan frekuensi pemindahan fasilitas
produksi atau operato pada saat proses operasi.
2. Memerlukan operator dengan skill tinggi.
3. Membutuhkan space area yang luas untuk peralatan
kerja dan WIP.
4. Memerlukan pengawasan dan koordinasi kerja yang
ketat.
Keuntungan : Keuntungan :

Dengan pengelompokan produk sesuai dengan proses Dengan pengelompokan produk sesuai dengan proses
pembuatannya, maka pendayagunaan mesin akan pembuatannya, maka pendayagunaan mesin akan
diperoleh secara maksimal. diperoleh secara maksimal.

Jarak perpindahan material lebih pendek sehingga Jarak perpindahan material lebih pendek sehingga
lintasan aliran lebi lintasan aliran lebih lancar. lancar.

Memiliki keuntungan yang bisa diperoleh dari produk lay Memiliki keuntungan yang bisa diperoleh dari produk lay
out dan proses lay out. out dan proses lay out.

Umumnya menggunakan mesin-mesin general purpose Umumnya menggunakan mesin-mesin general purpose
sehingga investasinya juga lebih rendah. sehingga investasinya juga lebih rendah.
Product Family (Group Tecnology) : Product Family (Group Tecnology) :

Didasarkan pada pengelompokan produk atau Didasarkan pada pengelompokan produk atau
komponen yang akan dibuat. komponen yang akan dibuat.

Pada dasarnya merupakan kombinasi dari product lay Pada dasarnya merupakan kombinasi dari product lay
out dan procces lay out. out dan procces lay out.

Produk-produk yang tidak identik dikelompokan Produk-produk yang tidak identik dikelompokan
berdasarkan langkah pemrosesan, bentuk, mesin atau berdasarkan langkah pemrosesan, bentuk, mesin atau
peralatan. peralatan.
A Bubut Bor Gerinda Perakitan
Milling Perakitan Bor Finising
B
C
Press Bubut Bor Press Perakitan
Gerinda Bor Perakitan Bor Gerinda
Tata Letak Group Teknologi
Kerugian : Kerugian :
1.
1. Diperlukan TK dengan skill tinggi. Diperlukan TK dengan skill tinggi.
2.
2. Kelancaran kerja sangat tergantung pada Kelancaran kerja sangat tergantung pada
kegiatan pengendalian produksi terutama aliran kegiatan pengendalian produksi terutama aliran
kerja. kerja.
3.
3. Jika keseimbangan aliran sulit dicapai maka Jika keseimbangan aliran sulit dicapai maka
diperlukan WIP Storage. diperlukan WIP Storage.
4.
4. Beberapa kerugian dari product dan procces lay Beberapa kerugian dari product dan procces lay
out juga akan dijumpai. out juga akan dijumpai.
5.
5. Kesempatan untuk mengaplikasikan faslitas Kesempatan untuk mengaplikasikan faslitas
produksi tipe special purpose sulit dilakukan. produksi tipe special purpose sulit dilakukan.
Modul V : Optimasi
Modul V : Optimasi
Kompetensi Pokok Bahasan :
Kompetensi Pokok Bahasan :

Mampu melakukan penilaian/evaluasi,


Mampu melakukan penilaian/evaluasi,
membandingkan dan menjaring berbagai
membandingkan dan menjaring berbagai
pilihan jawaban, sehingga dapat
pilihan jawaban, sehingga dapat
mengambil keputusan yang terbaik.
mengambil keputusan yang terbaik.

Mampu menyelesaikan persoalan-


Mampu menyelesaikan persoalan-
persoalan dengan pertimbangan criteria-
persoalan dengan pertimbangan criteria-
criteria dan pembatas-pembatas tertentu
criteria dan pembatas-pembatas tertentu
dengan tujuan mengoptimalkan hasil
dengan tujuan mengoptimalkan hasil
yang ingin dicapai.
yang ingin dicapai.
OPTIMASI :
OPTIMASI :

PROGRAM DINAMIS
PROGRAM DINAMIS
Program Dinamis Program Dinamis
Suatu teknik optimasi untuk menyelesaikan Suatu teknik optimasi untuk menyelesaikan
masalah yang melibatkan sekumpulan masalah yang melibatkan sekumpulan
pengambilan keputusan yang saling pengambilan keputusan yang saling
berhubungan, dengan tujuan agar secara berhubungan, dengan tujuan agar secara
keseluruhan mencapai keefektifan. keseluruhan mencapai keefektifan.
Prinsip Optimasi Bellman : Prinsip Optimasi Bellman :
Menyatakan bahwa suatu kebijakan menyeluruh Menyatakan bahwa suatu kebijakan menyeluruh
yang optimal harus dibentuk oleh sub-sub yang optimal harus dibentuk oleh sub-sub
kebijakan yang optimal pula. kebijakan yang optimal pula.
Dalam program dinamis keputusan mendatang Dalam program dinamis keputusan mendatang
ditentukan berdasarkan keputusan saat ini, ditentukan berdasarkan keputusan saat ini,
keputusan saat ini ditentukan berdasarkan keputusan saat ini ditentukan berdasarkan
keputusan kemarin dan keduanya saling keputusan kemarin dan keduanya saling
mempengaruhi. mempengaruhi.
Penggunaan Program Dinamis : Penggunaan Program Dinamis :
1.
1. Pemilihan route/jalur terpendek. Pemilihan route/jalur terpendek.
- Seseorang yang akan pergi kesuatu tujuan. - Seseorang yang akan pergi kesuatu tujuan.
- Pembuatan jaringan pipa/listrik dll. - Pembuatan jaringan pipa/listrik dll.
2. Permasalah Produksi. 2. Permasalah Produksi.
- Pemesanan persediaan. - Pemesanan persediaan.
- Perencanaan produksi. - Perencanaan produksi.
- Penjadwalan perbaikan mesin dll. - Penjadwalan perbaikan mesin dll.
Keputusan mendatang
Keputuam saat ini
Keputusan saat ini
Keputusan kemarin
dipengaruhi

Contoh : Contoh :
Skema jaringan jalan beserta lama waktu Skema jaringan jalan beserta lama waktu
tempuhnya dalam menit, seperti di bawah ini. tempuhnya dalam menit, seperti di bawah ini.
Pilihlah route state A (asal) ke state I (tujuan) yang Pilihlah route state A (asal) ke state I (tujuan) yang
dapat ditempuh paling cepat. dapat ditempuh paling cepat.
G H
I
C
B
A
E
3
3
7
10
10
8
Stage 1
Stage 2
Stage 3
Stage 4
Stage 5
9
7
5
12
F D
Penyelesaian : Penyelesaian :
Perhitungan dari I ke A secara mundur daimulai dari Perhitungan dari I ke A secara mundur daimulai dari
stage (tahap) 4 stage (tahap) 4
Tahap 4 : Tahap 4 :
Jika dimulai dari tahap 4, terdapat dua route Jika dimulai dari tahap 4, terdapat dua route
submasalah dimulai dari H (state H) ke I dan submasalah dimulai dari H (state H) ke I dan
dimulai dari D ke I. Berarti hanya terdapat satu dimulai dari D ke I. Berarti hanya terdapat satu
pilihan, route manakah yang mempunyai waktu pilihan, route manakah yang mempunyai waktu
tercepat. Sudah barang tentu route H-I mempunyai tercepat. Sudah barang tentu route H-I mempunyai
waktu tercepat 10 menit, dan keputusan waktu tercepat 10 menit, dan keputusan
optimumnya adalah route H-I. optimumnya adalah route H-I.
State Keputusan Keputusan
Optimum
Waktu tercepat
ke I (menit)
I
H 10 I 10
D 11 I 11
Tahap 3 : Tahap 3 :
Dari tahap 3, terdapat tiga route submasalah, Dari tahap 3, terdapat tiga route submasalah,
yaitu dari state G, E, C. Route manakah yang yaitu dari state G, E, C. Route manakah yang
tercepat apabila tujuannya ke I. tercepat apabila tujuannya ke I.
Untuk mencapai ke I harus terlebih dahulu Untuk mencapai ke I harus terlebih dahulu
melewati D atau H. Berarti hanya tersedia dua melewati D atau H. Berarti hanya tersedia dua
keputusan. Jika keputusannya adalah route G-H keputusan. Jika keputusannya adalah route G-H
waktu yang ditempuh adalah 8 menit. Dengan waktu yang ditempuh adalah 8 menit. Dengan
demikian total waktu yang ditempuh adalah 18 demikian total waktu yang ditempuh adalah 18
menit (tercepat). menit (tercepat).
Jika route yang ditempuh adalah E-H, maka waktu Jika route yang ditempuh adalah E-H, maka waktu
yang dempuh untuk mencapai I adalah 7 menit yang dempuh untuk mencapai I adalah 7 menit
ditambah jarak dari H ke I (10 menit), sehingga ditambah jarak dari H ke I (10 menit), sehingga
total waktu yang ditempuh adalah 17 menit. total waktu yang ditempuh adalah 17 menit.
Jika route yang ditempuh adalah E-D, maka waktu Jika route yang ditempuh adalah E-D, maka waktu
yang ditempuh 7 menit ditambah 11 menit, yang ditempuh 7 menit ditambah 11 menit,
sehingga total 18 menit. sehingga total 18 menit.
Jika dimulai route C-D, maka waktu yang Jika dimulai route C-D, maka waktu yang
ditempuh adalah 9 menit ditambah 11 menit, ditempuh adalah 9 menit ditambah 11 menit,
sehingga total waktu yang ditempu adalah 20 sehingga total waktu yang ditempu adalah 20
menit. menit.
Tahap 2 : Tahap 2 :
Dengan cara yang sama seperti dalam tahap 4 dan Dengan cara yang sama seperti dalam tahap 4 dan
3, maka tabel analisa tahap 2 adalah sebagai 3, maka tabel analisa tahap 2 adalah sebagai
berikut : berikut :
State Keputusan Keputusan
Optimum
Waktu tercepat
ke I (menit)
H D
G 18 - H 18
E 17 18 H 17
C - 20 D 20
State Keputusan Keputusan
Optimum
Waktu tercepat
ke I (menit)
G E C
F
21 26 -
G
21
B
- 22 32
E
22
Tahap 1 : Tahap 1 :
Dalam tahap 1, hasil analisa route terpendek Dalam tahap 1, hasil analisa route terpendek
adalah sebagai berikut : adalah sebagai berikut :
State Keputusan Keputusan
Optimum
Waktu tercepat
ke I (menit)
F B
A 31 30 B 30
Dari tabel tahap 1, dapat disimpulkan bahwa apabila kita
mengambil route A-F, maka waktu yang harus ditempuh
menuju ke I adalah 31 menit.
Apabila kita mengambil route A-B, maka waktu yang harus
ditempuh untuk menuju ke I adalah 30 menit.
Jadi route yang memiliki waktu tempuh tercepat dari A ke I
adalah route A B E - H I, dengan total waktu tempuh
30 menit.
C A
B
F
E
D
G
H
I
3
8
9
7
5
7
11
9
8
10
12
10
SISTEM ANTRIAN SISTEM ANTRIAN
Keberadaan sistem antrian diperlukan/ Keberadaan sistem antrian diperlukan/
dipergunakan ketika para pelanggan (konsumen) dipergunakan ketika para pelanggan (konsumen)
menunggu untuk mendapatkan jasa pelayanan. menunggu untuk mendapatkan jasa pelayanan.
Beberapa contoh sistem antrian digunakan dalam Beberapa contoh sistem antrian digunakan dalam
melancarkan pelayanan kpd pelanggan atau melancarkan pelayanan kpd pelanggan atau
konsumen : konsumen :
Pelanggan menunggu pelayanan didepan kasir. Pelanggan menunggu pelayanan didepan kasir.
Mahasiswa menunggu untuk regristrasi dan Mahasiswa menunggu untuk regristrasi dan
pembayaran uang kuliah. pembayaran uang kuliah.
Para penumpang Kereta Api menunggu pelayanan Para penumpang Kereta Api menunggu pelayanan
loket penjualan karcis. loket penjualan karcis.
Para pengendara kendaraan menunggu untuk men- Para pengendara kendaraan menunggu untuk men-
dapatkan pelayanan pengisian bahan bakar. dapatkan pelayanan pengisian bahan bakar.
Beberapa peralatan menunggu untuk disservice. Beberapa peralatan menunggu untuk disservice.
dll. dll.
Struktur Sistem Antrian Struktur Sistem Antrian
Model antrian memiliki dua komponen utama Model antrian memiliki dua komponen utama
yaitu : yaitu :

Garis tunggu atau antrian (queue). Garis tunggu atau antrian (queue).

Fasilitas pelayanan (service facility) Fasilitas pelayanan (service facility)


Pelanggan atau konsumen menunggu untuk Pelanggan atau konsumen menunggu untuk
mendapat-kan pelayanan : menunggu giliran mendapat-kan pelayanan : menunggu giliran
memasuki fasilitas pelayanan, menerima memasuki fasilitas pelayanan, menerima
pelayanan, dan akhirnya keluar dari sistem pelayanan, dan akhirnya keluar dari sistem
pelayanan. pelayanan.
Pelanggan masuk
ke dalam sistem
antrian
Garis tunggu
atau antrian
Pelanggan keluar
dari sistem
Fasilitas pelayanan
1
2
S
Langkah-langkah dalam analisa antrian Langkah-langkah dalam analisa antrian
1.
1. Tentukan sistem antrian apa yang harus Tentukan sistem antrian apa yang harus
dipelajari. dipelajari.
2.
2. Tentukan model antrian yg cocok dlm Tentukan model antrian yg cocok dlm
menggambakan sistem. menggambakan sistem.
3.
3. Gunakan formulasi matematik atau metode Gunakan formulasi matematik atau metode
simulasi untuk menganalisa model antrian. simulasi untuk menganalisa model antrian.
Sistem Antrian memiliki beberapa komponen sbb: Sistem Antrian memiliki beberapa komponen sbb:
Populasi masukan (input population) ~ Populasi masukan (input population) ~
banyaknya pelanggan potensial yang dapat banyaknya pelanggan potensial yang dapat
memasuki system antrian. memasuki system antrian.
Distribusi kedatangan (arrival distribution) ~ Distribusi kedatangan (arrival distribution) ~
Menggambarkan bagaimana distribusi pelanggan Menggambarkan bagaimana distribusi pelanggan
memasuki system. memasuki system.
Para pelanggan datang setiap lima menit Para pelanggan datang setiap lima menit
(constan arrival distribution) atau datang secara (constan arrival distribution) atau datang secara
acak (arrival patern random). acak (arrival patern random).
Disiplin pelayanan ~ menunjukkan pelanggan Disiplin pelayanan ~ menunjukkan pelanggan
yang mana yang akan dilayani lebih dulu. yang mana yang akan dilayani lebih dulu.
FCFS (first come, first served) atau LCFS (last FCFS (first come, first served) atau LCFS (last
come, first served). come, first served).
Fasilitas pelayanan ~ mengelompokan fasilitas Fasilitas pelayanan ~ mengelompokan fasilitas
pelayanan menurut jumlah yang tersedia. pelayanan menurut jumlah yang tersedia.
Sistem single channel = satu saluran untuk Sistem single channel = satu saluran untuk
memasuki sistem pelayanan dengan satu fasilitas memasuki sistem pelayanan dengan satu fasilitas
pelayanan. pelayanan.
Kedatangan Fasilitas pelayanan
Keberangkatan
Antrian
Multiple channel = mempunyai beberapa saluran.
Pelanggan masuk
dalam sistem
antrian
Pelanggan keluar
dari sistem
Konsumen antri
dalam garis tunggu
Fasilitas
pelayanan
1
2
3
Distribusi pelayanan ~ (1) Berapa banyak pelanggan Distribusi pelayanan ~ (1) Berapa banyak pelanggan
yang dapat dilayani per satuan waktu, atau (2) Berapa yang dapat dilayani per satuan waktu, atau (2) Berapa
lama setiap pelanggan dapat dilayani. lama setiap pelanggan dapat dilayani.
Kapasitas sistem pelayanan ~ memaksimumkan Kapasitas sistem pelayanan ~ memaksimumkan
jumlah pelanggan yang diperbolehkan masuk jumlah pelanggan yang diperbolehkan masuk
dalam sistem. dalam sistem.
Notasi dalam Sistem Antrian Notasi dalam Sistem Antrian
N N = Jumlah pelanggan dalam sistem. = Jumlah pelanggan dalam sistem.
Pn Pn = Probabilitas kepastian n pelanggan dalam = Probabilitas kepastian n pelanggan dalam
sistem. sistem.
= Jumlah rata-rata pelanggan yg datang per = Jumlah rata-rata pelanggan yg datang per
satuan satuan waktu. waktu.
= Jumlah rata-rata pelanggan yang dilayani = Jumlah rata-rata pelanggan yang dilayani
per per satuan waktu. satuan waktu.
Po Po = Probabilitas tdk ada pelanggan dalam = Probabilitas tdk ada pelanggan dalam
system. system.
P P = Tingkat intensitas fasilitas pelayanan. = Tingkat intensitas fasilitas pelayanan.
L L = Jumlah rata-rata pelanggan yang = Jumlah rata-rata pelanggan yang
diharapkan diharapkan dalam sistem. dalam sistem.
Lq Lq = Jumlah pelanggan yang diharapkan = Jumlah pelanggan yang diharapkan
menunggu menunggu dalam antrian. dalam antrian.
W W = Waktu yang diharapkan oleh pelanggan = Waktu yang diharapkan oleh pelanggan
selama selama dalam sistem. dalam sistem.
Wq Wq= Waktu yang diharapkan oleh pelanggan = Waktu yang diharapkan oleh pelanggan
selama selama menunggu dalam antrian. menunggu dalam antrian.
1/ 1/= Waktu rata-rata pelayanan. = Waktu rata-rata pelayanan.
1/ 1/ = Waktu rata-rata antar kedatangan. = Waktu rata-rata antar kedatangan.
S S = Jumlah fasilitas pelayanan. = Jumlah fasilitas pelayanan.
Salah satu model antrian yang paling sederhana Salah satu model antrian yang paling sederhana
adalah model saluran tunggal (single channel adalah model saluran tunggal (single channel
model) yang ditulis dengan notasi sistem M/M/1 model) yang ditulis dengan notasi sistem M/M/1
Komponen dari sistem ini adalah sbb : Komponen dari sistem ini adalah sbb :
Populasi input tak terbatas yaitu jumlah Populasi input tak terbatas yaitu jumlah
kedatangan pelanggan tak terbatas. kedatangan pelanggan tak terbatas.
Distribusi pelanggan potensial mengikuti Distribusi pelanggan potensial mengikuti
distribusi poison. Rata-rata jumlah kedatangan distribusi poison. Rata-rata jumlah kedatangan
pelanggan per satuan waktu adalah variable pelanggan per satuan waktu adalah variable
random. Dalam notasi M/M/1 M pertama random. Dalam notasi M/M/1 M pertama
menunjukkan rata-rata kedatangan yang menunjukkan rata-rata kedatangan yang
mengikuti distribusi probabilitas poison. M yang mengikuti distribusi probabilitas poison. M yang
kedua menunjukkan tingkat pelayanan yang kedua menunjukkan tingkat pelayanan yang
mengikuti distribusi probabilitas poison. Angka 1 mengikuti distribusi probabilitas poison. Angka 1
(satu) menunjukkan jumlah fasilitas pelayanan (satu) menunjukkan jumlah fasilitas pelayanan
dalam sistem atau saluran (one channel). dalam sistem atau saluran (one channel).
Disiplin pelayanan mengikuti pedoman FCFS. Disiplin pelayanan mengikuti pedoman FCFS.
Fasilitas terdiri dari saluran tunggal. Fasilitas terdiri dari saluran tunggal.
Jumlah rata-rata kedatangan pelanggan per Jumlah rata-rata kedatangan pelanggan per
satuan waktu lebih kecil dari rata-rata jumlah satuan waktu lebih kecil dari rata-rata jumlah
pelanggan yang dilayani per satuan waktu (< ). pelanggan yang dilayani per satuan waktu (< ).
Kapasitas system diasumsikan tak terbatas. Kapasitas system diasumsikan tak terbatas.
Tidak ada penolakan maupun pengingkaran. Tidak ada penolakan maupun pengingkaran.

P
) 1 ( P P Pn
n

P
P
L
1
P
P
L
q

1 ) (
2 2

1
W
) (

q
W
Persamaan yang digunakan dalam system (M/M/1) :
1.
2.
3.
4.
5.
6.
Modul VI : Analisa Ekonomi Teknik
Modul VI : Analisa Ekonomi Teknik
Kompetensi Pokok Bahasan :
Kompetensi Pokok Bahasan :

Memahami konsep nilai uang terhadap


Memahami konsep nilai uang terhadap
perubahan waktu
perubahan waktu

Memahami konsep bunga dan mampu


Memahami konsep bunga dan mampu
menghitung bunga dengan metode-
menghitung bunga dengan metode-
metode perhitungan bunga.
metode perhitungan bunga.

Memahami berbagai teknik ekivalensi


Memahami berbagai teknik ekivalensi
untuk berbagai pola cash flow.
untuk berbagai pola cash flow.

Memahami dan mampu mengitung


Memahami dan mampu mengitung
depresiasi.
depresiasi.
Ekonomi Teknik
Ekonomi Teknik
Difinisi Ekonomi Teknik Difinisi Ekonomi Teknik : :
Adalah ilmu yang mempelajari tentang analisis Adalah ilmu yang mempelajari tentang analisis
ekonomi untuk pekerjaan teknik dengan kriteria ekonomi untuk pekerjaan teknik dengan kriteria
efisiensi ekonomi efisiensi ekonomi agar diperoleh suatu keputusan agar diperoleh suatu keputusan
yang baik secara ekonomi. yang baik secara ekonomi.
Tujuan mempelajari ekonomi teknik secara garis Tujuan mempelajari ekonomi teknik secara garis
besar besar adalah untuk memberikan dasar-dasar adalah untuk memberikan dasar-dasar
pemikiran tentang pemikiran tentang pengambilan keputusan pengambilan keputusan
dalam investasi yang dilakukan dalam investasi yang dilakukan dengan kriteria dengan kriteria
efisiensi ekonomi. efisiensi ekonomi.
Dua investasi : investasi finansial dan investasi Dua investasi : investasi finansial dan investasi
nyata. nyata.
Dua faktor yang terlibat dalam investasi yaitu Dua faktor yang terlibat dalam investasi yaitu
factor factor waktu dan resiko. waktu dan resiko.
Proses pengambilan keputusan pada Ekonomi Proses pengambilan keputusan pada Ekonomi
Teknik terjadi karena (1) setiap investasi/proyek Teknik terjadi karena (1) setiap investasi/proyek
bias dikerjakan lebih dari satu cara, shg harus bias dikerjakan lebih dari satu cara, shg harus
ada proses pemilihan, (2) karena sd yang ada proses pemilihan, (2) karena sd yang
tersedia untuk melakukan investasi selalu tersedia untuk melakukan investasi selalu
terbatas, shg tidak semua alternatif bias terbatas, shg tidak semua alternatif bias
dikerjakan, namun harus dipilih yang paling dikerjakan, namun harus dipilih yang paling
menguntungkan. menguntungkan.
Ada tiga sudut pandang yang berbeda dalam Ada tiga sudut pandang yang berbeda dalam
kaitannya pengambilan keputusan pada kaitannya pengambilan keputusan pada
ekonomi teknik, yaitu sudut pandang seorang ekonomi teknik, yaitu sudut pandang seorang
akuntan akuntan dan sudut pandang seorang dan sudut pandang seorang ahli ahli
ekonomi teknik ekonomi teknik serta serta manajer teknik manajer teknik. .

Ongkos dalam Ekonomi Teknik
Ongkos dalam Ekonomi Teknik
- Ongkos siklus hidup - Ongkos siklus hidup
- Ongkos histories - Ongkos histories
- Ongkos mendatang - Ongkos mendatang
- Ongkos langsun & tidak langsung - Ongkos langsun & tidak langsung
- Ongkos tetap & variabel - Ongkos tetap & variabel
Konsep Nilai Uang dari Waktu
Kesempatan untuk mendapatkan bunga
$ 1 + bunga
$ 1
0 1 2
N-1 n
Tahun sekarang, harga suatu barang x rp, lima thn Tahun sekarang, harga suatu barang x rp, lima thn
yang akan datang menjadi y rp (nilai uang berubah yang akan datang menjadi y rp (nilai uang berubah
turun dengan berjalannya waktu) turun dengan berjalannya waktu) Inflasi Inflasi
lima thn yang lalu, investasi uang, x rp, saat ini akan lima thn yang lalu, investasi uang, x rp, saat ini akan
dating menjadi [x + i(bunga)] rp (uang x rp pada dating menjadi [x + i(bunga)] rp (uang x rp pada
lima thn yang lalu scr finansial sama dengan (x + I) lima thn yang lalu scr finansial sama dengan (x + I)
pada saat ini. pada saat ini.
Kesamaan nilai finansial Kesamaan nilai finansial Ekivalensi Ekivalensi
Bunga (interest) Bunga (interest) dapat didifinisikan sebagai : dapat didifinisikan sebagai :
Sejumlah uang yang diterima sebagai hasil dari Sejumlah uang yang diterima sebagai hasil dari
menanam modal. Bunga dalam hal ini disebut menanam modal. Bunga dalam hal ini disebut
sebagai keuntungan (profit). sebagai keuntungan (profit).
Sejumlah uang yang dibayarkan sebagai Sejumlah uang yang dibayarkan sebagai
kewajiban karena meminjam modal. Bunga dalam kewajiban karena meminjam modal. Bunga dalam
hal ini disebut sebagai biaya (cost). hal ini disebut sebagai biaya (cost).
Tingkat suku bunga (interest rate) Tingkat suku bunga (interest rate)
Perbandingan antara keuntungan yang diperoleh Perbandingan antara keuntungan yang diperoleh
dari penanaman modal dengan modal yang ditanam dari penanaman modal dengan modal yang ditanam
dalam periode waktu tertentu dalam periode waktu tertentu
Atau perbandingan antara jumlah uang yang Atau perbandingan antara jumlah uang yang
jarus dibayarkan untuk penggunaan modal jarus dibayarkan untuk penggunaan modal
dengan modal yang digunakan tersebut. Bunga dengan modal yang digunakan tersebut. Bunga
20 %, berarti tingkat suku bunga 20 % per tahun. 20 %, berarti tingkat suku bunga 20 % per tahun.
Cara Pembayaran Hutang Cara Pembayaran Hutang
Hutang dapat dibayar kembali dalam berbagai Hutang dapat dibayar kembali dalam berbagai
cara, sesuai dengan perjanjian antara yang cara, sesuai dengan perjanjian antara yang
berhutang dan yang berpiutang. berhutang dan yang berpiutang.
Seperti diketahui bahwa nilai uang sangat Seperti diketahui bahwa nilai uang sangat
dipengaruhi oleh waktu, dengan demikian jumlah dipengaruhi oleh waktu, dengan demikian jumlah
bunga yang harus dibayar dalam berhutang juga bunga yang harus dibayar dalam berhutang juga
sangat dipengaruhi oleh lamanya/ waktu sangat dipengaruhi oleh lamanya/ waktu
peminjaman. Oleh karena itu perlu dipahami peminjaman. Oleh karena itu perlu dipahami
pengertian pengertian bunga sederhana (simple bunga sederhana (simple
interest) interest) dan dan bunga majemuk (compound bunga majemuk (compound
interest). interest).
Bunga Sederhana Bunga Sederhana
Adalah bunga yang harus dibayar untuk sejumlah Adalah bunga yang harus dibayar untuk sejumlah
hutang yang besarnya sebanding dengan jangka hutang yang besarnya sebanding dengan jangka
waktu peminjaman uang tersebut. waktu peminjaman uang tersebut.
Misalnya sejumlah P rupiah dipinjam untuk jangka n Misalnya sejumlah P rupiah dipinjam untuk jangka n
periode dengan tingkat bunga i, maka besar bunga periode dengan tingkat bunga i, maka besar bunga
(sederhana) yang harus dibayar adalah : (sederhana) yang harus dibayar adalah : I = P . n . i I = P . n . i
Misalnya, uang sejumlah Rp 10.000 dipinjam dalam Misalnya, uang sejumlah Rp 10.000 dipinjam dalam
jangka waktu 2 thn. dengan tingkat bunga 18% per jangka waktu 2 thn. dengan tingkat bunga 18% per
thn.. Besar bunga yang harus dibayar setelah 2 thn. thn.. Besar bunga yang harus dibayar setelah 2 thn.
adalah I = (Rp 10.000)(2)(0,18) = Rp 3.600. Dengan adalah I = (Rp 10.000)(2)(0,18) = Rp 3.600. Dengan
demikian sipeminjam harus mengembalikan demikian sipeminjam harus mengembalikan
pinjamannya ditambah bunga, seluruhnya berjumlah pinjamannya ditambah bunga, seluruhnya berjumlah
Rp 13.600 pada akhir tahn ke 2. Rp 13.600 pada akhir tahn ke 2.
Bunga Majemuk, Bunga Majemuk,
Adalah bila pembayaran hutang dilakukan dalam Adalah bila pembayaran hutang dilakukan dalam
beberapa kali periode bunga, dimana bunga dihiung beberapa kali periode bunga, dimana bunga dihiung
pada akhir tiap periode. pada akhir tiap periode.
Cara I Cara I : Bunga dibayar setiap tahun, tetapi modal/ : Bunga dibayar setiap tahun, tetapi modal/
hutang pokok dibayar pada periode hutang pokok dibayar pada periode terakhir. terakhir.
Cara II Cara II : Dalam setiap akhir periode , selain dibayar : Dalam setiap akhir periode , selain dibayar
bunga hutang pokok diangsur secara bunga hutang pokok diangsur secara
sistematis dengan jumlah yang sama. sistematis dengan jumlah yang sama.
Cara III: Dalam setiap akhir periode besarnya Cara III: Dalam setiap akhir periode besarnya
angsuran dibuat seragam. Pembayaran angsuran dibuat seragam. Pembayaran
bunga ditambah angsuran hutang pokok bunga ditambah angsuran hutang pokok
pada setiap periode besarnya sama. pada setiap periode besarnya sama.
Cara IV:Hutang pokok dan bunga dibayar serentak Cara IV:Hutang pokok dan bunga dibayar serentak
pada periode yang paling akhir. pada periode yang paling akhir.
Terdapat beberapa cara pembayaran hutang yang Terdapat beberapa cara pembayaran hutang yang
umum dilakukan : umum dilakukan :
Misal P = 10.000.000 ; n = 4 tahun ; i = 20 % Misal P = 10.000.000 ; n = 4 tahun ; i = 20 %
Cara Thn. Bunga pada
awal tahun.

(Rp)
Jumlah hutang se-
belum pembayaran
akhir tahun.
(Rp)
Pembayaran
akhir tahun.
(Rp)
Jumlah hutang se-
telah pembayaran
akhir tahun.
(Rp)
I 0
1
2
3
4
-
2.000.000
2.000.000
2.000.000
2.000.000
-
12.000.000
12.000.000
12.000.000
12.000.000
-
2.000.000
2.000.000
2.000.000
12.000.000
10.000.000
10.000.000
10.000.000
10.000.000
0
II 0
1
2
3
4
-
2.000.000
1.500.000
1.000.000
500.000
-
12.000.000
9.000.000
6.000.000
3.000.000
-
4.500.000
4.000.000
3.500.000
3.000.000
10.000.000
7.500.000
5.000.000
2.500.000
0
III 0
1
2
3
4
-
2.000.000
1.627.422
1.180.327
643.815
-
12.000.000
9.764.531
7.081.967
3.862.891
=
3.862.891
3.862.891
3.862.891
3.862.891
10.000.000
8.137.109
5.901.640
3.219.076
0
IV 0
1
2
3
4
-
2.000.000
2.400.000
2.880.000
3.456.000
-
12.000.000
14.400.000
17.280.000
20.736.000
-
0
0
0
20.736.000
10.000.000
12.000.000
14.400.000
17.280.000
0
SUKU BUNGA NOMINAL DAN SUKU BUNGA NOMINAL DAN
SUKU BUNGA EFEKTIF SUKU BUNGA EFEKTIF
Suku bunga nominal dan efektif dipertimbangkan Suku bunga nominal dan efektif dipertimbangkan
apabila periode pembungaan kurang dari satu apabila periode pembungaan kurang dari satu
tahun. tahun.
Misal suku bunga 24% per tahun, jika dibayarkan Misal suku bunga 24% per tahun, jika dibayarkan
setiap bulan menjadi 24% : 12 = 2% per bulan. setiap bulan menjadi 24% : 12 = 2% per bulan.
Suku bunga yang bernilai 2% per bulan disebut Suku bunga yang bernilai 2% per bulan disebut
suku bunga nominal . suku bunga nominal .
Suku bunga efektif Suku bunga efektif yaitu suku bunga yang yaitu suku bunga yang
diterima sebenarnya yang besarnya lebih besar diterima sebenarnya yang besarnya lebih besar
dari suku bunga per tahun. dari suku bunga per tahun.
Misal uang Rp 25.000 ditabung di sebuah bank Misal uang Rp 25.000 ditabung di sebuah bank
dengan tingkat suku bunga 12% per tahun. dengan tingkat suku bunga 12% per tahun.
Berapa uang yang diterima satu tahun kemudian? Berapa uang yang diterima satu tahun kemudian?
F F = P ( 1 + i ) = P ( 1 + i )n n
= Rp 100.000,- ( 1 + 0.12 ) = Rp 100.000,- ( 1 + 0.12 )1 1 = Rp 112.000,- = Rp 112.000,-
Jika suku bunga tersebut dibayarkan setiap 6 bulan Jika suku bunga tersebut dibayarkan setiap 6 bulan
sekali, maka suku bunga menjadi 12% : 2 = 6% sekali, maka suku bunga menjadi 12% : 2 = 6%
per bulan, maka nilai uang satu tahun (12 bulan) per bulan, maka nilai uang satu tahun (12 bulan)
kemudian menjadi : kemudian menjadi :
F F = P ( 1 + i ) = P ( 1 + i )n n
= Rp 100.000,- ( 1 + 0.06 ) = Rp 100.000,- ( 1 + 0.06 )2 2 = Rp 112.360,- = Rp 112.360,-
Jadi suku bunga efektif = 12,360 Jadi suku bunga efektif = 12,360
- Dari perhitungan diatas dapat diketahui - Dari perhitungan diatas dapat diketahui
hubungan antara tingkat suku bunga nominal dan hubungan antara tingkat suku bunga nominal dan
efektif sebagai berikut : efektif sebagai berikut :
( 1 + i ) = ( 1 + r/t ) ( 1 + i ) = ( 1 + r/t ) t t
i i = ( 1 + r/t ) = ( 1 + r/t ) t t 1 1
Dimana : Dimana : i i = suku bunga efektif = suku bunga efektif
r r = suku bunga nominal = suku bunga nominal
t t = jumlah periode pembungaan = jumlah periode pembungaan
RUMUS-RUMUS BUNGA MAJEMUK DAN RUMUS-RUMUS BUNGA MAJEMUK DAN
EKIVALENSINYA EKIVALENSINYA
Notasi yang dipergunakan dalam rumus bunga, yaitu : Notasi yang dipergunakan dalam rumus bunga, yaitu :
i i ( (Interest Interest) ) = tingkat suku bunga per periode. = tingkat suku bunga per periode.
n n ( (Number Number) ) = jumlah periode bunga. = jumlah periode bunga.
P P ( (Present Worth Present Worth) = jumlah uang/modal pada saat ) = jumlah uang/modal pada saat
sekarang (awal sekarang (awal
periode/tahun). periode/tahun).
F F ( (Future Worth Future Worth) = jumlah uang/modal pada masa ) = jumlah uang/modal pada masa
menda- menda-
tang (akhir periode/tahun). tang (akhir periode/tahun).
A A ( (Annual Worth Annual Worth) = pembayaran/penerimaan yang ) = pembayaran/penerimaan yang
tetap pd tetap pd
tiap periode/tahun. tiap periode/tahun.
G G ( (Gradient Gradient) ) = pembayaran/penerimaan dimana = pembayaran/penerimaan dimana
dari dari
satu periode ke periode berikutnya satu periode ke periode berikutnya
ter- ter-
jadi penambahan/ pengurangan jadi penambahan/ pengurangan
yang yang
besarnya sama. besarnya sama.
Bila digambarkan dalam bentuk grafik cash flow Bila digambarkan dalam bentuk grafik cash flow
dari masing-masing notasi diatas adalah sebagai dari masing-masing notasi diatas adalah sebagai
berikut : berikut :
Bila digambarkan dalam bentuk grafik cash flow Bila digambarkan dalam bentuk grafik cash flow
dari masing-masing notasi diatas adalah sebagai dari masing-masing notasi diatas adalah sebagai
berikut : berikut :
0 1 2 3 n-2 n-1 n
0 1 2 3 n-2 n-1 n
0 1 2 3 n-2 n-1 n 0 1 2 3 n-2 n-1 n
P
P
F
F
A
A
P P : Selalu terjadi pada awal tahun pertama (titik 0). : Selalu terjadi pada awal tahun pertama (titik 0).
A A : Selalu terjadi pada setiap akhir tahun, mulai : Selalu terjadi pada setiap akhir tahun, mulai
tahun tahun ke-1 sampai tahun ke-n, dengan ke-1 sampai tahun ke-n, dengan
besar yang sama. besar yang sama.
F F : Selalu terjadi pada akhir tahun terakhir yg : Selalu terjadi pada akhir tahun terakhir yg
ditinjau ditinjau (titik n). (titik n).
Berdasarkan cara pembayarannya, rumus- Berdasarkan cara pembayarannya, rumus-
rumus bunga majemuk dapat dikelompokkan rumus bunga majemuk dapat dikelompokkan
menjadi : menjadi :
A.
A. Pembayaran Tunggal ( Pembayaran Tunggal (Single Payment Single Payment) )
1. 1. Compoun Amount Factor Compoun Amount Factor (Mencari F bila (Mencari F bila
diketahui P) diketahui P)
2. 2. Present Wort Factor Present Wort Factor (Mencari P bila diketahui F) (Mencari P bila diketahui F)
B. Deret Seragam ( B. Deret Seragam (Uniform Series Uniform Series ) )
1. 1. Sinking Fund Factor Sinking Fund Factor (Mencari A bila diketahui F) (Mencari A bila diketahui F)
2. 2. Compound Amount Factor Compound Amount Factor (Mencari F bila (Mencari F bila
diketahui A) diketahui A)
3. 3. Capital Recovery Factor Capital Recovery Factor (Mencari A bila diketahui P) (Mencari A bila diketahui P)
4. 4. Present Wort Factor Present Wort Factor (Mencari P bila diketahui A) (Mencari P bila diketahui A)
A. Pembayaran Tunggal A. Pembayaran Tunggal
Single payment, yaitu pembayaran dan penerimaan Single payment, yaitu pembayaran dan penerimaan
uang masing-masing dibayarkan sekaligus pada awal uang masing-masing dibayarkan sekaligus pada awal
atau akhir dari suatu periode. atau akhir dari suatu periode.
1. Mencari F bila diketahui P 1. Mencari F bila diketahui P
Bila modal sebesar P rupiah diinvestasikan sekarang Bila modal sebesar P rupiah diinvestasikan sekarang
(t = 0) dengan tingkat bunga i% , dibayar per periode (t = 0) dengan tingkat bunga i% , dibayar per periode
selama n periode, berapa jumlah uang yang akan selama n periode, berapa jumlah uang yang akan
diperoleh pada peroide terakhir ? diperoleh pada peroide terakhir ?




Rumus : Rumus : F = P ( 1 + i ) F = P ( 1 + i )

n n




atau atau F = P ( F/P, i, n ) F = P ( F/P, i, n )

P
F
/ /
O
1 2 3 .... n-2 n-1 n
Cash flow diagram Cash flow diagram
Contoh : Contoh :
Seseorang menginvestasikan uang di sebuah Bank Seseorang menginvestasikan uang di sebuah Bank
sebesar Rp 20.000.000,00 dengan tingkat bunga 6% per sebesar Rp 20.000.000,00 dengan tingkat bunga 6% per
tahun. Berapa jumlah uang setelah diinvestasikan tahun. Berapa jumlah uang setelah diinvestasikan
selama 5 tahun ?. selama 5 tahun ?.
Penyelesaian : Penyelesaian :
P P = Rp 20.000.000,00 ; i = 6% ; n = 5 = Rp 20.000.000,00 ; i = 6% ; n = 5
F F = P (1 + i ) = P (1 + i )
n n
= ( Rp 20.000.000,00) ( 1 + 0,06) = ( Rp 20.000.000,00) ( 1 + 0,06)
5 5
atau : atau :
F F = P (F/P, i, n) = P (F/P, i, n)
= (Rp 20.000.000,00)*(1,338) = Rp = (Rp 20.000.000,00)*(1,338) = Rp
26.760.000,00 26.760.000,00
2. Mencari P bila diketahui F 2. Mencari P bila diketahui F
Berapa modal P yang harus diinvestasikan pada Berapa modal P yang harus diinvestasikan pada
saat saat sekarang (t = 0), dengan tingkat bunga i%, sekarang (t = 0), dengan tingkat bunga i%,
per tahun, per tahun, sehingga pada akhir n periode didapat sehingga pada akhir n periode didapat
uang sebesar F uang sebesar F rupiah. rupiah.
Rumus : Rumus : P = F 1 / ( 1 + i ) P = F 1 / ( 1 + i )
n n

atau atau P = F P = F ( P/F, i, n ) ( P/F, i, n )
Contoh :
Seseorang memperhitungkan bahwa 15 tahun yang akan
datang anaknya yang sulung akan masuk perguruan tinggi,
untuk itu diperkirakan membutuhkan biaya sebesar Rp
35.000.000,00. Bila tingkat bunga adalah 5 %, maka berapa
ia harus menabungkan uangnya sekarang ?
Penyelesaian :
F = Rp 35.000.000,00 ; i = 5% ; n = 15
P = (Rp 35.000.000,00) (P/F, 5 , 15)
= (Rp 35.000.000,00) (0,4810)
= Rp 16.835.000,00
B. Deret Seragam (Uniform Series )
B. Deret Seragam (Uniform Series )

1. Sinking Factor (Mencari A bila diketahui 1. Sinking Factor (Mencari A bila diketahui
F) F)


Agar pada akhir periode n dapat
Agar pada akhir periode n dapat
diperoleh
diperoleh
uang sejumlah F rupiah, maka
uang sejumlah F rupiah, maka
berapa A
berapa A
rupiah yg harus dibayarkan
rupiah yg harus dibayarkan
pada setiap akhir
pada setiap akhir
periode dengan tingkat
periode dengan tingkat
bunga i% ?
bunga i% ?
/ /

0 1 2 3 4 n-2 n-1 n
A A A A A A A
F
Rumus : A = F i / ( 1 + i )
n
- 1
Contoh : Contoh :
Tuan Sastro ingin mengumpulkan uang untuk Tuan Sastro ingin mengumpulkan uang untuk
membeli rumah setelah dia pensiun. Diperkirakan membeli rumah setelah dia pensiun. Diperkirakan
10 tahun lagi dia pensiun. Jumlah uang yang 10 tahun lagi dia pensiun. Jumlah uang yang
diperlukan Rp 225.000.000,00. Tingkat bunga 12 % diperlukan Rp 225.000.000,00. Tingkat bunga 12 %
setahun. Berapa jumlah yang harus ditabung setiap setahun. Berapa jumlah yang harus ditabung setiap
tahunnya ? tahunnya ?
Penyelesaian : Penyelesaian :
F F = Rp 225.000.000,00 ; i = 12% ; n = 10 = Rp 225.000.000,00 ; i = 12% ; n = 10
A A = (Rp 225.000.000,00)(A/F, 12% , 10) = (Rp 225.000.000,00)(A/F, 12% , 10)
= (Rp 225.000.000,00)( 0,0570) = (Rp 225.000.000,00)( 0,0570)
= Rp 12.825.000,00. = Rp 12.825.000,00.
atau A = F ( A/F, i, n )
2. Compound Amount Factor (Mencari F bila 2. Compound Amount Factor (Mencari F bila
diketahui A) diketahui A)
Bila uang sebesar A rupiah dibayarkan pada setiap Bila uang sebesar A rupiah dibayarkan pada setiap
akhir akhir periode selama n periode dengan tingkat bunga i periode selama n periode dengan tingkat bunga i
%, maka %, maka berapa besar F rupiah yang terkumpul pada berapa besar F rupiah yang terkumpul pada
akhir periode akhir periode tersebut ?. tersebut ?.
Rumus: F = A { (1 + i)
n
- 1} / i

atau F = A ( F/A, i , n )
Contoh :
Bila setiap tahun ditabung uang sebesar Rp 12.000.000,00
selama 8 tahun dengan tingkat bunga 6%. Berapa besar
uang yang akan terkumpul setelah akhir periode tersebut ?.
Penyelesaian : Penyelesaian :
A A = Rp 12.000.000,00 ; i = 6% ; n = 8 = Rp 12.000.000,00 ; i = 6% ; n = 8
F F = ( Rp 12.000.000,00 )( F/A, 6%, 8 ) = ( Rp 12.000.000,00 )( F/A, 6%, 8 )
= ( Rp 12.000.000,00 )( 9,897 ) = ( Rp 12.000.000,00 )( 9,897 )
= Rp 118.764.000,00 = Rp 118.764.000,00
3. Capital Recovery Factor (Mencari A bila 3. Capital Recovery Factor (Mencari A bila
diketahui P) diketahui P)
Bila uang sebesar P rupiah diinvestasikan pada saat Bila uang sebesar P rupiah diinvestasikan pada saat
sekarang dengan tingkat bunga i%, maka berapa sekarang dengan tingkat bunga i%, maka berapa
A rupiah A rupiah yang dapat diterima setiap akhir periode yang dapat diterima setiap akhir periode
selama n periode, selama n periode, sehinggga jumlah uang yang sehinggga jumlah uang yang
diterima selama n periode diterima selama n periode tersebut sesuai tersebut sesuai
dengan modal P rupiah yang ditanam pada dengan modal P rupiah yang ditanam pada awal awal
periode pertama. periode pertama.
Contoh : Contoh :
Seorang ayah menabung uang sebesar Rp Seorang ayah menabung uang sebesar Rp
17.500.000,00 disebuah bank. Bank tersebut akan 17.500.000,00 disebuah bank. Bank tersebut akan
membayar sejumlah uang setiap tahun yang membayar sejumlah uang setiap tahun yang
besarnya sama kepada udin anaknya, sebagai besarnya sama kepada udin anaknya, sebagai
biaya pendidikan. Pembayaran dimulai akhir tahun biaya pendidikan. Pembayaran dimulai akhir tahun
pertama selama 7 tahun. Jika tingkat bunga 10% pertama selama 7 tahun. Jika tingkat bunga 10%
setahun, berapa jumlah yang akan diterima oleh setahun, berapa jumlah yang akan diterima oleh
udin setiap tahunnya ?. udin setiap tahunnya ?.
Penyelesaian : Penyelesaian :
P = Rp 17.500.000,00 ; i = 10% ; n = 7 P = Rp 17.500.000,00 ; i = 10% ; n = 7
A = ( Rp 17.500.000,00 )( A/P, 10% , 7 ) A = ( Rp 17.500.000,00 )( A/P, 10% , 7 )
= ( Rp 17.500.000,00 )( 0,2054 ) = ( Rp 17.500.000,00 )( 0,2054 )
= Rp 3.594.500,00 = Rp 3.594.500,00
4. Present Wort Factor (Mencari P bila diketahui 4. Present Wort Factor (Mencari P bila diketahui
A) A)
Untuk dapat menerima uang sebesar A rupiah Untuk dapat menerima uang sebesar A rupiah
setiap akhir setiap akhir periode, selama n periode dengan periode, selama n periode dengan
tingkat bunga i, maka tingkat bunga i, maka berapa besar modal yang berapa besar modal yang
harus ditanam pada awal periode harus ditanam pada awal periode pertama ?. pertama ?.

Rumus : P = A { ( 1 + i )
n
1} / { i ( 1 + i )
n
}
atau P = A ( P/A, i , n )
Contoh : Contoh :
Perusahaan Go Public mempunyai kewajiban untuk Perusahaan Go Public mempunyai kewajiban untuk
membayar royalti sebesar Rp 250.000,00 setiap akhir membayar royalti sebesar Rp 250.000,00 setiap akhir
tahun selama 5 tahun berturut-turut. Jika perusahaan tahun selama 5 tahun berturut-turut. Jika perusahaan
tersebut menyetujui membayar sekaligus pada awal tersebut menyetujui membayar sekaligus pada awal
tahun pertama dengan tingkat bunga sebesar 15%, tahun pertama dengan tingkat bunga sebesar 15%,
maka berapa jumlah uang yang harus dibayar oleh maka berapa jumlah uang yang harus dibayar oleh
perusahaan tersebut ?. perusahaan tersebut ?.
Penyelesaian : Penyelesaian :
A = Rp 250.000,00; i = 15%; n = 5 A = Rp 250.000,00; i = 15%; n = 5
P = ( Rp 250.000,00 )( P/A , 15%, 5 ) P = ( Rp 250.000,00 )( P/A , 15%, 5 )
= ( Rp 250.000,00 )( 3,3522 ) = ( Rp 250.000,00 )( 3,3522 )
= Rp 838.050,00. = Rp 838.050,00.
C. C. Uniform Gradient Series Factor Uniform Gradient Series Factor
Pembayaran per periode kadang-kadang tidak Pembayaran per periode kadang-kadang tidak
dilakukan dilakukan dalam suatu seri pembayaran yang dalam suatu seri pembayaran yang
besarnya sama, besarnya sama, tetapi dilakukan dengan tetapi dilakukan dengan
penambahan/pengurangan penambahan/pengurangan yang seragam pada yang seragam pada
setiap akhir periode. setiap akhir periode.

Misalnya : Rp 100.000,00 ; Rp 90.000,00 ; Rp Misalnya : Rp 100.000,00 ; Rp 90.000,00 ; Rp
80.000,00 ; 80.000,00 ; dst, untuk seri pembayaran dengan dst, untuk seri pembayaran dengan
penurunan yang seragam penurunan yang seragam atau Rp 100.000,00 ; Rp atau Rp 100.000,00 ; Rp
150.000,00 ; Rp 200.000,00 ; dst, 150.000,00 ; Rp 200.000,00 ; dst, untuk seri untuk seri
pembayaran dengan kenaikan yang seragam. pembayaran dengan kenaikan yang seragam.
Cara pembayaran tersebut di atas dapat dinyatakan Cara pembayaran tersebut di atas dapat dinyatakan
sebagai sebagai berikut : berikut :
Rumus
Rumus
: A = A1 + A2
: A = A1 + A2




A2 = G [ 1/i - n/(1 + i)
A2 = G [ 1/i - n/(1 + i)
n n
1]
1]


= G (A/G, i , n)
= G (A/G, i , n)




Keterangan :
Keterangan :


A = pembayaran per periode dengan
A = pembayaran per periode dengan
jumlah
jumlah
yang sama
yang sama
/ /
A+(n-1)G
A1+(n-2)G
A1+2G
A1+G
A1

0 1 2 3 n-1 n
Contoh : Contoh :
Si Doel pada thn pertama merencanakan Si Doel pada thn pertama merencanakan
menginvestasikan uangnya sebesar Rp menginvestasikan uangnya sebesar Rp
10.000.000,00 dari sebagian hasil usahanya. Ia 10.000.000,00 dari sebagian hasil usahanya. Ia
merasa bahwa kemampuannya menginvestasikan merasa bahwa kemampuannya menginvestasikan
uangnya bertambah Rp 200.000,00 tiap tahun, uangnya bertambah Rp 200.000,00 tiap tahun,
dimana hal ini berlangsung selama 9 tahun dimana hal ini berlangsung selama 9 tahun
berikutnya. Bila tingkat bunga adalah 8%, berapa berikutnya. Bila tingkat bunga adalah 8%, berapa
rata-rata tabungan Si Doel setiap tahunnya? rata-rata tabungan Si Doel setiap tahunnya?
Keterangan : A = pembayaran per periode dengan
jumlah yang sama
A1 = pembayaran pada akhir peroide
pertama
G = gradient, perubahan per periode
n = jumlah periode
Penyelesaian : Penyelesaian :
0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
11.8
11.6
11.4
11.2
11
10.8
10.6
10.4
10.2
10 jt
A = A1 + A2 A = A1 + A2
= A1 + G (A/G, 8, 10) = A1 + G (A/G, 8, 10)
= Rp 10.000.000,00 + Rp 200.000,00 (3,8713) = Rp 10.000.000,00 + Rp 200.000,00 (3,8713)
= Rp 10.000.000,00 + Rp 774.260,00 = Rp 10.000.000,00 + Rp 774.260,00
= Rp 10.744.260,00 = Rp 10.744.260,00
D. Aliran Kas Yang Tidak Teratur D. Aliran Kas Yang Tidak Teratur
Pada pembahasan sebelumnya aliran kas yang Pada pembahasan sebelumnya aliran kas yang
teratur teratur dimana aliran kas terjadi sekali (tunggal) dimana aliran kas terjadi sekali (tunggal)
atau terjadi atau terjadi beberapa kali atau terjadi perubahan beberapa kali atau terjadi perubahan
tetapi secara seragam. tetapi secara seragam. Pada aliran kas yang tidak Pada aliran kas yang tidak
teratur besarnya aliran kas pada teratur besarnya aliran kas pada tiap periode tidak tiap periode tidak
memiliki pola yang teratur. memiliki pola yang teratur.
Untuk itu menangani permasalahan aliran kas yang Untuk itu menangani permasalahan aliran kas yang
tidak tidak teratur harus melakukan konversi satu persatu teratur harus melakukan konversi satu persatu
ke awal atau ke awal atau ke akhir periode sehingga didapat ke akhir periode sehingga didapat
nilai total dari P, F atau A nilai total dari P, F atau A dari aliran kas tersebut. dari aliran kas tersebut.
Contoh : Contoh :
Dari diagram alir gambar dibawah, dengan tingkat Dari diagram alir gambar dibawah, dengan tingkat
bunga 12% tentukan nilai P, F dan A dari keseluruhan bunga 12% tentukan nilai P, F dan A dari keseluruhan
aliran kas tersebut. aliran kas tersebut.
Gambar Cash Flow : Gambar Cash Flow :
0 1 2 3 4 5

Rp 6.000
Rp 10.000
Rp 3.000
Rp 12.000
Rp 8.000
Untuk memperoleh nilai P dari keseluruhan diagram, maka
dilakukan konversi pada setiap ada aliran kas ke nilai
sekarang/awal (pada titik/tahun 0), sehingga :
P0 P0 = Rp 6.000 = Rp 6.000
P1 P1 = Rp 10.000 (P/F, 12%, 1) = Rp 10.000 = Rp 10.000 (P/F, 12%, 1) = Rp 10.000
(0.8929) (0.8929)
= Rp 8.929 = Rp 8.929
P2 P2 = Rp 3.000 (P/F, 12%, 2) = Rp 3.000 (0.7972) = Rp 3.000 (P/F, 12%, 2) = Rp 3.000 (0.7972)
= Rp 2.391,6 = Rp 2.391,6
P3 P3 = 0 = 0
P4 P4 = Rp 12.000 (P/F, 12%, 4) = Rp 12.000 = Rp 12.000 (P/F, 12%, 4) = Rp 12.000
(0.6355) (0.6355)
= Rp 7.626 = Rp 7.626
P5 P5 = Rp 8.000 (P/F, 12%, 5) = Rp 8.000 (0.5674) = Rp 8.000 (P/F, 12%, 5) = Rp 8.000 (0.5674)
= Rp 4.359,2 = Rp 4.359,2
Nilai P dari keseluruhan aliran kas tersebut adalah : Nilai P dari keseluruhan aliran kas tersebut adalah :
P P = P0 + P1 + P2 + P3 + P4 + P5 = P0 + P1 + P2 + P3 + P4 + P5
= Rp 6.000 + Rp 8.929 + Rp 2.391,6 + 0 + Rp = Rp 6.000 + Rp 8.929 + Rp 2.391,6 + 0 + Rp
7.626 + Rp 4.359,2 7.626 + Rp 4.359,2
= Rp 29.485,8 = Rp 29.485,8
Dengan didapatkannya nilai P maka Nilai F (pada Dengan didapatkannya nilai P maka Nilai F (pada
tahun ke 5) dan Nilai A (selama 5 tahun) dapat tahun ke 5) dan Nilai A (selama 5 tahun) dapat
dihitung sebagai berikut : dihitung sebagai berikut :
F F = P (F/P, i%, N) = P (F/P, i%, N)
= Rp 29.485,8 (F/P, 12%, 5) = Rp 29.485,8 (F/P, 12%, 5)
= Rp 29.485,8 (1.762) = Rp 51.95398 = Rp 29.485,8 (1.762) = Rp 51.95398 dan dan
A A = P (A/P, i%, N) = P (A/P, i%, N)
= Rp 29.485,8 (A/P, 12%, 5) = Rp 29.485,8 (A/P, 12%, 5)
= Rp 29.485,8 (0.27741) = Rp 29.485,8 (0.27741)
= Rp 8.179,66 = Rp 8.179,66
Soal-soal Latihan Soal-soal Latihan
1. Seorang investor meminjam uang dari sebuah bank 1. Seorang investor meminjam uang dari sebuah bank
sebesar $ 100.000 dengan suku bunga pertahun sebesar $ 100.000 dengan suku bunga pertahun
sebesar sebesar 12%. Investor bermaksud mengembalikan 12%. Investor bermaksud mengembalikan
pinjamannya pinjamannya tersebut pada akhir tahun ke 10. tersebut pada akhir tahun ke 10.
Berapakah uang Berapakah uang yang yang harus dibayarkan kelak? harus dibayarkan kelak?
2. Seorang investor berkeinginan mengivestasikan 2. Seorang investor berkeinginan mengivestasikan
uangnya pada tahun ini pada sebuah bank yang uangnya pada tahun ini pada sebuah bank yang
memberikan suku bunga 15% pertahun. Dia berharap memberikan suku bunga 15% pertahun. Dia berharap
setelah 10 tahun jumlah uang yang diinvestasikan setelah 10 tahun jumlah uang yang diinvestasikan
akan akan mencapai jumlah sebesar $200.000. Berapakah mencapai jumlah sebesar $200.000. Berapakah
uang uang yang harus diinvestasikan sekarang? yang harus diinvestasikan sekarang?
Tentukan besarnya nilai sekarang (Present Value) Tentukan besarnya nilai sekarang (Present Value)
dari cash dari cash flow berikut ini dengan suku bunga 10 % flow berikut ini dengan suku bunga 10 %
per tahun : per tahun :
0 1 2 3 4 5 6 7 8
( + )
( - )
$ 3.000
$ 3.000 $ 2.000 $ 4.000
$ 2.000
4. Berapa nilai cash flow diatas pada akhir periode ke 8 ?
5. Pada awal tahun 2000, seorang investor menyimpan
uang sebesar 50 juta, dan sebesar 30 juta pada awal
tahun 2004. Mulai tahun 2000 s/d 2005 setiap akhir
tahun dia selalu meminjam dari Bank yang sama
masing-masing Rp 10 juta /tahun.
3.
6. Pada awal tahun 2003 karena keperluan
mendadak dia mengambil pinjaman tambahan 20
juta rupiah. Berapakah kekayaan investor tersebut
pada tahun 2007? Bunga Bank yang berlaku
10%/tahun.
7. Seorang investor menyimpan uang di Bank
sebesar Rp 40 juta pada awal tahun 2000.
Kemudian dari tahun 2002 s/d 2006 dia meminjam
uang dari Bank yang sama yang besarnya adalah
sebagai berikut :
Akhir tahun Pinjaman
2002 10 juta
2002 10 juta
2003 30 juta
2004 20 juta
2006 20 juta
Investor tersebut bermaksud melihat apakah masih Investor tersebut bermaksud melihat apakah masih
ada sisa atau bahkan berhutang pada bank yang ada sisa atau bahkan berhutang pada bank yang
sama pada akhir tahun 2008. Berapakah sisa uang sama pada akhir tahun 2008. Berapakah sisa uang
atau hutang tersebut pada akhir tahun 2008? Suku atau hutang tersebut pada akhir tahun 2008? Suku
bunga bank yang berlaku 10 %/tahun. bunga bank yang berlaku 10 %/tahun.
DEPRESIASI
DEPRESIASI
Depresiasi merupakan penurunan nilai dari
Depresiasi merupakan penurunan nilai dari
suatu barang sebagai akibat
suatu barang sebagai akibat
berlangsungnya waktu.
berlangsungnya waktu.
Depresiasi didefinisikan sebagai :Sejumlah
Depresiasi didefinisikan sebagai :Sejumlah
biaya yang harus disediakan oleh seseorang
biaya yang harus disediakan oleh seseorang
atau suatu perusahaan atau unit-unit
atau suatu perusahaan atau unit-unit
tertentu pada setiap periode waktu untuk
tertentu pada setiap periode waktu untuk
melakukan penggantian dari mesin,
melakukan penggantian dari mesin,
peralatan, ataupun fasilitas-fasilitas lain
peralatan, ataupun fasilitas-fasilitas lain
setelah umur dari mesin, peralatan, ataupun
setelah umur dari mesin, peralatan, ataupun
fasilitas-fasilitas lain tersebut dilampaui.
fasilitas-fasilitas lain tersebut dilampaui.
Karena depresiasi merupakan penurunan
Karena depresiasi merupakan penurunan
nilai, maka perrlu didefinisikan arti nilai
nilai, maka perrlu didefinisikan arti nilai
yang sebenarnya. Nilai merupakan suatu
yang sebenarnya. Nilai merupakan suatu
pengertian komersial dari semua
pengertian komersial dari semua
pendapatan yang diterima sebagai akibat
pendapatan yang diterima sebagai akibat
adanya kegiatan usaha ditinjau dari waktu
adanya kegiatan usaha ditinjau dari waktu
sekarang.
sekarang.
Jenis depresiasi :
Jenis depresiasi :
1. Depresiasi Fisis :
1. Depresiasi Fisis :


Sebagai akibat dari penggunaan/operasi
Sebagai akibat dari penggunaan/operasi
yang mengakibatkan menurunnya
yang mengakibatkan menurunnya
kemampuan secara fisis yang berarti
kemampuan secara fisis yang berarti
kemampuan operasional dari suatu
kemampuan operasional dari suatu
barang/peralatan menurun. Salah satu cara
barang/peralatan menurun. Salah satu cara
untuk mengurangi kecepatan menurunnya
untuk mengurangi kecepatan menurunnya
kemampuan fisis suatu barang/peralatan
kemampuan fisis suatu barang/peralatan
adalah dengan melakukan perawatan yang
adalah dengan melakukan perawatan yang
baik.
baik.
2
2
.
.
Depresiasi Fungsional :
Depresiasi Fungsional :



Permintaan suatu produk yang meningkat
Permintaan suatu produk yang meningkat
dan tidak simbang dengan kapasitas
dan tidak simbang dengan kapasitas
produksinya, sehingga perusahaan tidak dapat
produksinya, sehingga perusahaan tidak dapat
lagi sepenuhnya melakukan fungsi pemilikan
lagi sepenuhnya melakukan fungsi pemilikan
atas permintaan.
atas permintaan.
3
3
.
.
Depresiasi Teknologi :
Depresiasi Teknologi :


Adanya penemuan baru mengakibatkan
Adanya penemuan baru mengakibatkan
peralatan yang
peralatan yang


sudah ada menjadi tidak ekonomis lagi yang
sudah ada menjadi tidak ekonomis lagi yang
disebabkan oleh kemajuan teknologi.
disebabkan oleh kemajuan teknologi.
Metode-metode Depresiasi
Metode-metode Depresiasi
Banyak metode yang bisa digunakan untuk
Banyak metode yang bisa digunakan untuk
menentukan beban depresiasi tahunan dari suatu
menentukan beban depresiasi tahunan dari suatu
aset. Diantara metode tersebut yang sering
aset. Diantara metode tersebut yang sering
digunakan adalah :
digunakan adalah :


1. Metode garis lurus
1. Metode garis lurus
(straight line = SL).
(straight line = SL).


2. Metode jumlah anka tahun
2. Metode jumlah anka tahun
(sum of year
(sum of year
digit =
digit =
SOYD).
SOYD).


3. Metode keseimbangan menurun
3. Metode keseimbangan menurun
(declining balance = DB).
(declining balance = DB).


4. Metode dana sinking
4. Metode dana sinking
(sinking found = SF).
(sinking found = SF).


5. Metode unit produksi
5. Metode unit produksi
(production unit =
(production unit =
UP).
UP).

1. Metode garis lurus (SL)
1. Metode garis lurus (SL)


Metode ini merupakan metode yang paling
Metode ini merupakan metode yang paling
sederhan dan paling mudah dimengerti. Dalam
sederhan dan paling mudah dimengerti. Dalam
metode ini ongkos depresiasi merupakan harga
metode ini ongkos depresiasi merupakan harga
yang konstan (tetap), sehingga nilai buku (book
yang konstan (tetap), sehingga nilai buku (book
value) besarnya berkurang secara linier akibat
value) besarnya berkurang secara linier akibat
adanya depresiasi .
adanya depresiasi .
Besarnya depresiasi per tahun dihitung dengan
Besarnya depresiasi per tahun dihitung dengan
rumus :
rumus :


P - SV
P - SV


Dt
Dt
=
=


n
n


BVt
BVt
= P - t Dt
= P - t Dt


d
d
= 1/n
= 1/n


Keterangan :
Keterangan :
Dt
Dt
= nilai depresiasi tahunan
= nilai depresiasi tahunan


t
t
= tahun (t = 1,2,3 ........,n)
= tahun (t = 1,2,3 ........,n)


P
P
= investasi awal/first cost
= investasi awal/first cost


n
n
= periode pendapatan (umur depresiasi
= periode pendapatan (umur depresiasi
yg diharapkan)
yg diharapkan)


Bvt = book value
Bvt = book value


d
d
= tingkat depresiasi
= tingkat depresiasi
Contoh : Contoh :
Jika diketahui nilai investasi awal adalah $ 50.000 Jika diketahui nilai investasi awal adalah $ 50.000
dengan nilai sisa $ 10.000 setelah 5 tahun, maka dengan nilai sisa $ 10.000 setelah 5 tahun, maka
hitungkah nilai depresiasi tahunan, book value. hitungkah nilai depresiasi tahunan, book value.
Dt = P - SV / n Dt = P - SV / n
= $ 50.000 - $ 10.000 / 5 = $ 50.000 - $ 10.000 / 5
= $ 8.000/tahun = $ 8.000/tahun
Perhitungan depresiasi selama umur pakai dapat Perhitungan depresiasi selama umur pakai dapat
dilihat pada tabel berikut : dilihat pada tabel berikut :
Akhir tahun ke-t Besarnya penyusutan pada
tahun ke-t
Nilai buku pada akhir tahun ke-t
0
1
2
3
4
5
-
$ 8.000
8.000
8.000
8.000
8.000
$ 50.000
42.000
34.000
26.000
18.000
10.000 (salveVa lue)
2. Metode jumlah angka tahun 2. Metode jumlah angka tahun
Metode ini menghasilkan ongkos depresiasi yang Metode ini menghasilkan ongkos depresiasi yang
pada awal periode paling besar, sedangkan pada pada awal periode paling besar, sedangkan pada
tahun-tahun berikutnya makin mengecil hingga tahun-tahun berikutnya makin mengecil hingga
akhir umur ekonomisnya. Ongkos depresiasi setiap akhir umur ekonomisnya. Ongkos depresiasi setiap
tahun dihitung dengan membagi sisa umur hidup tahun dihitung dengan membagi sisa umur hidup
pada awal tahun terhadap jumlah angka tahun dari pada awal tahun terhadap jumlah angka tahun dari
umur hidup seluruhnya dan dikalikan dengan umur hidup seluruhnya dan dikalikan dengan
jumlah ongkos yang didepresiasikan. jumlah ongkos yang didepresiasikan.
Hubungan tersebut di atas dapat dinyatakan Hubungan tersebut di atas dapat dinyatakan
sebagai : sebagai :
Deprecible year remaining Deprecible year remaining
Dt = (first cost - salvage value) Dt = (first cost - salvage value)
sum of year digits sum of year digits
atau atau
n - t + 1 n - t + 1
Dt = (P - SV) Dt = (P - SV)
S S
n n (n + 1) n n (n + 1)
S = j =
j = 1 2
t (n - t/2 + 0.5)
Bvt = P - (P - SV)
S
n - t + 1
dt
S
=
Keterangan : Keterangan : Dt Dt = nilai depresiasi = nilai depresiasi
S S = sum of year digit (sampai n) = sum of year digit (sampai n)
n n = periode depresiasi = periode depresiasi
Bvt Bvt = book value periode ke t = book value periode ke t
dt dt = tingkat depresiasi = tingkat depresiasi
P P = Fisrt cost = Fisrt cost
SV SV = salvage value = salvage value
Contoh Contoh : Hitung depresiasi untuk 3 tahun pertama : Hitung depresiasi untuk 3 tahun pertama
serta book value untuk tahun ke 3, jika diketahui serta book value untuk tahun ke 3, jika diketahui
first cost = $ 25.000 dengan salvage value = $ first cost = $ 25.000 dengan salvage value = $
4.000 dan umur = 8 tahun. 4.000 dan umur = 8 tahun.
(8 - 1 + 1) (8 - 1 + 1)
D1 = (25.000 - 4.000) = $ 4.667 D1 = (25.000 - 4.000) = $ 4.667
36 36
(8 - 2 + 1) (8 - 2 + 1)
D2 = (25.000 - 4.000) = $ 4.083 D2 = (25.000 - 4.000) = $ 4.083
36 36
(8 - 3 + 1) (8 - 3 + 1)
D3 = D3 = (25.000 - 4.000) = $ (25.000 - 4.000) = $
3.500 3.500
36 36
Nilai depresiasi berkurang (D1>D2>D3) Nilai depresiasi berkurang (D1>D2>D3)
3 (3 - 3/2 + 1/2) 3 (3 - 3/2 + 1/2)
BV3 = 25.000 - (25.000 - 4.000) BV3 = 25.000 - (25.000 - 4.000)
36 36

3 (7) 3 (7)
= 25.000 - = 25.000 - (21.000) = $ 12750 (21.000) = $ 12750
36
Modul VII : Pengendalian Kualitas
Modul VII : Pengendalian Kualitas
Statistik
Statistik
Kompetensi Pokok Bahasan :
Kompetensi Pokok Bahasan :

Memahami definisi kualitas serta


Memahami definisi kualitas serta
peranannya sebagai salah satu strategi
peranannya sebagai salah satu strategi
manajemen.
manajemen.

Memahami konsep pengendalian kualitas


Memahami konsep pengendalian kualitas
statistik.
statistik.

Memahami pengendalian proses statistik


Memahami pengendalian proses statistik

(aplikasi peta kendali variabel dan atribut)


(aplikasi peta kendali variabel dan atribut)
Pengendalian Kualitas Statistik
Pengendalian Kualitas Statistik
Kualitas / Mutu :
Ukuran tingkat kesesuaian barang/ jasa dg
standar/spesifikasi yang telah ditentukan/
ditetapkan.
Pengendalian Kualitas Statistik (PKS) :
Ilmu yang mempelajari tentang teknik /metode
pengendalian kualitas berda-sarkan prinsip/
konsep statistik.
Cara menggambarkan ukuran kualitas
Variabel : karakteristik kualitas suatu produk
dinyatakan dengan besaran yang dapat diukur
(besaran kontinue). Seperti : panjang, berat,
temperatur, dll.
Attribut : karakteristik kualitas suatu produk
dinyatakan dengan apakah produk tersebut
memenuhi kondisi/persyaratan tertentu, bersifat
dikotomi, jadi hanya ada dua kemungkinan baik
dan buruk. Seperti produk cacat atau produk
baik, dll.
Tujuan :

Memperoleh jaminan kualitas (quality Assuran-ce)


dapat dilakukan dengan Aceceptance sampling
Plans.

Menjaga konsistensi Kualitas, dilaksanakan dengan


Control Chart.
Keuntungan :

Untuk mempertinggi kualitas atau mengurangi


biaya.

Menjaga kualitas lebih uniform.

Penggunaan alat produksi lebih efisien.

Mengurangi rework dan pembuangan.

Inspeksi yang lebih baik.

Memperbaiki hubungan produsen-


konsumen.

Spesifikasi lebih baik.


Teknik Pengendalian Kualitas Statistik
Ada 4 metode Statistik yang dapat digunakan :
1. Distribusi Frekuensi
Suatu tabulasi atau cacah (tally) yang
menyatakan banyaknya suatu ciri kualitas
muncul dalam sampel yang diamati.
Untuk melihat kualitas sampel dpt digunakan :
a. Kualitas rata-rata
b. Penyebaran kualitas
c. Perbandingan kualitas dengan spesifikasi
yang diinginkan.
2. Peta kontrol/kendali (control chart)
Grafik yang menyajikan keadaan produksi secara
kronologi (jam per jam atau hari per hari).
Tiga macam control chart :
a. Control Chart Shewart
Peta ini disebut peta untuk variabel atau peta untuk x dan
R (mean dan range) dan peta untuk x dan (mean dan
deviasi standard).
b. Peta kontrol untuk proporsi atau perbandingan antara
banyaknya produk yang cacat dengan seluruh produksi,
disebut peta-p (p-chart).
c. Peta kontrol untuk jumlah cacat per unit, disebut peta-c
(c-chart).
3. Tabel sampling
Tabel yang terdiri dari jadual pengamatan
kualitas, biasanya dalam bentuk presentase.
4. Metode Khusus
Metode ini digunakan untuk pengendalian
kualitas dalam industri, al : korelasi, analisis
variansi, analisis toleransi, dll.
PETA KENDALI (CONTROL CHART)
Metode Statistik untuk menggambarkan adanya
variasi atau penyimpangan dari mutu (kualitas)
hasil produksi yang diinginkan.
Dengan Peta kendali :

Dapat dibuat batas-batas dimana hasil produksi


menyimpang dari ketentuan.

Dapat diawasi dengan mudah apakah proses


dalam kondisi stabil atau tidak.

Bila terjadi banyak variasi atau penyimpangan


suatu produk dapat segera menentukan
keputusan apa yang harus diambil.
Macam Variasi :

Variasi dalam objek


Mis : kehalusan dari salah satu sisi daru suatu
produk tidak sama dengan sisi yang lain, lebar
bagian atas suatu produk tidak sama dengan
lebar bagian bawah, dll.

Variasi antar objek


Mis : sautu produk yang diproduksi pada saat
yang hampir sama mempunyai kualitas yang
berbeda/ bervariasi.

Variasi yg ditimbulkan oleh perbedaan waktu


produksi
Mis : produksi pagi hari berbeda hasil produksi
siang hari.
Penyebab Timbulnya Variasi

Penyebab Khusus (Special Causes of


Variation)
Man, tool, mat, ling, metode, dll.
(berada di luar batas kendali)

Penyebab Umum (Common Causes of


Variation)
Melekat pada sistem.
(berada di dalam batas kendali)
Jenis Peta Kendali

Peta Kendali Variabel (Shewart)


Peta kendali untuk data variabel :
- Peta X dan R, Peta X dan S, dll.

Peta Kendali Attribut


Peta kendali untuk data atribut :
- Peta-P, Peta-C dan peta-U, dll.
Peta X dan R
Peta kendal X :

Memantau perubahan suatu sebaran atau


distribusi suatu variabel asal dalam hal
lokasinya (pemusatannya).

Apakah proses masih berada dalam batas-


batas pengendalian atau tidak.

Apakah rata-rata produk yang dihasilkan


sesuai dengan standar yang telah ditentukan.
Peta kendali R :

Memantau perubahan dalam hal spread-nya


(penyebarannya).

Memantau tingkat keakurasian/ketepatan proses yang


diukur dengan mencari range dari sampel yang diambil.
Langkah dalam pembuatan Peta X dan R
1. Tentukan ukuran subgrup (n = 3, 4, 5, ).
2. Tentukan banyaknya subgrup (k) sedikitnya 20
subgrup.
3. Hitung nilai rata-rata dari setiap subgrup, yaitu
X.
4. Hitung nilai rata-rata seluruh X, yaitu X, yang
merupakan center line dari peta kendali X.
5. Hitung nilai selisih data terbesar dengan data
terkecil dari setiap subgrup, yaitu Range ( R ).
6. Hitung nilai rata-rata dari seluruh R, yaitu R yang
merupakan center line dari peta kendali R.
7. Hitung batas kendali dari peta kendali X :
UCL = X + (A2 . R) A2 =
LCL = X (A2 . R)
8. Hitung batas kendali untuk peta kendali R
UCL = D4 . R
LCL = D3 . R
9. Plot data X dan R pada peta kendali X dan R
serta amati apakah data tersebut berada dalam
pengendalian atau tidak.
n d
2
3
Hitung Indeks Kapabilitas Proses (Cp)
Cp =
Dimana :
S = atau S = R/d2
Kriteria penilaian :
Jika Cp > 1,33 , maka kapabilitas proses sangat
baik
Jika 1,00 Cp 1,33, maka kapabilitas proses
baik
Jika Cp < 1,00, maka kapabilitas proses rendah
S
LSL USL
6

( ) ( )
( ) 1
2
2


N N
X X N
i i
Hitung Indeks Cpk :
Cpk = Minimum { CPU ; CPL }
Dimana :
CPU = dan CPL =
Kriteria penilaian :
Jika Cpk = Cp, maka proses terjadi ditengah
Jika Cpk = 1, maka proses menghasilan produk
yang sesuai dengan spesifikasi
Jika Cpk < 1, maka proses menghasilkan produk
yang tidak sesuai dengan spesifikasi
Kondisi Ideal : Cp > 1,33 dan Cp = Cpk
S
X USL
3

S
LSL X
3

Contoh Kasus
PT XYZ adalah suatu perusahaan pembuatan
suatu produk industri. Ditetapkan spesifikasi
adalah : 2.40 0,05 mm. Untuk mengetahui
kemampuan proses dan mengendalikan proses
itu bagian pengendalian PT XYZ telah
melakukan pengukuran terhadap 20 sampel.
Masing-masing berukuran 5 unit (n=5).


Hasil Pengukuran Hasil Pengukuran
Sampel Sampel
X1 X1 X2 X2 X3 X3 X4 X4 X5 X5
1 1 2,38 2,38 2,45 2,45 2,40 2,40 2,35 2,35 2,42 2,42
2 2 2,39 2,39 2,40 2,40 2,43 2,43 2,34 2,34 2,40 2,40
3 3 2,40 2,40 2,37 2,37 2,36 2,36 2,36 2,36 2,35 2,35
4 4 2,39 2,39 2,35 2,35 2,37 2,37 2,39 2,39 2,38 2,38
5 5 2,38 2,38 2,42 2,42 2,39 2,39 2,35 2,35 2,41 2,41
6 6 2,41 2,41 2,38 2,38 2,37 2,37 2,42 2,42 2,42 2,42
7 7 2,36 2,36 2,38 2,38 2,35 2,35 2,38 2,38 2,37 2,37
8 8 2,39 2,39 2,39 2,39 2,36 2,36 2,41 2,41 2,36 2,36
9 9 2,35 2,35 2,38 2,38 2,37 2,37 2,37 2,37 2,39 2,39
10 10 2,43 2,43 2,39 2,39 2,36 2,36 2,42 2,42 2,37 2,37
11 11 2,39 2,39 2,36 2,36 2,42 2,42 2,39 2,39 2,36 2,36
12 12 2,38 2,38 2,35 2,35 2,35 2,35 2,35 2,35 2,39 2,39
13 13 2,42 2,42 2,37 2,37 2,40 2,40 2,43 2,43 2,41 2,41
14 14 2,36 2,36 2,38 2,38 2,38 2,38 2,36 2,36 2,36 2,36
15 15 2,45 2,45 2,43 2,43 2,41 2,41 2,45 2,45 2,45 2,45
16 16 2,36 2,36 2,42 2,42 2,42 2,42 2,43 2,43 2,37 2,37
17 17 2,38 2,38 2,43 2,43 2,37 2,37 2,39 2,39 2,38 2,38
18 18 2,40 2,40 2,35 2,35 2,39 2,39 2,35 2,35 2,35 2,35
19 19 2,39 2,39 2,45 2,45 2,44 2,44 2,38 2,38 2,37 2,37
20 20 2,35 2,35 2,41 2,41 2,45 2,45 2,47 2,47 2,35 2,35
Perhitungan Perhitungan
Sampel Sampel Rata-rata Rata-rata Range Range
1 1 2,40 2,40 0,10 0,10
2 2 2,39 2,39 0,09 0,09
3 3 2,37 2,37 0,05 0,05
4 4 2,38 2,38 0,04 0,04
5 5 2,39 2,39 0,07 0,07
6 6 2,40 2,40 0,05 0,05
7 7 2,37 2,37 0,03 0,03
8 8 2,38 2,38 0,05 0,05
9 9 2,37 2,37 0,04 0,04
10 10 2,39 2,39 0,07 0,07
11 11 2,38 2,38 0,06 0,06
12 12 2,36 2,36 0,04 0,04
13 13 2,41 2,41 0,06 0,06
14 14 2,37 2,37 0,02 0,02
15 15 2,44 2,44 0,04 0,04
16 16 2,40 2,40 0,07 0,07
17 17 2,39 2,39 0,06 0,06
18 18 2,37 2,37 0,05 0,05
19 19 2,41 2,41 0,08 0,08
20 20 2,41 2,41 0,12 0,12
Jumlah Jumlah 47,38 47,38 1,19 1,19
Rata-rata dari jumlah Rata-rata dari jumlah 2,39 2,39 0,06 0,06
X = ( X)/k = 47.78 / 20 = 2.39
R = ( R)/k = 1.19 / 20 = 0.06
Peta Kendali X :
CL = X = 2.39
UCL = X + (A2 * R) = 2.39 + (0.577*0.06) = 2.42
LCL = X - (A2 * R) = 2.39 (0.577*0.06) = 2.36
Peta Kendali R
CL = R = 0.06
UCL = D4 * R = 2.114 * 0.06 = 0.12
LCL = D3 * R = 0 * 0.06 = 0
Pada Peta X ada data yang out of control, maka
data pada sampel tersebut dibuang
Perhitungan Perhitungan
Sampel Sampel Rata-rata Rata-rata Range Range
1 1 2,40 2,40 0,10 0,10
2 2 2,39 2,39 0,09 0,09
3 3 2,37 2,37 0,05 0,05
4 4 2,38 2,38 0,04 0,04
5 5 2,39 2,39 0,07 0,07
6 6 2,40 2,40 0,05 0,05
7 7 2,37 2,37 0,03 0,03
8 8 2,38 2,38 0,05 0,05
9 9 2,37 2,37 0,04 0,04
10 10 2,39 2,39 0,07 0,07
11 11 2,38 2,38 0,06 0,06
12 12 2,36 2,36 0,04 0,04
13 13 2,41 2,41 0,06 0,06
14 14 2,37 2,37 0,02 0,02
16 16 2,40 2,40 0,07 0,07
17 17 2,39 2,39 0,06 0,06
18 18 2,37 2,37 0,05 0,05
19 19 2,41 2,41 0,08 0,08
20 20 2,41 2,41 0,12 0,12
Jumlah Jumlah 45,34 45,34 1,15 1,15
Rata-rata dari jumlah Rata-rata dari jumlah 2,386 2,386 0,0605 0,0605
Data setelah perbaikan
X = ( X)/k = 45.34 / 19 = 2.386
R = ( R)/k = 1.15 / 19 = 0.0605
Peta Kendali X :
CL = X = 2.386
UCL = X + (A2 * R) = 2.386 + (0.577*0.0605) = 2.4209
LCL = X - (A2 * R) = 2.386 (0.577*0.0605) = 2.3511
Peta Kendali R
CL = R = 0.0605
UCL = D4 * R = 2.114 * 0.0605 = 0.1280
LCL = D3 * R = 0 * 0.06 = 0
Karena sudah tdk ada data yang out of control, maka
langkah selanjutnya adalah menghitung kapabilitas
proses.
Perhitungan Kapabilitas Proses :
S =

atau S = R/d2 = 0.0605/2.326 = 0.026
Cp = =
CPU = =

CPL = =
Cpk = Minimum { CPU ; CPL } = 0.4615
( ) ( )
( ) 1
2
2


N N
X X N
i i
S
X USL
3

S
LSL X
3

S
LSL USL
6

6410 0
06 0 6
35 2 54 2
,
) , (
, ,

8205 0
06 0 3
386 2 45 2
,
) , (
, ,

4615 0
06 0 3
35 2 386 2
,
) , (
, ,

Kesimpulan :
Nilai Cpk sebesar 0.4615 yang diambil dari nilai
CPL menunjukkan bahwa proses cenderung
mendekati batas spesifikasi bawah.
Nilai Cp sebesar 0.6410 ternyata kurang dari 1,
hal ini menunjukkan kapabilitas proses untuk
memenuhi spesifikasi yang ditentukan rendah.
Peta Kontrol Untuk Atribut
1. Peta Kendali - p : untuk proporsi cacat
Dan peta kendali np untuk proporsi unit
cacatnya relaitif kecil.
2. Peta Kendali c : untuk cacat (defective)
3. Peta Kendali u : untuk cacat per unit.
Peta kendali p
Perbandingan antara banyaknya cacat dengan
semua pengamatan, yaitu setiap produk yang
diklasifikasikan sebagai diterima atau ditolak
(yang diperhatikan banyaknya produk cacat).
Langkah-langkah pembuatan peta kendali - p :
1. Tentukan ukuran contoh/subgrup yang cukup
besar (n > 30),
2. Kumpulkan banyaknya subgrup (k) sedikitnya
2025 sub-grup,
3. Hitung untuk setiap subgrup nilai proporsi unit
yang cacat, yaitu :
p = jumlah unit cacat/ukuran subgrup

4. Hitung nilai rata-rata dari p, yaitu p dapat
dihitung dengan :
p = total cacat/total inspeksi.
5. Hitung batas kendali dari peta kendali p :


UCL = p + 3

LCL = p 3
6. Plot data proporsi (persentase) unit cacat serta
amati apakah data tersebut berada dalam
pengendalian atau diluar pengendalian.
( )
n
p p 1
( )
n
p p 1
Contoh :
Sebuah perusahaan ingin membuat peta kendali
untuk periode mendatang dengan mengadakan
inspeksi terhadap proses produksi pada bulan ini.
Perusahaan melakukan 20 kali observasi dengan
mengambil 50 buah sample untuk setiap kali
observasi. Hasil selengkapnya adalah :
Observasi Observasi Ukuran Ukuran Banyaknya Banyaknya Proporsi Proporsi
Sampel Sampel Produk Cacat Produk Cacat Cacat Cacat
1 1 50 50 4 4 0,08 0,08
2 2 50 50 2 2 0,04 0,04
3 3 50 50 5 5 0,10 0,10
4 4 50 50 3 3 0,06 0,06
5 5 50 50 2 2 0,04 0,04
6 6 50 50 1 1 0,02 0,02
7 7 50 50 3 3 0,06 0,06
8 8 50 50 2 2 0,04 0,04
9 9 50 50 5 5 0,10 0,10
10 10 50 50 4 4 0,08 0,08
11 11 50 50 3 3 0,06 0,06
12 12 50 50 5 5 0,10 0,10
13 13 50 50 5 5 0,10 0,10
14 14 50 50 2 2 0,04 0,04
15 15 50 50 3 3 0,06 0,06
16 16 50 50 2 2 0,04 0,04
17 17 50 50 4 4 0,08 0,08
18 18 50 50 5 5 0,10 0,10
19 19 50 50 4 4 0,08 0,08
20 20 50 50 4 4 0,08 0,08
Jumlah Jumlah 1000 1000 68 68 1,30 1,30
p = (pi)/k = 1,30/20 = 0,065

UCL = p + 3
= 0,065 + 3

= 0,17
LCL = p 3
= 0,065 3
= - 0,039
( )
n
p p 1
( )
50
065 0 1 065 0 , ,
( )
n
p p 1
( )
50
065 0 1 065 0 , ,