Anda di halaman 1dari 2

Surround Sound

Sejarah Surround Audio Surround Pada Film Awalnya surround digunakan untuk membenamkan efek pantulan suara di bioskop. Surround pertama kali dibuat oleh Walt Disney pada tahun 1940-an saat studio film Fantasia masih dalam perkembangan. Dengan metode multiple microphone stereo recording yang dikenal dengan nama fantasound teknologi. Fantasound teknologi mengkreasi medan suara surround menjadi: kiri depan, tengah depan, kanan depan, kiri belakang, kanan belakang. Suara utama disatukan pada tiga kanal depan, kedua kanal belakang direkam pada pita terpisah dan dikontrol terpisah pada saat diperlukan. Pada tahun 1950-an muncul format multiple cahannel stereo oleh widescreen yaitu Cinerama dengan tujuh kanal surround pada tahun 1952-an dan Cinemascope dengan empat kanal surround pada tahun 1953-an. Surround sound lenyap pada akhir 1950-an karena mahalnya biaya pembuatan dan peralatan. Surround sound muncul kembali pada tahun 1970-an dengan munculnya dolby stereo dibuat oleh perusahaan dolby. Dengan teknologi optical recording 4 kanal mengurangi derau sehingga lebih menjernihkan suara. Sepanjang tahun 1980-an banyak film yang menggunakan format dolby stereo. Pada tahun 1983 Lucas film memperkenalkan THX sertifikasi George yang dinamai menurut film pertama Lucas. Format THX khusus untuk audio di gedung bioskop. Pada tahun 1987 perusahaan Dolby memperkenalkan Dolby SR, surround 4 kanal yang lebih luas tanggapan frekuensinya dibandingkan Dolby stereo. Pada tahun 1992 format audio surround menjadi digital. Perusahan Dolby mengenalkan Digital Surround Sound atau dengan nama asli Dolby AC-3 kependekan dari audio coding 3. Sistem ini tetep menggunakan mengkode informasi audio lewat optikal track film. Dolby digital mengenalkan berbagai macam konfigurasi dalam 5.1. Pada tahun 1993 perusahaan Digital Theater System memperkenalkan teknologi audio surround dengan nama DTS. Seperti Dolby digital DTS adalah 5.1 sistem kanal. Perusahaan ketiga yang mengembangkan audio surround adalah Sony dengan teknologi Sony Dinamic Digital Sound (SDDS). SDDS adalah optikal sistem dengan 7.1 sistem kanal. Pada 1999 perusahaan Dolby mengenalkan Dolby Digital Surround EX dengan 6.1 kanal optikal. Audio Surround Pada Rumah Teknologi audio kanal banyak hanya baru-baru ini diperluas untuk mengakomodasi audio surround di bioskop. Awal audio direproduksi dengan bentuk monophonic. Industri-industri audio berlomba-lomba mengadakan percobaan dengan kanal banyak yang dimulai dengan stereo pada tahun 1930-an. Eksperimen stereo ini dengan cara menata banyak mikrophon menyebar didepan musisi atau pembicara. Kemudian ditemukan reproduksi dengan hanya dua pembicara dengan banyak mikrophon itu. Pada tahun 1950-an dan 1960-an ditemukan system audio multi kanal dikenal dengan two channel system stereophonic. Stereo dua kanal dikenalkan dan dilegalitaskan pada tahun 1958 dan pada awal tahun 1960-an. Pada tahun 1970-an muncul sistem quadraphonic diawali oleh perusahaan JVC pada tahun 1971 dengan nama CD-4 dengan 4 kanal keluaran. Pada tahun 1972 dikenalkan SQ dan Q system oleh CBS dan SANSUI dan pada tahun 1970 Quad 8 format RCAS diluncurkan dengan 8 track operator kaset. Pada tahun 1982 perusahaan Dolby memperkenalkan dolby surround yang dirancang untuk pertunjukan film di dalam rumah. Pada 1987 muncul Dolby Prologic. Kemudian theater digital muncul pada 1995 dengan dibuatnya dolby digital dengan 5.1 kanal output. Bersaing dengan Dolby digital, format DTS dari perusahaan Digital Theater System diluncurkan untuk versi theter rumah pada tahun 1996. Pada era milenium semakin banyak format surround dengan diluncurkanya Dolby digital EX dengan 6.1 kanal, DTS-ES dengan 6.1 kanal dan 7.1 kanal kemudian Dolby Prologic II dengan input dari dua kanal menjadi 6.1 kanal. Dolby Prologic Dolby Prologic merupakan audio surround buatan perusahaan Dolby yang dikenalkan pada tahun 1987. Keistimewaan dari surround ini adalah adanya Dolby Prologic Adaptive Matrix sebagai pemroses dominasi dari arah sumber bunyi, sehingga menjadikan arah atau letak posisi pada gambar yang dilihat akan sama dengan suara yang didengar. Keberhasilan menciptakan keadaan 3 dimensi ini menjadikan Dolby Prologic sebagai pionir format audio surround digital saat ini. Konsep Aktif Memperluas Pengarahan Sinyal Permasalahan Dengan Jalannya Penguatan

Jalur suara jarang sekali disusun satu pada elemen suara yang dipisahkan. Permasalahan yang terjadi bagaimana dekoder bekerja saat dialog bercampur bersama dengan musik beralatar belakang stereo. Musik akan terdengar dari speaker kiri dan kanan dan dialog dari tengah speaker. Pada dekoder pasif dialog datang dari tengah, dengan kebocoran dialog ke kiri dan kanan. Musik stereo datang dari kiri dan kanan, dengan kebocoran musik di tengah ( L+R ) dan dalam surround ( L R ). Karena dialog adalah dominan dalam pencampuran, hal ini mengontrol kontak perjalaanan yang diperoleh, untuk mengurangi kebocoran dialog dalam output kiri dan kanan. Tapi tindakan ini juga memotong musik stereo, hanya meninggalkan jumlah nonaural dalam kanal tengah dan perbedaan sinyal dalam saluran surround. Saat dialog berhenti kontak kontrol kembali diperoleh dalam output saluran kiri dan kanan. Saat dialog berjalan, musik kebanyakan telah dihilangkan. Tidak hanya ini tapi dipertimbangkan juga selama peralihan saat dialog mulai dan berhenti: musik datang dari speaker kiri dan kanan mati kemudian menyala lagi. Hal ini dapat didengar dihasilkan dari pemancingan suara yang bukan dominan (musik) dalam merespons suara domianan (dialog). ProLogic Adaptiv Matrix

Adaptiv matrix adalah jantung dari surround prologic. Input kanal utama adalah Lt dan Rt akan menghasilkan 4 isyarat resultan ( L, R, C, S ). Prologic bekerja terus-menerus untuk memonitor sinyal pengkodean suara, mengevaluasi medan dengar dominan dan peningkatan pengarahan yang sama dan sebanding dengan yang dominan. Adaptiv matrix bekerja pada dua jalur paralel yaitu: jalur audio langsung (L dan R input berjalan lurus menuju kombinasi jaringan) dan suatu jalur kendali kompleks. Kebanyakan dekoder elektronik digunakan untuk kondisi dan menganalisa input sinyal dibandingkan dengan proses audio itu sendiri. Langkah pertama pemrosesan mengkondisikan sinyal input untuk mencegah kesalahan dekoder dengan menggunakan filter bandpass menyaring sinyal Lt dan Rt untuk membuang sinyal frekuensi rendah yang kuat yang tidak memberikan isyarat direksional dan untuk membuang frekuensi tinggi yang tidak membawa karakteristik fasa dan amplitudo. Langkah berikutnya menentukan besar dari dua orthogonal kanal pasangan dengan rangkaian full wave pertama yang menyearahkan tiap-tiap sinyal dan menghasilkan tegangan DC untuk dikonversi ke bentuk logaritmis dan akhirnya membawa tiap perbedaannya. Dua isyarat kendali individu akan menghadirkan dominan dari sudut kiri atau kanan dan yang lain adalah sudut depan atau belakang. Dua tegangan kendali ini berpolaritas rangkap atau dua kutub. Sebagai contoh menakala tegangan kanan atau kiri berubah naik maka dominasi ke kiri dan manakala tegangan kanan atau kiri berubah turun dominasi ke kanan. Pada point tengah tidak ada dominasi. Masing-masing tegangan kendali dievaluasi secara kontinyu untuk menentukan jika dominasi relatifnya melebihi suatu ambang nilai pada rangkaian treshold swiches. Jika rangkaian ini bekerja maka tombol sirkuit kendali berpindah ke mode cepat. Rangkaian polarity spitter memecah isyarat bipolar dominasi kedalam bentuk kontrol tegangan unipolar yaitu : EL, ER, EC dan ES. Tegangan unipolar ini akan mengahadirkan soundtrack dominan dalam terminologi elektrik mewujudkan kekayaan psikoakustik, maka siap untuk diaplikasikan ke rangkaian pembatalan sinyal dan VCA (voltage controlled automatic). Konsep dari pembatalan sinyal yaitu dengan membalik sinyal dari VCA dan menambahkannya pada sinyal utama. Dari dua saluran masukan (Lt dan Rt) dan empat kendali tegangan, delapan VCA digunakan untuk menghasilkan delapan variabel sub terms. Ketika ditambahkan dengan masukan Lt dan Rt sepuluh terminologi individu menjadi pembangun pengkode sinyal output. Porsi dari sepuluh terminologi ditambahkan atau dikurangi dengan suatu faktor penimbang yang ditentukan di kombinasi jaringan. Pemilihan yang penting dan polaritas 40 komponen penjumlah memberi peningakatan direksional yang diinginkan dan mengembalikan sinyal tak dominan.