Anda di halaman 1dari 8

BAB I PENDAHULUAN A.

Latar Belakang Kebutuhan bahan makanan asal hewan baik yang berasal dari daging maupun telur ayam ras semakin meningkat Hal ini karena pemenuhan gizi, khususnya protein hewani, juga semakin meningkat. Salah satu upaya untuk mencukupi kebutuhan protein hewani adalah melalui peternakan unggas, karena ternak unggas mempunyai keunggulan komparatif dibanding dengan ternak lainnya. Namun kenyataan yang ada hasil ternak unggas terutama daging masih berkualitas rendah. Pemberian pakan ayam pedaging saat ini hanyak dilakukan secara ad ibitum. Pemberian pakan dengan pola demikian akan membuat ayam makan setiap saat tanpa pernah mengalami lapar, sehingga pertumbuhan dan kandungan lemak dagingnya sangat tinggi. Pola pakan tersebut di atas sampai saat ini masih dipertahankan karena peternak selalu mengejar pertumbuhan cepat dengan waktu panen pendek dan berat badan tinggi tanpa mempedulikan kualitas daging yang dihasilkan. Pembatasan pakan dapat dilakukan dengan jalan pembatasan waktu dan jumlah pakan yang diberikan. Pembatasan pakan pada ayam dapat memperbaiki efesiensi penggunaan pakan sehingga konversi pakan menjadi lebih rendah dibandingkan dengan pemberian pakan secara ad libitum. Pembatasan pakan 515% dari pakan standar tidak akan mempengaruhi performance ayam dan tidak mengubah berat badan akhir saat pemotongan.

BAB II PEMBAHASAN A. Pengertian Pembatasan Makanan (Restricted Feeding) pada Unggas Pada dasarnya pembatasan pakan merupakan program untuk memberikan pakan pada ternak sesuai dengan kebutuhan hidup pokoknya pada umur dan periode tertentu. Program ini didasarkan kepada asumsi bahwa pemberian pakan secara terus menerus (ad libitum) merupakan kondisi buatan, sedangkan pembatasan pakan pada ayam petelur adalah upaya mengembalikan ternak pada kondisi alami (Santoso, 2008). Bila dilihat hubungan antara sekresi growth hormone (GH) dengan pembatasan waktu dan jumlah pemberian pakan ada kemungkinan untuk menghasilkan daging yang berkadar lemak rendah dan berkadar protein tinggi. Pembatasan waktu dan jumlah pemberian pakan yang tepat diharapkan terjadi peningkatan sekresi GH sehingga akan diikuti peningkatan efek metabolik pada seluruh jaringan tubuh. Efek metabolik GH meliputi peningkatan kecepatan sintesis protein di seluruh tubuh, peningkatan pangangkutan asam lemak dari jaringan lemak, peningkatan penggunaan asam lemak sebagai sumber energi dan menghemat karbohidrat. Peningkatan sekresi GH akan merangsang hepar untuk meningkatkan sekresi IGF-I. Growth hormone mengatur pertumbuhan tulang dan jaringan extraskeletal dengan mengontrol sekresi IGP-I. Insulin-like growth factor I berperan sebagai regulator pertumbuhan postnatal dengan jalan meningkatkan pertumbuhan skeletal melalui proliferasi chondrocyte dan meningkatkan pertumbuhan jaringan extraskeletal dengan jalan meningkatkan pembelahan sel dan sintesis protein.

Pembatasan pakan 5-15% dari pakan standar tidak akan mempengaruhi performa ayam dan tidak mengubah bobot hidup saat pemotongan (Washburn dan Bondari 1977), secara umum pembatasan pakan berpengaruh terhadap konsumsi, pertambahan bobot badan dan konversi pakan namun ayam broiler yang dibatasi pakannya dari umur 7-14 hari tidak jauh berbeda bobotnya pada umur 42 hari. Program pemuasaandi awal pertumbuhan menunjukkan adanya indikasi penurunan lemak karkas, memperbaiki efisiensi penggunaan pakan (Plavnik et al.,1986). Demir et al. (2004) dalam Idayat (2012) menunjukkan bahwa pembatasan waktu makan menyebabkan penurunan pertambahan bobot badan dan bobot badan di akhir periode pembatasan dan ayam broiler yang mendapat pembatasan waktu makan melalui pengosongan ransum (feed withdrawal) selama 16 jam dengan ketersediaan ransum selama 8 jam per hari dari umur 13 hingga 21 hari nyata menurunkan pertambahan bobot badan. Menurut Santoso (2001) dalam Idayat (2012) bahwa program pembatasan pakan memperbaiki konversi ransum dan menurunkan penimbunan lemak pada ayam pedaging unsex. Rincon dan Leeson (2002) dalam Idayat (2012) menunjukkan bahwa pembatasan pakan secara kuantitatif dengan cara memberikan pakan hingga 85% ad libitum dapat menurunkan proporsi bagian karkas dan lemak abdominal sehubungan dengan rendahnya tingkat konsumsi energy selama pembatasan pakan. Pendekatan pembatasan pakan melalui pembatasan waktu makan (feeding time restriction) dengan membatasi atau mengosongkan ketersedian ransum dalam rentang waktu tertentu lebih rendah dibandingkan dengan pembatasan ransum lainnya (Susbilla et al,. 2003). Pembatasan pakan 75% ad libitum dan 50 % ad libitum dengan periode

pembatasan pada umur 5, 7 dan 9 hari mempunyai nilai kecernaan nitrogen dan retensi nitrogen lebih tinggi daripada pemberian pakan ad libitum (Novele, 2009) dalam Idayat (2012). Ternak mengkonsumsi ransum untuk memenuhi kebutuhan nutrisi serta zat-zat pakan dalam tubuh. Ayam akan merasa tertekan dan menjadi stres bila suhu lingkungan tinggi, sehingga ayam akan berusaha mengeluarkan panas tubuh dengan mekanisme panting (Hamidi 2006) dalam Idayat (2012). Pertambahan berat badan diperoleh melalui penimbangan setiap akhir minggu. Menurut Zhan et al. (2007) dalam Idayat (2012), tidak ada peningkatan pertambahan bobot badan selama periode pemberian ransum ad libitum sebagai akibat dari pembatasan ransum sebelumnya. Beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya penurunan pertambahan bobot badan selama periode pembatasan waktu makan antara lain dikarenakan terbatasnya suplai nutrisi dan energi untuk menunjang pertumbuhan jaringan (Hornick et al., 2000) dalam Idayat (2012). B. Tujuan Pembatasan Makanan (Restricted Feeding) Pembatasan makanan (restricted feeding) bertujuan agar ayam tidak cepat masak dini atau cepat. Ayam tidak gemuk atau berat badan terkontrol. Cepat bertelur, telur kecil-kecil, jumlah telur sedikit dan ayam cepat berhenti bertelur. Pembatasan makanan dilakukan mulai umur 4 sampai 20 minggu. Nutrisi pakanprotein 15-16% ME 2600-2800 Kcal/kg. dengan cara mengurangi jumlah konsumsi pakan, membatasi/mengurangi 5% dari jumlah konsumsi serta mengurangi kadar protein pakan (Jamaluddin, 2011).

Strategi pemberian ransum melalui pendekatan pembatasan waktu makan di awal kehidupan ayam ras petlur dimaksudkan untuk mengoptimalkan produksi yang ekonomis dengan bobot badan normal pada umur panen (Azis et al., 2010) dalam Idayat (2012). Keunggulan penerapan pembatasan waktu makan pada ayam ras petelur di awal kehidupan ayam dapat memberikan indeks produksi lebih tinggi daripada kontrol (356,16 vs 349,17) dengan biaya ransum yang lebih rendah (3,28%) dalam produksi per kg/ekor (Azis et al., 2010) dalam Idayat (2012). Mohebodini et al. (2009) bahwa konsumsi ransum nyata menurun (14,64%) pada ayam yang diberi ransum dengan pembatasan waktu makan selama 8 jam/hari dari pukul 06:00-08:00, 12:00-14:00, 18:00-20:00 dan jam 24:00-02:00 dari umur 7 hingga 14 atau 21 hari. C. Strategi Pembatasan Makanan (Restricted Feeding) Pengurangan waktu pemberian pakan sehari Sikp a day feeding : selang sehari Never on suday : puasa pada hari minggu (Jamaluddin, 2011). Menurut Dozier et al. (2002) dalam Idayat (2012) bahwa ayam broiler yang mendapat pembatasan ransum secara berselang sehari (skip-a-day) selama 4 hari dari umur 7 hingga 14 hari memperlihatkan pertambahan bobot badan yang lebih tinggi daripada kontrol selama periode setelah pembatasa.Peternak ayam broiler menghendaki pertumbuhan yang relative cepat dengan makanan yang lebih sedikit, maksudnya jumlah ransum yang digunakan ayam mampu menunjang pertumbuhan yang cepat. Menurut pendapat Ozkan et al. (2006) dalam Idayat (2012) bahwa konversi ransum pada kelompok ayam yang mendapat pembatasan

lebih baik dibandingkan dengan ayam yang diberi ransum ad libitum selama 2 minggu periode pemulihan (umur 11 hingga 25 hari), dan secara menyeluruh dari umur 5 hingga 46 hari perlakuan pembatasan tidak terdapat perbedaan konversi ransum diantara

ransum dengan kontrol. Abidin (2003) dalam Idayat

(2012) menyatakan bahwa konversi ransum ayam broiler umur 5 minggu adalah 1,576.

BAB III PENUTUP Kesimpulan 1. Pembatasan pakan merupakan program untuk memberikan pakan pada ternak sesuai dengan kebutuhan hidup pokoknya pada umur dan periode tertentu. 2. Pembatasan makanan (restricted feeding) bertujuan agar ayam tidak cepat masak dini atau cepat. Ayam tidak gemuk atau berat badan terkontrol. Cepat bertelur, telur kecil-kecil, jumlah telur sedikit dan ayam cepat berhenti bertelur. 3. Pembatasan makanan dilakukan mulai umur 4 sampai 20 minggu. Nutrisi pakan protein 15-16% ME 2600-2800 Kcal/kg. dengan cara mengurangi jumlah konsumsi pakan, membatasi/mengurangi 5% dari jumlah konsumsi serta mengurangi kadar protein pakan

DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2008. Pembatasan Makanan pada Unggas. http://ayampedaging.blogspot.com/2008/11/kebutuhan-bahan-makananasal-hewan-baik.html. Diakses pada Februari 2013. Anonim. 2006. Pembatasan Makanan pada Unggas. http://www.poultryindonesia.com/tag/tips/page/4. Diakses pada Februari 2013. Idayat, dkk. 2012. Pengaruh Berbagai Frekuensi Pemberian Pakan Pada Pembatasan Pakan Terhadap Performans Ayam Broiler, Effect of Feeding Frequencies on Feed Restriction on Broiler Chickens Performance. Animal Agricultural Journal, Vol. 1. No. 1, 2012, p 379 388. Jamaluddi, Hardianti. 2011. Pengaturan Cahaya Pada Unggas. http://hardiantijamaluddin.blogspot.com/2011/02/tatalaksana-pengaturan-cahayapada.html. Diakses pada Februari 2013. Santoso, Urip. 2008. Aplikasi Teknologi Pembatasan Pakan Pada Industri Broiler. https://uripsantoso.wordpress.com/2008/05/03/aplikasi-teknologipembatasan-pakan-pada-industri-broiler. Diakses pada Februari 2013.