Anda di halaman 1dari 23

+

FAILURE TO THRIVE
Diskusi I MO TK Kelompok VII

Kelompok VII

03010197 Muhammad Wahyu Setiani

03010206 Nilam Permata 03010200 Nadia A.P Maizalius 03010214 Okky Nafiriana 03010202 Nanda Soraya 03010215 Olivia Ayu Andita 03010204 Ni Kd Sri Rahayu 03010217 Otty Mitha Octriza

03010211 Nur Triastuti


03010198 Muhammad Zaky 03010212 Nurul Irawati Hamzah 03010199 Nabila Viera Yovita

03010213 Ocisa Zakiah

Laporan Kasus

Anak berusia 3 tahun Keluhan: diare & campak Kehamilan cukup bulan BB lahir 2200gr Panjang 46 cm Anak ke 5 dari 5 bersaudara Air susu ibu eksklusif diberikan sampai usia 6 bulan & selanjutnya diganti susu formula. Nenek penderita yang tinggal serumah sering batuk & telah mendapat pengobatan. Vaksinasi (-)

Hasil pemeriksaan:

BB 6.9gr panjang badan 70 cm. Oedem kedua tungkai (-)

Pemeriksaan laboratorium Hb: 6 gr %

Penentuan Usia Kehamilan

HPHT
Gerakan janin Meraba Puncak Fundus Uteri

Menggunakan 2 jari tangan


Menggunakan USG(2)

Faktor Yang Mempengaruhi Proses Tumbuh Kembang


1. Faktor Genetik

2. Faktor Lingkungan

Faktor lingkungan pranatal: Gizi ibu pada waktu hamil Mekanis Toksin/ zat kimia Endokrin Radiasi Infeksi TORCH (Toxoplasmosis, Rubella, Cytomegalovirus, Herpes simplex). Imunitas Anoksia embrio Stress

Faktor lingkungan postnatal: Lingkungan Biologis: Ras/suku bangsa, Jenis Kelamin, Umur, Gizi Perawatan kesehatan Kepekaan terhadap penyakit Penyakit kronis Fungsi metabolisme Hormon

Faktor fisik
Faktor psikososial. Faktor keluarga.

Usaha untuk menjaga pertumbuhan dalam kandungan


Gizi ibu pada waktu hamil


Obat-obatan, toksin atau zat kimia Endokrin Mekanis Radiasi Anoksia Stress

Hindari zat yang mengandung bahan kimia beracun


Berhenti merokok & pastikan tidak menjadi perokok pasif Perbanyak minum air putih. Konsumsi makanan yang bergizi Konsumsi vitamin asam folat Menjaga sanitasi serta higienitas Hindari alkohol dan kafein Olahraga secara teratur(7)

Kontrol ante-natal care secara teratur

Persalinan Preterm

Persalinan yang berlangsung pada umur kehamilan 20 - 37 minggu dihitung dari HPHT (ACOG 1995).
Berdasarkan WHO bayi prematur adalah bayi yang lahir pada usia kehamilan 37 minggu atau kurang.(3)

Faktor Risiko Persalinan Preterm


Janin & Plasenta Ibu

Perdarahan trimester awal Perdarahan antepartum (plasenta previa, solusio plasenta, vasa previa) Ketuban pecah dini Pertumbuhan janin terhambat Cacat bawaan janin Kehamilan ganda / gemelli Polihidramnion.

Diabetes mellitus Preeklampsia/hipertensi Infeksi saluran kemih/genital/intrauterin Penyakit infeksi dengan demam Stress psikologik Kelainan bentuk uterus/serviks Pemakaian obat narkotik Perokok berat, trauma, kelainan imunologi / kelainan rhesus(3)

IUGR

Ditentukan bila berat janin kurang dari 10% dari berat yang harus dicapai pada usia kehamilan tertentu.
Biasanya diketahui setelah 2 minggu tidak ada pertumbuhan. Tidak semuanya patologik karena ada 25-60% yang berkaitan dengan konstitusi etnik dan besar orang tua. Berdasarkan penyebab IUGR, bayi yang berkembang bisa kecil secara simetris, atau memiliki kepala yang normal untuk umur gestasi sedangkan bagian tubuh lainnya lebih kecil dari normal.(4)

Penyebab IUGR

Hipertensi dalam kehamilan Kehamilan ganda Anomali janin/trisomi Infeksi (rubela, sifilis, CMV) Penyakit jantung & ginjalAsma Gaya hidup (merokok, narkoba, alcohol) Kekurangan gizi akibat ekonomi rendah maupun negligence.(4)

Prematur & KMK(5)(6)

Dubowitz Score: Neurologic Signs

Dubowitz Score: External Signs

Dubowitz Score: External Signs(8)

APGAR Score(9)

Gizi buruk?

Perbedaan ASI dan Susu Formula(10)

Pemeriksaan Lab & Penunjang Lainnya

Tes darah rutin


Tes mikroskopik folikel rambut Tes kultur feses

Uji tuberkulin dan foto rontgen(11)

Proses Pelayanan KEP

Fase Transisi

Pemberian makanan pada diberikan secara perlahan-lahan untuk menghindari risiko gagal jantung, Ganti formula khusus awal (energi 75 Kkal dan protein 0.9-1.0 g per 100 ml) dengan formula khusus lanjutan (energi 100 Kkal dan protein 2.9 gram per 100 ml) dalam jangka waktu 48 jam. Modifikasi bubur/makanan keluarga dapat digunakan asalkan dengan kandungan energi dan protein yang sama. Kemudian naikkan dengan 10 ml setiap kali, sampai hanya sedikit formula tersisa, biasanya pada saat tercapai jumlah 30 ml/kgbb/kali pemberian (200 ml/kgbb/hari). Pemantauan pada fase transisi: frekuensi nafas dan denyut nadi Bila terjadi peningkatan detak nafas > 5 kali/menit dan denyut nadi > 25 kali /menit dalam pemantauan setiap 4 jam berturutan, kurangi volume pemberian formula. Setelah normal kembali, ulangi menaikkan volume seperti di atas.(12)

Imunisasi yang dianjurkan

Hepatitis B
BCG (Bacille-Calmete Guerin) DPT (difteri, pertusis, tetanus)

Polio
Campak. HIB (Haemophilus influenzae tipe b) MMR: anti-rubella.(13)

Daftar Pustaka
1. MedlinePlus. Fetal Development. [Online]. Updated January 11, 2009. Available at http://www.nlm.nih.gov/medlineplus/ency/article/002398.h tm. Accessed September 13 2011. 2. American Pregnancy Association. Calculating your dates: gestation, conception, & due date. [Online]. Updated July, 2007. Available at http://www.americanpregnancy.org/duringpregnancy/calc ulatingdates.html. Accessed September 13 2011. 3. Prawirohardjo S. Persalinan Preterm. In: Mochtar AB, editor. Ilmu Kebidanan. 4th ed. Jakarta: PT Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo; 2008. p. 668-70 4. Prawirohardjo S. Pertumbuhan Janin Terhambat. In: Wiknjosastro GH, editor. Ilmu Kebidanan. 4th ed. Jakarta: PT Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo; 2008. p. 697 5. Sarwono, Prawironardjo. 2006. Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. Jakarta: YBPSP. 6. MedlinePlus. Premature Babies. [Online]. Updated 2011. Available at http://www.nlm.nih.gov/medlineplus/prematurebabies.html . Accessed 13 September 2011. 7. Soetjiningsih. Tumbuh Kembang Anak. Jakarta: Penerbit EGC; 1995.

8. LMS Dubowitz V Goldberg C. Clinical assessment of gestational age in the newborn infant. J Pediatr. 1970; 77: 1-10

9. Soetjiningsih. Tumbuh Kembang Anak. Jakarta: Penerbit EGC; 1995. 10. KidsHealth. Breastfeeding vs. Formula-feeding. [Online]. Updated November 2008. Available at http://kidshealth.org/parent/growth/feeding/breast_bottle_f eeding.html. Accessed 13 September 2011. 11. Latief A, Tumbelaka AR, Matondang CS, Chair I, Bisanto J, Abdoerrachman MH, et al. Diagnosis fisis pada anak. 2nd ed. Jakarta: CV Sagung Seto; 2009. p. 203. 12. Departemen Kesehatan RI, WHO, Unicef. Buku Bagan Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS) Indonesia, Jakarta: 1997 13. Latief A, Tumbelaka AR, Matondang CS, Chair I, Bisanto J, Abdoerrachman MH, et al. Diagnosis fisis pada anak. 2nd ed. Jakarta: CV Sagung Seto; 2009. p. 203.