Anda di halaman 1dari 10

LAPORAN PENELITIAN

KEBERAGAMAN SUKU BANGSA WARGA SMAN 5 BEKASI

KELOMPOK : KELAS : XI IPS 3

SMAN 5 KOTA BEKASI TAHUN AJARAN 2012-2013

Penelitian Karya Ilmiah Kelompok Nama Anggota :

1. Izzat Mahmud

2. Muhammad Alif Taqhi

3. Rivy Puspita Melati

4. Rizka Azkia Falahiyati

5. Yudha Prastama Aji

KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya kepada kami sehingga kami berhasil menyelesaikan laporan penelitian karya ilmiah ini tepat pada waktunya. Laporan ini berisikan tentang informasi keberagaman warga sekolah SMAN 5 Bekasi atau yang lebih tepatnya keberagaman suku bangsa dan budaya yang melekat pada warga sekolah SMAN 5 Bekasi. Diharapkan Laporan ini dapat memberikan kita informasi yang selengkap-lengkapnya. Kami ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Marhadi selaku guru Bahasa Indonesia yang telah memberikan kesempatan kepada kami untuk melakukan penelitian karya ilmiah, serta masyarakat dan pihak-pihak yang telah membantu kami dalam pembuatan laporan ini. Akhir kata kami menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan laporan ini. Semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita. Amin.

Bekasi, 23 April 2013,

Tim Penulis

DAFTAR ISI

Halaman Judul Kata Pengantar Pendahuluan Landasan Teori Pembahasan Masalah Kesimpulan dan Saran Daftar Pustaka

. . . ... . . .

Bab 1 Pendahuluan 1.1. Latar Belakang 1.2. Masalah 1.3. Tujuan


1.3.1. 1.3.2. Mengetahui keberagaman suku bangsa dan budaya antar sesama warga sekolah SMAN 5 Bekasi. Mengetahui cara agar tidak terjadi konflik di dalam keberagaman tersebut.

1. 4. Manfaat

1.1. Latar Belakang


Indonesia tediri dari berbagai pulau yang memiliki suku bangsa dan kebudayaan adat-istiadat nya masing-masing. Hadirnya kebudayaan yang khas dari masing-masing daerah ini tentunya akan menjadi suatu efek positif dan negatifnya. Efek positifnya yaitu,negara Indonesia kaya akan budaya dan adat istiadat yang dapat menjadi harta karun negara yang sangat bepengaruh di segala aspek kehidupan. Sementara efek negatifnya adalah dengan semakin banyaknya suku bangsa, berarti semakin juga banyak perbedaan antar suku, yang dapat menyebabkan konflik, maka dari itu kami membuat laporan penelitian karya ilmiah ini untuk mempelajari lebih dalam budaya kita.

1.2. Masalah
Bagaimana keragaman suku bangsa di SMAN 5 Bekasi? Bagaimana ciri-ciri masyarakat yang terdapat banyak keberagaman suku bangsa dan kebudayaan? Apakah pernah terjadi konflik yang menyangkut keberagaman suku bangsa antar sesama? Bagaimana cara untuk menghindari konflik dan bagaimana cara untuk menyelesaikan konflik apabila sudah terjadi konflik?

1.3. Tujuan 1.3.1. Mengetahui keberagaman suku bangsa dan budaya antar warga sekolah SMAN 5 Bekasi.
Kami akan dapat dapat mengetahui mayoritas suku bangsa yang ada di
SMAN 5 Bekasi melalui survey dan wawancara secara acak ( random ) dan bagaimana perubahan budaya mereka setelah adanya keberagaman ini.

1.3.2. Mengetahui cara agar tidak terjadi konflik di dalam keberagaman tersebut.
Kami akan mengetahui bagaimana cara warga sekolah dalam menyikapi keberagaman dan perbedaan suku bangsa dan budaya ini agar dapat mencegah maupun menyelesaikan konflik yang terjadi.

1. 4. Manfaat
Mengetahui keberagaman suku bangsa dan budaya yang tesebar di warga sekolah SMAN 5 Bekasi.

Landasan Teori
Menurut buku Sosiologi yang di karang oleh Drs. Titi Priyono menjelaskan bahwa keberagaman suku bangsa dan kebudayaan merupakan identitas dan eksistensi masyarakat, yang di biasa disebut masyarakat multikultural. Istilah multikultural menunjuk kepada keadaan sebuah masyarakat yng terdiri dari atas kelompok-kelompok atau suku-suku bangsa yang berbeda kebudayaan, tetapi terikat oleh suatu kepentingan bersama yang bersifat formal. Ciri-ciri dari masyarakat multikultural yaitu mempunyai struktur budaya lebih dari satu, sulit berkembang nilainilai dasar yang merupakan kesepakatan bersama, sering terjadi konflik, struktur sosialnya lebih bersifat nonkomplementer dan proses integrasi yang terjadi berlangsung secara lambat. Apabila didalam suatu masyarakat multikultural tidak dapat rasa percaya dan toleransi yang tinggi maka akan terjadi konflik antar suku bangsa, beberapa faktor yang dapat menyebabkan konflik yaitu pertama, adanya hak ulayat yaitu hak setiap kelompok suku bangsa yang menempati wilayah yang menjadi tempat hidupnya sehingga sering terjadi pembedaan dan perlakuan yang diskriminatif antara warga asli dan warga pendatang. Kedua, adanya sifat terlalu mengunggulkan budaya sendiri dan merendahkan budaya suku lain. Dalam buku ini juga menjelaskan tentang konflik. Konflik social adalah salah satu bentuk interaksi social antara satu pihak dengan pihak lain di dalam masyarakat yang ditandai oleh adanya sikap mengancam, menekan, hingga saling menghancurkan. Terdapat beberapa penyebab terjadinya konflik antara lain adalah adanya perbedaan kebudayaan, perbedaan ras, perbedaan ideology, perbedaan kepentingan dan perubahan social yang cepat. Selain itu ada juga Kontroversi, Kompetisi yang merupakan suatu bentuk proses akan terjadinya konflik. Ada banyak sekali bentuk konflik yang terjadi didalam masyarakat yang melibatkan golongan yang terkecil sampai yang terbesar seperti suatu kelompok, bukan hanya orang biasa melakukan, orang intelektual yang sudah memiliki pandangan mereka masing masing terkadang juga dapat menimbukan konflik dalam suatu susunan masyarakat. Lalu ada juga upaya yang dapat dilakukan dalam hal pengendalian konflik, seperti Koersi, Kompromi, Konsiliasi, Arbitrasi, Mediasi, Toleransi, Stalemate, Rasionalisasi, Ajudikasi, dan Gencatan Senjata

Wawancara
Dalam hal untuk mengetahui keberagaman suku bangsa di SMAN 5 Bekasi kami menanyakan kepada 10 murid di SMAN 5 Bekasi dengan pertanyaan Orang tua kalian berasal darimana? dan berikut ini adalah jawabam dari beberapa anak yang kami wawancarai. Farhan : Ayah saya orang Jakarta keturunan Palembang, sedangkan Ibu saya orang Jakarta juga, keturunan Malang Alif Wiradetia Auzan Mentary Aldo Annisa : Ayah saya asli Kebumen, kalo ibu saya orang Ciamis. : Ayah saya dari Bima, Nusa Tenggara Timur, kalo ibu asli Sukabumi. : Orang tua saya dua duanya, orang Purwokerto : Ayah dari Palembang, Ibu dari Makassar. : Bapak dari Jawa, ibu dari Jakarta : Ibu bapak dari Jawa dua duanya.

Pembahasan Masalah
Kami mencari keberagaman suku bangsa yang terdapat di SMAN 5 Bekasi untuk mengetahui bahwa di SMAN 5 Bekasi itu sendiri bukan hanya berisi siswa dari sekitar JABODETABEK, namun juga dari luar JABODETABEK bahkan diluar pulau jawa. Dalam suatu lingkungan social yang dipenuhi keberagaman suku bangsa tentu tidak semua orang dapat menerima suatu kebudayaan atau ciri orang lain. oleh karena itu pasti akan terbentuk suatu ciri interaksi yang akan terjadi diantara keberagaman suku bangsa tersebut. Oleh Karena itu lah kami ingin mencari tau bagaimana ketika ada seseorang berinterkasi dengan orang lain yang bukan dari suku bangsanya. Dengan adanya perbedaan antar individu, tentu akan terjadi suatu pikiran pikiran yang tidak sejalan dengan orang lain. Apalagi dengan perbedaan suku bangsa, yang dimana terdapat banyak sekali perbedaan didalamnya, dan perbedaan antar individu itu pasti akan menyebabkan suatu gesekan social yang bisa saja menimbulkan suatu konflik. Oleh karena itu kami ingin mengetahui apakah teori ini dapat dibenarkan dengan adanya suatu kejadian konflik yang terjadi. Pada akhirnya ketika terjadinya suatu konflik tentu merupakan suatu kondisi yang tidak mengenakkan bagi semua orang yang berkonflik, lalu bagaimana cara kita menyudahi konflik social tersebut?

Kesimpulan dan Saran


Hasil wawancara diatas merupakan bukti bahwa terdapat keragaman suku bangsa di SMAN 5 Bekasi, memang mungkin yang terdapat perbedaan adalah di orang tua mereka, akan tetapi suatu unsur budaya akan tetap diturunkan kepada anaknya entah itu budaya dari ayahnya tau juga dari ibunya, atau bahkan mungkin suatu budaya baru yang terbentuk akibat persatuan dari orang tua mereka. Ketika kita berbicara dengan orang lain saja kita pasti akan merasa berhati hati dengan apa yang kita ucapkan atau ketika kita sedang bersama orang lain kita juga pasti akan memerhatikan tingkah laku kita. Kemudian kesimpulannya bahwa terntu terdapat ciri seseorang ketika dihadapkan pada keberagaman suku bangsa, contohnya saja ketika kita sedang berada disuatu tempat yang di penuhi orang dari Maluku, pasti kita akan merasa berhati hati dengan apa yang kita ucapkan atau sikap kita ketika bersama mereka. Kenapa? Karna adanya perbedaan budayanya perbedaan suku bangsanya, mereka yang berbicara sambil teriak teriak pasti akan menakuti orang orang jawa yang berbicara lebih tenang. Selama ini kami perhatikan belom ada konflik yang terjadi akibat dari keberagaman di SMAN 5 Bekasi, hal ini mungkin dikarenakan kita yang masih pelajar mendapatkan pengawasan dari guru guru, dan aturan aturan yang mengatur di sekolah. Sedangkan diluar sana kami yakini pasti sudah pernah terjadi konflik yang diakibatkan keberagaman suku bangsa. Konflik akan selalu terjadi bagamana pun kita menghindarkan, tapi konflik dapat di kurangi dengan kita bersikap toleransi, bersikap ingin tahu tentang kebudayaan orang lain, dan sikap dapat menerima budaya orang lain atau menolaknya dengan cara yang terbaik. Lalu jika sudah terjadi, berkonfliklah dengan fikiran, berfikirlah apa yang akan terjadi ketika kita berkonflik terus menerus. Kita juga dapat merendahkan ego diri masing masing dalam menghadapi suatu masalah. Sikap mengalah jauh lebih baik dari pada terus berkonflik.