Anda di halaman 1dari 12

CONTOH MAKALAH MONOKOTIL DAN DIKOTIL

Posted by ReTRo

Mungkin ada yang bertanya dimana ya tempat bikin makalah monokotil dan dikotil ?hehe . BPR akan menjawab pertanyaan kalian semua untuk membuatkan CONTOH MAKALAH MONOKOTIL DAN DIKOTIL

MENGAMATI STRUKTUR BIJI DAN KECAMBAH PADA BIJI MONOKOTIL DAN DIKOTIL LAPORAN Disusun untuk memenuhi salah satu tugas Bidang Study Biologi

Disusun oleh: 1. Sri sulastri 2. Susi novianti 3. Tita nopianti 4. Wawan darwan 5. Yeti novitasari Kelas XII IPA 1 Kelopok Panthera Tigris

SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 1 RANCAH Jl. Raya Cisaga Km. 2 Rancah-Ciamis 46387 Kata Pengantar Alhamdulillah puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan Rahmat-Nya sehingga penulis mampu menyelesaikan laporan ini. Akhirnya dengan segala kerendahan hati izinkanlah penulis untuk menyampaikan terimakasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah

berjasa memberikan motivasi dalam rangka menyelesaikan laporan ini. Untuk itu penulis mengucapkan terima kasih kepada yang terhormat : 1. Bapak Drs. H.Endang Syamsudin M.Pd.I selaku kepala sekolah SMA N 1 Rancah. 2. Ibu Yanti Sulistiya S.Pd selaku guru bidang study biologi kelas XII. 3. Rekan-rekan yang telah banyak membantu menyelesaikan laporan ini. Semoga amal baiknya diterima Allah SWT. Dalam penyusunan laporan ini tentu banyak kekurangan dan kesalahan, oleh sebab itu penulis mengharapkan kritik dan saran dari para pembaca demi sempurnanya laporan ini. Rancah, September 2011

Penulis

i BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perkecambahan merupakan tahap awal perkembangan suatu tumbuhan , khususnya tanaman berbiji. Tahap perkembangan ini disebut perkecambahan. Perkecambahan biji monokotil dan dikotil memiliki perbedaan. Baik dari segi struktur maupun pertumbuhannya. Pertumbuhan dan perkembangan pada pertumbuhan biji dimulai dengan perkecambahan. Perkecambahan adalah munculnya plantula (tanaman kecil dari biji). Embrio yang merupakan calon individu baru terdapat di dalam biji. Jika suatu biji tanaman ditempatkan pada lingkungan yang menunjang dan memadai,biji tersebut akan berkecambah.

1.2 Tujuan Penelitian Penulisan laporan ini dilakukan untuk memenuhi tujuan-tujuan yang diharapkan dapat bermanfaat bagi kita semua dalam menambah ilmu pengetahuan dan wawasan. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah : 1. Mengamati struktur biji monokotil dan dikotil 2. Mengamati perkecambahan pada biji monokotil dan dikotil. 1.3 Rumusan Masalah Dengan melakukan penelitian yang telah ditugaskan maka beberapa masalah yang dapat penulis rumuskan dalam laporan ini adalah: 1. Mengapa kacang tanah termasuk biji dikotil? 2. Mengapa jagung termasuk biji monokotil? 3. Apa perbedaan biji dikotil dan biji monokotil? 4. Apa perbedaan perkecambahan biji monokotil dan dikotil?

1 1.4 Hipotesis Berdasarkan masalah pokok dan kerangka pikir serta tujuan yang akan dicapai dalam penelitian ini, maka dirumuskan hipotesis sebagai berikut : 1. Karena kacang tanah mempunyai dua keping biji 2. Karena jagung mempunyai satu keping biji 3. Biji dikotil mempunyai dua kotiledon sedangkan biji monokotil hanya mempunyai satu kotiledon. 4. Pada perkecambahan monokotil termasuk tipe perkecambahan hipogeal, sedangkan pada perkecambahan dikotil termasuk perkecambahan epigeal. 1.5 Sistematika Penyusunan Untuk mempermudah pemahaman laporan ini dibagi menjadi beberapa bagian. Sistematika penyusunannya adalah sebagai berikut: BAB I Pendahuluan berisi uraian tentang Latar Belakang, Tujuan,Rumusan Masalah,Hipotesis dan Sistematika Penyusunan. BAB II Landasan Teori berisi tentang Perkecambahan Biji Monokotil Dan Dikotil BAB III Metodelogi berisi tentang Alat dan Bahan dan Cara Kerja.

BAB IV Pembahasan berisi tentang Pengertian Perkecambahan,Tipe Perkecambahan Biji Monokotil, TipePerkecambahan Biji Dikotil,Struktur Biji Monokotil dan Dikotil dan Faktor-faktor yang mempengaruhi perkecambahan biji monokotil dan dikotil.

2 BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Perkecambahan Biji Monokotil Dan Dikotil Perkecambahan sering dianggap sebagai permulaan kehidupan tumbuhan. Perkecambahan terjadi karena pertumbuhan radikula (calon akar) dan pertumbuhan plumula (calon batang). radikula tumbuh kebawah menjadi akar sedangkan plumula tumbuh keatas menjadi batang. Perkecambahan ditandai dengan munculnya kecambah, yaitu tumbuhan kecil dan masih hidup dari persediaan makanan yang berada dalam biji. Ada empat bagian penting pada biji yang berkecambah, yaitu batang lembaga (kaulikulus), akar embrionik (akar lembaga) atau radikula) , Kotiledon (daun lembaga), dan pucuk lembaga (plumula). Kotiledon merupakan cadangan makanan pada kecambah karena pada saat perkecambahan, tumbuhan belum bisa melakukan fotosintesis Air merupakan kebutuhan mutlak bagi perkecambahan. Tahap pertama perkecambahan adalah penyerapan air dengancepat secara imbibisi. air yang berimbibisi menyebabkan biji mengembang dan memecahkan kulit pembungkusnya dan juga memicu perubahan metabolik pada embrio sehingga biji melanjutkan pertumbuhan. Perkecambahan ada dua tipe yaitu: a. Perkecambahan epigeal adalah tumbuhnya hipokotil yang memanjang sehingga plumula dan kotiledon terangkat kepermukaan tanah. Kotiledon tersebut dapat melakukan fotosisntesis selama daun belum terbentuk contoh perkecambahan kacang hijau, bunga matahari, kedelai, kacang tanah. Dalam proses perkecambahan ini organ pertama yang muncul dari biji yang berkecambah adalah radikula, berikutnya ujung radikula harus menembus permukaan tanah.Pada banyak tumbuhan dikotil dengan rangsangan oleh cahaya, ruas batang

dibawah daun lembaga (hipokotil) akan tumbuh lurus mengangkat kotiledon dan epikotil. Dengan demikian epikotil dan kotiledon terangkat ke atas permukaan tanah. Epikotil memunculkan helai daun pertamanya mengembang dan menjadi hijau, serta mulai membuat makanan melalui fotosintesis. kotiledon akan layu dan rontok dari benih karena cadangan makanannya telah habis oleh embrio yang berkecambah. b. Perkecambahn hipogeal adalah tumbuhnya epikotil yang memanjang sehingga plumula keluar menembus kulit biji dan muncul diatas permukaan tanah, sedangkan kotiledon tertinggal dalam tanah contoh perkecambahan kacang kapri, kacang ercis, jagung dan rumput-rumputan.

3 BAB III METODELOGI Penelitian perkecambahan biji monokotil dan dikotil ini dilaksanakan selama 7 hari . Praktikum ini dilaksanakan secara kelompok. 3.1 Alat dan Bahan 1. 4 bji jagung 2. 4 biji kacang tanah 3. 8 buah Aqua gelas 4. Kapas secukupnya 3.2 Cara kerja 1. Amati struktur biji jagung dan biji kacang tanah. 2. Belahlah biji dan tuliskan bagian-bagiannya beserta gambarnya dalam table pengamatan. 3. Kecambahkan biji jagung dan biji kacang tanah pada media yang dibawa selama satu minggu. 4. Gambarlah perkecambahan dari mulai hari ketiga. Untuk mengecambahkan biji disimpan pada kapas yang sudah ditetesi dengan air.

4 BAB IV PEMBAHASAN 4.1 Pengertian Perkecambahan Perkecambahan adalah proses pertumbuhan embrio dan komponen-komponen biji yang memiliki kemampuan untuk tumbuh secara normal menjadi tumbuhan baru. Komponen biji tersebut adalah bagian kecambah yang terdapat di dalam biji, misalnya radikula dan plumula. (Bagod Sudjadi, 2006) Perkecambahan merupakan proses pertumbuhan dan perkembangan embrio. Hasil perkecambahan ini adalah munculnya tumbuhan kecil dari dalam biji. Proses perubahan embrio saat perkecambahan adalah plumula tumbuh dan berkembang menjadi batang, dan radikula tumbuh dan berkembang menjadi akar. (Istamar Syamsuri, 2004) Perkecambahan merupakan sustu proses dimana radikula (akar embrionik) memanjang ke luar menembus kulit biji. Di balik gejala morfologi dengan pemunculan radikula tersebut, terjadi proses fisiologi-biokemis yang kompleks, dikenal sebagai proses perkecambahan fisiologis. (Salisbury, 1985) 4.2 Tipe Perkecambahan Biji Monokotil Tipe perkecambahan biji mononkotil adalah hypogeal, yaitu tumbuhnya epikotil yang memanjang sehingga plumula keluar menembus kulit biji dan muncul diatas permukaan tanah, sedangkan kotiledon tertinggal dalam tanah contoh perkecambahan biji jagung. 4.3 Tipe Perkecambahan Biji Dikotil Tipe perkecambahan biji dikotil adalah epigeal, yaitu tumbuhnya hipokotil yang memanjang sehingga plumula dan kotiledon terangkat kepermukaan tanah. Kotiledon tersebut dapat melakukan fotosisntesis selama daun belum terbentuk contoh perkecambahan kacang tanah.

5 4.4 Struktur Biji Monokotil Dan Dikotil

Dari hasil penelitian anatomi tanaman dikotil dan monokotil diperoleh bahwa biji tanaman dikotil dan monokotil mempunyai bagian-bagian biji yaitu cadangan makanan, kulit biji, epikotil, kotiledon, hipokotil dan radikula. Pada biji ada beberapa struktur , yaitu : a. Kotiledon, cadangan makanan embrio b. Plumula, berdeferensiasi menjadi bakal daun c. Radikula, bakal calon akar d. Epikotil, bakal batang yang berada di atas kotiledon e. Hipokoti, bakal batang yang berada di bawah kotledon f. Skutelum, permukaan keras g. Testa, pelindung biji Dalam proses perkecambahan ini organ pertama yang muncul dari biji yang berkecambah adalah radikula, berikutnya ujung radikula harus menembus permukaan tanah.Pada banyak tumbuhan dikotil dengan rangsangan oleh cahaya, ruas batang dibawah daun lembaga (hipokotil) akan tumbuh lurus mengangkat kotiledon dan epikotil. Dengan demikian epikotil dan kotiledon terangkat ke atas permukaan tanah. Epikotil memunculkan helai daun pertamanya mengembang dan menjadi hijau, serta mulai membuat makanan melalui fotosintesis. kotiledon akan layu dan rontok dari benih karena cadangan makanannya telah habis oleh embrio yang berkecambah. Makanan untuk pertumbuhan embrio diperoleh daricadangan makanan karena belum terbentuknya klorofil yang diperlukan dalam fotosintesis. Pada tumbuhan dikotil makana diperoleh dari kotiledon, sedangkan pada tumbuhan monokotil diperoleh dari endosperm.

4.5 Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perkecambahan Faktor-faktor yang mempengaruhi perkecambahan diantaranya: a. Air b. Cahaya c. Suhu d. Kelembaban

6 BAB V PENUTUP 5.1 Kesimpulan

Pada umumnya struktur biji sama yaitu ada kotiledon, plumula, radikula. Yang membedakan hanya pada biji monokotil terdapat testa dan tidak terdapat epikotil dan hipokotil, sedangkan biji dikotil terdapat skutelum dan terdapat epikotil dan hipokotil. Perkecambahan biji monokotil dan biji dikotil mempunyai tipe perkecambahan yang berbeda. Biji monokotil tipe perkecambahan hipogel (kotiledon berada di bawah permukaan tanah), sedangkan biji dikotil tipe perkecambahan epigeal (kotiledon berada di atas permukaan tanah). Air sangat berpengaruh terhadap perkecambahan. Tanpa adanya air perkecambahan tidak akan terjadi.

5.2 Saran Pada akhir penelitian ini penulis menyarankan untuk praktikum selanjutnya agar lebih baik lagi sehingga memperoleh hasil yang memuaskan.

7 DAFTAR PUSTAKA

http://www.wikipedia.com./perkecambahan http://www.wikipedia.com./kecambah

Sutopo, L. 2002. Teknologi Benih. Malang: Fakultas Pertanian UNBRAW http://id.shvoong.com/writing-and-speaking/presenting/2130502-contohhipotesis/#ixzz1Y0J0hrnn

8 LAMPIRAN

Perkecambahan Biji Monokotil dan Dikotil

9 DAFTAR ISI Halaman KATA PENGANTA i DAFTAR ISI..... ii BAB I PENDAHULUAN.... 1 1.1 Latar Belakang.. 1 1.2 Tujuan Penelitian.. 1 1.3 Rumusan Masalah..... 1 1.4 Hipotesis... 2 1.5 Sistematika Penyusunan... 2 BAB II LANDASAN TEORI.......... 3 2.1 Perkecambahan Biji Monokotil Dan Dikotil.... 3

BAB III METODELOGI.... 4 3.1 Alat Dan Bahan.... 4 3.2 Cara Kerja........ 4 BAB IV PEMBAHASAN.... 5 4.1 Pengertian Perkecambahan....... 5 4.2 Tipe Perkecambahan Biji Monokotil.. 5 4.3 Tipe Perkecambahan Biji Dikotil........ 5 4.4 Struktur Biji Monokotil Dan Dikotil....... 6 4.5 Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perkecambahan.. 6 BAB V PENUTUP..... 7 5.1 Kesimpulan......... 7 5.2 Saran...... 7 DAFTAR PUSTAKA....... 8 LAMPIRAN.......... 9

ii

2. Ciri-ciri dan contoh tanaman dikotil dan monokotil Pada tumbuhan kelas / tingkat tinggi dapat dibedakan atau dibagi menjadi dua macam, yaitu tumbuh-tumbuhan berbiji keping satu atau yang disebut dengan monokotil / monocotyledonae dan tumbuhan berbiji keping dua atau yang disebut juga dengan dikotil / dicotyledonae. Ciri-ciri tumbuhan monokotil dan dikotil hanya dapat ditemukan pada tumbuhan subdivisi angiospermae karena memiliki bunga yang sesungguhnya Perbedaan ciri pada tumbuhan monokotil dan dikotil berdasarkan ciri fisik pembeda yang dimiliki : a. Bentuk akar - Monokotil : Memiliki sistem akar serabut - Dikotil : Memiliki sistem akar tunggang b. Bentuk sumsum atau pola tulang daun - Monokotil : Melengkung atau sejajar - Dikotil : Menyirip atau menjari c. Kaliptrogen / tudung akar - Monokotil : Ada tudung akar / kaliptra - Dikotil : Tidak terdapat ada tudung akar d. Jumlah keping biji atau kotiledon - Monokotil : satu buah keping biji saja - Dikotil : Ada dua buah keping biji e. Kandungan akar dan batang - Monokotil : Tidak terdapat kambium - Dikotil : Ada Kambium f. Jumlah kelopak bunga - Monokotil : Umumnya adalah kelipatan tiga - Dikotil : Biasanya kelipatan empat atau lima g. Pelindung akar dan batang lembaga - Monokotil : Ditemukan batang lembaga / koleoptil dan akar lembaga / keleorhiza - Dikotil : Tidak ada pelindung koleorhiza maupun koleoptil h. Pertumbuhan akar dan batang - Monokotil : Tidak bisa tumbuh berkembang menjadi membesar - Dikotil : Bisa tumbuh berkembang menjadi membesar Tumbuhan monokotil dikelompokan menjadi 5 suku, yaitu :

a. Rumut-rumputan (Graminae), ex : jagung, padi b. Pinang-pinangan (Palmae), ex : kelapa, sagu c. Pisang-pisangan (Musaceae), ex : pisang ambon, raja d. Anggrek-angrekan (Orchidaceae), ex : anggrek, vanili e. Jahe-jahean (Zingiberaceae), ex : jahe, kunyit Tumbuhan dikotil dikelaompokan menjadi 5 suku, yaitu : a. Jarak-jarakan (Euphorbiaceae), ex : jarak, ubi, karet b. Polong-polongan (Leguminoceae), ex : pete, kacang c. Terung-terungan (Solanaceae), ex : terong, cabe, tomat d. Jambu-jambuan (Myrtaceae), ex : jambu biji, jambu air e. Komposite (Compositae), ex : bunga matahari D. DAFTA PUSTAKA http://www.wikipedia.com./perkecambahan http://www.wikipedia.com./kecambah

Sutopo, L. 2002. Teknologi Benih. Malang: Fakultas Pertanian UNBRAW


Labels: Artikel

{ 0 comments... read them below or add one }

Post a Comment
Newer PostOlder PostHome

Anda mungkin juga menyukai