Anda di halaman 1dari 31

Hawa Kristina 110.2003.

118

Definisi
Osteo

Myelum

Tulang Sumsum tulang

Osteomyelitis adalah infeksi pada tulang dan

medula tulang (sumsum tulang) baik karena infeksi pyogenik atau non pyogenik.

Perbandingan antara tulang sehat dan tulang yang terinfeksi

KLASIFIKASI

Hematogen Akut osteomyelitis kronik

Osteomyelitis Hematogen Akut

Osteomyelitis Hematogen Akut


Osteomyelitis Hematogen Akut adalah infeksi

tulang dan sumsum tulang akut yg disebabkan oleh bakteri pyogen dimana mikroorganisme berasal dari fokus ditempat lain (focal infection) dan beredar melalui sirkulasi darah. Sering terjadi pada tulang panjang Ditemukan pada anak-anak, jarang pd orang dewasa Umumnya terkait dengan beberapa keadaan yaitu trauma, penyakit kronik, malnutrisi, dan sistem imun yang inadekuat

Osteomyelitis Hematogen Akut


Umur
Nutrisi, lingkungan, imunisasi n adanya fokal infeksi sebelumnya

Jenis kelamin

Etiologi
Lokasi Traum a

Osteomyelitis hematogen akut disebabkan oleh:

Patologi & patogenesis


Penyebaran umum
Melalui sirkulasi darah Melalui embolus infeksi
Subperiosteal abses Selulitis Penyebaran kedalam sendi Penyebaran kemedula tulang sekitarnya

Penyebaran lokal

Infeksi

aliran drh

hiperemia , edema

& pus

embolus infeksi metafisis tlg


Berkembang biak menembus kortex & medula tlg

didaerah
mnya tekanan dlm tlg trombosis (PD tersumbat) iskemik nekrosis tlg squestrum periosteum membentuk involucrum

Demam tinggi mendadak. Edem lokal yang disertai dengan erytem dan nyeri pada penekanan

Kelelahan.

Gambaran klinis
Terbatasnya gerakan. Nafsu makan berkurang

Malaise.

Pemeriksaan penunjang
Pemerksaan fisik
Nyeri tekan Gangguan gerak sendi & gangguan akan bertambah berat bila terjadi spasme lokal

Pemeriksaan laboratorium

Px darah : Hb leukosit (30.000)& LED , px titer antibodi antistafilokokus, Px kultur darah, uji sensitivitas Px feses Px Biopsi

Pemeriksaan radiologi

Px foto polos Px USG MRI

Diagnosis
2. Pemeriksaan radiologi
Rontgen foto USG CT-scan MRI ( Magnetic Resonance Imaging) 3. Pemeriksaan laboratorium

1. Anamnesis dan Pemeriksaan Fisik yang teli

Komplikasi
septikemia

Infeksi yg bersifat metastasis


Arthritis supuratif

Gangguan pertumbuhan
Osteomyelitis kronis

Diagnosa banding
Selulitis

Arthritis supuratif akut


Demam rheumatoid Tumor ewing Penyakit gaucher Krisis sel sabit

Penatalaksanaan

Dirawat di rumah sakit

Istirahat dan pemberian analgetik serta antipiretik

Pemberian cairan intravena dan kalau perlu tranfusi darah

Istirahat lokal dengan bidai atau traksi

Pemberian antibiotic yang sesuai dengan penyebab utama, yaitu staphylococcus aureus sambil menunggu hasil biakan kuman.

Tindakan bedah dilakukan apabila setelah 2 x 24 jam pengobatan antibiotik tidak ada perbaikan klinis maupun laboratorium.

Osteomyelitis Kronik

Osteomyelitis kronis umumnya

merupakan lanjutan dari osteomyelitis akut yang tidak terdiagnosis, atau tidak diobati dengan baik. Osteomyelitis kronis dapat juga terjadi setelah fraktur terbuka atau setelah operasi pada tulang

Etiologi
Bakteri penyebab osteomyelitis

kronis terutama oleh staphylokokus aureus atau E. Colli, proteus, pseudomonas. Staphylokokus epidermidis merupakan penyebab utama osteomyelitis kronis pada operasi-operasi orthopedic yang menggunakan implant.

Gambaran klinis
Keluarnya cairan dari luka atau sinus setelah operasi, yang bersifat menahun.

Demam

Nyeri local yang hilang timbul didaerah anggota gerak tertentu

Pada Pemeriksaan Fisik : adanya sinus, fistel, atau sikatrik bekas operasi dengan nyeri tekan, mungkin dapat ditemukan sekuestrum yang menonjol keluar melalui kulit.

Biasanya terdapat riwayat fraktur terbuka atau osteomyelitis pada penderita

Patologi dan Patogenesis


Infeksi tulang dapat menyebabkan terjadinya

sekuestrum yang menghambat terjadinya resolusi dan penyembuhan spontan yang normal pada tulang. Sekustrum ini merupakan benda asing bagi tulang dan mencegah terjadinya penutupan kloaka (pada tulang) dan sinus (pada kulit) sekuetrum diselimuti oleh involucrum yang tidak dapat keluar atau dibersihkan dari medulla tulang kecuali dengan tindakan operasi. Proses selanjutnya terjadi destruksi dan sclerosis tulang yang dapat ditunjukanan melalui foto rontgen.

Laboratorium
Peningkatan LED

Leukositosis
Peningkatan titer antibody anti staphylococcus Pemeriksaan kultur dan uji sensitifitas diperlukan

untuk menentukan organisme penyebabnya

Pemeriksaan radiologis
Foto polos : ditemukan tanda-tanda porosis dan sclerosis tulang, penebalan periost, elevasi periosteum dan mungkin adanya sekuetrum

CT Scan dan MRI : bermanfaat untuk membuat rencana pengobatan serta untuk melihat sejauh mana kerusakan tulang yang terjadi.

Radiology scanning : membantu menegakkan diagnosis osteomyelitis kronis.

Diagnosis
Diagnosis osteomyelitis berdasar pada : Penemuan klinis Laboratorium Radiologi . Gold standar adalah dengan melakukan biopsi pada tulang yang terinfeksi untuk analisa histologis dan mikrobateriologis.

Osteomyelitis pada pria berusia 84 tahun, foto CT Scantampak sagital (a) dan axial (b) memperlihatkan fraktur pada tulang metatarsal dan sesamoid. Selain itu terdapat reaksi periosteal dan erosi pada caput metatarsal yang mengindikasikan adanya osteomyelitis.

Penatalaksanaan
1. Pemberian antibiotic : untuk mencegah

terjadinya penyebaran infeksi pada tulang sehat lainnya, mengontrol eksaserbasi akut
2. Tindakan opertif : dilakukan bila fase

eksaserbasi akut telah reda, setelah pemberian antibotik yang adekuat, operasi yang dilakukan bertujuan untuk mengeluarkan seluruh jaringan nekrotik, baik jaringan lunak maupun jaringan tulang (sekuestrum) sampai jaringan sehat sekitarnya.

Komplikasi
1.

2.
3. 4. 5.

Kontraktur sendi Penyakit ameloid Fraktur patologis Perubahan menjadi ganas pada jaringan epidermi Kerusakan epiphisis sehingga terjadi gangguan pertumbuhan.