Anda di halaman 1dari 22

BEST PRACTISE GURU

TEKNIK PILAH PISAH SEGITIGA DALAM MENENTUKAN PERBANDINGAN RUAS GARIS DARI SEGITIGA TERDAPAT GARIS YANG SEJAJAR DENGAN SALAH SATU SISI DAN MEMOTONG KEDUA SISI LAINNYA PADA MATERI KESEBANGUNAN SEGITIGA

Oleh; Muhammad Ikhsan Kamaruddin, S.Pd

SMP NEGERI 1 MOYO UTARA


Jl. Pendidikan No. - desa Sebewe Kec. Moyo Utara SUMBAWA NTB 2013
1

HALAMAN PENGESAHAN LAPORAN BEST PRACTISE 1. Judul Best Practise : Teknik pilah pisah segitiga dalam menentukan perbandingan ruas garis dari segitiga terdapat garis yang sejajar dengan salah satu sisi dan memotong kedua sisi lainnya pada materi kesebangunan segitiga 2. Identitas Penulis : a. N a m a b. Pangkat, Gol. NIP c. Nama Sekolah dan alamat : Muhammad Ikhsan Kamaruddin, S.Pd : Guru Dewasa, IV/a . 19661116 199501 1 001 : SMP Negeri 1 Moyo Utara Jl. Pendidikan No.- Desa Sebewe Kec. Moyo Utara d. Telp/Fax/Email Sekolah rumah e. Kabupaten f. Propinsi :: 037122265 / HP.081917408612 : Sumbawa : Nusa Tenggara Barat

Sebewe, 8 Mei 2013

Mengetahui, Kepala SMP Negeri 1 Moyo Utara Penulis,

Drs. A.Rahman NIP. 19671117 199203 1008

M.Ikhsan Kamaruddin, S.Pd NIP. 19661116 199501 1 001

KATA PENGANTAR

Segala bentuk pujian dan rasa syukur kami haturkan ke hadirat Allah SWT, atas limpahan nikmat dan rahmat-Nya Penulis dapat mewujudkan laporan Best Practise pengelolaan pembelajaran matematika SMP kelas IX pada materi kesebangunan segitiga. Laporan Best Practise pembelajaran kesebangunan segitiga berkaitan perbandingan sederhana dari segitiga terdapat garis yang sejajar dengan salah satu sisi suatu segitiga dan memotong kedua sisi lainnya dengan teknik pilah pisah yang merupakan salah satu teknik yang dikembangkan penulis dalam

meningkatkan pemahaman konsep kesebangunan dan memotivasi peserta didik. Penulisan laporan Best Practise ini bertujuan untuk berbagi pengalaman sesama guru dalam peningkatan kompetensi guru Matematika SMP/MTs khususnya di Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Matematika yang dikelola melalui program BERMUTU (Better Education through Reformed Management and Universal Teacher Upgrading). Dengan segala kelebihan dan kekurangan yang ada, laporan ini diharapkan bermanfaat dalam mendukung peningkatan mutu pendidik dan tenaga

kependidikan melalui forum KKG/MGMP Matematika yang dapat berimplikasi positif terhadap peningkatan mutu pendidikan. Untuk itu kritik positif dari semua pihak sangat diharapkan guna perbaikan di masa-masa mendatang

Sebewe - Moyo Utara, Mei 2013

Penulis

DAFTAR ISI

Bagian Awal : halaman judul; ....................................................................................... i lembaran pengesahan; ......................................................................... ii kata pengantar; ..................................................................................... iii daftar isi ................................................................................................ iv abstrak atau ringkasan .......................................................................... v

Bagian Isi : Bab I.Pendahuluan a. Latar Belakang .................................................................... 1 b. Permasalahan, ................................................................... 1 c. Tujuan ................................................................................ 2 d. Manfaat. ............................................................................. 2

Bab II. Kajian Pembahasan dan Pemecahan Masalah a. Prinsip-Prinsip Kesebangunan Dua Segitiga ...................... 3 b. Pemecahan Masalah. 8

Bab III. Simpulan dan Saran a. Kesimpulan ......................................................................... 16 b. Saran/Rekomendasi............................................................ 16

Bagian Penunjang Daftar Pustaka ...................................................................................... 17

TEKNIK PILAH PISAH SEGITIGA DALAM MENENTUKAN PERBANDINGAN RUAS GARIS DARI SEGITIGA TERDAPAT GARIS YANG SEJAJAR DENGAN SALAH SATU SISI DAN MEMOTONG KEDUA SISI LAINNYA PADA MATERI KESEBANGUNAN SEGITIGA Oleh M.Ikhsan Kamaruddin

ABSTRAK Prinsip dasar kesebangunan dua segitiga adalah berkenaan dengan perbandingan panjang sisi-sisi yang bersesuaian. Untuk dua segitiga yang sebangun berlaku panjang sisi-sisi yang bersesuaian sebanding. Penyelesaian masalah kesebangunan Segitiga berkaitan perbandingan ruas garis dari segitiga terdapat garis yang sejajar dengan salah satu sisinya dan memotong kedua sisi lainnya dengan menggunakan teknik memilah segitiga tersebut menjadi dua segitiga dan memisahkan hasil pemilahan berdiri sendiri untuk memudahkan menemukan sudut-sudut bersesuaian sama besar dan menemukan perbandingan sisi-sisi yang bersesuaian sebanding dalam meningkatkan kemampuan peserta didik dalam penguasaan konsep kesebangunan dan pemecahan masalah.Hasil pengamatan dan observasi awal dengan menggunakan teknik pilah pisah segitiga, motivasi peserta didik meningkat. Kata Kunci; kesebangunan segitiga,teknik pilah pisah segitiga

Bab I PENDAHULUAN

a. Latar belakang, Materi kesebangunan dan kekongruenan bangun datar merupakan materi kelas IX SMP/MTs. semester ganjil pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Materi tersebut diperlukan untuk dapat membuat replika suatu bidang datar dengan ukuran yang lebih besar atau lebih kecil. Akan tetapi, kemampuan tersebut tidak akan mewujudkan hasil yang tepat dengan ketelitian tinggi apabila tidak menggunakan rumus-rumus dalam teori kesebangunan. Di dalam pembelajaran menyelelesaikan masalah kesebangunan

Segitiga berkaitan perbandingan ruas garis dari segitiga terdapat garis yang sejajar dengan salah satu sisinya dan memotong kedua sisi lainnya perlu strategi dan teknik-teknik khusus dari seorang guru dalam mengolah materi pelajaran serta memilih strategi pembelajarannya dalam membelajarkannya pada peserta didik, salah satu tekniknya adalah dengan penggunaan teknik pilah pisah segitiga sebangun pada pembelajaran kesebangunan disertai teknik-teknik perhitungan dan strategi penyelesaiannya secara tepat, agar konsep-konsep kesebangunan dua segitiga khususnya dan menguasai teknikteknik perhitungan untuk pemecahan masalah terkait kesebangunan dua segitiga.

b. Permasalahan Prinsip dasar kesebangunan dua segitiga adalah berkenaan dengan perbandingan panjang sisi-sisi yang bersesuaian. Untuk dua segitiga yang sebangun berlaku panjang sisi-sisi yang bersesuaian sebanding. Sifat-sifat yang diturunkan dari prinsip dasar kesebangunan adalah perbandingan sederhana. Setiap garis yang memotong segitiga dan sejajar salah satu sisinya maka akan menghasilkan dua segitiga sebangun. Seperti pada contoh gambar bangun berikut:

Permasalahannya adalah sebagian besar peserta didik mengalami kesulitan dalam hal menentukan : Perbandingan sederhana.panjang sisi-sisi yang bersesuaian dan Menentukan Panjang salah satu sisi yang belum diketahui seperti pada gambar di atas.

c. Tujuan 1. Bagi Guru diharapkan dapat memotivasi guru dan sekaligus sebagai inspirasi dalam menyiapkan pembelajaran (terkait kesebangunan) dapat menggunakan konsep kesebangunan untuk memecahkan masalah dengan berbagai strategi 2. Bagi peserta didik memotivasi peserta didik dalam memahami konsep-konsep kesebangunan dua segitiga khususnya dan menguasai teknik-teknik perhitungan untuk pemecahan masalah terkait kesebangunan dua segitiga.

d. Manfaat Bagi guru dapat menggunakan dan mengembangkan berbagai srategi dan teknik untuk pembelajaran kesebangunan

Bab II KAJIAN PEMBAHASAN DAN PEMECAHAN MASALAH

a. Prinsip-Prinsip Kesebangunan Dua Segitiga

Jika dicermati dua segitiga pada gambar

maka akan tampak adanya dua

bentuk yang sama tetapi ukurannya berbeda. Kesamaan bentuk berkaitan dengan konsep kesebangunan Dua segitiga dikatakan sebangun jika ada korespondensi satu-satu antar titiktitik sudut kedua segitiga tersebut sedemikian hingga berlaku: Kita bentuk pengaitan satu-satu antar titik-titik sudut yang bersesuaian di kedua segitiga tersebut, yaitu: A M, B K dan , C L

Pengaitan seperti ini disebut dengan korespondensi satu-satu. Korespondensi satu-satu ini menghasilkan : 1. Sudut-sudut yang bersesuaian sama besar, yaitu: A = M atau BAC = KML B = K atau ABC = MKL C = L atau BCA = KLM 2. Semua perbandingan panjang sisi-sisi yang bersesuaian sama, yakni: = =

Dengan demikian, dua bangun segitiga dikatakan sebangun jika memenuhi dua syarat berikut.: 1) Sudut-sudut yang bersesuaian dari kedua bangun itu sama besar 2) Panjang sisi-sisi yang bersesuaian dari kedua bangun itu memiliki perbandingan senilai.
8

Sedangkan segitiga di bawah ini menunjukkan adanya bentuk serta ukuran yang sama. Kesamaan bentuk dan ukuran berkaitan dengan konsep kekongruenan

Secara sederhana sesuai dengan pengertian kekongruenan, dua segitiga dikatakan kongruen jika : 1. Sudut-sudut yang bersesuaian sama besar dan 2. Sisi-sisi yang bersesuaian sama panjang.

Kesebangunan banyak diterapkan baik dalam kehidupan nyata maupun dalam matematika. Ini yang menjadikan kedua konsep tersebut perlu dipelajari. Terkait luasnya cakupan kesebangunan dan kekongruenan maka dalam hal ini penulis hanya membahas kesebangunan pada bangun-bangun datar sisi lurus. khususnya pada segitiga yang terdapat garis sejajar dengan salah satu sisi suatu segitiga dan memotong kedua sisi lainnya, seperti pada bentuk gambar di bawah ini :

Kesebangunan sangat penting peranannya dalam kehidupan sehari-hari seperti uraian berikut. Lima orang anak ingin mengukur lebar sungai. Oleh karena secara langsung tidak memungkinkan, kegiatan pengukuran dilakukan secara tidak langsung. Mereka berhasil menandai tempat-tempat A, B, C, D, dan E seperti tampak
9

pada gambar berikut.

Setelah dilakukan pengukuran, diperoleh AB = 4 m, BC = 3 m, dan DE = 12 m. Berapa meter lebar sungai itu ( ditunjukkan oleh panjang garis BD ) ? Untuk penyelesaiannya peserta didik perlu dengan menggunakan konsep kesebangunan.

Sebelum Guru menyampaikan tentang menentukan perbandingan ruas garis dari segitiga terdapat garis yang sejajar dengan salah satu sisi dan memotong kedua sisi lainnya pada materi kesebangunan segitiga. Siswa harus

menguasai konsep kesebangunan pada dua bangun datar yang sebangun khususnya dua bangun segitiga sebangun. Seperti pada uraian berikut: Apakah ABC sebangun dengan DEF ?

Untuk menentukan apakah kedua segitiga tersebut sebangun, peserta didik dapat melakukan penyelidikan melalui bimbingan dan arahan guru dengan 2 cara sesuai dengan syarat dua bangun yang sebangun.
10

1. Selidiki sudut-sudut yang bersesuaian A pada B pada C pada ABC bersesuaian dengan ABC bersesuaian dengan ABC bersesuaian dengan E pada D pada F pada DEF dan DEF dan DEF dan A= B= C= E D F

Kesimpulannya sudut-sudut yang bersesuaian pada ABC dan DEF sama besar

2. Selidiki perbandingan panjang sisi-sisi yang bersesuaian. Sisi AB pada ABC beresesuaian dengan sisi ED pada = = DEF dan DEF dan

perbandingan panjang sisi-sisinya : Sisi BC pada

ABC bersesuaian dengan sisi DF pada = =

perbandingan panjang sisi-sisinya : Sisi AC pada

ABC bersesuaian dengan sisi EF pada = =

DEF dan

perbandingan panjang sisi-sisinya : perbandingan sisi-sisi yang bersesuaian : = = = = ,

maka DEF

Kesimpulannya Panjang sisi-sisi yang bersesuaian pada ABC dan memiliki perbandingan senilai. Dari kedua kesimpulan di atas maka ABC sebangun dengan DEF

Setelah peserta didik memahami konsep kesebangunan pada dua segitiga yang sebangun, maka dalam penentuan panjang salah satu sisi yang belum diketahui dari dua segitiga sebangun gurupun dapat mengarahkan dan membimbing peserta didik dengan cara seperti di atas. Contoh. Perhatikan gambar di bawah. Segitiga KLM sebangun dengan segitiga PQR.tentukan panjang PQ dan QR !

11

Karena

KLM sebangun dengan

PQR, langkah pembelajaran guru :

peserta didik diarahkan untuk menentukan perbandingan sisi-sisi yang bersesuaian.seperti; Sisi KM pada KLM beresesuaian dengan sisi = PQR dan QP pada PQR dan

perbandingan panjang sisi-sisinya : Sisi KL pada

KLM beresesuaian dengan sisi QR pada =

perbandingan panjang sisi-sisinya : Sisi LM pada

KLM beresesuaian dengan sisi RP pada =

PQR dan

perbandingan panjang sisi-sisinya :

Sehingga diperoleh perbandingan sisi-sisi yang bersesuaian sebanding : = = = = = =

Kemudian guru mengarahkan peserta didik untuk menentukan perbandingan pasangan sisi-sisi untuk menghitung panjang sisi yang ditanyakan, seperti: = = dan

Peserta didik melakukan perhitungan untuk menentukan panjang sisi yang ditanyakan. = 4 . 7 = 6 . QP QP = 28 : 6 = 4,67 ,

Jadi panjang PQ = QP = 4,67 cm Demikian dengan cara yang sama untuk menghitung panjang sisi QR: = 5 . 7 = 6 . QR QR = 35 : 6 = 5,83

Panjang QR = 5,83 cm

12

b. Pemecahan Masalah Setelah peserta didik memahami konsep kesebangunan khususnya pada dua bangun segitiga, selanjutnya peserta didik diberikan permasalahan

kesebangunan Segitiga berkaitan perbandingan ruas garis dari segitiga terdapat garis yang sejajar dengan salah satu sisinya dan memotong kedua sisi lainnya, seperti pada gambar bangun berikut :

Pertanyaan yang diajukan pada peserta didik: Tentukanlah pasangan perbandingan sisi-sisi segitiga dari gambar bangun di atas? Permasalahannya adalah peserta didik mengalami kesulitan dalam hal menentukan : Perbandingan sederhana.panjang sisi-sisi yang bersesuaian dan Menentukan Panjang salah satu sisi yang belum diketahui seperti pada gambar di atas.

untuk menjawab pertanyaan tersebut sebagian besar peserta didik mengalami kesulitan., guru mengarahkan peserta didik untuk mengingatkan kembali tentang dua segitiga sebangun jika memenuhi : 1) Sudut-sudut yang bersesuaian dari kedua bangun itu sama besar 2) Panjang sisi-sisi yang bersesuaian dari kedua bangun itu memiliki perbandingan senilai.

1. Teknik Pemecahan masalah Perbandingan sederhana panjang sisi-sisi yang bersesuaian

Pada bangun segitiga terdapat garis yang sejajar dengan salah satu sisinya dan memotong kedua sisi lainnya, akan membentuk dua segitiga yang

13

sebangun dan membagi kedua sisi yang lain dengan perbandingan yang sama.

langkah-langkah Guru dalam hal ini penulis yang dilakukan adalah :

1. Guru Membuat dua buah model segitiga sebangun dengan warna yang berbeda terbuat dari kertas kartun tebal berbeda warna ataupun dari papan triplek dan dicat dengan warna yang berbeda. seperti untuk pemecahan masalah dalam menentukan perbandingan sederhana.panjang sisi-sisi yang bersesuaian pada BC sejajar ED ( BC//ED) berikut: AED jika ruas garis

Gambar 1.

a. Kepada peserta didik diinformasikan bahwa: b. c. B= C= E ( sudut-sudut sehadap sama besar) D ( sudut-sudut sehadap sama besar)

2. Guru menyiapkan

AED dan

ABC dengan bentuk dan ukuran seperti

pada gambar.1 di atas, yang terbuat dari kertas Kartun tebal dengan warna berbeda seperti gambar bangun berikut

Bangun.1 14

Bangun.2

3. Guru menginformasikan pada peserta didik bahwa: bangun berikut:

Identik dengan gabungan dua bangun segitiga yang dihimpitkan seperti berikut :

kemudian ketiga bangun dihimpitkan dengan urutan : urutan paling bawah / belakang :

Urutan tengah :

15

Urutan paling atas / depan :

Sehingga tampak seperti berikut:

4. Kemudian

untuk

menentukan

perbandingan

panjang

sisi-sisi

yang

bersesuaian guru melakukan teknik pemilahan dan pemisahan dengan pergeseran. Pilah berarti memilah bangun tersebut menjadi dua segitiga Pemisahan artinya dua segitiga hasil pemilahan berdiri sendiri tanpa berhimpit. Dapat dipresentasikan dengan bantuan media ( terlampir) dan tampak seperti berikut: ICT berupa power point

16

5. Peserta didik diarahkan dan dibimbing untuk menentukan perbandingan panjang sisi-sisi yang bersesuaian dengan melihat dan berpedoman/ berpatokan dari bangun.1 AED dan bangun.2 ABC.

Perbandingan sisi-sisi yang bersesuaian: = = = ,

6. Dari perbandingan di atas, kemudian dibuat perbandingan berpasangan: = dengan memperhatikan gambar.1, AE= AB + BE dan AD = AC + CD, sehingga disederhanakan: = = AB ( AC + CD ) = AC ( AB + BE ) AB . AC + AB . CD = AB . AC + AC . BE ( kedua ruas dikurangi AB . AC ), sehingga menjadi AB . CD = AC . BE =

7. Dari gambar.1 peserta didik diarahkan dapat menyimpulkan perbandingan sisi-sisi yang bersesuaian

1.

2.
3.

=
=

17

Jika peserta didik telah memahami konsep perbandingan sisi sisi yang bersesuaian dengan bantuan alat peraga model segi tiga sebangun, maka menggunakan teknik pilah pisah dapat digunakan dengan pemilahan dan pemisahan gambar seperti :

Hasil pemilahan dan pemisahan seperti pada gambar di bawah :

I
II

Dari hasil pemilahan dan pemisahan dapat ditentukan perbandingan sisi-sisi yang bersesuaian:

Dari perbandingan panjang sisi di atas, kemudian Guru membimbing dan mengarahkan peserta didik, untuk dibuat perbandingan berpasangan: 1. 2. 3. = = = = , dapat disederhanakan : a(c+d)=c(a+b) ac + ad = ac + cb, kedua ruas dikurangi ac: ad = cb
18

2. Pemecahan masalah Menentukan Panjang salah satu sisi yang belum diketahui

Dengan

teknik

pemilahan

dan

pemisahan

untuk

menentukan

perbandingan sederhana panjang sisi-sisi yang bersesuaian seperti diatas telah dipahami dan dikuasai oleh peserta didik, guru dalam hal ini tinggal mengarahkan peserta didik untuk menentukan Panjang salah satu sisi yang belum diketahui dari kesebangunan Segitiga berkaitan perbandingan ruas garis dari segitiga terdapat garis yang sejajar dengan salah satu sisinya dan memotong kedua sisi lainnya, seperti pada contoh soal berikut :

Contoh.1: Diberikan ABC dengan PQ // BC, AP = 4 cm, PB = 8 cm, PQ = 6 cm, Hitunglah panjang BC.

Langkah guru : Siswa diarahkan dengan teknik pemilahan dan pemisahan bangun segitiga seperti :

Dan menentukan perbandingan panjang sisi-sisi yang bersesuaian seperti = = , sehingga :

19

= =
4 . BC = 6 . 12 BC = 72 : 4 BC = 18 Jadi panjang BC = 18 cm

Untuk contoh-contoh lainnya dengan menggunakan teknik pilah pisah menjadi dua segitiga sebangun seperti penyelesaian masalah pada contoh.1.

Demikian halnya dengan permasalah seharihari seperti Lima orang anak ingin mengukur lebar sungai. Oleh karena secara langsung tidak

memungkinkan, kegiatan pengukuran dilakukan secara tidak langsung. Mereka berhasil menandai tempat-tempat A, B, C, D, dan E seperti tampak pada gambar berikut

Setelah dilakukan pengukuran, diperoleh

AB = 4 m, BC = 3 m, dan
DE = 12 m. Berapa meter lebar sungai itu ( ditunjukkan oleh panjang garis BD ) ?

Dari pengamatan dan observasi penulis, motivasi peserta didik dalam menyelesaikan permasalahan pada materi tersebut meningkat mengalami kesulitan yang signifikan dalam menyelesaikannya. dan tidak

20

Bab III SIMPULAN DAN SARAN a. Kesimpulan Hal terpenting dalam kesebangunan.khusus untuk segitiga, untuk mengetahui dua segitiga sebangun, cukup temukan dua pasang sudut bersesuaian yang sama besar maka dapat disimpulkan kedua segitiga itu sebangun. Prinsip dasar kesebangunan dua segitiga adalah berkenaan dengan

perbandingan panjang sisi-sisi yang bersesuaian. Untuk dua segitiga yang sebangun berlaku panjang sisi-sisi yang bersesuaian sebanding. Sifat-sifat yang diturunkan dari prinsip dasar kesebangunan adalah

Perbandingan Sederhana berkaitan perbandingan sisi-sisi yang bersesuaian pada segitiga terdapat garis yang sejajar dengan salah satu sisinya dan memotong kedua sisi lainnya. Dalam menentukan perbandingan sisi-sisi yang bersesuaian ataupun dalam menentukan salah satu panjang ruas garis pada segitiga tersebut dapat dilakukan dengan teknik pilah pisah pada bangun segitiga dengan menyiapkan model bangun-bangun segitiga yang sebangun. Pembelajaran kesebangunan segitiga dengan teknik pilah pisah dapat juga menggunakan media ICT (Information and Communication Technology).Penggunaan teknik pilah pisah melalui observasi dan pengamatan dapat meningkatkan motivasi peseta didik dalam mempelajari kesebangunan segitga yang di dalamnya terdapat garis yang sejajar dengan salah satu sisinya dan memotong kedua sisi lainnya , karena pengetahuan prasyarat dua bangun segitiga yang sebangun telah dipahami. b. Saran/rekomendasi seorang guru dalam melaksanakan pembelajarannya dapat dipastikan menjumpai masalah-masalah yang menyangkut materi, strategi, model ataupun hal-hal lain terkait pembelajaran. sebagai seorang guru professional setiap permasalahan yang muncul dikelas tentu mempunyai kiat-kiat tersendiri dalam menyelesaikan masalah tersebut secara ilmiah. Penyelesaian masalah tersebut sebaiknya ditulis dan dipublikasikan dalam bentuk laporan best practice. Laporan tersebut menjadi salah satu acuan Guru lain jika menghadapi permasalahn yang sama.
21

DAFTAR PUSTAKA
Th. Widyantini dan Sigit TG. 2010. Penggunaan Alat Peraga dalam Pembelajaran Matematika di SMP. Modul BERMUTU 2010. Yogyakarta: PPPPTK Matematika. Tri Guntoro Sigit dan Sapon S. 2011 Aplikasi Kesebangunan dalam Pembelajaran Matematika SMP, Modul Matematika SMP Program BERMUTU 2011. Yogyakarta: PPPPTK Matematika. Djumanta W dan Dwi S. 2008 Belajar Matematika Aktif dan Menyenangkan .Untuk SMP/MTs kelas IX .Jakarta; Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional

22