PERAN PEMERINTAH DAERAH TERHADAP PENGUATAN KERUKUNAN UMAT BERAGAMA DI KAB.

BULUKUMBA & SYARAT PEMBANGUNAN RUMAH IBADAT
KEPALA KANTOR KESBANGPOL & LINMAS

Drs. APRISAL, M.Si

PEMERINTAH BERKEWAJIBAN MELINDUNGI SETIAP USAHA PENDUDUK MELAKSANAKAN AJARAN AGAMA DAN IBADAT PEMELUK-PEMELUKNYA, SEPANJANG TIDAK BERTENTANGAN DENGAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN, TIDAK MENYALAHGUNAKAN ATAU MENODAI AGAMA, SERTA TIDAK MENGGANGGU KETENTRAMAN DAN KETERTIBAN UMUM; PEMERINTAH MEMPUNYAI TUGAS MEMBERIKAN BIMIBINGAN DAN PELAYANAN AGAR SETIAP PENDUDUK DALAM MELAKSANAKAN AJARAN AGAMANYA DAPAT BERLANGSUNG DENGAN RUKUN, LANCAR, DAN TERTIB; BAHWA DAERAH DALAM RANGKA MENYELENGGARAKAN OTONOMI, MEMPUNYAI KEWAJIBAN MELAKSANAKAN URUSAN WAJIB BIDANG PERENCANAAN, PEMANFAATAN, DAN MENGAWASI TATA RUANG SERTA KEWAJIBAN MELINDUNGI MASYARAKAT, MENJAGA PERSATUAN, KESATUAN, DAN KERUKUNAN NASIONAL SERTA KEUTUHAN NKRI KERUKUNAN UMAT BERAGAMA BAIK PADA LEVEL DAERAH SAMPAI PADA LEVEL NASIONAL MERUPAKAN BAGIAN PENTING DARI KERUKUNAN NASIONAL DALAM RANGKA MENCIPTAKAN STABILITAS DAN SITUASI YANG KONDUSIF DALAM PEMERINTAHAN.

187 Jiwa : 473 Jiwa : 214 Jiwa : .      MUSLIM PROTESTAN KATOLIK KONGHUCU HINDU BUDHA : 379.Jiwa : 21 Jiwa : 212 Jiwa Masjid  Musholah/Langgar  Gereja Kristen  : : : 748 Buah 148 Buah 1 Buah .

Kondisi Kerukunan Hidup Beragama di Kabupaten Bulukumba dapat dikatakan Harmonis dan Kondusif.Secara UMUM. Namun demikian terdapat kondisi/ permasalahan yang pernah terjadi yakni: .

  Paham Ahmadiyah di Kab. Bonto Mate’ne Tahun 2012. Bulukumba yang berpusat di Kecamatan Ujung Loe Paham Sesat di Kecamatan Rilau Ale (Klaim terhadap adanya kuburan Nabi Adam di Ds. Penyebaran Kitab Injil Berbahasa Konjo di Kecamatan Kajang yang dilakukan oleh seorang missionaris asing berkebangsaan Amerika. .

Bulukumba. Bulukumba Yakni: Aksi Unjukrasa pada hari senin tanggal 13 juni 2011 terhadap Keberadaan Gereja Katolik di Jl. Kantor Daerah Lama) Sampai saat ini izin pembangunan Gereja Katolik belum dapat dikeluarkan. (Eks. Majidi Bulukumba yang dianggap menyalahi design yang telah disepakati bersama dengan Dinas Tata Ruang Kab. terdapat aksi-aksi dari Masyarakat terkait kehidupan beragama di Kab.   . S. Ahmad Yani. Rumah Ibadah pada Pointer 10) Aksi unjuk rasa pada tahun 2012 terhadap pembangunan ruang serba guna Kristen Protestan Jl.(Syarat Izin Pemb. Selain hal tersebut diatas.

Bulukumba. jika tidak diatasi dan di koordinasikan dengan baik oleh Pihak-Pihak terkait (Tokoh/Pemuka Agama dan Pemerintah) maka akan menjadi pemicu terjadinya konflik antar umat beragama di Kabupaten Bulukumba.  . Kasus-Kasus sebagaimana disampaiakan diatas. Pada titik inilah Pemerintah Daerah berperan penting untuk memfasilitasi dan menjadi terdepan dalam mewujudkan kerukunan antar umat beragama di Kab.

Bulukumba  . Membentuk Forum Kerukunan Umat Beragama sejak Tahun 2009 s/d Sekarang. terakhir dengan Surat Keputusan Bupati Bulukumba Nomor: Kpts.84/II/2013 tanggal 13 Februari 2013 tentang Pembentukan Dewan Penasehat & Keanggotaan Forum Kerukunan Umat Beragam (FKUB) kab. Optimalisasi Peran FKUB dengan mengalokasikan dana APBD melalui DPA Kantor Kesbangpol & Linmas Kab. Bulukumba.

Subhan A. Drs.A Mahrus Andis. H.Adiyanto Siloy (Konghucu) .S. Fitrah Ananda Said 8.S. Drs.Pd Sekretaris : Drs.Zainuddin Jafar 4. Hj.Ag 5. A.Sos 10.Muhammad Yunus Anggota : 1. Drs.Kajari. A.Pd. Mardianto 6. S. Misbah Jabir 3.MPd 7.M. Amier.Dewan Penasehat Ketua : Wakil Bupati Bulukumba Waka : Kakanmenag Sekretaris : Kakesbangpol anggota : Dandim. H. Syarkawi 9.SH(Protestan) 11.Banrialang. H.H. S. Drs.Syafiuddin.Si Waka II : Kamaluddin Jaya.Kapolres. S. H. Syamsuddin Siking Wasekret : Drs.Ka Pengadilan Agama Keanggotaan Ketua : Drs. Satria. H.Sos 2. Drs.Yosafat Lewan (Katolik) 12. Lewi Balalembang. Tjamiruddin Waka : Drs.

seluruh rangka umat  . Bulukumba baik berdasarkan isu lokal. Membangun sinergitas dengan Stakeholder terkait dalam terciptanya kerukunan antar beragama di Kab. maupun isu nasional (Kasus tragedi Syiah di Sampang Madura). Bulukumba. Koordinasi dan Komunikasi yang efektif antara pemerintah dengan tokoh/ pemuka Agama melalui rapat rutin & Rapat MUSPIDA Plus mengenai permasalahan-permasalahan terkait kerukunan umat beragama di Kab.

PEMBERDAYAAN FORUM KERUKUNAN UMAT BERAGAMA. DAN PENDIRIAN RUMAH IBADAT PERATURAN BERSAMA .MENTERI AGAMA DAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR : 9 TAHUN 2006 NOMOR : 8 TAHUN 2006 TENTANG PEDOMAN PELAKSANAAN TUGAS KEPALA DAERAH/ WAKIL KEPALA DAERAH DALAM PEMELIHARAAN KERUKUNAN UMAT BERAGAMA.

serta mematuhi peraturan perundang-undangan. (3) Dalam hal keperluan nyata bagi pelayanan umat beragama di wilayah kelurahan/desa tidak terpenuhi. (2) Pendirian rumah ibadat dilakukan dgn tetap menjaga kerukunan umat beragama.(1) Pendirian rumah ibadat didasarkan pd keperluan nyata dan sungguh-sungguh berdasarkan komposisi jumlah penduduk bagi pelayanan umat beragama yg bersangkutan di wilayah kelurahan/desa. Pasal 13 12 . pertimbangan komposisi jumlah penduduk digunakan batas wilayah kecamatan atau kab/kota atau provinsi. tdk mengganggu ketenteraman & ketertiban umum.

Pendirian rumah ibadat harus memenuhi persyaratan administratif dan persyaratan teknis bangunan gedung. Pasal 14 ayat (1) 13 .

Pasal 14 ayat (2) 14 .a. b. Rekomendasi tertulis Kakan Depag kab/kota. Dukungan masyarakat setempat paling sedikit 60 (enam puluh) orang yang disahkan oleh lurah/ kepala desa. dan d. c. Rekomendasi tertulis FKUB kabupaten/kota. Daftar nama dan KTP pengguna rumah ibadat paling sedikit 90 (sembilan puluh) orang yang disahkan oleh pejabat setempat sesuai dengan tingkat batas wilayah.

Pasal 14 ayat (3) 15 .

Pasal 15 16 .

Pasal 16 17 .

Pasal 17 18 .Pemerintah daerah memfasilitasi penyediaan lokasi baru bagi bangunan gedung rumah ibadat yg telah memiliki IMB yg dipindahkan karena perubahan rencana tata ruang wilayah.

3. pelaporan tertulis kepada FKUB kabupaten/kota. b. Persyaratan laik fungsi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a mengacu pada peraturan per-uu-an ttg bangunan gedung. meliputi: a. dan b. Pemanfaatan bangunan gedung bukan rumah ibadat sebagai rumah ibadat sementara harus mendapat surat keterangan pemberian izin sementara dari bupati/walikota dengan memenuhi persyaratan: a.1. pemeliharaan kerukunan umat beragama serta ketenteraman dan ketertiban masyarakat. dan d. laik fungsi. rekomendasi tertulis Lurah/Kepala Desa. Persyaratan pemeliharaan kerukunan umat beragama serta ketenteraman dan ketertiban masyarakat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b. 2. c. izin tertulis pemilik bangunan. pelaporan tertulis kepada Kakan Depag kabupaten/kota Pasal 18 19 .

(2) 20 .(1) Surat keterangan pemberian izin sementara pemanfaatan bangunan gedung bukan rumah ibadat oleh bupati/walikota sebagaimana dimaksud dalam Pasal 18 ayat (1) diterbitkan setelah mempertimbangkan pendapat tertulis kepala kantor departemen agama kabupaten/kota dan FKUB kabupaten/kota.

21 .(1) Penerbitan surat keterangan pemberian izin sementara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 19 ayat (1) dpt dilimpahkan kpd camat. (2) Penerbitan surat keterangan pemberian izin sementara sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan setelah mempertimbangkan pendapat tertulis Kakan Depag kab/kota dan FKUB kabupaten/kota.

(1) Perselisihan akibat pendirian rumah ibadat diselesaikan secara musyawarah oleh masyarakat setempat. penyelesaian perselisihan dilakukan melalui Pengadilan setempat. penyelesaian perselisihan dilakukan oleh bupati/walikota dibantu kepala kantor departemen agama kabupaten/kota melalui musyawarah yang dilakukan secara adil dan tidak memihak dengan mempertimbangkan pendapat atau saran FKUB kabupaten/kota. (2) Dalam hal musyawarah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tidak dicapai. (3) Dalam hal penyelesaian perselisihan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) tidak dicapai. Pasal 21 22 .