Anda di halaman 1dari 10

Morfologi Ikan Ikan, didefinisikan.

secara umum sebagai hewan yang hidup di air, bertulang belakang, poikiloterm, bergerak dengan menggunakan ship, bernafas dengan insang, dan memiliki gurat sisi (linea lateralis) sebagai organ keseimbangannya. Bagian tubuh ikan mulai dari anterior sampai posterior berturut turut adalah : 1) Kepala (caput) : bagian tubuh mulai dari ujung mulut sampai nnbagian belakang operculum. 2) Tubuh (truncus) : bagian tubuh mulai dari Batas akhir operculum nnsampai anus 3) Ekor (cauda) : dari anus sampai bagian ujung sirip ekor\\

BENTUK TUBUH Kebanyakan ikan memiliki bentuk tubuh streamline dimana tubuh bagian anterior dan posterior mengerucut dan bila dilihat secara transversal, penampang tubuh seperti tetesan air. Penampang tubuh tersebut akan memberikan kemudahan ikan dalam menembus air sebagai media hidup. Bentuk tubuh tersebut biasanya dikatakan sebagai bentuk tubuh ideal (fusiform). Penampang tubuh ideal tersebut ditunjukkan pada Gambar di bawah ini. Secara umum, bentuk tubuh ikan terbagi atas enam jenis yang terdiri dari : 1. Datar (flat/depressed)

Contoh : pari (Dasyatis sp), ikan sebelah (Pseudopleuronectes americanus) 2. Ideal (Fusiform, streamline) Contoh : hiu (Carcharinus leucas), salmon, barracuda, tuna 3. Eel-like (elongated) Contoh : lele (Clarias bathracus), Lamprey 4. Pipih (ke bawah = depressed dan ke samping = compressed) Contoh : angel fish, butterfly fire 5. Bulat (rounded) Contoh : buntal 6. Pita (ribbon) Contoh : layur LETAK MULUT (cavum oris) Mulut pada ikan memiliki berbagai bentuk dan posisi yang tergantung dari kebiasaan makan dan kesukaan pada makanannya (feeding dan foot habits). Perbedaan bentuk dan posisi mulut ini juga kadang diikuti dengan keberadaan gigi dan perbedaan bentuk gigi pada ikan. Bentuk mulut pada ikan dapat digolongkan dalam : 1. Mulut terminal, yaitu posisi mulut berada di bagian ujung kepala 2. Mulut inferior, yaitu posisi mulut berada di bagian agak bawah ujung kepala 3. Mulut superior, yaitu posisi mulut berada di bagian agak atas ujung kepala

ORGAN GERAK (SIRIP) Ikan seperti pada hewan lain, melakukan gerakan dengan dukungan alat gerak. Pada ikan, alat gerak yang utama dalam melakukan manuver di dalam air adalah sirip. Sirip ikan juga dapat digunakan sebagai sumber data untuk identifikasi karena setiap sirip suatu spesies ikan memiliki jumlah yang berbeda dan hal ini disebabkan oleh evolusi. Sirip pada ikan terdiri dari beberapa bagian yang dinamakan sesuai dengan letak sirip tersebut berada pada tubuh ikan, yaitu : 1. Pinna dorsalis (dorsal fin) Adalah sirip yang berada di bagian dorsal tubuh ikan dan berfungsi dalam stabilitas ikan ketika berenang. Bersama-sama dengan pinna analis membantu ikan untuk bergerak memutar. 1. Pinna pectoralis (pectoral fin) Adalah sirip yang terletak di posterior operculum atau pada pertengahan tinggi pada kedua sisi tubuh ikan. Fungsi sirip ini adalah untuk pergerakan maju, ke samping dan diam (mengerem). 2. Pinna ventralis (ventral fin) Adalah sirip yang berada pada bagian perut. ikan dan berfungsi dalam membantu menstabilkan ikan saat berenang. Selain itu, juga berfungsi dalam membantu untuk menetapkan posisi ikan pada suatu kedalaman. 3. Pinna analis (anal fin)Adalah sirip yang berada pada bagian ventral tubuh di daerah posterior anal. Fungsi sirip ini adalah membantu dalam stabilitas berenang ikan. 4. Pinna caudalis (caudal fin) Adalah sirip ikan yang berada di bagian posterior tubuh dan biasanya disebut sebagai ekor. Pada sebagian besar ikan, sirip ini berfungsi sebagai pendorong utama ketika berenang (maju) clan juga sebagai kemudi ketika bermanuver. 5. Adipose finAdalah sirip yang keberadaannya tidak pada semua jenis ikan. Letak sirip ini adalah pada dorsal tubuh, sedikit di depan pinna caudalis. Sirip ikan terdiri dari tiga jenis jari-jari sirip yang hanya sebagian atau seluruhnya dimiliki oleh spesies ikan, yaitu : 1. Jari-jari sirip keras Merupakan jari jari sirip yang tidak berbuku-buku dan keras. 2. Jari jari sirip lemah Merupakan jari jari sirip yang dapat ditekuk, lemah, dan berbukubuku.

3. Jari jari sirip lemah mengeras Merupakan jari jari sirip yang keras tetapi berbuku-buku. Penggolongan ikan juga dapat dilakukan berdasarkan tipe pinna caudalis yang dimiliki suatu jenis ikan. Tipe pinna caudalis ikan secara umum terbagi atas : 1. Protocercal Merupakan bentuk pinna caudalis yang tumpul dan simetris dimana columna vertebralis terakhir mencapai ujung ekor. 2. Diphycercal Merupakan bentuk pinna caudalis yang membulat atau meruncing, simetris dengan ruas vertebrae terakhir tidak mencapai ujung sirip. 2 Heterocercal Merupakan bentuk pinna caudalis yang simetris dengan sebagian ujung ventral lebih pendek. 3 Homocercal Merupakan bentuk pinna caudalis yang berlekuk atau tidak dan ditunjang oleh jarijari sirip ekor. GURAT SISI (linea lateralis) Linea lateralis merupakan salah satu bagian tubuh ikan yang dapat dilihat secara langsung sebagai garis yang gelap di sepanjang kedua sisi tubuh ikan mulai dari posterior operculum sampai pangkal ekor (peduncle). Pada linea lateralis terdapat lubang-lubang yang berfungsi untuk menghubungkan kondisi luar tubuh dengan sistem canal yang menampung sel-sel sensori dan pembuluh syaraf. Linea lateralis sangat penting keberadaannya sebagai organ sensori ikan yang dapat mendeteksi perubahan gelombang air dan listrik. Selain itu, linea lateralis juga juga berfungsi sebagai echo-location yang membantu ikan untuk mengidentifikasi lingkungan sekitamya.

Pada beberapa jenis ikan, termasuk golongan Characin, linea lateralis merupakan satu garis panjang yang tidak terputus. Sedangkan pada kelompok ikan Cichlidae, linea lateralis yang dimiliki merupakan garis panjang yang terputus menjadi dua dengan potongan kedua berada di bagian bawah potongan pertama. Fisiologi ikan (Pernapasan)

PERNAPASAN (RESPIRASI) Pernapasan adalah proses pengikatan oksigen dan pengeluaran karbondioksida oleh darah melalui permukaan alat pernapasan. Proses pengikatan oksigen tersebut dipengaruhi struktur alat pernapasan, juga dipengaruhi perbedaan tekanan parsial O2 antara perairan dengan darah. Perbedaan tersebut menyebabkan gas-gas berdifusi ke dalam darah atau keluar melalui alat pernapasan. Alat Pernapasan a. Insang Pada hampir semua ikan, insang merupakan komponen penting dalam pertukaran gas. Insang terbentuk dari lengkungan tulang rawan yang mengeras, dengan beberapa filamen insang di dalamnya. Tiap-tiap filamen insang terdiri atas banyak lamella yang merupakan tempat pertukaran gas. Struktur lamella terdiri atas sel-sel epitel yang tipis pada bagian luar, membran dasar, dan sel-sel tiang sebagai penyangga pada bagian dalam. Pinggiran lamella yang tidak menempel pada lengkung insang sangat tipis, ditutupi oleh epitelium dan mengandung jaringan pembuluh darah kapiler. Jumlah dan ukuran lamella sangat besar variasinya, tergantung tingkah laku ikan. Berikut adalah gambar ilustrasi insang.

b. Paru-paru Paru-paru merupakan derivat gelembung renang. Pada ikan paru Australia Neocaratodus, paru-paru terletak di sebelah atas saluran pencernaan tetapi duktus pneumatikusnya terbuka ke arah bagian bawah dinding lambung. Sebaliknya, ikan paru Afrika Protopterus , sepasang paru-parunya terletak di sebelah bawah saluran pencernaan. Baik ikan paru Australia maupun Afrika memiliki keharusan menghirup oksigen dari udara. Karena itu, jenis ikan ini mempunyai kemampuan untuk beradaptasi pada kondisi sangat kering di lingkungannya.

c. Alat Pernapasan Tambahan Selain insang atau paru-paru, beberapa jenis ikan memiliki alat pernapasan tambahan yang dapat mengambil oksigen secara langsung dari udara. Contoh alat pernapasan tambahan pada ikan:

Arborescent organ pada ikan Lele Clarias sps, merupakan insang tambahan berbentuk pohon di bagian atas lengkung insang kedua dan ketiga, berfungsi mengambil oksigen dari atas permukaan air. Kulit merupakan alat pernapasan tambahan pada ikan Blodok Periopthalmus dan Boleopthalmus, di samping itu penutup insang yang berkembang berlipat-lipat dan bagian dalamnya terdapat banyak pembuluh darah. Labirinth, merupakan alat pernapasan tambahan pada ikan Betok Anabas testudineus Ikan-ikan yang memiliki alat pernapasan tambahan mampu bertahan hidup dalam kondisi hypoxia, bahkan anoxia. Divertikula, merupakan alat pernapasan tambahan pada ikan gabus. Berikut ini merupakan ilustrasi beberapa organ respirasi tambahan:

2. Kelarutan Oksigen dalam Air


Rendahnya jumlah Oksigen dalam air menyebabkan ikan atau hewan air harus: Harus memompa sejumlah besar air ke permukaan alat respirasinya untuk mengambil O2, dan ini membutuhkan energi yang besar untuk memompa volume air yang besar Menurunkan proporsi tekanan parsial (P O2) dari total oksigen yang digerakkan dalam air. Menecegah penggunaan permukaan alat pernapasan yang sangat besar sehubungan dengan masalah osmoregulasi yang harus diatur. Kelarutan Oksigen dalam air menurun dengan meningkatnya suhu mencapai nol pada air mendidih. Kelarutan oksigen menurun dengan meningkatnya salinitas. Kelarutan oksigen pada air tawar lebih tinggi dibanding air laut pada suhu yang sama. 3. Proses Pernapasan Proses pernapasan dapat dibagi menjadi 4 tahap, yakni: Pertukaran udara melalui permukaan alat pernapasan Difusi Oksigen dan Karbonsioksida antara insang dan darah Transpor Oksigen dan Karbondioksida di dalam darah dan cairan tubuh ke dan dari sel Pengaturan pernapasan a. Pertukaran udara melalui permukaan alat pernapasan Mekanisme pernapasan elasmobransi sedikit berbeda dengan teleostei. Pada Elasmobransi, mekanisme pernapasannya melalui tiga tahap. Pertama, inspirasi yaitu mulut terbuka, rongga mulut dan faring mengembang, rongga insang berkontraksi dan celah insang menutup sehingga air masuk ke dalam rongga mulut. Kedua, masih inspirasi yaitu mulut menutup, rongga mulut berkontraksi (menyempit), rongga insang mengembang, celah insang menutup dan air bergerak dari rongga mulut ke rongga insang. Ketiga, ekspirasi yaitu mulut menutup, rongga mulut berkontraksi dan celah insang terbuka, saat itu air akan ke luar dari insang melalui celah insang. Pada Teleostei, pernapasan meliputi dua tahap. Pertama, inspirasi yaitu rongga mulut terbuka, rongga bukofaring dan rongga insang mengembang, air masuk melalui mulut. Kedua, ekspirasi yaitu mulut menutup, rongga bukofaring dan rongga insang menyempit, celah insang terbuka dan air nergerak dari rongga mulut ke rongga insang

kemudian keluar melalui celah insang. Pada saat inspirasi, oksigen berdifusi ke permukaan alat pernapasan sedangkan saat ekspirasi karbondioksida dilepaskan. Berikut ilustrasi proses pertukaran udara pada alat pernapasan ikan:

b. Difusi Oksigen dan Karbonsioksida antara insang dan darah Difusi adalah pergerakan gas dari media berkonsentrasi tinggi ke media berkonsentrasi rendah. Faktor-faktor yang mempengaruhi difusi gas: Perbedaan tekanan, bergerak dari tekanan konsentrasi tinggi ke tekanan konsentrasi rendah Daya larut gas dalam cairan, makin besar daya larut gas makin besar jumlah molekul yang tersedia untuk berdifusi pada perbedaan tekanan tertentu Luas penampang lintang cairan, makin besar luas penampang makin besar jumlah molekul yang berdifusi Jarak yang harus ditempuh oleh gas yang berdifusi, makin jauh jarak yang ditempuh maka makin besar waktu yang diperlukan molekul untuk menempuh jarak tersebut Berat molekul gas, makin besar molekul gas makin lama waktu yang dibutuhkan untuk berdifusi Suhu cairan, makin tinggi suhu difusi gas semakin cepat c. Transpor oksigen dan Karbondioksida Bila oksigen telah berdifusi dalam darah insang, oksigen tersebut ditranspor dalam gabungan dengan haemoglobin ke kapiler darah tempatnya dilepaskan untuk digunakan oleh sel. Pergerakan oksigen tersebut disebabkan adanya perbedaan tekanan dimana tekanan parsial (P O2) di dalam insang lebih besar dari P O2 kapiler darah insang sehingga oksigen akan berdifusi dari insang ke kapiler darah insang, kemudian ditranspor lagi melalui sirkulasi ke jaringan perifer. Transpor karbon dioksida tetap dapat berlangsung meskipun dalam kondisi abnormal, dan keberadaannya dalam darah erat hubungannya dengan asam basa cairan tubuh. Karbon dioksida berperan sebagai buffer bikarbonat untuk mencegah acidosis atau alkalosis. Dalam sel jaringan, karbondioksida terbentuk sebagai hasil reaksi antara oksigen dan makanan yang selanjutnya masuk ke kapiler darah dan kembali ke insang. Berikut adalah ilustrasi prose transpor karbondioksida dalam darah.

Di samping bereaksi dengan air, karbondioksida juga bereaksi dengan haemoglobin namun karbondioksida menurunkan kapasitas oksigen.

Peranan Hb 1. Penting untuk transpor oksigen ke jaringan 2. Sistem buffer oksigen, yaitu mempertahankan P O2 yang konstan dalam jaringan e. Pengaturan pernapasan Tujuan akhir dari pernapasan adalah untuk mempertahankan secara tepat konsentrasi Oksigen, Karbondioksida dan ion hidrogen dari dalam tubuh 4. Kebutuhan Oksigen Dipengaruhi oleh: Umur, Semakin tua suatu organisme laju metabolisme(kebutuhan oksigen) semakin rendah Ukuran, semakin besar organisme semakin banyak oksigen yang dibutuhkan Aktivitas, semakin aktif organisme maka kebuthan oksigen akan semakin meningkat ANATOMI DAN FISIOLOGI IKAN NILA HITAM Pencernaan secara fisik dan mekanik dimulai di bagian rongga mulut yaitu dengan berperannya gigi pada proses pemotongan dan penggerusan makanan. Pencernaan secara mekanik ini juga berlangsung di segmen lambung dan usus yaitu melalui gerakan-gerakan (kontraksi) otot pada segmen tersebut. Pencernaan secara mekanik di segmen lambung dan usus terjadi lebih efektif oleh karena adanya peran cairan digestif. Pada ikan, pencernaan secara kimiawi dimulai di bagian lambung, hal ini dikarenakan cairan digestif yang berperan dalam proses pencernaan secara kimiawi mulai dihasilkan di segmen tersebut yaitu disekresikan oleh kelenjar lambung. Pencernaan ini selanjutnya disempurnakan di segmen usus. Cairan digestif yang berperan pada proses pencernaan di segmen usus berasal dari hati, pankreas, dan dinding usus itu sendiri. Kombinasi antara aksi fisik dan kimiawi inilah yang menyebabkan perubahan makanan dari yang asalnya bersifat komplek menjadi senyawa sederhana atau yang asalanya berpartikel makro menjadi partikel mikro. Bentuk partikel mikro inilah makanan menjadi zat terlarut yang memungkinkan dapat diserap oleh dinding usus yang selanjutnya diedarkan ke seluruh tubuh. . Anatomi dan Fisiologi Ikan nila DEFINISI IKAN (PISCES) Bertulang belakang (termasuk vertebrata), habitatnya perairan, bernapas dengan insang (terutama), bergerak dan menjaga keseimbangan tubunya menggunakan siripsirip, bersifat poikilotermal. MORFOLOGI (Bentuk Tubuh) IKAN Bervariasi sekali, tetapi morfologi dasarnya adalah terdiri dari gambar 1, gambar 2.a kepala, badan, dan ekorbentuk umum : bilateral simetri, dan gambar 2.b nonsimetri ikan nil ( Oreochromis niloticus )

Kerajaan: Animalia Filum: Kelas: Ordo: Chordata Actinopterygii Perciformes

Famili: Genus:

Cichlidae Oreochromis

Spesies: O. niloticus

ANATOMI Ada 10 sistem anatomi pada tubuh ikan : 1. Sistem penutup tubuh (kulit) : antara lain sisik, kelenjar racun, kelenjar lendir, dan sumber-sumber pewarnaan. 2. Sistem otot (urat daging): penggerak tubuh, sirip-sirip, insang - organ listrik 3. Sistem rangka (tulang) : tempat melekatnya otot; pelindung organ-organ dalam dan penegak tubuh 4. Sistem pernapasan (respirasi): organnya terutama insang; ada organ-organ tambahan 5. Sistem peredaran darah (sirkulasi) : organnya jantung dan sel-sel darah - mengedarkan O2, nutrisi, dsb 6. Sistem pencernaan : organnya saluran pencernaan dari mulut anus 7. Sistem saraf : organnya otak dan saraf-saraf tepi 8. Sistem hormon : kelenjar-kelenjar hormon; untuk pertumbuhan, reproduksi, dsb 9. Sistem ekskresi dan osmoregulasi : organnya terutama ginjal 10. Sistem reproduksi dan embriologi : organnya gonad jantan dan betina Ada hubungan yg sangat erat antara ke-10 sistem anatomi tersebut, misalnya : - sistem urat daging dan sistem rangka mempengaruhi bentuk tubuh menentukan cara bergeraknya - sistem pernafasan dan peredaran darahO2 dari perairan ditangkap oleh darah, dipertukarkan dg COdibawa ke seluruh tubuh melalui darah2

1. B S Ikan mempunyai variasi antara lain dalam hal bentuk, ekologi, habitat, keragaman jenis dan reproduksi 2. B S Organ pada kulit adalah sisik, kelenjar lendir, organ cahaya dan organ listrik 3. B S Fungsi pewarnaan pada tubuh ikan adalah untuk penyalamatan diri dan mencari makan 4. B S Organ cahaya pada ikan ada dua macam, yaitu simbiosis mutualistik antara ikan dengan bakteri yang mengeluarkan cahaya dan berasal dari modifikasi kelenjar lendir 5. B S Walaupun bentuk ikan bervariasi tetapi pola umumnya tetap yakni terdiri dari bagian kepala, badan, dan ekor. 6. B S Ikan selain menguntungkan bagi manusia, tetapi ada juga bahayanya misalnya ikan buas, ikan beracun dan berorgan listrik 7. B S Dalam sistem sirkulasi, jantung merupakan organ yang sangat penting karen berperan sebagai pemompa darah ke seluruh bagian tubuh dan bekerja secara otomatis di bawah kendali saraf pusat (Involunteer) 8. B S Alat pernapasan tambahan pada ikan berfungsi untuk mengambil O2 dari dalam air karena kerja insang kurang efektif 9. B S Morfologi ikan merupakan kombinasi sistem rangka dan urat daging sebagai

evolusi adaptasi ikan terhadap lingkungannya 10. B S Darah berfungsi mengangkut sari-sari makanan, hormon-hormon, antibodi dan sisa-sisa metabolisme gas-gas antara lain O2