P. 1
Jenis, Tata Cara Dan Syarat-Syarat Pendataran Tanah

Jenis, Tata Cara Dan Syarat-Syarat Pendataran Tanah

4.25

|Views: 18,408|Likes:
Keterbukaan Tata Cara Pendaftaran Hak Atas Tanah di buka disini, Bagaimana proses pengurusannya, Syarat-syarat, Jangka waktu dan biaya yang dibebankan kepada pemohon. Sayangnya dalam pelaksanaannya jauh panggang dari api. Sungguh sangat memprihatinkan.
Keterbukaan Tata Cara Pendaftaran Hak Atas Tanah di buka disini, Bagaimana proses pengurusannya, Syarat-syarat, Jangka waktu dan biaya yang dibebankan kepada pemohon. Sayangnya dalam pelaksanaannya jauh panggang dari api. Sungguh sangat memprihatinkan.

More info:

Published by: Herman Adriansyah AL Tjakraningrat on May 23, 2009
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/08/2015

pdf

text

original

Dasar Hukum:

1. UU No. 5 Tahun 1960 (UUPA).
2. UU No. 21 Tahun 1997 jis No. 20 Tahun 2000 (BPHTB).
3. PP No. 28 Tahun 1977 (Wakaf).
4. PP No. 24 Tahun 1997 (Pendaftaran Tanah).
5. Keppres no. 56 Tahun 1996.
6. Permendagri 6 Tahun 1977 (PMNA/KBPN No. 3 Tahun 1997 (Perla PP
No. 24/1997).
7. INMNA/KBPN No. 3 Tahun 1998 (Pelayanan).
8. PMNA/KBPN No. 3 Tahun 1999 (Kewenangan pemberian hak).
9. PMNA/KBPN No. 9 Tahun 1999 (Tata cara pemberian hak atas tanah).
10. Keppres No. 32 Tahun 1979.
11. SE KBPN tanggal 27-8-1991, No. 630.1-2782.
12. Surat KBPN tanggal 23-4-2004 No.500-1026-DI.
13. Surat KBPN tanggal 23-4-2004, No. 500-1020.
14. PMDN No. 3 Tahun 1979.
15. PP No. 224 Tahun 1961 dan Kep Bersama Mentanag dan Mendagri No.
SK 40/ Ka/ 1961 dan DD. 18/I/ 32.
16. Surat Depag No. Ka. 18/40/9 tanggal 16-4-1964.
17. Kepmenag/KBPN No. 11/1997.
18. Keputusan Bersama Menag dan Mendagri No. 30/Depag/65 dan
11/DDN/65.
19. Surat Menag, No. DHK/27/24, tanggal 18-5-1965.
20. Kepmendagri No. 11 Tahun 2001.
21. Keppres 42 Tahun 2002 dan SK Menkeu RI No. 350/KMK/03/1994.
22. UU No. 19 Tahun 2003.
23. PP No. 41 Tahun 2003.
24. SK Menkeu No. 89/KMK.013/1991 tgl 25-01-1991.
25. Keppres No. 42 Tahun 2002 dan SK Menkeu RI No. 350/KMK/03/
1994.
26. SK Sekjen Depkehutanan tgl 27-2- 2001 No. 27/Kpts-II/KUM/
2001.
27. UU No.32 Tahun 2004.
28. Surat KBPN tanggal 16-4-2002 No. 600-1017.

Persyaratan:

Jenis layanan2 BPN

Pustaka Pribadi Notaris/PPAT Herman ALT SH

Page 47

KETERANGAN MENGENAI PEMOHON:

Fotocopy identitas pemohon atau kuasanya (KTP, Surat Keterangan
Domisili, dan SIM) yang telah ditunjukkan aslinya dihadapan Kasubag
Tata Usaha/Petugas yang ditunjuk dari Kantor Perta-nahan
Kabupaten/Kota.

KETERANGAN MENGENAI DATA FISIK:

Kutipan Peta Bidang/Surat Ukur.

KETERANGAN MENGENAI DATA YURIDIS:

1. UNTUK TANAH YANG BERASAL DARI TANAH HAK/TELAH
TERDAFTAR/TELAH BERSERTIPIKAT
1. Foto copy Sertipikat yang dilegalisir oleh Kasubsi Pendaftaran Hak dan
Informasi Kantor Pertanahan Kabupaten/Kota.
2. Bukti perolehan atas tanah (jual beli/ pelepasan hak, hibah, tukar-
menukar, surat keterangan waris, akte pembagian hak bersama, lelang,
wasiat, putusan peng-adilan dan lain-lain).
2. UNTUK TANAH YANG BERASAL DARI TANAH NEGARA (belum
pernah dilekati suatu hak)
1. Surat Keterangan dari Kepala Desa/Lurah setempat yang isinya bukan
tanah adat (yasan), tidak masuk dalam buku c desa atau dalam peta
kretek/peta rincikan desa (untuk P. Jawa dan daerah lain yang terdapat
catatan yang lengkap tentang tanah adat/yasan).
2. Riwayat tanah/bukti perolehan tanah (hubungan hukum sebagai alas
hak) dari hunian / garapan terdahulu.
3. Surat Pernyataan Penguasaan Fisik oleh pemohon yang disaksikan oleh
2 (dua) orang saksi di kertas bermaterai secukup, yang isinya
menyatakan tanah yang dimohon dikuasai secara fisik dan tidak dalam
keadaan sengketa, apabila terdapat gugatan dari pihak lain menjadi
tanggung jawab pemohon.
3. UNTUK TANAH YANG BERASAL DARI TANAH NEGARA (Keppres
32/1979)
1. Fotocopy sertipikat/ Kartu/Akta Verponding yang dilegalisir oleh
Kantor Pertanahan/Kanwil BPN Provinsi setempat bagi bekas pemegang
hak yang secara fisik masih menguasai bidang tanah atau SKPT bagi

Jenis layanan2 BPN

Pustaka Pribadi Notaris/PPAT Herman ALT SH

Page 48

bukan pemegang hak.
2. Bukti perolehan/penyelesaian bangunan dari bekas pemegang hak (jika
ada bangunan milik bekas pemegang hak).
3. Apabila untuk tanah tersebut masih terdaftar dalam penguasaan
Pemerintah/Occupasi TNI/POLRI, diperlukan surat keterangan telah
dikeluarkan dari daftar occupasi TNI/POLRI.
4. UNTUK TANAH NEGARA YANG BERASAL DARI BEKAS HAK BARAT
1. Foto copy sertipikat yang dilegalisir oelh Kasubsi Pendaftaran Hak dan
Informasi Kantor Pertanahan Kabupaten/Kota.
2. Surat Pernyataan dari Pemohon yang berisi tentang penguasaan
fisik/pemilikan bangunan dan keadaan tidak sengketa disaksikan oleh 2
(dua) orang saksi dan dikuatkan oleh Kepala Desa/Lurah setempat di atas
kertas bermetari cukup.
3. Apabila untuk tanah tersebut masih terdaftar dalam penguasaan
Pemerintah/Occupasi TNI/POLRI, diperlukan surat keterangan telah
dikeluarkan dari daftar occupasi TNI/POLRI.
5. UNTUK TANAH YANG BERASAL DARI TANAH ADAT / YASAN /
GOGOL TETAP / SK. REDISTRIBUSI
1. Ex hak adat: Petok D/Girik/ Kekitir/ Kanomeran/Letter C Desa,
Keterangan Riwayat Tanah dari Kepala Desa/Lurah setempat.
2. SK Redistribusi yang telah dibayar lunas ganti ruginya: fotocopy SK
tersebut yang dilegalisir dari Kantor Pertanahan setempat dan Surat
Keterangan riwayat perolehan tanah dari Kepala Desa/Lurah setempat.
3. Bukti perolehan/surat pernyataan pelepasan hak dari pemegang
sebelumnya (hubungan hukum sebagai alas haknya) berupa akte otentik
PPAT atau akte dibawah tangan.
6. UNTUK TANAH YANG BERASAL DARI TANAH GOGOL BERSIFAT
TIDAK TETAP
1. Petok D/Girik/Letter C Desa (apabila yang dilampirkan foto copynya
agar dilegalisir oleh Kepala Desa/Lurah setempat).
2. Keputusan Desa / Peraturan Desa yang disetujui oleh Badan Perwakilan
Desa (BPD) yang berisi tentang persetujuan tidak keberatan, luas tanah,
letak, batas-batas dan besarnya ganti rugi yang disepakati. (apabila yang
dilampirkan foto copy-nya agar dilegalisir oleh Kepala Desa/Lurah
setempat).
3. Akte pelepasan hak yang dibuat oleh dan dihadapan Notaris/
Camat/Kepala Kantor Pertanahan setempat.
7. UNTUK TANAH YANG BERASAL DARI TANAH KAS DESA (TKD)
1. Untuk Pemerintah Kabupaten yang telah ada Perda tentang Sumber

Jenis layanan2 BPN

Pustaka Pribadi Notaris/PPAT Herman ALT SH

Page 49

Pendapatan dan Kekayaan Desa yang mengatur mengenai pelepasan/tukar
menukar TKD maka bagi desa yang sudah membentuk BPD maupun belum
mengacu pada ketentuan perda tersebut.
2. Untuk Pemerintahan Kabupaten yang belum ada Perda tentang sumber
pendapatan dan kekayaan desa:
1. Desa yang belum membentuk BPD tata cara tukar menukar / pelepasan
TKD masih berlaku ketentuan lama yaitu keputusan desa, pengesahan
Bupati dan ijin Gubernur.
2. Desa yang sudah dibentuk BPD dengan produk hukum berupa Peraturan
Desa maka diperlukan: Peraturan Desa dan Keputusan Desa.
3. Terhadap pelepasan berdasarkan ketentuan lama yang belum selesai,
mengacu pada aturan peralihan Perda Kabupaten tentang Sumber
Pendapatan dan Kekayaan Desa yang mengatur pelepasan / tukar menukar
TKD dimaksud.
4. Penetapan besarnya ganti rugi berupa uang atau tanah pengganti.
5. Berita acara serah terima tanah pengganti.
6. Akte/surat pelepasan hak atas tanah kas desa yang dibuat dihadapan
Notaris / Camat / Kepala Kantor Pertanahan setempat.
7. Fotocopy petok D / girik / Letter C Desa yang dilegalisir oleh Kepala
Desa setempat (bagi yang sudah terdaftar dalam buku C Desa).
8. Fotocopy sertipikat tanah pengganti atas nama Pemerintah Desa yang
bersangkutan (jika perolehannya berasal dari tukar menukar).
8. UNTUK TANAH YANG BERASAL DARI ASSET PEMERINTAH
DAERAH (PROPINSI / KABUPATEN / KOTA)
1. Persetujuan dari DPRD
2. Keputusan Kepala Daerah tentang per-alihan/pelepasan asset
tersebut.
3. Perjanjian antara Pemerintah Daerah dengan pihak ketiga.
4. Perbuatan hukum pelepasan hak atas tanah yang dilakukan dihadapan
pejabat yang berwenang.
5. Bukti sertipikat tanah pengganti (jika perolehannya berasal dari tukar
menukar).
9. UNTUK TANAH YANG BERASAL DARI ASSET INSTANSI
PEMERINTAH PUSAT (DEPARTEMEN/LPND)
1. SK. Pelepasan asset dari instansi tersebut.
2. Surat Persetujuan Menteri Keuangan.
3. Berita Acara pelepasan hak.
4. Bukti sertipikat tanah pengganti (jika perolehannya berasal dari tukar
menukar).

Jenis layanan2 BPN

Pustaka Pribadi Notaris/PPAT Herman ALT SH

Page 50

10. UNTUK TANAH YANG BERASAL DARI ASSET BUMN
1. Persetujuan Menteri BUMN/ Menteri Keuangan.
2. Sertipikat sepanjang sudah terdaftar.
3. Berita acara pelepasan hak.
4. Bukti sertipikat tanah pengganti (jika perolehannya berasal dari tukar
menukar, sepanjang terdapat dalam perjanjian).
11. UNTUK TANAH YANG BERASAL DARI ASSET BUMD
1. Persetujuan Gubernur/ Bupati/ Walikota.
2. Persetujuan DPRD.
3. Berita acara Pelepasan Hak/Surat Ke-putusan Pelepasan Asset.
4. Sertipikat sepanjang sudah terdaftar.
5. Bukti sertipikat tanah pengganti (jika perolehannya berasal dari tukar
menukar, sepanjang terdapat dalam perjanjian).
12. UNTUK TANAH YANG BERASAL DARI KAWASAN HUTAN
1. SK Pelepasan Kawasan Hutan dari Menteri Kehutanan
13. UNTUK TANAH YANG BERASAL DARI BKMC
1. Pelepasan Asset BKMC dari Menteri Keuangan.
2. Bukti pelunasan pembayaran tanah dan bangunan yang dimohon.

DATA PENDUKUNG

1. Surat pernyataan tidak sengketa di atas kertas bermaterai cukup.
2. Surat pernyataan tanah-tanah yang dipunyai pemohon (berisi mengenai
jumlah bidang, luas dan status tanah yang dimiliki termasuk bidang tanah
yang dimohon).
3. Surat pernyataan rencana penggunaan dan pemanfaatan tanah yang
dimohon (berisi penggunaan tanah saat ini dan rencana penggunaan dan
pemanfaatan tanah apabila akan merubah penggunaan dan pemanfaatan
tanahnya).
4. Khusus Badan Hukum Sosial dan Keagamaan diperlukan Surat
Keputusan Penunjukkan oleh Kepala BPN sebagai Badan Hukum yang boleh
mempunyai tanah dengan Hak Milik.

Biaya dan Waktu:

1. Biaya Pemeriksaan Pemeriksaan Tanah A mengacu PP No. 46/ 2002.
2. Biaya transportasi sesuai dengan Keputusan Gubernur/Bupati
/Walikota masing-masing.
3. Uang Pemasukan kepada Negara sesuai dengan PP No. 46/2002.

Jenis layanan2 BPN

Pustaka Pribadi Notaris/PPAT Herman ALT SH

Page 51

4. Besarnya BPHTB sesuai dengan UU No. 21 / 1997 jo. No. 20/ 2000.
5. Waktu: 38 hari kerja.
6. 1 (satu) hari kerja = 8 (delapan) jam.

Jenis layanan2 BPN

Pustaka Pribadi Notaris/PPAT Herman ALT SH

Page 52

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->