Anda di halaman 1dari 22

PENGARUH PEMBELAJARAN MATEMATIKA MENGGUNAKAN

MEDIA TEHNOLOGI INFORMASI MICROSOFT POWER POINT


DENGAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI IPA SMA NEGERI 01 BATU
TAHUN PELAJARAN 2007 – 2008

Disusun dalam Rangka Mengikuti


Lomba Karya Tulis Ilmiah Remaja Tigkat Nasional
Tahun 2008

Disusun Oleh
FARIZ HIDAYAT NIS. 9043
ADI WIDIA NUR F.R. NIS. 8911

Pembimbing
Drs.Moh. Qodri

SMA NEGERI 01 BATU


Jl.KH.Agus Salim No.57 Batu
Telp (0341) 591310
LEMBAR PENGESAHAN

Karya tulis dengan judul :


PENGARUH PEMBELAJARAN MATEMATIKA MENGGUNAKAN MEDIA
TEHNOLOGI INFORMASI MICROSOFT POWER POINT DENGAN HASIL
BELAJAR SISWA KELAS XI IPA SMA NEGERI 01 BATU TAHUN
PELAJARAN 2007-2008.

Disusun oleh: FARIZ HIDAYAT (NIS. 9043)


ADI WIDIA NUR F.R. (NIS. 8911)
Disusun dalam Rangka mengikuti Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional yang
Diselenggarakan oleh STT Telkom Bandung Tahun 2008.

Telah diteliti dan disyahkan untuk mengikuti lomba tersebut.


Pada tanggal :........Mei 2008.

Pembimbing
Koordinator kelompok

Drs. Moh. Qodri Fariz Hidayat


NIP.132144340 NIS.9043

Mengetahui
Kepala SMA Negeri 01 Batu,

Drs. Suprantiyo, MM.


NIP.131668215
ABSTRAKSI
Perkembangan pesat globalisasi dan mobilisasi di Indonesia tak pelak juga
mempengaruhi perkembangan dunia pendidikan. Saat ini begitu mudah kita
untuk menemukan sumber-sumber belajar dimana pun kita mau. Terutama
melalui media tehnologi informatika. Saat ini mau tidak mau pengembangan
tehnologi informatika juga mempengaruhi pengembangan di dunia pendidikan.
Salah satu media tehnologi informasi yang penting dalam pembelajaran
tersebut adalah komputer. Komputer dapat memberikan kontribusi yang sangat
maksimal dalam metode pembelajaran. Bahkan, dunia komputer semakin hari
semakin canggih, hal ini ditujukan untuk mengikuti selera pasar. Media untuk
pembelajaran dalam komputer pun sangat bermacam-macam tergantung keahlian
seorang guru untuk menggunakannya.
Di antara berbagai media yang sering dipakai adalah media "Microsoft
Power Point". Program ini memang sangat cocok untuk kegiatan belajar mengajar,
dikarenakan selain mudah program ini juga dikhususkan untuk program
presentasi. Dengan menggunakan media Power Point seorang guru jelas terbantu
dalam kegiatan belajar mengajar. Penggunaan Power Point dimaksudkan untuk
menarik minat siswa terhadap bahan pokok ajaran, dan bisa lebih paham dengan
pelajaran yang mereka terima. Dalam penelitian ini kami ingin mengetahui
apakah pembelajaran dengan menggunakan media Power Point memberikan
pengaruh terhadap hasil belajar siswa.
Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI IPA di SMA
NEGERI 01 Batu Tahun pelajaran 2007-2008. Jumlah keseluruhan siswa kelas
XI IPA ini mencapai 108 siswa. Berdasarkan populasi di atas, dalam penelitian
ini peneliti mengambil sebanyak 45% dari jumlah keseluruhan populasi.
Instrumen penelitian yang kami gunakan disini adalah dengan wawancara dan
observasi langsung.
Dari hasil wawancara peneliti terhadap 45 responden mengenai hasil belajar
mereka saat pembelajaran matematika menggunakan media Power Point, seluruh
responden atau 100% dari responden mengatakan bahwa hasil belajar mereka
sangat buruk. Mayoritas dari mereka mengatakan bahwa hasil belajar mereka
mengalami penurunan yang stagnan setelah pembelajaran mengguanakan media
Power Point.
100% dari 45 responden mengatakan sangat tidak berminat menggunakan
media Power Point saat pembelajran matematika. Hal ini dikarenakan mereka
sangat tidak memahami penjelasan dan konsep dasar pelajaran saat menggunakan
media Power Point.
Dengan hasil penelitian ini kami bergarap agar pemanfaatan media Power
Point segera di tindak lanjuti, baik dalam konteks penelitian maupun sosialisasi
kepada seluruh elemen yang ada dalam dunia pendidikan.
KATA PENGANTAR
Segala puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena
limpahan rahmat, ridho dan hidayahnya,sehingga kami dapat menyelesaiakan penelitian
ini dengan sebaik-baiknya, juga karena diberi kemudahan yang membantu kami
menyelesaikan beberapa masalah yang sempat menghambat proses penulisan karya tulis
penulis ini.
Dalam proses penulisan karya tulis ini, penulis mengucapkan terima kasih atas
segala bantuan dan dukungan, khususnya kepada:
1. Drs. Suprantiyo, MM, selaku kepala SMA Negeri 0 1 Batu,
2. Suhariyanti S. Sos, selaku Guru Pembina Kir di SMA Negeri 01 Batu,
3. Drs. Moh. Qodri, selaku pembimbing dalam penyusunan Karya Ilmiah ini,
4. dan seluruh keluarga dan teman-teman kami yang turut memberikan
dukungan.
Di dalam karya tulis ini, penulis mencoba meneliti tentang pengaruh
pembelajaran menggunakan media Power Point terhadap hasil belajar siswa khususnya
siswa kelas XI IPA di SMA NEGERI 01 Batu.
Di dalam isi karya tulis ini, penulis menyadari masih adanya kekurangan baik
dari segi isi maupun penulisan. Oleh karena itu, kritik dan saran sangat penulis
harapkan untuk kemajuan karya kami yang akan datang.

Batu, Mei 2008

Penulis
DAFTAR ISI

ABSTRAKSI………………………………………………………………………. i
KATA PENGANTAR…………………………………………………………….. ii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang…………………………………………………. 1
1.2 Rumusan Masalah……………………………………………... 2
1.3 Tujuan Penelitian………………………………………………. 2
1.4 Manfaat Penelitian…………………………………………….. 3
1.5 Batasan Masalah………………………………………………. 3

BAB II LANDASAN TEORI


2.1 Devinisi Istilah………………………………………………… 4
2.2 Pembeljaran Konvensional dan Dengan TI…………………… 5
2.3 Kriteria Keefektifan TI……………………………………….. 5

BAB III METODOLOGI PENELITIAN


3.1 Lokasi Penelitian……………………………………………… 7
3.2 Populasi dan Sampel………………………………………….. 7
3.3 Teknik Pengumpulan Data……………………………………. 7

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN


4.1 Hasil Observasi………………………………………………... 8
4.2 HasilWawancara………………………………………………. 12

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN


5.1 Kesimpulan…………………………………………………….. 13
5.2 Saran-saran…………………………………………………….. 13
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang

Perkembangan pesat globalisasi dan mobilisasi di Indonesia tak pelak juga


mempengaruhi perkembangan dunia pendidikan. Saat ini begitu mudah kita untuk
menemukan sumber-sumber belajar di mana pun kita mau. Terutama melalui media
tehnologi informatika. Saat ini mau tidak mau pengembangan tehnologi informatika juga
mempengaruhi pengembangan di dunia pendidikan.
Penggunaan media informatika pada pembelajaran di tujukan agar metode
pembelajaran lebih mudah, dan terlihat sebagai metode pembelajaran yang modem.
Selain itu juga diharapkan dari penggunaan tehnologi informatika agar sekolahsekolah
di Indonesia tidak tertinggal jauh dari sekolah-sekolah yang ada di luar negeri.
Dan mau tidak mau untuk menjadikan suatu sekolah menjadi sekolah berstandar
mandiri, syarat utamanya adalah penggunaan Kurikulum Terpadu Standar
Pembelajaran. Dalam penggunaan kurikulum tersebut salah satu elemen
penting yang dibutuhkan adalah tehnologi informatika. Penggunaan tehnologi
informatika ini merupakan syarat yang harus dipenuhi untuk menjadikian suatu sekolah
layak bergelar sekolah mandiri.
Salah satu media tehnologi informasi yang penting dalam pembelajaran tersebut
adalah komputer. Komputer dapat memberikan kontribusi yang sangat maksimal dalam
metode pembelajaran. Bahkan, dunia komputer semakin hari semakin canggih, hal ini
ditujukan untuk mengikuti selera pasar . Media untuk pembelajaran dalam komputer pun
sangat bermacam-macam tergantung keahlian seorang guru untuk menggunakannya.
Di antara berbagai media yang sering dipakai adalah media "Microsoft Power
Point". Program ini memang sangat cocok untuk kegiatan belajar mengajar, dikarenakan
selain mudah, program ini juga dikhususkan untuk program presentasi. Dengan
menggunakan media Power Point seorang guru terbantu dalam kegiatan belajar mengajar.
Penggunaan Power Point dimaksudkan untuk menarik minat siswa terhadap bahan pokok
ajaran, dan bisa lebih paham dengan pelajaran yang mereka terima.
Pelajaran yang kadang menjadi momok dalam belajar adalah pelajaran yang
bersifat eksak. Salah satu pelajaran itu adalah matematika. Pembelajaran matematika
dengan menggunakan Power Point, diharapkan siswa dapat lebih mudah untuk menguasai
matematika. Tetapi apakah tujuan yang diharapkan dengan menggunakan media Power
Point sebanding dengan hasil belajar siswa?.
Berdasarkan pemikiran di atas itulah, kami untuk melakukan suatu penelitian
dengan judul "PENGARUH PEMBELAJARAN MATEMATIKA MENGGUNAKAN
MEDIA TEHNOLOGI INFORMASI MICROSOFT POWER POINT DENGAN
HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI IPA SMA NEGERI 01 BATU TAHUN
PELAJARAN 2007-2008".

1.2 Rumusan masalah


Berdasarkan uraian di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini sebagai
berikut.
1. Bagaimana pengaruh penggunaan media tehnologi informasi Microsoft
power point dalam pembelajaran matematika.
2. Bagaimana perbandingan hasil belajar siswa yang menggunakan media
tehnologi informasi Microsof Power Point dengan tanpa menggunakan
media informasi Microsoft Power Point.
1.3 Tujuan penelitian
Adapun tujuan penelitian yang hendak dicapai adalah sebagai berikut:
1. Untuk mengetahui bagaimana pengaruh penggunaan media tehnologi
informasi Microsoft power point dalam pembelajaran matematika.
2. Untuk mengetahui bagaimana perbandingan hasil belajar siswa yang
menggunakan media tehnologi informasi Microsof Power Point dengan
tanpa menggunakan media informasi Microsoft Power Point.
1.4 Manfaat penelitian
1.Aspek teoritis
Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi pengembangan ilmu
pengetahuan dan penelitian pada lingkup dunia pendidikan.
2.Aspek praktis
- Hasil penelitian ini diharapkan dapat dipakai sebagai bahan masukan dan
altematif pemecahan masalah pada pola kegiatan pembelajaran di dunia
pendidikan.
- Kami berharap hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai masukan bagi
para guru agar lebih dapat berkreativitas pada pola pembelajarannya
khususnya guru matematika.

1.5 Batasan masalah


Dalam karya penelitian ini kami membatasi masalah sebagai berikut:
1. Mata pembelajaran yang kami jadikan objek penelitian ini adalah mata pelajaran
Matematika Kompetensi Dasar Statistika dan Kompetensi Dasar Peluang.
2. Populasi dan sampel yang digunakan adalah siswa kelas XI IPA di SMA
NEGERI Ol Batu Tahun Pelajaran 2007-2008.
BAB II
Landasan Teori
2.1 Definisi Istilah

 Tehnologi Informasi
 tehnologi yang menggabungkan komputasi (komputer) dengan jalur komunikasi
yang membawa data, suara ataupun video. (www.total.or.id)
 cabang dari teknik yang berhubungan dengan penggunaan computer dan
telekomunikasi untuk mengambil dan menyimpan serta mengirim informasi
(http://wordnet.princeton.edu)
 pengembangan, instalasi, dan implementasi dari sistem computer dan aplikasinya
(http://www.answers.com)
 subjek yang luas yang berhubungan dengan penggunaan tehnologi untuk
mengatur dan memproses informasi, khususnya pada organisasi yang besar. TI
berhubungan dengan penggunaan computer elektronik dan perangkat lunak untuk
keperluan mengubah, menyimpan, melindungi, memproses, dan mengambil
informasi. (http://en.wikipedia.org)
 Microsoft Power Point
 merupakan salah satu program aplikasi di bawah naungan Microsoft Office.
(www.total.or.id)
 Media
 sebuah alat yang mempunyai fungsi menyampaikan pesan (Bovee, 1997).
 Pembelajaran
 sebuah proses komunikasi antara pembelajar(siswa), pengajar(guru), dan bahan
ajar. (id.answer.yahoo.com)
 Matematika
 Ilmu tentang bilangan-bilangan, hubungan antara bilangan, dan prosedur
operasional yang digunakan dalam penyelesaian masalah mengenai bilangan.
(KBBI,1988:566)

2.2 Pembelajaran Konvensional dan Dengan TI


Penghambat kemajuan pendidikan di Indonesia salah satunya adalah proses KBM
yang masih konvensional yang mengandalkan tatap muka antara guru dan murid. Hal ini
di sebabkan pendidikan di Indonesia masih belum memanfaatkan TI (Tehnologi
Informasi) untuk digunakan dalam kegiatan pembelajaran sekolah-sekolah di Indonesia,
meskipun ada juga beberapa sekolah yang sudah menggunakan TI akan tetapi belum
seluruh Indonesia betul-betul memanfaatkan kecanggihannya.
Tetapi umur penggunaan TI dalam kurikulum masih dapat dihitung dengan jari,
Sehingga guru sebagai pengguna (fasilitator) dalam pembelajaran menggunakan TI harus
mengerti bagaimana cara mengajar yang baru dengan menggunakan TItersebut. Bila cara
pengajaran TI hanya dengan menuliskan apa yang dibutuhkan tanpa keterangan yang
lebih lanjut, maka hal tersebut tidak adabedanya dengan cara belajar yang konvensional.

2.3 Kriteria Keefektifan TI


De Porter mengungkapkan manusia dapat menyerap suatu materi sebanyak 70%
dari apa yang dikerjakan, 50% dari apa yang didengar dan dilihat (audio visual),
sedangkan dari yang dilihatnya hanya 30%, dari yang didengarnya hanya 20%, dan dari
yang dibaca hanya 10%.(B. De Potter, Quantum Teaching (terjemahan), Bandung: Kaifa-
Mizan, 2000)
Dalam penetapan kualitas pembelajaran dengan menggunakan e-learning(TI)
telah dikembangkan indicator-indikator instrument oleh Glassick, Huber, dan Maeroff
(2005) dari lembaga Qualitative Standards Scholarship Assessed: An Evaluation of
The Professoriate, yang meliputi: kejelasan tujuan pembelajaran, persiapan bahan
pembelajaran yang cukup, penggunaan metode yang sesuai, menghasilkan
pembelajaran yang signifikan dan positif, efektifitas dalam mempresentasikan, dan
umpan balik yang kritis dari siswa
Sedangkan untuk faktor keefektifan dalam pembelajaran, ada beberapa
kriteria untuk menilai keefektifan sebuah media. Hubbard mengusulkan sembilan
kriteria untuk menilainya (Hubbard, 1983). Kreteria pertamanya adalah biaya. Biaya
memang harus dinilai dengan hasil yang akan dicapai dengan penggunaan media itu.
Kriteria lainnya adalah ketersedian fasilitas pendukung seperti listrik, kecocokan
dengan ukuran kelas, keringkasan, kemampuan untuk dirubah, waktu dan tenaga
penyiapan, pengaruh yang ditimbulkan, kerumitan dan yang terakhir adalah
kegunaan. Semakin banyak tujuan pembelajaran yang bisa dibantu dengan sebuah
media semakin baiklah media itu.

Kriteria di atas lebih diperuntukkan bagi media konvensional. Thorn mengajukan


enam kriteria untuk menilai multimedia interaktif (Thorn, 1995). Kriteria penilaian yang
pertama adalah kemudahan navigasi. Sebuah program harus dirancang sesederhana
mungkin sehingga pengguna tidak perlu belajar komputer secara detail terlebih dahulu.

Kriteria yang kedua adalah kandungan kognisi, dan kriteria yang ketiga adalah
pengetahuan dan presentasi informasi. Kedua kriteria ini adalah untuk menilai isi dari
program itu sendiri, apakah program telah memenuhi kebutuhan pembelajaran siswa atau
belum. Kriteria keempat adalah integrasi media di mana media harus mengintegrasikan
aspek dan ketrampilan bahasa yang harus dipelajari.

Untuk menarik minat belajar siswa, program harus mempunyai tampilan yang
artistik maka estetika(keindahan) juga merupakan sebuah kriteria. Kriteria penilaian yang
terakhir adalah fungsi secara keseluruhan. Program yang dikembangkan harus
memberikan pembelajaran yang diinginkan oleh siswa. Sehingga pada waktu seseorang
selesai menjalankan sebuah program dia akan merasa telah belajar sesuatu.
BAB III
METODOLOGI PENILITIAN

3.1 Lokasi Penelitian


Penelitian dilakukan di SMA Negeri 01 Batu, Kota Batu, Jawa Timur.
3.2 Populasi dan Sampel
1. Populasi penelitian
Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI IPA di SMA NEGERI 01 Batu.
Jurnlah keseluruhan siswa kelas XI IPA Tahun Pelajaran 2007-2008, sebanyak 108
siswa.
2. Sampel penelitian
Berdasarkan populasi di atas, dalam penelitian ini peneliti mengambil sebanyak
45%, dengan asumsi sudah mewakili dari keseluruhan populasi yaitu 1:3.. Dengan
rincian, jumlah kelas XI IPA di SMA NEGERI 01 Batu Tahun Pelajaran 2007-2008,
berjumlah 3 kelas, maka peneliti mengambil sampel 15 siswa di setiap kelasnya. Hal
ini kami lakukan untuk mempermudah peneliti dalam melakukan perhitungan.
3.3 Teknik Pengumpulan Data
Data penelitian ini diperoleh melalui:
1. Studi Pustaka
Studi pustaka merupakan suatu kegiatan dan pemilihan secara teratur dengan cara
menggunakan bahan-bahan dokumentasi seperti buku,majalah, surat kabar, clan lain-lain
(Fathoni, 2004:12).
2. Wawancara
Wawancara adalah proses memperoleh keterangan untuk tujuan penelitian dengan cara
tanya jawab secara langsung antara si penanya yang disebut pewawancara dengan si penjawab
yang disebut responden atau informan (M.Sitorus, 2003:36).
Pada dasarnya wawancara dalam penelitian merupakan suatu kegiatan untuk
memperoleh informasi atau data dengan cara bertanya langsung kepada responden. Wawancara
dilakukan dengan cara komunikasi tatao muka, namun berbeda dengan seperi biasa ilakukan
setiap hari (Tim Sosiologi, 2000:121).
3. Pengamatan / Observasi
Pengamatan adalah peninjauan secara cermat (KBBI, 1993:623). Pengamatan
dilakukan terhadap kultur-kultur masyarakat sekitiar dan aktivitas-aktivitas anak laki-laki dan
perempuan.
Pada dasarnya observasi adalah cara mengumpulkan data melalui pengamatan indrawi
dengan melakukan pencatatan terhadap gejala-gejala yang terjadi pada objek penelitian secara
langsung di tempat penelitian (M. Sitorus, 2003:36).
BAB IV
HASIL PENELITIAN dan PEMBAHASAN

4.1 Hasil Pembahasan


Data pengamatan hasil belajar siswa kelas XI IPA 1 dengan pembelajaran
matematika tanpa menggunkana media Power Point.
No Nama Nilai
1 Abdillah 90
2 Achmad Yudi 85
3 Adi W. 85
4 Afifa 80
5 Agung 95
6 Aisiah 80
7 Alan 90
8 Amanda 85
9 Anton 90
10 Ardiana 100
11 Ariani 85
12 Bregas 100
13 Chyntya 95
14 Devi 90
15 Diah 70
16 Diah Anggun 80
17 Dian 85
18 Dimas 100
19 Dyah Ayu 90
20 Fadhila 85
21 Fandy 85
22 Fariz 95
23 Finy 90
24 Fitry 85
25 Hasma 85
26 Inggrid 90
27 Karnia 85
28 Mita 75
29 Moch.lfan 85
30 Narendra 75
31 Radhitio 90
32 Reni 75
33 Rizky 90
34 Wahyu Adrianto 85
35 Wahyu Mulya 80
36 Warda 80
37 Winda 80
38 Yulinar 95
Rata-rata 86,44737

Dari data diatas dapat dikatakan bahwa siswa-siswi kelas XI IPA I di SMA NEGERI
01 Batu mempeoleh hasil belajar yang maksimal saat pembelajaran matematika KD
Statistika. Bahkan dari keseluruhan kelas ratarata kelas XI IPA I termasuk memiliki
nilai rata-rata yang tertinggi di banding dua kelas XI ipa lainnya yang tidak
mampu mencapai rata-rata 85. dan juga dengan pembelajaran tanpa menggunakan
media Power point seluruh siswa kelas XI IPA I nilainya tidak ada yang di bawah
SKM atau Standar Ketuntasan Minimum.
Dan berikut ini adalah data hash belajar siswa kelas XI IPA !, saat pembelajaran
Matematika menggunakan Media Power Point.
No Nama Nilai
1 Abdillah 45
2 Achmad Yudi 65
3 Adi W. 65
4 Afifa 45
5 Agung 80
6 Aisiah 80
7 Alan 65
8 Amanda 50
9 Anton 70
10 Ardiana 55
11 Ariani 50
12 Bregas 45
13 Chyntya 90
14 Devi 50
15 Diah 60
16 Diah Anggun 55
17 Dian 60
18 Dimas 60
19 Dyah Ayu 45
20 Fadhila 50
21 Fandy 50
22 Fariz 65
23 Finy 60
24 Fitry 60
25 Hasma 50
26 I nggrid 55
27 Karnia 55
28 Mita 45
29 Moch.lfan 50
30 Narendra 40
31 Radhitio 55
32 Reni 60
33 Rizky 55
34 Wahyu Adrianto 50
35 Wahyu Mulya 55
36 Warda 60
37 Winda 60
38 Yulinar 55
Rata-rata 57

Tabel hasil belajar siswa saat pembelajaran menggunakan media Power Point
menunjukkan bahwa rata-rata kelas XI IPA I hanya mencapai angka 57. angka ini
mengalami penurunan yang stagnan daripada saat pembelajaran tanpa menggunakan
media Power Point. Hal yang sama juga terjadi di dua kelas IPA lainnya, rata-rata terbaik
dipegang oleh kelas XI IPA 1 ini.
Dari hasil diatas, walaupun peneliti hanya mengambil objek di kelas XI IPA 1,
namun hal ini sudah dapat membuktikan bahwa penggunaan media Power Point
sangat berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. Namun, pengaruh dari media Power Point
ini merupakan pengaruh.
Saat pembelajaran matematika KD statistika tanpa menggunakan media Power
Point rata-rata masing-masing kelas XI IPA mampu mencapai angka 80 dan untuk
ketuntasan siswa lebih dari 90%. Namun, sebaliknya saat KD peluang menggunakan
media Power Point, rata-rata ketiga kelas XI IPA tersebut tidak dapat mencapai angka
65. dan ketuntasan siswa tdak sampai 50%.

4.2 Hasil Wawancara


1. Pengaruh media Power Point terhadap hasil belajar siswa.
Dari hasil wawancara peneliti terhadap 45 responden mengenai hasil belajar
mereka saat pembelajaran matematika menggunakan media Power Point, seluruh
responden atau 100% dari responden mengatakan bahwa hasil belajar mereka sangat
buruk. Mayoritas dari mereka mengatakan bahwa hasil belajar mereka mengalami
penurunan yang stagnan setelah pembelajaran mengguanakan media Power Point.
Kesimpulan hasil wawancara peneliti dapatkan bahwa mereka kurang
mengerti saat pembelajaran menggunakan media Power Point, mereka lebih senagn
saat pembelajaran menggunakan alat biasa seperti papan tulis, karena mereka dapat
lebih memahami konsep dasar pelajaran tersebut.

2. Minat siswa kelas XI IPA terhadap media Power Point


Hasil wawancara mengenai minat siswa terhadap pembelajaran menggunakan
media Power Point, sebanding dengan hasil belajar siswa. Yakni, 100% dari 45
responden mengatakan sangat tidak berminat menggunakan media Power Point saat
pembelajran matematika. Hal ini dikarenakan mereka sangat tidak
memahamipenjelasan clan konsep dasar pelajaran saat menggunakan media Power
Point.

3. Penyebab menurunnya hasil belajar siswa


Wawancara ini peneliti lakukan untuk mengetahui mengapa saat menggunakan
media power point hasil belajar mereka mengalami penurunan.
Dari hasil wawancara peneliti dapatkan beberapa faktor atau
penyebab kurangnya hasil belajar siswa saat menggunakan media Power Point.
Yakni:
a.Adanya miskonsepsi siswa dengan pelajaran tersebut.
b.Kurangnya keaktifan guru saat pembelajaran menggunakan Power Point.
c.Penjelasan menggunakan Power Point terlalu cepat dibanding dengan menggunakan
papan tulis.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan
Dari hasil wawancara maupun observasi yang peneliti lakukan mendapatkan
kesimpulan sebagai berikut:
1. Saat pembelajaran matematika tanpa menggunakan media Power Point rata-rata
hasil belajar seluruh kelas XI IPA mampu mencapai angka 85.
2. Saat pembelajaran menggunakan media Power Point rata-rata hasil belajar seluruh
kelas XI IPA tidak mampu mencapai SKM atau Standar Ketuntasan Minimum yakni
65.
3. Jadi, pembelajaran matematika menggunakan media Power Point mempunyai pengaruh
yang negatif terhadap hasil belajar siswa.
4. Penelitian dengan teknik wawncara dari sampel yang di teliti 100% mengatakan tidak
berminat untuk pembelajaran menggunakan media Power Point.
5. Pembelajaran menggunakan media Power Point sangat tidak membantu siswa untuk
lebih memahami pokok pelajaran.

5.2 Saran-Saran
Dari penelitian kami yang sangat sederhana ini kami menyarankan agar diadakan
penelitian lanjutan untuk mengetahui mengapa pembelajaran menggunakan media Power Point
memberikan pengaruh yang negatif terhadap hasil belajar siswa.
DAFTAR PUSTAKA
Hazim, Nur Kholif. 1994. Kamus Lengkap Bahasa Indonesia. Surabaya: Terbit Terang

Tim Penyusun. 1988. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Depdikbud RI

Tim Penyusun. 2006. Sosiologi untuk SMA Kelas XI. Klaten: CV VIVA PAKARINDO

Tim Penyusun 2007. Sosiologi untuk SMA Kelas XI. Klaten: CV VIVA PAKARINDO

Tim Sosiologi. 2000. Panduan Belajar Sosiologi. Jakarta: Yudistira

Tim Sosiologi. 2003. Sosiologi. Jakarta:Ghalia Indoneisa.


DAFTAR ISIAN PESERTA

Nama lengkap :Fariz Hidayat


Tempat dan Tanggal lahir :Batu, 9 Juni 1991
Jenis kelamin :Laki-laki
Nama sekolah :SMA Negeri 1 Batu
Kelas :XI – IPA 1
Alamat lengkap sekolah :Jl. KH. Agus Salim No.57 Batu
Kec. Batu
Kota Batu
Kode pos 65314
Prov. Jawa Timur
Telp. (0341)
Alamat rumah lengkap :Jl.Panglima Sudirman VI
Kec. Batu
Kota Batu
Kode pos 65311
Prov. Jawa Timur
Telp. (0341) 595302
Hobi :Sepak bola,membaca
Cita-cita pribadi :Kimiawan
Bidang ilmu yang digemari :Kimia
Nama Orang Tua :Agus P.
Pekerjaan Orang Tua :Wirswasta
Pendidikan Orang Tua :

DAFTAR ISIAN PESERTA

Nama lengkap :Adi Widia Nur F.R.


Tempat dan Tanggal lahir :Malang, 21 Mei 1991
Jenis kelamin :Laki-laki
Nama sekolah :SMA Negeri 1 Batu
Kelas :XI – IPA 1
Alamat lengkap sekolah :Jl. KH. Agus Salim No.57 Batu
Kec. Batu
Kota Batu
Kode pos
Prov. Jawa Timur
Telp. (0341)
Alamat rumah lengkap :Jl. Munif No.61
Kec. Batu
Kota Batu
Kode pos
Prov. Jawa Timur
Telp. (0341) 592358
Hobi :Membaca, main game
Cita-cita pribadi :Dokter
Bidang ilmu yang digemari :Kimia
Nama Orang Tua :Djoko Purnomo
Pekerjaan Orang Tua :PNS
Pendidikan Orang Tua :S2