Anda di halaman 1dari 13

MAKALAH FARMAKAKOLOGI

TENTANG H5N1

DISUSUN OLEH HARIATI

DI BIMBING OLEH SUMARYATI, S.Farm

AKADEMI KEPERAWATAN DHARMA HUSADA PEKANBARU T.A 2013

KATA PENGANTAR Segala puji syukur senantiasa kami panjatkan atas kehadirat Tuhan YME, karena saya bisa menyelesaikan makalah yang berjudul H5N1 dengan tepat waktu. Makalah ini saya susun sebagaimana materi yang terdapat di dalam mata kuliah FARMAKOLOGI. Materi tersebut saya ambil dari berbagai sumber dan beberapa situs dari internet. Dengan demikian, para pembaca bisa memperluas wawasannya, memahami dan mengaplikasikan isi makalah dalam kehidupan sehari-hari. Saya berharap makalah ini bisa membantu mahasiswa dalam memahami mata kuliah FARMAKOLOGI. Kritik dan saran yang membangun selalu saya harapkan dalam pembuatan makalah berikutnya. Dan saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak dalam penyusunan makalah ini. Pekanbaru, 27 juny 2013 penulis

ii

DAFTAR ISI KATA PENGANTAR .............................................................................. i DAFTAR ISI ............................................................................................. ii BAB I PENDAHULUAN ......................................................................... 1 Latar belakang ...................................................................................... 1 Rumusan masalah ................................................................................. 1 Tujuan penulisan .................................................................................. 2 BAB II TINJAUAN TEORITIS .............................................................. 3 Pengertian flu burung .......................................................................... 3 Penyebab penyakit flu burung ............................................................. 3 Cara penularan ..................................................................................... 4 Gejala pada manusia ............................................................................ 5 Gejala pada ungags .............................................................................. 5 Cara mencegah flu burung .................................................................. 7 Biosekuriti ........................................................................................... 7 Vaksinasi ............................................................................................. 7 Depopulasi ........................................................................................... 8 Stamping out ....................................................................................... 8 Cara mengobati flu burung ................................................................... 8 BAB III PENUTUP .................................................................................. 9 Kesimpulan ........................................................................................... 9 Saran ..................................................................................................... 9 DAFTAR PUSTAKA

iii

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Di Indonesia kasus-kasus menyedihkan tentang penyakit flu burung di berbagai media cetak maupun elektronik seakan tak henti-hentinya muncul sepanjang tahun.Di suatu waktu pemberitaan tersebut kembali muncul dengan yang lebih parah dan menyedihkan.Banyak masyarakat yang tidak mengetahui informasi yang benar tentang penyakit flu burung.Ketidaktahuan masyarakat mungkin merupakan salah satu factor yang menyebabkan penyakit flu burung tak kunjung reda.Lebih lanjut ketidaktahuan pun menyebabkan masyarakat tidak mau mengubah gaya hidup yang salah selama ini dan sering terlambat melaporkannya.Hal yang paling parah adalah informasi yang salah dari pihak yang tidak tahu tapi sok tahu,maupun pihak yang tidak mau bertanggung jawab akan memperburuk kondisi perekonomian masyarakat karena wabah flu burung. Sebenarnya kematiaan yang sangat tinggi pada unggas karena flu burung telah di laporkan pertama kali pada tahun 1878 dengan nama fowl plaque(sampar ayam).Namun demikian penyakit flu burung baru di kenal secara luas oleh masyarakat Indonesia sejak tahun 1997 k etika

penyakit mewabah di Hongkong dan menyerang ayam dan unggas peliharaan.Kemudian di susul meninggalnya sejumlah orang yag

menunjukkan gangguan pernapasan setelah kontak dengan ayam atau burung penderita penyakit flu burung dengan pemeriksaan yang membuktikan kematiannya di sebabkan virus influenza A subtype H5N1. B. Rumusan Masalah Adapun rumusan masalah dalam karya tulis ini adalah: 1. 2. 3. 4. 5. Apa penyebab penyakit flu burung? Bagaimana cara penularan penyakit flu burung? Bagaimana gejala penyakit flu burung? Bagaimana cara mencegah penyakit flu burung? Bagaimana cara pengobatan flu burung?

iv

C. Tujuan Penulisan Tujuan penulis dalam penulisan karya tulis ini adalah: 1. 2. 3. Untuk menambah pengetahuan tentang penyakit flu burung. Untuk mengetahui penyebab penyakit flu burung. Untuk mengetahui tip yang aman di kala wabah penyakit flu burung menyerang. 4. Untuk mengetahui cara penularan,pengobatan,dan pencegahan penyakit flu burung.

BAB II TINJAUAN TEORITIS

A. Pengertian Flu Burung Penyakit flu burung adalah penyakit yang di sebabkan oleh virus influenza A subtype H5N1.Penyakit flu burung umumnya menyerang unggas serta menimbulkan gejala yang ringan sampai yang berat dan fatal yaitu menimbulkan kematian.Namun kadang-kadang unggas yang terserang penyakit terutama unggas liar seperti itik dan burung liar tidak menunjukkan gejala klinis tetapi dapat menyebarkannya pada hewan lain maupun manusia. Unggas yang menderita flu burung dapat menularkan virus berjumlah besar dalam kotoran(feses) maupun sekreta yang di keluarkannya.Virus flu burung dapat bertahan hidup dalam air sampai 4 hari pada suhu 22oC dan lebih dari 30 hari pada 0oC.Di dalam tinja unggas dan dalam tubuh unggas yang sakit,virus dapat bertahan lebih lama,namun akan mati pada pemanasan 60oC selama 30 menit atau 90oC selama 1 menit.Virus mempunyai masa inkubasi yang pendek yaitu antara beberapa jam sampai 3 hari,tergantung pada jumlah virus yang masuk,rute kontak dan spesies unggas yang terserang. H5N1 sebenarnya adalah jenis virus yang menyerang reseptor galactose yang ada pada hidung hingga ke paru-paru pada unggas yang tidak di temukan pada manusia,dan serangan hanya terjadi di sekitar alveoli yaitu daerah di paru-paru di mana oksigen di sebarkan melalui darah.Oleh karena itu virus ini tidak mudah di sebarkan melalui udara saat batuk atau bersin seperti layaknya virus flu burung bisa. B. Penyebab Penyakit Flu Burung Virus penyebab influenza trgolong family Orthomyxoviridase.Virus terdiri atas 3 tipe antigenic yang berbeda yaitu A,B dan C.Virus influenza A bias terdapat pada unggas,manusia,babi,kuda dan kadang-kadang mamalia yang lain.Sebaliknya virus influenza B dan C hanya di temukan pada manusia. Penyakit flu burung yang di sebut pula Avian Influenza di sebabkan oleh virus Influenza A.Virus ini merupakan virus RNA dan mempunyai

vi

aktivitas haemaglutinin (HA) dan Neuraminidase(NA).Pembagian subtiape virus berdasarkan permukaan antigen,permukaan haemaglutinin dan

neuraminidase yang di milikinya.Saat ini 15 jenis HA telah di kenali,mulai H1 sampai H15 dan 9 jenis NA,mulai N1 sampai N9.Di antara 15 subtipe HA,hanya H5 dan H7 yang bersifat ganas pada unggas. Variasi antigenic virus influenza sering di temukan melalui drift shift antigenic.Drift antigenic terjadi karena adanya perubahan struktur antigenic yang bersifat minor pada permukaan antigen H dan atau N,sehingga shift antigenic terjadi karena adanya perubahan yang bersifat dominan pada struktur antigenic.Pengaturan kembali struktur genetic virus pada unggas dan manusia di perkirakan merupakan suatu sebab timbulnya stain baru virus pada manusia yang bersifat pandemic. C. Cara Penularan Virus flu burung subtype H5N1 dapat menular melalui udara ataupun kontak melalui makanan,minuman dan sentuhan.Virus dapat bertahan hidup pada suhu dingin.Bahan makanan yang di dinginkan atau di bekukan dapat menyimpan virus. Penularan penyakit dapat terjadi secara langsung dan tidak

langsung.Penularan secara langsung adalah penularan dengan cara kontak langsung antara hewan penderita flu burung atau hewan lain yang peka maupun manusia.Hewan yang terinfeksi mengeluarkan virus dari saluran pernapasan,mata dan kotoran.Jadi hewan yang peka atau manusia dapat pula mengalami penularan secara langsung bila mengalami kontak dengan material tersebut. Penularan secara tidak langsung dapat terjadi melalui udara yang tercemar material atau perlengkapan peternakan,kandang,kurungan ayam,dan lain-lain.Oleh karena itu alat-alat yang telah berhubungan dengan penderita flu burung harus di desinfeksi.Virus penyakit flu burung mempunyai amplop,sehingga relative sensitive bila terkena zat kimia yang mengandung lipid,seperti deterjen.Virus pun akan rusak oleh formalin,asam

encer,panas,PH yang terlalu tinggi dan kekeringan sehingga bahan-bahan kimia tadi bisa di gunakan untuk melakukan desinfeksi kandang maupun

vii

peralatan peternakanyang telah terkontaminasi virus flu burung. Secara garis besar cara-cara penularan flu burung yang di sebabkan oleh virus H5N1 adalah sebagai berikut: 1. Bersentuhan langsung dengan unggas yang sakit atau produk dari unggas yang sakit tersebut akan membuat Anda tertular. 2. Media lain untuk menularkan penyakit flu burung ini adalah lingkungan sekitar. 3. Penularan flu burung juga dapat terjadi dengan perantara manusia. Penularan flu burung dengan melewati produk dari ternak

unggas.Sebagian orang memilih mengkonsumsi produk unggas mentah atau tidak masak sempurna.Fillet ayam,telur mentah dan beragam produk mentah unggas dapat menjadi media penularan virus H5N1 pada pengkonsumsinya.Virus flu burung ini akan mati apabila produk unggas tersebut di masak secara sempurna.Mengkonsumsi daging setengah matang dan telur setengah matang. 4. masih berpeluang terjangkit virus flu burung,jika unggas yang di potong sudah terjangkit oleh virus ini. D. Gejala pada manusia Masa inkubasi virus adalah 1-7 hari di mana setelah itu muncul gejalagejala seseorang terkena flu burung adalah dengan ciri-ciri sebagai berikut: 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Timbulnya ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut). Timbulnya demam tinggi (>38oC). Sakit tenggorokan secara tiba-tiba. Batuk,mengeluarkan ingus,nyeri otot. Sakit kepala. Lemas mendadak. Timbunya radang paru-paru(pneumonia) yang bila tidak mendapatkan penanganan tepat dapat menyebabakan kematian. Mengingat gejala flu burung mirip dengan flu biasa maka tidak ada yang membedakan flu burung dengan flu biasa.Jika ada penderita yang batuk,pilek dan demam yang tidak kunjung turun,maka di sarankan untuk segera mengunjungi dokter atau rumah sakit terdekat.Namun gejala yang di

viii

turunkan oleh virus H5N1 ini berbeda-beda di mana ada kasus seseorang anak laki-laki yang mengalami diare parah dan di ikuti dengan koma panjang tanpa mengalami gejala-gejala seperti influenza. E. Gejala pada Unggas Penyakit flu burung di tularkan baik ke sesama unggas maupun spesies lainnya dan manusia melalui kotoran burung.Satu tetesan sekresi dari burung yang terinfeksi mengandung virus yang dapat membunuh 1 juta burung.Virus ini kemudian menempel di berbagai media seperti sarana transportasi ternak,peralatan kandang yang tercemar,pekerja di peternakan dan burungburung liar. Gejala klinis yang dapat di temukan pada unggas yang terinfeksi flu burung adalah sebagai berikut: 1. 2. 3. 4. 5. 6. Mengalami gangguan pernapasan seperti batuk,bersin dan ngorok. Jengger kebiruan. Peradangan pada sinus atau lubang hidung. Pembengkakan di daerah kepala dan muka. Kerontokan bulu. Mengeluarkan leleran dari mata secara berlebihan.

7. Terjadinya gangguan produksi telur dan cangkak telur lembek. 8. Tingkat kematian tinggi,sering terjadi kematian secara mendadak. 9. Kaki berwarna kemerah-merahan seperti di keroki dan jika di buka terdapat pendarahan. 10. Gangguan syaraf yang di tandai unggas membentur-benturkan kepala serta gangguan keseimbangan,seperti berdiri dan berjalan sempoyongan. F. Cara Mencegah Flu Burung Pencegahan flu burung pada hewan dapat di lakukan dengan 3 jalan yaitu dengan peningkatan biosekuriti,pemberian vaksinisasi dan depopulasi serta stamping out. G. Biosekuriti Biosekuriti adalah cara menangani ternak secara higenis.Caranya meliputi semua tindakan yang merupakan pertahanan pertama untuk mengendalikan wabah dengan mencegah semua kemungkinan kontak atau

ix

penularan

dengan

peternakan

yang

tertular

dan

penyebaran

penyakit.Tindakannya meliputi: a. Memberi lalu lintas orang atau pekerja dan kendaraan yang keluar masuk lokasi peternakan. b. Para pekerja dan semua orang yang ada di lokasi peternakan harus dalam keadaan sehat. c. Untuk keamanan petugas maupun unggas,para pekerja dan semua orang yang ada di lokasi peternakan harus menggunakan pakaian

pelindung,kacamata,masker,sepatu pelindung dan harus menggunakan tindakan desinfeksi serta sanitasi. d. Mencegah kontak antara unggas dengan burung liar atau burung air,tikus,lalat dan hewan lainnya. H. Vaksinisasi Vaksinisasi merupakan program pengebalan dengan memasukkan virus flu burung yang sudah di lemahkan atau di matikan.Tujuannya adalah merangsang tubuh membentuk antibody untuk melawan virus flu burung apabila suatu saat menyerang. Vaksin flu burung memang cukup sehat untuk hewan sehat,tetapi jika sudah terlanjur sakit sebaiknya jangan di vaksin karena keamanannya tidak bisa di jamin.Pemilik sebaiknya melakukan program vaksinisasi secara rutin dan yidak usah menunggu ada ayam yang sakit baru di vaksin karena antibody untuk melawan flu burung tidak langsung timbul seketika.Pada umumnya unggas akan membentuk antibody 2 minggu setelah di vaksin.Jadi jika menunggu ayam yang sakit maka akan terlambat dan mungkin menimbulkan bahaya pada ayam atau unggas sakit yang di vaksin flu burung. I. Depopulasi Pemusnahan selektif(depopulasi) adakah suatu tindakan mengurangi populasi unggas yang menjadi sumber penularan penyakit.Tindakan ini di lanjutkan dengan prosedur disposal.Disposal adalah prosedur untuk melakukan pembakaran dan penguburan terhadap bangkai. Unggas,telur,kotoran(feses),bulu,alas kandang,pupuk dan pakan ternak yang tercemar serta bahan dan peralatan lain yang tercemar,tetapi tidak dapat

di desinfeksi secara sfektif. J. Stamping Out Stamping out adalah tindakan pemusnahan secara menyeluruh yaitu memusnahkan seluruh unggas yang sakit maupun sehat pada peternakan tertular dan semua unggas yang berada dalam radius 1 km dari peternakan tertular. K. Cara Pengobatan Flu Burung Jenis obat penanggulangan infeksi flu burung ada 2,pertama adalah obat seperti amantadine dan rimantadine yaitu ion channel(M2) blocker,yang menghalangi aktivitas ion chanel dari virus flu jenis A sehingga aliran ion hydrogen dapat di blok dan virus tidak dapat berkembang biak. Jenis obat yang kedua adalah Neurimidase(NA) inhibitor,seperti zanamivir dan oseltamivir dengan protein NAnya yang berfungsi melepaskan virus yang bereplikasi di dalam sel sehingga virus tidak dapat keluar dari dalam sel.Virus ini nantinya akan menempel di permukaan sel saja dan tidak akan pindah ke sel lain.

xi

BAB III PENUTUP A. Simpulan Dari pembahasan yang penulis paparkan di atas,maka penulis dapat mengambil simpulan sebagai berikut: 1. Penyakit flu burung merupakan penyakit yang di sebabkan oleh virus influenza A subtype H5N1. 2. 3. Pasien perlu mengetahui gejala-gejala flu burung. Cara penularan flu burung ada 2 yaitu dengan cara lansung dan dengan cara tidak langsung. 4. Pencegahan flu burung pada hewan dapat di lakukan dengan 3 cara yaitu dengan peningkatan biosekuriti,pemberian vaksinisasi,dan depopulasi serta stamping out. 5. Jenis obat penanggulangan infeksi flu burung ada 2 yaitu amantadine atau rimantadine dan neurimidase. B. Saran Berdasarkan kesimpulan di atas,penulis mempunyai beberapa saran di antaranya yaitu: 1. Agar para pembaca dapat mengetahui lebih dalam tentang penyakit flu burung. 2. Lebih baik mencegah dari pada mengobati dan kesehatan lebih berharga dari pada kekayaan. 3. Di harapkan manusia bisa mensyukuri nikmat yang telah di berikan Allah SWT yang berupa kesehatan dan keselamatan.

xii

DAFTAR PUSTAKA Yuliarti,Nurheti.2006.Menyingkap Rahasia Penyakit Flu Burung.Yogyakarta:Andi Astuti,Ana Puji dan Setyoningsih.2011.Panduan Pembelajaran Pendidikan Sosiologi 1 SMA dan MA.Pati:MGMP Pendidikan Sosiologi Kabupaten Pati Http://www.news-medical.net/health/what-is-bird-(H5N1)-(Indonesia).aspx Andre.2013.Penyakit Flu Burung,(Online),(http://fluburung.org/cara-cara-

penularan-flu-burung.asp/,diakses 25 Juni 2013) Admin.2013.Penyakit Flu Burung,(Online),(http://fluburung.org/pengobatanflu-burung.asp/,diakses 25 Juni 2013)

xiii