Anda di halaman 1dari 20

KURIKULUM PENDIDIKAN KONSULTAN PENYAKIT TROPIK INFEKSI

I. KOMPETENSI 1. Menerapkan konsep dan prinsip ilmu kedokteran dasar dan epidemiologis dalam aplikasi klinis. 2. Menerapkan komunikasi yang efektif 3. Menerapkan konsep dasar lmu Penyakit Dalam dalam kaitannya dengan pengelolaan Penyakit Tropik dan Infeksi 4. Penatalaksanaan dan pengelolaan kasus kompleks penyakit Tropik dan Infeksi dan kaitannya dengan problem Penyakit Dalam lainnya pada individu, keluarga, dan komunitas 5. Pengelolaan kasus konsultasi dari spesialis dan subspesialis lain untuk kasus sulit Penyakit Tropik dan Infeksi 6. Ikut serta dalam pendidikan berkelanjutan, partisipasi aktif dalam organisasi Penyakit Tropik dan Infeksi dalam penelitian, kegiatan ilmiah dan publikasi. II. TUJUAN 1. Mampu mengorganisasikan pelayanan kesehatan dalam bidang subspesialisasi penyakit tropik dan infeksi 2. Mampu mengembangkan sikap inovatif, membina dan mengarahkan perkembangan Ilmu Penyakit Tropik dan Infeksi 3. Menyaring dan menerapkan teknologi kedokteran serta mampu memanfaatkan teknologi kedokteran baik untuk penyaring diagnostik dan terapi III. SASARAN 1. Memahami konsep dasar ilmu kedokteran yang berkaitan dengan ilmu Penyakit Tropik dan Infeksi: a. Respon imun pada penyakit infeksi b. Patofisiologi penyakit tropik dan infeksi c. Farmakologi klinik khususnya antimikroba d. Mikrobiologi klinik e. Parasitologi klinik f. Patologi klinik g. Farmakologi klinik h. Evidence base medicine pada penyakit infeksi i. Epidemiologi klinik global dan nasional 2. Konsep dasar ilmu Penyakit Dalam dalam kaitannya pengelolaan Penyakit Tropik dan Infeksi : a. Pendekatan klinis gejala dan sindrom penyakit infeksi

b.

c.

d.

e.

- Demam akut - Demam berkepanjangan (FUO) - Penurunan kesadaran - Diare akut - Demam dengan eksantem - Demam dengan atralgia/artritis - Limfadenopati - Syok - Ulkus, selulitis dan abses Metode diagnostik penyakit infeksi - Pengambilan sampel - Pengiriman sampel - Pemeriksaan serologi penyakit infeksi - Pemeriksaan mikrobiologi - Pemeriksaan PCR - Interpretasi hasil pemeriksaan - Evaluasi hasil pemeriksaan Penatalaksanaan dasar penyakit infeksi: - terapi cairan - nutrisi - terapi simtomatis Aplikasi klinis terapi antimikroba : - antivirus - antibiotik - antiparasitik - antijamur Pencegahan penyakit infeksi dan vaksinasi

3. Penatalaksanaan dan pengelolaan kasus kompleks penyakit tropik dan infeksi dan kaitannya dengan problem penyakit dalam a. Penatalaksanaan Penyakit Tropik: - Demam tifoid - Demam dengue/Demam berdarah dengue - Malaria - Diare akut - Leptospirosis - Filariasis b. Penatalaksanaan infeksi virus : - Herpes virus - Ebstein Barr virus - Sitomegalovirus (CMV) - Varisela - Rubella - Morbili - Influenza - HIV

c. Penatalaksanaan infeksi bakterial - Sepsis bakterial - Infeksi nosokomial Ventilator Aliran darah (infus) Infeksi kateter urin - Tuberkulosis - Tetanus d. Penatalaksanaan infeksi jamur sistemik - Kandidosis sistemik - Histoplasmosis - Kriptokokosis - Infeksi Rhizopus dan Mukor e. Penatalaksanaan infeksi parasit - Amubiasis - Toksoplamosis - Infeksi cacing f. Penatalaksanaan kasus infeksi terkait sistem - Infeksi pada diabetes melitus - Infeksi pada gagal ginjal kronik - Infeksi pada keganasan dan febil netropenia - Infeksi pada usia lanjut/geriatri - Infeksi pada sirosis hati - Infeksi pada penyakit autoimun - Infeksi pada imunokompromis dan HIV 4. Pengelolaan kasus konsultasi dari spesialis dan sub-spesialis lain untuk kasus sulit Penyakit Tropik dan Infeksi - Infeksi pada kasus bedah Profilaksis dan infeksi pasca bedah Infeksi pada trauma dan kasus ortopedi Infeksi pada luka bakar Infeksi intraabdominal Infeksi pada kasus urologi - Infeksi pada kasus obstetri - Infeksi pada kasus THT - Infeksi pada kasus mata - Infeksi pada kasus neurologi - Infeksi pada kasus dermatologi IV. SARANA 1. Pusat Pendidikan dengan basis Fakultas Kedokteran Negeri dengan fasilitas Rumah Sakit Pendidikan atau rumah sakit lain yang merupakan jejaring/mitra FKUI (RS Persahabatan dan RSPI Sulianto Saroso)

2. Fasilitas unit rawat inap, rawat jalan, ICU/ICCU dan laboratorium mikrobiologi klinik dan parasitologi. 3. Akreditasi Pusat Pendidikan akan dilakukan oleh KKI.

V. TENAGA PENGAJAR Tenaga pengajar terdiri dari dokter yang bekerja dan mendalami bidang Penyakit Tropik dan Infeksi: Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Penyakit Tropik dan Infeksi yang terakreditasi oleh PB PAPDI

VI. MATERI PENDIDIKAN 1. Pendekatan klinis gejala dan sindrom penyakit infeksi Kompetensi a. Demam akut b. Demam berkepanjangan (FUO) c. Penurunan kesadaran d. Diare akut e. Vesikel/bulae f. Ulkus, selulitis, abses g. Demam dengan Eksantem h. Demam dengan Atralgia/artritis i. Limfadenopati j. Syok k. Gagal organ multipel l. DIC C6 C6 C4 C6 C4 C4 C5 C5 C5 C5 C5 C4 A5 A5 A3 A5 A3 A3 A4 A4 A4 A4 A4 A3

Keterangan

2. Penatalaksanaan dan pengelolaan kasus kompleks penyakit Tropik dan Infeksi dan kaitannya dengan problem Penyakit Dalam Kompetensi a. Metode diagnostik penyakit infeksi - Pengambilan sampel - Pengiriman sampel - Pemeriksaan serologi penyakit infeksi - Pemeriksaan mikrobiologi - Pemeriksaan PCR - Interpretasi hasil pemeriksaan - Evaluasi hasil pemeriksaan C4 C4 C4 C4 C4 C6 C6 P4 P4 P2 P2 P1 A4 A4 A4 A4 A4 A5 A5 Keterangan

b. Penatalaksanaan dasar penyakit infeksi: - terapi cairan - nutrisi - terapi simtomatis c. Aplikasi klinis terapi antimikroba : - antivirus - antibiotik - antiparasitik - antijamur d. Pencegahan penyakit infeksi e. Vaksinasi

C4 C4 C4

P4 P4 P4

A5 A5 A3

C6 C6 C6 C6 C6 C6

P5 P5 P5 P5 P4

A5 A5 A5 A5 A4 A5

3. Penatalaksanaan dan pengeloaan kasus kompleks penyakit Tropik dan Infeksi dan kaitannya dengan problem Penyakit Dalam Kompetensi a. Penatalaksanaan Penyakit Tropik: - Demam tifoid Tanpa penyulit Tifoid Toksik Perdarahan/Perforasi Kehamilan Karier tifoid - Demam dengue - Demam berdarah dengue Tanpa penyulit Syok (Std III/IV) Perdarahan Kehamilan - Malaria Malaria tertiana Malaria tropika Tanpa penyulit Serebral malaria Gagal ginjal akut Kehamilan - Diare akut Tanpa penyulit Diare akut dg tinja berdarah Diare akut dg syok HIV Jumlah Kasus

C6 C6 C6 C6 C6 C6 C6 C6 C6 C6 C6 C6 C6 C6 C6 C6 C6 C6 C6

A5 A5 A5 A5 A5 A5 A5 A5 A5 A5 A5 A5 A5 A5 A5 A5 A5 A5 A5

20 5 1 2 1 20 20 2 2 2 10 2 2 2 2 10 5 2 5 5

- Leptospirosis - Filariasis - Hepatitis Virus Akut

C6 C6 C5

A5 A5 A5

3 2 5

b. Penatalaksanaan infeksi virus : - Herpes virus C6 - Ebstein Barr virus C6 - Sitomegalovirus (CMV) C6 Pasien HIV Pasien Transplantasi - Rubella Tanpa kehamilan C6 Kehamilan - Morbili C6 - Influenza C6 - Varisela C6 - HIV C6 Diagnosis C6 Terapi ARV Infeksi oportunistik C6 Tuberkulosis/MAC C6 Toksoplasmosis C6 Demam berkepanjangan C6 Diare kronik C6 CMV C6 Koinfeksi Hepatitis B kronik C6 Hepatitis C kronik C6 - Rabies C6 c. Penatalaksanaan infeksi bakterial - Sepsis Diagnosis Terapi antimikrobial Terapi suportif Imunoterapi - Infeksi nosokomial ventilator Diagnosis Terapi antimikrobial infeksi kateter urin Diagnosis

A5 A4 A4

5 * *

A4 A4 A4 A4 A5 A5 A5 A5 A5 A5 A5 A4 A4 A4 A4

* * *

10 10 5 3 3 5 * 3 3 *

10 C6 C6 C6 C6 A6 A6 A6 A6 5 C6 C6 C6 A6 A6 3 A6

Terapi antimikrobial infeksi aliran darah (infus) Diagnosis Terapi antimikrobial - Tuberkulosis TB paru TB ekstraparu/diseminata - Tetanus d. Penatalaksanaan infeksi jamur sistemik - Kandidosis sistemik Diagnosis Terapi empirik Terapi definitif Terapi profilaksis - Histoplasmosis Diagnosis Terapi Infeksi akut Infeksi kronik - Kriptokokosis (serebral) Diagnosis Terapi - Infeksi Rhizopus dan Mukor Diagnosis Terapi e. Parasitologi : - Toxoplasmosis Limfadenitis Kehamilan Pasien HIV - Infeksi Cacing Ascariasis Necator americanus Oxyuruis f. Penatalaksanaan kasus infeksi pada keadaan khusus - Infeksi pada diabetes melitus Ulkus diabetes ISK Pnemonia - Infeksi pada gagal ginjal kronik ISK Pnemonia

C6 C6 C6 C6 C6 C6

A6 3 A6 A6 A6 A6 A4 5 5 *

C6

A5

C6

A4

C6

A4

C6

A4

C6

A5 2 2 3 *

C6

A4

C6

A5

C6

A5

- Infeksi pada keganasan dan febril netropenia Diagnosis Terapi antimikrobial/ antifungal - Infeksi pada usia lanjut/geriatri Pnemonia ISK - Infeksi pada sirosis hati Peritonitis bakterial akut Pnemonia - Infeksi pada penyakit autoimun Infeksi pada SLE / pasien dengan terapi imunosupresif lain Pnemonia ISK - Infeksi pada imunokompromis Defisiensi imunoglobulin Netropenia Terapi imunosupresif/ Transplantasi organ HIV - Infeksi pada pengguna NAPZA Endokarditis infektif Pnemonia g. Penatalaksanaan kasus keracunan - Organophosfat - Alkohol - Benzodiazepin - Opiat - Amfetamin - Logam berat (Hg, As, Pb, Cu, Ag) h. gigitan ular

C6

A5

C6

A5

C6

A5

C6 -

A5

C6 C6 C6

A4 A5 A5

C6 C6 C6 C6 C6 C6 C6 C6 C6 -

A5 A5 A5 A4 A4 A4 A4 A4 A4 3 3 3 3 3 3 2 * *

4. Pengelolaan kasus konsultasi dari spesialis dan sub-spesialis lain untuk kasus sulit Penyakit Tropik dan Infeksi
Kompetensi a. Infeksi pada kasus bedah - Profilaksis dan infeksi pasca bedah Terapi antimikroba profilaksis pada pembedahan Terapi infeksi pasca bedah - Infeksi pada trauma dan kasus Ortopedi Terapi antimikroba pada kasus trauma Terapi antimikroba pada osteomielitis - Infeksi pada luka bakar Terapi antimikroba pada infeksi luka bakar - Infeksi intraabdominal Terapi antimikroba pada peritonitis Terapi antimikroba pada kolesisititis/kolangitis Terapi antimikroba pada abses intraabdominal - Infeksi pada kasus urologi Terapi antimikroba pada ISK komplikata Terapi antimikroba pada prostatitis Terapi antimikroba pada orkitis b. Infeksi pada kasus obstetri Terapi antimikroba pada infeksi intrapartum c. Infeksi pada kasus THT Terapi antimikroba pada Tonsilofaringitis akut Tonsilofaringitis kronik Terapi antimikroba pada Sinusitis Terapi antimikroba pada otitis media supurativa akut dan kronik d. Infeksi pada kasus mata Terapi antimikroba pada Endoftalmitis Keterangan

C6

A5

2 2

C6

A5

2 2 2

C6

A5

C6

A5

2 2 2 1

C6

A5 1 2 *

C5

A4

C5

A4

C5

A4

e. Infeksi pada kasus neurologi Terapi antimikroba pada meningitis ensefalitis f. Infeksi pada kasus dermatologi Terapi antimikroba pada Infeksi kulit dan jaringan lunak

C5

A4

2 2

C5

A4 4

VII. STRATEGI 1. Penguasaan materi pendidikan dengan cara : a. Kuliah/Simposium b. Pengelolaan pasien di poliklinik, unit rawat inap, ICU/ICCU c. Diskusi kasus dan pembacaan jurnal d. Penelitian dan publikasi No. TEMPAT WAKTU LAMA S K S 4 SKS Keseluruhan

1. 2.

Kegiatan kolegium Poliklinik


- Tropik Infeksi - Pokdiksus - RS Bethesda Tomohon

4 jam/hari

6 bulan 3 bulan

12

3.

Ruang Perawatan*
- RSCM - RS Persahabatan - RSPI Sulianti Saroso - ICU/ICCU - RS Bethesda Tomohon

4 jam/hari

12 bulan

12

4.

Departemen lain - Parasitologi


- Mikrobiologi - Good Clinical Practice - Patologi klinik

8 jam/hari
2 minggu 2 minggu 2 minggu 2 minggu 1 1 1
1

5. 6. 7.

Temu muka Jurnal Penelitian & publikasi Total

2 jam/hari 2 jam/hari 6 bulan

2 2

6 6 12 48

* termasuk menjawab konsul dan rawat bersama di bagian lain Ruang rawat RSCM (Lt. 4,5,6 Hematologi Geriatri)

10

VIII. PELAKSANAAN PENDIDIKAN I. II. III. IV. V. Modul Demam Dengue / Demam Berdarah Dengue Modul Demam Tifoid dan Diare Akut Modul Penyakit Malaria Modul Infeksi HIV Modul Penyakit Infeksi - Infeksi bakteri 1. Sepsis bakterial 2. Infeksi nosokomial a. aliran darah (infus) b. ventilator c. kateter urin 3. Tuberkulosis 4. Tetanus Infeksi jamur Infeksi parasit Infeksi terkait sistem 1. pada diabetes melitus 2. pada gagal ginjal kronik 3. pada keganasan dan febril netropenia 4. pada usia lanjut / geriatri 5. pada sirosis hati 6. pada penyakit otoimun 7. pada imunokompromis dan HIV 8. pada pengguna NAPZA Infeksi terkait organ 1. Bedah 2. Obstetri 3. THT 4. Mata 5. Neurologi 6. Dermatologi

IX. EVALUASI 1. Lokal 2. Nasional X. BUKU AJAR 1. Mansons Tropical Medicine 2. Cohens Infectious Diseases 3. Mendels Principles of Infectious Diseases 6th ed XI. JURNAL 1. Western Pacific Journal of Chemotherapy

11

2. International Journal of Infectious Diseases 3. Clinical Infectious Diseases XII. ORGANISASI 1. Western Pacific Society of Chemotherapy 2. International Society of Chemotherapy 3. International Society of Infectious Diseases

TIME TABLE
1 I 1 II III
*

2 2

3 3

4 4

5 5

6 6

7
Parasitologi

8
Mikrobiologi

9
GCP

10
PK

11 11

12 12

Kegiatan Kolegium

Infeksi khusus

7
HIV

10

DHF

TIFOID + DIARE

MALARIA *

Infeksi khusus

Penelitian

Ujian

Pendidikan dilakukan di Manado

MODUL I Demam Berdarah / Modul Demam Berdarah Dengue


Tempat Waktu Jumlah kasus Demam dengue Demam berdarah dengue Tanpa penyulit Syok (stadium III/IV) Perdarahan Kehamilan 20 kasus 20 kasus 2 kasus 2 kasus 2 kasus 2 kasus Satu kali per minggu di Divisi Tropik dan Penyakit Infeksi Senin, Pkl. 13.00-15.00 Dr. Leonard Nainggolan, SpPD, KPTI Dr. Kie Chen, SpPD, KPTI Kemampuan penguasaan teori Kemampuan praktik Kemampuan menjawab konsultasi kasus ruangan dan poliklinik Kemampuan kerjasama dengan departemen lain Ruang rawat RSCM lantai 4,5,6 Poliklinik 2 (dua) bulan, direncanakan bulan Januari dan Februari

Temu muka Waktu Narasumber Metode evaluasi

MODUL II Modul Demam Tifoid dan Diare Akut


Tempat Ruang rawat RS Persahabatan (Dahlia) Ruang rawat RSCM Lt 4,5,6

12

Poliklinik Waktu Jumlah kasus Demam tifoid: - tanpa penyulit - toksik - perforasi - kehamilan - karier - tanpa penyulit - dengan tinja berdarah - dengan syok 2 (dua) bulan 20 kasus 5 kasus 1 kasus 2 kasus 1 kasus 2 kasus 10 kasus 5 kasus 2 kasus Satu kali per minggu di Divisi Tropik dan Penyakit Infeksi Senin, Pkl. 13.00-15.00 Dr. Suhendro, SpPD, KPTI Dr. Widayat Djoko, SpPD, KPTI Kemampuan penguasaan teori Kemampuan praktik Kemampuan menjawab konsultasi kasus ruangan dan poliklinik Kemampuan kerjasama dengan departemen lain

Diare akut:

Temu muka Waktu Narasumber Metode evaluasi

Modul III Modul Penyakit Malaria


Tempat Waktu Jumlah kasus Malaria tertiana Malaria tropika Tanpa penyulit Serebral malaria Gagal ginjal akut Kehamilan Temu muka Waktu Penanggung jawab Metode evaluasi 10 kasus 2 kasus 2 kasus 2 kasus 2 kasus Ditentukan kemudian Ditentukan kemudian Dr. P.N. Harianto, SpPD, KPTI Kemampuan penguasaan teori Kemampuan praktik Kemampuan menjawab konsultasi kasus ruangan dan poliklinik Kemampuan kerjasama dengan departemen lain RS Bethesda Tomohon-Manado 1 (satu) bulan

13

Modul IV Modul Infeksi HIV


Tempat Waktu Poliklinik POKDISUS RS Sulianti Saroso 2 bulan POKDISUS 1 (satu) bulan RS Sulianti Saroso 1 (satu) bulan Infeksi HIV: Diagnosis Terapi ARV Infeksi oportunistik TB / MAC Toksoplasma FUO Diare kronis Kriptokokkus Temu muka Waktu Penanggung jawab Metode evaluasi 10 kasus 10 kasus 5 kasus 3 kasus 3 kasus 5 kasus * Satu kali per minggu Ditentukan kemudian Ditentukan kemudian Kemampuan penguasaan teori Kemampuan praktik Kemampuan menjawab konsultasi kasus ruangan dan poliklinik Kemampuan kerjasama dengan departemen lain

Jumlah kasus

Modul V Modul Penyakit Infeksi


Tempat Ruang rawat RSCM Lt. 4,5,6 dan poliklinik Ruang rawat Hematologi Ruang rawat Geriatri 7 bulan Ruang rawat RSCM 1 bulan Ruang rawat Hematologi 2 bulan Ruang rawat Geriatri 2 bulan ICU/ICCU 2 bulan Sepsis Infeksi nosokomial Tuberkulosis Tetanus Infeksi jamur sistemik Infeksi parasitologi Infeksi pada keadaan khusus Temu muka Waktu Narasumber 10 kasus 11 kasus 5 kasus * * * * Satu kali per minggu Ditentukan kemudian Prof. Herdiman T. Pohan, SpPD, KPTI Prof. Djoko Widodo, SpPD, KPTI Dr. Budi Setiawan, SpPD, KPTI

Waktu

Jumlah kasus

14

Prof. Iskandar Zulkarnaen, SpPD, KPTI Prof. R.H.H Nelwan, SpPD, KPTI Metode evaluasi Kemampuan penguasaan teori Kemampuan praktik Kemampuan menjawab konsultasi kasus ruangan dan poliklinik Kemampuan kerjasama dengan departemen lain

Departemen Lain
Tempat Mikrobiologi Parasitologi Patologi Klinik Farmakologi Klinik Masing-masing 1 bulan, dilakukan pada awal pendidikan sebelum modul I-V

Waktu Sasaran Pembelajaran Temu muka Waktu Narasumber

Ditentukan kemudian Ditentukan kemudian Mikrobiologi : dr. Yeva Rosana, SpMk Parasitologi : dr. Inge, SpPar Patologi klinik : dr. Toni Loho, SpPK Farmakologi klinik : dr. Nafrialdi, PhD Kemampuan penguasaan teori Kemampuan praktik Kemampuan menjawab konsultasi kasus ruangan dan poliklinik Kemampuan kerjasama dengan departemen lain

Metode evaluasi

15

SKEMA TATA CARA PENERIMAAN PESERTA PROGRAM PENDIDIKAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM KONSULTAN (PPDS PDK)

Calon peserta : Staf departemen IPD *

Syarat administrasi Syarat akademik

KIPD

INSTITUSI PENDIDIKAN : Seleksi akademik

Diterima / tidak

Calon peserta : RS Instansi lain

Catatan : * Staf Departemen IPD FK Institusi Pendidikan

Skema tata cara penerimaan peserta PPDS PDK adalah sebagai berikut : 1. Calon peserta, baik yang sudah diterima sebagai staf di departemen IPD pada institusi pendidikan maupun melalui RS atau instansi lain, mendaftar ke KIPD dengan mengisi formulir pendaftaran serta melengkapi persyaratan yang diperlukan (semua disusun dengan rangkap 4). 2. KIPD memeriksa seluruh berkas persyaratan. Bagi peserta yang memenuhi persyaratan administrasi dan akademik, berkasnya akan dikirim ke institusi pendidikan berikut seluruh berkas persyaratannya. 3. Seleksi akademik dilakukan di institusi pendidikan

16

4. Institusi pendidikan memberitahukan hasil seleksi akademik berikut waktu dimulainya pendidikan ke KIPD. 5. Peserta yang lulus ujian seleksi masuk akan mendapatkan Tanda Peserta Pendidikan serta logbook peserta pendidikan dari KIPD. Persyaratan : 1. Surat permohonan/lamaran calon peserta PPDS PDK dari yang bersangkutan dengan diketahui oleh atasan langsung tempat bekerja saat ini, ditujukan kepada Kolegium Ilmu Penyakit Dalam (KIPD) 2. Mengisi formulir lamaran PPDS PDK (4 rangkap) 3. Pasfoto terakhir berwarna ukuran 3 x 4 = 6 lembar 4. Materai Rp 6.000,- = 4 lembar 5. Fotokopi ijazah Dokter Spesialis Penyakit Dalam yang telah dilegalisasi oleh Fakultas Kedokteran tempat ijazah dikeluarkan 6. Fotokopi transkrip nilai akademik pendidikan Dokter Spesialis Penyakit Dalam yang telah dilegalisasi oleh Fakultas Kedokteran tempat ijazah dikeluarkan 7. Fotokopi sertifikat kompetensi Dokter Spesialis Penyakit Dalam dari KIPD 8. Surat keterangan nilai TOEFL minimal 450/IELT minimal 6 9. Surat keterangan sehat fisik dan mental dari dokter yang memiliki SIP 10. Surat keterangan pengalaman bekerja minimal 1 (satu) tahun sebagai Dokter Spesialis Penyakit Dalam dari atasan langsung 11. Fotokopi Surat Tanda Registrasi (STR) dari KKI 12. Rekomendasi dari PAPDI Cabang sesuai domisili calon peserta 13. Uang pendaftaran sebesar Rp. 1.000.000, - disetor ke Bank Mandiri Cabang RSCM No. Rek 122-00-0408012-6 a.n. Kolegium Penyakit Dalam (slip bank bukti pembayaran 1 lembar diserahkan bersamaan dengan pengambilan formulir) 14. Surat permohonan dan formulir lamaran PPDS PDK dengan lampirannya disusun menjadi 4 set sesuai dengan warnanya masing-masing, selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat KIPD Catatan : Foto dan materai ditempel pada formulir lamaran PPDS PDK serta ditandatangani Untuk pembayaran uang pendaftaran, slip bank disertakan pada saat mengambil formulir lamaran PPDS PDK

17

SKEMA TATA CARA PENILAIAN PESERTA PROGRAM PENDIDIKAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM KONSULTAN (PPDS PDK)

Setelah dinilai selesai oleh Divisi (Ka. PS) /Departemen (Ko. PS Sp II)

Tim Penilai Calon Konsultan KIPD (3 orang) : 2 (dua) orang anggota Dewan Penilai Keahlian (DPK) KIPD dari perhimpunan seminat yang bersangkutan 1(satu) orang anggota Dewan Penilaian Keahlian (DPK) KIPD dari perhimpunan seminat yang terkait Ujian Board dikoordinasi oleh KIPD bekerjasama dengan Perhimpunan Seminat : Ujian tulis Ujian Pasien

4a : setelah

BREVET (SERTIFIKAT KOMPETENSI

2 4

KIPD
3

4b :

PB PERHIMPUNAN SEMINAT

Skema tata cara penilaian peserta PPDS PDK adalah sebagai berikut : 1. Peserta PPDS PDK yang telah menyelesaikan seluruh program pendidikan, dilaporkan oleh Divisi (Ketua Program Studi) / Departemen (Koordinator Program Studi Sp II) ke KIPD untuk dapat dilakukan penilaian akhir. 2. KIPD akan memberikan formulir evaluasi yang harus diisi dan dilengkapi oleh yang bersangkutan. Setelah diisi dan dilengkapi, seluruh berkas persyaratan dikembalikan ke KIPD untuk diperiksa. 3. KIPD memeriksa seluruh berkas persyaratan penilaian sebelum diajukan ke Dewan Penilai Keahlian (DPK) KIPD. Setelah dinyatakan lengkap, berkas dikirimkan ke Dewan Penilai Keahlian (DPK) untuk mendapat penilaian kelayakan sebagai Konsultan. 4. Dalam masa peralihan, penilaian akhir peserta belum berupa ujian board, baru menilai kegiatan yang sudah dilakukan oleh peserta selama menjalani masa pendidikan.

18

5. Hasil penilaian Dewan Penilai Keahlian (DPK) akan diberitahukan ke institusi pendidikan dengan tembusan ke perhimpunan seminat. KIPD akan menerbitkan sertifikat kompetensi Spesialis Penyakit Dalam Konsultan (brevet konsultan). Persyaratan : 1. Curriculum vitae 2. Formulir Kegitan Peserta Pendidikan 3. Fotokopi semua makalah lengkap dan hasil penelitian selama menjalani pendidikan (seperti yang tertera di CV) 4. Fotokopi sertifikat-sertifikat 5. Buku catatan kegiatan pendidikan (logbook) Semua berkas persyaratan dijilid dalam satu bendel (kecuali point 5), dan dikirim ke KIPD sebanyak 5 jilid.

19

Fasilitas Pendidikan Pelaksana Program SpII Divisi Tropik dan Penyakit Infeksi FKUI / RSCM Departemen Ilmu Penyakit Dalam

1. Poliklinik a. Infeksi b. Khusus: HIV (Pokdisus, RS Sulianti Saroso) c. Geriatri 2. Ruang rawat a. Lantai 4, 5, 6 b. Hematologi untuk kasus netropenia c. Geriatri 3. Jumlah tempat tidur 4. Sarana Pendukung a. Parasitologi b. Mikrobiologi c. Patologi klinik d. Good Clinical Practice e. Pusat pendidikan jejaring 5. Jumlah kasus / pasien

20